KAJIAN UNSUR HARA (NITRAT, POSFAT, KALIUM) PADA TAMBAK TRADISIONAL DI PULAU TIBI KABUPATEN BULUNGAN
Tambak tradisional sebagai wadah terkontrol dimanfaatkan oleh masyarakat untuk memelihara ikan, udang dan kepiting. Salah satu faktor penentu keberhasilan budidaya udang di tambak sistem tradisional adalah ketersediaan unsur hara secara berkesinambungan seperti nitrat, fospat dan kalium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji unsur hara di tambak udang windu sistem tradisional. Pengambilan sampel kualitas air dilakukan sebanyak 12 kali, sedangkan sampel tanah sebanyak 4 kali. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan standar Baku Mutu (BM) kualitas air dan tanah tambak berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 75 tahun 2016, Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 21 Tahun 2015. Hasil pengukuran variabel kualitas air tambak selama penelitian adalah suhu: 27-34,2 ℃, pH air: 7,8-8,31, salinitas: 10-20 ppt, Fospat: 0,02-0,18 ppm, kecerahan: 45-70 cm, ammonia: 0,01-1,12 mg/l, nitrit: 0,02-0,06 mg/l, nitrat: 0,8-2,76 mg/l, kalium: 10,23-15,43 mg/l, dan Corganik: 10,95-15,44 mg/l. Sedangkan variabel kualitas tanah yaitu pH tanah: 3,11-3,93, C-organik: 1,98-2,63 %, fosfat: 18,26-21,46 ppm, nitrat: 5,29-17,72 mg/l, dan kalium: 15,28-34,75 me/100 gr. Unsur hara pada air di tambak tradisional udang windu yang tidak sesuai standar baku mutu adalah nitrat dan kalium. Kandungan unsur hara pada air yang sesuai standar baku mutu adalah fospat. Unsur hara tanah yang tidak sesuai standar baku mutu adalah fosfat dan kalium, sementara unsur hara tanah yang sesuai baku mutu adalah nitrat