BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya konflik sosial yang dialami oleh tokoh-tokoh dalam novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati karya Sabrina Febrianti, yang mencerminkan berbagai persoalan dalam kehidupan bermasyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk-bentuk konflik sosial berupa kontravensi dan pertentangan yang terdapat dalam novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati karya Sabrina Febrianti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk konflik sosial berupa kontravensi dan pertentangan dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian adalah novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati karya Sabrina Febrianti yang diterbitkan oleh Rain Books cetakan ketiga tahun 2021. Data penelitian berupa kutipan narasi maupun dialog yang mengandung konflik sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, teknik catat, dan teknik klasifikasi, sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk konflik sosial dalam novel ini terwujud melalui proses sosial disosiatif berupa kontravensi dan pertentangan pribadi. Bentuk kontravensi meliputi kontravensi umum, kontravensi sederhana, kontravensi intensif, kontravensi rahasia, dan kontravensi taktis yang diekspresikan melalui sikap tidak senang, kecurigaan, sindiran, keengganan berinteraksi, hingga taktik terselubung antartokoh. Sementara itu, bentuk pertentangan yang ditemukan berupa pertentangan pribadi yang diekspresikan melalui perdebatan emosional, gertakan, ancaman, hingga kekerasan fisik. Tokoh Kajen (Kazena Rosan) dan Albar Gibadesta menjadi tokoh yang paling dominan terlibat dalam dinamika konflik tersebut. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik sosial dalam novel tidak hanya berfungsi sebagai penggerak alur cerita, tetapi juga merepresentasikan dinamika hubungan sosial yang dipengaruhi oleh perbedaan kepentingan, perasaan, dan tujuan di antartokoh.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya konflik sosial yang dialami oleh tokoh-tokoh dalam novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati karya Sabrina Febrianti, yang mencerminkan berbagai persoalan dalam kehidupan bermasyarakat. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah bentuk-bentuk konflik sosial berupa kontravensi dan pertentangan yang terdapat dalam novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati karya Sabrina Febrianti. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis bentuk-bentuk konflik sosial berupa kontravensi dan pertentangan dalam novel tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Sumber data penelitian adalah novel 24/7 Menjaga Cinta Sejati karya Sabrina Febrianti yang diterbitkan oleh Rain Books cetakan ketiga tahun 2021. Data penelitian berupa kutipan narasi maupun dialog yang mengandung konflik sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, teknik catat, dan teknik klasifikasi, sedangkan teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk konflik sosial dalam novel ini terwujud melalui proses sosial disosiatif berupa kontravensi dan pertentangan pribadi. Bentuk kontravensi meliputi kontravensi umum, kontravensi sederhana, kontravensi intensif, kontravensi rahasia, dan kontravensi taktis yang diekspresikan melalui sikap tidak senang, kecurigaan, sindiran, keengganan berinteraksi, hingga taktik terselubung antartokoh. Sementara itu, bentuk pertentangan yang ditemukan berupa pertentangan pribadi yang diekspresikan melalui perdebatan emosional, gertakan, ancaman, hingga kekerasan fisik. Tokoh Kajen (Kazena Rosan) dan Albar Gibadesta menjadi tokoh yang paling dominan terlibat dalam dinamika konflik tersebut. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa konflik sosial dalam novel tidak hanya berfungsi sebagai penggerak alur cerita, tetapi juga merepresentasikan dinamika hubungan sosial yang dipengaruhi oleh perbedaan kepentingan, perasaan, dan tujuan di antartokoh.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Cephalopelvic Disproportion (CPD) merupakan salah satu penyebab distosia persalinan yang sering memerlukan tindakan Sectio Caesarea (SC). Secara global, sekitar 21% persalinan dilakukan melalui Sectio Caesarea dan angka tersebut diperkirakan terus meningkat hingga 29% pada tahun 2030. Peningkatan angka Sectio Caesarea menyebabkan semakin banyak ibu nifas yang memerlukan perawatan untuk mengatasi berbagai masalah selama masa pemulihan. Studi kasus ini bertujuan memperoleh gambaran asuhan keperawatan maternitas pada ibu nifas post Sectio Caesarea dengan indikasi CPD di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien yang menjalani perawatan selama tiga hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami nyeri akut, menyusui tidak efektif, dan risiko infeksi, sedangkan pada salah satu pasien juga ditemukan kesiapan peningkatan menjadi orang tua. Asuhan keperawatan yang diberikan meliputi manajemen nyeri, perawatan pasca Sectio Caesarea, pencegahan infeksi, pijat laktasi, edukasi menyusui, serta edukasi perawatan bayi. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri, tidak ditemukan tanda-tanda infeksi, peningkatan proses menyusui, serta peningkatan kesiapan menjalankan peran sebagai orang tua. Disimpulkan bahwa asuhan keperawatan maternitas yang diberikan secara sistematis dapat mendukung proses pemulihan ibu nifas post Sectio Caesarea dengan indikasi CPD. Studi kasus ini menunjukkan pentingnya peran perawat dalam melakukan pengkajian secara komprehensif, manajemen nyeri, pemantauan dan pencegahan infeksi, dukungan laktasi, serta edukasi dan pelibatan keluarga untuk mendukung pemulihan ibu selama masa nifas.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Halusinasi menjadi salah satu gejala yang sering ditemukan pada klien dengan skizofrenia, ditandai dengan munculnya persepsi tanpa adanya stimulus nyata. Tujuan studi kasus ini adalah memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan penglihatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi kasus terdiri dari dua klien dengan diagnosis medis skizofrenia paranoid yang mengalami halusinasi pendengaran dan penglihatan di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Asuhan keperawatan dilaksanakan selama lima kali pertemuan melalui intervensi berupa mengenali karakteristik halusinasi, teknik menghardik, mengabaikan halusinasi, meningkatkan kepatuhan minum obat, bercakap-cakap dengan orang lain, dan melakukan aktivitas terjadwal.Hasil studi menunjukkan adanya perbedaan masalah keperawatan pada kedua klien. Klien 1 mengalami isolasi sosial dan defisit perawatan diri, sedangkan klien 2 mengalami risiko perilaku kekerasan dan defisit perawatan diri. Peningkatan kemampuan dalam mengenali dan mengontrol halusinasi terlihat pada kedua klien setelah diberikan intervensi keperawatan. Respons terhadap interaksi sosial juga menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Penerapan asuhan keperawatan secara sistematis dan berkelanjutan membantu meningkatkan kemampuan klien dalam mengendalikan halusinasi serta mendukung proses pemulihan dan peningkatan fungsi adaptif.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
ABSTRAK Nuraidah, 2026. Survey Badword Mahasiswa Angkatan 2023 Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan bahasa kasar (badword) pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 90 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket badword yang kemudian diberikan skor pada setiap item pernyataan untuk mengetahui tingkat penggunaan bahasa kasar dikalangan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Bahasa kasar (badword) pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2023 berada pada kategori tinggi dan sedang. Hal tersebut dapat dinilai dari hasil analisis deskriptif, yaitu kategori sangat tinggi dengan interval skor 274-322 sebanyak 5 responden (5%), kategori tinggi dengan interval 225-273 sebanyak 43 responden (48%), kategori sedang dengan interval 176-224 sebanyak 41 responden (46%), kategori rendah dengan interval 127-175 tidak terdapat responden (0%), dan kategori sangat rendah dengan 78-126 sebanyak 1 responden (1%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat penggunaan bahasa kasar pada kategori tinggi dan sedang. Kondisi ini menunjukan bahwa pengggunaan bahasa kasar masih cukup sering dalam interaksi sehari-hari mahasiswa, sehingga diperlukan perhatian serta upaya pembinaan dalam penggunaan bahasa yang lebih santun dan sesuai dengan norma sosial maupun akademik. Kata kunci: Badword, Mahasiswa, Bimbingan dan Konseling
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Cephalopelvic Disproportion (CPD) merupakan salah satu penyebab distosia persalinan yang sering memerlukan tindakan Sectio Caesarea (SC). Secara global, sekitar 21% persalinan dilakukan melalui Sectio Caesarea dan angka tersebut diperkirakan terus meningkat hingga 29% pada tahun 2030. Peningkatan angka Sectio Caesarea menyebabkan semakin banyak ibu nifas yang memerlukan perawatan untuk mengatasi berbagai masalah selama masa pemulihan. Studi kasus ini bertujuan memperoleh gambaran asuhan keperawatan maternitas pada ibu nifas post Sectio Caesarea dengan indikasi CPD di RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien yang menjalani perawatan selama tiga hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan studi dokumentasi rekam medis. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami nyeri akut, menyusui tidak efektif, dan risiko infeksi, sedangkan pada salah satu pasien juga ditemukan kesiapan peningkatan menjadi orang tua. Asuhan keperawatan yang diberikan meliputi manajemen nyeri, perawatan pasca Sectio Caesarea, pencegahan infeksi, pijat laktasi, edukasi menyusui, serta edukasi perawatan bayi. Evaluasi menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri, tidak ditemukan tanda-tanda infeksi, peningkatan proses menyusui, serta peningkatan kesiapan menjalankan peran sebagai orang tua. Disimpulkan bahwa asuhan keperawatan maternitas yang diberikan secara sistematis dapat mendukung proses pemulihan ibu nifas post Sectio Caesarea dengan indikasi CPD. Studi kasus ini menunjukkan pentingnya peran perawat dalam melakukan pengkajian secara komprehensif, manajemen nyeri, pemantauan dan pencegahan infeksi, dukungan laktasi, serta edukasi dan pelibatan keluarga untuk mendukung pemulihan ibu selama masa nifas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Halusinasi menjadi salah satu gejala yang sering ditemukan pada klien dengan skizofrenia, ditandai dengan munculnya persepsi tanpa adanya stimulus nyata. Tujuan studi kasus ini adalah memperoleh gambaran penerapan asuhan keperawatan pada klien dengan diagnosis gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan penglihatan. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Subjek studi kasus terdiri dari dua klien dengan diagnosis medis skizofrenia paranoid yang mengalami halusinasi pendengaran dan penglihatan di Ruang Teratai RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Asuhan keperawatan dilaksanakan selama lima kali pertemuan melalui intervensi berupa mengenali karakteristik halusinasi, teknik menghardik, mengabaikan halusinasi, meningkatkan kepatuhan minum obat, bercakap-cakap dengan orang lain, dan melakukan aktivitas terjadwal.Hasil studi menunjukkan adanya perbedaan masalah keperawatan pada kedua klien. Klien 1 mengalami isolasi sosial dan defisit perawatan diri, sedangkan klien 2 mengalami risiko perilaku kekerasan dan defisit perawatan diri. Peningkatan kemampuan dalam mengenali dan mengontrol halusinasi terlihat pada kedua klien setelah diberikan intervensi keperawatan. Respons terhadap interaksi sosial juga menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Penerapan asuhan keperawatan secara sistematis dan berkelanjutan membantu meningkatkan kemampuan klien dalam mengendalikan halusinasi serta mendukung proses pemulihan dan peningkatan fungsi adaptif.
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi di Pemerintah Kabupaten Malinau. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih belum optimalnya kinerja ASN meskipun berbagai kebijakan reformasi birokrasi telah diterapkan. Permasalahan tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor individu seperti kompetensi, disiplin kerja, dan motivasi kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau. Populasi penelitian berjumlah 4.436 ASN, dengan sampel sebanyak 360 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja ASN. Selain itu, kompetensi dan disiplin kerja juga berpengaruh positif terhadap motivasi kerja. Motivasi kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN serta mampu memediasi hubungan antara kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki peran penting dalam memperkuat pengaruh kompetensi dan disiplin kerja terhadap peningkatan kinerja ASN.Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kinerja ASN tidak hanya bergantung pada kompetensi dan disiplin kerja, tetapi juga memerlukan penguatan motivasi kerja melalui kebijakan organisasi yang mendukung. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Malinau disarankan untuk meningkatkan program pengembangan kompetensi, penegakan disiplin, serta sistem penghargaan dan insentif guna mendorong motivasi kerja ASN secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Nuraidah, 2026. Survey Badword Mahasiswa Angkatan 2023 Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP Universitas Borneo Tarakan. Pembimbing Utama Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penggunaan bahasa kasar (badword) pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling angkatan 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 90 mahasiswa. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket badword yang kemudian diberikan skor pada setiap item pernyataan untuk mengetahui tingkat penggunaan bahasa kasar dikalangan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan Bahasa kasar (badword) pada mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Angkatan 2023 berada pada kategori tinggi dan sedang. Hal tersebut dapat dinilai dari hasil analisis deskriptif, yaitu kategori sangat tinggi dengan interval skor 274-322 sebanyak 5 responden (5%), kategori tinggi dengan interval 225-273 sebanyak 43 responden (48%), kategori sedang dengan interval 176-224 sebanyak 41 responden (46%), kategori rendah dengan interval 127-175 tidak terdapat responden (0%), dan kategori sangat rendah dengan 78-126 sebanyak 1 responden (1%). Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat penggunaan bahasa kasar pada kategori tinggi dan sedang. Kondisi ini menunjukan bahwa pengggunaan bahasa kasar masih cukup sering dalam interaksi sehari-hari mahasiswa, sehingga diperlukan perhatian serta upaya pembinaan dalam penggunaan bahasa yang lebih santun dan sesuai dengan norma sosial maupun akademik. Kata kunci: Badword, Mahasiswa, Bimbingan dan Konseling
BookOpen AccessMetadata saja
2026•Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan pemegang saham minoritas serta bentuk perlindungan hukum yang diberikan dalam Perseroan Terbatas yang melakukan peleburan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, serta mengacu pada bahan hukum primer, sekunder dan non hukum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara normatif pemegang saham memiliki kedudukan yang setara berdasarkan Undang-undang Perseroan Terbatas. Namun, dalam praktik peleburan, keputusan ditentukan berdasarkan suara terbanyak dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sehingga berpotensi merugikan pemegang saham minoritas. Prinsip mayoritas dalam pengambilan keputusan menyebabkan posisi tawar pemegang saham minoritas menjadi lemah. Bentuk perlindungan hukum yang diberikan baik dari Undang-undang Perseroan Terbatas maupun dari prinsip Good Corporate Governance (GCG), yakni melalui hak penilaian (apparsial right), hak yang didahulukan (pre-emtive right), hak derivatif (derivative right), hak perseorangan (personal right), dan hak angket (enquette right).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi di Pemerintah Kabupaten Malinau. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih belum optimalnya kinerja ASN meskipun berbagai kebijakan reformasi birokrasi telah diterapkan. Permasalahan tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor individu seperti kompetensi, disiplin kerja, dan motivasi kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau. Populasi penelitian berjumlah 4.436 ASN, dengan sampel sebanyak 360 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja ASN. Selain itu, kompetensi dan disiplin kerja juga berpengaruh positif terhadap motivasi kerja. Motivasi kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN serta mampu memediasi hubungan antara kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki peran penting dalam memperkuat pengaruh kompetensi dan disiplin kerja terhadap peningkatan kinerja ASN.Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kinerja ASN tidak hanya bergantung pada kompetensi dan disiplin kerja, tetapi juga memerlukan penguatan motivasi kerja melalui kebijakan organisasi yang mendukung. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Malinau disarankan untuk meningkatkan program pengembangan kompetensi, penegakan disiplin, serta sistem penghargaan dan insentif guna mendorong motivasi kerja ASN secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan motivasi kerja sebagai variabel mediasi di Pemerintah Kabupaten Malinau. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada masih belum optimalnya kinerja ASN meskipun berbagai kebijakan reformasi birokrasi telah diterapkan. Permasalahan tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor individu seperti kompetensi, disiplin kerja, dan motivasi kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau. Populasi penelitian berjumlah 4.436 ASN, dengan sampel sebanyak 360 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi dan disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja ASN. Selain itu, kompetensi dan disiplin kerja juga berpengaruh positif terhadap motivasi kerja. Motivasi kerja terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja ASN serta mampu memediasi hubungan antara kompetensi dan disiplin kerja terhadap kinerja. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi kerja memiliki peran penting dalam memperkuat pengaruh kompetensi dan disiplin kerja terhadap peningkatan kinerja ASN.Penelitian ini memberikan implikasi bahwa peningkatan kinerja ASN tidak hanya bergantung pada kompetensi dan disiplin kerja, tetapi juga memerlukan penguatan motivasi kerja melalui kebijakan organisasi yang mendukung. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Malinau disarankan untuk meningkatkan program pengembangan kompetensi, penegakan disiplin, serta sistem penghargaan dan insentif guna mendorong motivasi kerja ASN secara berkelanjutan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan pemegang saham minoritas serta bentuk perlindungan hukum yang diberikan dalam Perseroan Terbatas yang melakukan peleburan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, serta mengacu pada bahan hukum primer, sekunder dan non hukum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara normatif pemegang saham memiliki kedudukan yang setara berdasarkan Undang-undang Perseroan Terbatas. Namun, dalam praktik peleburan, keputusan ditentukan berdasarkan suara terbanyak dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) sehingga berpotensi merugikan pemegang saham minoritas. Prinsip mayoritas dalam pengambilan keputusan menyebabkan posisi tawar pemegang saham minoritas menjadi lemah. Bentuk perlindungan hukum yang diberikan baik dari Undang-undang Perseroan Terbatas maupun dari prinsip Good Corporate Governance (GCG), yakni melalui hak penilaian (apparsial right), hak yang didahulukan (pre-emtive right), hak derivatif (derivative right), hak perseorangan (personal right), dan hak angket (enquette right).
BookOpen AccessMetadata saja
2026•
This study investigates the effect of Reciprocal Teaching on the reading comprehension of eighth-grade students at SMPN 10 Tarakan, focusing on narrative texts. Employing a pre-experimental design, the study involved 25 students from class VIII-4 as the sample. Data were obtained using multiple-choice reading comprehension tests administered as a pretest and a posttest. The findings demonstrate a meaningful improvement in students' performance, with the mean score increasing from 31.60 in the pretest to 56.20 in the posttest. The Wilcoxon Signed-Rank Test revealed a significance value of 0.000 (p 0.05), indicating a statistically significant difference between pretest and posttest scores. In addition, the Normalized Gain (N-Gain) score was 0.35, which falls within the moderate category. These results suggest that Reciprocal Teaching contributes to improving students' reading comprehension through its four instructional steps predicting, questioning, clarifying, and summarizing-which encourage learners to engage actively with texts through collaborative discussion. In practice, this approach supported students in addressing vocabulary-related difficulties and strengthening inferential comprehension. The study implies that Reciprocal Teaching can enhance students' independence in monitoring and regulating their understanding, offering practical value for teachers in addressing reading challenges and providing a reference for future research on literacy-focused interventions.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
This study investigates the effect of Reciprocal Teaching on the reading comprehension of eighth-grade students at SMPN 10 Tarakan, focusing on narrative texts. Employing a pre-experimental design, the study involved 25 students from class VIII-4 as the sample. Data were obtained using multiple-choice reading comprehension tests administered as a pretest and a posttest. The findings demonstrate a meaningful improvement in students' performance, with the mean score increasing from 31.60 in the pretest to 56.20 in the posttest. The Wilcoxon Signed-Rank Test revealed a significance value of 0.000 (p 0.05), indicating a statistically significant difference between pretest and posttest scores. In addition, the Normalized Gain (N-Gain) score was 0.35, which falls within the moderate category. These results suggest that Reciprocal Teaching contributes to improving students' reading comprehension through its four instructional steps predicting, questioning, clarifying, and summarizing-which encourage learners to engage actively with texts through collaborative discussion. In practice, this approach supported students in addressing vocabulary-related difficulties and strengthening inferential comprehension. The study implies that Reciprocal Teaching can enhance students' independence in monitoring and regulating their understanding, offering practical value for teachers in addressing reading challenges and providing a reference for future research on literacy-focused interventions.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur klausa dasar dan kesubjekan dalam bahasa Dayak Kenyah Uma' Alim, salah satu sub-suku dari rumpun Dayak Kenyah yang hidup di Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Instrumen penelitian yang digunakan adalah analisis data dan alat uji subjek, termasuk struktur kanonis, penyisipan adverbial, perelatifan, penaikan (raising), dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur klausa dasar dalam bahasa Dayak Kenyah Uma' Alim terdiri atas klausa verba, klausa adjektiva, klausa nomina, dan klausa berpredikat frasa preposisi. Subjek dalam bahasa Dayak Kenyah Uma' Alim selalu berada di awal klausa dan memiliki kesamaan dengan klausa dasar Bahasa Indonesia. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa subjek dalam bahasa Dayak Kenyah Uma' Alim memiliki ciri-ciri subjek lintas bahasa, yang dibuktikan dengan penerapan kelima alat uji subjek. Hasil penelitian ini bahwa kesubjekan bahasa Dayak Kenyah Uma' Alim memiliki persamaan dan ciri-ciri subjek lintas bahasa, sehingga memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bahasa daerah di Indonesia.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur klausa dasar dan kesubjekan dalam bahasa Dayak Kenyah Uma' Alim, salah satu sub-suku dari rumpun Dayak Kenyah yang hidup di Desa Long Peso, Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara. Metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini untuk mengumpulkan dan menganalisis data. Instrumen penelitian yang digunakan adalah analisis data dan alat uji subjek, termasuk struktur kanonis, penyisipan adverbial, perelatifan, penaikan (raising), dan kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur klausa dasar dalam bahasa Dayak Kenyah Uma' Alim terdiri atas klausa verba, klausa adjektiva, klausa nomina, dan klausa berpredikat frasa preposisi. Subjek dalam bahasa Dayak Kenyah Uma' Alim selalu berada di awal klausa dan memiliki kesamaan dengan klausa dasar Bahasa Indonesia. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa subjek dalam bahasa Dayak Kenyah Uma' Alim memiliki ciri-ciri subjek lintas bahasa, yang dibuktikan dengan penerapan kelima alat uji subjek. Hasil penelitian ini bahwa kesubjekan bahasa Dayak Kenyah Uma' Alim memiliki persamaan dan ciri-ciri subjek lintas bahasa, sehingga memberikan kontribusi pada pemahaman tentang bahasa daerah di Indonesia.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Pernikahan Dini di Indonesia masih tergolong cukup tinggi. UNICEF mencatat Indonesia sebagai peringkat ke-8 di dunia dan ke-2 asean. DP3KB juga mencatat bahwa di Kalimantan Utara terdapat 135 kasus pernikahan dini. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengurangi angka pernikahan dini, diantaranya dengan memberikan informasi. Penelitian dan pengembangan ini berdasarkan kurangnya pengetahuan siswa terhadap pernikahan dini dan belum tersedianya media yang berisi informasi terkait pernikahan dini. Ada berbagai media yang dapat digunakan diantaranya adalah media modul. Modul yang dikembangkan berisi tentang pengertian pernikahan dini, faktor pernikahan dini, dampak pernikahan dini dan layanan dasar bimbingan dan konseling untuk mencegah pernikahan dini yang terdiri dari layanan informasi, layanan bimbingan kelompok, dan layanan konsultasi. Media modul ini dibuat agar bisa membantu guru BK dalam memberikan layanan dasar pencegahan pernikahan dini kepada peserta didik yang ada disekolah. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pengembangan modul sebagai media untuk mencegah pernikahan dini. Pengembangan media modul ini menggunakan metode R&D atau penelitian dan pengembangan yang menghasilkan suatu produk dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementasi, Evaluasi). Subjek penelitian ini yaitu ahli media, ahli materi dan bahasa, dan satu guru BK. Hasil validasi dari ahli media, ahli materi dan bahasa diperoleh persentase sebesar 75% dengan kriteria “Layak”. Kemudian uji coba produk dilakukan pada kelompok terbatas yang terdiri dari satu subjek diperoleh persentase sebesar 89% dengan kriteria “Sangat Layak”. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa modul layanan dasar bimbingan dan konseling dalam mencegah pernikahan dini di SMA Negeri 1 Nunukan memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pernikahan Dini di Indonesia masih tergolong cukup tinggi. UNICEF mencatat Indonesia sebagai peringkat ke-8 di dunia dan ke-2 asean. DP3KB juga mencatat bahwa di Kalimantan Utara terdapat 135 kasus pernikahan dini. Berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengurangi angka pernikahan dini, diantaranya dengan memberikan informasi. Penelitian dan pengembangan ini berdasarkan kurangnya pengetahuan siswa terhadap pernikahan dini dan belum tersedianya media yang berisi informasi terkait pernikahan dini. Ada berbagai media yang dapat digunakan diantaranya adalah media modul. Modul yang dikembangkan berisi tentang pengertian pernikahan dini, faktor pernikahan dini, dampak pernikahan dini dan layanan dasar bimbingan dan konseling untuk mencegah pernikahan dini yang terdiri dari layanan informasi, layanan bimbingan kelompok, dan layanan konsultasi. Media modul ini dibuat agar bisa membantu guru BK dalam memberikan layanan dasar pencegahan pernikahan dini kepada peserta didik yang ada disekolah. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana pengembangan modul sebagai media untuk mencegah pernikahan dini. Pengembangan media modul ini menggunakan metode R&D atau penelitian dan pengembangan yang menghasilkan suatu produk dengan menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementasi, Evaluasi). Subjek penelitian ini yaitu ahli media, ahli materi dan bahasa, dan satu guru BK. Hasil validasi dari ahli media, ahli materi dan bahasa diperoleh persentase sebesar 75% dengan kriteria “Layak”. Kemudian uji coba produk dilakukan pada kelompok terbatas yang terdiri dari satu subjek diperoleh persentase sebesar 89% dengan kriteria “Sangat Layak”. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa modul layanan dasar bimbingan dan konseling dalam mencegah pernikahan dini di SMA Negeri 1 Nunukan memenuhi kriteria kelayakan untuk digunakan
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
.