Analisa Potensi Sampah Organik sebagai Energi Alternatif Kelistrikan Kota Tarakan
Peningkatan jumlah penduduk di Kota Tarakan berdampak langsung pada meningkatnya volume sampah, khususnya sampah organik rumah tangga. Salah satu energi alternatif yang digunakan untuk memehuni pasokan energi listrik yaitu makanan, dedaunan,limbah pertanian dan kotoran hewan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi sampah organik sebagai sumber energi listrik terbarukan di Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data volume sampah organik dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan tahun 2024 hingga lima bulan pertama tahun 2025, serta perhitungan potensi biogas dan energi listrik menggunakan rumus konversi standar. Data menunjukkan komposisi sampah organik rata-rata sebesar 43,56% dari total timbulan sampah. Pada tahun 2024, volume sampah organik mencapai 25.590,4 ton dengan potensi energi listrik sebesar 31.209,7 kWh, sedangkan pada periode Januari–Mei 2025 potensi energi mencapai 9.087,8 kWh. Hasil pengukuran skala kecil menunjukkan setiap 5 kg sampah organik mampu menghasilkan energi listrik sekitar 0,0044 kWh. Analisis grafik menunjukkan hubungan yang konsisten antara berat sampah dengan jumlah biogas, gas metana, dan energi listrik yang dihasilkan. Dari hasil perhitungan dan analisa yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sampah organik di Kota Tarakan memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif berbasis biogas yang dapat mendukung penyediaan listrik lokal apabila dikelola secara optimal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan sistem pemilahan sampah yang lebih baik dan pengkajian berkala untuk meningkatkan efisiensi konversi sampah menjadi energi listrik.