ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemanfaatan kotoran sapi dan fly ash dalam bentuk briket komposit dikaji sebagai pendekatan pemanfaatan limbah sekaligus kandidat bahan bakar pendamping pada skema co-firing PLTU. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi karakteristik briket berdasarkan variasi rasio kotoran sapi dan fly ash serta variasi jenis dan kombinasi perekat alami, kemudian mengestimasi potensi energi listrik secara teoretis. Penelitian eksperimental dilakukan pada 24 formulasi dengan rasio kotoran sapi dan fly ash sebesar 30:60, 40:50, 50:40, dan 60:30. Perekat yang digunakan yaitu tapioka, rumput laut, dan molase dengan variasi perekat tunggal 10% serta kombinasi dua perekat masing-masing 5%. Parameter pengujian meliputi kadar air, persentase residu pembakaran, nilai kalor menggunakan kalorimeter bom, dan durasi pembakaran. Estimasi energi listrik dihitung berdasarkan nilai kalor, massa sampel, dan asumsi efisiensi konversi 40%. Hasil penelitian menunjukkan kadar air sebesar 2,1–6,7%, persentase residu pembakaran 21–42%, dan nilai kalor 5,42–8,95 MJ/kg. Formulasi 60% kotoran sapi, 30% fly ash, dan molase 10% menghasilkan nilai kalor tertinggi sebesar 8,95 MJ/kg dengan kadar air 3,0% dan residu pembakaran 22%. Pada massa sampel 64 g, formulasi tersebut menghasilkan energi termal total sekitar 572,5 kJ dan estimasi energi listrik teoretis sebesar 63,61 Wh per sampel. Persentase residu pembakaran dalam penelitian ini tidak diperlakukan sebagai kadar abu standar karena pengujian tidak menggunakan furnace dengan temperatur dan waktu terkontrol. Selain itu, estimasi energi listrik belum merepresentasikan keluaran aktual PLTU, sehingga kelayakan co-firing masih memerlukan pengujian campuran dengan batu bara, evaluasi emisi, slagging/fouling, dan performa boiler.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah jeroan ikan dari pasar tradisional Kota Tarakan dan lumpur mangrove sebagai media penghasil energi listrik menggunakan sistem Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian dilaksanakan pada September–November 2025 di Laboratorium Minihatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan dua perlakuan, yaitu perlakuan dengan penambahan lumpur mangrove dan perlakuan tanpa lumpur mangrove, masing-masing dilakukan tiga kali pengulangan selama 60 hari pengamatan. Limbah jeroan ikan digunakan sebagai substrat organik, sedangkan lumpur mangrove berfungsi sebagai sumber mikroorganisme elektrogenik. Pengukuran tegangan dilakukan setiap hari menggunakan multimeter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua perlakuan mampu menghasilkan energi listrik dengan kecenderungan peningkatan tegangan selama masa pengamatan. Tegangan rata-rata pada perlakuan dengan lumpur mangrove sebesar 0,7108 V, sedangkan perlakuan tanpa lumpur mangrove sebesar 0,7015 V. Tegangan maksimum yang diperoleh mencapai sekitar 0,78 V. Hasil uji statistik t-test menunjukkan bahwa perbedaan kedua perlakuan tidak signifikan secara statistik (p>0,05), namun secara deskriptif penambahan lumpur mangrove menghasilkan tegangan yang lebih tinggi dan mempercepat fase adaptasi mikroorganisme dalam sistem MFC. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah jeroan ikan memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan limbah perikanan secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah jeroan ikan dari pasar tradisional Kota Tarakan dan lumpur mangrove sebagai media penghasil energi listrik menggunakan sistem Microbial Fuel Cell (MFC). Penelitian dilaksanakan pada September–November 2025 di Laboratorium Minihatchery Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan. Metode penelitian menggunakan dua perlakuan, yaitu perlakuan dengan penambahan lumpur mangrove dan perlakuan tanpa lumpur mangrove, masing-masing dilakukan tiga kali pengulangan selama 60 hari pengamatan. Limbah jeroan ikan digunakan sebagai substrat organik, sedangkan lumpur mangrove berfungsi sebagai sumber mikroorganisme elektrogenik. Pengukuran tegangan dilakukan setiap hari menggunakan multimeter digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua perlakuan mampu menghasilkan energi listrik dengan kecenderungan peningkatan tegangan selama masa pengamatan. Tegangan rata-rata pada perlakuan dengan lumpur mangrove sebesar 0,7108 V, sedangkan perlakuan tanpa lumpur mangrove sebesar 0,7015 V. Tegangan maksimum yang diperoleh mencapai sekitar 0,78 V. Hasil uji statistik t-test menunjukkan bahwa perbedaan kedua perlakuan tidak signifikan secara statistik (p>0,05), namun secara deskriptif penambahan lumpur mangrove menghasilkan tegangan yang lebih tinggi dan mempercepat fase adaptasi mikroorganisme dalam sistem MFC. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah jeroan ikan memiliki potensi sebagai sumber energi alternatif ramah lingkungan sekaligus mendukung pengelolaan limbah perikanan secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pengembangan Media Pembelajaran Miniatur Energi Listrik Pada Mata Pelajaran IPAS Kelas 5A Di SDN 029 Juata Sesanip Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa miniatur energi listrik yang layak dan menarik digunakan dalam pembelajaran IPAS kelas 5A di SDN 029 Juata Sesanip Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian terdiri dari ahli materi, ahli media, ahli bahasa, serta siswa kelas 5A yang menjadi responden dalam uji coba terbatas maupun uji coba lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran miniatur energi listrik dinyatakan sangat layak berdasarkan validasi ahli materi (100%), ahli media (96%), dan ahli bahasa (92%), sedangkan respon siswa pada uji coba terbatas mencapai 98,4% dan pada uji coba lapangan 87,04%, dengan rata-rata 95% yang berada pada kategori sangat menarik. Dengan demikian, miniatur energi listrik terbukti layak, inovatif, dan efektif sebagai media pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi serta pemahaman siswa terhadap konsep energi listrik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pemanfaatan limbah kulit udang sebagai substrat dalam menghasilkan energi listrik menggunakan teknologi Microbial Fuel Cell (MFC) berhasil dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur potensial yang dihasilkan akibat adanya aktivitas dari bakteri yang terdapat pada substrat tersebut. Terdapat dua perlakuan untuk mengkonfirmasi adanya aktivitas bakteri. Perlakuan 2 yaitu hanya menggunakan limbah kulit udang windu sebagai substrat dan penambahan lumpur mangrove pada substrat. Tahap awal dari penelitian ini adalah proses hidrolisis limbah dengan menggunakan aquades (rasio 1:12 b/v) selama 24 jam, dilanjutkan dengan pemasangan elektroda karbon twill (anoda tenggelam, katoda di permukaan), serta pengukuran potensial listrik harian menggunakan multimeter digital. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kedua perlakuan sama-sama mampu menghasilkan energi listrik. Namun, perlakuan 2 dengan penambahan lumpur mangrove menunjukkan kinerja lebih baik, ditandai dengan tegangan rata-rata 0,75 V serta puncak tertinggi 0,8665 V. Sebaliknya, perlakuan 1(tanpa lumpur mangrove) hanya menghasilkan rata-rata 0,61 V dengan tingkat fluktuasi yang lebih besar. Selain itu, penambahan lumpur mangrove terbukti mempercepat respons sistem dan meningkatkan kestabilan daya listrik yang dihasilkan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan lumpur mangrove berperan signifikan dalam meningkatkan keanekaragaman mikroba dan mempercepat proses degradasi substrat, sehingga menghasilkan efisiensi konversi energi yang lebih tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan jumlah penduduk di Kota Tarakan berdampak langsung pada meningkatnya volume sampah, khususnya sampah organik rumah tangga. Salah satu energi alternatif yang digunakan untuk memehuni pasokan energi listrik yaitu makanan, dedaunan,limbah pertanian dan kotoran hewan. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi sampah organik sebagai sumber energi listrik terbarukan di Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pengumpulan data volume sampah organik dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan tahun 2024 hingga lima bulan pertama tahun 2025, serta perhitungan potensi biogas dan energi listrik menggunakan rumus konversi standar. Data menunjukkan komposisi sampah organik rata-rata sebesar 43,56% dari total timbulan sampah. Pada tahun 2024, volume sampah organik mencapai 25.590,4 ton dengan potensi energi listrik sebesar 31.209,7 kWh, sedangkan pada periode Januari–Mei 2025 potensi energi mencapai 9.087,8 kWh. Hasil pengukuran skala kecil menunjukkan setiap 5 kg sampah organik mampu menghasilkan energi listrik sekitar 0,0044 kWh. Analisis grafik menunjukkan hubungan yang konsisten antara berat sampah dengan jumlah biogas, gas metana, dan energi listrik yang dihasilkan. Dari hasil perhitungan dan analisa yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sampah organik di Kota Tarakan memiliki potensi yang besar untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif berbasis biogas yang dapat mendukung penyediaan listrik lokal apabila dikelola secara optimal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan sistem pemilahan sampah yang lebih baik dan pengkajian berkala untuk meningkatkan efisiensi konversi sampah menjadi energi listrik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Energi listrik merupakan energi yang sangat dibutuhkan oleh semua orang sampai saat ini. Energi listrik dapat diperoleh dengan memanfaatkan energi angin yang menggunakan bantuan turbin. Turbin dibagi menjadi dua yaitu turbin sumbu horizontal dan turbin sumbu veritkal, turbin yang digunakan pada penelitian ini merupakan turbin sumbu vertikal jenis turbin savonius. Turbin savonius dapat bekerja pada kecepatan angin yang rendah sehingga sangat berguna untuk penelitian ini yang menggunakan variasi angin dari 2,5 m/s, 3 m/s, 4 m/s, 4,5 m/s dan 5 m/s. Adapun tahapan pada penelitian ini adalah menentukan nilai RPM, tegangan listrik dan arus listrik Dimana dalam perhitungan menggunakan rumus yang berkaitan dengan performa dari turbin savonius, yaiutu nilai daya angin (Pw), daya mekanik atau generator (Pm) dan koefisien daya. kecepatan angin 5 m/s pada turbin savonius L dua sudu didapatkan nilai dari daya angin 6,437 Watt, nilai daya mekanik 0,0253 Watt dan koefisien daya 0,0039 sedangkan untuk turbin savonius L tiga sudu nilai daya angin yang didapat 6,437 Watt, nilai daya mekanik 0,0342 Watt dan koefisien daya 0,0053.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Untuk menunjang kehidupan masyarakat Indonesia saat ini, Energi listrik merupakan energi yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat. Penggunaan sel surya ini akan lebih diminati karena dapat dirancang untuk pemenuhan listrik dari yang kecil sampai besar. Sehingga dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang relevan dan di berbagai tempat seperti perkantoran, pabrik, perumahan, sekolahan. Skema pembangkit listrik terbarukan ini digunakan untuk membantu sistem kelistrikan yaitu dengan cara membangun sistem PLTS untuk mengurangi penggunaan listrik produksi PLN di atau bahkan menggatikan energy listrik dari PLN jika sewaktu-waktu terjadi pemadaman listrik. SMK Negeri 2 Tarakan merupakan salah satu bidang pendidikan dikota Tarakan yang memiliki kebutuhan listrik yang cukup tinggi. Pada pengujian ini mendapatkan Kapasitas Baterai yang akan digunakan adalah 12.300 Ah. Dengan jumlah baterai sebanyak 30 buah, dengan menggunakan rating Ah baterai 500 Ah. Kapasitas Panel Surya yang digunakan adalah 46.000 Wp, sebanyak 92 buah panel dengan masing – masing panel 500 Wp. Kapasitas Charge Controller dari hasil perhitungan adalah 1.045,12 A. Tetapi kapasitas yang dipilih tidak lebih rendah dari perhitungan. Maka total kapasitas charge controller yang dipakai adalah 250 A.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Pelepasan beban merupakan fenomena sistem tenaga listrik yang mengizinkan beberapa beban lepas dalam rangka memelihara kestabilan sistem tenaga listrik. Pelepasan beban dapat terjadi akibat penurunan frekuensi karena adanya ketidakseimbangan antara daya aktif yang dibangkitkan generator dan konsumsi beban. Penurunan frekuensi tersebut apabila tidak cepat diatasi dapat menyebabkan pemadaman total yang dapat menimbulkan kerugian bagi sistem tenaga listrik, dalam hal ini adalah hilangnya produksi suatu perusahaan minyak, dan memberikan efek negatif terhadap generator yang masih aktif bekerja. Efek negatif tersebut antara lain adalah pemanasan pada generator, vibrasi rotor dan terjadinya eksitasi lebih. Olehnya itu, dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pelepasan beban terhadap penjualan energi listrik feeder IV PT PLN (Persero) ULP Kota Tarakan. Di dalam jaringan listrik distribusi feeder IV Tarakan ada terdapat beberapa transformator yang digunakan yaitu sebanyak 64 transformator. Dalam hasil simulasi load flow single line diagram dengan menggunakan software, hasil didalam simulasi tersebut berupa nilai KW dan KVAR serta tertera nilai pada sumber daya, bus, percabangan, dan bebannya. Untuk kerugian energi listrik akibat pelepasan beban ada 2 jenis, yaitu kerugian untuk pelanggan umum dan kerugian untuk pelanggan khusus dalam kurun waktu 1 tahun. Kerugian energi pada pelanggan umum dalam setahun yang diterima oleh PT PLN sebesar Rp. 385.140.458 (KWh) dan kerugian energi pada pelanggan khusus selama 1 tahun yang di terima oleh PT PLN sebesar Rp 214.124.746 (KWh) dan Rp 51.006.625 (KVARh).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Latar belakang penelitian ini berupa analisa gangguan peralatan dan sistem distribusi yang terjadi dalam proses penyaluran energi listrik. Dimana dampak langsung yang dirasakan akibat dari gangguan tersebut adalah pemadaman. Pemadaman listrik menyebabkan menurunnya kontinuitas pelayanan pada pelanggan dan mengakibatkan banyaknya kehilangan energi listrik yang tidak tersalurkan ke pelanggan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui teknik optimalisasi pemeliharaan jaringan distibusi, bagaimana mengurangi nilai energy not supplied (ENS), mengetahui kerugian akibat ENS dan mengetahui total energi listrik yang tersalurkan setelah dilakukan pemeliharaan preventif. Penelitian ini menggunakan metode pemeliharaan preventif, yakni pemeliharaan yang dapat mencegah terjadinya kerusakan tak terduga pada jaringan dan peralatan sistem distibusi. Penelitian ini menghasilkan optimalisasi Tindakan pemeliharaan preventif berupa pengurangan gangguan sesudah pemeliharaan preventif dari 7 kali gangguan pada bulan Februari menjadi 2 kali gangguan pada bulan Maret. Sebelum dilakukan pemeliharaan preventif kerugian akibat ENS sebesar Rp. 36.192.017,626 dan total energi listrik yang tak tersalurkan sebesar 25.025,76 kWh. Setelah dilakukan pemeliharaan preventif terjadi penurunan yang signifikan terhadap total kerugian akibat ENS sebesar Rp. 953.516,447 dan jumlah energi listrik yang tak tersalurkan yaitu sebesar 659,28 kWh. Penelitian ini dapat meningkatkan efisiensi pemeliharaan akibat kerugian energi listrik sebesar sebesar 97,36% pada selang waktu data penelitian ini dikelola saat dilaksanakan pengambilan data di lapangan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Konsumsi daya yang selalu berubah dapat mempengaruhi tegangan terminal generator, sehingga mengakibatkan penurunan keandalan sistem generator. Oleh karena itu diperlukan Automatic Voltage Regulator (AVR) , AVR merupakan suatu alat yang mampu mengatur besar kecilnya tegangan dan arus eksitasi yang akan disuplai ke generator bergantung dari besar kecilnya beban yang dikonsumsi. Pada penelitian ini akan dibuat sebuah AVR dengan metode Fuzzy Logic Control (FLC) yang mampu mengatur tegangan terminal generator pada nominal 220V dimana ketika dilakukan pengujian tanpa beban didapatkan nilai delay time = 0.45 sekon, rise time = 0.72 sekon, nilai peak time = 0.65 sekon, nilai max overshoot = 2.27 % nilai settling time = 1.15 sekon, dan error steady state sebesar 0%. AVR mampu memperbaiki tegangan terminal dalam waktu ± 8 detik saat generator diberi beban resistif, dan ± 6 detik saat generator diberi beban induktif dan kapasitif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Energi listrik merupakan satu dari kebutuhan pokok di era sekarang, sebagian besar aktifitas manusia membutuhkan energi listrik, Maka peningkatan akan kebutuhan energi listrik pun bertambah, mengakibatkan permasalahan pada sistem bertambah. Ketidakstabilan pada tegangan dapat mengakibatkan pula permasalahan pada sistem dan buruknya kualitas daya listrik. Adanya sistem proteksi maka perangkat yang berhubungan dengan listrik akan menjadi aman dan terhindar dari kerusakan. Auto Voltage Regulator digunakan untuk memperbaiki nilai tegangan pada titik dimana alat itu dipasang. Auto Voltage Regulator (AVR) yang sering digunakan merupakan tipe autotransformator. Pada penelitian ini mengimplementasikan dimmer PWM (Pulse Width modulation) sebagai AVR. Dimmer merupakan rangkaian elektronika yang memodifikasi bentuk sinyal AC (Alternative Current) murni menjadi sinyal termodulasi sehingga tegangan keluaran dapat diatur. Hasil dari pengujian dengan memberikan berbagai macam nilai masukkan tegangan yang berbeda-beda. Didapatkan sistem dengan memberikan nilai input sebesar 195 dengan keluaran sistem juga sebesar 194, tetapi bila sistem diberikan masukkan diatas Set Point maka sistem mampu menurunkan tegangan sampai dengan 220 volt.