Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

114 hasil
Penulis: DINA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH UTANG LUAR NEGERI DAN KETERGANTUNGAN EKONOMI TERHADAP CADANGAN DEVISA INDONESIA

2026•Koleksi Perpustakaan

Cadangan devisa merupakan indikator penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan eksternal suatu negara, termasuk Indonesia. Namun, tingginya ketergantungan terhadap utang luar negeri serta fluktuasi kegiatan ekspor dan impor berpotensi memengaruhi cadangan devisa nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh utang luar negeri, ekspor, dan impor terhadap cadangan devisa Indonesia, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series periode 1990-2024 yang bersumber dari publikasi World Bank, dan dianalisis menggunakan Error Correction Model (ECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa utang luar negeri dan ekspor berpengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Sebaliknya, impor berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cadangan devisa dalam kedua jangka waktu tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan utang luar negeri yang hati-hati serta penguatan kinerja ekspor penting untuk menjaga stabilitas cadangan devisa Indonesia, sementara pengendalian impor diperlukan agar cadangan devisa tidak tertekan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG GAYA MAGNET DI KELAS IV C SDN 043 TARAKAN

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada materi gaya magnet di kelas IV C SDN 043 Tarakan. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV C SDN 043 Tarakan yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar, observasi aktivitas guru dan siswa, serta penilaian ranah afektif dan psikomotorik . Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada ranah kognitif, ketuntasan belajar siswa pada siklus I mencapai 57% atau 16 siswa, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 89% atau 25 siswa. Pada ranah afektif, ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 68% atau 19 siswa dan meningkat menjadi 89% atau 25 siswa pada siklus II. Sementara itu, pada ranah psikomotorik ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 46% atau 13 siswa, kemudian meningkat menjadi 82% atau 23 siswa pada siklus II. Aktivitas guru juga mengalami peningkatan dari rata-rata 68% pada siklus I menjadi 83% pada siklus II, sedangkan aktivitas siswa pada siklus II mencapai rata-rata 89%. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gaya magnet di kelas IV C SDN 043 Tarakan. Penelitian dihentikan pada siklus II karena ketuntasan klasikal pada ketiga ranah telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TENTANG GAYA MAGNET DI KELAS IV C SDN 043 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada materi gaya magnet di kelas IV C SDN 043 Tarakan. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV C SDN 043 Tarakan yang berjumlah 28 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar, observasi aktivitas guru dan siswa, serta penilaian ranah afektif dan psikomotorik . Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Pada ranah kognitif, ketuntasan belajar siswa pada siklus I mencapai 57% atau 16 siswa, kemudian meningkat pada siklus II menjadi 89% atau 25 siswa. Pada ranah afektif, ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 68% atau 19 siswa dan meningkat menjadi 89% atau 25 siswa pada siklus II. Sementara itu, pada ranah psikomotorik ketuntasan siswa pada siklus I sebesar 46% atau 13 siswa, kemudian meningkat menjadi 82% atau 23 siswa pada siklus II. Aktivitas guru juga mengalami peningkatan dari rata-rata 68% pada siklus I menjadi 83% pada siklus II, sedangkan aktivitas siswa pada siklus II mencapai rata-rata 89%. Berdasarkan hasil tersebut, penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gaya magnet di kelas IV C SDN 043 Tarakan. Penelitian dihentikan pada siklus II karena ketuntasan klasikal pada ketiga ranah telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Kesiapan dan Hambatan Guru Terhadap Digitalisasi Pembelajaran Matematika di SD Perbatasan Indonesia - Malaysia

2026•Koleksi Perpustakaan

This research aims to determine the level of teacher readiness and barriers to digitizing mathematics learning at SDN 001 Sebatik Utara, in terms of the TPACK framework and barrier theory. This research uses a quantitative approach with descriptive methods. The research subjects included all teachers involved in the mathematics learning process, with a total sample of 18 teachers determined using total sampling techniques. Data collection was carried out using instruments in the form of questionnaires and interview guides. The research results show that the level of teacher readiness in facing the digitalization of mathematics learning consists of 22% of teachers in the high category, 72% in the medium category, and 6% in the low category. Meanwhile, the level of obstacles faced by teachers shows that 17% are in the high category, 61% in the medium category, and 22% in the low category. Based on these results, it can be concluded that the level of teacher readiness is generally in the medium category, but implementation is not yet fully optimal because there are still limitations in mastery of technology and experience in using digital devices for some teachers.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kesiapan dan Hambatan Guru Terhadap Digitalisasi Pembelajaran Matematika di SD Perbatasan Indonesia - Malaysia

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This research aims to determine the level of teacher readiness and barriers to digitizing mathematics learning at SDN 001 Sebatik Utara, in terms of the TPACK framework and barrier theory. This research uses a quantitative approach with descriptive methods. The research subjects included all teachers involved in the mathematics learning process, with a total sample of 18 teachers determined using total sampling techniques. Data collection was carried out using instruments in the form of questionnaires and interview guides. The research results show that the level of teacher readiness in facing the digitalization of mathematics learning consists of 22% of teachers in the high category, 72% in the medium category, and 6% in the low category. Meanwhile, the level of obstacles faced by teachers shows that 17% are in the high category, 61% in the medium category, and 22% in the low category. Based on these results, it can be concluded that the level of teacher readiness is generally in the medium category, but implementation is not yet fully optimal because there are still limitations in mastery of technology and experience in using digital devices for some teachers.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SISTEM DETEKSI TINGKAT KESEGARAN DAUN TARUM SEBAGAI PEWARNA ALAMI SARUNG KAJANG BERBASIS DEEP LEARNING YOLOV8 DENGAN INTERFACE DESKTOP

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Daun tarum (Indigofera tinctoria Linn) merupakan salah satu bahan yang digunakan sebagai pewarna alami dalam pembuatan sarung Kajang. Tingkat kesegaran daun menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan karena kondisi daun dapat dibedakan berdasarkan karakteristik visualnya. Namun, proses identifikasi secara visual masih bergantung pada pengamatan terhadap kondisi fisik daun. Oleh karena itu, penelitian ini mengembangkan sistem deteksi tingkat kesegaran daun tarum menggunakan metode deep learning YOLOv8n yang diimplementasikan dalam aplikasi desktop. Sistem TarumFresh dirancang untuk mendeteksi tiga kategori daun tarum, yaitu Segar, Tidak Segar, dan Rusak secara real-time melalui kamera Webcam. Dataset yang digunakan terdiri dari 3.246 citra yang dibagi menjadi 2.596 citra data training, 325 citra data validation, dan 325 citra data testing. Model dilatih menggunakan YOLOv8n selama 50 epoch dengan ukuran citra 640 × 640 piksel. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa model memperoleh nilai Precision sebesar 0,996, Recall sebesar 0,998, mAP50 sebesar 0,995, dan mAP50-95 sebesar 0,916 pada data validasi. Pada data testing, model memperoleh Precision sebesar 0,998, Recall sebesar 1,000, mAP50 sebesar 0,995, dan mAP50-95 sebesar 0,907. Selanjutnya, model diterapkan pada aplikasi desktop untuk dilakukan pengujian secara real-time pada kondisi objek tunggal, multi-objek, dan multi-kelas. Dari 270 objek yang diuji, sebanyak 266 objek berhasil dideteksi dan diklasifikasikan dengan benar, sehingga diperoleh nilai Precision, Recall, F1-Score, dan Accuracy sebesar 98,5%. Hasil penelitian menunjukkan model YOLOv8n dapat digunakan untuk mendeteksi tingkat kesegaran daun tarum dan diimplementasikan pada aplikasi desktop secara real-time dengan hasil deteksi yang baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.R Di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan

2026•Koleksi Perpustakaan

Pelayanan kebidanan komprehensif atau Continuity of Care (CoC) memberikan asuhan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir untuk memantau kesehatan serta mendeteksi dini komplikasi. Asuhan pada Ny. R ini dilaksanakan sejak 5 Mei hingga 26 Mei 2026 di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal, Tarakan, melalui serangkaian kunjungan rumah dan layanan faskes. Pada 5 Mei 2026, asuhan ANC Trimester III (UK 38 minggu 2 hari) menunjukkan kondisi ibu normal. Proses persalinan berlangsung di rumah Ny. R sesuai standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN). Kala I berlangsung 5 jam 30 menit dan Kala II selama 20 menit. Bayi lahir bugar, berjenis kelamin perempuan (BB 2.700 gram, PB 48 cm, LK 31 cm, LD 32 cm, LP 30 cm). Kala III berlangsung 5 menit hingga plasenta lahir lengkap, diikuti Kala IV selama 2 jam tanpa laserasi perineum dan perdarahan ±100 cc. Telah dilakukan asuhan komprehensif pada Ny. R selama masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir dengan didapatkan bahwa ketidak sesuaian teori dan praktek yaitu Ny. R tidak melahirkan di layanan kesehatan namun hal itu Asuhan kebidanan yang berkelanjutan jika diberikan secara aktif dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.R Di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pelayanan kebidanan komprehensif atau Continuity of Care (CoC) memberikan asuhan berkesinambungan mulai dari kehamilan, persalinan, nifas, hingga perawatan bayi baru lahir untuk memantau kesehatan serta mendeteksi dini komplikasi. Asuhan pada Ny. R ini dilaksanakan sejak 5 Mei hingga 26 Mei 2026 di Wilayah Kerja Puskesmas Pantai Amal, Tarakan, melalui serangkaian kunjungan rumah dan layanan faskes. Pada 5 Mei 2026, asuhan ANC Trimester III (UK 38 minggu 2 hari) menunjukkan kondisi ibu normal. Proses persalinan berlangsung di rumah Ny. R sesuai standar 60 langkah Asuhan Persalinan Normal (APN). Kala I berlangsung 5 jam 30 menit dan Kala II selama 20 menit. Bayi lahir bugar, berjenis kelamin perempuan (BB 2.700 gram, PB 48 cm, LK 31 cm, LD 32 cm, LP 30 cm). Kala III berlangsung 5 menit hingga plasenta lahir lengkap, diikuti Kala IV selama 2 jam tanpa laserasi perineum dan perdarahan ±100 cc. Telah dilakukan asuhan komprehensif pada Ny. R selama masa kehamilan, persalinan, nifas, dan bayi baru lahir dengan didapatkan bahwa ketidak sesuaian teori dan praktek yaitu Ny. R tidak melahirkan di layanan kesehatan namun hal itu Asuhan kebidanan yang berkelanjutan jika diberikan secara aktif dapat meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Analisis Dana Perimbangan Terhadap Kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Kalimantan Utara

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), dan Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap kemiskinan yang terjadi di seluruh kabupaten/kota yang berada dalam Provinsi Kalimantan Utara sepanjang periode tahun 2015 hingga tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi data panel, yang didukung oleh data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial DAU dan DAK tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan, sedangkan DBH berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Secara simultan, DAU, DAK, dan DBH berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH UTANG LUAR NEGERI DAN KETERGANTUNGAN EKONOMI TERHADAP CADANGAN DEVISA INDONESIA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cadangan devisa merupakan indikator penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan eksternal suatu negara, termasuk Indonesia. Namun, tingginya ketergantungan terhadap utang luar negeri serta fluktuasi kegiatan ekspor dan impor berpotensi memengaruhi cadangan devisa nasional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh utang luar negeri, ekspor, dan impor terhadap cadangan devisa Indonesia, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data time series periode 1990-2024 yang bersumber dari publikasi World Bank, dan dianalisis menggunakan Error Correction Model (ECM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa utang luar negeri dan ekspor berpengaruh positif dan signifikan terhadap cadangan devisa, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek. Sebaliknya, impor berpengaruh negatif dan signifikan terhadap cadangan devisa dalam kedua jangka waktu tersebut. Temuan ini mengindikasikan bahwa pengelolaan utang luar negeri yang hati-hati serta penguatan kinerja ekspor penting untuk menjaga stabilitas cadangan devisa Indonesia, sementara pengendalian impor diperlukan agar cadangan devisa tidak tertekan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN GRINDAL WORM (Enchytraeus buchholzi) DAN PAKAN KOMERSIL F999 TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus)

2026•

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penting nya manajemen pakan dalam budidaya ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) untuk meningkatkan efesiensi produksi, terutama karena biaya pakan komersil terus meningkat. Grindal worm (Enchytraeus bucholzi) merupakan pakan alami bernutrisi tinggi yang berpotensi menjadi alternatif atau pelengkap pakan komersil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian Grindal worm, pakan komersil dan kombinasi terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, serta kualitas air benih lele sangkuriang. Metode yang digunakan adalah eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas tiga perlakuan dan tujuh ulangan, yaitu A (100% pakan komersil), B (100% Grindal worm) dan yang C (50% pakan komersil + 50% Grindal worm). Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari dengan parameter pertumbuhan berat mutlak, panjang mutlak, Survival Rate (SR), Feed Conversion Ratio (FCR), suhu, pH, oksigen terlarut dan amonia. Data analisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan kualitas air berada pada kisaran optimal, yaitu suhu 25-28°C, pH 5,10-5,93, DO 4,3-6,9 mg/L dan amonia 0,253-1,256 mg/L. Tidak terdapat perbedaan nyata (P>0,05) pada pertumbuhan dan SR, tetapi FCR berbeda nyata (P0,05). Perlakuan C mengahasilkan FCR terendah yaitu, 0,96 sehingga paling efesien dalam pemanfaatan pakan. Kesimpulannya, kombinasi kedua pakan dapat meningkatkan efesiensi tanpa menurunkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih dalam lingkungan terkontrol budidaya yang baik. Kata Kunci: Clarias gariepinus, Enchytraeus buchholzi, Pertumbuhan, FCR ABSTRACT The importance of feed management in the production efficiency of Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus) was the rationale of this study, particularly in consideration of the increasing cost of commercial feed. Enchytraeus bucholzi, or Grindal worms, constitute a highly nutritious organic feed source which could potentially be utilized as an alternative as well as through combination with manufactured feed. The aim of this study was to determine whether administering commercil feed, Grindal worms, and their combination affects Sangkuriang catfish fry growth, survival rate, feed conversion ratio, and water quality. Three treatments and seven replicates were performed during this simulated experiment with a Completely Randomized Design (CRD): A (100% commercil feed), B (100% Grindal worms), and C (50% commercil feed + 50% Grindal worms). Absolute weight, absolute length, Survival Rate (SR), Feed Conversion Ratio (FCR), temperature, pH, dissolved oxygen, and ammonia were among the growth metrics used during the 30-day cultivation period. Data analysis was performed using ANOVA at a 95% confidence level. Results showed that water quality was within the optimal range, namely temperature 25–28°C, pH 5.10–5.93, DO 4.3–6.9 mg/L, and ammonia 0.253–1.256 mg/L. There were no significant differences (P > 0.05) in growth and SR, but FCR differed significantly (P 0.05). Treatment C produced the lowest FCR, at 0.96, making it the most efficient in feed utilization. In conclusion, the combination of the two feeds can improve efficiency without reducing growth and survival of the fry in a well-controlled aquaculture environment. Keywords: Clarias gariepinus, Enchytraeus buchholzi, Growth, FCR

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PEMBERIAN GRINDAL WORM (Enchytraeus buchholzi) DAN PAKAN KOMERSIL F999 TERHADAP PERTUMBUHAN BENIH IKAN LELE SANGKURIANG (Clarias gariepinus)

2026•

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penting nya manajemen pakan dalam budidaya ikan lele sangkuriang (Clarias gariepinus) untuk meningkatkan efesiensi produksi, terutama karena biaya pakan komersil terus meningkat. Grindal worm (Enchytraeus bucholzi) merupakan pakan alami bernutrisi tinggi yang berpotensi menjadi alternatif atau pelengkap pakan komersil. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian Grindal worm, pakan komersil dan kombinasi terhadap pertumbuhan, kelangsungan hidup, rasio konversi pakan, serta kualitas air benih lele sangkuriang. Metode yang digunakan adalah eksperimen sungguhan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas tiga perlakuan dan tujuh ulangan, yaitu A (100% pakan komersil), B (100% Grindal worm) dan yang C (50% pakan komersil + 50% Grindal worm). Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari dengan parameter pertumbuhan berat mutlak, panjang mutlak, Survival Rate (SR), Feed Conversion Ratio (FCR), suhu, pH, oksigen terlarut dan amonia. Data analisis menggunakan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan kualitas air berada pada kisaran optimal, yaitu suhu 25-28°C, pH 5,10-5,93, DO 4,3-6,9 mg/L dan amonia 0,253-1,256 mg/L. Tidak terdapat perbedaan nyata (P>0,05) pada pertumbuhan dan SR, tetapi FCR berbeda nyata (P0,05). Perlakuan C mengahasilkan FCR terendah yaitu, 0,96 sehingga paling efesien dalam pemanfaatan pakan. Kesimpulannya, kombinasi kedua pakan dapat meningkatkan efesiensi tanpa menurunkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih dalam lingkungan terkontrol budidaya yang baik. Kata Kunci: Clarias gariepinus, Enchytraeus buchholzi, Pertumbuhan, FCR ABSTRACT The importance of feed management in the production efficiency of Sangkuriang catfish (Clarias gariepinus) was the rationale of this study, particularly in consideration of the increasing cost of commercial feed. Enchytraeus bucholzi, or Grindal worms, constitute a highly nutritious organic feed source which could potentially be utilized as an alternative as well as through combination with manufactured feed. The aim of this study was to determine whether administering commercil feed, Grindal worms, and their combination affects Sangkuriang catfish fry growth, survival rate, feed conversion ratio, and water quality. Three treatments and seven replicates were performed during this simulated experiment with a Completely Randomized Design (CRD): A (100% commercil feed), B (100% Grindal worms), and C (50% commercil feed + 50% Grindal worms). Absolute weight, absolute length, Survival Rate (SR), Feed Conversion Ratio (FCR), temperature, pH, dissolved oxygen, and ammonia were among the growth metrics used during the 30-day cultivation period. Data analysis was performed using ANOVA at a 95% confidence level. Results showed that water quality was within the optimal range, namely temperature 25–28°C, pH 5.10–5.93, DO 4.3–6.9 mg/L, and ammonia 0.253–1.256 mg/L. There were no significant differences (P > 0.05) in growth and SR, but FCR differed significantly (P 0.05). Treatment C produced the lowest FCR, at 0.96, making it the most efficient in feed utilization. In conclusion, the combination of the two feeds can improve efficiency without reducing growth and survival of the fry in a well-controlled aquaculture environment. Keywords: Clarias gariepinus, Enchytraeus buchholzi, Growth, FCR

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Intensitas Curah Hujan Maksimum Terhadap Kemampuan Drainase Perkotaan Pada Jalan P. Sumatera Kota Tarakan Menggunakan Storm Water Management Model (SWMM)

2026•

Permasalahan genangan pada kawasan perkotaan dipengaruhi oleh tingginya intensitas hujan dan keterbatasan kapasitas saluran drainase dalam menampung debit limpasan. Selain itu, perkembangan wilayah perkotaan menyebabkan berkurangnya daerah resapan air yang berdampak pada peningkatan limpasan permukaan sehingga berpotensi menimbulkan banjir dan genangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh intensitas curah hujan maksimum terhadap kemampuan sistem drainase perkotaan di Jalan P. Sumatera, Kota Tarakan menggunakan metode hidrologi dan simulasi Storm Water Management Model (SWMM). Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data curah hujan harian maksimum Kota Tarakan periode 2015–2024 serta data primer berupa dimensi saluran drainase eksisting pada lokasi penelitian. Analisis hidrologi dilakukan melalui distribusi frekuensi, uji kesesuaian distribusi, dan perhitungan intensitas hujan menggunakan metode Mononobe untuk memperoleh curah hujan rencana. Selanjutnya, simulasi dilakukan menggunakan perangkat lunak EPA SWMM pada kala ulang 10, 25, 50, dan 100 tahun guna mengevaluasi kapasitas saluran drainase dalam menampung debit limpasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas curah hujan meningkat seiring bertambahnya kala ulang, yaitu sebesar 55,8196 mm/jam (T10), 59,3242 mm/jam (T25), 61,3317 mm/jam (T50), dan 62,9596 mm/jam (T100). Simulasi SWMM mengidentifikasi titik kritis pada junction tertentu, terutama JUN5 dengan debit maksimum sebesar 5,970 m³/detik pada kala ulang 100 tahun. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa saluran eksisting belum mampu menampung debit puncak secara optimal, sehingga diperlukan perencanaan saluran baru berbentuk trapesium dengan tinggi 2 meter dan lebar dasar 2,28 meter untuk mengurangi risiko genangan dan banjir di wilayah penelitian.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN MEDIASI MOTIVASI KERJA PADA PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA UPTD PUSKESMAS TANJUNG PALAS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 103 pegawai UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja, sedangkan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Komitmen organisasi dan lingkungan kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak mampu memediasi pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai, namun mampu memediasi pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai UPTD Puskesmas Tanjung Palas lebih efektif dilakukan melalui penciptaan lingkungan kerja yang kondusif dan peningkatan motivasi kerja pegawai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERAN MEDIASI MOTIVASI KERJA PADA PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA UPTD PUSKESMAS TANJUNG PALAS

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasi dan lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi pada UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 103 pegawai UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komitmen organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi kerja, sedangkan lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja. Komitmen organisasi dan lingkungan kerja terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Selain itu, motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Hasil pengujian mediasi menunjukkan bahwa motivasi kerja tidak mampu memediasi pengaruh komitmen organisasi terhadap kinerja pegawai, namun mampu memediasi pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai UPTD Puskesmas Tanjung Palas lebih efektif dilakukan melalui penciptaan lingkungan kerja yang kondusif dan peningkatan motivasi kerja pegawai.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Relasi Oblik Bahasa Bulungan di Buluh Perindu (Kajian Sintaksis)

2026•

ABSTRAK Dinawati.2026. Relasi oblik dalam Bahasa Bulungan di Buluh Perindu (Kajian Sintaksis). Skripsi Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, FKIP, Universitas Borneo Tarakan ( Rita Kumalasari,M.Pd dan Dr. Asih Riyanti,M. Pd). Penelitian ini membahas mengenai bentuk dan makna relasi oblik dalam Bahasa Bulungan. Relasi oblik merupakan hubungan gramatikal non inti yang berfungsi memberikan keterangan tambahan terhadap predikat, seperti keterangan tempat,waktu,alat,tujuan, dan pihak penerima manfaat,namun tidak berperan sebagai subjek atau objek utama dalam kalimat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian sintaksis. Data penelitian berupa tuturan lisan dan data tertulis bahasa Bulungan yang mengandung relasi oblik yang diperoleh dari penutur asli melalui teknik simak, rekam, catat, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan bentuk-bentuk relasi oblik serta mengkaji makna semantis yang terkandung dalamnya. Dari hasil penelitian diperoleh relasi oblik dalam berbagai jenis, antara lain relasi oblik lokatif, relasi oblik instrumental, data relasi oblik benefaktif, data relasi oblik tujuan, data relasi oblik temporal, dan data relasi oblik komitatif, dan relasi oblik keadaan. Dari beberapa jenis relasi oblik tersebut umumnya ditandai oleh frasa preposisional dan memiliki peran penting dalam membentuk kejelasan makna kalimat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa relasi oblik memiliki fungsi sintaksis dan semantis yang signifikan dalam struktur kalimat bahasa Bulungan. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian sintaksis bahasa daerah sekaligus mendukung upaya pelestarian bahasa Bulungan pada komunitas penutur Bulungan di luar wilayah asal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail