Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

15 hasil
Subjek: rawai
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERBEDAAN KEDALAMAN TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT LAUT (KAPPAPHYCUS ALVAREZII) DENGAN MENGGUNAKAN METODE RAWAIDI PERAIRAN PANTAI AMAL KOTA TARAKAN

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengaruh perbedaan kedalaman tanam terhadap pertumbuhan rumput laut (kappaphycus alvarezii) dengan menggunakan metode rawai di perairan pantai amal kota tarakan. Salah satu faktor permasalahan yang timbul dalam usaha budidaya rumput laut adalah belum adanya penerapan budidaya dengan mengunakan metode jaring kantong pada kedalaman yang berbeda..Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kedalaman yang optimal untuk pertumbuhan rumput laut Kappaphycus alvarezii dengan mengunakan katong jarring.Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dengan kedalaman yang berbeda yakni PA: kadalaman 15 cm, PB: kedalaman 25 cm dan PC: kedalaman tanam 35 cm dengan berat awal bibit 25 g/rumpun, masing-masing perlakuan dengan lima kali ulangan pada metode Rawai (Longline). Data yang diperoleh, diolah menggunakan aplikasi Software SPSS 16 dan di analisa mengguakan analisis sidik ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedalaman tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan rumput laut , dimana hasil terbaik didapatkan pada perlakuan A dengan penambahan berat mutlak sebesar 52,357 gram dan laju pertumbuhan spesifik 427,68%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN ALAT TANGKAP RAWAI (LONGLINE) DI PERAIRAN SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keramahan lingkungan alat tangkap rawai (longline) di perairan Selumit Pantai, Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei dan observasi terhadap 30 nelayan dan 30 unit alat tangkap rawai. Penilaian tingkat keramahan lingkungan mengacu pada sembilan kriteria Code of Conduct for Responsible Fisheries (CCRF) FAO 1995, meliputi selektivitas alat tangkap, hasil tangkapan utama dan sampingan, serta dampaknya terhadap biodiversitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat tangkap rawai menghasilkan tujuh jenis spesies ikan dengan dominasi hasil tangkapan utama sebesar 93% berdasarkan berat dan 97% berdasarkan jumlah individu. Skor rata-rata tingkat keramahan lingkungan yang diperoleh adalah 30,1 yang termasuk dalam kategori sangat ramah lingkungan. Hal ini menunjukkan bahwa alat tangkap rawai (longline) memiliki selektivitas yang cukup baik, hasil tangkapan sampingan yang rendah, serta dampak minimal terhadap habitat dan keanekaragaman hayati, sehingga mendukung perikanan tangkap yang berkelanjutan di Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KOMPOSISI UKURAN DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT IKAN HASIL TANGKAPAN RAWAI DASAR (BOTTOM LONGLINE) DI PERAIRAN SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji komposisi ukuran, sebaran panjang, hubungan panjang–berat, dan faktor kondisi ikan demersal hasil tangkapan rawai dasar di perairan Pulau Sebatik, Indonesia. Pengukuran panjang total dan bobot tubuh dilakukan pada ikan yang ditangkap oleh nelayan skala kecil, dan data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi ukuran, model panjang–berat W = aLᵇ, serta faktor kondisi Fulton (K). Hasil tangkapan didominasi oleh spesies dari famili Lutjanidae, Haemulidae, Serranidae, Polynemidae, dan Carangidae, yang umum ditemukan pada komunitas ikan demersal perairan tropis. Sebaran ukuran bervariasi antarspesies, dengan dominasi individu berukuran sedang, menunjukkan struktur populasi yang relatif stabil. Nilai eksponen b pada sebagian besar spesies mendekati 3, menandakan pola pertumbuhan isometrik, sementara beberapa spesies menunjukkan kecenderungan alometrik positif. Nilai faktor kondisi umumnya berada pada kategori baik, mencerminkan kondisi fisiologis ikan yang sehat serta lingkungan yang mendukung pertumbuhan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini memberikan informasi dasar yang penting mengenai karakteristik populasi ikan demersal di perairan Sebatik dan berkontribusi pada pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di wilayah Indonesia timur

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH PERBEDAAN UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP RAWAI (Long Line) DI PERAIRAN SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alat tangkap longline atau rawai merupakan salah satu metode penangkapan ikan yang umum digunakan dalam perikanan komersial. Longline terdiri dari tali utama yang panjang dengan banyak cabang yang terhubung ke kail. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis umpan terhadap hasil tangkapan menggunakan alat tangkap rawai (longline) di perairan Sebatik, Kabupaten Nunukan. Metode yang digunakan adalah percobaan penangkapan (experimental fishing) dengan lima perlakuan umpan, yaitu ikan otek (Puntius binotatus), ikan puput (Rasbora spp.), ikan tembang (Sardinella lemuru), kelapa (Cocos nucifera), dan belut (Gymnothorax dorsalis). Penelitian dilaksanakan selama bulan November 2024–Januari 2025 dengan total 12 kali ulangan. Data hasil tangkapan dianalisis melalui komposisi jenis, nilai efektivitas, dan sidik ragam satu arah (ANOVA) menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan spesies ikan yang tertangkap, dengan komposisi tertinggi pada ikan pari (28,2%), di ikuti ikan putih (23,5%), dan kakap (18,0%). Nilai efektivitas penangkapan tertinggi diperoleh pada umpan puput (17,3%), di ikuti belut (10,7%), dan kelapa (8,0%), sedangkan otek dan tembang masing-masing 5,3%. Uji ANOVA menunjukkan bahwa perbedaan jenis umpan tidak memberikan pengaruh signifikan (p > 0,05) terhadap hasil tangkapan baik berdasarkan jumlah jenis maupun biomassa. Meskipun demikian, secara deskriptif penggunaan puput dan kelapa cenderung menghasilkan biomassa yang lebih tinggi. Hasil penelitian ini dapat menjadi acuan dalam pemilihan umpan bagi nelayan serta sebagai dasar pengembangan teknologi penangkapan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MORFOMETRIK MERISTIK DAN HUBUNGAN PANJANG BERAT PARI LORENG (Himantura undulata) YANG DIDARATKAN DI PENDARATAN IKAN SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2025•

Kota Tarakan memiliki perikanan tangkap, salah satunya berasal dari alat tangkap rawai senggol (modifikasi rawai dasar). Alat tangkap ini efektif menangkap berbagai jenis ikan pari, salah satunya adalah ikan pari loreng (Himantura undulata). Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik morfometrik, meristik dan rasio ukuran serta hubungan panjang berat pari loreng hasil tangkapan rawai senggol yang didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel secara purposive sampling selama 3 bulan dari periode November 2024 hingga Januari 2025, dengan total sebanyak 54 ekor. Hasil analisis menunjukkan bahwa pari loreng memiliki bentuk tubuh quadrangular dengan sirip dada membulat, rostrum runcing, warna dorsal coklat bercorak menyerupai sarang lebah, ventral putih polos, serta ekor panjang dengan 1-2 duri beracun. Rasio lebar cakram terhadap total sebesar 0,57, sedangkan panjang cakram terhadap panjang total sebesar 0,53. Hubungan panjang dan berat total menunjukkan pertumbuhan allometrik negatif. Hubungan panjang cakram dan berat total menunjukkan pertumbuhan allometrik positif. Pola pertumbuhan tidak seimbang (allometrik) di pengaruhi oleh faktor ekologi, ketersediaan makanan, dan tekanan penangkapan. Hasil penelitian ini memberikan data ilmiah penting bagi khalayak ramai dalam pengelolaan sumberdaya pari secara berkelanjutan untuk menjaga ekosistem laut di perairan Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMPOSISI UKURAN IKAN PARI LORENG (Himantura undulata) HASIL TANGKAPAN RAWAI SENGGOL (Bottom Longline) YANG DIDARATKAN DI TEMPAT PENDARATAN IKAN (TPI) SELUMIT PANTAI KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini mengkaji morfometri, spesifikasi alat tangkap, dan komposisi ukuran ikan pari loreng (Himantura undulata) yang tertangkap dengan rawai senggol di perairan Tarakan dan didaratkan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Selumit Pantai. Data dikumpulkan dari Januari hingga April 2025 pada 12 kali kesempatan pengambilan sampel menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode purposive sampling. Parameter yang diamati meliputi panjang cakram (DL), lebar cakram (DW), berat tubuh (W), dan spesifikasi teknis alat tangkap. Hasil tangkapan didominasi oleh individu dengan DL berkisar antara 71,9–80,7 cm, dengan DL maksimum yang tercatat sebesar 122 cm. Hubungan panjang–berat menghasilkan koefisien sebesar 1,6148–2,1818 (b 3), yang menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif, yaitu pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan berat; uji t mengonfirmasi bahwa b berbeda signifikan dari 3. Rawai senggol yang digunakan terdiri atas tali utama sepanjang 30 m dan tali cabang 1,5 m, masing-masing dilengkapi dengan 7 mata pancing. Menurut pedoman FAO, alat ini dianggap ramah lingkungan karena selektif terhadap ikan demersal dan memiliki kontak minimal dengan habitat dasar perairan. Temuan ini menunjukkan bahwa populasi ikan pari loreng di perairan Tarakan sebagian besar masih berada pada fase pertumbuhan, sementara individu dewasa berukuran besar relatif jarang tertangkap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Karakterstik Morfometrik Merstik Dan Hubungan Panjang Berat Ikan Pari (Maculabatis sp) Yang Didaratkan dipendaratan Ikan Selumit Pantai Kota Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Sektor perikanan di pulau Tarakan menjadi sorotan utama karena hasil tangkapannya yang melimpah, terutama ikan pari yang sering ditangkap dengan alat tangkap rawai senggol. Studi mengenai ciri-ciri morfometrik dan hubungan panjang-berat ikan pari yang tertangkap di perairan Tarakan dilakukan melalui pendekatan deskriptif kuantitatif. Metode penelitian ini melibatkan observasi langsung terhadap sampel ikan pari hasil tangkapan rawai senggol, dengan pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Dalam pengukuran morfometrik, 24 karakteristik dan 11 karakteristik meristik diperhitungkan pada sampel ikan pari. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien b untuk regresi linier hubungan panjang total atau panjang standar dan berat, yang berbeda dari 2 (b ≠ 3), menunjukkan adanya allometrik. Nilai b = 2,92 (PS-B) dan b = 2,67 (PT – B) menunjukkan allometrik negatif (b 3), di mana pertumbuhan panjang lebih cepat daripada pertumbuhan berat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengukuran morfometrik dan meristik pada ikan pari yang tertangkap menggunakan rawai senggol di Kota Tarakan konsisten dengan karakteristik jenis ikan pari dari keluarga Dasyatidae dan genus Maculabatis serta memberikan pembandingan pola pertumbuhan ikan pari.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KATEGORI HASIL TANGKAPAN MENGGUNAKAN ALAT TANGKAP JALA (CAST NET), RAWAI (LONGLINE), BUBU (FISH TRAP) DI PERAIRAN SALIMBATU KABUPATEN BULUNGAN.

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alat tangkap jala (cash net), rawai (longline) dan bubu (fish trap) di perairan Salim Batu merupakan alat tangkap ikan bersifat aktif. Alat tangkap jala memiliki ukuran tinggi 3 m dan diameter tebar 1,5 m. Alat tangkap rawai memiliki ukuran panjang 80 m. Alat tangkap bubu (fish trap) memiliki ukuran panjang 2,5 m, diameter atas 45 cm dan diameter bawah 90 cm. Tujuan penelitian adalah mengetahui Kategori hasil tangkapan Utama (main catch) / HTU, Sampingan (bycatch) / HTS, Buangan (discard) / HTB) dengan menggunakan alat tangkap jala, rawai dan bubu di perairan salimbatu kabupaten Bulungan. Metode penelitian deskriptif kuantitaf. Penelitian ini dilakukan pada selama Maret – Mei 2023, dengan purposive sampling selama 12 kali sampling. Hasil penelitian menunjukkan hasil tangkapan jala diperoleh udang galah, ikan puput, gulama, bulu ayam, kakap putih, buntal, serinding dan otek. Pengoperasian alat tangkap rawai didapatkan ikan putih, kakap putih, kerapu macan, rebanu, pari dan kerapu muara. Pengoperasian alat tangkap bubu terdapat ikan putih, sembilang, mujair kiper, bawal, kerapu macan, jenahan, belanak, gulama, sumpit, lele, sidat kembang, udang galah, udang, kepiting bakau, buntal, remang bias, sidat dan otek. Kategori hasil tangkapan jala yang dominan adalah tangkapan utama (main catch) sebesar 11,9 kg (75,80%), tangkapan sampingan (bycatch) sebesar 2,2 kg (14,01%) dan hasil tangkapan buangan (discard) sebesar 1,6 kg (10,19%), Kategori hasil tangkapan rawai yang dominan adalah tangkapan utama (main catch) sebesar 32,3 kg (100%), Kategori hasil tangkapan bubu yang dominan adalah tangkapan utama (main catch) sebesar 18,7 kg (71,10%), tangkapan sampingan (bycatch) sebesar 5,5 kg (20,91%) dan hasil tangkapan buangan (discard) sebesar 2,1 kg (7.98%).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komposisi Hasil dan Laju Tangkap Ikan Pari (Maculabatis sp) Tangkapan Rawai Senggol (Bottom Longline) Di Perairan Kalimantan Utara

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nelayan Kota Tarakan menggunakan alat tangkap rawai senggol (bottom longline) dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan, dengan hasil tangkapan utama ikan pari jantan (Maculabatis sp). Data ilmiah terkait dengan rawai dan hasil tangkapannya, sangat penting sebagai dasar dalam pengelolaan sumberdaya perikanan lestari dan berkelanjutan. Aspek yang menjadi fokus riset adalah terkait dengan estimasi komposisi hasil laju tangkap ikan pari jantan berdasarkan kelimpahan alat tangkap rawai senggol (bottom longline) di perairan Kalimantan utara Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan (Oktober sampai dengan Desember 2022) Selama riset dua bulan tersebut, akan dilakukan sampling total sebanyak 6 kali sampling. Sampling dilakukan 2 kali dalam satu bulan pada periode neap tide (pasang surut terendah). Hasil penelitian menunjukkan pada pengoperasian alat tangkap rawai senggol diperairan kalimanan utara terdapat tangkap adalah ikan pari jantan ikan pari jantan, ose, ikan kakap merah, ikan arut, hiu, dan pari hantu macan. Komposisi hasil tangkapan yang dominan tertangkap ikan pari jantan dengan tangkapan utama (main catch) mencapai 9197,5 Kg (96.54%.), tangkapan sampigan (bycatch) sebesar 206,6 Kg (2.17 %) dan hasil tangkapan buangan (discard) sebesar 123 Kg (1.29%), dengan total keseluruhan hasil tangkapan adalah 9527,1 kg dan laju tangkapan berkisar 20,8 – 32,4 kg/jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komposisi hasil tangkapan pada perikanan rawai senggol sangat selektif karena besarnya komposisi hasil tangkapan utama dan untuk laju tangkapan pada rawai senggol menunjukan relative tinggi dengan nilai bervariasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Komposisi dan Ukuran Pertama Tertangkap Ikan Kakap Merah (Lutjanus sp) Hasil Tangkapan Rawai (Longline) Yang Didaratkan Di Kota Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kota Tarakan memiliki karakter pulau kecil dengan kegiatan perikanan tangkap yang dominan dilakukan oleh masyarakat Tarakan dengan profesi sebagai nelayan. Terdapat banyak lokasi sebagai tempat pendaratan ikan oleh nelayan Tarakan dengan ragam alat tangkap, salah satunya alat tangkap salah satunya rawai dasar. Rawai dasar merupakan alat tangkap yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan pelagis kecil dan demersal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi ukuran (panjang total, panjang standar dan berat) serta menjelaskan ukuran pertama tertangkap (Lc) ikan kakap merah (Lutjanus sp) hasil tangkapan rawai di perairan Tarakan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari – Febuari 2023 dengan lokasi sampling di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Kelurahan Selumit Pantai Tarakan. Pengambilan sampel ini dilakukan sebanyak 8 kali sampling dengan metode purposive sampling. Sampel adalah ikan kakap merah (Lutjanus sp) dengan jumlah total sebanyak 302 ekor. Hasil penelitian menunjukkan pengukuran sampel ikan kakap merah mempunyai panjang yang paling dominan dengan ukuran 27.9 – 34.2 cm (total), panjang standar memiliki nilai frekuensi tertinggi dengan ukuran berkisar 22.4 – 27.7 cm (PS) dan selang berat total ikan yang lebih dominan pada ukuran berat 165 – 853.0 gram. Hasil pengukuran pertama kali tertangkap (Lc) pada sampel ikan kakap merah (Lutjanus sp) diperoleh nilai ukuran panjang pertama kali tertangkap (Lc) sebesar 23.1 cm dengan nilai frekuensi ikan pertama kali tertangkap dalam kelas panjang (Fc) tertinggi yaitu 0.02294. Hasil analisis regresi ukuran panjang pertama kali tertangkap (Lc) ikan kakap merah (Lutjanus sp) diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0.5158.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

SPESIFIKASI TEKNIS UNIT DAN KOMPOSISI IKAN TANGKAPAN UTAMA PADA PERIKANAN RAWAI (Longline) YANG DIDARATKAN DI KOTA TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

SPESIFIKASI TEKNIS UNIT DAN KOMPOSISI IKAN TANGKAPAN UTAMA PADA PERIKANAN RAWAI (Longline) YANG DIDARATKAN DI KOTA TARAKAN ABSTRAK Kota Tarakan pulau di Provinsi Kalimantan Utara mempunyai potensi sumberdaya hayati laut melimpah. Aktivitas penangkapan di Kota Tarakan adalah perikanan rawai (longline). Penelitian keragaan teknis dilengkapi data ilmiah komposisi jenis dan ukuran ikan, data dasar ilmiah yang berguna dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan dasar dalam kebijakan pengelolaan sumberdaya perikanan tangkap. Tujuan menjelaskan spesifikasi teknis (keragaaan teknis dan metode pengoperasian) unit penangkapan, menguraikan komposisi jenis dan ukuran ikan serta hubungan keragaan unit penangkapan dan hasil tangkapan. Metode riset menggunakan deksriptif kuantitatif dengan pendekatan purposive sampling yang dilakukan selama 2 bulan (Januari – Februari 2023) di tempat pendaratan ikan Selumit Pantai Kota Tarakan. Hasil riset spesifikasi teknis unit penangkapan termasuk kategori rawai (longline) dengan dimensi / keragaan rerata panjang tali utama (main line) 3.986 cm, panjang tali cabang (branch line) 156 cm, jarak antar tali cabang (space intra branch line) 344 cm, ukuran mata pancing (hook size) nomor 7, jumlah mata pancing (hook count) 1.160 unit dan gross tonase kapal 6 GT. Metode pengoperasian rawai (longline) tiga tahapan penurunan (setting), perendaman (soaking) dan penarikan / pengangkatan (hauling). Jenis ikan tertangkap terdiri atas ikan merah (Lutjanus sp.), ikan arut / gerot – gerot (Pomadasys sp.) dan ikan kuwe / putih (Caranx sp.). Komposisi ukuran Lutjanus sp. terbentuk 8 kelas, kisaran panjang total 21.5 – 73.0 cm dan berat 0.17 – 5.30 kg; Pomadasys sp. 8 kelas, kisaran panjang total 27.0 – 60.5 cm dan berat 0.20 – 3.01 kg; Caranx sp. terbentuk 7 kelas, kisaran panjang total 28.0 – 92.0 cm dan berat 0.3 – 13.6 kg. Hubungan antara keragaan unit penangkapan (variabel branch line, space intra branch line, hook number, mechine power, GT kapal) dengan hasil tangkapan rawai dasar, pada regresi berganda (secara bersama) terdapat pengaruh nyata dan pada regresi sederhana / tunggal (secara parsial) tidak terdapat pengaruh walaupun nilai korelasi dan determinasinya ada kecenderungan hubungan yang linier antar variabel. Kata Kunci: Rawai, Perairan Tarakan, Keragaan Teknis, Regresi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN BIOLOGI IKAN HASIL TANGKAPAN UTAMA ALAT TANGKAP RAWAI DASAR (BOTTOM LONGLINE) DI PERAIRAN TARAKAN, KALIMANTAN UTARA

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nelayan di Pulau Tarakan menggunakan berbagai macam alat tangkap, dan salah satu alat tangkap yang digunakan adalah rawai dasar (bottom longline). Rawai dasar sebagai salah satu jenis alat tangkap yang dinilai sangat produktif karena pengoperasiannya relatif mudah, selain itu pembiayaan alat tangkap ini relatif murah. Hasil tangkapan Utama nelayan rawai dasar yang berada di perairan Tarakan, adalah ikan arut dan ikan kakap merah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data dan menjelaskan tentang aspek biologi ikan yang mencangkup rasio kelamin, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), fekunditas, dan kebiasaan makan, pada hasil tangkapan utama rawai dasar yang didaratkan di Tarakan, Kalimantan Utara. Penelitian ini di laksanakan selama ± 3 bulan dari bulan Januari - Maret 2021 di perairan Tarakan, Kalimantan Utara, dengan menggunakan metode penelitian purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan, nisbah kelamin pada ikan arut (Pomadasys sp.) dan ikan kakap merah (Lutjanus sp.) hasil tangkapan rawai dasar di perairan Tarakan bahwa ikan betina yang lebih dominan tertangkap. TKG ikan arut jantan dominan TKG II sebanyak 9 ekor dan betina dominan TKG III sebanyak 33 ekor. Ikan kakap merah jantan dominan TKG I sebanyak 19 ekor dan betina dominan TKG I sebanyak 29 ekor. IKG ikan arut jantan dengan nilai tertinggi 0,702% dan untuk betina dengan nilai teringgi 7,988%. IKG ikan kakap merah jantan tertinggi dengan nilai 0,209%, untuk ikan betina dengan nilai tertinggi 1,587%. Fekunditas tertinggi ikan arut pada TKG IV 13.836 butir, pada ikan kakap merah dengan nilai fekunditas tertinggi pada TKG III 4.942 butir. Ikan arut dan ikan kakap merah merupakan ikan yang tergolong karnivora dengan jenis makanan utamanya, yaitu makanan yang lumat atau hancur yang terindikasi dari kelompok jenis chordata dan crustacean, dan makanan tambahan yaitu cumi-cumi (cephalopoda).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

BIOLOGI IKAN ARUT (Pomadasys sp) DAN IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus sp) DI PERAIRAN TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian terkait sifat pertumbuhan perikanan yang berhubungan dengan alat tangkap rawai dasar di perairan Tarakan umumnya belum banyak diketahui secara detail khususnya pada hasil tangkapannya. Hal ini merupakan hal yang penting dalam upaya pengelolaan sumberdaya perikanan yang bertanggung jawab agar sumberdaya ikan yang ada di Perairan tetap ada dan lestari, terkhusus di perairan pulau Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta menjelaskan terkait aspek biologi ikan yang mencakup pertumbuhan ikan, hubungan panjang dan berat, faktor kondisi serta rasio kelamin pada ikan arut (Pomadasys sp) dan ikan kakap merah (Lutjanus sp) di Perairan Tarakan. Metode penelitian menggunakan pendekatan observasi dan pengamatan serta pengukuran panjang – berat dan metode pengumpulan sampel dengan purposive random sampling, yang digunakan untuk menganalisis model dan sifat pertumbuhan, hubungan panjang dan berat, faktor kondisi dan rasio kelamin ikan hasil tangkapan utama rawai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari–Maret 2021. Hasil penelitian menunjukkan, nisbah kelamin pada ikan arut (Pomadasys sp.) dan ikan kakap merah (Lutjanus sp.) hasil tangkapan rawai dasar di perairan Tarakan bahwa ikan betina yang lebih dominan tertangkap. Hasil pengolahan data pertumbuhan yang pada sampel ikan arut (Pomadasys sp) diperoleh nilai model pertumbuhan sebesar yaitu Lt = 59.338 (1 – e -0.0352 (t – 0.62876)) dan pada sampel ikan kakap merah (Lutjanus sp) diperoleh nilai sebesar Lt = 64.143 (1 – e -0.0711 (t – 0.30246)). Hasil analisa panjang-berat ikan arut jantan-betina dengan sifat pertumbuhan allometrik positif dan ikan kakap merah jantan-betina dengan sifat pertumbuhan allometrik negatif. Nilai faktor kondisi yang di dapat arut jantan selama penelitian berkisar 0,96 – 1,09, arut betina kisaran 0,79 – 1,40, ikan kakap merah jantan berkisar 0,86 – 1,19, kakap merah betina berkisar 0,86 – 1.21 dan nisbah kelamin yang diperoleh tidak seimbang

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN FAKTOR KONDISI Lutjanus sp. Dan Pomadasys sp. HASIL TANGKAPAN RAWAI DASAR DI PERAIRAN KOTA TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Nelayan perikanan tangkap di perairan Kota Tarakan, salah satu nya menggunakan alat tangkap rawai dasar (bottom longline). Rawai adalah alat tangkap yang memiliki banyak variasi dalam hal tujuan, ukuran, struktur dan jenis ikan. Penelitian mengenai alat tangkap rawai dasar dinilai masih kurang, sehingga perlu untuk dilakukan penelitian mengenai alat tangkap rawai dasar yang berhubungan dengan hubungan panjang berat dan faktor kondisi hasil tangkapan rawai dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh data panjang - berat dan menjelaskan hubungan panjang berat serta faktor kondisi ikan kakap merah (Lutjanus sp.) dan ikan arut (Pomadasys sp.) hasil tangkapan rawai dasar di Perairan Tarakan. Penelitian ini di laksanakan ± 3 bulan dari bulan Januari – Maret 2021 di perairan Tarakan, Kalimantan Utara, dengan menggunakan metode penelitian metode purposive random sampling. Hasil penelitian menunjukkan pola pertumbuhan ikan kakap merah jantan memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif yaitu b 3 yang dimana pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan dengan pertambahan berat tubuh ikan, sedangkan betina memiliki pola pertumbuhan isometrik yaitu b = 3 artinya pertambahan berat tubuh seimbang dengan pertumbuhan panjang ikan. Pola pertumbuhan ikan arut jantan memiliki pola pertumbuhan allomerik positif yaitu b > 3 yang dimana pertambahan berat lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan panjang tubuh ikan, sedangkan betina memiliki pola pertumbuhan isometrik yaitu b = 3 artinya pertambahan berat tubuh seimbang dengan pertumbuhan panjang ikan. Ikan kakap merah jantan memiliki nilai faktor kondisi 1.02 dan untuk ikan kakap merah betina memilki nilai faktor kondisi 1.03, sedangkan untuk ikan arut jantan memiliki nilai faktor kondisi 1.04 dan untuk ikan arut betina memiliki nilai faktor kondisi 1.39.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRUKTUR UKURAN PERTAMA KALI MATANG GONAD (Lm) DAN TERTANGKAP (Lc) HASIL TANGKAPAN UTAMA RAWAI DASAR (BOTTOM LONGLINE) DI KOTA TARAKAN

2021•

Penelitian terkait reproduksi ikan khususnya tentang Lm dan Lc pada hasil tangkapan rawai dasar yang ada di Pulau Tarakan perlu dilakukan pengkajian, guna menjaga kelestarian dan keberadaan populasi ikan yang ada di perairan. Tujuan penelitian untuk mendapatkan data ukuran panjang total dan standar serta berat ikan, mendapatkan data karakteristik dan tingkat kematangan gonad ikan, serta menjelaskan ukuran pertama kali matang gonad dan ukuran pertama kali tertangkap ikan hasil tangkapan utama perikanan rawai dasar yang didaratkan di Kota Tarakan. Metode penelitian menggunakan metode observasi dengan pengamatan dan pengukuran ikan hasil tangkapan rawai dasar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari-Maret 2021. Hasil pengukuran sampel ikan Arut (Pomadasys sp) diperoleh kisaran panjang total 24,7-51,9 cm, berat berkisar 237-2150 gram dan panjang standar 18,8-40,3 cm. Sampel ikan Kakap Merah (Lutjanus sp) diperoleh kisaran panjang total 32,0-50,8 cm, panjang standar 25,8-45,2 cm dan berat berkisar 509-2640 gram. Hasil pengamatan karakteristik Tingkat Kematangan Gonad (TKG) sampel ikan Arut (Pomadasys sp) berada pada TKG I-V dan sampel ikan Kakap Merah (Lutjanus sp) diperoleh TKG I-III. Hasil pengukuran Lm dan Lc sampel ikan Arut (Pomadasys sp) diperoleh nilai Lm > Lc (Lm = 30,17 cm; Lc = 25,98 cm) dan nilai Lm dan Lc pada sampel ikan kakap merah (Lutjanus sp) menunjukan Lm > Lc (Lm = 41,51 cm; Lc = 36,39 cm).

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail