ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pada era modern ini, konversi energi telah menjadi salah satu aspek penting dalam sistem elektronik dan daya , Converter daya adalah elemen kunci yang digunakan untuk mengubah energi listrik dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Salah satu jenis Converter daya yang umum digunakan adalah Boost Converter. Boost Converter merupakan salah satu jenis Converter DC-DC yang digunakan untuk meningkatkan tegangan output dari sumber tegangan DC. Fluktuasi tegangan pada output Boost Converter dapat memengaruhi kinerja peralatan elektronik yang terhubung dengan sumber tegangan tersebut. Oleh karena itu, penelitian mengenai pengaruh frekuensi dan Duty Cycle terhadap Ripple tegangan pada Boost Converter menjadi sangat penting untuk dilakukan Hasil pengujian Boost Converter menggunakan tegangan input dan output sebesar 3 V dan 12 V dengan Duty Cycle yang divariasikan dari 15% hingga 90% diperoleh ripple tegangan yang paling kecil sebesar 0.16 pada Duty Cycle 15 % dan paling besar 3.54 pada Duty Cycle 90%. Perubahan pada nilai Duty Cycle 15% sampai 90% semakin besar Duty Cycle semakin besar tegangan Output yang di hasilkan yaitu 3.55 V hingga 29.22 V. Lalu pada pengujian Frekuensi menggunakan tegangan input dan output yang sama sebesar 3 V dan 12 V dengan variasi Frekuensi 20kHz hingga 120 kHz diperoleh ripple tegangan paling kecil sebesar 1.24 pada Frekuensi 120kHz dan paling besar 12.27 pada Frekuensi 20kHz.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK
Dalam dunia elektronik, penggunaan sumber tegangan dengan nilai yang stabil dan minim fluktuasi sangat penting untuk menjaga kinerja dari perangkat elektronik. Konversi tegangan yang efisien diperlukan untuk mengubah tegangan DC dari satu level yang lebih tinggi atau lebih rendah Salah satu jenis converter yang umum digunakan adalah Buck Boost Converter. Buck-Boost Converter adalah jenis konverter DC-DC yang mampu menghasilkan tegangan keluaran yang lebih tinggi atau lebih rendah dari pada tegangan masukan, tergantung pada konfigurasi dan kondisi kerja. Pengaruh frekuensi dan duty cycle terhadap Ripple tegangan pada Buck-Boost Converter merupakan topik penelitian yang penting Untuk meningkatkan kinerja converter tersebut Hasil pengujian Buck Boost Converter dengan Duty Cycle yang divariasikan dari 20% sampai 100% menggunakan tegangan input sebesar 17 V dan ouput sebesar -12 V diperoleh ripple tegangan paling kecil pada Duty Cycle 100% yaitu 0.04 V dan yang paling besar 13.51 V pada Duty Cycle 80 %. Lalu pada Frekuensi yang divariasikan dari 20k sampai 120k menggunakan tegangan input dan output yang sama sebesar 17 V dan -12 V diperoleh ripple tegangan paling kecil pada frekuensi 120k yaitu 1.09 V dan yang paling besar 6.24 pada frekensi 20k.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penerapan DC-DC Converter pada perangkat elektronik dapat berfungsi dengan menggunakan sumber energi yang dimana tegangan keluarannya dapat diubah-ubah ke bentuk tegangan DC keluaran yang lebih tinggi atau lebih rendah. Buck Converter adalah Konverter yang berfungsi menurunkan tegangan keluaran dari tegangan masukannya sesuai kebutuhan pemakaian. Hasil pengujian Frekuensi yang di variasikan dari 20kHz hingga 160kHz dengan konfigurasi tegangan masukan sebesar 17 V dan tegangan keluaran 12 V, Ripple tegangan terbesar di hasilkan pada frekuensi 20kHz sebesar 2.42 V dan menurun hingga 0.05 V seiring nilai frekuensi dinaikkan mencapai 160kHz. Pada perubahan nilai Frekuensi tidak mengubah tegangan output yang dihasilkan. Hasil pengujian Duty Cycle 10% hingga 100%, Pada nilai Duty Cycle 10% menghasilkan Ripple Tegangan yang kecil yaitu 0.04 V dan tegangan keluaran sebesar 1.67 V. Ripple Tegangan terbesar di hasilkan pada nilai Duty Cycle 50% sebesar 0.11 V dan tegangan keluarannya 8.38 V, Ripple Tegangan menurun pada nilai 60% hingga 90% mencapai 0.04 V dan 0 V pada Duty Cycle 100%. Perubahan nilai Duty Cycle mempengaruhi nilai tegangan keluaran dari 1.67 V hingga 16.76 V pada tegangan masukan tetap yang digunakan.