Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

PETRUS

9 karya publik ditemukan.

2025: 22024: 52023: 12020: 1

KAJIAN UNSUR HARA (NITRAT, POSFAT, KALIUM) PADA TAMBAK TRADISIONAL DI PULAU TIBI KABUPATEN BULUNGAN

2025 · Book ·

Tambak tradisional sebagai wadah terkontrol dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memelihara ikan, udang dan kepiting. Salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya udang di tambak sistem tradisional adalah ketersediaan unsur hara secara berkesinambungan seperti nitrat, fospat dan kalium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji unsur hara di tambak udang windu sistem tradisional. Pengambilan sampel kualitas air dilakukan sebanyak 12 kali, sedangkan sampel tanah sebanyak 4 kali. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan standar Baku Mutu (BM) kualitas air dan tanah tambak berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 75 tahun 2016, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21 Tahun 2015. Hasil pengukuran variabel kualitas air tambak selama penelitian adalah suhu: 27-34,2 ℃, pH air: 7,8-8,31, salinitas: 10-20 ppt, Fospat: 0,02-0,18 ppm, kecerahan: 45-70 cm, ammonia: 0,01-1,12 mg/l, nitrit: 0,02-0,06 mg/l, nitrat: 0,8-2,76 mg/l, kalium: 10,23-15,43 mg/l, dan Corganik: 10,95-15,44 mg/l. Sedangkan variabel kualitas tanah yaitu pH tanah: 3,11-3,93, C-organik: 1,98-2,63 %, fosfat: 18,26-21,46 ppm, nitrat: 5,29-17,72 mg/l, dan kalium: 15,28-34,75 me/100 gr. Unsur hara pada air di tambak tradisional udang windu yang tidak sesuai standar baku mutu adalah nitrat dan kalium. Kandungan unsur hara pada air yang sesuai standar baku mutu adalah fospat. Unsur hara tanah yang tidak sesuai standar baku mutu adalah fosfat dan kalium, sementara unsur hara tanah yang sesuai baku mutu adalah nitrat

KAJIAN UNSUR HARA (NITRAT, POSFAT, KALIUM) PADA TAMBAK TRADISIONAL DI PULAU TIBI KABUPATEN BULUNGAN

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tambak tradisional sebagai wadah terkontrol dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memelihara ikan, udang dan kepiting. Salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya udang di tambak sistem tradisional adalah ketersediaan unsur hara secara berkesinambungan seperti nitrat, fospat dan kalium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji unsur hara di tambak udang windu sistem tradisional. Pengambilan sampel kualitas air dilakukan sebanyak 12 kali, sedangkan sampel tanah sebanyak 4 kali. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan standar Baku Mutu (BM) kualitas air dan tanah tambak berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 75 tahun 2016, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21 Tahun 2015. Hasil pengukuran variabel kualitas air tambak selama penelitian adalah suhu: 27-34,2 ℃, pH air: 7,8-8,31, salinitas: 10-20 ppt, Fospat: 0,02-0,18 ppm, kecerahan: 45-70 cm, ammonia: 0,01-1,12 mg/l, nitrit: 0,02-0,06 mg/l, nitrat: 0,8-2,76 mg/l, kalium: 10,23-15,43 mg/l, dan Corganik: 10,95-15,44 mg/l. Sedangkan variabel kualitas tanah yaitu pH tanah: 3,11-3,93, C-organik: 1,98-2,63 %, fosfat: 18,26-21,46 ppm, nitrat: 5,29-17,72 mg/l, dan kalium: 15,28-34,75 me/100 gr. Unsur hara pada air di tambak tradisional udang windu yang tidak sesuai standar baku mutu adalah nitrat dan kalium. Kandungan unsur hara pada air yang sesuai standar baku mutu adalah fospat. Unsur hara tanah yang tidak sesuai standar baku mutu adalah fosfat dan kalium, sementara unsur hara tanah yang sesuai baku mutu adalah nitrat

ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN PADA CACAT PRODUK

2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pembangunan nasional mendorong kemajuan di berbagai bidang ilmu salah satunya di bidang usaha yang memicu persaingan usaha tidak sehat antara para pelaku usaha. Akibatnya terjadi penurunan kualitas pada barang yang di produksi sehingga pada barang tersubut sering terdapat cacat produk baik cacat terlihat maupun cacat tersembunyi. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk mempelajari dua hal yaitu untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum pada cacat produk dan untuk mengetahui upaya hukum yang dapat ditempuh konsumen untuk meminta pertanggungjawaban pelaku usaha. Metode penelitian yang penulis gunakan yaitu adalah penelitian hukum normatif dengan jenis pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conseptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Perlindungan hukum sangat dibutukan untuk melindungi hak-hak konsumen. Menjawab permasalahan konsumen, di sahkanlah Undang-Undang Nomor 8 Tahun I999 Tentang Perlindungan Konsumen yang biasa disebut UUPK. Bentuk perlindungan hukum terhadap konsumen berupa dalam bentuk hukum perdata, hukum pidana dan hukum administrasi. Konsumen dalam meminta pertanggungjawaban Pelaku usaha dapat menggunakan upaya hukum. Penyelesaian sengketa konsumen dapat diselesaikan melalui penyelesaian sengketa di luar pengadilan yaitu melalui badan penyelesaian sengketa konsumen atau BPSK maupun melalui pengadilan. Kasus yang penulis jadikan acuan yaitu Putusan Arbitrase BPSK Provinsi DKI Jakarta Nomor: 002/A/BPSK-DKI/IX/2012 mengenai cacat tersembunyi. National development encourages progress in various fields of science, one of them is in the field of business which triggers unfair business competition between business actors. As a result, there is a decrease in the quality of goods produced so the good often have product defects both visible defects and hidden defects. The objective of this research was to study two things, to identify the form of legal protection on product defects and to find out the legal effort that can be taken by consumers to hold business actors accountable. The research method used is normative legal research with a statue approach, conceptual approach, and case approach. Legal protection is needed to protect consumer rights. To solve consumer problems, Law Number 8 of I999 concerning Consumer Protection has been passed, which is commonly referred to as UUPK. The form of legal protection for consumers is in the form of civil, criminal, and administrative law. Consumers in holding business actors accountable can use legal remedies. Settlement of consumer disputes can be resolved through out-of-court dispute resolution, both the BPSK consumer dispute resolution body and the court. The case used as a reference in this research was the Arbitration Decision of BPSK DKI Jakarta Province Number: 002/A/BPSK-DKI/IX/2012 regarding hidden defects.

ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN PADA CACAT PRODUK

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ANALISIS PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN PADA CACAT PRODUK Abstrak Pembangunan nasional mendorong kemajuan di berbagai bidang ilmu salah satunya di bidang usaha yang memicu persaingan usaha tidak sehat antara para pelaku usaha. Akibatnya terjadi penurunan kualitas pada barang yang di produksi sehingga pada barang tersubut sering terdapat cacat produk baik cacat terlihat maupun cacat tersembunyi. Tujuan dari skripsi ini adalah untuk mempelajari dua hal yaitu untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum pada cacat produk dan untuk mengetahui upaya hukum yang dapat ditempuh konsumen untuk meminta pertanggungjawaban pelaku usaha. Metode penelitian yang penulis gunakan yaitu adalah penelitian hukum normatif dengan jenis pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conseptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Perlindungan hukum sangat dibutukan untuk melindungi hak-hak konsumen. Menjawab permasalahan konsumen, di sahkanlah Undang-Undang Nomor 8 Tahun I999 Tentang Perlindungan Konsumen yang biasa disebut UUPK. Bentuk perlindungan hukum terhadap konsumen berupa dalam bentuk hukum perdata, hukum pidana dan hukum administrasi. Konsumen dalam meminta pertanggungjawaban Pelaku usaha dapat menggunakan upaya hukum. Penyelesaian sengketa konsumen dapat diselesaikan melalui penyelesaian sengketa di luar pengadilan yaitu melalui badan penyelesaian sengketa konsumen atau BPSK maupun melalui pengadilan. Kasus yang penulis jadikan acuan yaitu Putusan Arbitrase BPSK Provinsi DKI Jakarta Nomor: 002/A/BPSK-DKI/IX/2012 mengenai cacat tersembunyi. ANALYSIS OF JURIDICAL PROTECTION FOR CONSUMERS IN THE FALL OF PRODUCTS Abstract National development drives progress in various fields of science, one in the field of enterprise, which triggers unhealthy competition between entrepreneurs. As a result, there is a decrease in the quality of the goods produced so that in the material there are often defects of the product, both visible defects and hidden defects. The purpose of this script is to study two things namely to know the form of legal protection on product defects and to find out the legal effort that consumers can take to claim the liability of the entrepreneur. The research methods used by the authors are normative law studies with types of legislative approaches, conceptual approaches, and case approaches. Legal protection is essential to protect consumer rights. Responding to consumer issues, Act No. 8 Year I999 on Consumer Protection is commonly called UUPK. The form of legal protection against consumers is in the form of civil law, criminal law, and administrative law. Consumers in claiming liability Entrepreneurs can resort to legal action. The settlement of consumer disputes can be resolved using the resolution of disputes outside the court, i.e. through the consumer dispute settlement body or BPSK or through the court. The case that the author refers to is the BPSK Arbitration Decision of the DKI Jakarta Province No. 002/A/BPSK-DKI/IX/2012 concerning hidden defects.

PENGARUH ASPEK SOSIAL EKONOMI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI KOTA TARAKAN

2024 · Book · Koleksi Perpustakaan

ABSTRAK PENGARUH ASPEK SOSIAL EKONOMI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI KOTA TARAKAN PETRUS LIWU Djuanda Hatta, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar pengaruh aspek sosial ekonomi terhadap tingkat pengangguran di kota tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Yaitu dari tahun 2013 sampai tahun 2022. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SPSS 25, Dari beberapa variabel ada yang berpengaruh dan ada yang tidak berpengaruh terhadap Tingkat pengganguran. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel pertumbuhan penduduk, angka partisipasi sekolah, konsumsi rumah tangga dan pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran dan variabel tingkat partisipasi angkatan kerja dan investasi yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran di kota tarakan, variabel bebas berkontribusi sebesar 71,4% terhadap tingkat pengangguran.

Komposisi Hasil dan Laju Tangkap Ikan Pari (Maculabatis sp) Tangkapan Rawai Senggol (Bottom Longline) Di Perairan Kalimantan Utara

2024 · Book ·

Nelayan Kota Tarakan menggunakan alat tangkap rawai senggol (bottom longline) dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan, dengan hasil tangkapan utama ikan pari jantan (Maculabatis sp). Data ilmiah terkait dengan rawai dan hasil tangkapannya, sangat penting sebagai dasar dalam pengelolaan sumberdaya perikanan lestari dan berkelanjutan. Aspek yang menjadi fokus riset adalah terkait dengan estimasi komposisi hasil laju tangkap ikan pari jantan berdasarkan kelimpahan alat tangkap rawai senggol (bottom longline) di perairan Kalimantan utara Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan (Oktober sampai dengan Desember 2022) Selama riset dua bulan tersebut, akan dilakukan sampling total sebanyak 6 kali sampling. Sampling dilakukan 2 kali dalam satu bulan pada periode neap tide (pasang surut terendah). Hasil penelitian menunjukkan pada pengoperasian alat tangkap rawai senggol diperairan kalimanan utara terdapat tangkap adalah ikan pari jantan ikan pari jantan, ose, ikan kakap merah, ikan arut, hiu, dan pari hantu macan. Komposisi hasil tangkapan yang dominan tertangkap ikan pari jantan dengan tangkapan utama (main catch) mencapai 9197,5 Kg (96.54%.), tangkapan sampigan (bycatch) sebesar 206,6 Kg (2.17 %) dan hasil tangkapan buangan (discard) sebesar 123 Kg (1.29%), dengan total keseluruhan hasil tangkapan adalah 9527,1 kg dan laju tangkapan berkisar 20,8 – 32,4 kg/jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komposisi hasil tangkapan pada perikanan rawai senggol sangat selektif karena besarnya komposisi hasil tangkapan utama dan untuk laju tangkapan pada rawai senggol menunjukan relative tinggi dengan nilai bervariasi.

PENGARUH ASPEK SOSIAL EKONOMI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI KOTA TARAKAN

2024 · Thesis ·

ABSTRAK PENGARUH ASPEK SOSIAL EKONOMI TERHADAP TINGKAT PENGANGGURAN DI KOTA TARAKAN PETRUS LIWU Djuanda Hatta, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar pengaruh aspek sosial ekonomi terhadap tingkat pengangguran di kota tarakan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Yaitu dari tahun 2013 sampai tahun 2022. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah SPSS 25, Dari beberapa variabel ada yang berpengaruh dan ada yang tidak berpengaruh terhadap Tingkat pengganguran. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial variabel pertumbuhan penduduk, angka partisipasi sekolah, konsumsi rumah tangga dan pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran dan variabel tingkat partisipasi angkatan kerja dan investasi yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat pengangguran di kota tarakan, variabel bebas berkontribusi sebesar 71,4% terhadap tingkat pengangguran.

Komposisi Hasil dan Laju Tangkap Ikan Pari (Maculabatis sp) Tangkapan Rawai Senggol (Bottom Longline) Di Perairan Kalimantan Utara

2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Nelayan Kota Tarakan menggunakan alat tangkap rawai senggol (bottom longline) dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan, dengan hasil tangkapan utama ikan pari jantan (Maculabatis sp). Data ilmiah terkait dengan rawai dan hasil tangkapannya, sangat penting sebagai dasar dalam pengelolaan sumberdaya perikanan lestari dan berkelanjutan. Aspek yang menjadi fokus riset adalah terkait dengan estimasi komposisi hasil laju tangkap ikan pari jantan berdasarkan kelimpahan alat tangkap rawai senggol (bottom longline) di perairan Kalimantan utara Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan (Oktober sampai dengan Desember 2022) Selama riset dua bulan tersebut, akan dilakukan sampling total sebanyak 6 kali sampling. Sampling dilakukan 2 kali dalam satu bulan pada periode neap tide (pasang surut terendah). Hasil penelitian menunjukkan pada pengoperasian alat tangkap rawai senggol diperairan kalimanan utara terdapat tangkap adalah ikan pari jantan ikan pari jantan, ose, ikan kakap merah, ikan arut, hiu, dan pari hantu macan. Komposisi hasil tangkapan yang dominan tertangkap ikan pari jantan dengan tangkapan utama (main catch) mencapai 9197,5 Kg (96.54%.), tangkapan sampigan (bycatch) sebesar 206,6 Kg (2.17 %) dan hasil tangkapan buangan (discard) sebesar 123 Kg (1.29%), dengan total keseluruhan hasil tangkapan adalah 9527,1 kg dan laju tangkapan berkisar 20,8 – 32,4 kg/jam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah komposisi hasil tangkapan pada perikanan rawai senggol sangat selektif karena besarnya komposisi hasil tangkapan utama dan untuk laju tangkapan pada rawai senggol menunjukan relative tinggi dengan nilai bervariasi.

DESKRIPSI KESULITAN GURU DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DI SDN 002 PUJUNGAN

2020 · Thesis ·

Penelitian ini berangkat dari permasalahan implementasi Kurikulum 2013 di SDN 002 Pujungan, dimana sekolah tersebut baru menerapkan Kurikulum 2013 pada tahun ajaran 2019/2020. Selain baru menerapkan Kurikulum 2013, berada di daerah pelosok dan terpencil tentu membuat sekolah ini menghadapi berbagai kesulitan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan guru dalam implementasi Kurikulum 2013 di SDN 002 Pujungan. Jenis penelitian menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif yang dilaksanakan di SDN 002 Pujungan. Fokus penelitian ini adalah kesulitan guru dalam implementasi Kurikulum 2013 di SDN 002 Pujungan. Adapun sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu Guru Kelas I dan IV. Sedangkan untuk teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kesulitan guru dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 seperti kesulitan dalam mendapatkan pelatihan dan pedoman pelaksanaan, kesulitan akan sarana dan prasarana, kesulitan membuat media, kesulitan dalam proses pembelajaran, kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran tematik, dan kesulitan dalam menguasai IT muncul dan dialami oleh guru SDN 002 Pujungan. Hal ini disebabkan lokasi tempat sekolah yang merupakan daerah pelosok dan terpencil.