ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan perhitungan harga pokok produksi dan harga jual menurut Bengkel Las Karya Indah dengan perhitungan harga pokok produksi dan harga jual menurut metode harga pokok pesanan. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan perhitungan harga pokok produksi dan harga jual pesanan pintu plat besi lipat 4 x 2,5 m dan railing tangga 20 x 1 m menurut Bengkel Las Karya Indah lebih rendah dibandingkan dengan perhitungan menurut harga pokok pesanan, sedangkan pesanan railing tangga 2,8 x 1 m untuk perhitungan harga pokok produksi menurut Bengkel Las Karya Indah lebih rendah dibandingkan dengan perhitungan menurut harga pokok pesanan, namun perhitungan harga jual menurut Bengkel Las Karya Indah lebih tinggi dibandingkan dengan perhitungan menurut harga pokok pesanan. Hal ini dikarenakan perhitungan harga pokok produksi menurut Bengkel Las Karya Indah tidak memasukkan perhitungan biaya listrik dan biaya penyusutan. Lalu pada penetapan harga jual, laba yang ditentukan belum memiliki standar yang tetap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perhitungan harga pokok produksi dengan metode full costing dan variable costing dalam penentuan harga jual menggunakan metode cost plus pricing pada Usaha Tempe Pak Mahfud. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder, yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Usaha Tempe Pak Mahfud belum melakukan pencatatan biaya produksi secara sistematis, melainkan masih mengandalkan ingatan dalam mengestimasi pengeluaran produksi, serta menetapkan harga jual berdasarkan harga pasar. Berdasarkan perhitungan, harga pokok produksi tempe selama satu bulan dengan metode full costing sebesar Rp47.127.583,33 atau Rp Rp1.570.919,44 per hari. Sementara itu, harga pokok produksi selama satu bulan dengan metode variable costing sebesar Rp 46.828.000 atau Rp 1.566.933,33 per hari. Perbedaan hasil perhitungan kedua metode tersebut disebabkan oleh perlakuan biaya overhead pabrik tetap, yang hanya dimasukkan sebagai komponen harga pokok produksi pada metode full costing.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis penetapan harga jual pada produk minuman kopi varian signature di Coffee Shop Bekawan dengan mengacu pada perhitungan harga pokok produksi. Penelitian ini menerapkan pendekatan metode full costing dan variabel costing dalam menghitung harga pokok produksi, serta menggunakan metode cost plus pricing dalam menentukan harga jual. Coffee Shop Bekawan Tarakan merupakan jenis usaha yang memproduksi berbagai macam minuman kopi dan non-kopi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode full costing dan variable costing menghasilkan nilai harga pokok produksi yang lebih tinggi dari yang digunakan Coffee Shop Bekawan, namun metode full costing lebih tinggi dari pada metode variable costing. Perbedaan tersebut disebabkan karena terdapat beberapa biaya yang belum diperhitungkan oleh Coffee Shop Bekawan sedangkan, pada metode full costing mencakup seluruh komponen biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang bersifat tetap dan variabel. Sebaliknya, metode variabel costing hanya menghitung komponen biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang bersifat variabel. Hal tersebut juga berdampak pada penentuan harga jual melalui metode cost plus pricing yang menunjukkan nilai harga jual lebih tinggi dari harga jual yang diterapkan Coffee Shop Bekawan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keputusan mengenai harga jual produk dapat mempengaruhi keberlangsungan suatu usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penentuan harga jual produk tahu dan tempe di Jaya Abadi, mengetahui hasil penentuan harga jual produk tahu dan tempe metode cost plus pricing dengan pendekatan full costing dan variable costing, dan mengetahui hasil perbandingan penentuan harga jual produk tahu dan tempe di Jaya Abadi dengan penentuan harga jual metode cost plus pricing pendekatan full costing dan variable costing. Penelitian ini dilaksanakan sejak bulan Oktober 2023- hingga Maret 2024. Metode penentuan responden dalam penelitian ini yaitu metode purposive sampling. Analisis data menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan cost plus pricing pendekatan full costing dan variable costing. Dari hasil analisis, harga jual tahu dan tempe perhitungan Jaya Abadi dengan mempertimbangkan persaingan dan harga pasar untuk tahu sebesar Rp110.000 per papan cetakkan dan tempe sebesar Rp5.000 per bungkus, dan harga jual metode cost plus pricing dengan pendekatan full costing dan variable costing menghasilkan harga jual produk tahu sebesar Rp105.041,- per papan cetakan dan Rp104.369,- per papan cetakan. Untuk produk tempe sebesar Rp4.379,- per bungkus dan Rp4.305,- per bungkus. Harga jual Jaya Abadi lebih tinggi dibandingkan harga jual peneliti.