Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Batuk
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Teknik Batuk Efektif dan Active Cycle Of Breathing Technique (Acbt) untuk Mengatasi Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif pada Pasien Tuberkulosis Paru

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tuberkulosis paru merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan masalah keperawatan yang sering muncul adalah bersihan jalan napas tidak efektif akibat penumpukan sekret di saluran pernapasan. Intervensi nonfarmakologis seperti Active Cycle of Breathing Technique (ACBT) dan teknik batuk efektif dapat membantu mengatasi masalah tersebut. Penulisan karya ilmiah akhir ners ini bertujuan untuk menerapkan teknik batuk efektif dan ACBT dalam mengatasi bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien tuberkulosis paru. Karya ilmiah ini menggunakan metode laporan kasus (case report) pada dua orang pasien tuberkulosis paru dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif, dengan intervensi yang diberikan selama tiga hari dan durasi 15–20 menit setiap sesi. Setelah diberikan intervensi, frekuensi napas menurun dari 25×/menit menjadi 18×/menit, saturasi oksigen meningkat dari 95% menjadi 100%, dan pengeluaran sputum meningkat dari belum mampu menjadi 2,5 ml. Penerapan ACBT dan teknik batuk efektif efektif dalam mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien tuberkulosis paru, yang ditandai dengan penurunan frekuensi pernapasan, peningkatan saturasi oksigen, peningkatan pengeluaran sputum, dan perbaikan bunyi napas. Oleh karena itu, intervensi ini direkomendasikan sebagai tindakan keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan secara rutin sebagai pendamping terapi medis untuk membantu meningkatkan bersihan jalan napas pada pasien tuberkulosis paru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA ANAK DENGAN PNEUMONIA

2026•

ABSTRAK Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak, khususnya balita. Penyakit ini menyebabkan gangguan pertukaran gas akibat peradangan jaringan paru sehingga memerlukan asuhan keperawatan yang komprehensif. Studi ini bertujuan menggambarkan pelaksanaan asuhan keperawatan pada dua anak dengan pneumonia melalui pendekatan proses keperawatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien anak yang didiagnosis pneumonia di Ruang Anggrek B RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan tahapan pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Kedua pasien menunjukkan diagnosis keperawatan berupa bersihan jalan napas tidak efektif, intoleransi aktivitas, hipertermia, nausea, risiko defisit nutrisi, dan gangguan pola tidur. Intervensi keperawatan mengacu pada Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI), meliputi manajemen jalan napas, pemberian oksigen, pemantauan tanda vital, manajemen nutrisi, manajemen hipertermia, serta edukasi kepada keluarga. Setelah dilakukan implementasi selama masa perawatan, kondisi pasien menunjukkan perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya sesak napas, penurunan suhu tubuh, peningkatan toleransi aktivitas, serta membaiknya pola tidur dan nafsu makan. Penerapan asuhan keperawatan secara komprehensif, sistematis, dan berkelanjutan mampu meningkatkan kondisi klinis anak dengan pneumonia serta mendukung kualitas pelayanan keperawatan pada pasien anak. Diharapakan dapat dilakukan pelatihan teknik batuk efektif pada orang tua dan tenaga kesehatan khususnya perawat dan selalu update ilmu-ilmu terbaru terkait teknik batuk efektif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI DENGAN PENATALAKSANAAN BABY MASSAGE DAN PEMBERIAN AROMATERAPI PEPPERMINT UNTUK MENGURANGI GEJALA BATUK PILEK TERHADAP BAYI USIA < 1 TAHUN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Batuk dan pilek merupakan keluhan yang umum terjadi pada bayi, terutama pada usia di bawah satu tahun, akibat sistem imun yang belum matang. Penanganan non-farmakologis seperti baby massage dan aromaterapi peppermint merupakan alternatif terapi yang aman untuk meredakan gejala tersebut. Tujuan Memberikan asuhan kebidanan pada bayi usia kurang dari 1 tahun yang mengalami batuk pilek melalui penatalaksanaan baby massage dan pemberian aromaterapi peppermint sebagai upaya mengurangi gejala yang dialami. Metode: Asuhan kebidanan ini dilakukan secara komprehensif pada bayi berusia 6 bulan dengan keluhan batuk dan pilek ringan. Intervensi yang dilakukan meliputi pemberian baby massage dengan teknik yang sesuai standar, serta pemberian aromaterapi peppermint melalui difusi udara selama 15 menit pemberian intervensi diberika 2 kali sehrai selama 6 hari. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung terhadap frekuensi batuk, keluarnya lendir, dan kenyamanan bayi Hasil: Setelah 6 kali intervensi, terjadi penurunan frekuensi batuk, lendir menjadi lebih encer, dan bayi tampak lebih nyaman saat tidur dan menyusu. Orang tua juga melaporkan adanya peningkatan kualitas tidur bayi. Kesimpulan: Penatalaksanaan baby massage dan pemberian aromaterapi peppermint efektif sebagai terapi komplementer untuk mengurangi gejala batuk pilek pada bayi usia di bawah satu tahun. Intervensi ini dapat diterapkan oleh bidan dengan edukasi yang tepat kepada orang tua sebagai bentuk asuhan kebidanan yang holistik dan ramah anak

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KUANTITAS TIDUR PADA BAYI USIA 6-12 BULAN DENGAN BATUK PILEK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KARANG REJO KOTA TARAKAN TAHUN 2024

2024•

Kuantitas tidur sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Jika kuantitas tidur bayi buruk maka dapat mengakibatkan fisiologi dan psikologi bayi terganggu keseimbangannya. Pada bayi dengan batuk pilek masalah yang sering timbul adalah gangguan tidur. Salah satu terapi non farmakologi yang dapat diberikan pada bayi yang sedang batuk pilek adalah pijat bayi. Pijat bayi dapat membantu mengeluarkan hormon endorphin sehingga memberikan rasa rileks pada otot bayi yang akan membuat bayi semakin nyaman baik secara fisik maupun psikologi. Pijat bayi juga dapat mengakibatkan penurunan gelombang alpha dan gelombang beta, sehingga gelombang tetha akan mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kuantitas tidur pada bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain quasy eksperiment pre and post-test without control. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 124 bayi. Sampel berjumlah 33 responden. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kuantitas tidur bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek sebelum diberikan intervensi pijat bayi yaitu sebesar 9,97 dengan klasifikasi kuantitas tidur buruk. Rata-rata kuantitas tidur bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek setelah diberikan intervensi pijat bayi mengalami peningkatan yaitu sebesar 12,42 dengan klasifikasi kualitas tidur baik. Analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon didapatkan hasil p-value = 0,001 (p-value0,05) yang berarti menyatakan bahwa ada pengaruh pemberian pijat bayi terhadap kuantitas tidur bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo Kota Tarakan. Bagi Puskesmas diharapkan dapat memberikan pijat bayi sebagai terapi non farmakologi untuk mengatasi gangguan tidur pada bayi usia 6-12 bulan dengan batuk pilek.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail