Hasil pencarian
Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.
Pencarian lanjut AND / OR / NOT
Penerapan Senam Kaki Terhadap Penurunan Glukosa Darah Sewaktu Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PADA PASIEN POST OP SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI LETAK SUNGSANG DI RUANG MAWAR RSUD DR. H. JUSUF SK TARAKAN
ASUHAN KEPERAWATAN MATERNITAS PADA PASIEN POST OP SECTIO CAESAREA DENGAN INDIKASI LETAK SUNGSANG DI RUANG MAWAR RSUD DR. H. JUSUF SK TARAKAN
Hubungan Perilaku Makan Anak dengan Kejadian Kekurangan Gizi Pada Anak Di Wilayah Pantai Amal Kota Tarakan
Hubungan Perilaku Makan Anak dengan Kejadian Kekurangan Gizi Pada Anak Di Wilayah Pantai Amal Kota Tarakan
DESKRIPSI PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VI A SDN 004 SEBENGKOK TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas VI-A di SDN 004 Sebengkok Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, dan informan pada penelitian ini meliputi guru wali kelas VI-A dan 6 siswa kelas VI-A. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam meningkatkan minat belajar siswa yaitu sudah dilakukan dengan cukup baik. Adapun peran guru kelas dalam meningkatkan minat belajar siswa sebagai fasilitator berperan dalam memfasilitasi kemudahan belajar siswa dengan gembira, menyenangkan dan bebas mengeluarkan pendapat secara terbuka guru kelas melakukan pembelajaran menggunakan media pembelajaran seperti PPT, Video pembelajaran, dan alat peraga. Guru kelas sebagai evaluator berperan menjadi penilai yang baik dalam memberikan penilaian siswa dengan melakukan tanya jawab dikelas, melakukan tes lisan dan tertulis. Guru kelas sebagai mediator berperan memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai media pembelajaran, guru kelas melakukan pembelajaran dengan menggunakan media PPT, Video pembelajaran dan alat peraga agar siswa antusias dalam mengikuti pelajaran dikelas. Guru kelas berperan sebagai motivator dengan memberi dorongan semangat kepada siswa, memberi nasihat, teguran, menata ruang kelas, menggunakan media pembelajaran dan alat peraga sehingga siswa dapat termotivasi mengikuti pembelajaran dikelas.
kk
;;
DESKRIPSI PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA KELAS VI A SDN 004 SEBENGKOK TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dalam meningkatkan minat belajar siswa kelas VI-A di SDN 004 Sebengkok Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sekunder, dan informan pada penelitian ini meliputi guru wali kelas VI-A dan 6 siswa kelas VI-A. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam meningkatkan minat belajar siswa yaitu sudah dilakukan dengan cukup baik. Adapun peran guru kelas dalam meningkatkan minat belajar siswa sebagai fasilitator berperan dalam memfasilitasi kemudahan belajar siswa dengan gembira, menyenangkan dan bebas mengeluarkan pendapat secara terbuka guru kelas melakukan pembelajaran menggunakan media pembelajaran seperti PPT, Video pembelajaran, dan alat peraga. Guru kelas sebagai evaluator berperan menjadi penilai yang baik dalam memberikan penilaian siswa dengan melakukan tanya jawab dikelas, melakukan tes lisan dan tertulis. Guru kelas sebagai mediator berperan memiliki pengetahuan dan pemahaman mengenai media pembelajaran, guru kelas melakukan pembelajaran dengan menggunakan media PPT, Video pembelajaran dan alat peraga agar siswa antusias dalam mengikuti pelajaran dikelas. Guru kelas berperan sebagai motivator dengan memberi dorongan semangat kepada siswa, memberi nasihat, teguran, menata ruang kelas, menggunakan media pembelajaran dan alat peraga sehingga siswa dapat termotivasi mengikuti pembelajaran dikelas.
Kesiapan Guru Dalam Persiapan Program Inklusi di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Tarakan
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang pendidikan inklusif bagi peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki kecerdasan atau bakat istimewa, pemerintah kabupaten/kota menunjuk minimal satu sekolah inklusi dalam setiap kecamatan, dikarenakan belum terdapat sekolah inklusi di Kota Tarakan maka dari itu keberadaan sekolah inklusi di kota Tarakan sangat diperlukan, agar anak berkebutuhan khusus yang masih bisa ditangani bisa mendapatkan hak pendidikan di sekolah regular, kesiapan guru dalam program inklusi ini sangat penting agar program inklusi berjalan dengan semestinya sesuai tujuan yang ingin dicapai dengan aspek kesiapan sikap dan emosi, kesiapan kognitif dan kesiapan berprilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan guru sekolah menengah atas negeri yang ada di kota Tarakan dalam persiapan program Inklusi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan dekriptif dan informan penelitian terdiri dari 9 subjek diantaranya kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling serta guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data, menggunakan metode Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa kesiapan sikap dan emosi hanya dua guru yang siap karena sudah memiliki pengalaman mengikuti pelatihan inklusi, sisanya menyatakan belum siap karena belum memahami tentang program inklusi. Pada aspek kognitif hanya dua guru yang siap karena telah memahami metode pelajaran dan proses pembelajaran pada program inklusi melalui pelatihan, sisanya terdapat guru yang belum siap karena belum memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap inklusi. Pada aspek berperilaku guru-guru memiliki kesiapan dalam melakukan kerja sama dengan instansi manapun untuk meningkatkan kreativitas anak berkebutuhan khusus.
STUDI ANALISIS PENGARUH HAMBATAN SAMPING TERHADAP KINERJA RUAS JALAN (STUDI KASUS: JL.SLAMET RIADI KP.BUGIS KEC. TARAKAN BARAT KALIMANTAN UTARA).
Seiring dengan berkembangnya Kota Tarakan, kebutuhan kendaraan akan semakin meningkat di setiap saat yang tidak diikuti dengan bertambahnya kapasitas jalan dan dapat mengakibatkan hambatan samping dan kinerja ruas Jalan Slamet Riadi tidak sesuai dengan kapasitasnya. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data volume kendaraan, data hambatan samping, serta data geometrik jalan. Lokasi penelitian dilakukan pada Jalan Slamet Riadi sepanjang 200 Meter pada hari Senin – Rabu. Untuk survey volume lalu lintas dan hambatan samping dilakukan dengan cara manual yaitu dengan mencatat setiap kendaraan yang melintas berdasarkan klasifikasi kendaraan, dan juga jenis hambatan samping di sepanjang titik yang telah di tentukan. Dari hasil analisis yang diperoleh jumlah arus lalu lintas tertinggi total dua arah mencapai 1289,85 smp/jam, besarnya nilai hambatan samping yang terjadi mencapai 736,5 kejadian /jam, dimana nilai hambatan samping yang besar dapat mempengaruhi kinerja ruas jalan, dan nilai kapasitas jalan sebesar 2011,37 smp/jam, serta besarnya kecepatan yang di dapatkan sebesar 26,3 km/jam yang mengakibatkan kecepatan kendaraan pada Jalan Slamet Riadi mulai terganggu, dan hal tersebut menghasilkan derajat kejenuhan sebesar 0,63134 sehingga masuk kedalam kategori tingkat pelayanan jalan dengan skor C. Untuk meningkatkan kecepatan kendaraan pada ruas jalan ini, dapat dilakukannya solusi untuk mengurangi hambatan samping seperti menghilangkan kendaraan parkir dan berhenti di badan jalan serta mengurangi pejalan kaki agar lebar efektifitas jalan bertambah. Sehingga tingkat pelayanan jalan menjadi kategori B.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Orang Tua Tentang Imunisasi Anak Usia Balita Yang Stunting Dan Berisiko Stunting
Imunisasi merupakan pencegahan primer terhadap penyakit infeksi yang paling efektif dan murah serta juga dapat menghindarkan terjadi penyakit menular. Imunisasi yang dilakukan tepat waktu dapat mengurangi risiko stunting karena dapat mencegah penyakti yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengatahuan dan kepatuhan orang tua tentang imunisasi anak usia balita yang stunting dan berisiko stunting. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan desain one group post test only desain. teknik sampling yang digunakan orang tua balita (ibu atau ayah). Data dianalisa secara univariat dan bivariat. Hasil uji one sample T-Test menunjukan pendidikan kesehatan ridak efektif memengaruhi pengetahuan orang tua mengenai imunisasi anak (P = 0,232). Hasil uji chi-square menunjukan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan orang tua setelah diberikan pendidikan kesehatan dengan tingkat kepatuhan imunisasi (P = 0,378). Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan tidak mempengaruhi pengetahuan dan kepatuhan orang tua mengenai imunisasi.
Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Orang Tua Tentang Imunisasi Anak Usia Balita Yang Stunting Dan Berisiko Stunting
Imunisasi merupakan pencegahan primer terhadap penyakit infeksi yang paling efektif dan murah serta juga dapat menghindarkan terjadinya penyakit menular. Imunisasi yang dilakukan tepat waktu dapat mengurangi risiko stunting karena dapat mencegah penyakit yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan kepatuhan orang tua tentang imunisasi anak usia balita yang stunting dan berisiko stunting. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pra eksperimen dengan menggunakan desain one group post-test only design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 21 responden yang merupakan orang tua balita (ibu atau ayah). Data dianalisa secara univariat dan bivariat. Hasil uji One Sample T-Test menunjukkan pendidikan kesehatan tidak efektif memengaruhi pengetahuan orang tua mengenai imunisasi anak (p=0,232). Hasil uji Chi-Square menunjukkan semakin baik pengetahuan, maka tidak berarti semakin patuh juga orang tua dalam melakukan imunisasi setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui sosialisasi dan orang tua yang memiliki pengetahuan kurang baik setelah diberikan pendidikan kesehatan akan berisiko tidak patuh 2,25 kali dibandingkan yang pengetahuannya baik (p=0,378;OR=2,250). Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan tidak memengaruhi pengetahuan orang tua tentang imunisasi dan tidak ada hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan kepatuhan imunisasi. Diharapkan perawat dapat memberikan pendidikan kesehatan mengenai pentingnya imunisasi menggunakan media yang menyesuaikan karakteristik sasaran secara aktif dan rutin agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan berpengaruh positif terhadap pengetahuan maupun kepatuhan sasaran dalam melaksanakan imunisasi serta lebih menyeluruh.
Kesiapan Guru Dalam Persiapan Program Inklusi di Sekolah Menengah Atas Negeri Kota Tarakan
Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 70 Tahun 2009 tentang pendidikan inklusif bagi peserta didik yang memiliki kelainan dan memiliki kecerdasan atau bakat istimewa, pemerintah kabupaten/kota menunjuk minimal satu sekolah inklusi dalam setiap kecamatan, dikarenakan belum terdapat sekolah inklusi di Kota Tarakan maka dari itu keberadaan sekolah inklusi di kota Tarakan sangat diperlukan, agar anak berkebutuhan khusus yang masih bisa ditangani bisa mendapatkan hak pendidikan di sekolah regular, kesiapan guru dalam program inklusi ini sangat penting agar program inklusi berjalan dengan semestinya sesuai tujuan yang ingin dicapai dengan aspek kesiapan sikap dan emosi, kesiapan kognitif dan kesiapan berprilaku. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesiapan guru sekolah menengah atas negeri yang ada di kota Tarakan dalam persiapan program Inklusi. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan dekriptif dan informan penelitian terdiri dari 9 subjek diantaranya kepala sekolah, guru bimbingan dan konseling serta guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data, menggunakan metode Miles dan Huberman: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa kesiapan sikap dan emosi hanya dua guru yang siap karena sudah memiliki pengalaman mengikuti pelatihan inklusi, sisanya menyatakan belum siap karena belum memahami tentang program inklusi. Pada aspek kognitif hanya dua guru yang siap karena telah memahami metode pelajaran dan proses pembelajaran pada program inklusi melalui pelatihan, sisanya terdapat guru yang belum siap karena belum memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap inklusi. Pada aspek berperilaku guru-guru memiliki kesiapan dalam melakukan kerja sama dengan instansi manapun untuk meningkatkan kreativitas anak berkebutuhan khusus.
PENGEMBANGAN MODUL BAHASA INDONESIA MATERI TEKS EKSPLANASI BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL KELAS V DI SDN 018 TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul bahasa Indonesia materi teks eksplanasi berbasis kontekstual untuk kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan(R&D) yang bertujuan menghasilkan produk dengan model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian dan pengembangan 4D yang terdiri dari 4 tahap yaitu, tahap define (pendefinisian), design (perencanaan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu pedoman wawancara, lembar validasi, lembar tes soal dan dokumentasi. Hasil validasi untuk mengukur tingkat kelayakan yang diperoleh dari ahli materi sebesar 78,66%, ahli desain sebesar 84%, ahli bahasa sebesar 88,33%, ahli praktisi sebesar 93,75%. Hasil analisis tes soal pada saat uji coba terbatas memperoleh presentase keefektifan sebesar 71,42% dan uji coba lapangan memperoleh presentase sebesar 90,90%. Dapat disimpulkan bahwa kelayakan modul teks eksplanasi berbasis kontekstual dari hasil validasi materi, desain, bahasa, dan praktisi mendapat skor rata-rata sebesar 85,54% termasuk kategori sangat layak. Keefektifan modul teks eksplanasi berbasis kontekstual dari hasil uji coba terbatas dan uji coba lapangan mendapat skor rata-rata sebesar 81,16% termasuk kategori sangat efektif.
PENGEMBANGAN MODUL BAHASA INDONESIA MATERI TEKS EKSPLANASI BERBASIS PENDEKATAN KONTEKSTUAL KELAS V DI SDN 018 TARAKAN
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul bahasa Indonesia materi teks eksplanasi berbasis kontekstual untuk kelas V SD. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan(R&D) yang bertujuan menghasilkan produk dengan model penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model penelitian dan pengembangan 4D yang terdiri dari 4 tahap yaitu, tahap define (pendefinisian), design (perencanaan), develop (pengembangan), dan disseminate (penyebarluasan). Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu pedoman wawancara, lembar validasi, lembar tes soal dan dokumentasi. Hasil validasi untuk mengukur tingkat kelayakan yang diperoleh dari ahli materi sebesar 78,66%, ahli desain sebesar 84%, ahli bahasa sebesar 88,33%, ahli praktisi sebesar 93,75%. Hasil analisis tes soal pada saat uji coba terbatas memperoleh presentase keefektifan sebesar 71,42% dan uji coba lapangan memperoleh presentase sebesar 90,90%. Dapat disimpulkan bahwa kelayakan modul teks eksplanasi berbasis kontekstual dari hasil validasi materi, desain, bahasa, dan praktisi mendapat skor rata-rata sebesar 85,54% termasuk kategori sangat layak. Keefektifan modul teks eksplanasi berbasis kontekstual dari hasil uji coba terbatas dan uji coba lapangan mendapat skor rata-rata sebesar 81,16% termasuk kategori sangat efektif.
Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Terhadap Transportasi Gojek Di Kota Tarakan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendapatan, tarif, pelayanan, citra perusahaan terhadap permintaan transportasi Gojek. Penelitian ini merupakan penelitian Skala Likert dengan objek penelitian pendapatan, tarif, pelayanan dan citra perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan bahwa uji hipotesis (uji t) menunjukkan pendapatan tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan transportasi Gojek dengan nilai X1 t hitung (0,594) t tabel (1,662) dan nilai sig. X1 (0,554) > α (0,05). Tarif tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan transportasi Gojek dengan nilai X1 t hitung (1,117) t tabel (1,662) dan nilai sig. X2 (0,267) > α (0,05). Pelayanan berpengaruh signifikan terhadap permintaan transportasi Gojek dengan nilai X3 t hitung (4,720) > t tabel (1,662) dan nilai sig. X3 (0,000) α (0,05). Citra perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan transportasi Gojek dengan nilai X4 t hitung (0,535) t tabel (1,662) dan nilai sig. X4 (0,594) > α (0,05). Secara simultan terdapat pengaruh antara pendapatan, tarif, pelayanan, dan citra perusahaan terhadap permintaan transportasi Gojek, dengan nilai F hitung (21,888) > F tabel (2,48) dan nilai sig. F hitung (0,000) (0,05). Dan diperoleh nilai koefisien determinasasi (R2) sebesar 0,507 atau 50,7%. Nilai tersebut menunjukan bahwa 50,7% permintaan transportasi Gojek dipengaruhi oleh pendapatan, tarif, pelayanan dan citra perusahaan. Sedangkan sisanya sebesar 49,3 disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam model.
Analisis Faktor - Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan Terhadap Transportasi Gojek Di Kota Tarakan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendapatan, tarif, pelayanan, citra perusahaan terhadap permintaan transportasi Gojek. Penelitian ini merupakan penelitian Skala Likert dengan objek penelitian pendapatan, tarif, pelayanan dan citra perusahaan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan bahwa uji hipotesis (uji t) menunjukkan pendapatan tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan transportasi Gojek dengan nilai X1 t hitung (0,594) t tabel (1,662) dan nilai sig. X1 (0,554) > α (0,05). Tarif tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan transportasi Gojek dengan nilai X1 t hitung (1,117) t tabel (1,662) dan nilai sig. X2 (0,267) > α (0,05). Pelayanan berpengaruh signifikan terhadap permintaan transportasi Gojek dengan nilai X3 t hitung (4,720) > t tabel (1,662) dan nilai sig. X3 (0,000) α (0,05). Citra perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap permintaan transportasi Gojek dengan nilai X4 t hitung (0,535) t tabel (1,662) dan nilai sig. X4 (0,594) > α (0,05). Secara simultan terdapat pengaruh antara pendapatan, tarif, pelayanan, dan citra perusahaan terhadap permintaan transportasi Gojek, dengan nilai F hitung (21,888) > F tabel (2,48) dan nilai sig. F hitung (0,000) (0,05). Dan diperoleh nilai koefisien determinasasi (R2) sebesar 0,507 atau 50,7%. Nilai tersebut menunjukan bahwa 50,7% permintaan transportasi Gojek dipengaruhi oleh pendapatan, tarif, pelayanan dan citra perusahaan. Sedangkan sisanya sebesar 49,3 disebabkan oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan kedalam model.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CIRCUIT LEARNING (CL) PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 TARAKAN
Tujuan Penelitian ini untuk menemukan langkah pembelajaran yang efektif dan bervariatif untuk meningkatkan pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Tarakan menggunakan model pembelajaran Circuit Learning. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Tarakan Tahun Ajaran 2021/2022 yang berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 18 laki-laki dan 18 perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model dari Kurt Lewin yang terdiri dari dua siklus. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus pada tanggal 6 Januari 2022 sampai dengan 21 Januari 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil tes awal menulis puisi siswa yaitu 11,78, dari hasil tes yang dilakukan dapat dilihat bahwa kemampuan menulis puisi masih sangat rendah. Hal ini karena tidak adanya model pembelajaran yang menarik siswa dalam menulis puisi, maka diterapkan lah model pembelajaran Circuit Learning. Siswa mulai mengalami peningkatan pada siklus I yang dilihat dengan nilai rata siswa yaitu 18,64 dan meningkat sebanyak 6,86. Pada siklus II nilai rata yang dicapai siswa 20,11. Hasil pengamatan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan model pembelajaran Circuit Learning memberikan motivasi dan meningkatkan hasil belajar siswa dalam kegiatan menulis puisi pada siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Tarakan.
MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS PUISI MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CIRCUIT LEARNING (CL) PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 TARAKAN
Tujuan Penelitian ini untuk menemukan langkah pembelajaran yang efektif dan bervariatif untuk meningkatkan pembelajaran menulis puisi pada siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Tarakan menggunakan model pembelajaran Circuit Learning. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Tarakan Tahun Ajaran 2021/2022 yang berjumlah 36 siswa yang terdiri dari 18 laki-laki dan 18 perempuan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan menggunakan model dari Kurt Lewin yang terdiri dari dua siklus. Penelitian ini dilakukan sebanyak 2 siklus pada tanggal 6 Januari 2022 sampai dengan 21 Januari 2022. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil tes awal menulis puisi siswa yaitu 11,78, dari hasil tes yang dilakukan dapat dilihat bahwa kemampuan menulis puisi masih sangat rendah. Hal ini karena tidak adanya model pembelajaran yang menarik siswa dalam menulis puisi, maka diterapkan lah model pembelajaran Circuit Learning. Siswa mulai mengalami peningkatan pada siklus I yang dilihat dengan nilai rata siswa yaitu 18,64 dan meningkat sebanyak 6,86. Pada siklus II nilai rata yang dicapai siswa 20,11. Hasil pengamatan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulis puisi dengan menggunakan model pembelajaran Circuit Learning memberikan motivasi dan meningkatkan hasil belajar siswa dalam kegiatan menulis puisi pada siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 3 Tarakan.