Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

45 hasil
Subjek: Internal
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SARANG BURUNG WALET RUMAHAN(Collocalia fuciphaga) (STUDI KASUS DI DESA PAGALUYON KECAMATAN SEMBAKUNG ATULAI KABUPATEN NUNUKAN)

•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Reko Imanuel Bureni. 1640202041. 2020. “Strategi Pengembangan Usaha Sarang Burung Walet Rumahan Studi Kasus di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai Kabupaten Nunukan”. Dibimbing oleh Nia Kurniasih Suryana. Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan. Usaha sarang burung walet rumahan merupakan usaha yang dikembangkan di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai. Numun belum adanya pengetahuan pengusaha sarang burung walet rumahan yang ada di Desa Pagaluyon Kecamatan Sembakung Atulai tentang strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan di Desa Pagaluyon, Kecamatan Sembakung Atulai. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis matriks IFAS dan EFAS dan analisis SWOT. Hasil penelitian di peroleh strategi pengembangan usaha sarang burung walet rumahan di Desa Pagaluyon, terletak pada kuadran I (Growth oriented strategy), maka alternatif strategi yang tepat digunakan adalah Strategi S-O, yaitu (1) Mengoptimalkan dan meningkatkan produksi sarang walet, harga jual sarang walet yang tinggi, dan kualitas produk sarang walet yang baik, dengan memanfaatkan pada penggolongan harga jual, permintaan pasar ekspor yang besar, festival hari-hari besar membuat meningkatnya harga sarang walet, dan kemajuan dibidang teknologi, informasi komunikasi dan transportasi yang mendukung peningkatan, promosi dan penjualan sarang walet dalam pengembangan usaha sarang burung walet, (2) Memberikan jaminan terhadap produk dalam hal bentuk dan warna sarang walet, kualitas produk sarang walet dengan khasiat sarang burung walet sebagai bahan pangan fungsional yang sangat bermanfaat bagi kesehatan sehingga menjadikan permintaan pasar ekspor yang semakin besar, (3) Mengoptimalkan dan meningkatkan produksi sarang walet, bentuk dan warna sarang walet, dan kualitas sarang walet untuk memperluas jaringan pasar sarang walet dengan melakukan promosi melalui kamajuan dibidang teknologi, informasi, komunikasi dan transportasi dalam memenuhi permintaan pasar ekspor yang besar. Adapun saran dari hasil penelitian ini adalah (1) Bagi pemerintah agar dapat memperhatikan usaha sarang burung walet yang ada di Desa Pagaluyon, karena belum adanya perhatian dan kerja sama dari pemerintah dengan para pengusaha sarang burung walet yang ada di Desa Pagaluyon sehingga para pengusaha terkendala dalam hal pengetahuan pengembangan sumber daya manusia dan permodalan yang minim kiranya pemerintah dapat berpartisipasi dalam hal tersebut sehingga para pengusaha sarang burung walet dapat mengembangkan usahanya, (2) Bagi pengusaha sarang burung walet di Desa Pagaluyon. Dapat meningkatkan usaha sarang walet rumahan dengan memanfaatkan segala kekuatan dan peluang yang ada dalam usaha sarang burung walet dan meminimalisir kelemahan sehingga dapat mengatasi ancaman-ancaman yang ada dalam usaha sarang burung walet di Desa Pagaluyon.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN KESULITAN MEMBACA PERMULAAN KELAS II-B DI SDN 013 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa kelas II-B SDN 013 Tarakan yang mengalami kesulitan dalam membaca permulaan, seperti belum mampu mengenal huruf dengan baik, membaca secara terbata-bata, mengalami kesulitan menggabungkan suku kata menjadi kata, serta kurang memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan membaca permulaan pada siswa kelas II-B SDN 013 Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru kelas II-B dan siswa yang mengalami kesulitan membaca permulaan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes membaca permulaan, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan membaca permulaan dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi rendahnya motivasi belajar, rendahnya minat belajar, dan kurangnya konsentrasi. Siswa dengan motivasi dan minat belajar yang rendah cenderung kurang bersemangat, mudah bosan, jarang berlatih membaca, serta membutuhkan dorongan dan bimbingan guru. Kurangnya konsentrasi juga menyebabkan siswa mudah terdistraksi dan mengalami kesalahan dalam membaca. Faktor eksternal meliputi kurangnya dukungan orang tua dan rendahnya pembiasaan belajar di rumah. Beberapa siswa kurang mendapatkan pendampingan orang tua karena kesibukan bekerja dan belum memiliki kebiasaan membaca secara rutin di rumah. Faktor yang paling berpengaruh berdasarkan hasil penelitian adalah kurangnya dukungan orang tua dan rendahnya kebiasaan membaca di rumah. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara guru, orang tua, dan siswa untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM BELAJAR IPAS DI SDN 015 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPAS dapat dipengaruhi oleh faktor internal dari dalam diri siswa, baik aspek fisiologis maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dalam belajar IPAS di kelas V-A SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas V-A yang ditentukan. Pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Faktor internal yang diteliti meliputi aspek fisiologis dengan sub-indikator kelemahan fisik serta aspek psikologis yang meliputi sikap dalam mengikuti pembelajaran, minat dan bakat, serta motivasi dalam belajar. Aspek kelemahan fisik, ada siswa menunjukkan hambatan penglihatan yang dapat memengaruhi proses pembelajaran, sedangkan siswa lainnya tidak menunjukkan hambatan fisik yang berarti. Aspek sikap dalam mengikuti pembelajaran, siswa menunjukkan sikap baik dan lainnya cukup baik. Aspek minat dan bakat, siswa tergolong baik dan lainnya cukup baik. Aspek motivasi dalam belajar, siswa tergolong baik hanya satu siswa yang tergolong cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa setiap siswa memiliki kondisi faktor internal yang berbeda pada aspek fisiologis dan psikologis yang dapat memengaruhi proses pembelajaran IPAS. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa serta menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai untuk membantu mengatasi kesulitan belajar siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Guru Dalam Mengatasi Konsentrasi Belajar Pra Pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG) Siswa Kelas V-A SD Negeri 048 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Konsentrasi belajar siswa merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung keberhasilan proses pembelajaran. Namun, menjelang pemberian Makanan Bergizi Gratis (MBG), konsentrasi belajar siswa kelas V-A SD Negeri 048 Tarakan mengalami gangguan yang ditunjukkan melalui perilaku berbicara dengan teman, melihat ke luar kelas, berpindah tempat, membicarakan menu makanan, dan menunggu kedatangan MBG. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan faktor internal dan eksternal yang berkaitan dengan gangguan konsentrasi belajar serta peran guru dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Sumber data terdiri atas guru dan siswa kelas V-A. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi rasa lapar, kurang tidur, mengantuk, dan kelelahan. Faktor eksternal meliputi interaksi teman sebaya, suasana kelas yang ramai, aktivitas siswa dari kelas lain, suara dari luar kelas, kedatangan MBG, rasa ingin tahu terhadap menu, dan kegiatan menunggu pembagian MBG. Guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing melalui penggunaan metode dan media pembelajaran yang bervariasi, pemberian arahan, teguran, pendampingan, pengaturan tempat duduk, dan motivasi. Upaya tersebut membantu mengarahkan kembali perhatian siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor Internal Penyebab Kesulitan Menulis Pada Siswa Kelas III-A di SDN 009 Malinau Utara

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang sangat penting bagi siswa sekolah dasar karena berperan dalam menunjang keberhasilan belajar pada berbagai mata pelajaran. Namun, berdasarkan hasil observasi awal di kelas III-A SDN 009 Malinau Utara, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam kegiatan menulis, seperti tulisan yang kurang rapi, lambat dalam menyelesaikan tugas, kesulitan memegang pensil, serta kurang mampu menyusun kata dan kalimat dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kesulitan menulis dan menganalisis faktor internal yang menyebabkan kesulitan menulis pada siswa kelas III-A SDN 009 Malinau Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Subjek penelitian terdiri atas guru kelas serta beberapa siswa yang mengalami kesulitan menulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kesulitan menulis yang dialami siswa meliputi tulisan yang kurang rapi, ukuran huruf yang tidak konsisten, kesulitan memegang pensil dengan benar, lambat dalam menulis, serta cepat merasa lelah saat mengerjakan tugas menulis. Faktor internal yang menyebabkan kesulitan menulis terdiri atas kemampuan motorik halus yang belum berkembang secara optimal, rendahnya tingkat konsentrasi saat pembelajaran berlangsung, serta kesiapan fisik dan psikologis yang kurang memadai, seperti mudah lelah, kurang percaya diri, dan rendahnya motivasi belajar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS MINAT MEMBACA MAHASISWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR (PGSD)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya minat membaca sebagai penunjang keberhasilan akademik mahasiswa, khususnya pada Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Namun, berdasarkan observasi awal, minat membaca mahasiswa belum optimal dan belum menjadi kebiasaan yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat minat membaca mahasiswa PGSD serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa PGSD Universitas Borneo Tarakan tahun akademik 2025/2026, dengan sampel sebanyak 104 mahasiswa yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta didukung oleh observasi dan wawancara. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif berupa rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat membaca mahasiswa berada pada kategori tinggi (69,23%), cukup (26,92%), dan rendah (3,85%). Indikator motivasi membaca memiliki nilai tertinggi, sedangkan kebiasaan membaca terendah meskipun masih dalam kategori tinggi. Faktor yang memengaruhi minat membaca meliputi faktor internal (motivasi, kebiasaan, persepsi) dan faktor eksternal (lingkungan, fasilitas, dukungan dosen) yang keduanya berada pada kategori tinggi. Meskipun demikian, frekuensi membaca mahasiswa masih rendah dan belum dilakukan secara rutin. Dengan demikian, minat membaca mahasiswa PGSD tergolong tinggi, namun belum mencapai kategori sangat tinggi secara merata. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kebiasaan membaca melalui dukungan internal dan eksternal secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

An analysis of students' difficulty factors in learning English vocabulary in eighth grade at SMP Negeri 11 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

This study aims to analyse the difficulties experienced by Year 8 pupils in learning English vocabulary and to identify the factors causing these difficulties at State Junior High School No. 11, Tarakan. This study employed a qualitative descriptive approach. The research subjects were pupils in Class VIII-I at State Junior High School 11 Tarakan and an English teacher. Data collection techniques included classroom observation, semi-structured interviews, and documentation. The data were analysed through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion. The results of the study indicate that students experience several difficulties in learning English vocabulary, namely difficulties with pronunciation, spelling, understanding vocabulary meanings, and using vocabulary in appropriate grammatical and communicative contexts. Difficulties with pronunciation arise from differences between the sound systems of English and Indonesian, whilst difficulties with spelling stem from discrepancies between spelling and pronunciation in English. Furthermore, pupils also experience difficulties in understanding the meaning of vocabulary in context and constructing sentences according to correct grammatical rules. This study also found that internal and external factors influence difficulties in learning vocabulary. Internal factors include low motivation to learn, anxiety, a lack of self-confidence, and limited strategies for memorising vocabulary. Meanwhile, external factors included teaching methods and classroom practices, limited learning resources and facilities, a lack of family support, and exposure to English outside the classroom, which is often passive. Therefore, cooperation among teachers, schools, parents, and pupils was required to create a more effective and meaningful vocabulary-learning experience.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Sistem Pengendalian Internal Atas Persediaan Barang Dagang Berbasis COSO (Studi Kasus My Shop Kota Tarakan)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas sistem pengendalian internal persediaan barang dagang pada My Shop Kota Tarakan berdasarkan kerangka COSO (2013). Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal yang diterapkan belum efektif, ditinjau dari lima komponen COSO yang meliputi lingkungan pengendalian, penilaian risiko, aktivitas pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Kelemahan utama terletak pada tidak adanya sistem pencatatan persediaan, belum dilaksanakannya penilaian risiko secara formal, serta lemahnya aktivitas pemantauan. Oleh karena itu, penelitian ini menghasilkan perancangan sistem pencatatan persediaan sebagai upaya perbaikan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian internal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN PENGAWASAN INTERNAL DALAM MEMODERASI PENGARUH KUALITAS APARATUR DAERAH DAN KEPATUHAN REGULASI TERHADAP PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas aparatur daerah dan kepatuhan regulasi terhadap pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) dengan pengawasan internal sebagai variabel moderasi di lingkungan Pemerintah Kota Tarakan. Pengelolaan aset yang akuntabel dan transparan merupakan instrumen krusial bagi pemerintah daerah dalam mempertahankan opini audit Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan Explanatory Research. Data primer dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 149 responden yang terdiri dari Pejabat Penatausahaan Barang, Pengurus Barang, dan staf pengelola aset di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tarakan. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kualitas aparatur tidak berpengaruh signifikan terhadap pengelolaan BMD, mengindikasikan bahwa kompetensi individu memerlukan dukungan sistem kerja yang kuat. Sebaliknya, kepatuhan regulasi dan pengawasan internal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan BMD, di mana pengawasan internal ditemukan sebagai faktor determinan yang paling dominan dalam model. Pengujian efek moderasi membuktikan bahwa pengawasan internal berperan sebagai katalisator yang memperkuat pengaruh kualitas aparatur terhadap kualitas pengelolaan aset. Namun, pengawasan internal ditemukan memitigasi pengaruh kepatuhan regulasi terhadap pengelolaan BMD (efek substitusi), yang menunjukkan bahwa kontrol sistemik yang ketat cenderung mengambil alih peran kepatuhan normatif aparatur secara mandiri. Nilai R-Square sebesar 0,917 menunjukkan bahwa model ini mampu menjelaskan 91,7% variasi pengelolaan BMD. Implikasi penelitian ini menekankan urgensi peningkatan kapabilitas APIP dan integrasi fungsi pengawasan untuk mengoptimalisasi potensi aparatur dalam menjaga akuntabilitas aset daerah secara berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS DAN PENGAWASAN INTERNAL DENGAN KAPASITAS SDM SEBAGAI PEMODERASI DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS APBD BERBASIS KINERJA DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan internal terhadap efektivitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berbasis kinerja di Provinsi Kalimantan Utara, dimana variabel moderasinya adalah kapasitas sumber daya aparatur. Penganggaran berbasis kinerja dirancang untuk memastikan bahwa outcome dari penganggaran tersebut menghasilkan capaian yang terukur untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, tata kelola keuangan yang efektif memerlukan penerapan transparansi, akuntabilitas, serta mekanisme pengawasan internal yang kuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada Aparatur Sipil Negara dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dengan sampel penelitian 200 orang. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS untuk menguji hubungan langsung maupun hubungan moderasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan APBD berbasis kinerja. Pengawasan internal juga berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Selain itu, kapasitas sumber daya aparatur memperkuat hubungan antara transparansi dan akuntabilitas dengan efektivitas penganggaran berbasis kinerja. Namun demikian, efek moderasi kapasitas aparatur terhadap hubungan antara pengawasan internal dan efektivitas APBD tidak signifikan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH STRES KERJA, PENGALAMAN KERJA, DAN PROFESIONALISME APIP TERHADAP KUALITAS AUDIT INTERNAL DENGAN DUKUNGAN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja, pengalaman kerja, dan profesionalisme Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) terhadap kualitas audit internal, serta menguji peran dukungan organisasi sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap APIP pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif terhadap kualitas audit internal, sedangkan pengalaman kerja dan profesionalisme APIP berpengaruh positif terhadap kualitas audit internal. Selain itu, dukungan organisasi terbukti berperan dalam memperlemah dampak negatif stres kerja serta memperkuat pengaruh pengalaman kerja dan profesionalisme APIP terhadap kualitas audit internal. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas audit internal tidak hanya ditentukan oleh faktor individu auditor, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan organisasi yang mendukung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian audit sektor publik serta menjadi dasar pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat fungsi pengawasan internal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH STRES KERJA, PENGALAMAN KERJA, DAN PROFESIONALISME APIP TERHADAP KUALITAS AUDIT INTERNAL DENGAN DUKUNGAN ORGANISASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tesis ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh stres kerja, pengalaman kerja, dan profesionalisme Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) terhadap kualitas audit internal, serta menguji peran dukungan organisasi sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap APIP pada Inspektorat Kabupaten Malinau. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif terhadap kualitas audit internal, sedangkan pengalaman kerja dan profesionalisme APIP berpengaruh positif terhadap kualitas audit internal. Selain itu, dukungan organisasi terbukti berperan dalam memperlemah dampak negatif stres kerja serta memperkuat pengaruh pengalaman kerja dan profesionalisme APIP terhadap kualitas audit internal. Temuan ini mengindikasikan bahwa kualitas audit internal tidak hanya ditentukan oleh faktor individu auditor, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh lingkungan organisasi yang mendukung. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan kajian audit sektor publik serta menjadi dasar pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam memperkuat fungsi pengawasan internal.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

01 September 2004; Judul transkip Analisis Peran Internal Terhadap Kinerja pada Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran audit internal dalam mendukung kinerja karyawan pada Perusahaan Umum Daerah Aneka Usaha Kota Tarakan, yang dilatarbelakangi oleh minimnya kajian terkait kontribusi audit internal terhadap kinerja karyawan pada sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan informan dari pihak manajemen dan staf terkait. Data dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audit internal berperan strategis dalam meningkatkan disiplin kerja, kepatuhan terhadap prosedur, dan akuntabilitas, sehingga aktivitas operasional menjadi lebih terarah dan sesuai standar. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pengelolaan data, sistem pengarsipan yang belum optimal, serta dinamika sumber daya manusia. Audit internal juga dinilai cukup efektif dalam membentuk budaya kerja yang tertib dan patuh terhadap aturan, meskipun belum sepenuhnya mampu meningkatkan motivasi individu karyawan. Dengan demikian, audit internal memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kinerja karyawan melalui penguatan sistem kerja, peningkatan pengawasan, dan perbaikan tata kelola organisasi, serta diharapkan dapat menjadi kontribusi empiris bagi pengembangan kajian audit internal pada sektor BUMD.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KECERDASAN BUATAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PROSES AUDIT INTERNAL: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW

2026•

Di tengah pesatnya era transformasi digital, teknologi informasi (TI) dan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi kekuatan nyata yang mengubah cara kerja audit internal dari yang semula bertumpu pada metode manual dan sampel terbatas, menuju pendekatan yang lebih cerdas dan berbasis data. Penelitian ini hadir untuk menjawab pertanyaan penting: seberapa besar peran TI dan AI dalam meningkatkan efektivitas audit internal, sekaligus mengungkap faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat adopsinya. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menelusuri artikel dari database Scopus dan Google Scholar terbitan lima tahun terakhir, diseleksi melalui diagram PRISMA, dan dianalisis secara bibliometrik menggunakan VOSviewer. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa TI telah berevolusi dari sekadar alat bantu menjadi tulang punggung audit modern lewat sistem e-Audit dan platform berbasis cloud yang terbukti mempercepat proses sekaligus meningkatkan akurasi data. Sementara, AI khususnya machine learning dan Robotic Process Automation (RPA) membantu auditor untuk memproses data dalam skala besar, mendeteksi anomali, dan menghasilkan analisis risiko yang bersifat prediktif. Kesimpulannya, integrasi TI dan AI dalam audit internal bukan lagi sekadar pilihan strategis ini sudah menjadi kebutuhan mendasar. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan dukungan penuh dari organisasi.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi petani padi sawah dalam kegiatan penyuluhan pertanian di desa limbu sedulun kecamatan sesayap kabupaten tana tidung

2026•

Partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian memiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan usahatani padi sawah. Namun, tingkat partisipasi petani di Desa Limbu Sedulun belum merata. Kondisi ini diduga dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor internal dan faktor eksternal terhadap partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2025 - Januari 2026 menggunakan metode survei dengan jumlah responden sebanyak 40 petani. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan uji F dan uji t pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan faktor internal dan faktor eksternal berpengaruh signifikan terhadap partisipasi petani, dengan nilai F hitung sebesar 18,016 dan nilai signifikansi 0,000 0,05. Secara parsial, hasil uji t menunjukkan bahwa faktor internal dan faktor eksternal masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap partisipasi petani karena memiliki nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05. Faktor eksternal merupakan variabel yang memiliki pengaruh lebih dominan terhadap tingkat partisipasi petani. Kesimpulan penelitian ini adalah peningkatan partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan pertanian dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, dengan faktor eksternal sebagai faktor yang paling dominan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KOMPARATIF SISTEM AKUNTANSI PERSEDIAAN TRADISIONAL DAN MODERN DALAM MENINGKATKAN PENGENDALIAN INTERNAL PADA INDUSTRI KERIPIK

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas sistem akuntansi persediaan tradisional dan modern dalam meningkatkan pengendalian internal pada UMKM, dengan studi kasus pada UMKM Kenko yang bergerak di industri keripik pisang di Kota Tarakan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan pemilik usaha, observasi non-partisipan, dan studi dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara tematik dan komparatif. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa sistem akuntansi persediaan tradisional (berbasis catatan manual) yang diterapkan UMKM Kenko tidak efektif dalam mendukung pengendalian internal. Kelemahan utama terletak pada rendahnya keakuratan data akibat ketergantungan pada ingatan, inefisiensi waktu pencatatan, serta lemahnya mekanisme pencegahan kehilangan barang dan kecurangan. Analisis dengan kerangka COSO menunjukkan ketidakterpenuhan hampir semua komponen pengendalian internal. Sebaliknya, sistem akuntansi modern (berbasis teknologi) dinilai memiliki potensi signifikan untuk meningkatkan efektivitas pengendalian internal. Sistem ini menjanjikan peningkatan keandalan informasi, efisiensi operasional melalui otomatisasi, dan penguatan mekanisme pencegahan fraud. Namun, adopsinya terkendala oleh faktor biaya investasi dan kebutuhan akan pelatihan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sistem akuntansi persediaan modern lebih efektif dibandingkan sistem tradisional dalam meningkatkan pengendalian internal pada UMKM Kenko. Penelitian ini merekomendasikan implementasi sistem modern secara bertahap yang didukung oleh pelatihan, penyusunan SOP, serta program subsidi dan pendampingan dari pemerintah untuk memfasilitasi transisi digital UMKM. Implikasi penelitian memberikan kontribusi empiris bagi pengembangan teori pengendalian internal (COSO Framework) dalam konteks UMKM dan menjadi rujukan bagi pelaku usaha sejenis untuk melakukan modernisasi sistem akuntansi. Kata Kunci: Akuntansi

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Implementasi COSO dalam Meningkatkan Efektivitas Pengendalian Internal : Studi Kasus dii Restauran Up Hill, Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kerangka kerja COSO dalam meningkatkan efektivitas pengendalian internal di Restaurant Up Hill, Kota Tarakan. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui studi kasus, melibatkan wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen internal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan lima komponen utama COSO lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta kegiatan pemantauan masih belum optimal. Lingkungan pengendalian di restoran ini belum dilengkapi dengan kode etik tertulis dan pelatihan etika yang memadai. Penilaian risiko dilakukan secara informal tanpa dokumentasi yang terstruktur. Kegiatan pengendalian seperti pengelolaan persediaan dan rekonsiliasi kas belum dilaksanakan secara konsisten, sementara komunikasi internal kurang efektif dan kegiatan pemantauan belum dilakukan secara sistematis. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan literatur pengendalian internal di sektor kuliner serta memberikan rekomendasi praktis untuk meningkatkan sistem pengendalian internal yang ada, seperti penyusunan SOP, pelatihan, dan audit internal berkala.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI FAKTOR KESULITAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VC SDN 013 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VC SDN 013 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek 6 orang siswa kelas VC. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi sikap, minat, motivasi, dan kemampuan penginderaan. Pada kategori tinggi, siswa mampu fokus, bersemangat, antusias, dan aktif berpartisipasi. Pada kategori sedang, siswa cukup konsisten mengikuti pembelajaran tetapi masih pasif dan kurang percaya diri. Sedangkan pada kategori rendah, siswa sulit fokus, motivasi rendah, minat kurang, dan terhambat kemampuan penginderaan terutama penglihatan. Faktor eksternal mencakup strategi pembelajaran, peralatan belajar, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat. Pada kategori tinggi, guru menggunakan metode bervariasi (diskusi, demonstrasi, media visual), siswa memanfaatkan peralatan belajar dengan baik, orang tua mendampingi secara aktif, serta siswa mampu menolak pengaruh negatif dari lingkungan. Pada kategori sedang, guru sesekali menggunakan media tambahan, siswa memanfaatkan buku paket namun dengan pemahaman terbatas, orang tua hanya mendampingi sesekali, dan siswa terkadang terpengaruh teman kelas. Sedangkan pada kategori rendah, pembelajaran guru monoton dengan dominasi ceramah, peralatan belajar kurang bervariasi, orang tua jarang mendampingi karena kesibukan, dan siswa mudah terpengaruh lingkungan negatif hingga menganggap perilaku tidak sopan sebagai hal biasa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR INTERNAL PENYEBAB KESULITAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA DI KELAS III B SDN 032 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Membaca pemahaman merupakan kemampuan esensial dalam proses pembelajaran karena berperan penting dalam menyerap informasi, memahami makna teks, dan mengembangkan kompetensi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal penyebab kesulitan membaca pemahaman pada siswa di kelas III-B SDN 032 Tarakan. Kesulitan ini diguga dipengaruhi oleh faktor internal, seperti minat membaca yang rendah, kurangnya motivasi belajar, rendahnya kepercayaan diri, serta terbatasnya penguasaan kosakata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini berdasarkan kategori kemampuan membaca pemahaman, yang terdiri dari siswa kategori tinggi, sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keempat faktor internal tersebut secara signifikan berkontribusi terhadap kesulitan membaca pemahaman siswa. Minat membaca yang rendah menghambat keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan membaca. Kurangnya motivasi menyebabkan siswa tidak memiliki dorongan untuk memahami isi bacaan secara mendalam, kepercayaan diri yang rendah mempengaruhi keberanian siswa untuk mengungkapkan pemahamannya terhadap teks, sedangkan penguasaan kosakata yang terbatas membuat siswa kesulitan menafsirkan makna kata-kata dalam bacaan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Sistem Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagang (Studi Kasus Pada Konter Sigma Cell Kota Tarakan)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tentang Menganalisis Sistem Pengendalian Internal Persediaan Barang Dagang (Studi Kasus Pada Konter Sigma Cell Kota Tarakan). Penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, dokumentasi, dengan menggunakan metode internal control questionnaires/Metode Kontrol Survei internal atas unsur-unsur pengendalian internal yang terdiri dari: 1) struktur organisasi yang memisahkan tanggung jawab fungsional secara tegas, 2) sistem otorisasi dan prosedur pencatatan, 3) praktik yang sehat, 4) karyawan yang mutunya sesuai dengan tanggung jawabnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal persediaan yang diterapkan Konter Sigma Cell Kota Tarakan cukup baik. Namun ada beberapa yang tidak sesuai dengan unsur-unsur pengendalian internal menurut teori karena kurangnya pemisahan tanggung jawab fungsional yang kurang serta beberapa dokumen tidak memiliki informasi yang jelas. Kata Kunci: Sistem pengendalian internal, Persediaan Barang, Internal Control Questionnaires.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail