Analisa Pengaruh Frekuensi dan Duty Cycle Terhadap Ripple Tegangan Pada Buck Boost Converter
.
Profil penulis
4 karya publik ditemukan.
.
ABSTRAK Dalam dunia elektronik, penggunaan sumber tegangan dengan nilai yang stabil dan minim fluktuasi sangat penting untuk menjaga kinerja dari perangkat elektronik. Konversi tegangan yang efisien diperlukan untuk mengubah tegangan DC dari satu level yang lebih tinggi atau lebih rendah Salah satu jenis converter yang umum digunakan adalah Buck Boost Converter. Buck-Boost Converter adalah jenis konverter DC-DC yang mampu menghasilkan tegangan keluaran yang lebih tinggi atau lebih rendah dari pada tegangan masukan, tergantung pada konfigurasi dan kondisi kerja. Pengaruh frekuensi dan duty cycle terhadap Ripple tegangan pada Buck-Boost Converter merupakan topik penelitian yang penting Untuk meningkatkan kinerja converter tersebut Hasil pengujian Buck Boost Converter dengan Duty Cycle yang divariasikan dari 20% sampai 100% menggunakan tegangan input sebesar 17 V dan ouput sebesar -12 V diperoleh ripple tegangan paling kecil pada Duty Cycle 100% yaitu 0.04 V dan yang paling besar 13.51 V pada Duty Cycle 80 %. Lalu pada Frekuensi yang divariasikan dari 20k sampai 120k menggunakan tegangan input dan output yang sama sebesar 17 V dan -12 V diperoleh ripple tegangan paling kecil pada frekuensi 120k yaitu 1.09 V dan yang paling besar 6.24 pada frekensi 20k.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan media interaktif metode suku kata ditinjau dari validasi Ahli bahasa, ahli materi dan ahli media, serta ketertarikan ditinjau dari angket respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan ADDIE terdiri dari lima tahapan penelitian yaitu: 1) Analysis (analisis); 2) Design (Perancangan); 3) Development (Pengembangan); 4) Implementation (Implementasi); 5) Evaluation (Evaluasi) Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu: lembar validasi, dan angket ketertarikan siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas I-B SD Negeri 017 Tarakan. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi sebesar 86%, ahli bahasa sebesar 90% dan ahli media sebesar 96% dengan kategori sangat layak. Hasil dari angket respon siswa pada uji coba terbatas sebesar 96% dan pada uji coba lapangan sebesar 92% dengan kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, respon siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan maka, media Interaktif metode suku kata dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan media interaktif metode suku kata ditinjau dari validasi Ahli bahasa, ahli materi dan ahli media, serta ketertarikan ditinjau dari angket respon siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan mengacu pada model pengembangan ADDIE terdiri dari lima tahapan penelitian yaitu: 1) Analysis (analisis); 2) Design (Perancangan); 3) Development (Pengembangan); 4) Implementation (Implementasi); 5) Evaluation (Evaluasi) Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu: lembar validasi, dan angket ketertarikan siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas I-B SD Negeri 017 Tarakan. Hasil validasi yang diperoleh dari ahli materi sebesar 86%, ahli bahasa sebesar 90% dan ahli media sebesar 96% dengan kategori sangat layak. Hasil dari angket respon siswa pada uji coba terbatas sebesar 96% dan pada uji coba lapangan sebesar 92% dengan kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media, respon siswa pada uji coba terbatas dan uji coba lapangan maka, media Interaktif metode suku kata dinyatakan layak dan menarik digunakan dalam proses pembelajaran.