Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: Diare
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan keperawatan pada anak dengan Gea di ruang perawatan anggrek B rumah sakit Dr.H.Jusuf.SK Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gastroinintestinal merupakan penyakit akibat infeksi mikroorganisme yang umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi. Gejala yang sering muncul meliputi nyeri perut, mual, muntah, dan diare. Laporan Tugas Akhir ini bertujuan menggambarkan proses asuhan keperawatan pada dua anak dengan Gastroenteritis Akut (GEA) di Ruang Perawatan Anggrek B Rumah Sakit Dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil pengkajian menunjukkan beberapa masalah keperawatan, yaitu diare, hipertermia, resiko defisit nutrisi, hipovolemia, dan nyeri akut. Intervensi yang diberikan meliputi terapi cairan intravena, pemantauan karakteristik feses dan suhu tubuh, pemenuhan kebutuhan cairan serta nutrisi, dan kolaborasi pemberian terapi farmakologis. Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan kondisi pasien setelah dilakukan tindakan keperawatan secara berkelanjutan. Dapat disimpulkan bahwa asuhan keperawatan yang tepat dan sistematis mampu mendukung proses pemulihan anak dengan gastroenteritis akut serta dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas praktik keperawatan anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENERAPAN PEMBERIAN MADU TERHADAP PENURUNAN FREKUENSI BAB PADA ANAK DIARE

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Diare masih menjadi masalah kesehatan utama khususnya pada anak, karena berisiko menimbulkan dehidrasi, gangguan elektrolit, dan malnutrisi. Penatalaksanaan standar diare meliputi pemberian oralit, zinc, dan ASI, namun pada beberapa kasus frekuensi buang air besar (BAB) masih tinggi sehingga diperlukan terapi komplementer. Madu diketahui memiliki efek antibakteri, antiinflamasi, dan prebiotik yang berpotensi membantu mempercepat pemulihan diare. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan pemberian madu terhadap penurunan frekuensi BAB pada anak dengan diare. Penelitian menggunakan desain laporan kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua anak usia prasekolah yang mengalami diare. Data dikumpulkan melalui pengkajian keperawatan, observasi, wawancara dengan orang tua, dan pemantauan frekuensi serta konsistensi feses selama tiga hari. Intervensi inovatif berupa pemberian madu murni dosis 2,5 cc yang dilarutkan dalam 10 cc air hangat, diberikan tiga kali sehari selama 3 hari. Hasil menunjukkan adanya penurunan frekuensi BAB dan perbaikan konsistensi feses pada kedua klien. Disimpulkan bahwa pemberian madu efektif sebagai terapi komplementer dalam menurunkan frekuensi diare pada anak.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail