ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Implementasi Permendagri Nomor 42 Tahun 2015 Tentang Pelaksanaan Koordinasi Penanganan Konflik Sosial di Kabupaten Malinau dan Strategi penanganan konflik sosial oleh Tim Terpadu di Kabupaten Malinau. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris, yaitu penelitian yang mengkaji bagaimana hukum bekerja dalam masyarakat berdasarkan data primer. Metode ini menggunakan fakta empiris dari perilaku manusia, baik melalui wawancara, observasi langsung, maupun peninggalan fisik dan arsip. Implementasi Permendagri Nomor 42 Tahun 2015 di Kabupaten Malinau diwujudkan melalui pembentukan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial yang melibatkan Bupati, Forkopimda, OPD, dan Kesbangpol sebagai sekretariat. Bukti nyata dari dibentuknya Tim dalam Penanganan Konflik adalah: 1) Respons cepat terhadap kasus pencemaran Sungai Malinau dan Sesayap; 2) Rekomendasi sanksi administrasi terhadap perusahaan PT. KPUC; 3) Monitoring pemulihan lingkungan secara berkala; 4) Menurunnya jumlah konflik; 5) Terjaganya stabilitas keamanan daerah; 6) Tidak terjadi konflik besar dalam 3 tahun terakhir. Strategi penanganan konflik sosial oleh Tim Terpadu Kabupaten Malinau dilakukan melalui pendekatan kolaborasi, kompromi, dan mengakomodasi. Kolaborasi diterapkan pada konflik kompleks, seperti sengketa lahan, dengan melibatkan semua pihak untuk mencapai solusi menang-menang dan berkelanjutan. Kompromi digunakan ketika solusi cepat diperlukan, misalnya pembagian wilayah sementara, dengan masing-masing pihak mengalah sebagian tuntutan. Mengakomodasi difokuskan pada pihak lemah atau rentan, seperti memberi izin sementara penggunaan lahan, untuk meredam konflik segera dan membangun kepercayaan masyarakat. Kombinasi ketiga strategi ini memungkinkan Tim Terpadu menyesuaikan pendekatan sesuai kompleksitas dan urgensi konflik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PERAN DINAS SOSIAL DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MELALUI BANTUAN SOSIAL DI KOTA TARAKAN Delsa Novita Charitin Devi, S.E., M.Sc Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Sosial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelaksanaan program bantuan sosial di Kota Tarakan. Program yang menjadi fokus penelitian meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Program Sembako, dan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sumber data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 30 responden yang merupakan penerima manfaat bantuan sosial. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner, observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan menggunakan rumus persentase dan skala Likert untuk mengukur persepsi responden terhadap indikator kesejahteraan yang mencakup aspek ekonomi, kesehatan, pendidikan, sosial, dan psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Sosial Kota Tarakan dalam pelaksanaan program bantuan sosial berada pada kategori baik. Program PKH berkontribusi dalam meningkatkan akses pendidikan dan layanan kesehatan, Program Sembako membantu pemenuhan kebutuhan pangan rumah tangga, sedangkan program ATENSI memberikan dukungan kepada kelompok masyarakat rentan seperti penyandang disabilitas dan lanjut usia. Namun demikian, pelaksanaan program bantuan sosial masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, ketepatan sasaran penerima bantuan, serta kondisi geografis wilayah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sistem pendataan dan evaluasi program agar penyaluran bantuan sosial dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kata kunci: Dinas Sosial, Bantuan Sosial, Kesejahteraan Masyarakat, PKH, Sembako, ATENSI
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis Predict–Observe–Explain (POE) merupakan bahan ajar inovatif yang dikembangkan untuk membantu peserta didik memahami konsep-konsep abstrak melalui kegiatan prediksi, observasi, dan penjelasan. Model POE ini mendorong siswa untuk berpikir kritis, aktif, serta menghubungkan teori dengan fenomena nyata yang diamati. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon ahli materi, ahli media, dan ahli bahasa, serta kepraktisan guru dan peserta didik terhadap LKPD berbasis POE materi sistem koordinasi yang dikembangkan untuk kelas XI SMA Negeri 2 Nunukan. Metode pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang dibatasi hingga tahap Develop. Instrumen pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, serta angket yang diberikan kepada para ahli, guru, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LKPD berbasis POE dinilai “layak” dan “praktis” digunakan dalam pembelajaran biologi. Ahli materi, Ahli media, dan Ahli bahasa memberikan penilaian positif terhadap kualitas isi, tampilan, dan kebahasaan. Respon guru dan peserta didik menunjukkan bahwa LKPD membantu meningkatkan motivasi belajar, keaktifan siswa, serta pemahaman konsep siswa. Dengan demikian, LKPD ini dinilai efektif sebagai bahan ajar dalam pembelajaran interaktif yang mampu mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan jumlah penduduk di Kota Tarakan berdampak langsung pada meningkatnya volume sampah, khususnya sampah organik rumah tangga. Salah satu energi alternatif yang digunakan untuk memehuni pasokan energi listrik yaitu makanan, dedaunan,limbah pertanian dan kotoran hewan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi sampah organik sebagai sumber energi listrik terbarukan di Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data volume sampah organik dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan tahun 2024 hingga lima bulan pertama tahun 2025, serta perhitungan potensi biogas dan energi listrik menggunakan rumus konversi standar. Data menunjukkan komposisi sampah organik rata-rata sebesar 43,56% dari total timbulan sampah. Pada tahun 2024, volume sampah organik mencapai 25.590,4 ton dengan potensi energi listrik sebesar 31.209,7 kWh, sedangkan pada periode Januari–Mei 2025 potensi energi mencapai 9.087,8 kWh. Hasil pengukuran skala kecil menunjukkan setiap 5 kg sampah organik mampu menghasilkan energi listrik sekitar 0,0044 kWh. Analisis grafik menunjukkan hubungan yang konsisten antara berat sampah dengan jumlah biogas, gas metana, dan energi listrik yang dihasilkan. Dari hasil perhitungan dan analisa yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sampah organik di Kota Tarakan memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif berbasis biogas yang dapat mendukung penyediaan listrik lokal apabila dikelola secara optimal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan sistem pemilahan sampah yang lebih baik dan pengkajian berkala untuk meningkatkan efisiensi konversi sampah menjadi energi listrik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Kebutuhan energi saat ini sebagian besar masih bergantung pada sumber energi fosil seperti minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Namun, ketersediaan energi fosil semakin menurun oleh karena itu diperlukannya peralihan ke energi terbarukan seperti energi matahari. PLTSA merupakan pembangkit listrik tenaga surya yang memanfaatkan energi matahari, desain PLTSA dilakukan pada Gedung Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malinau menggunakan perangkat lunak PVsyst dengan sistem PLTS on grid atau terhubung PLN. Pada pendesainan ini dilakukan pengumpulan data yaitu mencatat nilai radiasi matahari menggunakan alat ukur solar power meter, dan konsumsi energi gedung yang berjumlah 318 kWh. PLTSA dirancang dengan kapasitas 69,8 kWp menggunakan total 128 modul surya yang dipasang pada setiap sisi atap dengan jumlah penggunaan baterai sebanyak 65 unit dan 4 inverter. Dari pendesaianan tersebut PLTSA menghasilkan daya sebanyak 127.955 kWh/tahun, namun dikarenakan adanya rugi-rugi sebanyak 21,15 % maka daya yang sampai ke pengguna hanya sebanyak 100.886 kWh pertahunnya. Dengan menggunakan PLTS gedung DLH dapat mengurangi biaya konsumsi listrik hingga Rp.112.461.660 pertahunnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan, komitmen organisasi, dan motivasi terhadap kinerja pegawai Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Malinau. Dengan menggunakan metode kuantitatif, penelitian ini melibatkan seluruh populasi pegawai Dinas, sebanyak 75 orang, sebagai sampel penelitian. Data diperoleh melalui angket yang diukur menggunakan skala Likert serta dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi. Variabel independen yang dianalisis meliputi kepemimpinan, komitmen organisasi, dan motivasi, sementara variabel dependen adalah kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Komitmen organisasi, terutama dalam aspek afektif, juga berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kinerja. Motivasi kerja, baik intrinsik maupun ekstrinsik, menjadi faktor pendorong utama yang memengaruhi efektivitas kerja pegawai. Studi ini menegaskan pentingnya kepemimpinan yang efektif, komitmen yang kuat, dan motivasi yang tinggi untuk meningkatkan produktivitas serta pelayanan publik. Implikasi dari penelitian ini memberikan wawasan kepada organisasi publik untuk memperkuat kepemimpinan, membangun budaya komitmen yang mendalam, serta menyediakan lingkungan kerja yang mendukung motivasi pegawai. Dengan demikian, tujuan pembangunan masyarakat desa melalui Dinas PMD dapat dicapai secara lebih optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Intisari — Tenaga listrik merupakan salah satu kebutuhan utama dalam kehidupan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendukung kehidupan sehari-hari. PT. PLN merupakan perusahaan yang bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan energi listrik tersebut, namun dalam proses menjalankan tugasnya, PT. PLN menghadapi banyak tantangan teknis dan operasional. Salah satu tantangan utamanya adalah melindungi infrastruktur kelistrikan seperti trafo, switchgear, dan kabel dari lonjakan tegangan yang dapat merusaknya. Lonjakan tegangan ini dapat disebabkan oleh banyak faktor, antara lain petir, gangguan jaringan listrik, dan pengoperasian alat berat. Oleh karena itu, perlu diketahui secara menyeluruh mengenai kinerja alat proteksi petir pada jaringan distribusi 20 kV di PT. PLN Tarakan. Dalam skripsi ini akan mengkaji dan menganalisis kerja dari arrester serta jarak maksimum arrester. Metode yang digunakan dalam skripsi ini metode Koordinasi Isolasi. Penempatan lightning arrester dapat mempengaruhi kinerja lightning arrester tersebut dalam memproteksi trafo pada gardu distribusi Tingkat kegagalan proteksi arrester sangat tergantung dari TID peralatan, tegangan kerja lightning arrester dan lokasi penempatan arrester itu sendiri. Dari hasil perhitungan dan analisis data menunjukkan bahwa pada jaringan 20 kV penyulang 5 PT.PLN Tarakan, TID transformator sebesar 5 kA dengan 125 kV, karakteristik kerja arrester dengan tegangan pengenal 24 kV, tegangan pelepasan 87 kV serta arus pelepasan sebesar 5 kA dengan tingkat perlindungan 95,7 kV. Hal ini sesuai dengan SPLN 7: 1978 yang menetapkan tingkat isolasi dasar transformator dan penangkal petir. Sedangkan dari hasil perhitungan untuk jarak penempatan arrester terhadap transformator tidak boleh melebihi 2,745 meter dan hasil dari analisis skripsi adalah sekitar 1,8-2,4 meter.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Kemajuan suatu daerah sangat tergantung pada peran dan kinerja instansi pemerintah. Untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, setiap instansi harus beroperasi dengan efektif, maka dari itu Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus mematuhi prinsip-prinsip pengelolaan keuangan negara yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kinerja keuangan pemerintah Kota Tarakan Tahun 2021-2023 menggunakan konsep Value For Money Berdasarkan Rasio Ekonomis, Rasio Efisiensi, dan Rasio Efektivitas. Penelitian ini bersifat Deskriptif Kuantitatif yang dilaksanakan pada Dinas Perikanan Kota Tarakan. Mengumpulkan data dengan menggunakan metode purposive sampling dengan mengambil data berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Laporan akuntabilitas Kinerja instansi pemerintahan, dengan rumus perhitungan menggunakan (1) Rasio Ekonomis, (2) Rasio Efisiensi, dan (3) Rasio Efektivitas. Hasil penelitian menunjukan kinerja keuangan Dinas Perikanan Kota Tarakan pada tahun 2021-2023 jika dilihat dari : (1) Rasio Ekonomis memiliki kriteria cukup ekonomis. (2) Rasio Efisiensi memiliki kriteria cukup efisien setiap tahunnya.(3) Rasio Efektivitas memiliki kriteria cukup Efektif Setiap tahu
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kinerja keuangan pemerintah kabupaten tana tidung tahun 2018-2022 menggunakan konsep value for money Berdasarkan Rasio Ekonomis, Rasio Efisiensi, dan Rasio Efektivitas. Penelitian ini bersifat Deskriptif Kuantitatif yang dilaksanakan pada Dinas perindustrian perdagangan koperasi dan UKM kabupaten Tana Tidung. Mengumpulkan data dengan menggunakan metode purposive sampling dengan mengambil data berupa Laporan Realisasi Anggaran (LRA) dan Laporan akuntabilitas Kinerja instansi pemerintahan, dengan rumus perhitungan menggunakan (1) Rasio Ekonomis, (2) Rasio Efisiensi, dan (3) Rasio Efektivitas. Hasil penelitian menunjukan kinerja keuangan Dinas perindustrian Perdagangan koperasi dan UKM kabupaten tana tidung pada tahun 2018-2022 jika dilihat dari : (1) Rasio Ekonomis tergolong cukup ekonomis,meskipun terjadi fluktuasi. (2) Rasio Efisiensi tergolong cukup efisien setiap tahunnya. (3) Rasio Efektivitas tergolong cukup Efektif Setiap tahunnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangunan daerah merupakan salah satu pemanfaatan sumber daya yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memberikan kesempatan kerja, membuka lapangan usaha, memberikan akses terhadap pengambilan kebijakan, dan dapat berdaya saing meningkatkan indeks pembangunan manusia. Dalam upaya pemerintah menciptakan lapangan usaha juga dapat ditemukan di lingkungan pasar. Pasar merupakan suatu komunitas tempat bertemunya antara para penjual yang membawa barang yang akan mereka tawarkan kepada para calon pembeli yang datang. Maka dari itu untuk memenuhi kebutuhan tempat usaha tersebut, masyarakat yang ingin membuka usaha dagang mau tidak mau melakukan perjanjian sewa menyewa kios pada tempat – tempat yang dianggap strategis sebagai tempat usaha. Kegiatan sewa menyewa pun terjadi antara para pedagang kios pasar dengan pemerintah terkait yaitu Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Malinau sebagai instansi pengelola pasar. Salah satu kewajiban pihak penyewa ialah wajib retribusi. Melalui peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malinau dalam mengawasi, membina dan mengelola bangunan kios pasar kepada para pedagang pun bertujuan untuk mempermudah dalam perekonomian. Meskipun pengelolaan pasar dalam praktiknya tidaklah semudah yang dibayangkan. Masih saja ada dijumpai beberapa pedagang di pasar yang melanggar peraturan. Meskipun larangan – larangan tersebut telah diatur secara tegas dalam peraturan pemerintah daerah setempat, masih saja terdapat permasalahan yang timbul dalam pengelolaan dan perizinan kios pasar. Dengan kata lain pihak yang melanggarr, tidakmmemenuhi atauutidak melaksanakan kesepakatan dapat dikatakannsebagai perbuatan melanggar atau gagal dalam melaksanakan perjanjian sewa menyewa kios pasar tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
KEMAMPUAN MENULIS SURAT DINAS PADA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS VII DI SMP NEGERI 1 SEBATIK BARAT ABSTRAK Yuliana, 2023, Kemampuan Siswa Menulis Surat Dinas Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas VII Di SMP Negeri 1 Sebatik Barat. (dibimbing oleh Siti Sulistyani Pamuji dan Siti Fathonah). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa baik siswa kelas VIIA di SMP Negeri 1 Sebatik Barat dapat menulis surat dinas. Penelitian Kelas (PK) adalah nama untuk jenis penelitian ini. Metode kuantitatif digunakan dalam penelitian ini. Dalam penelitian ini, siswa diberikan tes instrumen berbasis esai sebagai metode pengumpulan data. Menulis surat dinas ditugaskan kepada siswa. Penelitian ini menggunakan analisis data kuantitatif dan kualitatif sebagai metode analisis data. Hasil serta pembahasan bahwa pencapaian kemampuan siswa dalam menulis surat dinas berdasarkan peristiwa yang pernah dialami pada siswa kelas VII A SMP Negeri 1 Sebatik Barat dengan pencapaian nilai rata-rata 87 dengan predikat A (sangat baik) telah mencapai nilai ketuntasan minimal. Hal ini dibuktikan dengan penjelasan menulis surat dinas. Aspek yang dinilai berdasarkan isi, organisasi atau penyajian, dan bahasa. Aspek yang pertama yaitu kesesuaian bentuk surat dengan nilai 85 dengan persentase 85%. Aspek yang kedua kelengkapan bagian surat dengan nilai 96 dengan persentase 96%. Aspek yang ketiga penulisan bagian surat dengan nilai 86 dengan persentase 86%. Aspek yang ke empat kejelasan isi surat dengan nilai 93 dengan persentase 93%. Aspek kelima pilihan kata dengan nilai 86 dengan persentase 86%. Aspek ke enam tanda baca dan ejaan dengan nilai 76 dengan persentase 76%. Aspek terakhir yaitu aspek ketujuh penyusunan kalimat dengan nilai 84 dengan persentase 84%. Kata Kunci: Kemampuan Menulis, Surat Dinas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesalahan ejaan dan tanda baca pada surat dinas keluar di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan. Adapun jenis penelitian ini bersifat kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini ialah berupa surat dinas keluar di Kelurahan Mamburungan Timur Kota Tarakan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini berupa teknik simak dan teknik catat. Berdasarkan hasil penelitian, dari 31 surat dinas keluar yang dianalisis terdapat 8 jenis kesalahan yaitu 1) Kesalahan Penulisan Kop Surat sebanyak 24 kesalahan. 2) Kesalahan Penggunaan Huruf Kapital sebanyak 31 kesalahan. 3) Kesalahan Penulisan Tanggal Surat sebanyak 31 kesalahan. 4) Kesalahan Penulisan Nomor Surat sebanyak 27 kesalahan. 5) Kesalahan Penulisan Preposisi {di} sebanyak 16 kesalahan. 6) kesalahan penggunaan tanda baca titik (.) sebanyak 21 kesalahan. 7) Kesalahan Penggunaan Tanda Baca Koma (,) sebanyak 22 kesalahan. 8) Kesalahan Penggunaan Tanda Baca Kurung () sebanyak 19 kesalahan. Total keseluruhan yang ditemukan pada surat dinas keluar sebanyak 191 kesalahan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Keandalan pada jaringan distribusi diperlukan untuk menjaga kontinuitas penyaluran tenaga listrik hingga ke konsumen. Tingkat keandalan dipengaruhi jumlah pemadaman dan lama pemadaman. Pemadaman dapat terjadi karena pemeliharaan atau gangguan, gangguan yang sering terjadi adalah gangguan hubung singkat. Dalam mengatasi gangguan hubung singkat ini diperlukan koordinasi antar pengaman jaringan distribusi agar dapat mengisolasi gangguan dan melindungi jaringan distribusi serta peralatan yang berada di jaringan tersebut. Pada skripsi ini dibahas mengenai koordinasi dari peralatan pengaman yaitu rele arus lebih, pemutus balik otomatis (recloser), dan fuse pada jaringan distribusi 20 kV PT. PLN (Persero) Tarakan. Koordinasi ini dilakukan untuk memperoleh sistem pengaman yang benar menggunakan program komputer. Penelitian ini mensimulasikan arus gangguan satu fasa ke tanah dan tiga fasa. Dari hasil simulasi diperoleh hasil sistem proteksi yang sudah terkoordinasi bahwa apabila terjadi gangguan yang pertama kali bekerja yaitu pemutus balik otamtis (recloser) mebuka dan menutup dengan cepat, kemudian apabila gangguan masih ada setelah recloser menutup kembali fuse bekerja memutus gangguan, apabila fuse gagal bekerja maka rele arus lebih mumutus gangguan dan recloser menutup kembali. Apabila gangguang masih ada recloser akan membuka secara tetap (lock out).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah termasuk dalam gangguan temporer. Sistem proteksi pertama yang dilakukan untuk mengamankan sistem yaitu menggunakan sekering, kemudian dilanjutkan menggunakan Rele Arus Lebih (OCR). PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tarakan adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berlokasi di kota tarakan tepatnya di gunung belah. Pada penyulang 5 di kota tarakan sering mengalami gangguan sehingga sering terjadi pemutusan penyaluran energi listrik pada daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari semua proteksi rele arus lebih (OCR) untuk gangguan satu fasa ke tanah Pada penyulang 5 yang totalnya ada 3 buah rele arus lebih (OCR) dengan penempatan wilayah yang berbeda-beda agar pelayanan energi listrik dapat disalurkan dengan baik. Hasil nilai arus gangguan hubung singkat 1 fasa ke tanah terbesar pada sisi incoming penyulang 5 1.820A dengan waktu operasi kerja rele arus lebih (OCR) 0,66s. Pada sisi out going kampung 4 nilai arus gangguan hubung singkat 1 fasa ke tanah terbesar 2.003A dengan waktu operasi kerja rele arus lebih (OCR) 0,33s. pada sisi out going amal nilai arus gangguan hubung singkat 1 fasa ke tanah terbesar 1.732A dengan waktu operasi kerja rele arus lebih (OCR) 0,35s. Koordinasi waktu kerja rele arus lebih (OCR) untuk memproteksi jaringan distribusi dari sisi incoming penyulang 5 ke out going kampung 4 dengan selisih waktu kerja rele 0,33s. Koordinasi waktu kerja rele arus lebih (OCR) untuk memproteksi jaringan distribusi dari sisi incoming penyulang 5 ke out going amal dengan selisih waktu kerja rele 0,31s.