Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: Duty Cycle
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisa pengaruh frekuensi dan duty cycle terhadapap ripple tegangan pada boost converter

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pada era modern ini, konversi energi telah menjadi salah satu aspek penting dalam sistem elektronik dan daya , Converter daya adalah elemen kunci yang digunakan untuk mengubah energi listrik dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Salah satu jenis Converter daya yang umum digunakan adalah Boost Converter. Boost Converter merupakan salah satu jenis Converter DC-DC yang digunakan untuk meningkatkan tegangan output dari sumber tegangan DC. Fluktuasi tegangan pada output Boost Converter dapat memengaruhi kinerja peralatan elektronik yang terhubung dengan sumber tegangan tersebut. Oleh karena itu, penelitian mengenai pengaruh frekuensi dan Duty Cycle terhadap Ripple tegangan pada Boost Converter menjadi sangat penting untuk dilakukan Hasil pengujian Boost Converter menggunakan tegangan input dan output sebesar 3 V dan 12 V dengan Duty Cycle yang divariasikan dari 15% hingga 90% diperoleh ripple tegangan yang paling kecil sebesar 0.16 pada Duty Cycle 15 % dan paling besar 3.54 pada Duty Cycle 90%. Perubahan pada nilai Duty Cycle 15% sampai 90% semakin besar Duty Cycle semakin besar tegangan Output yang di hasilkan yaitu 3.55 V hingga 29.22 V. Lalu pada pengujian Frekuensi menggunakan tegangan input dan output yang sama sebesar 3 V dan 12 V dengan variasi Frekuensi 20kHz hingga 120 kHz diperoleh ripple tegangan paling kecil sebesar 1.24 pada Frekuensi 120kHz dan paling besar 12.27 pada Frekuensi 20kHz.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Frekuensi dan Duty Cycle Terhadap Ripple Tegangan pada Buck Converter

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penerapan DC-DC Converter pada perangkat elektronik dapat berfungsi dengan menggunakan sumber energi yang dimana tegangan keluarannya dapat diubah-ubah ke bentuk tegangan DC keluaran yang lebih tinggi atau lebih rendah. Buck Converter adalah Konverter yang berfungsi menurunkan tegangan keluaran dari tegangan masukannya sesuai kebutuhan pemakaian. Hasil pengujian Frekuensi yang di variasikan dari 20kHz hingga 160kHz dengan konfigurasi tegangan masukan sebesar 17 V dan tegangan keluaran 12 V, Ripple tegangan terbesar di hasilkan pada frekuensi 20kHz sebesar 2.42 V dan menurun hingga 0.05 V seiring nilai frekuensi dinaikkan mencapai 160kHz. Pada perubahan nilai Frekuensi tidak mengubah tegangan output yang dihasilkan. Hasil pengujian Duty Cycle 10% hingga 100%, Pada nilai Duty Cycle 10% menghasilkan Ripple Tegangan yang kecil yaitu 0.04 V dan tegangan keluaran sebesar 1.67 V. Ripple Tegangan terbesar di hasilkan pada nilai Duty Cycle 50% sebesar 0.11 V dan tegangan keluarannya 8.38 V, Ripple Tegangan menurun pada nilai 60% hingga 90% mencapai 0.04 V dan 0 V pada Duty Cycle 100%. Perubahan nilai Duty Cycle mempengaruhi nilai tegangan keluaran dari 1.67 V hingga 16.76 V pada tegangan masukan tetap yang digunakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESAIN SIMULASI MAXIMUM POWER POINT TRACKING (MPPT) MENGGUNAKAN METODE INCREMENTAL CONDUCTANCE (IC) PADA KONVERTER SEPIC (SINGLE ENDED PRIMARY INDUCTANCE CONVERTER).

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Dalam beberapa tahun terakhir photovoltaic menjadi alat yang digunakan untuk menghasilkan energi listrik, alat ini mengkonversi energi cahaya dan suhu menjadi energi listrik, photovoltaic sangat bargantung dengan panas dari matahari, agar photovoltaic bekerja dengan maksimal perlu ditambahkan konverter. Konverter SEPIC adalah konverter yang berfungsi sebagai buck boost yang dapat menaik turunkan tegangan inputnya, konverter SEPIC diatur oleh duty cycle, dengan duty cycle 24.3 %. Konverter SEPIC pada pengujian ini berhasil mendapatkan hasil output daya yang sama dengan perhitungan dan simulasi yaitu 200 W. Photovoltaic yang dihubungkan langsung dengan baterai menghasilkan daya yang sangat jauh dari optimal, makanya diperlukan konverter SEPIC yang terhubung dengan photovoltaic untuk membuat hasilnya optimal. Sistem kendali MPPT Incremental Conductance adalah sistem yang digunakan pada pengujian ini, dengan resistor dan baterai yang digunakan sebagai beban. Pada pengujian ini konverter yang menggunakan baterai adalah pengujian yang mendapatkan hasil yang paling optimal dengan daya 204 W.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail