ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah eksperimen low cost berpengaruh terhadap pemahaman konsep siswa pada materi sistem peredaran darah kecil dan besar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh keterbatasan fasilitas dan alat laboratorium di sekolah, yang menyebabkan pelaksanaan praktikum belum optimal dalam mendukung pemahaman konsep biologi yang bersifat abstrak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi eksperimen dan desain Posttest Only Control Group Design. Sampel penelitian terdiri atas dua kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas XI K sebagai kelas eksperimen dan kelas XI L sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen diberi perlakuan berupa kegiatan eksperimen low cost menggunakan alat dan bahan sederhana, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran tanpa kegiatan tersebut. Data dikumpulkan melalui tes pilihan ganda yang telah divalidasi, kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Mann-Whitney U karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara deskriptif, rata-rata nilai posttest kelas eksperimen meningkat sebesar 14,90% (dari 71,94 menjadi 82,66), sedangkan kelas kontrol mengalami penurunan sebesar 0,07% (dari 82,78 menjadi 82,72). Namun, hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,815 >0,05, yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara kegiatan eksperimen low cost terhadap pemahaman konsep siswa. Hasil tersebut diduga dipengaruhi oleh kesesuaian tinggi antara materi dan video pembelajaran dengan soal tes, dominasi soal tingkat C1-C2, serta kondisi pelaksanaan eksperimen di kelas yang kurang kondusif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi Wana Wisata Persemaian Kota Tarakan berdasarkan manfaat yang dapat diestimasi secara kuantitatif. Wana Wisata Persemaian dimanfaatkan sebagai tempat rekreasi, olahraga, dan edukasi serta memiliki nilai keberadaan dan nilai warisan bagi masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Data yang digunakan terdiri atas data primer yang diperoleh melalui kuesioner kepada 60 responden pengunjung Wana Wisata Persemaian Kota Tarakan dan data sekunder sebagai data pendukung. Penentuan responden dilakukan menggunakan teknik Quota Accidental Sampling. Analisis nilai ekonomi dilakukan menggunakan Travel Cost Method (TCM) untuk mengestimasi nilai guna langsung berdasarkan biaya perjalanan yang dikeluarkan pengunjung, sedangkan nilai keberadaan dan nilai warisan diestimasi menggunakan Contingent Valuation Method (CVM) melalui pendekatan Willingness to Pay (WTP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai guna langsung Wana Wisata Persemaian sebesar Rp 477.006.243 per tahun, nilai keberadaan sebesar Rp 306.000.000 per tahun, dan nilai warisan sebesar Rp 406.980.000 per tahun. Berdasarkan ketiga komponen nilai tersebut, nilai ekonomi Wana Wisata Persemaian Kota Tarakan yang berhasil diestimasi dalam penelitian ini sebesar Rp 1.189.986.243 per tahun.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengelolaan persediaan bahan baku ayam pada UMKM Ayam Geprek Nona Fried Chicken di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, menggunakan metode Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock, Reorder Point (ROP), dan Total Inventory Cost (TIC). Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data permintaan, biaya pemesanan, dan biaya penyimpanan periode 2023-2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode EOQ menghasilkan kuantitas pemesanan optimal sebesar 225 kg pada tahun 2023 dan 232 kg pada tahun 2024 dengan frekuensi 13 kali pemesanan per tahun. Penerapan Safety Stock dan ROP mampu mengantisipasi fluktuasi permintaan serta mencegah kekurangan bahan baku. Selain itu, metode EOQ menghasilkan Total Inventory Cost terendah, yaitu Rp747.975 pada tahun 2023 dan Rp747.989 pada tahun 2024, sehingga lebih efisien dibandingkan metode POQ maupun kebijakan konvensional perusahaan. Dengan demikian, EOQ direkomendasikan sebagai strategi pengendalian persediaan yang efektif dan efisien.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, merupakan sektor potensial, namun pembudidaya sering kali menghadapi fluktuasi pendapatan akibat tingginya biaya operasional dan tantangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih serta kelayakan ekonomi usaha budidaya tersebut menggunakan parameter Break-Even Point (BEP), Return on Investment (ROI), dan Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga April 2026 di Pantai Amal dengan menggunakan metode purposive sampling terhadap 20 responden petani rumput laut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan panduan kuesioner serta pengambilan data sekunder yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui pendekatan kelayakan finansial. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa seluruh pembudidaya melampaui titik impas (BEP), yang berarti seluruh usaha tidak ada yang mengalami kerugian. Analisis tingkat pengembalian investasi (ROI) menunjukkan nilai rata-rata yang sangat tinggi, yaitu sebesar 57,5%. Selain itu, perhitungan Benefit-Cost Ratio mencatatkan nilai rata-rata sebesar 1,55, usaha budidaya rumput laut di Pantai Amal memiliki tingkat kelayakan finansial yang sangat baik, menguntungkan, dan sangat layak untuk dilanjutkan karena didukung oleh tingkat efektivitas pengelolaan modal yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii) di Kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan, merupakan sektor potensial, namun pembudidaya sering kali menghadapi fluktuasi pendapatan akibat tingginya biaya operasional dan tantangan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih serta kelayakan ekonomi usaha budidaya tersebut menggunakan parameter Break-Even Point (BEP), Return on Investment (ROI), dan Benefit-Cost Ratio (B/C Ratio). Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025 hingga April 2026 di Pantai Amal dengan menggunakan metode purposive sampling terhadap 20 responden petani rumput laut. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan panduan kuesioner serta pengambilan data sekunder yang selanjutnya dianalisis secara deskriptif kuantitatif melalui pendekatan kelayakan finansial. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa seluruh pembudidaya melampaui titik impas (BEP), yang berarti seluruh usaha tidak ada yang mengalami kerugian. Analisis tingkat pengembalian investasi (ROI) menunjukkan nilai rata-rata yang sangat tinggi, yaitu sebesar 57,5%. Selain itu, perhitungan Benefit-Cost Ratio mencatatkan nilai rata-rata sebesar 1,55, usaha budidaya rumput laut di Pantai Amal memiliki tingkat kelayakan finansial yang sangat baik, menguntungkan, dan sangat layak untuk dilanjutkan karena didukung oleh tingkat efektivitas pengelolaan modal yang optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis margin kontribusi sebagai dasar perencanaan penjualan pada UMKM Koperasi Produsen Unggas Indonesia Sejahtera di tengah fluktuasi harga bahan baku. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode Cost Volume Profit (CVP) yang meliputi perhitungan Contribution Margin (CM), Break Even Point (BEP), dan Margin of Safety (MOS). Data yang digunakan berupa laporan keuangan dan data penjualan periode April 2025 hingga Maret 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa margin kontribusi mengalami fluktuasi seiring perubahan harga bahan baku, di mana kenaikan biaya variabel menurunkan margin kontribusi dan laba usaha. Hasil analisis sensitivitas dengan simulasi ±10% menunjukkan bahwa kenaikan biaya variabel sebesar 10% menyebabkan usaha mengalami kerugian sebesar Rp920.759, sedangkan penurunan biaya sebesar 10% meningkatkan laba hingga Rp8.173.079. Nilai BEP dan MOS juga berfluktuasi, menunjukkan tingkat efisiensi dan keamanan usaha yang dipengaruhi oleh perubahan biaya bahan baku. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa analisis margin kontribusi dan CVP merupakan alat yang efektif dalam perencanaan penjualan, pengendalian biaya, serta pengambilan keputusan strategis bagi UMKM. Penerapan analisis ini secara berkelanjutan membantu pelaku usaha dalam menetapkan target penjualan yang realistis, mengendalikan biaya, serta menjaga profitabilitas di tengah ketidakstabilan harga bahan baku.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to analyze the utilization of raw material waste, specifically coffee grounds, as an effort to achieve production cost efficiency at Bius Coffee Shop Tarakan. Historically, coffee grounds generated during the coffee production process have not been utilized and were typically discarded, despite possessing considerable economic value that could be sold or processed into valuable derivative products. The study employed a descriptive quantitative method, collecting primary data through interviews, observations, and documentation, and secondary data from literature and production cost records. The findings indicate that the sale of coffee grounds as raw material waste can effectively reduce the Cost of Goods Sold (COGS) from Rp 719.346.546 to Rp 710.423.066 per year, thus providing potential cost savings of Rp 8.914.480. This study recommends that the utilization of raw material waste be carried out sustainably to improve production cost efficiency, support the longevity of the coffee shop business, and reduce waste These efforts in waste utilization are expected to yield positive economic and environmental benefits for Bius Coffee Shop and the coffee industry in general.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study aims to analyze the application of Cost Volume Profit (CVP) in optimizing profits at KUB Sejahtera MSME. The research method used was quantitative descriptive with a case study approach. Research data was obtained from information related to production costs, sales, and business profits. The analysis was carried out through Break Even Point (BEP), Margin of Safety (MOS), and net profit calculations. The results show that KUB Sejahtera MSME achieved a Break-Even Point per unit of IDR 168,815,900 and a Break-Even Point in rupiah of IDR 136,988,414, a Margin of Safety (MOS) of IDR 185,511,585 and a Margin of Safety (MOS) percentage of 57.20%. net profit of IDR 75,238,760, and to optimize profits, KUB Sejahtera MSME must sell 1,911 kg to achieve a profit target of IDR 286,656,460. The conclusion of this study is that the application of Cost Volume Profit Analysis can help KUB Sejahtera MSME in planning and controlling costs, determining sales targets, and optimizing profits to support business continuity.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Environmental Cost dan Capital Structure terhadap kinerja keuangan dengan PROPER sebagai variabel moderasi pada perusahaan Food & Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2024. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling yang diperoleh sebanyak 30 perusahaan sehingga data yang diperoleh sebanyak 150 data observasi. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dan analisis regresi moderasi yang diuji dengan aplikasi Stata 17. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Environmental Cost berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, yang berarti semakin tinggi pengeluaran untuk Environmental Cost, semakin baik pula kinerja keuangan Perusahaan. Sebaliknya, Capital Structure berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi proporsi utang, maka semakin rendah kinerja keuangan Perusahaan. Sementara itu, PROPER memoderasi secara negatif pada pengaruh Environmental Cost terhadap kinerja keuangan, dan PROPER tidak mampu memoderasi pada pengaruh Capital Structure terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan memperkaya literatur mengenai teori Stakeholder, teori legitimasi, dan teori keagenan dalam konteks kinerja keuangan. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi manajemen perusahaan dalam meningkatkan kinerja keuangan melalui Environmental Cost, Capital Structure, dan PROPER.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini membahas masalah utama Kafe Dotaga yaitu, fluktuasi pendapatan tahunan yang tidak stabil periode 2019-2024, serta pengelolaan keuangan yang masih bersifat intuitif tanpa pemisahan biaya tetap dan variabel yang sistematis. Fokus penelitian pada produk “Kopi Susu Dotaga” yang memiliki kontribusi terbesar. Metode yang digunakan deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data primer dan sekunder tahun 2024 dianalisis menggunakan CVP yang meliputi perhitungan Margin Kontribusi, Titik Impas (Break Even Point), dan Margin Keamanan (Margin of Safety). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahun 2024, Kafe Dotaga telah mencapai kondisi menguntungkan dengan total penjualan sebesar Rp54.525.000, melampaui titik impas (BEP) sebesar Rp45.354.893 atau sebanyak 1.812 unit. Analisis ketahanan bisnis menunjukkan nilai Margin of Safety sebesar 26,7%, yang berarti penjualan boleh turun maksimal sebesar Rp16.518.542 sebelum perusahaan mengalami kerugian. Untuk mencapai target kenaikan laba sebesar 15% pada tahun 2025, perusahaan harus mampu meningkatkan volume penjualan menjadi 2.475 Unit dengan total nilai penjualan sebesar Rp61.873.435. Penelitian ini menyimpulkan bahwa analisis CVP sangat bermanfaat bagi manajemen Kafe Dotaga dalam mengambil keputusan strategis yang lebih akurat untuk mengoptimalkan keuntungan di masa depan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan harga pokok produksi (HPP) menggunakan metode Job Order Costing dalam penentuan harga jual pada UMKM Batari Squad di Kota Tarakan. Permasalahan yang diangkat berfokus pada ketidakakuratan penghitungan biaya produksi yang selama ini masih dilakukan secara sederhana tanpa memperhitungkan seluruh komponen biaya, sehingga berpotensi menimbulkan risiko underpricing maupun overpricing. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan dukungan analisis kuantitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, dokumentasi, dan studi pustaka terhadap aktivitas produksi ikan bandeng tanpa duri di UMKM Batari Squad selama periode Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan HPP menggunakan metode Job Order Costing memberikan hasil yang lebih akurat dibandingkan metode konvensional yang digunakan UMKM. Total biaya produksi yang dihitung mencakup biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik baik yang bersifat tetap maupun variabel. Penetapan harga jual kemudian dianalisis dengan metode Cost-Plus Pricing dan Mark-Up Pricing untuk menentukan margin laba yang optimal. Evaluasi profitabilitas melalui analisis Break Even Point (BEP) menunjukkan bahwa penerapan Job Order Costing dapat meningkatkan efisiensi biaya dan membantu UMKM dalam menetapkan harga jual yang rasional serta kompetitif. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis dengan memperluas penerapan konsep Job Order Costing pada skala UMKM, serta secara praktis memberikan pedoman bagi pelaku usaha kecil dalam menyusun sistem pencatatan biaya yang sistematis guna mendukung pengambilan keputusan strategis berbasis data biaya yang akurat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan perhitungan harga pokok produksi dan harga jual menurut Bengkel Las Karya Indah dengan perhitungan harga pokok produksi dan harga jual menurut metode harga pokok pesanan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan perhitungan harga pokok produksi dan harga jual pesanan pintu plat besi lipat 4 x 2,5 m dan railing tangga 20 x 1 m menurut Bengkel Las Karya Indah lebih rendah dibandingkan dengan perhitungan menurut harga pokok pesanan, sedangkan pesanan railing tangga 2,8 x 1 m untuk perhitungan harga pokok produksi menurut Bengkel Las Karya Indah lebih rendah dibandingkan dengan perhitungan menurut harga pokok pesanan, namun perhitungan harga jual menurut Bengkel Las Karya Indah lebih tinggi dibandingkan dengan perhitungan menurut harga pokok pesanan. Hal ini dikarenakan perhitungan harga pokok produksi menurut Bengkel Las Karya Indah tidak memasukkan perhitungan biaya listrik dan biaya penyusutan. Lalu pada penetapan harga jual, laba yang ditentukan belum memiliki standar yang tetap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menganalisis karakteristik propagasi sinyal 4G LTE di wilayah perkotaan, khususnya di sepanjang Jalan Gajah Mada, Kota Tarakan, dengan menggunakan metode drive test dan pemodelan path loss. Data diperoleh dari 118 titik pengukuran yang merekam nilai RSRP, kemudian dikonversi menjadi path loss untuk dibandingkan dengan hasil perhitungan menggunakan model COST231-Hata dan Walfisch-Ikegami. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa nilai path loss meningkat seiring bertambahnya jarak dari BTS. Pada jarak di bawah 200 meter, sinyal masih berada dalam kondisi baik, sedangkan setelah 350 meter terjadi peningkatan redaman yang signifikan dengan rata-rata path loss sebesar 104,2 dB pada BTS 1 dan 101,6 dB pada BTS 2. Perbandingan model menunjukkan bahwa COST231-Hata menghasilkan prediksi yang cenderung lebih rendah dibandingkan data aktual, dengan nilai RMSE sebesar 18,70 dB pada BTS 1 dan 19,98 dB pada BTS 2. Sementara itu, model Walfisch-Ikegami memberikan hasil yang lebih mendekati kondisi lapangan dengan RMSE sebesar 10,28 dB pada BTS 1 dan 5,54 dB pada BTS 2. Dengan demikian, model Walfisch-Ikegami dinilai lebih akurat dan sesuai digunakan untuk perencanaan jaringan di wilayah urban seperti Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan harga pokok produksi pada UMKM Batik Anggun Luasau serta mengevaluasi kesesuaian metode yang digunakan dengan pendekatan Job Order Costing. UMKM Batik Anggun Luasau merupakan usaha mikro yang memproduksi berbagai jenis batik, dengan salah satu produk utamanya adalah batik cap. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi, ditemukan bahwa perhitungan HPP yang dilakukan oleh UMKM ini belum mencakup seluruh komponen biaya produksi, melainkan hanya memperhitungkan biaya bahan baku dan tenaga kerja langsung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang dianalisis meliputi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, serta biaya overhead pabrik baik yang bersifat variabel maupun tetap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan HPP yang dilakukan oleh UMKM Batik Anggun Luasau menghasilkan nilai yang lebih rendah dibandingkan dengan perhitungan menggunakan metode Job Order Costing. Perbedaan tersebut disebabkan oleh belum dimasukkannya seluruh elemen biaya produksi, khususnya biaya overhead pabrik kedalam perhitungan harga pokok produksinya. Perbedaan perhitungan harga pokok produksi tersebut berpengaruh pada harga jual, dimana dengan metode job order costing menghasilkan harga jual yang lebih tinggi dari pada metode yang dilakukan oleh UMKM Batik Anggun Luasau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode Cost Volume Profit (CVP) sebagai alat perencanaan laba pada UMKM Bakpao Suka-Suka selama Januari–Desember 2024. Analisis mencakup Contribution Margin (CM), Contribution Margin Ratio (CMR), Break Even Point (BEP), Margin of safety (MoS), dan target laba, baik secara total maupun per varian rasa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus berdasarkan data penjualan, biaya, dan laba yang diharapkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya fluktuasi penjualan bulanan dan perbedaan kinerja antar varian rasa. Rasa ayam memberikan kontribusi margin tertinggi dan secara konsisten melampaui BEP, sedangkan rasa kacang hijau beberapa kali mencatat hasil negatif akibat rendahnya volume penjualan. Margin of safety tertinggi diperoleh pada varian ayam di bulan Desember ketika penjualan mencapai puncaknya, yang menunjukkan tingkat keamanan usaha paling besar. Untuk mencapai stabilitas keuangan, UMKM menetapkan target laba sebesar 30% dari kerugian sebelumnya, yang memerlukan penjualan lebih tinggi di bulan-bulan berikutnya. Kesimpulannya, metode CVP efektif sebagai alat perencanaan laba karena mampu menggambarkan hubungan penjualan, biaya, dan laba serta membantu mengidentifikasi varian produk menguntungkan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan harga pokok produksi (HPP) menggunakan metode full costing dan variable costing dalam penetapan harga jual pada UMKM Bakpao Suka-Suka di Kota Tarakan. Latar belakang penelitian ini adalah masih digunakannya metode perhitungan sederhana oleh UMKM tersebut, yang hanya memasukkan biaya bahan baku dan tenaga kerja, tanpa memperhitungkan biaya overhead pabrik, sehingga penetapan harga jual kurang akurat. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menghitung HPP berdasarkan kedua metode dan menentukan harga jual menggunakan metode cost plus pricing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan HPP dengan metode full costing menghasilkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan metode variable costing karena mencakup semua biaya tetap dan variabel. Perbedaan ini berpengaruh pada penetapan harga jual, di mana metode full costing menghasilkan harga jual lebih tinggi namun memberikan gambaran biaya yang lebih lengkap, sedangkan metode variable costing menghasilkan harga jual lebih rendah dan cocok untuk keputusan jangka pendek. Temuan ini diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi pelaku usaha dalam memilih metode perhitungan HPP (Harga Pokok Produksi) yang tepat guna meningkatkan akurasi penetapan harga jual dan daya saing produk.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing dan variable costing dalam penentuan harga jual menggunakan metode cost plus pricing pada Usaha Tempe Pak Mahfud. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder, yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usaha Tempe Pak Mahfud belum melakukan pencatatan biaya produksi secara sistematis, melainkan masih mengandalkan ingatan dalam mengestimasi pengeluaran produksi, serta menetapkan harga jual berdasarkan harga pasar. Berdasarkan perhitungan, harga pokok produksi tempe selama satu bulan dengan metode full costing sebesar Rp47.127.583,33 atau Rp Rp1.570.919,44 per hari. Sementara itu, harga pokok produksi selama satu bulan dengan metode variable costing sebesar Rp 46.828.000 atau Rp 1.566.933,33 per hari. Perbedaan hasil perhitungan kedua metode tersebut disebabkan oleh perlakuan biaya overhead pabrik tetap, yang hanya dimasukkan sebagai komponen harga pokok produksi pada metode full costing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penetapan harga jual pada produk minuman kopi varian signature di Coffee Shop Bekawan dengan mengacu pada perhitungan harga pokok produksi. Penelitian ini menerapkan pendekatan metode full costing dan variabel costing dalam menghitung harga pokok produksi, serta menggunakan metode cost plus pricing dalam menentukan harga jual. Coffee Shop Bekawan Tarakan merupakan jenis usaha yang memproduksi berbagai macam minuman kopi dan non-kopi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode full costing dan variable costing menghasilkan nilai harga pokok produksi yang lebih tinggi dari yang digunakan Coffee Shop Bekawan, namun metode full costing lebih tinggi dari pada metode variable costing. Perbedaan tersebut disebabkan karena terdapat beberapa biaya yang belum diperhitungkan oleh Coffee Shop Bekawan sedangkan, pada metode full costing mencakup seluruh komponen biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang bersifat tetap dan variabel. Sebaliknya, metode variabel costing hanya menghitung komponen biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang bersifat variabel. Hal tersebut juga berdampak pada penentuan harga jual melalui metode cost plus pricing yang menunjukkan nilai harga jual lebih tinggi dari harga jual yang diterapkan Coffee Shop Bekawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Proyek perumahan Griya Agung Residence di Kota Tarakan mengalami keterlambatan akibat pendanaan bertahap, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta kendala dalam pemesanan material. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penerapan metode crashing terhadap pengurangan waktu dan biaya proyek melalui penambahan jam kerja lembur 1 jam, 2 jam, 3 jam per hari. Perhitungan dilakukan dengan mengidentifikasi aktivitas pada jalur kritis, kemudian menganalisis pengurangan durasi dan biaya menggunakan pendekatan time cost trade off. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua aktivitas mengalami pengurangan durasi pada penambahan jam kerja lembur 1 jam per hari, sehingga strategi percepatan perlu dilakukan secara selektif. Waktu penyelesaian proyek dalam kondisi normal adalah 65 hari dengan total biaya sebesar Rp 280.075.000,00. Alternatif percepatan dengan penambahan jam kerja lembur 1 jam per hari mengurangi durasi menjadi 59 hari dengan biaya Rp 274.887.500,00, sementara penambahan jam kerja lembur 2 jam per hari mempercepat menjadi 52 hari dengan biaya Rp 266.743.750,00. Alternatif paling optimum diperoleh pada penambahan jam kerja lembur 3 jam per hari, dengan durasi proyek menjadi 50 hari dan total biaya sebesar Rp 264.016.250,00, sehingga menghasilkan efisiensi biaya sebesar Rp 16.058.750,00.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE FULL COSTING DAN VARIABLE COSTING UNTUK MENETAPKAN HARGA JUAL(Studi Kasus UMKM Dbaloy Shop) Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perhitungan harga pokok produksi dan penetapan harga jual produk Bandeng Prestoku pada UMKM Dbaloy Shop menggunakan metode full costing dan variable costing. Pendekatan yang digunakan adalah mixed method dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode full costing menghasilkan HPP sebesar Rp 25.431 per unit dengan harga jual Rp 38.000, sedangkan metode variable costing menghasilkan HPP sebesar Rp 17.394 dengan harga jual Rp 27.000. Harga jual aktual yang digunakan UMKM sebesar Rp 25.000 terbukti belum mencerminkan total biaya produksi secara menyeluruh. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa kenaikan harga bahan baku sebesar 10% dapat meningkatkan HPP hingga Rp 26.960, yang berisiko menyebabkan kerugian jika harga jual tidak disesuaikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode full costing lebih akurat untuk perencanaan harga jual yang berkelanjutan. UMKM disarankan untuk mengevaluasi penetapan harga secara berkala dan berbasis data agar profitabilitas dan daya saing tetap terjaga. Kata kunci: Harga Pokok Produksi, Full Costing, Variable Costing, Penetapan Harga, UMKM