Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

53 hasil
Subjek: Jenis
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMPOSISI JENIS IKAN PADA SAAT PASANG PURNAMA DAN PASANG PERBANI DI AREA BUDIDIAYA RUMPUT LAUT KELURAHAN PANTAI AMAL, KOTA TARAKAN.

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

KOMPOSISI JENIS IKAN PADA SAAT PASANG PURNAMA DAN PASANG PERBANI PADA AREA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KELURAHAN PANTAI AMAL, KOTA TARAKAN Abstak Pantai Amal, Kota Tarakan, Kalimantan Utara, merupakan salah satu wilayah pesisir yang dimanfaatkan mansyarakat untuk budidaya rumput laut. Selain ideal untuk pertumbuhan rumput laut, kawasan ini secara ekologis memiliki peran sebagai habitat asuhan (Nursery ground) dan mencari makan (Feeding grounnd) untuk berbagai jenis ikan di area tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana komposisi jenis ikan di area budidaya rumput laut dengan membanding hasil tangkapan pada pasang tinggi dan pasang rendaah, serta mengetahui bagaiaman peran pasang perairan terhadap kompisis ikan dengan melakukan uji Anovad dan kontribusi faktor. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling dengan pertimbangan lokasi penelitian di area budidaya rumput laut dan menggunakan alat tangkap jenis jaring insang (gillnet). Berdasarkan hasil tangkapan penelitian, diperoleh sebanyak 122 individu yang tergolong kedalam 13 spesies. Pada pasang tinggi diperoleh 9 jenis dengan total 93 individu (76,23%) dan pasang rendah 6 jenis dengan total 29 individu (23,77%). Komposis jenis ikan yang paling dominan pada pasang tinggi yaitu julung – julung (Hemirafus far) dengan 62 individu (68,48%) dan jenis ikan yang dominan saat pasang rendah yaitu Kipar (Scatophagus argus) degan 10 individu (37,04%). Hasil uji anova menunjukkan perbedaan rata rata kelimpahan jenis ikan yang signifikan antara pasang yaitu F-hitung = 24,48 > F-crit =5,99 dan nilai P = 0,02 0,05 yang menegaskan bahwa adanya pengaruh nyata kondisi pasang perairan terhadap hasil tangkapan. Dengan perhitungan kontribusi faktor, kondisi pasang perairan memberikan pengaruh sebesar 80,31% terhadap keberadaan ikan. Dengan hasil tersebut dapat menegaskan adanya pengaruh pasang tinggi dan pasang rendah terhadap komposisi jenis ikan yang berasosiasi dengan rumput laut di perairan Pantai Amal Kota Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN POLA MAKAN, JENIS KELAMIN DAN STATUS MEROKOK DENGAN JENIS DISPEPSIA DI UGD RSP KRAYAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN POLA MAKAN, JENIS KELAMIN DAN STATUS MEROKOK DENGAN JENIS DISPEPSIA DI UGD RSP KRAYAN ABSTRAK Dispepsia merupakan salah satu keluhan gastrointestinal yang sering ditemukan pada pelayanan kesehatan dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk pola makan, jenis kelamin, dan status merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan, jenis kelamin, dan status merokok dengan jenis dispepsia pada pasien di UGD Rumah Sakit Pratama Krayan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian berupa desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dan Gamma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pola makan tidak teratur sebanyak 20 responden (66,7%), berjenis kelamin perempuan sebanyak 20 responden (66,7%), memiliki status perokok berat sebanyak 12 responden (40,0%), dan mengalami dispepsia fungsional sebanyak 27 responden (90,0%). Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dengan jenis dispepsia (p = 0,030) dan status merokok dengan jenis dispepsia (p = 0,047). Sedangkan jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan jenis dispepsia (p = 1,000). Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan dan status merokok berhubungan dengan jenis dispepsia, sedangkan jenis kelamin tidak berhubungan dengan jenis dispepsia pada pasien di UGD Rumah Sakit Pratama Krayan. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi bahan masukan bagi tenaga kesehatan dalam meningkatkan edukasi mengenai pola makan sehat dan pengendalian faktor risiko gaya hidup sebagai upaya pencegahan dispepsia.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perbedaan Gejala Emosional berdasarkan Jenis Kelamin Pada Remaja Generasi Alfa dengan Status Gizi Berlebih

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah status gizi dan gejala emosional. Perubahan fisik dan psikologis pada masa remaja, disertai perbandingan sosial dan perkembangan persepsi terhadap citra tubuh baik positif atau negatif yang dapat memengaruhi gejala emosional. Perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja laki-laki dan perempuan menunjukkan respons gejala emosional yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif analitik menggunakan data sekunder. Desain penelitian ini adalah | analitik Cross-Sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 578 remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Jumlah responden paling banyak berjenis kelamin perempuan berjumlah 53,8% (331 remaja), sedangkan responden laki-laki berjumlah 46,2% (267 remaja). Data penelitian yang digunakan adalah data sekunder dari hasil skrining Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan data antropometri yaitu, tinggi badan dan berat badan remaja di Puskesmas Kota Tarakan tahun 2025. Hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p value 0,001, bahwa terdapat perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih. Perbedaan gejala emosional pada kategori abnormal lebih tinggi pada remaja perempuan (42,4%) dibandingkan laki-laki (16,9%). Sementara itu, pada kategori normal sebagian besar lebih tinggi pada remaja laki-laki (70,8%) dibandingkan remaja perempuan (45,7%). Remaja perempuan memiliki proporsi gejala emosional abnormal yang lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai gejala emosional pada remaja laki-laki dan perempuan dapat muncul dalam bentuk yang berbeda. Dukungan lingkungan yang positif dan penerimaan terhadap kondisi fisik remaja diharapkan dapat membantu menurunkan risiko munculnya masalah gejala emosional pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

.SISTEM KLASIFIKASI JENIS KEKERINGAN RUMPUT LAUT EUCHEUMA COTTONII MENGGUNAKAN DEEP LEARNING DENGAN ALGORITMA YOLOv8

2026•

.Rumput laut Eucheuma cottonii merupakan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi yang kualitas pascapanennya sangat dipengaruhi oleh tingkat kekeringan. Penentuan tingkat kekeringan oleh petani masih dilakukan secara manual melalui pengamatan visual terhadap warna dan tekstur sehingga bersifat subjektif dan berpotensi menghasilkan penilaian mutu yang tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan membangun sistem klasifikasi otomatis jenis kekeringan rumput laut berbasis pengolahan citra digital menggunakan algoritma YOLOv8 untuk menghasilkan identifikasi yang lebih objektif dan konsisten. Dataset yang digunakan berupa 750 citra primer yang dikelompokkan ke dalam tiga kelas, yaitu 250 citra untuk RL_Basah, 250 citra untuk RL_Kering_Oven, dan 250 citra untuk RL_Kering_Jemur_Langsung. Pengelolaan dataset dilakukan menggunakan Roboflow melalui proses pelabelan, preprocessing (auto-orient dan resize citra menjadi 640 × 640 piksel), serta augmentasi berupa flip horizontal dan vertikal sehingga jumlah dataset meningkat menjadi 1.533 citra. Model YOLOv8n dipilih karena efisiensi komputasinya dan dilatih selama 50 epoch. Model terbaik kemudian diintegrasikan ke dalam aplikasi desktop berbasis PyQt5 yang dilengkapi fitur penyimpanan riwayat hasil deteksi ke basis data MySQL. Hasil evaluasi pada data validasi menunjukkan performa model yang sangat baik dengan nilai mAP50 sebesar 0,995 dan mAP50-95 sebesar 0,969. Pengujian fungsional menggunakan metode Black-Box Testing memperoleh tingkat keberhasilan 100% pada seluruh fungsi sistem. Selain itu, pengujian menggunakan 90 citra baru di luar dataset yang mencakup skenario objek tunggal, multiobjek, dan multikelas. Perhitungan akurasi hanya dilakukan pada skenario pengujian objek tunggal dan menghasilkan nilai akurasi sebesar 0,97. Sementara itu, hasil pengujian yang menggabungkan seluruh skenario pengujian menghasilkan nilai rata-rata Precision sebesar 0,92, Recall sebesar 0,90, dan F-Measure sebesar 0,90. Berdasarkan hasil tersebut, sistem yang dikembangkan mampu mengklasifikasikan jenis kekeringan rumput laut secara otomatis dan konsisten berdasarkan karakteristik visual citra.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KOMPOSISI JENIS DAN UKURAN UDANG HASIL TANGKAPAN UTAMA (Trammel Net) DI PERAIRAN SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN IMPLIKASI UNTUK PENGELOLAAN BERKELANJUTAN

2026•

penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis dan ukuran udang hasil tangkapan utama menggunakan alat tangkap trammel net di perairan sebatik, kabupaten nunukan, kalimantan utara, serta implikasinya terhadap pengelolaan berkelanjutan. penelitian ini di lakukan di perairan sebatik, kabupaten nunukan, selama tiga bulan, dari bulan mei hingga bulan juli 2025. pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan mempertimbangkan jumlah hasil tangkapan nelayan. Analisis meliputi identifikasi morfologis, perhitungan kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman, distribusi ukuran, hubungan panjang-berat, serta parameter populasi dan tingkat eksploitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan didominasi oleh udang windu (penaeus monodon) dan udang putih (litopenaeus vannamei) sebagai hasil tangkapan utama (31,96%), sementara hasil tangkapan sampingan mencapai (68,03%). Distribusi ukuran memperlihatkan sebagai besar udang tertangkap dalam kondisi juvenil atau belum mencapai ukuran matang gonad, yang mengindikasikan adanya potensi penangkapan berlebihan (overfishing). Nilai tingkat eksploitasi E sebesar 0,50-0,56 menunjukkan bahwa stok udang di perairan sebatik berada dapam kondisi fully exploited. Selain itu, berkelanjutan sumber daya udang sangat dipengaruhi oleh kondisi ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai daerah pemijahan, pembesaran, dan pencarian makan. Degradasi mangrove akibat ahli fungsi lahan dan polusi memperburuk tekanan terhadap stok udang. Oleh karena itu diperlukan strategi pengelolaan terpadu, seperti pembatasan ukuran tangkapan, modifikasi alat tangkap, penerapan musim penutupan, serta rehabilitas mangrove berbasis masyarakat untuk menjamin berkelanjutan perikanan udang di perairan sebatik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KINERJA PEGAWAI UNTUK MENINGKATKAN PELAYANAN PADA KANTOR KECAMATAN MALINAU BARAT KABUPATEN MALINAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kinerja Pegawai terhadap Peningkatan Pelayanan Publik pada Kantor Kecamatan Malinau Barat, serta menguji peran moderasi Jenis Kelamin dalam hubungan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Data diperoleh melalui kuesioner yang melibatkan 37 responden yang merupakan pegawai di Kantor Kecamatan Malinau Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kinerja Pegawai memiliki pengaruh positif signifikan terhadap Peningkatan Pelayanan Publik. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kinerja pegawai berkontribusi langsung pada perbaikan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun, hasil analisis moderasi menunjukkan bahwa Jenis Kelamin tidak memoderasi hubungan antara kinerja pegawai dan peningkatan pelayanan publik. Temuan ini mengindikasikan bahwa kinerja pegawai merupakan faktor utama dalam mendukung pelayanan publik yang berkualitas, sementara perbedaan gender tidak memengaruhi hubungan tersebut secara signifikan. Penelitian ini memperkuat pentingnya pengembangan kompetensi dan motivasi pegawai dalam sektor pemerintahan untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Jenis Pohon Buah Dalam Mendukung Keberadaan Semut Rangrang (Oechopylla smaragdina) di Pulau Tarakan

2024•

Jenis pohon buah apa yang memiliki tingkat asosiasi tertinggi dalam menjadi habitat semut rangrang secara alami dan bagaimana karakteristik pohon buah dalam mendukung penyebaran habitat sarang semut rangrang di Pulau Tarakan. Untuk mengidentifikasi peran jenis pohon yang menjadi habitat sarang semut rangrang dan untuk mengetahui karakteristik pohon buah dalam mendukung penyebaran habitat semut rangrang Oecophylla smaragdina di Pulau Tarakan. Penentuan Lokasi Penelitian dilakukan berdasarkan survei, observasi dan sampling pada wilayah perkebunan Tarakan Utara, Tarakan Barat dan Tarakan Timur. Dan kemudian data yang didapatkan dari hasil pengamatan keberadaan semut rangrang di analisis dengan analisis Korelasi Spearman’s rho dan analisis deskriptif yaitu menggambarkan hasil dari masing-masing parameter pengamatan. Pohon mangga dan rambutan didapatkan tingkat kelembaban yang relatif lebih rendah 56-57 %RH, suhu 36-38°C dan intensitas cahya 372,8 Ft''cd-394,7 Ft''cd dimana parameter ini disukai koloni semut rangrang dalam beraktivitas serta faktor pendukung seperti pembungaan yang memiliki nektar lebih banyak dan lebih manis daripada pohon durian, lai, jeruk kasturi dan terap. Pohon mangga dan rambutan mampu memproduksi nektar yang merupakan sumber makanan bagi rangrang selain itu nektar tersebut juga mampu mengundang keberadaan hama, pada suhu 36-37°C kelembaban 56-57%RH dan intensitas cahya 372,8 Ft''cd-394,7 Ft''cd. disukai untuk berkativitas secara aktif dan mampu membangun koloni pada agroklimatologi tersebut. Berdasarkan penelitian ini semut rangrang menyukai daun yang memiliki karakteristik daun yang lentur, lebar ataupun kecil-kecil namun rimbun.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pencegahan penyalahgunaan tanaman kecubung (datura metel) sebagai narkotika jenis baru

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN TANAMAN KECUBUNG (DATURA METEL) SEBAGAI NARKOTIKA JENIS BARU Penelitian ini membahas mengenai Pencegahan Penyalahgunaan Tanaman Kecubung (Datura Metel) Sebagai Narkotika Jenis Baru bermaksud untuk menjawab dua rumusan masalah, yaitu Pertama, pengaturan terhadap penyalahgunaan narkotika jenis baru yang tidak masuk dalam lampiran Undang- Undang No. 35 Tahun 2009, Kedua pencegahan hukum terhadap penyalahgunaan tanaman kecubung yang tidak masuk dalam lampiran Undang-Undang No. 35 Tahun 2009. Skripsi ini merupakan penelitian normatif yang dilakukan dengan cara meneliti hukum dengan cara meneliti bahan pustaka atau data sekunder sebagai bahan dasar untuk diteliti yang dilakukan dengan cara mengadakan penelusuran terhadap peraturan-peraturan dan literatur-literatur yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Penelitian ini penulis menggunakan sumber bahan hukum primer dan sumber bahan hukum sekunder. Data sumber bahan hukum primer yaitu bahan hukum yang bersifat Autoritatif berupa peraturan perundang- undangan, dan bahan hukum sekunder yaitu bahan hukum yang tidak mengikat tetapi menjelaskan mengenai bahan hukum primer yang merupakan hasil olahan pendapat atau pikiran para pakar atau ahli yang mempelajari suatu bidang tertentu secara khusus yang Akan memberikan petunjuk kemana penelitian akan mengarah berupa literatur-literatur dari buku-buku, karya ilmiah yang membahas isu hukum serupa dan website serta situs-situs resmi lainnya. Penulis dapat menyimpulkan bahwa tanaman kecubung (Datura Metel) bukan termasuk dalam kategori narkotika yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 meskipun memiliki efek halusinasi, pusing yang berkepanjangan, bahkan muntah-muntah. Oleh karena itu bahaya dari efek tanaman tersebut memerlukan aturan yang mengatur larangan untuk mengkonsumsi tanaman tersebut atau larangan untuk tanaman tersebut tidak tumbuh bebas agar tidak disalahgunakan. Kedua, perlu adanya pencegahan hukum terhadap penyalahgunaan tanaman kecubung mengingat belum ada kejelasan dalam undang-undang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS TINGKAT KERAMAHAN LINGKUNGAN PERIKANAN JARING INSANG (GILLNET) DI FISHING BASE LINGKAS UJUNG TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jaring insang (gillnet) memiliki nilai penting bagi produktivitas perikanan tangkap di Kota Tarakan. Sebagai salah satu kegiatan perikanan tangkap yang utama di Kota Tarakan, jaring insang gillnet penting bagi masyarakat Kota Tarakan, utamanya masyarakat nelayan di wilayah Timur Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi jenis dengan pendekatan analisis morfologis dan persentase tangkapan utama. Penelitian dilaksanakan Januari – Maret 2024. Metode dalam penelitian menggunakan purposive sampling pendekatan observasi dan survei. Pengumpulan data observasi secara keseluruhan sebanyak 12 kali. Analisis data pendekatan observasi morfologis sampel menggunakan acuan Marine Fisheries of South East Asia dan Market Fisheries of Indonesian. Analisis komposisi jenis menggunakan pendekatan nilai persentase. Tingkat keramahan lingkungan menggunakan pendekatan analisis 9 kriteria ramah lingkungan mengacu pada CCRF/FAO. Hasil penelitian menunjukkan secara morfologis dari hasil tangkapan gillnet terindikasi terdapat 5 jenis ikan (Eleutheronema sp., Lutjanus sp., Lates sp., Scomberomorus sp., dan Netuma sp.). Hasil tangkapan utama (HTU) mencapai 70.03% dan hasil tangkapan sampingan (HTS) mencapai 29.97%. Nilai komposisi hasil tangkapan berdasarkan persentase satuan berat yaitu hasil tangkapan paling tinggi adalah jenis ikan kurau (Eleutheronema sp.) sebanyak 55,40% dan paling sedikit adalah ikan manyung (Netuma sp.) sebanyak 5,96%. Tingkat keramahan lingkungan menurut CCRF/FAO secara keseluruhan tergolong kategori sangat ramah lingkungan dengan (nilai 28,54) berdasarkan sembilan kriteria ramah lingkungan CCRF FAO

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KOMPOSISI JENIS DAN UKURAN IKAN HASIL TANGKAPAN PUKAT HELA PERMUKAAN (SURFACE TRAWL) SISTEM FLOATING OTTERBOARD DI PERAIRAN SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Alat tangkap pukat hela permukaan (surface trawl) di perairan Sebatik Desa Binalawan merupakan alat tangkap yang bersifat aktif. Alat tangkap tersebut dipergunakan oleh nelayan Sebatik dalam memanfaatkan sumberdaya perikanan di perairan Sebatik. Tujuan penelitian adalah untuk pengenalan jenis ikan, menguraikan persentase komposisi jenis, menganalisis hubungan panjang dan berat serta kategori hasil tangkapan pukat hela permukaan (surface trawl) di perairan Sebatik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dilakukan pada bulan Januari – Maret 2024, dengan metode purposive sampling selama 18 kali sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 20 jenis ikan hasil tangkapan pukat hela di perairan Sebatik selama penelitian Perak, Bawal putih, Tenggiri Papan, Talang-Talang, Gulama, Senangin, Kuro, Selangat, Tidur, Pari Sempak, Pari Jantan, Merah, Arut, Putih Cermin, Bawal Hitam, Tembang, Puput Magatan, Peperek, Beliak Mata dan Ubur - Ubur. Nilai persentase komposisi per jenis berdasarkan berat ikan yang paling tertinggi yaitu perak (18,3%) dan nilai yang terendah yaitu Tembang (0,4%). Berdasarkan ekor nilai yang tertinggi yaitu Puput Magatan (25,2%) dan nilai yang terendah didapatkan sebesar (0,1%) pada Pari Jantan. Kategori hasil tangkapan berdasarkan satuan berat tertinggi pada Hasil Tangkapan Sampingan (HTS) sebesar 50% dan berdasarkan satuan individu (ekor) pada Hasil Tangkapan Buangan (HTB) sebesar 63%. Hal ini dapat dikatakan bahwa alat tangkap yang digunakan pada penelitian ini termasuk alat tangkap yang tidak selektif karena alat tangkap tersebut dapat menangkap segala jenis ikan dan ukuran sehingga dapat merusak lingkungan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KERUSAKAN PADA PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA PADA RUAS JALAN P.AJI ISKANDAR KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jalan P. Aji Iskandar merupakan jalan yang ada di Kota Tarakan yang sering digunakan oleh masyarakat setempat dalam beraktifitas, berkendaraan maupun berjalan kaki. Kondisi jalan yang terjadi pada ruas jalan tersebut ada beberapa jalan yang berlubang, retak dan bekas tambalan jalan dan kerusakan lainnya. Ruas jalan tersebut selalu dilalui kendaraan-kendaraan bermuatan berlebihan secara berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kerusakan yang terjadi pada ruas jalan tersebut dan mengetahui nilai urutan prioritas untuk perbaikan jalan tersebut. Metode yang digunakan adalah metode Bina Marga. Penelitian ini dilakukan sepanjang 3000 meter dengan lebar jalan 7 meter. Pengambilan data dilakukan dengan cara survei visual yaitu dengan mencatat jenis kerusakan serta dimensi kerusakan, juga melakukan survei kondisi LHR (Lalu Lintas Harian) untuk mendapatkan kondisi lalu lintas pada ruas jalan tersebut. Dari hasil penelitian, jenis kerusakan yang terjadi pada ruas Jalan P. Aji Iskandar adalah kerusakan retak kulit buaya (161,84 m2), kerusakan retak memanjang (101,59 m), kerusakan retak melintang (15,70 m), kerusakan lubang (135,37 m2), kerusakan tambalan (266,36 m2), kerusakan pelepasan butir (372,60 m2), dan kerusakan amblas (52,10 m2). Menurut metode Bina Marga, diperoleh Urutan Prioritas adalah 5 (urutan prioritas 4-6) termasuk dalam program pemeliharaan berkala.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS DI TINJAU DARI PERBEDAAN JENIS KELAMIN SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 TARAKAN

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan penalaran matematis ditinjau dari perbedaan jenis kelamin siswa laki-laki dan siswa perempuan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Pemilihan partisipan dengan purposive sampling yaitu berdasarkan jenis kelamin siswa, saran dari guru, hasil observasi selama mengerjakan soal berlangsung, dan pencapaian indikator penalaran matematis. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 4 partisipan yaitu 2 partisipan laki-laki dan 2 partisipan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan penalaran matematis siswa laki-laki memenuhi 4 indikator dari 5 indikator penalaran matematis, yaitu: (1) menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi, (2) menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap solusi, (3) menarik Kesimpulan dari pernyataan, (4) memeriksa kesahihan suatu argumen dan Kemampuan penalaran matematis siswa perempuan memenuhi 5 indikator dari 5 indikator penalaran matematis, yaitu: (1) mengajugan dugaan, (2) menemukan pola atau sifat dari gejala matematis untuk membuat generalisasi, (3) menyusun bukti, memberikan alasan atau bukti terhadap solusi, (4) menarik Kesimpulan dari pernyataan, (5) memeriksa kesahihan suatu argumen. siswa perempuan memiliki kemampuan dalam melakukan penarikan kesimpulan yang lebih teliti dan cermat, unggul dalam ketepatan, ketelitian, kecermatan, dan keseksamaan berfikir sedangkan siswa laki-laki memiliki karakteristik kurang cermat dan teliti saat mengerjakan soal matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMA NEGERI 4 TARAKAN BERDASARKAN PERBEDAAN JENIS KELAMIN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan komunikasi matematis merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki siswa karena berperan dalam mengungkapkan gagasan matematisnya khususnya ketika berhadapan dengan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan Matematika. Kemampuan komunikasi matematis ini meliputi kemampuan untuk menyatakan benda nyata dalam kehidupan sehari-hari kedalam objek-objek Matematika, menjelaskan ide dan relasi Matematika dalam bentuk lisan maupun tulisan sehingga dapat menyusun model Matematika dan menyelesaikannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan komunikasi matematis siswa SMA Negeri 4 Tarakan bedasarkan perbedaan jenis kelamin dengan menggunakan indikator yaitu written text, mathematical expression dan drawing. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dan melibatkan 2 partisipan laki-laki dan 2 partisipan perempuan. Partisipan tersebut dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis partisipan pertama laki-laki memenuhi indikator mathematical expression/ekspresi Matematika dan drawing/menggambar. Sedangkan pada partisipan laki-laki yang kedua hanya memenuhi indikator written text/menulis. Sementara itu, kemampuan komunikasi matematis pada satu orang partisipan perempuan memenuhi semua indikator. Akan tetapi, satu orang lagi pada partisipan perempuan memenuhi indikator written text/menulis dan mathematical expression/ekspresi Matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Pemahaman Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Ditinjau dari Jenis Kelamin Pada Siswa Kelas VIII SMPN 13 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemahaman matematika merupakan suatu kompetensi dasar pada pelajaran matematika yang meliputi kemampuan siswa yang menyerap materi, mengingat rumus terhadap konsep matematika, serta mampu menerapkannya dalam konteks kehidupan sehari-hari. Dalam Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan sejumlah data secara empiris berdasarkan fakta dilapangan atau secara alamiah. Dengan tujuan analisis pemahaman dalam menyelesaikan soal matematika ditinjau dari jenis kelamin laki-laki dan perempuan pada siswa kelas VIII SMPN 13 Tarakan. Peneliti mengambil data dengan cara melakukan wawancara, observasi, maupun dokumentasi kepada empat subjek yang telah dipilih sebelumnya. Berdasarkan hasil penelitian yang telah didapatkan bahwa terdapat perbedaan antara siswa laki-laki dan perempuan dari segi kemampuan pemahaman dalam menyelesaikan soal matematika pada materi SPLDV. Pada subjek laki-laki (LK1) dan (LK2) didapatkan bahwa dari ketiga indikator pemahaman dalam menyelesaikan soal matematika ditinjau dari jenis kelamin masih rendah terutama pada indikator yaitu menyatakan ulang sebuah konsep yang ditanyakan. Berbeda dengan tingkat pemahaman siswa perempuan (PR1) dan (PR2) diantara ketiga indikator yang telah ditentukan siswa perempuan mampu menyelesaikan soal pada materi SPLDV dengan memiliki pemahaman yang baik. Maka dapat disimpulkan kemampuan pemahaman dalam menyelesaikan soal matematika siswa perempuan lebih unggul dari siswa laki-laki.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN SPASIAL SISWA KELAS VIII PADA MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR DITINJAU DARI JENIS KELAMIN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan spasial yang dimiliki oleh siswa kelas VIII di SMPN 4 Tarakan apabila ditinjau dari jenis kelamin. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 1 siswa laki-laki dan 1 siswa perempuan kelas VIII SMPN 4 Tarakan. Pemilihan subjek menggunakan teknik purposive sampling dengan per-timbangan siswa yang mendapatkan nilai tertinggi pada PAS Ganjil serta siswa yang komunikatif. Metode pengumpulan data menggunakan analisis dokumen dan wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis menurut Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa subjek laki-laki mampu menguasai indikator menentukan kedalaman suatu bangun ruang dengan mengasumsikan kedalaman sebagai tinggi bangun, mengidentifikasi kemiringan suatu bangun ruang terhadap acuan vertikal maupun horizontal dengan merepre-sentasikan botol miring pada sudut yang benar, mengidentifikasi jaring-jaring dari suatu bangun ruang dengan membayangkan susunan pada jaring-jaring, serta menentukan posisi bangun ruang setelah diputar dan saat mengalami perubahan sudut pandang dengan menggunakan teknik yang sama yaitu memutar kertas. Namun siswa laki-laki tidak memenuhi indikator membedakan garis, bidang vertikal dan horizontal pada bangun ruang. Sedangkan siswa perempuan mampu menentukan kedalaman suatu bangun ruang menggunakan rumus yang tepat, mengidentifikasi kemiringan suatu bangun ruang terhadap acuan vertikal maupun horizontal dengan teknik membagi sudut, membedakan garis, bidang vertikal dan horizontal pada bangun ruang dengan tepat, mengidentifikasi jaring-jaring suatu bangun ruang dengan membayangkan apabila jaring-jaring dapat dipegang dan dilipat, menentukan perubahan posisi bangun ruang setelah diputar dengan sudut tertentu menggunakan cara membagi sudut, serta menentukan posisi bangun ruang saat mengalami perubahan sudut pandang dengan membayangkan perputaran bangun hingga menemukan posisi simbol yang sesuai.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN USIA IBU,ANEMIA DAN JENIS PERSALINAN DENGAN PERDARAHAN POST PARTUM DI RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN TAHUN 2022-2023

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN USIA IBU,ANEMIA DAN JENIS PERSALINAN DENGAN PERDARAHAN POST PARTUM DI RUMAH SAKIT UMUM KOTA TARAKAN TAHUN 2022-2023 Abstrak Latar belakang: Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, prevalensi perdarahan Pos Partum di beberapa provinsi di Indonesia antara lain Kalimantan Utara sebesar 11,2%, Papua 10,3%, NTT 9,4%. Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa prevalensi perdarahan dini Postpartum di beberapa provinsi di Indonesia masih berada di atas angka prevalensi perdarahan dini Postpartum di tingkat nasional. Berdasarkan data SDKI 2022/2023, AKI di beberapa Provinsi di Indonesia adalah sebagai berikut: Papua 228 per 100.000 KH, NTT 224 per 100.000 KH. Sedangkan Provinsi Kalimantan Utara sendiri sebanyak 239 per 100.000 KH, dengan data kematian ibu bersalin pada tahun 2021 yaitu sebanyak 18 Kasus dengan penyebab terbesar adalah perdarahan. Sedangkan data dari Dinas Kesehatan Kota Tarakan jumlah Perdarahan Tahun 2022 sebanyak 36 Kasus. Tahun 2023 jumlah kasus perdarahan sebanyak 14 orang dan meninggal karena kasus perdarahan 2 orang . Jumlah perdarahan ini di dapatkan dari laporan Kelurahan, sedangkan 2 orang yang meninggal karena perdarahan didapatkan dari laporan Rumah Sakit Umum Kota tarakan. Data perdarahan postpartum yang didapatkan dari Rumah Sakit Umum Kota Tarakan Tahun 2022 sebanyak 44 orang dan tahun 2023 sebanyak 48 orang, angka ini semakain tahun semakin meningkat. Perdarahan yang terjadi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain umur ibu, jarak kehamilan, paritas ibu, riwayat kehamilan, riwayat persalinan, penyakit ibu, anemia, pre eklamsi dan gangguan pembekuan darah. Tujuan: Mengetahui hubungan usia ibu, anemia dan jenis persalinan dengan kejadian perdarahan Postpartum di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan Tahun 2022-2023. Metode: Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan kasus Cross Sectional dengan tehnik pengambilan sampel dengan Total Sampling. Sampel penelitian yang digunakan sebanyak 92 ibu post partum dengan perdarahan. Pengambilan sampel dilakukan di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan bulan Mei tahun 2024. Analisis yang digunakan adalah analisis Chi-Square. Hasil: • Hasil uji statistik chi-square didapatkan nilai P-value =0,01 (p0,05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan terhadap usia responden dengan perdarahan postpartum. • Hasil uji statistik chi-square didapatkan nilai P-value =0,26 (p>0,05) yang artinya tidak terdapat hubungan yang signifikan terhadap anemia dengan perdarahan postpartum • Hasil uji statistik chi square didapatkan nilai P-value =0,00 (p>0,05) yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara jenis persalinan dengan perdarahan postpartum. Kesimpulan: Terdapat hubungan usia dengan perdarahan Post partum dengan nilai P- Value=0,01(p,0,05),tidak terdapat hubungan anemia dengan perdarahan post partum dengan hasil nilai P-value=0,26 ( p>0,05) dan terdapat hubungan jenis persalinan dengan kejadian post partum dengn hasil P-value 0,00 (p>0,05)

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEBERADAAN MACRODEBRIS DI PANTAI KOTA TARAKAN PADA MUSIM TIMUR

2024•

IDENTIFIKASI KEBERADAAN MACRODEBRIS DI PANTAI KOTA TARAKAN PADA MUSIM TIMUR Abstrak Marine Debris, terdiri dari macro debris dan micro debris, menjadi tantangan kompleks di daerah pesisir, termasuk Kota Tarakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keberadaan, jenis, dan kepadatan macro debris di pantai Kota Tarakan. Selama 5 bulan, dari September 2022 hingga Januari 2023, sampel diambil dari 6 lokasi pantai yang berbeda: Tanjung Batu, Amal Baru, Amal Lama/Jambore, Juata Laut, Pelabuhan Tengkayu I, dan Amal Lama. Metode pengambilan sampel melibatkan transek garis sepanjang 50 m secara langsung di lapangan. Data yang dianalisis mencakup jumlah potongan, berat, komposisi, dan kepadatan debris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa plastik adalah jenis yang paling umum ditemui, diikuti oleh kayu dan logam. Plastik juga memiliki kepadatan tertinggi, dengan jumlah 33.82 item/m² dan 6.67% g/m beratnya. Implikasi penelitian ini penting untuk pemahaman lebih lanjut tentang dampak sampah laut di Kota Tarakan, serta untuk mendukung pembuatan kebijakan dan tindakan mitigasi yang lebih efektif. Penelitian ini menyediakan landasan yang kuat bagi upaya lebih lanjut dalam mengelola marine debris di wilayah pesisir ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Jenis -Jenis Ikan Yang Terdapat Di Tempat Pendaratan Ikan TPI Juata Laut Kota Tarakan

2024•

Tarakan adalah kota pesisir yang memiliki banyak kekayaan hayati, termasuk biota laut. Perikanan adalah sektor yang mendorong pertumbuhan ekonomi Tarakan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa setengah luasan kota Tarakan terdiri dari air, yang memberikan potensi yang sangat besar untuk perikanan tangkap dan budidaya.. Maka dari itu dilakukannya penelitian tentang identifikasi jenis-jenis ikan yang terdapat di tempat pendaratan ikan juata laut kota Tarakan. Dari hasil penelitian diperoleh jenis-jenis ikan yang didaratkan di TPI Juata Laut, ditemukan sebanyak 21 jenis. Jenis ikan tersebut mencangkup; Ikan bandeng, ikan kakap putih, ikan gulama, ikan kembung, ikan mujair, ikan belanak, ikan bulan-bulan, ikan bawal putih, ikan bawal hitam, ikan kipar, ikan kerong-kerong, ikan petek, ikan senangin, ikan sebelah, ikan lidah, ikan kuwe lilin, ikan selangat, ikan gerot-gerot, ikan kerapu, ikan jenaha dan ikan puput. Mencangkup 5 ordo yaitu: Gonorynchiformes, Perciformes, Mugiliformes, Clupeiformes, Pleuronectiformes.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efek profitabilitas dan firm size terhadap return saham perusahaan LQ45 berdasarkan jenis industri dengan pendekatan analysis multy group

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek profitabilitas dan firm size terhadap return saham perusahaan LQ45 berdasarkan jenis industri dengan pendekatan analysis multy group selama periode 2018-2022. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling yang diperoleh sebanyak 25 perusahaan sehingga memperoleh 125 observasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS dengan aplikasi WarpPLS 8.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif terhadap return saham dan firm size berpengaruh negatif terhadap return saham. Untuk uji moderasi jenis industri dengan menggunakan analysis multy group dimana jenis industri terdiri dari perusahaan keuangan dan perusahaan non keuangan. Hasil uji menunjukkan bahwa jenis industri tidak memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap return saham. Selanjutnya jenis industri memoderasi pengaruh firm size terhadap return saham, dimana efek moderasi perusahaan keuangan lebih kuat dibanding perusahaan non keuangan. Implikasi teoritis dalam penelitian ini mendukung teori portofolio dan teori siklus ekonomi dan industri dalam menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi return saham.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh perlakuan jenis ragi dan varietas singkong terhadap mutu mocaf (Modified cassava flour)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Mocaf merupakan tepung singkong yang dibuat dengan menggunakan prinsip modifikasi sel singkong dengan cara fermentasi. Pada proses fermentasi singkong menyebabkan karateristik yang lebih baik dari tepung yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan jenis ragi dan varietas singkong yang berbeda terhadap mutu mocaf (Modified cassava flour). Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor, yaitu jenis ragi (M-Bio mocaf, ragi pakmaya, ragi tempe dan ragi tape) dan varietas singkong (singkong adira, singkong mentega dan singkong gajah) yang diulangi sebanyak 3kali sehingga terdapat 45 satuan percobaan. Parameter yang diamati adalah Kadar Air, Kadar Abu, Kadar HCN dan Kadar Protein. Berdasarkan hasil perhitungan pada parameter kadar air memiliki nilai paling tinggi adalah R0V3 (singkong gajah tanpa ragi) sebesar 15,64%, parameter kadar abu memiliki nilai paling tinggi R0V2 (singkong mentega tanpa ragi) sebesar 2,54%, parameter kadar HCN memiliki nilai tertinggi R0V3 (singkong gajah tanpa ragi) sebesar 11,62% dan pada parameter kadar protein memiliki nilai tertinggi R3V3 (singkong gajah menggunakan ragi tempe) sebesar 3,45%

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail