ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Environmental Cost dan Capital Structure terhadap kinerja keuangan dengan PROPER sebagai variabel moderasi pada perusahaan Food & Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2020-2024. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling yang diperoleh sebanyak 30 perusahaan sehingga data yang diperoleh sebanyak 150 data observasi. Penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dan analisis regresi moderasi yang diuji dengan aplikasi Stata 17. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Environmental Cost berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan, yang berarti semakin tinggi pengeluaran untuk Environmental Cost, semakin baik pula kinerja keuangan Perusahaan. Sebaliknya, Capital Structure berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan, yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi proporsi utang, maka semakin rendah kinerja keuangan Perusahaan. Sementara itu, PROPER memoderasi secara negatif pada pengaruh Environmental Cost terhadap kinerja keuangan, dan PROPER tidak mampu memoderasi pada pengaruh Capital Structure terhadap kinerja keuangan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis dengan memperkaya literatur mengenai teori Stakeholder, teori legitimasi, dan teori keagenan dalam konteks kinerja keuangan. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi manajemen perusahaan dalam meningkatkan kinerja keuangan melalui Environmental Cost, Capital Structure, dan PROPER.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kinerja pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) pada Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Bulungan berdasarkan ketentuan dalam Permendagri Nomor 19 Tahun 2016. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi yang difokuskan pada tahapan pengadaan, penggunaan, penatausahaan, pemanfaatan, serta pengamanan dan pemeliharaan BMD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan BMD di lingkungan BKAD Kabupaten Bulungan telah dilaksanakan sesuai dengan regulasi yang berlaku dan didukung oleh penggunaan aplikasi SIMDA-BMD. BKAD secara berkala melaksanakan inventarisasi, rekonsiliasi data, serta evaluasi untuk menjamin efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan. Namun demikian, masih ditemukan sejumlah kendala, seperti keterlambatan pengembalian aset oleh pegawai yang telah berpindah satuan kerja, permasalahan teknis pada pembaruan aplikasi, serta pemahaman yang belum merata terhadap perubahan kode rekening. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengelolaan BMD di BKAD Kabupaten Bulungan telah berjalan cukup efektif dan transparan, meskipun masih diperlukan peningkatan di aspek efisiensi dan kepatuhan administratif. Abstract This study aimed to assess the performance of Regional Property Management (BMD) at the Regional Financial and Assets Agency (BKAD) of Bulungan Regency based on the provisions of the Minister of Home Affairs Regulation Number 19 of 2016. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data were obtained through interviews, observations, and documentation techniques focused on the stages of procurement, use, administration, utilization, and security and maintenance of BMD. The study results indicated that BMD management within the BKAD of Bulungan Regency has been implemented in accordance with applicable regulations and is supported by the use of the SIMDA- BMD application. The BKAD regularly conducts inventories, data reconciliations, and evaluations to ensure management effectiveness and accountability. However, several obstacles were still found, such as delays in the return of assets by employees who have moved work units, technical problems in application updates, and uneven understanding of changes in account codes. Thus, BMD management at the BKAD of Bulungan Regency has been quite effective and transparent, although improvements are still needed in the aspects of efficiency and administrative compliance.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kappaphycus alvarezii is one of the main sources of carrageenan with high economic value. The process of producing sea salt from this seaweed generates residue (waste) that has not been optimally utilized. This study aimed to identify the properties of carragenan derived from the by-product (residue) of K.alvarezii seaweed salt production collected is Sebatik Island utilizing potassium hydroxide (KOH) solvent, and to compare it with carragenan extracted from whole seaweed. The investigated parameters and encompassed yield, moisture conten, sulfate conten, ash content, and viscosity. The result showed that the moisture content of the salt residue was 21.68%, which was lower than that of the whole seaweed (28.60%). The carraginan derived from salt residue contained 8.33% water, 1.34% sulfate, and 32.33% ash and had q viscosity of 20.00 cPs. All parameters, except sulfate concentration, mer the Indonesian National Standard (SNI 8391-1:2017). The relatively high viscosity indicated that carragenan derived from salt residue still has potential applications, particularly in non-food industries. Therefore, sea salt production residue from K. alvarezii can be utilized as an alternative raw material in the production of economically valuable carrageenan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh profitabilitas dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan dengan mempertimbangkan peran kinerja lingkungan (PROPER) sebagai variabel moderasi. Studi ini dilakukan pada perusahaan sub sektor makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019-2023. Metode yang digunakan adalah analisis multigrup dengan pendekatan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan aplikasi WarpPLS 8.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, yang berarti semakin tinggi profitabilitas, semakin tinggi pula nilai perusahaan. Sebaliknya, ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap nilai perusahaan, yang mengindikasikan bahwa semakin besar perusahaan, semakin rendah nilai perusahaan akibat tantangan efisiensi operasional dan beban biaya yang lebih tinggi. Sementara itu, kinerja lingkungan (PROPER) tidak terbukti memoderasi hubungan antara profitabilitas dan nilai perusahaan maupun hubungan antara ukuran perusahaan dan nilai perusahaan. Dengan kata lain, keberadaan PROPER tidak memperkuat atau memperlemah hubungan variabel-variabel tersebut. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis dengan memperkaya literatur mengenai teori sinyal dan teori legitimasi dalam konteks nilai perusahaan. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat menjadi referensi bagi manajemen perusahaan dalam meningkatkan nilai perusahaan melalui profitabilitas, skala bisnis, dan kepatuhan terhadap standar lingkungan.