ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan kajian ini untuk mengetahui Pengaruh Fasilitas Pembelajaran pada Hasil Belajar. Kajian ini dilaksanan selama 2 minggu mulai dari tanggal 17 s/d 24 Juli 2024 di SD Negeri 016 Tarakan, kota Tarakan. Sample diambel berlandaskan metode survei kuantitatif. Subjek pada riset ini mencakup semua peserta didik mengenai Dampak Sarana Pendidikan pada Prestasi Akademik Murid Sekolah Dasar Tingkat IV SD Negeri 016 Tarakan periode ajaran 2024/2025 dengan total 54 peserta didik, yaitu kelompok A sebanyak 28 peserta didik serta kelompok B sebanyak 26 peserta didik. Kajian ini memperlihatkan bahwasanya didapatkan persamaan Y = 46,168 + 0,373X, yang mengandung makna bahwasanya pemanfaatan sarana belajar memberi dampak positif pada capaian prestasi peserta didik. Berlandaskan hasil hubungan korelasi diperoleh bahwasanya pengaruh sarana belajar tergolong sedang dengan nilai koefisien korelasi 0,553 serta koefisien determinasi 30,5%, sehingga bisa ditarik kesimpulan bahwasanya pemanfaatan sarana belajar memberi pengaruh pada pencapaian akademik peserta didik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DALAM MATA PELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN KERJASAMA INDIVIDU SISWA KELAS V-A DI SDN 004 TARAKAN Abstrak Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam mata pelajaran IPS untuk meningkatkan kerjasama individu siswa kelas V-A di SDN 004 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian 26 siswa kelas V-A. Penelitian ini dilaksanakan dengan 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi terhadap aktivitas siswa dan guru, rubrik penilaian afektif dan penilaian psikomotorik serta dokumentasi. Jenis pembelajaran yang digunakan yaitu kooperatif tipe jigsaw. Hasil penelitian menunjukan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam mata pelajaran IPS untuk meningkatkan kerjasama individu siswa kelas V-A di SDN 004 Tarakan mencapai indikator atau KKM yang telah ditentukan sebesar 70%. Keberhasilan terlihat dari aktivitas siswa siklus I memperoleh 63%, pada siklus II 93%. Observasi guru siklus I sebesar 58.7%, pada siklus II memperoleh 82.6%. Hasil rata-rata penilaian efektif siswa pada siklus I sebesar 45 dengan presentase klasikal 11.53% meningkat pada siklus II mencapai rata-rata penilaian 78 dengan presentase klasikal 84.61%. Penilaian psikomotorik yang dilakukan siklus I yaitu rata-rata nilai sebesar 66 dengan presentase klasikal 53.84% meningkat pada siklus II yaitu rata-rata nilai 81 dengan presentase klasikal 88.46%. Secara keseluruhan dengan penilaian efektif dan psikomotorik diperoleh nilai rata-rata keseluruhan pada siklus 1 yaitu 55.5 dengan presentase klasikal sebesar 11.53% dan pada siklus Il diperoleh nilai rata-rata keseluruhan yaitu 79.5 dengan presentase klasikal 80.76%. Hasil diperoleh melebihi indikator yang ditetapkan 70% sehingga dikatakan berhasil dan telah selesai.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi mengajar guru yang diterapkan di kelas untuk mengajarkan mata pelajaran Bahasa Inggris. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif (Qualitative Research). Sampel dari penelitian ini adalah 1 orang guru mata pelajaran Bahasa Inggris yang mengajar siswa kelas tujuh di SMPN 3 Tarakan. Untuk mengambil data, peneliti menggunakan 3 instrumen penelitian, yaitu catatan lapangan observasi (Observations Field Note), panduan wawancara (Interviews Guide), dan dokumentasi (Documentation). Untuk menganalisa data, peneliti menggunakan metode yang didasarkan pada teori Creswell (Creswell's theory). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada enam strategi pengajaran yang digunakan di kelas, yaitu model pembelajaran instruksi digunakan sebanyak 24%, Desain Proyek Menggunakan Pembelajaran Komunikatif (Project Design Using Communicative Learning) 19%, dan Model Pembelajaran Diskusi (Discussion Instructional Model) 17%. Model Example Non-Example dan Model Pembelajaran Investigasi Group (Group Investigation (GI) Instructional Model) masing-masing digunakan sebanyak 14%, sedangkan Model Pembelajaran Problem Posing digunakan sebanyak 12%. Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang paling sering digunakan guru di kelas saat mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris adalah Model pembelajaran instruksi (Direct Instruction (DI) Instructional Model) dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Model pembelajaran instruksi (Direct Instruction (DI) Instructional Model) adalah strategi pengajaran yang sangat efektif, terutama dalam mengembangkan keterampilan dasar seperti penguasaan kosakata dan kompetensi berbahasa dalam pengajaran bahasa Inggris. Model pembelajaran instruksi (Direct Instruction (DI) Instructional Model) memiliki dampak yang signifikan terhadap prestasi Bahasa inggris siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan problematika penerapan Kurikulum Merdeka Belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 12 Tarakan dan bertujuan untuk mengetahui upaya atau solusi untuk mengatasi problematika terhadap penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di kelas VII SMP Negeri 12 Tarakan. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah guru Bahasa Indonesia kelas VII, kepala sekolah, waka kurikulum dan siswa kelas VII-6 sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara dan kuesioner. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa problematika penerapan Kurikulum Merdeka Belajar di kelas VII SMP Negeri 12 Tarakan berkategori tinggi. Responden dengan kategori tinggi adalah responden atau siswa yang memiliki problematika tinggi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar. Hal ini dapat dilihat dari 28 responden dengan persentase 93% untuk siswa kelas VII-6 yang memiliki problematika tinggi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar. Hasil analisis data untuk problematika penerapan Kurikulum Merdeka bagi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia termasuk dalam kategori tinggi dengan presentase 64% yang menunjukkan bahwa responden atau guru memiliki problematika tinggi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan terdapat problematika yang dihadapi yaitu: problematika pada siswa kelas VII, problematika guru dalam perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian. Upaya untuk mengatasi problematika penerapan Kurikulum Merdeka Belajar bagi guru yaitu dengan melakukan konsultasi di PMM, mengikuti pelatihan atau sosialisasi mengenai Kurikulum Merdeka, berkoordinasi dengan sekolah lain, dan melakukan pendekatan kepada siswa melalui permainan dalam pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan kurikulum merdeka belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Negeri 11 Tarakan dan bertujuan untuk mengetahui bagaimana hasil dari penerapan kurikulum merdeka belajar pada sekolah SMP Negeri 11 Tarakan pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunaka metode deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah guru Bahasa Indonesia kelas VII, kepala sekolah, waka kurikulum dan siswa kelas VII-2 sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini yaitu, observasi, wawancara, dikumentasi dan kuesioner. Teknik analisis data dilakukan dengan tiga tahap yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan kurikulum merdeka belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII SMP Negeri 11 Tarakan telah mengalami perkembangan, dapat dilihat adanya perkembangan kompetensi pada siswa melalui pembelajaran yang fleksibel. Pencapaian tujuan pembelajaran melalui penanaman profil pelajar pancasila juga sudah mengalami berkembangan. Para guru juga mulai terbiasa pada kurikulum baru ini. Selanjutnya, dari hasil angket kuesioner yang diberikan kepada siswa hasil dari penerapan kurikulum merdeka belajar berkategori tinggi (Responden dengan kategori tinggi adalah Siswa yang memiliki pemahaman tinggi terhadap pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar) dengan persentase sebesar 87% dan frekunesi 26 artinya pada proses pembelajaran siswa cukup memahami pembelajaran menggunakan kurikulum merdeka belajar. Maka dapat disimpulkan bahwa adanya penerapan kurikulum merdeka belajar ini membuat siswa cukup mengalami perkembangan pada proses pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana persepsi guru dan siswa terhadap perbandingan penerapan kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka mata pelajaran Bahasa Indonesia di SMP Muhammadiyah 2 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Sampel dalam penilaian adalah kepala sekolah, guru bahasa Indonesia dan seluruh siswa kelas VIII sebanyak 35 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu, observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Teknik analisis data yang yang digunakan ada empat tahap yaitu pengumpulan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perubahan perkembangan dari proses pembelajaran. Hal ini dapat di lihat dengan adanya perkembangan kompetensi pada siswa melalui pembelajaran yang berdiferensiasi. Kemudian dilihat dari hasil kuesioner yang berikan kepada siswa dan guru menunjukkan bahwa persepsi guru pada penerapan kurikulum 2013 berkategori rendah “Responden dengan kategori rendah adalah responden yang memilki pemahaman rendah tentang penerapan kurikulum yang diterapkan terutama tentang proses pembelajaran yang diaplikasikan kepada siswa/i terkait tentang kurikulum dengan presentase sebesar 45% dengan frekuensi 1 artinya pada proses belajar mengajar presepsi guru pada penerapan kurikulum 2013 perlu ditingkatkan lagi. Sedangkan persepsi guru pada penerapan kurikulum merdeka belajar masuk dalam kategori sangat tinggi “Responden dengan kategori Sangat Tinggi”adalah responden yang memilki pemahaman tinggi penerapan kurikulum yang diterapkan terutama tentang proses pembelajaran yang diaplikasikan kepada siswa/i terkait tentang kurikulum yang diterapkan” dengan presentase sebesar 55% dengan frekuensi 1 artinya pada proses belajar mengajar presepsi guru pada penerapan kurikulum merdeka belajar cukup memahami terkait kurikulum merdeka belajar tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitan ini bertujuan untuk mengeksplorasi Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di SMP Kristen Tunas Kasih Tarakan Pada Tahun Ajaran 2023/2024. Tantangan yang dihadapi termasuk pemahaman yang belum menyeluruh terhadap konsep Merdeka Belajar, kekurangan dalam sumber daya manusia seperti keterbatan kemampuan teknologi informasi guru, kurangnya guru pendamping, dan kekurangan pelatihan untuk mengembangkan kompetensi dalam mengaplikasikan Kurikulum Merdeka Belajar. Kurangnya alat evaluasi yang sesuai untuk mengukur capaian kompetensi dalam pembelajaran Merdeka Belajar juga menjadi hambatan. Peran orang tua dan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah juga ditekankan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif, yang memfokuskan pada pemahaman mendalam tentang fenomena, pengalaman, persepsi, dan konteks yang kpmpleks. Penelitian dilakukan di SMP Kristen Tunas Kasih Tarakan, dengan menggunakan teknik wawancara, obserbasi, dokumentasi, dan penyebaran angket/kuesioner sebagai teknik pengumpulan data. Populasi penelitian ini adalah 25 siswa kelas VII di SMP Kristen Tunas Kasih Tarakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa kepuasan siswa kelas VII tergolong tinggi, dengan 64% siswa berada dalam kategori “Tinggi”. Namun, implementasi Kurikulum Merdeka Belajar masih memiliki ruang untuk ditingkatkan, terutama dalam pengembangan modul ajar yang sesuai dengan karakter peserta didik, keterbatasan pengetahuan guru, dan kekurangan referensi yang relevan dengan materi pembelajaran.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterampilan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran IPA kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan di masa pandemi Covid-19. Menggunakan metode penelitian deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan (217 Siswa). Pengumpulan data dilakukan dengan melalui angket dan wawancara pada guru mata pelajaran IPA. Hasil penelitian menunjukkan keterampilan berpikir kreatif siswa pada mata pelajaran IPA kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan di masa pandemi Covid-19 tergolong kreatif. Jika dilihat dari masing-masing kelas maka keterampilan berpikir kreatif dari yang tertinggi hingga yang terendah adalah kelas VII 7, VII 1, VII 6, VII 2, VII 4, VII 3 dan VII 5. Pada kriteria interprestasi setiap indikator keterampilan berpikir kreatif menunjukkan fluency (kelancaran) sangat tinggi, indikator originality (keaslian) tinggi, flexibilty (keluwesan) dan elaboration (merinci) sedang.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan infromasi mengenai kelebihan dan kekurangan Google Form sebagai alat evaluasi pada mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP N 5 Tarakan. Google Form sendiri merupakan bagian dari fitur Google yang dapat mengumpulkan informasi dari berbagai respon terhadap berbagai kebutuhan seperti kuesioner dan media tugas. Penelitian ini berkaitan dengan penggunaan Google Form sebagai alat evaluasi yang diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data meliputi studi dokumentasi, observasi dan wawancara serta dianalisis secara kualitatif melalui sistem pengkodean dan dideskripsikan secara naratif. Subjek penelitian ini adalah guru bahasa Inggris dan siswa yang diwakili berdasarkan nilai tertinggi dalam mata pelajaran bahasa Inggris dari setiap kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan sisi positif dan negatif penggunaan Google Form sebagai alat evaluasi oleh guru Bahasa inggris dan siswa mulai pembelajaran dari tahap perencanaan, persiapan dan kesiapan sarana dan prasarana, sampai dengan tahap implementasi, penggunaan Google Form dalam evaluasi pembelajaran memiliki dampak dan manfaat dalam aspek efektivitas dan efisiensi. Bagi guru sangat terbantu dengan adanya Google Form baik dari segi biaya, waktu, maupun tenaga. Bagi siswa sendiri terbantu dalam penyelesaian tugas secara praktis dengan hasil yang lebih memuaskan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh pembelajaran daring terhadap minat siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia akibat pandemi covid-19 di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Jenis penelitian ini digunakan untuk menguji hipotesis tentang pengaruh pembelajaran daring terhadap minat siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Penelitian dilaksanakan secara daring (online) dengan membagikan angket melalui google formulir (google form) kepada siswa. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas (independen) pembelajaran daring dan variabel terikat (dependen) minat belajar. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa Y = 35,342 + 0,168 X, yang memiliki arti bahwa pembelajaran daring berpengaruh positif dengan minat belajar Bahasa Indonesia pada siswa. Sedangkan uji hipotesis dengan menggunakan uji t yaitu Thitung sebesar 3,311 dan nilai Ttabel =2,023, maka Thitung 3,311 > Ttabel 2,023 dengan taraf signifikan 5% dengan Thitung > Ttabel maka hipotesis nol (H0) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Data hipotesis ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif pembelajaran daring terhadap minat belajar Bahasa Indonesia di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan. Dampak positif pembelajaran daring terhadap minat belajar bahasa Indonesia di Madrasah Aliyah Negeri Tarakan adalah siswa mampu memahami terkait penggunaan dan pemanfaatan teknologi, meningkatkan kemandirian peserta didik, dan siswa dapat beradaptasi untuk dapat belajar dimana saja. Sejatinya pendemi covid-19 ini adalah sesuatu yang tidak dapat kita hindari, sehingga perlu hadirnya adaptasi-adaptasi baru terhadap segala aktivitas kita sehari-hari termasuk dalam kegiatan belajar mengajar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KESULITAN BELAJAR PADA MATA PELAJARAN NORMATIF KELAS XI DI SMK NEGERI 1 TARAKAN Abstrak Bimbingan kelompok adalah proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seseorang yang ahli kepada seseorang atau beberapa orang agar dapat mengembangkan kemampuan dirinya sendiri dan mandiri. Dengan adanya bimbingan kelompok, maka kesulitan belajar yang dialami siswa akan berkurang serta akan meningkatkan hasil belajar para siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan kelompok terhadap kesulitan belajar pada mata pelajaran normatif siswa kelas XI di SMK Negeri 1 Tarakan. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan eksperimen dengan desain one group pre-test and post-test. Dengan populasi sebanyak 393 siswa dan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan kriteria hasil nilai ujian siswa yang tidak mencapai KKM sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes hasil belajar, angket dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah uji validitas, uji reliabilitas dan uji normalitas menggunakan shapiro wilk. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, maka diperoleh dari 40 item pernyataan, ada 29 item yang valid dan 11 item tidak valid, perhitungan reliabel menggunakan alpha cronbach 0,929>0,7 dikatakan reliabel dan chi square didapatkan hasil (ρ) value = 0,002. Diketahui rumus chi square ialah tolak Ho jika nilai ρ α. Karena didapatkan 0,002 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima sehingga ada pengaruh antara bimbingan kelompok terhadap kesulitan belajar pada mata pelajaran normatif.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil ujian nasional pada mata pelajaran IPA tahun ajaran 2017/2018-2018/2019 SDN 007 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap tahun pelajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif Deskriptif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Informan pada penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas VI-A dan VI-B. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan analisis data dan pembahasan hasil penelitian pada fokus penelitian yaitu hasil ujian nasional pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tahun ajaran 2017/2018-2018/2019 SDN 007 Tarakan meliputi nilai minimum, nilai maksimum dan rata-rata. Data hasil ujian nasional IPA tahun ajaran 2017/2018 hingga 2018/2019 dari hasil yang diperoleh pada nilai minimum ujian nasional IPA tahun ajaran 2017/2018 hingga 2018/2019 di SDN 007 Tarakan telah mengalami peningkatan sebesar 2,35. Begitu pula, nilai maksimum ujian nasional IPA tahun ajaran 2017/2018 hingga 2018/2019 di SDN 007 Tarakan mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 7,65. Namun pada hasil rata-rata ujian nasional IPA tahun ajaran 2017/2018 hingga 2018/2019 mengalami penurunan sebesar 1,21. Penurunan yang terjadi tidak berpengaruh secara signifikan dikarenakan seluruh peserta didik telah memenuhi standar kompetensi yang ada pada tahun tersebut.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan yang dilakukan di pendidikan matematika Universitas Borneo Tarakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk Instrumen penilaian media pembelajaran berbasis digital pada mata pelajaran matematika. Model pengembangan yang digunakan adalah model pengembangan 4D. Pada model 4D terdiri dari 4 tahapan secara keseluruhan, namun pada penelitian ini hanya sampai pada tahap 3 yang disesuaikan dengan kebutuhan peneliti. Tahapannya dimulai dari Define(Pendefinisian), Design (Perencanaan), dan Develop (Pengembangan). Tujuan Khusus Mengembangkan Instrumen, dilakukan sebanyak 5 tahapan yaitu (1) Menentukan variable yang akan diteliti (2) Analisis Konseptual (3) Analisis Operasional (4) Menentukan kisi-kisi Instrumen (5) Membuat butir instrumen. Hasil analisis menunjukkan Instrumen Penilaian Media yang dikembangkan berdasarkan indikator media dan produk berkualitas memperoleh persentase respon oleh validator dengan nilai Koefisien reprodubilitasnya 0.91 dan Koefeisen Skalabilitas diperoleh 0.82 dengan kategori sangat baik.