ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Diare masih menjadi masalah kesehatan utama khususnya pada anak, karena berisiko menimbulkan dehidrasi, gangguan elektrolit, dan malnutrisi. Penatalaksanaan standar diare meliputi pemberian oralit, zinc, dan ASI, namun pada beberapa kasus frekuensi buang air besar (BAB) masih tinggi sehingga diperlukan terapi komplementer. Madu diketahui memiliki efek antibakteri, antiinflamasi, dan prebiotik yang berpotensi membantu mempercepat pemulihan diare. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui penerapan pemberian madu terhadap penurunan frekuensi BAB pada anak dengan diare. Penelitian menggunakan desain laporan kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan pada dua anak usia prasekolah yang mengalami diare. Data dikumpulkan melalui pengkajian keperawatan, observasi, wawancara dengan orang tua, dan pemantauan frekuensi serta konsistensi feses selama tiga hari. Intervensi inovatif berupa pemberian madu murni dosis 2,5 cc yang dilarutkan dalam 10 cc air hangat, diberikan tiga kali sehari selama 3 hari. Hasil menunjukkan adanya penurunan frekuensi BAB dan perbaikan konsistensi feses pada kedua klien. Disimpulkan bahwa pemberian madu efektif sebagai terapi komplementer dalam menurunkan frekuensi diare pada anak.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Mangga merupakan salah satu komoditas hortikultura yang berperan sebagai sumber vitamin dan mineral, serta mendukung perkembangan industri dan ekspor. Cangkok (layerage) merupakan salah satu jenis pembiakan tanaman secara vegetatif yang bertujuan untuk memperbanyak bibit. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui media pembungkus yang lebih berpengaruh terhadap pencangkokan mangga dan untuk mengetahui bagaimana pengaruh media pembungkus terhadap pencangkokan mangga madu. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) 1 faktor yaitu pembungkus cangkok yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu P1 = Sabut Kelapa, P2 = Plastik Bening, P3 = Plastik polybag. Parameter pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari panjang akar, jumlah akar, dan persentase keberhasilan cangkok. Hasil dari penelitian ini menunjukkan pada bulan kedua, pembungkus cangkok yang lebih berpengaruh dalam proses pencangkokan mangga madu ialah pembungkus polybag yang ditandai dengan tingginya nilai panjang akar pada bulan ke-2 yaitu 12,06 cm lalu diikuti dengan pembungkus plastik bening 11,6 cm dan nilai terendah pada sabut kelapa dengan nilai 9,53 cm. Dan tingginya nilai jumlah akar pada bulan ke-2 pada plastik polybag yaitu 41,88. lalu diikuti dengan sabut kelapa 32,55 dan nilai terendah pada pembungkus plastik bening yaitu 30,11.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Mual muntah saat hamil dapat terjadi setiap saat. Pada beberapa kasus dapat berlanjut sampai kehamilan trimester kedua dan ketiga, mual muntah yang terjadi terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi bahkan dapat menyebabkan kematian ibu hamil dan janin. Perpaduan jahe, lemon, dan madu menjadikan satu sajian minuman yang kaya akan vitamin, mineral, dan enzim yang bermanfaat bagi pengurangan mual muntah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pemberian air rebusan jahe,lemon dan madu terhadap ibu hamil emesis gravidarum di Puskesmas Malinau Kota. Desain penelitian quasy eksperiment dilaksanakan pada bulan Mei – Juni tahun 2024 dan berlokasi di wilayah Puskesmas Malinau Kota, Kalimantan Utara. Sampel penelitian 30 orang yang terbagi menjadi 15 kelompok Edukasi dan 15 kelompok Rebusan Jahe, Lemon dan Madu. Air rebusan jahe segar yang dicampur dengan 3 cc lemon dan 1 sendok Makan madu. Diminum 2 kali sehari selama 4 hari. Outcome adalah skor mual muntah menggunakan kuesioner INVR. Analisis statistic menggunakan Mann whitney. Terdapat perbedaan yang signifikan skor INVR sesudah penelitian pada kelompok Edukasi dan Rebusan Jahe, Lemon dan madu dengan nilai p value 0.001, skor rerata INVR kelompok Rebusan Jahe, Lemon dan madu 2.53 poin lebih kecil (11.13 dibandingkan 8.60) dari kelompok Edukasi. Hasil ini menunjukan bahwa pemberian air rebusan jahe,lemon,dan madu efektif dalam menurunkan mual muntah pada ibu hamil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lebah kelulut, termasuk dalam kategori hasil hutan bukan kayu (HHBK), dimana lebah kelulut merupakan salah satu spesies serangga dalam kelas Insecta. Mereka adalah anggota dari Ordo Hymenoptera dan tergolong dalam keluarga Apidae. Lebah kelulut memiliki ukuran tubuh yang kecil dan merupakan serangga penghasil madu yang penting dalam proses penyerbukan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel apa saja yang mempengaruhi keberlanjutan agroforestri madu kelulut di kelompok tani hutan tiran lestari. Metode penentuan sampel pada penelitian ini adalah pengambilan sampel dengan karakteristik tertentu yang ditentukan oleh peneliti. Dan adapun key informan dalam penelitian ini yaitu anggota kelompok tani hutan tiran lestari. Dengan metode pengumpulan data yaitu observasi, dokumentasi dan focus group discussion. Analisis data yang digunakan untuk menjawab variabel yang berpengaruh terhadap keberlanjutan agroforestri madu kelulut di kelompok tani hutan tiran lestari adalah analisis Micmac. Dan hasil yang didapatkan berdasarkan analisis Micmac dimana untuk mengetahui variabel apa saja yang mempengaruhi keberlanjutan agroforestri madu kelulut dikelompok tani hutan tiran lesatari yaitu variabel yang memiliki pengaruh (influence) terhadap keberlanjutan agroforestri madu kelulut di kelompok tani hutan tiran lestari adalah teknologi, harga madu kelulut, dan kualitas madu kelulut. Untuk variabel yang memiliki ketergantungan (dependence) pada keberlanjutan agroforestri madu kelulut adalah variabel pembinaan penyuluh kehutanan, pakan lebah kelulut musiman, dan kualitas madu kelulut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk melihat biaya dan penerimaan usaha madu di UPTD.KPH Tarakan, serta melihat kelayakan usaha madu dengan menganalisis nilai break even point dan R/c rasio. Penelitian ini dilakukan di kota Tarakan tepatnya di Kawasan Hutan Lindung yang dikelola oleh UPTD.KPH Tarakan. Pemilihan responden menggunakan metode Purposive sampling yaitu pemilihan sengaja dengan kriteria yang telah penulis tetapkan yaitu: pemilik usaha madu bekerjasama dengan UPTD.KPH dan telah menjalankan usaha madu selama lebih dari 1 tahun. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kuantitatif yaitu menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya. Teknik analisis data menggunakan anaisis biaya, analisis break even poin dan Rasio kelayakan Usaha. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa biaya produksi yang terdapat didalam usaha madu adalah biaya tetap Rp. 374.356, biaya vaariabel Rp. 139.806, total biaya Rp.514.262 untuk satu kali produksi. Dengan penerimaan mencapai Rp. 1.200.000 per bulan dan pendapatan sebesar Rp.685.738. Nilai BEP Unit mencapai 2,50 botol dengan ukuran 250 ml, BEP harga Rp.72.537 BEP Penerimaan Rp. 424.695 dari perhitungan Break Even Point dapat dilihat bahwa usaha Madu mengalami keuntungan dan layak untuk dijalankan karena telah melampaui keadaan Break Even. Rasio Usaha madu sebesar 2,23 >1 menunjukkan bahwa usaha layak untuk dijalankan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN PRODUK MADU LEBAH KELULUT (Trigona sp) DI KOTA TARAKAN. ABSTRAK Penelitian ini bermaksud menjawab empat pertanyaan terkait produk madu lebah kelulut (trigona sp) di Kota Tarakan. Yang pertama bagaimana saluran pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) Di Kota Tarakan ?, kedua bagaimana margin pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) Di Kota Tarakan ? yang ketiga bagaimana farmer’s share saluran pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) di Kota Tarakan ? dan yang ke empat bagaimana tingkat efisiensi saluran pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) Di Kota Tarakan. Metode pengumpulan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu teknik pengambilan data secara sengaja, (Sugiyono, 2017) dengan kriteria yaitu : lembaga yang ikut serta menjadi distributor madu lebah kelulut trigona sp dan kegiatan distribusi harus continue (berlanjut) dan menentukan sumber-sumber informasi yang ada. Metode pengambilan sampel menggunakan metode sampling total, merupakan teknik pengambilan sampel dimana seluruh anggota populasi dijadikan sampel semua sebagai subyek yang dipelajari atau sebagai responden pemberi informasi. Jumlah sampel responden sebanyak 3 pengusaha madu lebah kelulut trigona sp binaan UPT.KPH Kota Tarakan, 1 orang pengelola koperasi UPT.KPH Kota Tarakan, dan 1 orang pengelola UMKM Kota Tarakan. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data Sekunder adalah data yang diperoleh oleh pihak lain melalui studi pustaka. Data sekunder diambil dari literatur-literatur yang relavan seperti paper, jurnal, dan karya ilmiah lainnya. Data primer adalah data yang didapatkan secara langsung, data ini didapatkan dari hasil wawancara kepada pengusaha madu lebah kelulut (trigona sp) di Kota Tarakan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis margin pemasaran, analisis farmer’s share, dan analisis efisiensi pemasaran. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa : pertama, terdapat tiga saluran pemasaran produk madu lebah kelulut (trigona sp) di Kota Tarakan yaitu dimana saluran I produsen langsung menjual produk madu ke konsumen akhir tanpa melalui lembaga pemasaran, saluran II produsen menjual produk madu nya melalui satu lembaga pemasaran, dan saluran III produsen menjual produk madu nya melalui dua lembaga pemasaran. kedua, total margin pemasaran pada saluran I dan II sama yaitu Rp. 0, pada saluran III total margin yang diperoleh sebesar Rp. 10.000. Ketiga, hasil Farmer’s Share dari ketiga saluran pemasaran yaitu sebesar 100%. Keempat, hasil perhitungan efisiensi pemasaran dari ketiga saluran pemasaran yaitu 0%. Sesuai kaidh keputusan 0-33% dikatakan efisien. Kata kunci : Madu, Lebah Kelulut (trigona sp), Saluran Pemasaran, Margin Pemasaran, Farmer’s Share, Efisiensi Pemasaran.