ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
IMPROVING THE TENTH GRADES HOSPITALITY SPEAKING SKILLS AT SMK SWASTA PAGUNTAKA TARAKAN USING STIMULER AI: ENGLISH SPEAKING APPLICATION ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan Stimuler AI: English Speaking Application dalam meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris serta mengurangi kecemasan berbicara pada siswa kelas X Perhotelan di SMKS Paguntaka Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode Classroom Action Research (CAR) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri dari 13 siswa kelas X Perhotelan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri atas tiga kali pertemuan dan satu tes berbicara. Instrumen penelitian yang digunakan meliputi tes speaking performance, kuesioner speaking anxiety yang diadaptasi dari Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS), dan lembar observasi. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan skor rata-rata, persentase, dan klasifikasi tingkat kecemasan serta keterlibatan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan Stimuler AI mampu meningkatkan kemampuan berbicara siswa secara signifikan. Nilai rata-rata siswa meningkat dari siklus I sebesar 60,3 hingga mencapai ketuntasan klasikal 100% dengan nilai rata – rata 82.78 pada akhir siklus II. Peningkatan terlihat pada aspek pronunciation, grammar, fluency, dan vocabulary. Selain itu, penggunaan aplikasi ini juga membantu mengurangi kecemasan berbicara dan meningkatkan rasa percaya diri siswa karena menyediakan lingkungan belajar yang aman, interaktif, dan bebas dari tekanan sosial. Siswa menjadi lebih aktif, mandiri, dan berani berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam konteks perhotelan. Dengan demikian, Stimuler AI terbukti efektif sebagai media pembelajaran berbasis AI untuk meningkatkan kompetensi berbicara dan kesiapan psikologis siswa vokasi di bidang perhotelan. IMPROVING THE TENTH GRADES HOSPITALITY SPEAKING SKILLS AT SMK SWASTA PAGUNTAKA TARAKAN USING STIMULER AI: ENGLISH SPEAKING APPLICATION ABSTRACT This study aimed to determine the effectiveness of Stimuler AI: English Speaking Application in improving English speaking skills and reducing speaking anxiety among tenth-grade hospitality students at SMKS Paguntaka Tarakan. This study employed Classroom Action Research (CAR) based on the Kemmis and McTaggart model consisting of planning, acting, observing, and reflecting stages. The subjects of this research were 13 tenth-grade hospitality students. The study was conducted in two cycles, with each cycle consisting of three meetings and one speaking test. The research instruments included a speaking performance test, a speaking anxiety questionnaire adapted from the Foreign Language Classroom Anxiety Scale (FLCAS), and observation sheets. The data were analyzed quantitatively using mean scores, percentages, and classifications of anxiety and student engagement levels. The findings revealed that the use of Stimuler AI significantly improved students’ speaking skills. The students’ mean score increased from 60.3 in the cycle I to 100% classical mastery at the end of Cycle II. Improvements were observed in pronunciation, grammar, fluency, and vocabulary. In addition, the application helped reduce speaking anxiety and increase students’ confidence by providing a safe, interactive, and low-pressure learning environment. Students became more active, independent, and confident in communicating in English within hospitality-related contexts. Therefore, Stimuler AI proved to be an effective AI-based learning medium for enhancing both speaking competence and psychological readiness among vocational hospitality students.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menginvestigasi efektivitas penggunaan aplikasi Bussu dalam pembelajran speaking siswa kelas VIII di SMPN 1 Tarakan, dengan melibatkan 32 siswa sebagai peserta. Penelitian ini menggunakan pendekatan Pre- experimental reaseach design. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data test dan observasi selama treatment diberikan. Pre test dan post test dilakukan dalam bentuk individual speaking test yang difokuskan pada aspek pengucapan, kelancaran, kosakata, tata bahasa dan pemahaman. Treatment dilakukan selama empat kali pertemuan dengan menggunakan aplikasi Busuu. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan statistik infrensial statistik dalam bentuk uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis dengan menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pre test siswa adalah 41.88 dengan standar deviasi 16.319, sedangkan nilai rata -rata post test meningkat menjadi 53.50 dengan standar deviasi 14.644, mencerminkan peningkatan signifikan sebesar 11.62, untuk masing-masing aspek, aspek yang paling berprogres adalah aspek pengucapan, pemahaman dan kosakata. Uji hipotesis menunjukkan signifikansi efektivitas penggunaan Aplikasi Busuu adalah, 0.001 hasil ini menindikasikan (Ha) ditolak, (Ho) diterima. Fitur yang paling dominan dari aplikasi Busuu yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa yaitu, percakapan, mendengarkan dan ulangi. Aplikasi ini akan sangat maksimal jika disertai dengan mengunakan metode mengajar role play, discussion dan juga jumble teknik. The purpose of this study was to investigate the effectiveness of Busuu application in learning speaking for eighth-grade students at SMPN 1 Tarakan, involving 32 students as participants. This study employed a Pre-experimental research design approach. The data collected in this study were test and observations during the treatment given. The pre test and post-test were carried out in the form of individual speaking tests focused on aspects of pronunciation, fluency, vocabulary, grammar and comprehension. The treatment was carried out for four meetings using the Busuu application Data were analyzed quantitatively using descriptive statistics and inferential statistics in the form of normality tests, homogeneity and hypothesis testing using paired t-test. The results showed that the average pre-test score of students was 41.88 with a standard deviation of 16,319, while the average post-test score increased to 53.50 with a standard deviation of 14,644, reflecting a significant increase of 11.62, for each aspect, the most progressive aspects were pronunciation, comprehension and vocabulary. The hypothesis test showed the significance of the effectiveness of the Busuu application, 0.001, this result indicated that (Ha) was rejected, (Ho) was accepted. The most dominant features of the Busuu application used to improve students' speaking skills were conversation, listening, and repetition. This application will be optimal with role-play teaching methods, discussions, and also jumble techniques.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menginvestigasi efektivitas penggunaan aplikasi Bussu dalam pembelajran speaking siswa kelas VIII di SMPN 1 Tarakan, dengan melibatkan 32 siswa sebagai peserta. Penelitian ini menggunakan pendekatan Pre- experimental reaseach design. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data test dan observasi selama treatment diberikan. Pre test dan post test dilakukan dalam bentuk individual speaking test yang difokuskan pada aspek pengucapan, kelancaran, kosakata, tata bahasa dan pemahaman. Treatment dilakukan selama empat kali pertemuan dengan menggunakan aplikasi Busuu. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dan statistik infrensial statistik dalam bentuk uji normalitas, homogenitas dan uji hipotesis dengan menggunakan paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pre test siswa adalah 41.88 dengan standar deviasi 16.319, sedangkan nilai rata -rata post test meningkat menjadi 53.50 dengan standar deviasi 14.644, mencerminkan peningkatan signifikan sebesar 11.62, untuk masing-masing aspek, aspek yang paling berprogres adalah aspek pengucapan, pemahaman dan kosakata. Uji hipotesis menunjukkan signifikansi efektivitas penggunaan Aplikasi Busuu adalah, 0.001 hasil ini menindikasikan (Ha) ditolak, (Ho) diterima. Fitur yang paling dominan dari aplikasi Busuu yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa yaitu, percakapan, mendengarkan dan ulangi. Aplikasi ini akan sangat maksimal jika disertai dengan mengunakan metode mengajar role play, discussion dan juga jumble teknik. The purpose of this study was to investigate the effectiveness of Busuu application in learning speaking for eighth-grade students at SMPN 1 Tarakan, involving 32 students as participants. This study employed a Pre-experimental research design approach. The data collected in this study were test and observations during the treatment given. The pre test and post-test were carried out in the form of individual speaking tests focused on aspects of pronunciation, fluency, vocabulary, grammar and comprehension. The treatment was carried out for four meetings using the Busuu application Data were analyzed quantitatively using descriptive statistics and inferential statistics in the form of normality tests, homogeneity and hypothesis testing using paired t-test. The results showed that the average pre-test score of students was 41.88 with a standard deviation of 16,319, while the average post-test score increased to 53.50 with a standard deviation of 14,644, reflecting a significant increase of 11.62, for each aspect, the most progressive aspects were pronunciation, comprehension and vocabulary. The hypothesis test showed the significance of the effectiveness of the Busuu application, 0.001, this result indicated that (Ha) was rejected, (Ho) was accepted. The most dominant features of the Busuu application used to improve students' speaking skills were conversation, listening, and repetition. This application will be optimal with role-play teaching methods, discussions, and also jumble techniques.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan guessing game terhadap keterampilan berbicara siswa kelas VII SMPN 5 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi-experimental design) dengan desain non-equivalent control group design. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang diajar menggunakan guessing game dan kelas kontrol yang diajar dengan metode konvensional. Instrumen penelitian berupa tes berbicara (pretest dan posttest) yang dinilai berdasarkan lima aspek: kefasihan, pengucapan, kosa kata, tata bahasa, dan pemahaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Uji Mann-Whitney memperoleh nilai signifikansi 0,004 (0,05) yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Selain itu, skor N-Gain kelas eksperimen mencapai 0,1747 (17,47%) dengan kategori rendah, sedangkan kelas kontrol hanya -0,0037 (-0,37%). Hasil ini membuktikan bahwa penggunaan guessing game memberikan pengaruh positif dengan efek sedang (r = 0,36) terhadap peningkatan keterampilan berbicara siswa. Dengan demikian, guessing game dapat dijadikan alternatif strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa SMP.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian kualitatif dengan desain studi kasus intrinsik ini mengkaji kesulitan berbicara bahasa Inggris serta faktor penyebabnya pada siswa kelas XI Jurusan Perhotelan SMK Negeri 1 Tarakan (Agustus 2025). Berlandaskan ESP dan Kurikulum Merdeka, data dikumpulkan melalui analisis dokumen, observasi kelas, dan wawancara semi terstruktur pada enam peserta yang dipilih secara purposive mewakili tingkat kemahiran rendah, sedang, dan tinggi. Analisis data menggunakan model interaktif (reduksi, penyajian, verifikasi, dan penarikan kesimpulan). Hasil menunjukkan enam kesulitan utama: keterbatasan kosakata terutama kosakata spesifik industri, takut salah dan rasa malu, kurang percaya diri, motivasi rendah, ketergantungan pada bahasa ibu, serta masalah tata bahasa yang berulang. Kesulitan tersebut dipengaruhi oleh interaksi faktor internal (minat, kemampuan kognitif, kepercayaan diri) dan eksternal (dukungan keluarga, teman sebaya, praktik pengajaran dan ketersediaan sumber daya guru). Studi ini menegaskan bahwa hambatan afektif kerap menekan kompetensi pada tahap performa dan bahwa tuntutan leksikal konteks perhotelan memperkuat kebutuhan pembelajaran ESP. Implikasi pedagogis mencakup perancangan tugas yang membangun kepercayaan diri, latihan intensif leksis perhotelan, pengurangan ketergantungan L1 melalui penyanggaan terstruktur, serta tata bahasa komunikatif dalam skenario layanan autentik. Diperlukan penguatan keterhubungan sekolah industri dan sumber belajar untuk menumbuhkan kompetensi lisan yang siap kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode Pembelajaran Bahasa Berbasis Komunitas (CLL) dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VII di SMPN 11 Tarakan pada tahun ajaran 2025-2026. Desain eksperimen pra-tes-pasca-tes dengan satu kelompok digunakan. Sampel penelitian terdiri dari 20 siswa. Kinerja berbicara siswa diukur melalui pre-test dan post-test untuk menganalisis peningkatan setelah penerapan metode CLL. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis inferensial dengan SPSS versi 26. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada skor berbicara siswa, dengan rata-rata skor naik dari 38,62 pada pre-test menjadi 63,45 pada post-test. Uji t sampel berpasangan menghasilkan nilai signifikansi 0,000, menunjukkan bahwa metode CLL memiliki efek yang signifikan secara statistik terhadap keterampilan berbicara siswa. Temuan ini menyarankan bahwa CLL menyediakan lingkungan belajar yang mendukung dan interaktif yang meningkatkan partisipasi siswa, mengurangi kecemasan, dan memperkuat kepercayaan diri dalam berbicara bahasa Inggris. Kesimpulannya, metode CLL terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan berbicara siswa SMP di SMPN 11 Tarakan. Guru-guru didorong untuk mengadopsi metode ini guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih menarik dan berpusat pada siswa yang mendukung perkembangan bahasa lisan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini mengeksplorasi kemampuan berbicara mahasiswa selama implementasi Video Project-Based Learning (VPJBL) dalam mata kuliah English for Specific Purposes (ESP) pada program studi Teknik Sipil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan bagaimana VPJBL diterapkan dalam pengajaran ESP, (2) menganalisis peningkatan yang dirasakan dalam kemampuan berbicara mahasiswa setelah penerapan VPJBL, dan (3) mengidentifikasi tantangan yang dihadapi selama implementasi. Dengan menggunakan desain studi kasus kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui catatan lapangan dan wawancara semi-terstruktur. Peserta penelitian adalah 40 mahasiswa dari Kelas B Teknik Sipil 2021 yang mengikuti pengajaran ESP menggunakan VPJBL. Sampling purposif digunakan untuk memilih 10 mahasiswa dan dosen mata kuliah untuk wawancara guna memperoleh perspektif mendalam. Analisis data menggunakan metode yang diuraikan oleh Miles et al. (2014), termasuk pengondensasian data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan serta verifikasi. Temuan menunjukkan bahwa VPJBL berkontribusi pada peningkatan kinerja berbicara, terutama dalam hal pengucapan, kelancaran, penggunaan kosakata teknis, dan penyusunan kalimat. Proses pembelajaran juga meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, partisipasi, dan kolaborasi melalui latihan berulang, produksi video, presentasi, dan umpan balik formatif. Namun, beberapa siswa masih mengalami kesulitan terkait pengucapan, kecemasan yang memengaruhi kelancaran, dan kolaborasi kelompok yang tidak merata. Tantangan-tantangan ini diatasi melalui pengawasan terstruktur, pedoman proyek yang jelas, dan umpan balik berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknik storytelling terhadap kemampuan berbicara siswa kelas XI di SMAN 2 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan metode pembelajaran yang lebih kontekstual dan komunikatif dalam pembelajaran berbicara Bahasa Inggris. Storytelling adalah teknik pembelajaran yang melibatkan aktivitas menyampaikan cerita secara lisan dengan struktur yang jelas dan ekspresi yang menarik, yang diyakini dapat meningkatkan keterampilan berbahasa secara menyeluruh. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental, menggunakan model one-group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 34 siswa kelas XI Bahasa yang dipilih secara purposive. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berbicara yang mengacu pada lima aspek penilaian menurut Brown (2004), yaitu pronunciation, vocabulary, grammar, fluency, dan comprehension. Tes dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan (treatment) berupa empat sesi pembelajaran berbasis storytelling yang terintegrasi dengan teks hortatory exposition. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor siswa dari 4,25 pada pretest menjadi 6,78 pada posttest. Seluruh siswa mengalami peningkatan skor, dengan nilai signifikansi 0,000 (p 0,05), yang menunjukkan bahwa teknik storytelling memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemampuan berbicara siswa. Peningkatan paling dominan terjadi pada aspek pronunciation dan vocabulary. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa teknik storytelling merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan performa berbicara siswa, serta mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, komunikatif, dan relevan dengan konteks kehidupan siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keterampilan berbicara merupakan salah satu aspek penting dalam penguasaan bahasa Inggris yang masih menjadi tantangan bagi banyak pelajar di Indonesia, termasuk di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Permasalahan yang dihadapi siswa antara lain adalah rendahnya kelancaran berbicara, pengucapan yang kurang tepat, serta kurangnya kepercayaan diri siswa dalam menyampaikan ide secara lisan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh role play terhadap speaking ability siswa, teknik role-play digunakan sebagai alternatif pendekatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode pre-experimental design dengan model one-group pretest-posttest. Sampel penelitian terdiri dari 29 siswa kelas XI SMKN 4 Tarakan yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan rata-rata nilai speaking terendah. Instrumen penelitian meliputi tes berbicara (pre-test dan post-test), observasi, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil uji normalitas, data tidak berdistribusi normal sehingga analisis dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada nilai rata-rata kemampuan berbicara siswa dari pre-test ke post-test. Nilai signifikansi uji Wilcoxon sebesar 0,000 (p 0,05) menunjukkan bahwa teknik role-play memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kemampuan berbicara siswa. Temuan kualitatif juga menunjukkan adanya peningkatan partisipasi siswa, keberanian dalam menyampaikan pendapat, serta penggunaan ekspresi yang lebih bervariasi. Dengan demikian, teknik role-play terbukti efektif dan dapat dijadikan strategi alternatif dalam pengajaran berbicara bahasa Inggris yang lebih komunikatif dan interaktif di lingkungan sekolah kejuruan. Speaking is one of the most critical yet challenging aspects of mastering the English language for many Indonesian students, particularly at the vocational secondary school level. Learners often encounter difficulties with fluency, pronunciation accuracy, and confidence when expressing ideas orally. This study examined the effect of the role-play technique on students' speaking ability, employing it as an alternative instructional strategy. The research adopted a pre-experimental design with a one-group pretest-posttest model. The sample consisted of 29 Year 11 students from SMKN 4 Tarakan, selected purposively based on their low average speaking scores. Instruments included speaking tests (pre- and post-tests), observation, and documentation. Due to non-normal data distribution, the Wilcoxon Signed-Rank Test was used for analysis. The findings revealed a significant improvement in students' speaking scores, with a significance value of 0.000 (p 0.05), indicating a positive impact of role-play. Qualitative observations further highlighted increased student participation, greater confidence, and more varied language use. Thus, role-play proves to be an effective and communicative strategy for enhancing speaking skills in vocational education contexts.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kemampuan berbicara bahasa inggris menjadi sangat penting, karena kemampuan ini mengekspresikan pikiran, perasaan, dan ide dalam situasi nyata melalui proses yang dinamik dan interaktif untuk tujuan personal dan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi efek dari penggunaan aplikasi ELSA Speak terhadap kemampuan berbicara siswa kelas 10 MAN Tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra-eksperimen. Sampel dari penelitian ini adalah kelas X-5 yang terdiri dari 33 siswa, yang diseleksi menggunakan cluster random sampling. Tahapan penelitiannya adalah pre-test, treatment, dan post-test. Treatmen diberikan selama 5 pertemuan. Pre-test dan post-test difokuskan untuk menguji kemampuan bahasa inggris dalam aspek pelafalan, tata bahasa, kosakata, kelancaran, dan pemahaman. Data pre-test dan post-test dianalisis secara statistik menggunakan non-parametrik Wilcoxon Signed-Rank test. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa nilai p-value 0,00 jauh dibawah standar operasional 0,05 dengan nilai Z score -5.152 mengindikasikan bahwa perlakuan dengan menggunakan aplikasi ELSA Speak menunjukkan efek yang signifikan terhadap kemampuan berbicara siswa kelas 10 MAN Tarakan. Fitur ’study by topic’ pada aplikasi ELSA Speak menjadi fitur yang paling membantu dalam meningkatkan kemampuan berbicara siswa karena menyediakan latihan berbicara yang kontekstual dan relevan dengan situasi kehidupan nyata. English speaking skill is very crucial because this ability expresses thoughts, feelings, and ideas in real situations through a dynamic and interactive process for personal and professional purposes. The purpose of this study was to investigate the effectiveness of using ELSA Speak application on speaking skill of 10th grade students of MAN Tarakan. The method employed in this study was a pre-experimental. The sample of this study was class X-5 consisting of 33 students, who were selected through cluster random sampling. The stages of the study were pre-test, treatments, and post-test. Treatment was given for 5 meetings. The pre-test and post-test focused on testing English language skills in the aspects of pronunciation, grammar, vocabulary, fluency, and comprehension. Pre-test and post-test data were analysed statistically using the non-parametric Wilcoxon Signed-Rank test. The results of the statistical analysis showed that the p-value of 0.00 was far below the operational standard of 0 05 with a Z score of -5.152 indicating that the treatments using ELSA Speak application showed a significant effect on speaking skill of 10th grade students of MAN Tarakan. The 'study by topic feature in ELSA Speak application was the most effective feature in improving students' speaking skill because it provided contextual and relevant speaking exercises to real-life situations.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keterampilan berbicara dalam pembelajaran Bahasa Indonesia melatih siswa untuk bisa berbicara dengan baik dan benar didepan banyak orang. Keterampilan berbicara tidak dapat berdiri sendiri, namun saling berhubungan dengan keterampilan lainya yaitu membaca, menulis dan menyimak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berbicara siswa kelas IV-C di SDN 050 Tarakan yang ditinjau dari lima aspek yaitu: pelafalan, kelancaran, intonasi dan ketepatan isi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan deskriptif kualiatif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu: tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun tahapan analisis data yang dilakukan yaitu: 1)data reduction, 2)data display, 3)conclusion. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan berbicara siswa bervariasi berdasarkan tingkat kemampuan masing-masing. Beberapa siswa sudah menunjukkan kemampuan berbicara yang baik dalam hal pelafalan dan kelancaran. Namun, masih ada ditemukan kendala seperti kurangnya rasa percaya diri, penggunaan intonasi yang kurang tepat, ekspresi yang kurang hidup serta pemyampaian isi yang belum sepenuhnya lengkap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh Differentiated Instructions (Pembelajaran Berdiferensiasi) terhadap pencapaian kemampuan berbicara siswa kelas tujuh di SMPN 3 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan model one-group pretest-posttest. Peserta penelitian terdiri dari 30 siswa kelas tujuh dari satu kelas yang dipilih secara purposive. Instrumen yang digunakan adalah tes berbicara yang diberikan sebelum dan sesudah perlakuan. Selama perlakuan, Differentiated Instruction diterapkan melalui berbagai aktivitas pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan, tingkat kesiapan, minat belajar, dan gaya belajar siswa. Data dianalisis menggunakan Uji Wilcoxon Signed-Rank untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada skor berbicara siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Berdasarkan tabel Ranks, tidak ada siswa yang mengalami penurunan skor dari pretest ke posttest (0 siswa dalam negative ranks). Sebaliknya, seluruh 30 siswa mengalami peningkatan skor pada posttest dibandingkan dengan pretest, dengan rata-rata rank sebesar 15,50 dan total rank sebesar 465,00. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor kemampuan berbicara siswa sebelum dan sesudah perlakuan. Hal ini menunjukkan bahwa Differentiated Instruction dapat memberikan pengaruh positif terhadap kemampuan berbicara siswa. Oleh karena itu, disarankan kepada guru Bahasa Inggris untuk menerapkan Differentiated Instruction guna meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisis karakteristik fonologis pada anak tunagrahita dengan gangguan berbicara di SLB Negeri Tarakan. Subjek penelitian adalah seorang anak bernama DW yang mengalami kesulitan dalam memproduksi bunyi, khususnya pada pengucapan fonem tertentu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan rekaman. Data yang dianalisis terdiri atas 87 kata yang diucapkan oleh DW. Hasil penelitian menunjukkan adanya gangguan fonologis berupa perubahan, penghilangan, dan penyederhanaan kata. Contohnya, kata "pecah" diucapkan menjadi "peta", dan "cantik" menjadi "tantit", menunjukkan penggantian fonem /ʧ/ dengan /t/. Pada kasus penghilangan fonem, kata "telor" menjadi "telo", dan "aduk-aduk" menjadi "ado-ado", menghilangkan fonem /r/ dan /k/. Gangguan ini berkaitan dengan lemahnya kontrol motorik alat ucap seperti lidah dan bibir, serta keterbatasan kognitif yang memengaruhi persepsi fonem. Anak menunjukkan kecenderungan menyederhanakan struktur suku kata dan mengganti bunyi yang sulit dengan bunyi yang lebih mudah diucapkan. Penelitian ini memberikan gambaran penting tentang pola fonologis anak tunagrahita dan dapat menjadi referensi bagi guru dan terapis dalam menyusun strategi pembelajaran serta terapi wicara yang lebih tepat.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TEACHING METHOD USED BY ENGLISH TEACHER IN TEACHING SPEAKING SKILL AND THE IMPACT AT MA RAUDHATUL QUR’AN TARAKAN ABSTRAK Metode pengajaran adalah suatu metode penyampaian informasi pembelajaran atau melaksanakan tugas-tugas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan (1) Untuk mengetahui metode pengajaran yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris dalam mengajarkan keterampilan Berbicara (2) Untuk mendeskripsikan dampak metode pengajaran yang digunakan terhadap keterampilan berbicara siswa di MA Raudhatul Qur’an Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru bahasa Inggris di MA Raudhatul Qur’an Tarakan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen wawancra, observasi dan dokumentasi serta dianalisis secara kualitatif dan dideskripsikan secara naratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik seperti diskusi kelompok, bermain peran, dan presentasi memberikan siswa kesempatan berharga untuk berlatih berbicara dalam lingkungan yang aman dan menarik. Namun, penerapan metode ini yang tidak merata di berbagai kelompok siswa menghambat efektivitasnya secara keseluruhan. Seperti yang terlihat pada Grup 2, praktik konsisten melalui aktivitas interaktif menyebabkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berbicara mereka. Sebaliknya, Grup 1, 3, dan 4, yang memiliki paparan terbatas terhadap metode tersebut, mengalami kesulitan dalam kefasihan, pengucapan, dan kepercayaan diri. Dengan memprioritaskan keterampilan komunikasi praktis, guru dapat memberdayakan siswa untuk menggunakan bahasa Inggris dengan percaya diri dalam berbagai situasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
ABSTRAK LARAS RENDI LESTARI, 2024. Efektivitas belajar menggunakan media aplikasi CAKE learning terhadap Pencapaian Prestasi Berbicara Siswa. (Dibimbing oleh Romlah Ulfaika and Dr. Ariffin). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui keefektifan Aplikasi CAKE learning terhadap pencapaian prestasi berbicara siswa pada siswa kelas VIII SMP 8 Tarakan tahun ajaran 2023/2024. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP di Tarakan yang ber- jumlah 221 orang. Peneliti menggunakan teknik Cluster sampling untuk mengambil sampel. Dengan demikian, peneliti memilih dua kelompok dalam penelitian ini dan memilih mereka sebagai kelompok eksperimen dan kontrol. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan tes berbicara sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Data dianalisis dengan menggunakan teknik statistik parametrik Independent Sample t-test melalui SPSS. Hasilnya, pertama, selisih rata-rata pre-test kedua kelompok adalah 2.663, sedangkan selisih rata-rata post-test kedua kelompok adalah 7.343. Kedua, hasil menunjukkan signifikansi uji-t 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan dalam prestasi belajar siswa antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil post-test kelompok eksperimen menunjukkan bahwa pencapaian siswa kelompok yang diberikan media belajar menggunakan aplikasi CAKE learning lebih tinggi daripada pencapaian kelompok yang tidak diberikan media belajar menggunakan aplikasi CAKE learning. Di samping itu, walaupun grup control tidak diberikan media belajar menggunakan aplikasi CAKE learning, hasil post-test kelompok tersebut juga menunjukkan signifikansi dibandingkan hasil pre-test mereka. Untuk mengimplimentasikan pembelajaran yang bisa menarik, guru di SMP Negeri 8 Tarakan dan berbagai sekolah lain bisa menggunakan aplikasi CAKE learning sebagai media belajar untuk pembelajaran berbicara siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mendeskripsikan hasil persepsi mahasiswa terhadap Escymo dalam kegiatan berbicara dan implementasi kegiatan Escymo dalam Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Borneo Tarakan, dengan menggunakan metode campuran. Peneliti memilih 55 mahasiswa dari kelas Al dan A2, dan menggunakan kuesioner, wawancara, dan tes berbicara sebagai instrumen penelitian. Data kualitatif dianalisis dalam tiga tahap: reduksi data, penyajian data, dan verifikasi kesimpulan. Hasil kuesioner siswa menunjukkan bahwa 60% siswa termotivasi oleh kegiatan Escymo untuk belajar bahasa Inggris, 70,9% lebih menyukai Escymo untuk latihan berbicara, 69,1% merasa lebih mudah secara psikologis untuk berlatih bahasa Inggris dengan Escymo, 61,8% merasa bahwa Escymo mendorong mereka untuk menggunakan bahasa Inggris lebih sering, dan 70,9% merasa bahwa Escymo membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka. Selain itu, 65,5% percaya bahwa kegiatan Escymo dapat meningkatkan kefasihan, kosakata, pengucapan, dan kompetensi tata bahasa dalam Bahasa Inggris. Pelaksanaan kegiatan Escymo berdampak positif pada kemampuan siswa, dengan peningkatan yang nyata dalam kosakata, tata bahasa, kefasihan, pemahaman, dan kepercayaan diri. Escymo memberikan kesempatan kepada para siswa untuk berlatih bahasa Inggris dalam suasana yang santai dan informal, sehingga meningkatkan kemampuan bersosialisasi mereka. Kegiatan dibagi menjadi tiga tahap: pra-kegiatan, kegiatan inti, dan pasca-kegiatan, dengan pra-kegiatan yang berfungsi sebagai pemanasan dan sesi curah pendapat, kegiatan inti yang berfokus pada materi pengajaran dan berlatih berbicara, dan pasca-kegiatan yang mengevaluasi kinerja siswa dan memberikan motivasi. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan Escymo dibuktikan dengan respon positif dari para siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Tujuan penelitian ini adalah untuk menginvestigasi apakah media podcast otentik memberikan efek terhadap kemampuan berbicara siswa kelas sepuluh di SMK Kesehatan Kaltara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metodepre-experimental dengan pelaksanaan pre-test, treatment dan post-test. Dengan menggunakan teknik random sampling peneliti memilih kelas sepuluh keperawatan b dengan jumlah siswa sebanyak 25 siswa sebagai objek penelitian. Peneliti menggunakan tes normalitas, tes homogenitas dan paired sample t-test untuk mengelola data pre-test dan post-test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat efek dari media podcast otentik terhadap kemampuan berbicara siswa. Data analisis menunjukkan bahwa data terdeteksi normal dan homogeny selanjutnya hasil dari uji hipotesis menggunakan paired sample t-test lebih kecil dari 0,05 dan menunjukkan bahwa Ha diterima sedangkan Ho ditolak. Ha mengklaim bahwa media podcast otentik memberikan efek terhadap kemampuan berbicara siswa di SMK Kesehatan Kaltara sekaligus memberikan efek positif dalam pembelajaran. Pengaruh penggunaan media podcast otentik dalam kemampuan berbicara memberikan efek terhadap guru dan siswa. Guru menggunakan media podcast otentik sebagai media tambahan untuk menciptakan desain baru dalam pembelajaran. Siswa mengubah bagaimana cara mereka berlatih berbicara, meningkatan kelancaran dalam berbicara, penyebutan kosa kata, memperkaya kosa kata, pemahaman siswa, dan memberikan efek positif dalam pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara menggunakan model pembelajaran think talk write pada media pembelajaran monosa (monopoli bahasa) kepada siswa kelas VII SMP Negeri 12 Tarakan pada tahun ajaran 2021/2022. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan rubrik kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selain itu juga pengambilan data diambil dari penilaian aktivitas siswa dan guru. Berdasarkan hasil penelitian rubrik kognitif siswa yang tuntas sebesar 40% sedangkan siswa yang tidak tuntas sebesar 60%. Kemudian, mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 81,25% yang tuntas sedangkan untuk siswa tidak tuntas sebesar 18,75%. Hal tersebut dikarenakan pada siklus I kemampuan keterampilan berbicara siswa pada teks deskripsi bagian dan penggunaan Bahasa masih kurang dan pada siklus II kemampuan keterampilan berbicara siswa bagian penggunaan Bahasa mengalami peningkatan, rubrik afektif pada siklus I untuk siswa yang tuntas sebesar 71,76% dan siswa yang tidak tuntas sebesar 28,24%, kemudian mengalami peningkatan pada siklus II untuk siswa yang tuntas sebesar 93,75% dan siswa yang tidak tuntas sebesar 6,25%, hal tersebut karena pada siklus I masih banyak siswa kurang percaya diri, namun pada siklus II rubrik tersebut mengalami peningkatan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Mustika, 2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Teknik Mutual Stroytelling Terhadap Keterampilan Berbicara Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan. Keterampilan Berbicara merupakan kemampuan seseorang mengucapkan bunyi-bunyi artikulasi atau kata-kata untuk mengespresikan, mengatakan serta menyatakan pikiran. Penelitian ini merupakan penelitian Pra-Eksperimen desain menggunakan one group pre-test post-test dengan pendekatan kuantitatif dengan populasi siswa SMP Negeri 5 Tarakan berjumlah 250 siswa dan penarikan sampel yang digunakan Simple Random Sampling yang berjumlah 30 siswa. Instrument peneltian menggunakan skala keterampilan berbicara dari teoari Arsyad yang dikembangkan oleh Sri Wahyuni (2012) Adapun Indikator Keterampilan Berbicara adalah, lafal, koasa kata, penggunaan kata dan kalimat, kelancaran, keberanian, serta gerak dan mimik wajah. Bimbingan kelompok merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh guru bimbingan dan konseling disekolah. Bimbingan kelompok dengan teknik mutual storytelling ini berpengaruh terhadap keterampilan berbicara siswa pengelolahan data menggunakan alanalisis deskriptif dan analisis inferensial. Adapun uji Wilcoxon Signed Test menggunakan SPSS 22.00 For Windows Versi 22.0. hasil analisis data menunjukkan bahwa hasil uji hipotesis, nilai signifikan sebesar (0,000 > 0,05) yang artinya pangaruh terknik mutual storyteeling terhadap keterampilan berbicara terdapat pengaruh untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan. Hal tersebut terdapat pada skor pretest yang di perolah pada pemberian posttest dari 30 siswa yang menjadi sampel penelitian terdapat 3 (0%) siswa yang memeliki tingkat keterampilan berbicara sangat rendah, 18 (60%) siswa yang memeliki tingkat keterampilan berbicara tinggi, 12 (40%) siswa yang memiliki tingkat keterampilan berbicara sangat tinggi. Berdasarkan keputusan uji statistik paired\ samples Ttest dan hasil analisis pretest posttest dapat disumpilkan bahwa terdapat pengaruh teknik mutual storytelling terhadap keterampilan berbicara siswa kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa menggunakan model pembelajaran koopertif tipe time token dengan media kupon bicara di kelas VII SMP Negeri 1 Sebatik Utara. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas/PTK, penelitian ini dilakukan oleh peneliti dan juga bantuan guru Bahasa Indonesia kelas VII E. Terdapat empat aspek dalam keterampilan berbahasa yaitu, menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pada penelitian ini terfokus pada meningkatkan keterampilan berbicara siswa, penilaian keterampilan berbicara dalam penelitian ini yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Adapun sumber data dalam penelitian ini dihasilkan dari narasumber yaitu guru Bahasa Indonesia kelas VII E, dan hasil pengamatan selama proses pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe time token dengan media kupon bicara, serta dokumentasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan tes. Penelitian ini dilaksanakan selama dua siklus, yang dimana setiap siklus terdiri dari empat kegiatan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh nilai rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I yaitu 56,2 dengan persentase ketuntasan sebesar 42%, dan terjadi peningkatan pada siklus II dengan nilai rata-rata 80,8 dengan persentase sebesar 88%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe time token dengan media kupon bicara dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VII E di SMP Negeri 1 Sebatik Utara.