ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul pembelajaran teks eksplanasi yang layak untuk siswa kelas V SD Negeri 029 Tarakan, serta mendeskripsikan respon guru terhadap kualitas dan kemudahan penggunaan produk tersebut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh terbatasnya variasi bahan ajar mandiri materi teks eksplanasi di sekolah dasar yang berdampak pada rendahnya fokus, percaya diri, dan tanggung jawab siswa saat presentasi. Metode yang digunakan adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek penelitian terdiri dari siswa kelas V SD Negeri 029 Tarakan untuk uji coba terbatas dan uji coba lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, lembar validasi ahli, dan angket respon guru, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul pembelajaran teks eksplanasi berbasis penguatan Profil Pelajar Pancasila ini sangat layak dan menarik untuk digunakan. Kelayakan produk dibuktikan oleh penilaian para ahli (materi, media, dan bahasa) yang memperoleh rata-rata persentase sebesar 83,33% (sangat layak). Selain itu, rekapitulasi angket respon guru kelas V menghasilkan rata-rata persentase sebesar 94,5% (sangat menarik). Modul ini dinilai praktis, mudah digunakan, serta mampu meningkatkan keaktifan dan semangat belajar siswa. Kesimpulannya, modul pembelajaran ini dinyatakan layak dan efektif sebagai media pendukung pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan kajian ini untuk mengetahui Pengaruh Fasilitas Pembelajaran pada Hasil Belajar. Kajian ini dilaksanan selama 2 minggu mulai dari tanggal 17 s/d 24 Juli 2024 di SD Negeri 016 Tarakan, kota Tarakan. Sample diambel berlandaskan metode survei kuantitatif. Subjek pada riset ini mencakup semua peserta didik mengenai Dampak Sarana Pendidikan pada Prestasi Akademik Murid Sekolah Dasar Tingkat IV SD Negeri 016 Tarakan periode ajaran 2024/2025 dengan total 54 peserta didik, yaitu kelompok A sebanyak 28 peserta didik serta kelompok B sebanyak 26 peserta didik. Kajian ini memperlihatkan bahwasanya didapatkan persamaan Y = 46,168 + 0,373X, yang mengandung makna bahwasanya pemanfaatan sarana belajar memberi dampak positif pada capaian prestasi peserta didik. Berlandaskan hasil hubungan korelasi diperoleh bahwasanya pengaruh sarana belajar tergolong sedang dengan nilai koefisien korelasi 0,553 serta koefisien determinasi 30,5%, sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwasanya pemanfaatan sarana belajar memberi pengaruh pada pencapaian akademik peserta didik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Pentingnya Pendidikan Kesadaran Hukum Berlalu Lintas bagi Pelajar di Kabupaten Malinau Sebagai Upaya Preventif dalam Mencegah Kecelakaan Lalu Lintas dalam Perpsektif Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalaah, Tujuan dan urgensi pentingnya pendidikan kesadaran hukum berlalu lintas bagi pelajar dalam perspektif Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Peran pemerintah dan instansi terkait dalam implementasi pendidikan kesadaran hukum berlalu lintas di kalangan pelajar di Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach). Berdasarkan hasil penelitian Tujuan dan urgensi pentingnya pendidikan kesadaran hukum berlalu lintas bagi pelajar adalah untuk memberikan pemahaman hukum berlalulintas yang diatur dalam Undang-Undang, sehingga mereka mengetahui hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan, membentuk perilaku budaya disiplin berlalu lintas, kepatuhan terhadap rambu, marka, serta aturan lainnya demi menciptakan ketertiban lalu lintas, mencegah kecelakaan, sehingga pelajar dapat menghindari pelanggaran yang berisiko menyebabkan kecelakaan, baik untuk dirinya sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Menanamkan kesadaran kolektif yang bertujuan menciptakan kesadaran bahwa lalu lintas adalah tanggung jawab bersama untuk mewujudkan keselamatan di jalan raya, karena masih banyak pelajar yang belum memahami isi dan maksud dari Undang-Undang tersebut. Implementasi pendidikan kesadaran hukum berlalu lintas yang dilakukan Polres Malinau, Pemerintah, dan Instansi terkait dilaksanakan melalui Program Intrakurikuler Pendidikan lalu lintas (PLL) dapat dilakukan melalui penyusunan Pelaksanaan Pembelajaran Rencana (RPP) dengan menyisipkan materi PLL dan Program Ekstrakurikuler di sekolah berupa kegiatan PKS (Patroli Keamanan Sekolah), Polisi Sahabat Anak (Polsana), Cara Aman Kesekolah, Police Goes To Campus; Safety Riding / Driving, Kampanye dan Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas melalui media Televisi, Radio.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Pentingnya Pendidikan Kesadaran Hukum Berlalu Lintas bagi Pelajar di Kabupaten Malinau Sebagai Upaya Preventif dalam Mencegah Kecelakaan Lalu Lintas dalam Perpsektif Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalaah, Tujuan dan urgensi pentingnya pendidikan kesadaran hukum berlalu lintas bagi pelajar dalam perspektif Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dan Peran pemerintah dan instansi terkait dalam implementasi pendidikan kesadaran hukum berlalu lintas di kalangan pelajar di Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach). Berdasarkan hasil penelitian Tujuan dan urgensi pentingnya pendidikan kesadaran hukum berlalu lintas bagi pelajar adalah untuk memberikan pemahaman hukum berlalulintas yang diatur dalam Undang-Undang, sehingga mereka mengetahui hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai pengguna jalan, membentuk perilaku budaya disiplin berlalu lintas, kepatuhan terhadap rambu, marka, serta aturan lainnya demi menciptakan ketertiban lalu lintas, mencegah kecelakaan, sehingga pelajar dapat menghindari pelanggaran yang berisiko menyebabkan kecelakaan, baik untuk dirinya sendiri maupun pengguna jalan lainnya. Menanamkan kesadaran kolektif yang bertujuan menciptakan kesadaran bahwa lalu lintas adalah tanggung jawab bersama untuk mewujudkan keselamatan di jalan raya, karena masih banyak pelajar yang belum memahami isi dan maksud dari Undang-Undang tersebut. Implementasi pendidikan kesadaran hukum berlalu lintas yang dilakukan Polres Malinau, Pemerintah, dan Instansi terkait dilaksanakan melalui Program Intrakurikuler Pendidikan lalu lintas (PLL) dapat dilakukan melalui penyusunan Pelaksanaan Pembelajaran Rencana (RPP) dengan menyisipkan materi PLL dan Program Ekstrakurikuler di sekolah berupa kegiatan PKS (Patroli Keamanan Sekolah), Polisi Sahabat Anak (Polsana), Cara Aman Kesekolah, Police Goes To Campus; Safety Riding / Driving, Kampanye dan Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas melalui media Televisi, Radio.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kesulitan ini muncul karena siswa yang kurang dalam memahami materi atau konsep dan juga media pembelajaran yang kurang memadai, seperti penggunaan gambar dan benda konkret. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran IPAS pada siswa kelas III-B SDN 017 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sampel data dari penelitian ini sebanyak 6 siswa, yang mana peneliti mengambil berdasarkan nilai terendah siswa pada materi metamorfosis. Data dalam penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa meliputi, sikap siswa positif terlihat dari aktifnya mereka bertanya dan menyelesaikan tugas, meskipun ada yang cenderung pasif. Minat siswa berada di tingkat sedang, meningkat saat ada penggunaan media menarik, tetapi menurun ketika materi sulit atau membosankan. Motivasi siswa juga bervariasi, banyak yang semangat dan tekun, namun beberapa kurang aktif. Faktor eksternal meliputi, lingkungan belajar umumnya mendukung, meski ada masalah seperti silau cahaya yang mengganggu fokus. Metode ceramah yang sering digunakan membuat siswa bosan sehingga partisipasi siswa menjadi kurang di dalam pembelajaran. Fasilitas pembelajaran seperti video pembelajaran dan gambar sudah digunakan, namun untuk alat peraga masih kurang dalam penggunaannya sehingga pembelajaran masih kurang optimal. Guru diharapkan dapat mengelola metode dan fasilitas pembelajaran agar siswa tidak kesulitan dalam memahami materi IPAS.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penanaman dimensi gotong royong pada Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) siswa kelas V-C SDN 024 Tarakan. Gotong royong merupakan salah satu dimensi penting dalam Profil Pelajar Pancasila yang mencakup elemen kolaborasi, kepedulian, dan berbagi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru kelas V-C, dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman dimensi gotong royong telah dilaksanakan melalui tahapan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan P5. Sub elemen kerjasama pada elemen kolaborasi tampak dari kerja sama antar siswa dalam kegiatan penanaman, pemeliharaan tanaman, dan pameran hasil projek. Guru berperan aktif sebagai fasilitator dalam membentuk kelompok kerja, membimbing, proses, serta memberikan arahan yang jelas. Meskipun semangat gotong royong siswa masih perlu ditingkatkan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses penanaman nilai gotong royong telah berjalan sesuai tujuan, ditandai dengan keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan bersama. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan strategi kolaboratif yang berkelanjutan untuk menanamkan nilai gotong royong secara lebih mendalam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 16 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang kemudian diubah melalui Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, kekerasan didefinisikan sebagai segala tindakan yang menyebabkan anak mengalami penderitaan atau kesengsaraan, baik secara fisik, psikologis, seksual, maupun akibat penelantaran. Penelitian ini bertujuam untuk mengetahui bagaimana penegakan hukum pidana terhadap pelaku dengan kekerasan yang dilakukan oleh pelajar dan pertimbangan hakim terhadap pelaku tindak pidana kekerasan yang dilakukan oleh anak pelajar (Studi Putusan Nomor 9/PID.SUS-ANAK/2023/PN.Tar). Tipe penelitian ini adalah normatif dengan pendekatan analisis kualitatif, dan teknik pengumpulan sumber bahan hukumnya bersumber dari studi kepustakaan. Hasilnya adalah Upaya pencegahan agar kekerasan di antara pelajar tidak terjadi menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat, termasuk aparat penegak hukum. Selanjutnya untuk menyelsaikan status kekerasan oleh anak atau pelajar itu harus menjunjung asas resoratif justice yang memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak. Adapun asas utimum remedium, yaitu prinsip bahwa pidana penjara menjadi pilihan terakhir dalam penegakan hukum. Saran dari penulis dalam penelitian ini adalah aparat kepolisisan reseor Tarakan dapat meningkatkan efektivitas penanganan kasus kekerasan pelajar secara berkala. Selain itu, keluarga terkhusus orang tua berperan penting dalam mengawasi dan membimbing anak-anak mereka agar terhindar dari keterlibatan tindakan kekerasan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
This study investigated the impact of the shadowing technique on the pronunciation skills of year 10 students at SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. The research was motivated by students’ limited proficiency in English pronunciation, influenced by insufficient intensive practice, mother tongue interference, and low confidence. Shadowing, which involves the immediate and repeated imitation of native speaker pronunciation, was implemented to improve segmental accuracy, suprasegmental features and connected speech. A pre-experimental one-group pretest-posttest design was employed. The sample comprised 17 pharmacy students selected for their low average pronunciation scores. Research instruments included oral tests, field notes, and video recordings. Results showed a substantial increase in average pronunciation scores from 7.53 to 14.00. The Wilcoxon test produced a significance value of 0.000 (p 0.50), confirming the effectiveness of the technique. Qualitative data supported these findings, showing greater student participation, improved confidence, and gradual enhancement in pronunciation accuracy. The shadowing technique is thus shown to be a practical, interactive, and effective method for improving pronunciation in vocational English learning. Penelitian ini mengkaji dampak teknik shadowing terhadap kemampuan pengucapan siswa kelas 10 di SMK Kesehatan Kaltara Tarakan. Penelitian ini didorong oleh keterbatasan kemampuan pengucapan bahasa Inggris siswa, yang dipengaruhi oleh kurangnya latihan intensif, gangguan bahasa ibu, dan rendahnya kepercayaan diri. Teknik shadowing, yang melibatkan peniruan langsung dan berulang terhadap pengucapan penutur asli, diterapkan untuk meningkatkan akurasi segmen, fitur suprasegmental, dan pengucapan yang terhubung. Desain pra-eksperimental satu kelompok dengan tes pra dan pasca diterapkan. Sampel terdiri dari 17 siswa farmasi yang dipilih berdasarkan skor rata-rata pengucapan yang rendah. Alat penelitian meliputi tes lisan, catatan lapangan, dan rekaman video. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam skor rata-rata pengucapan dari 7,53 menjadi 14,00. Uji Wilcoxon menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (p 0,50), mengonfirmasi keefektifan teknik ini. Data kualitatif mendukung temuan ini, menunjukkan partisipasi siswa yang lebih besar, peningkatan kepercayaan diri, dan peningkatan bertahap dalam akurasi pengucapan. Teknik shadowing terbukti sebagai metode praktis, interaktif, dan efektif untuk meningkatkan pengucapan dalam pembelajaran bahasa Inggris vokasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan pembelajaran lintas disiplin ilmu yang memiliki tujuan mengamati hingga memikirkan solusi dari beberapa permasalahan yang terjadi di sekitar lingkunganya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam dimensi mandiri dan kreatif pada peserta didik kelas IV B SDN 043 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan dengan menggunakan Teknik Simple Random Sampling (teknik sample acak sederhana). Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan P5 dalam dimensi mandiri dan dimensi kreatif pada subjek A, B, C dan D memiliki berbagai macam perbedaan karakter. Subjek A dan B terlihat memiliki sikap berani, percaya diri, memiliki kreatifitas yang tinggi dan terlihat luwes dalam proses pembuatan projek serta berani bertanggung jawab terhadap projek yang telah dikerjakan. Subjek C dan D terlihat begitu pasif, monoton, kurang yakin atas karyanya sendiri dan tidak percaya diri bahkan sulit mempertanggung jawabkan hasil pekerjaannya dalam proses penerapan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) berbasis projek. Secara keseluruhan, penerapan Projek Penguatan profil Pelajar Pancasila ini tidak hanya berfokus pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kemampuan yang akan membentuk generasi penerus yang memiliki tanggung jawab, rasa percaya diri serta kreativitas yang tinggi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses implementasi dan perkembangan siswa dalam menerapkan dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia dalam kegiatan kokurikuler melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (PS) di kelas IV B SDN 024 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian yaitu kepala sekolah, koordinator PS, guru kelas, dan siswa kelas IV B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses implementasi dimensi tersebut dilakukan melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan yang melibatkan kegiatan menanam dan memilah sampah, serta evaluasi berkelanjutan. Kegiatan P5 dengan tema "Lihat Kebunku!! & Pemilahan Sampah" berhasil membentuk karakter siswa yang peduli lingkungan, bertanggung jawab, serta menunjukkan sikap religius dan berakhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah secara konsisten menjadikan dimensi ini sebagai prioritas utama sesuai dengan visi dan misi sekolah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kegiatan kokurikuler berbasis P5 efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter religius dan akhlak mulia kepada siswa sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jam pembelajaran terhadap V SDN hasil belajar siswa mata pelajaran Matematika kelas V SDN 006 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei semester genap tahun ajaran 2025/2026. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VB dan VC SDN 006 Tarakan yang berjumlah 56 siswa, masing-masing 28 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode cluster random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui tes berbentuk pilihan ganda dan essay. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa berdasarkan jam pelaksanaan pembelajaran. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jam pembelajaran (jam pertama dan jam terakhir), sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar siswa. Hasil uji independent sample t-test menunjukkan bahwa nilai thitung (7,615) > tabel (2,005). Dengan demikian, hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (H) diterima. Artinya, terdapat perbedaan hasil belajar matematika yang signifikan antara siswa yang belajar pada jam pelajaran pertama dan siswa yang belajar pada jam pelajaran terakhir di kelas V SDN 006 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MATA PELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA INDIVIDU SISWA KELAS V-A DI SDN 004 TARAKAN Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam mata pelajaran IPS untuk meningkatkan kerjasama individu siswa kelas V-A di SDN 004 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian 26 siswa kelas V-A. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi terhadap aktivitas siswa dan guru, rubrik penilaian afektif dan penilaian psikomotorik serta dokumentasi. Jenis pembelajaran yang digunakan yaitu kooperatif tipe jigsaw. Hasil penelitian menunjukan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam mata pelajaran IPS untuk meningkatkan kerjasama individu siswa kelas V-A di SDN 004 Tarakan mencapai indikator atau KKM yang telah ditentukan sebesar 70%. Keberhasilan terlihat dari aktivitas siswa siklus I memperoleh 63%, pada siklus II 93%. Observasi guru siklus I sebesar 58.7%, pada siklus II memperoleh 82.6%. Hasil rata-rata penilaian efektif siswa pada siklus I sebesar 45 dengan presentase klasikal 11.53% meningkat pada siklus II mencapai rata-rata penilaian 78 dengan presentase klasikal 84.61%. Penilaian psikomotorik yang dilakukan siklus I yaitu rata-rata nilai sebesar 66 dengan presentase klasikal 53.84% meningkat pada siklus II yaitu rata-rata nilai 81 dengan presentase klasikal 88.46%. Secara keseluruhan dengan penilaian efektif dan psikomotorik diperoleh nilai rata-rata keseluruhan pada siklus 1 yaitu 55.5 dengan presentase klasikal sebesar 11.53% dan pada siklus Il diperoleh nilai rata-rata keseluruhan yaitu 79.5 dengan presentase klasikal 80.76%. Hasil diperoleh melebihi indikator yang ditetapkan 70% sehingga dikatakan berhasil dan telah selesai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mengajar guru yang diterapkan di kelas untuk mengajarkan mata pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif (Qualitative Research). Sampel dari penelitian ini adalah 1 orang guru mata pelajaran Bahasa Inggris yang mengajar siswa kelas tujuh di SMPN 3 Tarakan. Untuk mengambil data, peneliti menggunakan 3 instrumen penelitian, yaitu catatan lapangan observasi (Observations Field Note), panduan wawancara (Interviews Guide), dan dokumentasi (Documentation). Untuk menganalisa data, peneliti menggunakan metode yang didasarkan pada teori Creswell (Creswell's theory). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada enam strategi pengajaran yang digunakan di kelas, yaitu model pembelajaran instruksi digunakan sebanyak 24%, Desain Proyek Menggunakan Pembelajaran Komunikatif (Project Design Using Communicative Learning) 19%, dan Model Pembelajaran Diskusi (Discussion Instructional Model) 17%. Model Example Non-Example dan Model Pembelajaran Investigasi Group (Group Investigation (GI) Instructional Model) masing-masing digunakan sebanyak 14%, sedangkan Model Pembelajaran Problem Posing digunakan sebanyak 12%. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang paling sering digunakan guru di kelas saat mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris adalah Model pembelajaran instruksi (Direct Instruction (DI) Instructional Model) dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Model pembelajaran instruksi (Direct Instruction (DI) Instructional Model) adalah strategi pengajaran yang sangat efektif, terutama dalam mengembangkan keterampilan dasar seperti penguasaan kosakata dan kompetensi berbahasa dalam pengajaran bahasa Inggris. Model pembelajaran instruksi (Direct Instruction (DI) Instructional Model) memiliki dampak yang signifikan terhadap prestasi Bahasa inggris siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pendidikan karakter mandiri penting dalam pembentukan karakter siswa yang bertanggung jawab terhadap proses dan hasil belajar, sesuai dengan elemen Profil Pelajar Pancasila yang diterapkan melalui Kurikulum Merdeka. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai karakter mandiri dalam Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas IV-B di SD Negeri 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan angket. Informan penelitian terdiri dari siswa kelas IV-B, guru kelas, dan guru koordinator P5. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Subjek S1, dengan tingkat kemandirian tinggi, telah menunjukkan kesadaran diri dan regulasi diri yang baik dalam mengenali potensi, mengelola emosi, dan bertanggung jawab atas pembelajaran. Subjek S2, dengan tingkat kemandirian sedang, memiliki kesadaran diri yang cukup baik namun masih memerlukan bimbingan dalam pengelolaan emosi dan kemandirian. Subjek S3, dengan tingkat kemandirian rendah, masih menghadapi kesulitan dalam mengenali potensi diri dan mengatur emosi. Penerapan nilai karakter mandiri dalam Profil Pelajar Pancasila pada siswa kelas IV-B di SD Negeri 031 Tarakan telah berjalan cukup baik, meskipun masih memerlukan cara peningkatan terutama dalam aspek regulasi emosi dan pengendalian diri siswa. Oleh karena itu, penguatan elemen kesadaran diri dan regulasi diri perlu terus diupayakan untuk mendukung terbentuknya karakter mandiri sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi projek penguatan profil pelajar pancasila (P5) di SMPN Kota Tarakan. Penelitian ini jenis kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi dan dokumentasi. Data analisis dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi P5 di SMPN di Kota Tarakan terdapat beberapa tahapan Pertama, desain P5 dengan rincian : membentuk tim fasilitator, identifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan, penentuan dimensi, tema dan alokasi waktu projek P5, membuat modul P5, dan perencanaan asesmen. Desain P5 yang dijalankan pada sekolah SMPN di Kota Tarakan telah sesuai dengan panduan P5 Kemendikbud Ristek yang disesuaikan dengan kondisi sekolah masing-masing. Kedua, megelola projek, mengawali projek dengan pengenalan dan konseptualisasi, mengoptimalkan projek dengan aksi nyata dan menutup projek dengan perayaan hasil belajar berupa pameran dan bazar. Ketiga, mengolah asesmen dengan menggunakan asesmen formatif, sumatif dan diagnostik disediakan oleh setiap sekolah di SMPN Kota Tarakan. Pelaporan dengan rapor P5 sekali pada setiap akhir semester genap. Namun, beberapa sekolah di SMPN di Kota Tarakan masih didapati belum menyediakan rapor P5
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika penerapan Kurikulum Merdeka Belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 12 Tarakan dan bertujuan untuk mengetahui upaya atau solusi untuk mengatasi problematika terhadap penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di kelas VII SMP Negeri 12 Tarakan. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah guru Bahasa Indonesia kelas VII, kepala sekolah, waka kurikulum dan siswa kelas VII-6 sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa problematika penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di kelas VII SMP Negeri 12 Tarakan berkategori tinggi. Responden dengan kategori tinggi adalah responden atau siswa yang memiliki problematika tinggi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar. Hal ini dapat dilihat dari 28 responden dengan persentase 93% untuk siswa kelas VII-6 yang memiliki problematika tinggi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar. Hasil analisis data untuk problematika penerapan Kurikulum Merdeka bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia termasuk dalam kategori tinggi dengan presentase 64% yang menunjukkan bahwa responden atau guru memiliki problematika tinggi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan terdapat problematika yang dihadapi yaitu: problematika pada siswa kelas VII, problematika guru dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian. Upaya untuk mengatasi problematika penerapan Kurikulum Merdeka Belajar bagi guru yaitu dengan melakukan konsultasi di PMM, mengikuti pelatihan atau sosialisasi mengenai Kurikulum Merdeka, berkoordinasi dengan sekolah lain, dan melakukan pendekatan kepada siswa melalui permainan dalam pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, sampel dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan wali kelas IV B SDN 035 Tarakan. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori Miles dan Huberman yaitu mereduksi data, menyajikan data, dan meyimpulkan data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tahapan dalam implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di SDN 035 Tarakan adalah perencanaan yaitu pembentukan tim fasilitator, analisis tingkat kesiapan satuan pendidikan, pemilihan tema dan alokasi waktu projek, menyusun modul projek, dan merancang strategi pelaporan hasil projek. Kemudian pelaksanaan, yaitu tehap pengenalan, aksi, tindak lanjut atau refleksi. Dan evaluasi projek yaitu evaluasi proses. Hal ini ditunjukan dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi terhadap pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di kelas IV B SDN 035 Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan kurikulum merdeka belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 11 Tarakan dan bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil dari penerapan kurikulum merdeka belajar pada sekolah SMP Negeri 11 Tarakan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunaka metode deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah guru Bahasa Indonesia kelas VII, kepala sekolah, waka kurikulum dan siswa kelas VII-2 sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu, observasi, wawancara, dikumentasi dan kuesioner. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahap yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan kurikulum merdeka belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 11 Tarakan telah mengalami perkembangan, dapat dilihat adanya perkembangan kompetensi pada siswa melalui pembelajaran yang fleksibel. Pencapaian tujuan pembelajaran melalui penanaman profil pelajar pancasila juga sudah mengalami berkembangan. Para guru juga mulai terbiasa pada kurikulum baru ini. Selanjutnya, dari hasil angket kuesioner yang diberikan kepada siswa hasil dari penerapan kurikulum merdeka belajar berkategori tinggi (Responden dengan kategori tinggi adalah Siswa yang memiliki pemahaman tinggi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar) dengan persentase sebesar 87% dan frekunesi 26 artinya pada proses pembelajaran siswa cukup memahami pembelajaran menggunakan kurikulum merdeka belajar. Maka dapat disimpulkan bahwa adanya penerapan kurikulum merdeka belajar ini membuat siswa cukup mengalami perkembangan pada proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana persepsi guru dan siswa terhadap perbandingan penerapan kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sampel dalam penilaian adalah kepala sekolah, guru bahasa Indonesia dan seluruh siswa kelas VIII sebanyak 35 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang yang digunakan ada empat tahap yaitu pengumpulan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan perkembangan dari proses pembelajaran. Hal ini dapat di lihat dengan adanya perkembangan kompetensi pada siswa melalui pembelajaran yang berdiferensiasi. Kemudian dilihat dari hasil kuesioner yang berikan kepada siswa dan guru menunjukkan bahwa persepsi guru pada penerapan kurikulum 2013 berkategori rendah “Responden dengan kategori rendah adalah responden yang memilki pemahaman rendah tentang penerapan kurikulum yang diterapkan terutama tentang proses pembelajaran yang diaplikasikan kepada siswa/i terkait tentang kurikulum dengan presentase sebesar 45% dengan frekuensi 1 artinya pada proses belajar mengajar presepsi guru pada penerapan kurikulum 2013 perlu ditingkatkan lagi. Sedangkan persepsi guru pada penerapan kurikulum merdeka belajar masuk dalam kategori sangat tinggi “Responden dengan kategori Sangat Tinggi”adalah responden yang memilki pemahaman tinggi penerapan kurikulum yang diterapkan terutama tentang proses pembelajaran yang diaplikasikan kepada siswa/i terkait tentang kurikulum yang diterapkan” dengan presentase sebesar 55% dengan frekuensi 1 artinya pada proses belajar mengajar presepsi guru pada penerapan kurikulum merdeka belajar cukup memahami terkait kurikulum merdeka belajar tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitan ini bertujuan untuk mengeksplorasi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Kristen Tunas Kasih Tarakan Pada Tahun Ajaran 2023/2024. Tantangan yang dihadapi termasuk pemahaman yang belum menyeluruh terhadap konsep Merdeka Belajar, kekurangan dalam sumber daya manusia seperti keterbatan kemampuan teknologi informasi guru, kurangnya guru pendamping, dan kekurangan pelatihan untuk mengembangkan kompetensi dalam mengaplikasikan Kurikulum Merdeka Belajar. Kurangnya alat evaluasi yang sesuai untuk mengukur capaian kompetensi dalam pembelajaran Merdeka Belajar juga menjadi hambatan. Peran orang tua dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah juga ditekankan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, yang memfokuskan pada pemahaman mendalam tentang fenomena, pengalaman, persepsi, dan konteks yang kpmpleks. Penelitian dilakukan di SMP Kristen Tunas Kasih Tarakan, dengan menggunakan teknik wawancara, obserbasi, dokumentasi, dan penyebaran angket/kuesioner sebagai teknik pengumpulan data. Populasi penelitian ini adalah 25 siswa kelas VII di SMP Kristen Tunas Kasih Tarakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepuasan siswa kelas VII tergolong tinggi, dengan 64% siswa berada dalam kategori “Tinggi”. Namun, implementasi Kurikulum Merdeka Belajar masih memiliki ruang untuk ditingkatkan, terutama dalam pengembangan modul ajar yang sesuai dengan karakter peserta didik, keterbatasan pengetahuan guru, dan kekurangan referensi yang relevan dengan materi pembelajaran.