ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan mendengarkan bahasa Inggris antara siswa kelas sebelas di SMAN 1 Nunukan dan SMAN 2 Nunukan, yang menerapkan kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kausal-komparatif, dengan sampel 114 siswa yang dipilih secara purposif. Instrumen penelitian meliputi tes mendengarkan yang diadopsi dari Collins' TOEIC Listening Skills dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan dalam kemampuan mendengarkan antara siswa dari kedua sekolah. Skor rata-rata untuk siswa di SMAN 1 Nunukan yang menerapkan Kurikulum Merdeka adalah 312,63, menempatkan mereka pada tingkat kemahiran TOEIC B1 - Tingkat Menengah dan B2 - Tingkat Menengah Atas pada skala CEFR. Sebaliknya, siswa di SMAN 2 Nunukan yang mengikuti Kurikulum 2013 memiliki skor rata-rata 288,84, sesuai dengan tingkat kemahiran TOEIC B1 - Tingkat Menengah dan B2 - Tingkat Menengah Atas. Ukuran efek dihitung sebesar 0,354, yang menandakan ukuran efek yang kecil. Analisis data statistik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada hasil tes listening antara kurikulum mandiri dan kurikulum 2013, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti fasilitas yang memadai di kedua sekolah, tersedianya ekstrakulikuler bahasa Inggris di kedua sekolah, tenaga pendidik yang memiliki kualifikasi untuk mengajar di kedua kurikulum tersebut. Berdasarkan observasi dan wawancara dengan guru di kedua sekolah, teridentifikasi beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Hal ini meliputi kualitas fasilitas sekolah, kualifikasi tenaga pengajar, dan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang dapat menjadi wadah pengembangan kemampuan bahasa Inggris siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan dalam keterampilan mendengarkan siswa kelas sebelas di SMAN 1 Malinau yang menggunakan Kurikulum 2013 dengan siswa di SMAN 3 Malinau yang menggunakan Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah kausal komparatif dengan jumlah sampel 100 siswa berdasarkan teknik purposive sampling untuk benar-benar relevan dan representative terhadap variable yang diteliti. Instrumen penelitian yang digunakan ialah tes mendengarkan dan wawancara. Didalam tes mendengarkan, peneliti menggunakan soal yang diadaptasi dari tes kemampuan mendengarkan TOEIC Collins. Dalam menganalis data, dikarenakan data tidak normal, maka peneliti menggunakan tes Mann-Whityney untuk melakukan uji perbedaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kemampuan mendengarkan siswa di SMAN 1 Malinau yang mengimplementasikan Kurikulum 2013 dengan siswa di SMAN 3 Malinau yang mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Hal ini dapat dibuktikan melalui nilai rata-rata siswa di SMAN 1 Malinau sebesar 241.00 (Level B1-Intermediate), sedangkan nilai rata-rata siswa di SMAN 3 Malinau sebesar 185.40 (Level B1-Intermediate). Sebagai tambahan, dilihat dari hasil tes Mann-Whityney, nilai P-value 0.001 lebih tinggi dibandingkan α-value 0.05. Pun setelah diterapkan Effect Size, level perbedaannya sebesar 0,3339. Hal ini berarti nilai kemampuan mendengarkan siswa memiliki perbedaan yang signifikan dengan kategori medium. Perbedaan tersebut terletak pada sistem pembelajaran yang di mana Kurikulum 2013 lebih sistematis dibandingkan Kurikulum Merdeka.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana persepsi guru dan siswa terhadap perbandingan penerapan kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sampel dalam penilaian adalah kepala sekolah, guru bahasa Indonesia dan seluruh siswa kelas VIII sebanyak 35 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang yang digunakan ada empat tahap yaitu pengumpulan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan perkembangan dari proses pembelajaran. Hal ini dapat di lihat dengan adanya perkembangan kompetensi pada siswa melalui pembelajaran yang berdiferensiasi. Kemudian dilihat dari hasil kuesioner yang berikan kepada siswa dan guru menunjukkan bahwa persepsi guru pada penerapan kurikulum 2013 berkategori rendah “Responden dengan kategori rendah adalah responden yang memilki pemahaman rendah tentang penerapan kurikulum yang diterapkan terutama tentang proses pembelajaran yang diaplikasikan kepada siswa/i terkait tentang kurikulum dengan presentase sebesar 45% dengan frekuensi 1 artinya pada proses belajar mengajar presepsi guru pada penerapan kurikulum 2013 perlu ditingkatkan lagi. Sedangkan persepsi guru pada penerapan kurikulum merdeka belajar masuk dalam kategori sangat tinggi “Responden dengan kategori Sangat Tinggi”adalah responden yang memilki pemahaman tinggi penerapan kurikulum yang diterapkan terutama tentang proses pembelajaran yang diaplikasikan kepada siswa/i terkait tentang kurikulum yang diterapkan” dengan presentase sebesar 55% dengan frekuensi 1 artinya pada proses belajar mengajar presepsi guru pada penerapan kurikulum merdeka belajar cukup memahami terkait kurikulum merdeka belajar tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi dan persepsi siswa tentang penilian autentik dalam mata pelajaran bahasa Inggris. Penelitian ini mengumpulkan data dokumen, observasi, dan wawancara yang dianalisis melalui analisis data kualitatif (coding). Dalam pelaksanaan penilaian autentik mata pelajaran Bahasa Inggris berdasarkan Kurikulum 2013, terdapat dua tahapan dalam pelaksanaan penilaian autentik; persiapan dan proses pelaksanaan penilaian autentik. Persiapan terdiri dari silabus Kurikulum 2013 untuk guru bahasa Inggris di kelas sebelas, RPP dan penilaian otentik yang digunakan. Pelaksanaan penilaian autentik membagi tiga kegiatan; pembukaan, kegiatan inti dan penutup. Sistem penilaian dalam Kurikulum 2013, penilaian dilakukan pada jam pembelajaran dengan nilai KKM 70, yaitu kognitif, psikomotorik, dan afektif (penilaian sikap). Guru menyiapkan dua pilihan penilaian autentik; remedial diberikan jika nilai siswa kurang dari KKM dan pengayaan diberikan jika nilai siswa lebih tinggi dari KKM. Guru menerapkan penilaian autentik di kelas sudah cukup baik sesuai kurikulum, mulai dari persiapan, pelaksanaan dan pelaporan di akhir pembelajaran; ditemukan bahwa guru telah membuat RPP mengikuti pedoman yang ada dan merumuskannya pada tingkat Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), namun masih terdapat kekurangan; guru tidak memiliki pedoman yang ada, hanya melihat soft file yang tersedia di website Kemendikbud. Siswa menunjukkan perasaan puas dan persepsi positif terhadap cara penilaian dilaksanakan, bahan ajar dan media pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dimulai dari permasalahan implementasi Kurikulum 2013 di SMPN 2 Pujungan, dimana sekolah tersebut baru menerapkan Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2018/2022. Selain baru menerapkan Kurikulum 2013, berada di daerah pelosok dan terpencil tentu membuat sekolah ini menghadapi berbagai kesulitan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan guru dalam implementasi Kurikulum 2013 di SMPN 2 Pujungan. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SMPN 2 Pujungan. Fokus penelitian ini adalah kesulitan guru dalam implementasi Kurikulum 2013 di SMPN 2 Pujungan. Adapun sumber data penelitian ini berupa data primer dan data skunder dangn informan yaitu Kepala Sekolah, Guru Kelas VII dan Guru Kelas VIII. Teknik pengumpulan data adalah Wawancara, Observasi, dan Dokumentasi. Penelitian ini mengunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduktif data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesulitan guru dalam implementasi Kurikulum 2013 seperti kesulitan dalam mendapatkan pelatihan dan pedoman pelaksanaan, kesulitan akan sarana dan prasarana, kesulitan membuat media, kesulitan dalam proses pembelajaran, kesulitan dalam menguasai IT muncul dan dialami oleh guru SMPN 2 Pujungan. Kesulitan guru mendapatkan pelatihan dan pedoman Kurikulum 2013 disebabkan akses transportasi, biaya, dan akses komunikasi yang sulit. Selain itu pelaksanaan tersebut dinilai terlalu singkat sehingga sehingga guru merasa belum menerima banyak ilmunya, sarana dan prasarana di SMPN 2 Pujungan belum memadai dalam implementasi Kurikulum 2013. Kesulitan guru membuat media pembelajaran di sebabkan oleh dua faktor yaitu kurangnya kreatifitas guru dalam fasilitas sekolah belum memadai untuk menunjang guru membuat media pembelajaran yang berbasis teknologi. Kesulitan yang dialami guru dalam proses pembelajaran disebabkan kurangnya pelatihan yang diperoleh. Dengan demikian guru tidak menerima pengetahuan dan pengalaman yang cukup dalam membuat RPP, kesulitan guru terhadap penguasaan IT secara individu adalah faktor usia, pemahaman dan penguasaannya belum maksimal dan terbatas. Hal ini disebabkan lokasi tempat sekolah yang merupakan daerah pelosok dan terpencil.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini mendeskripsikan tentang evaluasi pelaksanaan penilaian autentik kurikulum 2013 dalam pembelajaran biologi kelas X IPA di SMA Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan penilaian autentik yang dilakukan oleh guru di SMA Negeri 3 dan SMA Tunas Kasih Tarakan. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Subjek pada penelitian ini adalah 2 orang guru biologi di SMA Negeri 3 dan SMA Tunas Kasih Tarakan, dan peserta didik kelas X IPA dikedua SMA tersebut. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket yang dibagikan kepada guru biologi di masing-masing sekolah , kemudian dilakukan wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan pada sekolah SMA Negeri 3 Tarakan dengan capaian pada aspek perencanaan 100%, pelaksanaan 100%, pelaporan 100%, penilaian sikap 100%, pengetahuan 100% dan keterampilan 100% , sedangkan pada sekolah SMA Tunas Kasih Tarakan pada aspek perencanaan 100%, pelaksanaan 100%, pelaporan 100%, sikap 40%, pengetahuan 100%, dan keterampilan 71%, guru sudah melakukan penilaian autentik pada saat proses pembelajaran yang meliputi komptensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Namun, dalam pelaksanaan penilaian autentik belum sepenuhnya dilaksanakan secara optimal pada aspek sikap dan keterampilan. Faktor penghambat pelaksanaan penilaian autentik yaitu (1) ketersedian waktu, (2) ketersedian LKS , (3) ketersedian fasilitas seperti Lcd, dan akses internet. Faktor pendukung pelaksanaan penilaian autentik yaitu (1) peserta didik, (2) ruang kelas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS HAMBATAN GURU IPA (BIOLOGI) PADA IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI KELAS VII SMPK FRATER DON BOSCO ABSTRAK Penelitian ini bertujuan menganalisis hambatan guru IPA (Biologi) pada implementasi Kurikulum 2013 di kelas VII SMPK Frater Don Bosco. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Sumber data primer pada penelitian ini diperoleh melalui catatan tertulis dan pengambilan foto. Data sekunder yang digunakan pada penelitian ini yaitu dokumen pendukung dalam pelaksanaan Kurikulum 2013 yaitu Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Cek Dokumen Kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan pada implementasi kurikulum 2013 pada guru Ipa di SMPK Frater Don Bosco Tarakan pada indikator Perencanaan pembelajaran sebagian besar terlaksana dengan baik. Namun disisi lain masih terdapat beberapa perangkat perencanaan pembelajaran yang belum sepenunya terpenuhi. Tidak terpenuhinya beberapa unsur dari perencanaan pembelajaran disebabkan oleh beberapa faktor penghambat antara lain, keterbatasan waktu dalam membuat media pembelajaran, pengalaman guru yang masih tergolong singkat sehingga guru dalam menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) belum maksimal, Guru masih terpaku pada contoh RPP yang diperoleh dari pemerintah, persiapan materi yang mau diajarakan belum tau arahnya dan sulitnya koordinasi antar sesama guru dalam mengajarakan materi karena adanya pemindahan mata pelajaran. Kata Kunci : IPA (Biologi), Hambatan, Kurikulum 2013 Mengetahui, Vlorensius,S.Si.,M.Pd NIDN. 1105027201
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kurikulum 2013 pada aspek standar proses yang mencakup perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran di SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian studi kasus menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh berdasarkan hasil observasi,kuesioner wawancara dan dokumentasi. analisis yang digunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru biologi telah mempersiapkan RPP sesuai kurikulum 2013 dengan baik dan lengkap. Pelaksanaan pembelajaran Biologi masih menggunakan metode ceramah karena sistem pembelajaran online dan melalui media slide PPT. Penyusunan RPP guru memiliki kendala dalam membedakan materi pembelajaran yaitu materi yang bersifat fakta, konsep, prinsip dan prosedur serta pelaksanaan pembelajaran belum sesuai dengan RPP yang disusun. pelaksanaan pembelajaran hanya secara daring atau online dengan menggunakan aplikasi webex meet dan guru biologi belum melakukan penilaian saat pembelajaran berlangsung.selain itu guru memberikan variasi dengan pembelajaran praktikum dilaboratorium sehingga dapat memfasilitasi pendekatan saintifik dan mengembangkan karakter siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses penilaian hasil belajar siswa sesuai kurikulum 2013 pada mata pelajaran IPA di SMP Negeri 2 Tarakan. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian berjumlah 4 orang yang terdiri dari 2 guru mata pelajaran IPA, Wakil Kepala Kurikulum dan Siswa dengan penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman guru IPA terhadap perencanaan penilaian hasil belajar berdasarkan kurikulum 2013 yaitu sangat efektif (100%) dan pemahaman guru IPA terhadap pelaksanaan penilaian hasil belajar berdasarkan kurikulum 2013 yaitu efektif (70%). Pelaksanaaan penilaian hasil belajar dalam kurikulum 2013 rata-rata penilaian sikap dengan kategori efektif (75,0%), penilaian pengetahuan dengan kategori efektif (66,7%) dan penilaian keterampilan dengan kategori tidak efektif (37,5%). Proses implementasi penilaian sikap hampir tidak terlaksana, penilaian pengetahuan lebih dominan pada tes tertulis serta penilaian kompetensi keterampilan lebih dominan penilaian praktek hal ini berarti guru masih mengutamakan sistem penilaian yang berorientasi pada hasil kognitif siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan kurikulum 2013 pada proses pembelajaran matematika. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SDN 036 Tarakan. Adapun sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu kepala sekolah dan guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang dikembangkan guru kelas IV pada pembelajaran matematika di SDN 036 Tarakan telah sesuai dengan komponen yang mengacu pada kurikulum 2013. Hanya saja rancangan penilaian matematika masih belum sesuai dikarenakan guru kurang memahami penilaian berdasarkan kurikulum 2013. Pada pelaksanaan pembelajaran juga telah sesuai dengan kurikulum 2013 yang terdiri dari kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dimana di dalamnya telah mencakup pendekatan saintifik walaupun kegiatan menanya masih jarang muncul dalam proses pembelajaran, dan kegiatan penutup. Adapun penilaian hasil belajar yang dilakukan guru yaitu penilaian sikap dengan menggunakan teknik pengamatan sikap dan catatan jurnal, penilaian pengetahuan dalam bentuk tes tertulis dan penugasan serta penilaian keterampilan berupa tes praktik. Adapun faktor pendukung yaitu keikutsertaan guru dalam mengikuti sosialisasi ataupun pelatihan kurikulum 2013 dan kemampuan guru dalam menguasai teknologi. Akan tetapi sarana dan prasarana yang masih terbatas seperti media pembelajaran yang berbasis teknologi masih kurang, dan penilaian yang rumit serta terlalu banyak sehingga rangkaian kegiatan pembelajaran tidak selalu terlaksana dalam satu hari menjadi faktor penghambat .
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan yang terkait dengan kemampuan guru dalam menerapkan Kurikulum 2013. Pertama, bagaimana kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran matematika sesuai kurikulum 2013 dikelas IV SD Citra Bangsa Tarakan?. Kedua, bagaimana kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran matematika sesuai kurikulum 2013 dikelas IV SD Citra Bangsa Tarakan?. Skripsi ini menggunakan jenis penelitian penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SD Citra Bangsa Tarakan. Fokus penelitian ini adalah kemampuan guru dalam merencanakaan dan melaksanakan pembelajaran Matematika dikelas IV SD Citra Bangsa Tarakan. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu kepala sekolah, guru kelas IV B dan siswa kelas IV B. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini, peneliti menyimpulkan bahwa guru kelas IVB SD Citra Bangsa Tarakan telah mampu merencanakan pembelajaran dengan memperhatikan prinsip-prinsip penyusunan RPP yang ada. Namun guru perlu mencantumkan media pembelajaran pada RPP serta masih perlu melakukan pengembangan dalam menyusun instrumen penilaian sesuai Kurikulum 2013. Kemudian, dalam melaksanakan pembelajaran guru juga telah mampu melaksanakan pembelajaran sesuai kurikulum 2013. Namun, ada beberapa kegiatan yang belum tercapai yaitu guru belum menyampaikan manfaat pembelajaran, guru belum menggunakan metode dan strategi pembelajaran yang tercantum pada RPP, kegiatan mengumpulkan informasi pada pendekatan saintifik tidak terlaksana sesuai RPP, serta kurangnya penggunaan media pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jenis penelitian ini adalah penelitian survei dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi guru dalam mengimplementasi Kurikulum 2013. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh guru IPA di SMP Negeri 12 Tarakan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner, wawancara dan studi dokumentasi. Data dianalisis secara kuantitatif kemudian dilakukan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa implementasi Kurikulum 2013 : (1) pada tahap perencanaan pembelajaran 80% sepenuhnya terlaksana, pada tahap pelaksanaan pembelajaran 80% sepenuhnya terlaksana, dan pada tahap penilaian pembelajaran 58% sebagian besar terlaksana. (2) hambatan yang dihadapi guru dalam implementasi Kurikulum 2013 pada aspek proses pembelajaran 60,71% hambatan tinggi, pada aspek sumber pembelajaran 43,75% hambatan rendah, pada aspek proses dan pelaksanaan penilaian 25% hambatan sangat rendah, dan pada aspek informasi Kurikulum 2013 90% hambatan sangat tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2020•
Penelitian ini berangkat dari permasalahan implementasi Kurikulum 2013 di SDN 002 Pujungan, dimana sekolah tersebut baru menerapkan Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2019/2020. Selain baru menerapkan Kurikulum 2013, berada di daerah pelosok dan terpencil tentu membuat sekolah ini menghadapi berbagai kesulitan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan guru dalam implementasi Kurikulum 2013 di SDN 002 Pujungan. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SDN 002 Pujungan. Fokus penelitian ini adalah kesulitan guru dalam implementasi Kurikulum 2013 di SDN 002 Pujungan. Adapun sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu Guru Kelas I dan IV. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesulitan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 seperti kesulitan dalam mendapatkan pelatihan dan pedoman pelaksanaan, kesulitan akan sarana dan prasarana, kesulitan membuat media, kesulitan dalam proses pembelajaran, kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran tematik, dan kesulitan dalam menguasai IT muncul dan dialami oleh guru SDN 002 Pujungan. Hal ini disebabkan lokasi tempat sekolah yang merupakan daerah pelosok dan terpencil.