ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan hukum serta penerapan sanksi pelatihan kerja sebagai pengganti denda pidana bagi anak binaan dalam sistem pidana pidana anak, khususnya di Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada ketentuan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang mengatur bahwa pidana denda yang dijatuhkan kepada anak dapat diganti dengan pelatihan kerja. Meskipun demikian, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai kendala karena belum adanya pengaturan teknis yang secara rinci mengatur tata cara pelaksanaan, mekanisme pengawasan, serta bentuk pelatihan kerja yang harus diberikan kepada anak binaan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan menggunakan pendekatan peraturan-undangan dan pendekatan lapangan melalui wawancara serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif pengaturan sanksi pelatihan kerja sebagai pengganti denda pidana telah diatur dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak, namun belum didukung oleh peraturan pelaksana yang lebih komprehensif. Dalam implementasinya di Balai Pemasyarakatan Kelas II Tarakan, pelatihan kerja dilaksanakan melalui kerja sama dengan berbagai pihak dan diwujudkan dalam kegiatan pertanian, perikanan, sablon, pengelasan, barista, serta keterampilan produktif lainnya yang bertujuan meningkatkan kemampuan dan kemandirian anak binaan. Namun pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana dan prasarana, kurangnya tenaga pembimbing, minimnya anggaran, serta rendahnya tingkat kehadiran anak binaan yang dipengaruhi faktor sosial dan ekonomi. Oleh karena itu diperlukan regulasi yang lebih jelas, dukungan sumber daya yang memadai, serta sinergi antarlembaga agar sanksi pelaksanaan pelatihan kerja dapat berjalan lebih efektif dalam mendukung pelatihan dan reintegrasi sosial anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gastroinintestinal merupakan penyakit akibat infeksi mikroorganisme yang umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Gejala yang sering muncul meliputi nyeri perut, mual, muntah, dan diare. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan menggambarkan proses asuhan keperawatan pada dua anak dengan Gastroenteritis Akut (GEA) di Ruang Perawatan Anggrek B Rumah Sakit Dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil pengkajian menunjukkan beberapa masalah keperawatan, yaitu diare, hipertermia, resiko defisit nutrisi, hipovolemia, dan nyeri akut. Intervensi yang diberikan meliputi terapi cairan intravena, pemantauan karakteristik feses dan suhu tubuh, pemenuhan kebutuhan cairan serta nutrisi, dan kolaborasi pemberian terapi farmakologis. Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien setelah dilakukan tindakan keperawatan secara berkelanjutan. Dapat disimpulkan bahwa asuhan keperawatan yang tepat dan sistematis mampu mendukung proses pemulihan anak dengan gastroenteritis akut serta dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas praktik keperawatan anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG PERAWATAN ANGGREK B RSUD DR. H. JUSUF SK ABSTRAK Pneumonia merupakan infeksi akut pada jaringan paru (alveoli) yang menjadi penyebab kematian menular terbesar pada anak di seluruh dunia. Provinsi Kalimantan Utara, Kota Tarakan tercatat sebagai daerah tertinggi yang terkena penyakit pneumonia pada anak. Studi kasus ini bertujuan menggambarkan penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif pada dua anak dengan pneumonia mulai dari pengkajian, perumusan diagnosis, perencanaan intervensi, pelaksanaan implementasi, hingga evaluasi, serta membandingkan hasil asuhan keperawatan pada kedua klien. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif studi kasus terhadap dua pasien anak di Ruang Anggrek B RSUD Dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan periode 27–29 April 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik head-to-toe, dan telaah dokumen medis. Klien 1 (An. F, 4 tahun) ditegakkan tiga diagnosis: bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, dan gangguan rasa nyaman, seluruhnya teratasi pada hari ketiga. Klien 2 (An. A, 10 tahun) dengan diagnosis bersihan jalan napas tidak efektif, hipertermia, dan gangguan pola tidur, dua diagnosis teratasi, sedangkan bersihan jalan napas belum teratasi akibat produksi sputum tinggi dan wheezing yang masih terdengar. Asuhan keperawatan sistematis berbasis SDKI, SIKI, dan SLKI terbukti mendukung pemulihan pasien. Penyakit penyerta memengaruhi ketercapaian hasil intervensi secara signifikan. Laporan ini dapat menjadi acuan bagi mahasiswa dan tenaga keperawatan dalam menangani kasus serupa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN ANAK DENGAN PNEUMONIA DI RUANG PERAWATAN ANGGREK B RSUD dr. H. JUSUF SK TARAKAN Pneumonia pada anak masih menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius karena menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan membandingkan asuhan keperawatan secara komprehensif pada dua pasien anak dengan diagnosis medis pneumonia di Ruang Perawatan Anggrek B RSUD dr. H. Jusuf SK Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara keluarga pasien, observasi langsung, pemeriksaan fisik head-to-toe, dan telaah catatan medis. Asuhan keperawatan diterapkan melalui lima tahapan, yaitu pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil studi menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami diagnosis keperawatan bersihan jalan napas tidak efektif dan hipertermia, dengan perbedaan pada diagnosis ketiga yaitu nausea pada klien usia 9 bulan dan gangguan rasa nyaman pada klien 2 usia 7 bulan. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen jalan napas, regulasi temperatur, manajemen muntah, edukasi termoregulasi, dan pengaturan posisi. Evaluasi setelah tiga hari perawatan menunjukkan perbaikan kondisi klinis yang signifikan pada kedua pasien. Asuhan keperawatan yang sistematis, tepat, dan sesuai standar terbukti efektif dalam mendukung pemulihan anak dengan pneumonia, sehingga diharapkan laporan ini dapat menjadi referensi tambahan bagi mahasiswa dan tenaga keperawatan dalam memberikan pelayanan keperawatan anak yang lebih optimal. Secara klinis menekankan pentingnya pendekatan individual berbasis manifestasi klinis, secara pendidikan memberikan contoh nyata penerapan proses keperawatan bagi mahasiswa, serta secara kebijakan mendorong peningkatan kompetensi perawat dan penguatan edukasi keluarga pasien demi mencegah komplikasi dan mempercepat pemulihan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Campak masih menjadi salah satu masalah kesehatan pada anak karena memiliki tingkat penularan yang tinggi dan dapat menimbulkan komplikasi berupa pneumonia, diare, ensefalitis, otitis media (infeksi telinga), dehidrasi, malnutrisi, hingga kematian pada kasus berat. Anak-anak lebih rentan mengalami campak karena sistem kekebalan tubuh yang belum berkembang secara optimal. Oleh karena itu, penelitian ini tertarik dilakukan penulis untuk memperoleh pengalaman dalam mengaplikasikan asuhan keperawatan pada anak dengan campak. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek studi yang digunakan adalah 2 orang pasien anak dengan campak. Penulis menguraikan pembahasan terkait adanya kesesuaian maupun kesenjangan antara teori dan hasil asuhan keperawatan pada klien 1 dan klien 2 dengan campak. Hasil pengkajian diperoleh keluhan utama yang berbeda pada kedua klien, yaitu klien 1 mengalami batuk berdahak disertai ruam dan gatal pada kulit, sedangkan klien 2 mengalami batuk berdahak, demam, dan penurunan nafsu makan. Hasil analisa data diperoleh masalah keperawatan pada klien 1 yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan integritas kulit, dan gangguan rasa nyaman, sedangkan pada klien 2 yaitu bersihan jalan napas tidak efektif, hipertermia, dan risiko defisit nutrisi. Hasil studi kasus didapatkan bahwa kedua klien memiliki masalah keperawatan yang berbeda sehingga penyusunan dan pelaksanaan intervensi pada kedua klien juga berbeda. Hasil studi kasus diharapkan penulis mampu mempersiapkan intervensi dan strategi pelaksanaan asuhan keperawatan yang lebih baik kedepannya untuk mempercepat pemulihan pasien serta mencegah komplikasi campak, seperti pneumonia, diare, ensefalitis, dehidrasi, otitis media, dan gangguan integritas kulit.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, khususnya balita. Penyakit ini menyebabkan gangguan pertukaran gas akibat peradangan jaringan paru sehingga memerlukan asuhan keperawatan yang komprehensif. Studi ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada dua anak dengan pneumonia melalui pendekatan proses keperawatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien anak yang didiagnosis pneumonia di Ruang Anggrek B RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan tahapan pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Kedua pasien menunjukkan diagnosis keperawatan berupa bersihan jalan napas tidak efektif, intoleransi aktivitas, hipertermia, nausea, risiko defisit nutrisi, dan gangguan pola tidur. Intervensi keperawatan mengacu pada Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), meliputi manajemen jalan napas, pemberian oksigen, pemantauan tanda vital, manajemen nutrisi, manajemen hipertermia, serta edukasi kepada keluarga. Setelah dilakukan implementasi selama masa perawatan, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya sesak napas, penurunan suhu tubuh, peningkatan toleransi aktivitas, serta membaiknya pola tidur dan nafsu makan. Penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif, sistematis, dan berkelanjutan mampu meningkatkan kondisi klinis anak dengan pneumonia serta mendukung kualitas pelayanan keperawatan pada pasien anak. Diharapakan dapat dilakukan pelatihan teknik batuk efektif pada orang tua dan tenaga kesehatan khususnya perawat dan selalu update ilmu-ilmu terbaru terkait teknik batuk efektif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
TINJAUAN YURIDIS KEJAHATAN KURIR NARKOTIKA OLEH ANAK (Studi Putusan Nomor 11/Pid.Sus-Anak/2024/PN Tar) Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk pertanggungjawaban pidana terhadap anak yang bertindak sebagai kurir narkotika serta menganalisis pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap anak dalam kasus narkotika berdasarkan dua putusan pengadilan di Tarakan. Kejahatan narkotika yang melibatkan anak semakin meningkat, seiring dengan maraknya eksploitasi anak dalam jaringan peredaran gelap narkotika. Dalam banyak kasus, anak dijadikan kurir karena dianggap lebih mudah dimanipulasi dan mendapatkan perlakuan hukum yang lebih ringan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertanggungjawaban pidana terhadap anak sebagai kurir narkotika diatur secara khusus dalam Undang-Undang Sistem Peradilan Pidana Anak dan Undang-Undang Narkotika, dengan mengedepankan prinsip keadilan restoratif. Putusan hakim menunjukkan adanya pertimbangan terhadap usia, kondisi psikologis, dan keterlibatan anak dalam tindak pidana, namun belum sepenuhnya mencerminkan perlindungan maksimal bagi anak. Oleh karena itu, diperlukan optimalisasi penerapan diversi dan perlindungan hukum bagi anak sesuai dengan prinsip perlindungan anak dan keadilan restoratif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Tinjauan Yuridis Terhadap Tindak Pidana Kekerasan Yang Dilakukan Secara Bersama-Sama Oleh Anak. Pertama, Bagaimana perlindungan hukum dalam penanganan tindak Pidana kekerasan yang melibatkan Anak? Kedua, pertanggungjawaban pidana terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana kekerasan yang dilakukan bersama-sama oleh anak? Skripsi ini merupakan penelitian normatif yaitu penelitian terhadap bahan dalam bentuk Perundang-Undangan tertentu. Penulis lebih berfokus pada beberapa Perundang-Undangan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu perundang-undangan dan pendekatan konseptual dengan sumber bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Data yang berhasil dikumpulkan kemudian dianalisis dengan cara menghubungkan masing- masing teori serta Peraturan Perundang-undangan yang berlaku yang mengenai dengan isu hukum. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa pertama, Balai Pemasyarakatan merekomendasikan agar anak yang masih bersekolah tidak ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan demi kelangsungan pendidikan mereka. Namun, Hakim menilai bahwa keputusan harus didasarkan pada kategori usia, bukan status pendidikan, untuk menghindari ketidakadilan bagi pelaku lain dalam kelompok usia yang sama. Kedua, pertanggungjawaban pidana anak dalam tindak pidana kekerasan yang dilakukan bersama-sama, dapat disimpulkan bahwa para pelaku telah memenuhi unsur Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP, yang menyatakan bahwa tindakan kekerasan secara bersama-sama yang mengakibatkan luka berat dapat dikenakan sanksi pidana.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK DALAM TINDAK PIDANA EKSPLOITASI PEKERJA ANAK DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG PERLINDUNGAN ANAK DI KOTA TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini menganalisis upaya penegakan hukum terhadap eksploitasi pekerja anak di Kota Tarakan dengan penekanan pada perlindungan anak, larangan pekerja anak, dan sanksi bagi pelaku eksploitasi. Konteks latar belakang menunjukkan bahwa masalah eksploitasi pekerja anak masih menjadi perhatian di Kota Tarakan, dipicu oleh faktor ekonomi dan budaya. Rumusan masalah mengkaji sejauh mana efektivitas upaya penegakan hukum dan perlindungan anak yang diterapkan oleh pemerintah setempat. Hasil pembahasan menyajikan informasi terkait regulasi hukum, strategi penegakan hukum, dan kontribusi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB). Temuan penelitian mengindikasikan bahwa implementasi larangan pekerja anak masih dihadapkan pada tantangan, seperti minimnya kesadaran masyarakat dan persepsi orang tua terhadap partisipasi anak dalam kegiatan ekonomi keluarga. DP3AP2KB Tarakan berfungsi sebagai lembaga yang memberikan pelayanan terpadu melalui Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Rekomendasi penelitian mencakup penguatan kampanye sosialisasi aturan, pendekatan pembinaan bagi pelaku usaha dan orang tua, serta pemberdayaan ekonomi keluarga. Sanksi pidana, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 dan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, diharapkan dapat memberikan efek jera. Meskipun demikian, kesadaran masyarakat tetap menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan penanganan masalah pekerja anak di Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan. Pertama, pengaturan hukum pidana atas tindak pidana perkosaan terhadap anak kandung. Kedua, pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap tindak pidana perkosaan anak kandung (studi kasus putusan nomor : 49/Pid.Sus/2022/Pn Tar). Penelitian ini menggunakan penelitian normatif yang akan mengkaji dan menganalisa peraturan perundang-undangan dan bahan hukum lainnya. Bahan hukum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan studi kasus. Berdasarkan bahan hukum dan pendekatan yang digunakan, maka penulis menganalisis bahan hukum tersebut dengan menggunakan analisis deskriptif dan metode interpretasi sistematis dan interpretasi teleologis. Hasil dari penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: pertama, saat ini hukum indonesia secara tegas mengatur perlindungan terhadap kekerasan seksual kepada anak yang telah disahkan secara hukum yakni Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Kedua, kasus perkosaaan terhadap anak kandung dalam putusan nomor 49/Pid.Sus/2022/PN Tar dijatuhi pidana yang lebih rendah dibandingkan ketentuan Pasal 81 ayat (3) Undang-Undang Perlindungan Anak yang seharusnya 20 tahun hanya dijatuhi pidana 18 tahun berdasarkan pertimbangan hakim.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bermaksud menjawab dua pertanyaan terkait Tinjauan Yuridis Putusan Perkara Tindak Pidana Pencabulan Terhadap Anak (Studi Kasus Putusan No:84/Pid.Sus/2018/PN.Tar). Pertama, Bentuk perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban tindak pidana pencabulan: Kedua, pertimbangan hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana terhadap pelaku tindak pidana pencabulan terhadap anak dalam putusan Nomor:84/ Pid.Sus/2018/Pn.Tar. Skripsi ini merupakan penelitian yuridis normatif yang menekankan pada penelitian kepustakaan, yaitu dengan menelaah dan mengkaji bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Penelitian ini menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan (statue approach), Pendekatan Konseptual (conceptual approach), dan Pendekatan Kasus (case approach). Bahan hukum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer yaitu data yang didapatkan dalam ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan. Bahan hukum sekunder doperoleh dari buku, jurnal, artikel, data-data internet, dan wawancara. Hasil penelitian, penulis menyimpulkan bahwa: Pertama, bentuk perlindungan hukum terhadap anak adalah bentuk pelayanan yang diberikan oleh pemerintah atau aparat penegak hukum dan dinas sosial lainnya. Terdapat 2 (dua) bentuk perlindungan hukum yaitu bentuk perlindungan hukum preventif dan bentuk perlindungan hukum represif. Kedua, Dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara tindak pidana pencabulan yang dilakukan terhadap anak terdapat pertimbangan yang kemudian dapat memberatkan dan meringankan. Keadaan yang memberatkan; Perbuatan Terdakwa tidak sepatutnya dilakukan terhadap anak dibawah umur. Keadaan yang meringankan; Terdakwa berterus terang dalam keterangannya, terdakwa menyesal atas perbuatannya dan terdakwa sopan dalam persidangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ispepsia adalah penyakit sindrom gejala yang sering ditemukan di kalangan masyarakat yang ditandai dengan adanya rasa nyeri atau tidak nyaman pada bagian atas atau ulu hati. dispepsia termasuk salah satu jenis penyakit yang tidak menular namun akibat paparan penyakit tersebut dapat menyebabkan mortalitas yang sangat tinggi. penderita dispepsia biasanya terjadi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga terjadi di seluruh dunia. Tujuan umum penulisan ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan pada anak dengan dispepsia di Ruang Anggrek B Rumah Sakit Umum Daerah dr. H Jusuf SK Tarakan. Dari tanggal, 3 April 2023 sampai dengan 5 April 2023. Metode penulisan Laporan Tugas Akhir ini menggunakan (case study). Peneliti melakukan asuhan keperawatan 2 orang pasien anak dengan dispepsia. Hasil yang didapatkan terdapat tiga diagnosis keperawatan yang berbeda dapat ditegakan pada pasien 1 dan pasien 2 diagnosis keperawatan pada pasien 1. Nausea, hipetermia, defisit pengetahuan diagnosis keperawatan pada pasien 2. Nausea, nyeri akut, defisit pengetahuan. Dimana ketiga diagnosis tersebut teratasi. Terdapat empat diagnosis keperawatan yang ada pada teori. Ditemukan diagnosis pada pasien 2 yaitu nyeri dan intervensi yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi pasien dari sarana & prasarana.