ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keterampilan berbicara dalam mata pelajaran bahasa Indonesia mengarahkan setiap siswa untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara lisan dengan baik dan benar di hadapan publik. Keterampilan berbicara tidak dapat berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dengan kemampuan lainnya yaitu, membaca, menulis dan menyimak. Penelitian ini merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui keterampilan berbicara siswa kelas VA pada materi teks eksplanasi. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu: tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun tahapan analisis data yang dilakukan yaitu: 1) data reduction, 2) data display, 3) conclusion. Dari hasil penelitian ini dapat dipahami bahwa keterampilan berbicara yang dialami oleh siswa pada materi teks eksplanasi yaitu kurangnya rasa percaya diri siswa, kesulitan dalam menggunakan kosakata yang tepat, kurangnya pemahaman materi, serta kurangnya pemahaman mengenai intonasi dan ekspresi ketika berbicara. Dalam kegiatan keterampilan berbicara terdapat beberapa aspek yang diamati yaitu: kelancaran, kosakata, pemahaman isi, intonasi dan ekspresi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pendekatan Dialogic Learning dapat meningkatkan Prestasi Berbahasa Inggris siswa di kelas sebelas SMAN 1 TarakaN dengan metode penelitian Pre-experimen. Peneliti mencoba untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah diajarkan menggunakan pendekatan dialogic learning. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 1 yang terdiri dari 36 siswa di SMAN 1 Tarakan pada tahun akademik 2019/2020. Instrumen tersebut adalah tes berbicara dengan pertanyaan Socrates dalam pretest dan posttest dan checklist observasi siswa untuk mengukur motivasi siswa dalam proses pembelajaran selama treatments. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada perbedaan antara pretest dan postest. Itu dibuktikan dengan hasil skor rata-rata siswa. Nilai rata-rata dalam pretest adalah 60,41 dan skor rata-rata pada posttest adalah 63,33. Skor rata-rata di posttest lebih tinggi dari skor pretest. Ini menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari prestasi berbahasa Inggris siswa pada pretest dan posttest. Hasil uji dari paired sample test menunjukkan bahwa t-test (1,784) lebih tinggi dari t-tabel (1,690). Dalam penelitian ini, peneliti menemukan ada perbedaan yang signifikan setelah pendekatan dialogic learning diterapkan dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini tenang dapat meningkatkan prestasi berbahasa Inggris siswa dan pemikiran kritis siswa. Maka dapat disimpulkan bahwa pendekatan dialogic learning telah terbukti menjadi pendekatan yang efektif untuk meningkatkan prestasi berbahasa Inggris siswa di kelas sebelas SMAN 1 Tarakan.