Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

68 hasil
Subjek: Matematis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SEARCH, SOLVE, CREATE, AND SHARE (SSCS) TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS MURID KELAS VIII SMP NEGERI 4 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan pada materi Persamaan Garis Lurus. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain Nonequivalent (Pre-Test and Post-Test) Control Group Design, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol diseleksi tanpa prosedur penempatan acak. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan tahun ajaran 2025/2026. Sampel dipilih menggunakan teknik cluster sampling, yaitu kelas VIII-5 sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII-9 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran SSCS dengan tahapan Search (mengidentifikasi masalah), Solve (merencanakan penyelesaian masalah), Create (menuliskan pemecahan masalah), dan Share (mengomunikasikan penyelesaian masalah), sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis berbentuk soal uraian. Hasil uji prasyarat menunjukkan data berdistribusi tidak normal sehingga dilanjutkan dengan uji hipotesis statisik nonparametrik yaitu uji Mann-Whitney U pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji kemampuan awal menunjukkan bahwa kedua kelas memiliki kemampuan awal yang relatif sama. Hasil uji hipotesis penelitian pada post-test menunjukkan adanya pengaruh model SSCS terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid, hal ini ditunjukkan dari hasil perhitungan dengan nilai signifikansi sebesar 0,001 ( 0,05). Selain itu, secara deskriptif nilai rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematis murid di kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan murid di kelas kontrol. Dengan demikian, disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Search, Solve, Create, and Share (SSCS) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis murid kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN READ, OUTLINE, DISCUSSION, EVALUATION (RODE) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS MURID KELAS XI SMA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan komunikasi matematis penting untuk dikembangkan dalam pembelajaran matematika karena mendukung murid dalam mengomunikasikan dan memahami konsep-konsep matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Read, Outline, Discussion, Evaluation (RODE) terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Populasi penelitian ini adalah seluruh murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan. Sampel ditentukan melalui teknik purposive sampling (judgement sampling), dengan mempertimbangkan kesetaraan kemampuan murid berdasarkan hasil asesmen diagnostik kognitif. Sampel penelitian terdiri atas 68 murid yang mengikuti pretest dan posttest secara lengkap, terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 34 murid kelas XI-B sebagai kelas kontrol dan 34 murid kelas XI-C sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes kemampuan komunikasi matematis berupa pretest dan posttest yang masing-masing terdiri atas tiga soal uraian. Hasil analisis data secara statistik menunjukkan bahwa rata-rata skor posttest kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, yaitu 68,24 >54,92. Hasil uji Independent Sample T-Test memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,002≤ 0,05, sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Temuan ini didukung oleh rata-rata N-Gain Score kelompok yang memperoleh pembelajaran dengan model RODE sebesar 0,57, lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok yang memperoleh pembelajaran konvensional dengan metode ceramah sebesar 0,37. Dengan demikian, model pembelajaran RODE berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis murid kelas XI SMA Negeri 3 Tarakan dan berpotensi menjadi alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kemampuan tersebut. Peneliti selanjutnya disarankan untuk menguji penerapan model RODE pada materi dan variabel lain seperti kemampuan kolaborasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL STATISTIKA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan representasi matematis merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi statistika. Namun, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam menyajikan, mengolah, dan menginterpretasikan informasi statistika ke dalam berbagai bentuk representasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi siswa dalam menyelesaikan soal statistika berdasarkan kemampuan representasi matematis meliputi representasi visual, representasi simbolik dan representasi verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMA Hang Tuah Tarakan dengan subjek penelitian berjumlah 4 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi berupa lembar jawaban tes representasi matematis. Data dianalisis melalui tiga tahapan meliputi pemrosesan data, kategorisasi, dan penyajian data. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa berbeda pada setiap aspek representasi. Subjek S1 dan S2 mampu memenuhi seluruh indikator representasi visual, simbolik, dan verbal, sedangkan Subjek S3 hanya menunjukkan kemampuan yang cukup baik pada aspek visual namun mengalami kesulitan pada aspek simbolik dan verbal. Sementara itu, Subjek S4 belum mampu memenuhi ketiga aspek representasi secara optimal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa tidak hanya terletak pada penggunaan rumus dan prosedur matematika, tetapi juga pada kemampuan menginterpretasikan data dan mengomunikasikan informasi matematis dalam bentuk kesimpulan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XI SMAN 4 TARAKAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi Fungsi Invers. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI Kesehatan-3 dan XI Humaniora-1 SMA Negeri 4 Tarakan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning dan konvensional. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang diberikan pada pretest dan posttest. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene's Test, uji Independent Sample T-Test, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hal ini ditunjukkan dari nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,012 0,05 sehingga 𝐻₀ ditolak. Rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 64,77 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 50,00. Berdasarkan analisis N-Gain diperoleh rata-rata kelas eksperimen sebesar 0,494 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 0,323. Dengan demikian, disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning memberikan pengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMA Negeri 4 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN OPERASI HITUNG PECAHAN DI KELAS V SDN 014 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran matematika sangat dibutuhkan, khususnya dalam memahami dan menyelesaikan soal operasi pecahan, terutama pada soal cerita yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa dalam menyelesaikan operasi hitung pecahan di kelas V SDN 014 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menggali secara mendalam proses berpikir siswa melalui jawaban dan penalaran autentik. Peneliti berperan sebagai instrumen utama dalam pengumpulan data yang dilakukan secara alamiah. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa siswa kelas V-B SDN 014 Tarakan memiliki kemampuan berpikir kritis dengan kategori tinggi, sedang dan rendah. Siswa dengan kategori kemampuan tinggi mampu memenuhi dua indikator berpikir kritis yaitu interpretasi dan penjelasan, karena subjek belum mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan berpikir kritis secara konsisten dan terdapat kesalahan pemahaman terhadap soal. Siswa kategori sedang hanya memenuhi satu indikator berpikir kritis yaitu penjelasan, karena masih mengalami kesalahan pada interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi dan regulasi diri. Sementara itu, subjek dengan kemampuan berpikir kritis rendah tidak mampu memenuhi keenam indikator berpikir kritis. Subjek mengalami kesulitan pada indikator interpretasi, analisis, evaluasi, inferensi, penjelasan dan regulasi diri. Penelitian ini dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan berpikir kritis dalam menyelesaikan masalah matematika. Dengan demikian, kemampuan berpikir kritis siswa masih bervariasi dan perlu ditingkatkan melalui pembelajaran yang efektif dan terarah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH SELF-EFFICACY TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS XI SMK NEGERI 1 TARAKAN

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang ditunjukkan dari hasil belajar yang masih berada di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), serta adanya faktor afektif berupa keyakinan diri (Self-Efficacy) yang diduga memengaruhi kemampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan, dengan sampel sebanyak 104 siswa yang diambil menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan berupa angket untuk mengukur Self-Efficacy dan tes uraian untuk mengukur kemampuan pemecahan masalah matematis berdasarkan tahapan Polya. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis inferensial dengan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara Self-Efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Hal ini dibuktikan dengan persamaan regresi, Y ̂=-12,399+0,444X yang menunjukkan bahwa setiap peningkatan satu satuan Self-Efficacy akan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis sebesar 0,444. Selain itu, nilai signifikansi pada uji t sebesar 0,05 menunjukkan bahwa hipotesis alternatif diterima. Dengan demikian, semakin tinggi Self-Efficacy siswa, maka semakin tinggi pula kemampuan pemecahan masalah matematis yang dimilikinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Self-Efficacy memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk memperhatikan dan meningkatkan aspek afektif siswa, khususnya Self-Efficacy, dalam proses pembelajaran matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA KELAS XII TEKNIK SMA NEGERI 2 TARAKAN

2026•

EFEKTIVITAS MODEL PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS SISWA KELAS XII TEKNIK SMA NEGERI 2 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan literais matematis siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang diterapkan yaitu pre-eksperimental dengan model One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian ini melibatkan satu kelompok yang diberikan pretest sebelum perlakuan dan posttest setelah perlakuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII Teknik SMA Negeri 2 Tarakan yang berjumlah 30 siswa, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan literasi matematis yang terdiri atas empat soal. Data dianalisis menggunakan uji Paired Sample t-test dan perhitungan N-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan literasi matematis siswa mengalami peningkatan setelah penerapan PBL, yaitu dari nilai rata-rata pretest sebesar 45,93 menjadi nilai rata-rata posttest sebesar 55,48. Hasil uji Paired Sample t-test menunjukkan bahwa nilai t_hitung =4,918>t_tabel=1,699 sehingga penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih baik dibandingkan sebelum penerapan model pembelajaran PBL. Akan tetapi, berdasarkan nilai rata-rata N-gain sebesar 18,8% yang berada pada kategori tidak efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model PBL dalam penelitian ini belum efektif secara keseluruhan dalam meningkatkan kemampuan literasi matematis siswa, meskipun secara statistik menunjukkan terdapat peningkatan. Kata kunci: Problem Based Learning, Kemampuan Literasi Matematis, Efektivitas Pembelajaran

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS DITINJAU DARI SELF CONFIDENCE PESERTA DIDIK KELAS XI SMK NEGERI 1 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan koneksi matematis peserta didik kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan ditinjau dari self confidence. Kemampuan koneksi matematis merupakan kemampuan menghubungkan konsep matematika dengan konsep lain, bidang pengetahuan lain, dan kehidupan sehari-hari yang dipengaruhi oleh self confidence peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Subjek penelitian meliputi tiga peserta didik kelas XI Akuntansi dan Keuangan Lembaga-1 yang ditentukan melalui teknik purposive sampling yang mewakili tingkat self confidence tinggi, sedang, dan rendah dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner self confidence dan wawancara semi terstruktur. Analisis data menggunakan model Creswell dengan enam tahap. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi, member checking, dan deskripsi kaya dan padat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat self confidence peserta didik sebagian besar kategori sedang (68,75%). Peserta didik dengan self confidence tinggi mampu menunjukkan kemampuan koneksi matematis pada ketiga indikator dengan memberikan berbagai contoh dan sikap positif terhadap tantangan. Peserta didik dengan self confidence sedang menunjukkan kemampuan koneksi matematis yang cukup memadai pada sebagian besar indikator meskipun mengalami kesulitan pada materi tertentu. Sementara itu, peserta didik dengan self confidence rendah cenderung mengalami kesulitan dalam menjukkan kemampuan koneksi matematis pada ketiga indikator. Terdapat keterkaitan antara self confidence dengan kemampuan koneksi matematis, yang juga dipengaruhi oleh pengalaman belajar dan dukungan sosial. Temuan dalam penelitian ini yaitu pemanfaatan matematika dalam kehidupan sehari-hari, self confidence dan persepsi terhadap matematika, hubungan matematika dengan akuntansi, hubungan antar konsep matematika, dan strategi mengatasi kesulitan matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN RODE DAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan keterampilan komunikasi matematis siswa yang diajar menggunakan model pembelajaran RODE dan Problem Based Learning pada materi persamaan linear satu variabel. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII MTs Al Imam Asy-Syafi’i Tarakan, dengan kelas VIII-A sebagai kelas eksperimen 1 yang diterapkan model pembelajaran RODE dan kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen 2 yang diterapkan model pembelajaran Problem Based Learning. Instrumen penelitian berupa tes keterampilan komunikasi matematis yang diberikan pada pretest dan posttest. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Wilcoxon, uji Mann–Whitney, dan analisis N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua model pembelajaran berpengaruh terhadap peningkatan keterampilan komunikasi matematis siswa. Uji Mann–Whitney menunjukkan adanya perbedaan peningkatan yang signifikan antara kedua kelas. Berdasarkan analisis N-Gain, kelas eksperimen 1 memperoleh nilai rata-rata 0,8290 dengan kategori tinggi dan efektif, sedangkan kelas eksperimen 2 memperoleh nilai rata-rata 0,6107 dengan kategori sedang dan cukup efektif. Dengan demikian, model pembelajaran RODE lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi matematis siswa di MTs Al Imam Asy-Ayafi’I Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING (DL) TERHADAP KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA KELAS VIII DI SMPN 09 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran Discovery Learning terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII di SMPN 9 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental (One Group Pretest-Posttest Design). Desain penelitian One Group Pretest-Posttest adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja, yang diukur dengan pretest dan posttest pada subjek yang akan diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-3 yang berjumlah 30 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata rata kemampuan awal siswa adalah 52,27. Nilai rata-rata kemampuan awal siswa tersebut mengalami peningkatan menjadi 84 setelah penerapan model pembelajaran discovery learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor n-gain berada pada kategori sedang sebesar 0,66. Nilai tersebut kemudian diinterpretasikan menjadi 66% yang mengindikasikan bahwa model Discovery Learning memberikan peningkatan yang cukup efektif terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Selanjutnya, uji t digunakan untuk memperkuat hasil perhitungan n-gain. Berdasarkan hasil uji Paired Sample T-Test bahwa t_hitung= 13,3281 > t_tabel =1,6991 yang artinya H_0 ditolak dan H_1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan antara kemampuan pemahaman konsep matematis siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Dengan demikian, model Discovery Learning terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa kelas VIII di SMPN 9 Tarakan, yang ditunjukkan oleh skor n-gain kategori sedang sebagai kategori tingkat peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa dan diperkuat oleh hasil uji t yang menunjukkan perbedaan rata-rata yang signifikan antara nilai rata-rata pretest dan posttest.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS TERTULIS SISWA KELAS V SDN 008 NUNUKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis tertulis siswa kelas V SDN 008 Nunukan dalam menyelesaikan soal cerita. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Subjek penelitian terdiri atas tiga orang siswa yang dikategorikan berdasarkan kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan di antara ketiga kategori siswa dalam memenuhi indikator kemampuan komunikasi matematis tertulis, dimana ketiga subjek memiliki kecenderungan mampu menuliskan serta menyajikan informasi matematis secara tertulis, akan tetapi siswa kategori sedang dan rendah tidak menuliskan informasi secara lengkap. Selain itu, meskipun seluruh subjek dapat menuliskan rumus yang sesuai dengan maksud soal, siswa kategori sedang dan rendah belum mampu menyelesaikan soal dengan benar. Pada tahap evaluasi, ketiga subjek juga masih menunjukkan keterbatasan, khususnya pada beberapa soal tertentu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Guided Discovery Learning Berbantuan Geogebra untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 9 Tarakan

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan model pembelajaran GDL berbantuan GeoGebra terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis siswa pada materi persamaan garis lurus di SMPN 9 Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh rendahnya pemahaman konsep matematis siswa yang ditandai dengan kesalahan dalam menginterpretasikan konsep dasar dalam materi persamaan garis lurus. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang mendapatkan perlakuan GDL berbantuan GeoGebra dan kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional. Instrumen penelitian berupa tes pemahaman konsep matematis yang dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial dengan bantuan SPSS versi 29.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata nilai posttest pada kelas eksperimen (80,83) lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol (67,08). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan t-test. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa model pembelajaran GDL berbantuan GeoGebra efektif dalam meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa. Model ini juga mendorong keterlibatan aktif siswa, membantu visualisasi konsep abstrak, serta memperkuat proses penemuan konsep secara mandiri dan bermakna.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL AKM NUMERASI DI KELAS V SDN 031 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan representasi matematis merupakan kemampuan yang penting sebagai dasar pembelajaran. Dengan adanya representasi akan mempermudah siswa untuk memahami konsep dan menyelesaikan soal-soal cerita, khususnya pada soal AKM numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal AKM numerasi pada materi bilangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, di mana subjek penelitiannya adalah 3 siswa yang diambil dari 1 kategori tinggi, 1 kategori sedang dan 1 kategori rendah siswa kelas V SDN 031 Tarakan. Data dikumpulkan melalui lembar tes soal AKM numersi dan wawancara subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki kecenderungan memunculkan indikator visual, verbal, dan simbolik. Namun, khusus pada siswa yang berkemampuan rendah hanya muncul pada soal nomor satu saja. Sehingga, dapat dikatakan bahwa semua subjek mampu memunculkan indikator pada soal nomor satu saja yaitu garis bilangan. Selain itu, pada soal nomor dua terdapat semua subjek yaitu siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah tidak ada sama sekali memunculkan indikator visual.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA MATERI KPK DAN FPB BERDASARKAN GENDER PADA SISWA KELAS V SDN 004 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis siswa berdasarkan gender pada materi Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) di kelas V SDN 004 Tarakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah enam siswa yang terdiri dari tiga siswa laki-laki dan tiga siswa perempuan, masing-masing mewakili kategori kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Data dikumpulkan melalui tes penalaran matematis dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kemampuan tinggi, baik laki-laki maupun perempuan, mampu memenuhi sebagian besar indikator penalaran matematis, seperti menyampaikan pernyataan matematika secara tertulis, lisan, atau gambar, memprediksi proses penyelesaian dan jawaban, serta menarik kesimpulan logis. Siswa dengan kemampuan sedang menunjukkan pemahaman yang cukup baik pada sebagian soal, tetapi mengalami kesalahan karena kurang teliti dalam membaca soal atau keterbatasan waktu. Sementara itu, siswa dengan kemampuan rendah umumnya hanya mampu menyampaikan pernyataan matematika, namun belum lengkap, dan mengalami kesulitan dalam memprediksi penyelesaian serta menarik kesimpulan. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki cenderung lebih tinggi kemampuan penalaran dan komunikasi. Namun, kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki dan perempuan dalam tiap kategori (tinggi, sedang, rendah) memiliki pola yang serupa, dengan perbedaan kecil dalam jenis kesalahan yang dilakukan. Hasil ini dapat menjadi masukan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang memperhatikan perbedaan karakteristik siswa berdasarkan gender dan tingkat kemampuan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis (KKM) siswa di kelas VIII SMPN 4 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 4 Tarakan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini 60 siswa yaitu 30 siswa kelas VIII-1 sebagai kelas kontrol dan 30 siswa kelas VIII-4 sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data KKM menggunakan tes yaitu pretest dan posttest dengan soal yang berbeda. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif berupa perhitungan rata-rata, analisis inferensial berupa uji normalitas menggunakan uji one-sample kolmogorov smirnov Test, uji homogenitas menggunakan uji F dan uji independent sample t-test menggunakan data N-Gain. Berdasarkan hasil uji one-sample kolmogorov smirnov test menunjukkan bahwa nilai Dhitung pada kedua kelas lebih kecil dibandingkan nilai Dtabel, sehingga menunjukkan bahwa data KKM siswa pada kedua kelas tersebut berdistribusi normal. Selajutnya dilakukan uji homogenitas menggunakan uji F. Hasil uji F menunjukkan bahwa nilai Fhitung pada kedua kelas lebih kecil dibandingkan nilai Ftabel, sehingga data KKM siswa pada kedua kelas mempunyai varian yang bersifat homogen. Berdasarkan hasil perhitungan uji t diperoleh nilai thitung: 4,17 > ttabel : 1,67 pada taraf signifikan 5%. Berdasarkan hasil uji t menunjukkan bahwa terdapat perbedaan KKM antara kelas eksperimen dan kontrol. Hasil penelitian terlihat bahwa rata-rata N-Gain kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan rata-rata N-Gain kelas kontrol dengan masing-masing skor adalah 34,10 dan 20,57. Dari perbedaan skor rata-rata tersebut membuktikan bahwa adanya pengaruh dari model pembelajaran STAD dan pembelajaran konvensional dikarenakan kedua kelompok tersebut sama-sama menstimulasikan kemampuan komunikasi matematis. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap KKM siswa di kelas VIII SMPN 4 Tarakan..

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Disposisi Matematis Siswa ketika Berhadapan dengan Tugas Literasi Matematis Kelas XI SMA Negeri 1 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Disposisi matematis yaitu kecenderungan sikap siswa dalam menghadapi permasalahan atau tugas-tugas matematika yang meliputi rasa ingin tahu, percaya diri, ketekunan, minat, fleksibilitas, dan refleksi merupakan salah satu aspek penting dalam pengembangan kemampuan literasi matematis siswa. Terdapat asumsi bahwa disposisi matematis siswa ketika berhadapan dengan tugas literasi matematis secara individu akan berbeda ketika bekerja secara kelompok dan masih membutuhkan eksplorasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisi/menjawab kesenjangan tersebut. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa pemberian tugas uraian model Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), penilaian diri, observasi, wawancara dan analisis dokumen. Adapun siswa yang menjadi partisipan pada penelitian ini adalah siswa kelas XI yang memiliki kemampuan literasi matematis tinggi, sedang dan rendah berdasarkan laporan nilai AKM sebelumnya, rekomendasi guru, dan kemampuan matematika pada pembelajaran di kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya variasi disposisi matematis siswa ketika mengerjakan tugas secara individu dan kelompok, yaitu sikap positif dan sikap negatif. Secara umum, disposisi matematis siswa mengalami perubahan menjadi lebih positif ketika bekerja secara berkelompok. Penilaian terhadap tugas literasi matematis juga menunjukkan variasi tingkat kemampuan, di antaranya: mahir, cakap, dasar dan perlu intervensi khusus. Partisipan dengan tingkat kemampuan matematis tinggi umumnya berada pada level mahir pada kemampuan literasi matematis, sedangkan partisipan dengan kemampuan matematis sedang dan rendah cenderung berada pada level di bawahnya pada kemampuan literasi matematis. Temuan juga mengungkapkan bahwa disposisi matematis siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu teman kelompok, kemampuan awal, dan suasana pembelajaran. Temuan ini menunjukkan pentingnya memperhatikan faktor afektif dan sosial dalam proses pembelajaran serta mendukung strategi kolaboratif untuk meningkatkan literasi matematis siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan pemecahan masalah merupakan kemampuan yang penting dimiliki oleh siswa karena menjadi dasar dalam melatih kebiasaan berpikir kritis dan berpikir sistematis saat menghadapi berbagai permasalahan, baik dalam konteks matematika maupun dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis di SMP Negeri 14 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara tes berupa soal essay. Instrumen penelitian yang digunakan adalah soal pretest dan posttest sebanyak 3 soal essay, dengan masing-masing soal memuat 4 indikator kemampuan pemecahan masalah. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan desain non-equivalent control group dengan populasi seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 14 Tarakan yaitu sebanyak 128 orang. Melalui teknik kluster sampling diperoleh kelas VII-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-1 sebagai kelas kontrol, dengan masing-masing kelas terdiri dari 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pretest, sebagian besar siswa pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berada dalam kategori sedang, masing-masing sebanyak 14 siswa (46,6%) dan 13 siswa (44,8%). Setelah diberi perlakuan sebagian besar siswa yang mengikuti posttest berada dalam kategori tinggi dan sangat tinggi, yaitu 15 siswa (50%) di kelas eksperimen dan 13 siswa (44,8%) di kelas kontrol. Berdasarkan hasil uji t diperoleh bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran STAD terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY (TSTS) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS IX SMP NEGERI 4 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan posttest-only design with nonequivalent groups. Sebelum pengambilan sampel dilakukan, peneliti terlebih dahulu melakukan uji kesetaraan menggunakan uji anava satu jalur. Tujuan dari uji kesetaraan adalah untuk menunjukkan bahwa kelompok-kelompok populasi yang digunakan setara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri Tarakan tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 61 siswa yaitu 30 siswa kelas IX-9 sebagai kelas eksperimen dan 31 siswa kelas IX-7 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan menggunakan tes yaitu posttest yang masing-masing terdiri dari 4 soal. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif dan uji anava satu jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji anava satu jalur diperoleh nilai Fhitung : 6,629159 > Ftabel : 4.003983. Selanjutnya dilakukan uji komparasi ganda dengan metode Scheffe, hasilnya menunjukkan bahwa model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) lebih berpengaruh terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvensional. Dengan pengujian hipotesis dan nilai rata-rata kedua kelas maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas IX SMP Negeri 4 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Matematis Siswa di Kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis matematis siswa di kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu. Penelitian ini menggunakan Quasi Eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu tahun ajaran 2024/2025. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampling jenuh sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini 63 siswa yaitu 32 siswa kelas VIII-A sebagai kelas kontrol dan 31 siswa kelas VIII-B sebagai kelas eksperimen. Pengumpulan data keterampilan berpikir kritis matematis menggunakan tes yaitu pretest dan posttest yang masing-masing terdiri dari 5 soal uraian dengan soal yang berbeda. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif, uji Independent Sample T-Test dan uji N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis matematis siswa di kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai 𝑡 ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 : 1,950 > 𝑡 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 : 1,67022 pada taraf signifikansi 5%. Kemudian dilakukan uji lanjut menggunakan uji N-Gain Score diperoleh nilai rata-rata untuk kelas eksperimen sebesar 0,58 lebih tinggi dibandingkan nilai rata-rata untuk kelas kontrol sebesar 0, 32. Hasil ini diperkuat dengan nilai rata-rata hasil tes keterampilan berpikir kritis matematis pada kelas yang menerapkan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil tes keterampilan berpikir kritis matematis pada kelas yang menerapkan model pembelajaran konvensional. Dengan demikian disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) terhadap keterampilan berpikir kritis matematis siswa di kelas VIII SMPN 2 Pulau Bunyu. This study examines the impact of the Problem-Based Learning (PBL) model on students' mathematical reasoning and critical thinking skills in eighth grade at SMPN 2 Pulau Bunyu. A quasi-experimental design was employed, with the population comprising all eighth-grade students at SMPN 2 Pulau Bunyu in the 2024/2025 academic year. A total sampling technique was used, resulting in a sample of 63 students, consisting of 32 students in class VIII-A as the control group and 31 students in class VIII-B as the experimental group. Data were collected through preliminary and final assessments comprising five open-ended mathematical problems. The data were analyzed using descriptive statistics, an independent sample t-test, and an N-gain score test. The results indicate that the PBL model significantly affected students' mathematical reasoning and critical thinking skills. The independent sample t-test showed a statistically significant difference between the experimental and control groups (t = 1.950, p 0.05). Additionally, the N-gain score analysis revealed that the experimental group (0.58) outperformed the control group (0.32), indicating a moderate improvement in mathematical reasoning. Furthermore, students in the PBL-based classroom consistently demonstrated higher post-test scores than those taught using conventional instructional methods. These findings suggest that Problem-Based Learning (PBL) is a practical pedagogical approach for fostering students' mathematical reasoning, problem-solving abilities, and critical thinking skills in secondary education.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata kemampuan komunikasi matematis siswa setelah menggunakan model pembelajaran Group Investigation (GI) beserta efektivitasnya. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian yang digunakan yaitu pre-eksperimental (One Group Pretest-Posttest Design). Desain penelitian One Group Pretest-Posttest adalah penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja, yang diukur dengan pretest dan posttest pada subjek yang akan diteliti. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII-D yang berjumlah 30 siswa dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kemampuan awal siswa adalah 49. Nilai rata-rata kemampuan awal siswa tersebut mengalami peningkatan menjadi 76 setelah penerapan model pembelajaran GI. Hasil perhitungan uji Paired Sample T-Test menunjukkan bahwa t_hitung= 17,117 > t_tabel= 1,699 yang berarti terdapat pengaruh model pembelajaran GI terhadap peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa. Selanjutnya, tingkat efektivitas model pembelajaran GI dilihat dari hasil rata-rata n-gain sebesar 0,58 yang masuk pada klasifikasi sedang. Nilai tersebut kemudian diinterpretasikan menjadi 58% yang menunjukkan cukup efektif. Sehingga dapat dikatakan bahwa telah mencapai minimal ketuntasan yang diharapkan dalam penelitian. Dengan demikian disimpulkan bahwa model pembelajaran Group Investigation (GI) “cukup efektif” terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Tarakan. Model pembelajaran Group Investigation (GI) dapat digunakan sebagai alternatif model pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa menjadi lebih baik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail