Abstrak
Gangguan hubung singkat satu fasa ke tanah termasuk dalam gangguan temporer. Sistem proteksi pertama yang dilakukan untuk mengamankan sistem yaitu menggunakan sekering, kemudian dilanjutkan menggunakan Rele Arus Lebih (OCR). PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) Tarakan adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berlokasi di kota tarakan tepatnya di gunung belah. Pada penyulang 5 di kota tarakan sering mengalami gangguan sehingga sering terjadi pemutusan penyaluran energi listrik pada daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari semua proteksi rele arus lebih (OCR) untuk gangguan satu fasa ke tanah Pada penyulang 5 yang totalnya ada 3 buah rele arus lebih (OCR) dengan penempatan wilayah yang berbeda-beda agar pelayanan energi listrik dapat disalurkan dengan baik. Hasil nilai arus gangguan hubung singkat 1 fasa ke tanah terbesar pada sisi incoming penyulang 5 1.820A dengan waktu operasi kerja rele arus lebih (OCR) 0,66s. Pada sisi out going kampung 4 nilai arus gangguan hubung singkat 1 fasa ke tanah terbesar 2.003A dengan waktu operasi kerja rele arus lebih (OCR) 0,33s. pada sisi out going amal nilai arus gangguan hubung singkat 1 fasa ke tanah terbesar 1.732A dengan waktu operasi kerja rele arus lebih (OCR) 0,35s. Koordinasi waktu kerja rele arus lebih (OCR) untuk memproteksi jaringan distribusi dari sisi incoming penyulang 5 ke out going kampung 4 dengan selisih waktu kerja rele 0,33s. Koordinasi waktu kerja rele arus lebih (OCR) untuk memproteksi jaringan distribusi dari sisi incoming penyulang 5 ke out going amal dengan selisih waktu kerja rele 0,31s.