ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Beras merupakan komoditas pangan strategis yang kualitasnya sangat dipengaruhi oleh proses pengeringan pada tahap pascapanen. Pengeringan secara konvensional masih banyak digunakan, namun sangat bergantung pada kondisi cuaca sehingga sering menghasilkan kadar air yang kurang seragam dan berpotensi menurunkan mutu beras. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer terhadap kualitas beras di Pabrik Beras CV. Sahi Jaya Mandiri, Desa Sajau Hilir, Kabupaten Bulungan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor, yaitu metode pengeringan yang terdiri atas pengeringan menggunakan Vertical Dryer, sinar matahari, dan kering angin. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak sembilan kali sehingga diperoleh 27 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi kadar air, kadar karbohidrat, rendemen beras, persentase beras kepala, persentase beras patah, warna beras, dan benda asing. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa metode pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar karbohidrat, rendemen beras, persentase beras kepala, dan persentase beras patah, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air. Secara deskriptif, seluruh perlakuan menghasilkan beras dengan warna normal dan bebas dari benda asing. Penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer menghasilkan kualitas beras terbaik dengan kadar karbohidrat sebesar 78,39%, rendemen beras 66,33%, persentase beras kepala 82,22%, serta persentase beras patah terendah sebesar 17,78%. Seluruh perlakuan menghasilkan kadar air yang memenuhi persyaratan SNI 6128:2020, yaitu kurang dari 14%. Dengan demikian, penggunaan mesin pengering tipe Vertical Dryer merupakan metode pengeringan yang paling efektif dalam meningkatkan kualitas fisik dan kimia beras dibandingkan pengeringan menggunakan sinar matahari maupun kering angin.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas dan efisiensi mesin penepung tipe disc mill FFC-15 dalam produksi tepung beras dengan menggunakan metode eksperimen melalui pengujian langsung pada mesin. Bahan baku yang digunakan adalah beras putih sebanyak 1 kg pada setiap percobaan, dengan variasi ukuran saringan 2 mm dan 1,5 mm yang masing-masing diuji sebanyak tiga kali untuk memperoleh data yang akurat. Parameter yang dianalisis meliputi kapasitas aktual, efisiensi penepungan, persentase susut massa, persentase tepung tercecer, dan rendemen penepungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukuran saringan berpengaruh terhadap kinerja mesin, dimana pada saringan 2 mm diperoleh kapasitas aktual sebesar 92,43 kg/jam dengan efisiensi 168,05%, sedangkan pada saringan 1,5 mm kapasitas aktual sebesar 85,84 kg/jam dengan efisiensi 156,07%. Selain itu, persentase susut massa dan tepung tercecer meningkat pada saringan yang lebih kecil, yaitu masing-masing sebesar 3,4% dan 2,73%, dibandingkan saringan 2 mm sebesar 2,63% dan 2,16%, sementara rendemen tertinggi diperoleh pada saringan 2 mm sebesar 97,36%. Secara umum, semakin besar ukuran saringan maka kapasitas dan efisiensi mesin cenderung meningkat, sedangkan saringan yang lebih kecil menghasilkan tingkat kehalusan yang lebih tinggi namun dengan kapasitas dan efisiensi yang lebih rendah, dengan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja mesin meliputi ukuran saringan, kecepatan putaran mesin, kualitas bahan baku, getaran mesin, serta pengaturan operasional.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor-faktor produksi terhadap penawaran beras dan mengukur elastisitas penawaran beras di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan data sekunder dalam bentuk data time series selama enam tahun (2019–2024) yang diperoleh dari instansi resmi seperti BPS, PIHPSN, dan BPN. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda, disertai dengan pengujian asumsi klasik seperti uji normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas. Selain itu, dilakukan pula perhitungan elastisitas penawaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan, variabel harga beras, harga bulan sebelumnya, jumlah produksi bulan sebelumnya, luas lahan panen, dan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap penawaran beras di Kalimantan Utara. Secara parsial, luas lahan panen dan jumlah penduduk berpengaruh signifikan terhadap penawaran, sementara variabel lainnya tidak berpengaruh signifikan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,978 menunjukkan bahwa 97,8% variasi penawaran beras dapat dijelaskan oleh variabel-variabel independen dalam model. Analisis elastisitas menunjukkan bahwa penawaran beras di Kalimantan Utara bersifat inelastis, yang berarti perubahan harga tidak secara proporsional memengaruhi jumlah beras yang ditawarkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dari kombinasi limbah air cucian beras dengan limbah kulit pisang kepok dalam menghasilkan POC dan menentukan pengaruh takaran yang berbeda pada media POC terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea aquatica). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental berupa 4 perlakuan dari takaran limbah air cucian beras dengan limbah kulit pisang kepok yang berbeda dengan 3 kali pengulangan. Analisis data yaitu Uji Prasyarat (Uji Normalitas dan Uji Homogenitas), Uji Hipotesis (Anova Satu Arah) dan Uji Lanjut (Duncan). Selanjutnya dilakukan pengukuran suhu, pH, tekstur, warna, aroma, dan analisis unsur hara berupa C, N, P, K. Hasil penelitian menunjukkan takaran kombinasi yang efektif yaitu pada sampel P2 (POC) berupa limbah air cucian beras 500 ml + limbah kulit pisang kepok 1000 gr. Berdasarkan hasil penelitian pada takaran tersebut telah sesuai dengan standarisasi pembuatan pupuk organik cair. Hasil analisis data pada sampel P2 menunjukan pengaruh yang signifikan terhadap parameter pengamatan pada pertumbuhan Ipomoea aquatica.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KARAKTERISASI KIMIA BERAS ANALOG RUMPUT LAUT (kappaphycus alvarezii) DARI KALIMANTAN UTARA Abstrak Penduduk Indonesia saat ini sebagian besar masih mengkonsumsi beras padi sebagai makananan pokok yang menyebabkan ketergantungan dan mengakibatkan terjadinya risiko krisis pangan sehingga dibutuhkan pengembangan inovasi dari rumput laut seperti beras analog. Beras analog merupakan pangan fungsional yang diformulasikan dari beberapa bahan yang terbuat dari sereal, umbi-umbian, dan tepung serta memiliki karbohidrat yang rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan formulasi beras analog terbaik dari rumput laut dan menentukan karakterisasi kimia (proksimat, serat kasar, vitamin C, gula total dan fitokimia) beras analog dari rumput laut (kappaphycus alvarezii). Metode penelitian ini di bagi menjadi tiga tahapan yakni tahapan pertama pembuatan tepung rumput laut, tahap kedua formulasi beras analog dengan presentase rumput laut masing – masing 10%, 30%, 50%, tepung rumput laut yang dihasilkan adalah tepung rumput laut tanpa bahan kimia. Tahap ketiga pengujian proksimat, serat kasar, vitamin C, gula total dan fitokimia. Hasil pengujian beras analog 10% kadar air 8%, kadar abu 7%, kadar lemak 7,8%, protein 1,7%, serat kasar 0.62%, karbohidrat 75,5% vitamin C 0,016 mg, gula total 2,83%, fitokimia (alkaloid, fenol hidroquinan, triterpenoid). Hasil pengujian beras analog 30% kadar air 12%, kadar abu 7%, kadar lemak 6,16%, protein 4,4%, serat kasar 0,04%, karbohidrat 71,44%, vitamin C 0,003 mg, gula total 2,69%, fitokimia (alkaloid, fenol hidroquinan, steroid). Hasil pengujian beras analog 50% kadar air 9%, kadar abu 9%, kadar lemak 3,8 % protein 7%, serat kasar 0,22%, karbohidrat 71,2%. Vitamin C 0,045 mg, gula total 2,67%, fitokimia (alkaloid, fenol hidroquinan, triterpenoid).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan lembar kerja siswa (LKS) yang dikembangkan berdasarkan ahli praktisi dan respon siswa terhadap lembar kerja siswa yang dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah uji Kelayakan dengan metode survey. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Frater Don Bosco Tarakan Tahun ajaran 2023/2024 yang pernah menempuh materi sistem pencernaan makanan yaitu sebanyak 20 orang siswa dan satu orang guru mata pelajaran Biologi. Keseluruhan data diperoleh berdasarkan jawaban dari angket validasi ahli praktisi dan angket respon siswa yang disebarkan secara langsung di sekolah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa LKS secara keseluruhan sangat layak sebagai bahan ajar, Hal ini ditunjukkan oleh hasil validasi yang dilakukan oleh ahli praktisi dan respon siswa. LKS ini dikatakan sangat layak dengan nilai persentase 100% oleh ahli praktis dan 85% oleh respon siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Buah Mengkudu (Morinda citrifolia), Jahe Putih (Zingiber officinale var. amarum) dan Serai (Cymbopogon ciratus) memiliki metabolit sekunder yang dapat mematikan atau mengendalikan hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dosis simplisia terhadap kutu beras (Sitophilus oryzae L) dan menganalisis potensi penerapan pada Pembelajaran Biologi serta uji organoleptik. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen. Analisis data menggunakan software SPSS yaitu uji Normalitas, uji Homogenitas, uji Anova Satu Arah, dan uji Duncan. Hasil penelitian eksperimen di laboratorium selanjutnya akan dianalisis keterkaitannya dengan kurikulum/silabus untuk mengetahui potensi penerapannya pada pembelajaran Biologi. Hasil penelitian menunjukkan dosis kombinasi simplisia yang efektif adalah dosis masing-masing 8 gram pada waktu 96 jam dengan total kematian kutu mencapai 27 ekor pada setiap pengulangan. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat dosis yang diberikan maka tingkat kesukaan terhadap beras menurun. Berdasarkan hasil analisis pemanfaatan hasil penelitian sebagai sumber belajar, maka penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar Biologi bagi peserta didik kelas X SMA pada materi perubahan lingkungan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Beras lokal yang berkualitas dan menyehatkan serta harganya yang terjangkau menjadi kelebihan pasar tradisional Inai di Kabupaten Malinau, sehingga banyak di kunjungi oleh konsumen. Lokasi Penelitian ini dilaksanakan Pada Pasar Tradisional Inai di Desa Kuala Lapang Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau. Metode penentuan sampel secara Accidental Sampling adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu konsumen yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Metode analisis data menggunakan analisis Regresi linier berganda, uji F, dan uji T. Hasil penelitian menunjukkan: perilaku konsumen dalam mengkomsumsi beras lokal di pasar teradisional Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau dipengaruhi oleh faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan faktor psikologi. Berdasarkan analisis regresi linier berganda diperoleh nilai R² sebesar 89,8%. Persamaan regresi linear bergada Y = 0,171 + 0,051X1 + 0,451X2 + 0,619X3 + 0,144X4, sedangkan uji F menunjukan bahwa mengkomsumsi beras lokal signifikan 0,000 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima dapat diartikan bahwa faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi dan psikologi berpengaruh signifikan secara simultan terhadap konsumen beras lokal di pasar teradisional inai Kecamatan Malinau Barat Kabupaten Malinau. Berdasarkan uji t, diperoleh factor yang berpengaruh signifikan adalah faktor sosial dengan signifikan sebesar 0,000 persentasen 100% dan faktor pribadi dengan signifikan sebesar 0,000 persentase 100%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Beras merupakan makanan pokok penduduk Kabupaten Bulungan, sehingga mengkaji tentang permintaan dan penawaran dalam hubungannya dengan harga beras adalah penting untuk dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran beras, dan menganalisis pengaruh simultan harga beras terhadap permintaan dan penawaran beras di Kabupaten Bulungan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data berdasarkan studi kepustakaan yang di analisis dengan menggunakan regresi linear berganda model Two Stage Lease Square (2SLS). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan beras di Kabupaten Bulungan, yaitu harga beras, produksi beras, dan jumlah penduduk. Sedangkan yang mempengaruhi penawaran beras di Kabupaten Bulungan yaitu harga beras, luas lahan panen, stok beras, dan penawaran tahun sebelumnya berpengaruh signifikan. Dan Pengaruh simultan harga beras terhadap permintaan dan penawaran beras di Kabupaten Bulungan yaitu dalam model anova berpengaruh signifikan, dengan nilai signifikasi Fhitung sebesar 0.0000,05 yang berarti signifikan. kebijakan yang paling layak untuk di sarankan kepada pemerintah yaitu Kombinasi kebijakan meningkatkan harga beras di Kabupaten Bulungan bersamaan dengan luas areal panen disarankan bagi pemerintah guna meningkatkan produksi padi/beras serta menurunkan jumlah impor beras dan meningkatkan harga pembelian terhadap gabah agar gabah pada tingkat petani meningkat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani padi. Sebagai upaya mensejahterakan petani yang telah mengolah gabahnya menjadi beras.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengembangan subsistem hilir beras adan akan membantu pemenuhan kebutuhan akan beras dengan menyediakan beras dalam jumlah yang cukup banyak dan aman dikonsumsi. Usaha subsistem hilir memerlukan lembaga-lembaga yang dapat mendukung pelaksanaan kegiatan subsistem hilir mulai dari pengolahan dan pemasaran hasil. Penelitian ini bertujuan 1). Untuk mengidentifikasi lembaga yang berperan dalam subsistem hilir beras adan di Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan, 2). Untuk mengetahui model kelembagaan subsistem hilir beras adan di Kecamatan Krayan Barat Kabupaten Nunukan. Data yang digunakan data primer dan data sekunder. Metode penentuan sampel menggunakan purposive sampling dan analisis data menggunakan analisis desktriptif interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga yang berperan dalam subsistem hilir beras adan di Kecamatan Krayan Barat adalah Pemerintah Kecamatan, Dinas Pertanian, Penyuluh Pertanian, Bank Kaltimtara, Dinas Perhubungan, BUMDes, Adat Krayan Barat, Koperasi,UKM UD Borneo, Poktan, Pedagang perantara, Petani/Pemilik Lahan dan Konsumen. Adapun model kelembagaan subsistem hilir beras adan di Kecamatan Krayan Barat terdiri dari tiga bagian yaitu pertama pengolahan dan pemasaran; Petani/Pemilik Lahan, Poktan dan BUMDes. Kedua pemasaran; Koperasi, UKM UD Borneo dan Pedagang perantara. Ketiga lembaga pendukung; Dinas Pertanian, Penyuluh, Kecamatan Krayan Barat, Dinas Perhubungan, Adat, Bank Kaltimtara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait ketersediaan beras di Kabupaten Bulungan. Pertama Apakah pertumbuhan penduduk sebagai faktor yang berpengaruh dalam ketersediaan beras di Kabupaten Bulungan. Kedua, Apakah luas lahan sebagai variabel penting dalam peningkatan produksi beras di Kabupaten Bulungan. Penentuan lokasi dalam penelitian ini dilakukan secara sengaja (purposive). Metode penentuan sampel dalam penelitian ini adalah metode purposive sampling dengan kriteria yang digunakan untuk menentukan sampel penelitian ini adalah Dinas Pertanian Kabupaten Bulungan, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bulungan, Dinas Ketahanan Pangan yang mempunyai arsip data yang dibutuhkan peneliti. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan wawancara dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah pendekatan dynamic system dengan software Ventana system (Vensim) PLE 9.3.4x64. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh terhadap ketersediaan beras adalah jumlah penduduk, dimana jumlah penduduk dari Tahun 2022-2052 naik secara signifikan dengan peningkatan rata-rata sebesar 2%. Produksi beras beras dari Tahun 2022-2052 mengalami penurunan rata-rata sebesar 2,1%, kebijakan simulasi ketersediaan beras di Kabupaten Bulungan telah dilakukan dengan skenario peningkatan laju cetak sawah sebesar 5%. Namun belum mencukupi konsumsi beras pada Tahun 2022, 2024-2025, 2029, 2031-2035, 2039-2041, 2045 dan 2050. Pada Tahun 2022 ketesediaan beras sebesar 8.075,15 ton dan konsumsi beras sebesar 8.075,16 ton sehingga masyarakat masih kekurangan 100 kg beras, begitu juga terjadi pada tahun-tahun berikutnya. Ketika melakukan skenario gabungan ketersediaan beras di Kabupaten Bulungan dengan peningkatan laju cetak sawah 5% dan produktivitas sawah 10% telah mencukupi konsumsi beras masyarakat Kabupaten Bulungan dari Tahun 2022 sampai dengan Tahun 2052.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk melakukan riset analisis kandungan glukosa yang terdapat pada beras Krayan, penyebarluasan informasi terkait beras ini dapat dilakukan melalui pendidikan seperti penerapan informasi yang terkait kedalam bahan ajar berupa lembar Kerja siswa (LKS). Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan Metode yang digunakan untuk uji karbohidrat menggunakan metode Luff Schoorl.Teknik pengumpulan data dengan dokumentasi dan wawancara terkait varietas beras. Dari hasil uji tahapan metode Luff Schoorl dihasilkan kandungan glukosa beras krayan terendah yaitu beras abang 2,4192 mg, sedangkan beras kelabit 5,1966 mg dan beras nanung 6,72 mg. Selanjutnya, untuk bahan ajar yaitu Lembar Kerja Siswa (LKS) yang berbasis riset pada beras Krayan didapatkan hasil validasi ahli materi dan desain kelayakan dengan nilai x = 3,3 yang berarti LKS dinyatakan layak dikembangkan sebagai bahan ajar dalam pembelajaran biologi kelas XI tingkat SMA sederajat pada materi sistem pencernaan makanan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini termasuk penelitian Deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya kandungan karbohidrat (gula pereduksi) pada beras Krayan yaitu Adan putih, Adan merah, Adan hitam, Tuan Sia, Tuan Boda, Udara, Abang, Kelabit dan Nanung melalui uji kualitatif beras Krayan dan dokumentasi. Metode uji kualitatif yang digunakan adalah uji Fehling, Benedict, dan Iodine. Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi penting yang dibutuhkan tubuh untuk menunjang kesehatan manusia, karena karbohidrat memiliki banyak fungsi diantaranya menyediakan energi bagi sel-sel tubuh, terutama sel-sel otak dan sistem saraf pusat yang membutuhkan asupan glukosa darah. Hasil penelitian pada sampel beras krayan menunjukan bahwa terdapat kandungan karbohidrat dengan jenis gula pereduksi yang dibuktikan dengan adanya perubahan warna menjadi merah bata, namun dengan intensitas warna yang berbeda-beda, warna pekat diantaranya beras nanung, beras adan hitam, beras kelabit, dan beras abang. Uji positif karbohidrat dengan jenis Pati (polisakarida) yaitu, Amilosa dengan perubahan warna biru pada sampel. Hasil penelitian Uji kualitatif beras krayan dituangkan kedalam bentuk Lembar Kerja Siswa(LKS)Sebagai Bahan Ajar Sains Biologi bagi siswa kelas VIII khususnya pada mata pelajaran IPA dengan skor validasi yaitu 96% dan termasuk dalam kriteria penilaian valid.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menggunakan penelitian deskritif menggunakan pendekatan kuantitatif menggunakan metode Luff Schoorl yang bertujuan untuk mengetahui kadar gula preduksi berupa glukosa pada beras Krayan yaitu beras tuan sia, tuan boda dan udara. Adapun uji yang dilakukan yaitu uji kuantitatif gula preduksi, wawancara pra penelitian dan dokumentasi. Karbohidrat memiliki sifat mereduksi dikarenakan adanya gugus aldhida dan keton bebas dalam molekul karbohidrat. Hasil penelitian per 10 gram nasi menunjukan bahwa kandungan glukosa dalam beras udara sebesar 5,1584 mg (0,146%), tuan sia 6,4512 mg (0,153%), tuan boda 6,8104 mg (0,166%) dan telor mas 15,668 mg (1,166%). Hasil penelitian kadar glukosa dituangkan dalam bentuk soal literasi sains bagi siswa kelas XI khususnya pada mata pelajaran biologi dengan skor validasi yaitu 3,5 point dan termasuk dalam kriteria penilaian valid. This study used descriptive research with a quantitative approach and Luff Schoorl method aiming to figure out the glucose level reducing agent in the form of glucose contained in Krayan rice consisting of rice belonging ti Tuan Sia, Tuan Boda, Udara dan Telor Mas. A quantitative test was conducted on glucose reducing agent, while interview was performed before starting the research and documentation. Carbohydrate has reductive characteristics due to the existence of aldehyde groups and free ketones in the carbohydrate molecules. The research results on each 10 gram of rice show that the glucose contents were 5.1584 mg (0.146%), 6.4512 mg (0.153%), 6.88104 mg (0.166%) and 15.668 mg (1.166%) respectively in Udara, Tuan Sia, Tuan Boda and Telor Mas. The research results also show that the glucose level implemented in the form of science literacy questions for Grade XI students, especially in Biology Subject had the validation score of 3.5 points and classified into valid criteria.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Krayan merupakan salah satu kecamatan di provinsi Kalimantan Utara yang memiliki komoditi unggulan yaitu beras adan. Komoditi tersebut memiliki nilai ekonomi dan daya saing saing tinggi dengan pemasar utama, yaitu Malaysia dan Brunei Darusalam. Akan tetapi produksi yang dihasilkan dari usahatani beras adan harus ditunjang oleh pemasaran yang baik agar petani memperoleh hasil yang optimal. Saluran pemasaran merupakan salah satu faktor penentu tingkat pendapatan petani dengan memberikan keuntungan yang proporsional sesuai dengan biaya, risiko dan pengorbanan yang dikeluarkan. Panjang pendeknya saluran pemasaran juga akan mempengaruhi bagian harga yang diterima petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan saluran pemasaran beras adan serta menganalisis efisiensi saluran pemasaran beras adan di wilayah perbatasan Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan. Penelitian ini dilakukan di Wilayah Perbatasan Desa Ba’Sikor Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan. Penentuan daerah penelitian diambil secara sengaja (Purposive). Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis deskripsi kualitatif. Hasil penelitian menunujukan bahwa terdapat dua saluran pemasaran beras adan yaitu saluran pemasaran I : petani - pedagang pengumpul desa - konsumen akhir dan petani beras menerima harga sebesar Rp. 16.666,6/Kg atau besar nilai yang diproleh petani adalah 83,33% dari harga tingkat pedagang dan saluran pemasaran II : petani - konsumen akhir petani dan menerima harga sebesar Rp.20.000/Kg atau besar nilai yang diproleh petani adalah 100%. Kedua saluran pemasaran beras adan dinyatakan dengan kriteria efesien dengan nilai efesiensi saluran I sebesar 15,66% dan saluran pemasaran II sebesar 29,99%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk limbah cucian beras dan interval waktu terhadap pertumbuhan sawi hijau serta mengetahui jumlah konsentrasi yang tepat pada tanaman sawi hijau (B. Juncea L.). Limbah cucian beras merupakan limbah organik yang bermanfaat bagi tanaman dan dapat dijadikan pupuk pada tanaman, namun dalam pengaplikasian dibutuhkan takaran yang sesuai dan interval waktu pemberian yang tepat pula, agar hasil yang didapatkan menjadi maksimal. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan acak kelompok (RAK) 3 kali ulangan, dosis masing-masing limbah air cucian beras memiliki konsentrasi yang berbeda diantaranya 100% (K1), 50% (K2), dan 25% (K3). selain itu interval waktu yang digunakan pada penelitian ini adalah 2 hari sekali (I1) , 4 hari sekali (I2), 7 hari sekali (I3). Hasil yang diperoleh dari penelitian yaitu pada parameter tinggi tanaman , jumlah daun, jumlah akar, dan berat kering akar tidak perpengaruh nyata pada semua perlakuan. pengaruh nyata terlihat pada ulangan parameter panjang daun 2mst, lebar daun 2mst diameter batang 3 mst, berat basah akar, dan berat basah tanaman sawi. Parameter panjang akar berpengaruh nyata pada ulangan, perlakuan, dan konsentrasi, namun pada uji lanjut DMRT 5% hasil yang diperoleh tidak berbeda nyata untuk semua parameter. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh dalam penelitian ini menyatakan bahwa hubungan antara pemberian limbah cucian beras dan interval waktu tidak berbeda nyata, namun pada perolehan hasil rata rata menunjukkan yang lebih mendominasi dan hasil terbaik adalah penggunaan limbah cucian beras 100% dan interval waktu pengaplikasian dua kali sehari dibeberapa parameter, selain itu terdapat pula pengaruh dari parameter panjang akar tanaman sawi yang berbeda nyata saran sebaiknya untuk konsentrasi pada kandungan air beras di tingkatkan dan interval waktunya di tambah, untuk mengetahui pengaruh kedunya lebih jauh, serta pengaruhnya terhadap perpanjangan akar pada tanaman sawi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode Luff Schoorl yang bertujuan untuk mengetahui kadar kandungan gula pereduksi berupa glukosa pada beras Adan Krayan yaitu Adan putih, Adan merah dan Adan hitam melalui uji kuantitatif gula pereduksi, wawancara pra penelitian, dan dokumentasi. Gula pereduksi merupakan salah satu kelompok karbohidrat yang memiliki peran penting dalam tubuh, salah satunya adalah sebagai sumber energi bagi tubuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa kandungan glukosa dalam beras Adan putih sebesar 7,64 mg (0,19%), Adan merah 10,15 mg (0,24%) dan Adan hitam 6,36 mg (0,15%) dalam setiap 10 gram nasi. Hasil penelitian kandungan gula pereduksi berupa glukosa dituangkan kedalam bentuk soal literasi sains bagi siswa kelas XI khususnya pada mata pelajaran biologi dengan skor validasi yaitu 2,92 dan termasuk dalam kriteria penilaian valid.