BookOpen AccessMetadata saja
2026•
Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Hak Masyarakat Dalam Pengelolaan Hutan Lindung Taman Nasional Kayan Mentarang Desa Data Dian Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Malinau. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Pengakuan hukum terhadap hak masyarakat Desa Data Dian dalam pengelolaan Hutan Lindung Taman Nasional Kayan Mentarang, yang kedua adalah Bentuk dan pelaksanaan hak masyarakat Desa Data Dian dalam pengelolaan Hutan Lindung Taman Nasional Kayan Mentarang Hilir Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Berdasarkan hasil penelitian, Pengakuan hukum terhadap hak masyarakat Desa Data Dian dalam pengelolaan Hutan Lindung Taman Nasional Kayan Mentarang dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat adat, dan lembaga konservasi. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan keterlibatan aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan konservasi, masyarakat adat diakui perannya meski kewenangan mereka masih terbatas oleh regulasi taman nasional. Peraturan Daerah Kalimantan Utara Nomor 1 Tahun 2020 entang Penyelenggaraan Kelembagaan Adat memberikan dasar hukum bagi pengakuan dan perlindungan adat, namun implementasinya di tingkat desa masih perlu diperkuat agar peran masyarakat dalam pengelolaan TNKM dapat berlangsung secara berkelanjutan. Masyarakat Desa Data Dian memiliki hak tradisional atas hutan TNKM untuk kebutuhan sehari-hari, dengan akses yang diatur demi kelestarian ekosistem. Pengelolaan dilakukan secara kolaboratif melalui Dewan Pengelola dan Pemantau Kawasan bersama pemerintah dan LSM, mencakup perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat menjadi subjek aktif dalam konservasi, sambil mendukung pemenuhan kebutuhan hidup, peningkatan ekonomi, dan pelestarian budaya serta kearifan loka
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Hak Masyarakat Dalam Pengelolaan Hutan Lindung Taman Nasional Kayan Mentarang Desa Data Dian Kecamatan Kayan Hilir Kabupaten Malinau. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah, Pengakuan hukum terhadap hak masyarakat Desa Data Dian dalam pengelolaan Hutan Lindung Taman Nasional Kayan Mentarang, yang kedua adalah Bentuk dan pelaksanaan hak masyarakat Desa Data Dian dalam pengelolaan Hutan Lindung Taman Nasional Kayan Mentarang Hilir Kabupaten Malinau. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Berdasarkan hasil penelitian, Pengakuan hukum terhadap hak masyarakat Desa Data Dian dalam pengelolaan Hutan Lindung Taman Nasional Kayan Mentarang dilakukan melalui pendekatan kolaboratif antara pemerintah, masyarakat adat, dan lembaga konservasi. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan keterlibatan aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, serta pengawasan konservasi, masyarakat adat diakui perannya meski kewenangan mereka masih terbatas oleh regulasi taman nasional. Peraturan Daerah Kalimantan Utara Nomor 1 Tahun 2020 entang Penyelenggaraan Kelembagaan Adat memberikan dasar hukum bagi pengakuan dan perlindungan adat, namun implementasinya di tingkat desa masih perlu diperkuat agar peran masyarakat dalam pengelolaan TNKM dapat berlangsung secara berkelanjutan. Masyarakat Desa Data Dian memiliki hak tradisional atas hutan TNKM untuk kebutuhan sehari-hari, dengan akses yang diatur demi kelestarian ekosistem. Pengelolaan dilakukan secara kolaboratif melalui Dewan Pengelola dan Pemantau Kawasan bersama pemerintah dan LSM, mencakup perencanaan, koordinasi, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat menjadi subjek aktif dalam konservasi, sambil mendukung pemenuhan kebutuhan hidup, peningkatan ekonomi, dan pelestarian budaya serta kearifan loka
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran matematika pada kurikulum merdeka di kelas IV-A SD Negeri 015 Tarakan. Berdasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan masih adanya kendala guru dalam menerapkan pembelajaran matematika pada kurikulum merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di kelas IV-A SD Negeri 015 Tarakan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan langkah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data melalui teknik triangulasi, baik dari sumber maupun teknik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perencanaan pembelajaran matematika belum sepenuhnya dirancang secara mandiri oleh guru. Guru lebih banyak memanfaatkan perangkat ajar yang telah disediakan pemerintah, namun tetap melakukan modifikasi sederhana sesuai karakteristik peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran berusaha mengacu pada prinsip kurikulum merdeka yang menekankan pembelajaran aktif, interaktif, kolaboratif, serta berpusat pada peserta didik. Penilaian pembelajaran dilaksanakan melalui dua bentuk, yaitu formatif dan sumatif. Penilaian formatif dilakukan melalui diskusi kelompok, tanya jawab, dan pengamatan aktivitas siswa, sedangkan penilaian sumatif dilakukan melalui tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan uraian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran matematika pada kurikulum merdeka di kelas IV-A SD Negeri 015 Tarakan. Berdasarkan pada hasil observasi awal yang menunjukkan masih adanya kendala guru dalam menerapkan pembelajaran matematika pada kurikulum merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di kelas IV-A SD Negeri 015 Tarakan. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan langkah reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data melalui teknik triangulasi, baik dari sumber maupun teknik. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa perencanaan pembelajaran matematika belum sepenuhnya dirancang secara mandiri oleh guru. Guru lebih banyak memanfaatkan perangkat ajar yang telah disediakan pemerintah, namun tetap melakukan modifikasi sederhana sesuai karakteristik peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran berusaha mengacu pada prinsip kurikulum merdeka yang menekankan pembelajaran aktif, interaktif, kolaboratif, serta berpusat pada peserta didik. Penilaian pembelajaran dilaksanakan melalui dua bentuk, yaitu formatif dan sumatif. Penilaian formatif dilakukan melalui diskusi kelompok, tanya jawab, dan pengamatan aktivitas siswa, sedangkan penilaian sumatif dilakukan melalui tes tertulis berupa soal pilihan ganda dan uraian.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
Media pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah aplikasi berbasis Augmented Reality (AR) yang dirancang khusus untuk membantu siswa kelas V SD dalam mempelajari materi bangun ruang. Media ini berbentuk aplikasi Android yang menggunakan marker cetak untuk memunculkan objek 3D berupa bangun ruang seperti kubus, balok, kerucut, dan tabung. Objek-objek ini dapat dilihat secara interaktif dari berbagai sudut, memungkinkan siswa untuk mengamati sisi, rusuk, dan titik sudut secara nyata. Aplikasi ini juga dilengkapi tombol navigasi untuk memilih bangun ruang, deskripsi bentuk, dan fitur informasi tambahan yang mendukung pemahaman konsep secara visual dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) pada materi bangun ruang untuk siswa kelas V SDN 003 Long Pari serta mengetahui kelayakan dan ketertarikan siswa terhadap media tersebut. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pada tahap pengembangan, media dinilai oleh tiga ahli: ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil validasi menunjukkan bahwa media dinyatakan “Sangat Layak” digunakan dengan rata-rata nilai kelayakan sebesar 92.67%. pada tahap implementasi, dilakukan uji coba terbatas kepada 5 siswa dan uji coba lapangan kepada 8 siswa. Berdasarkan angket yang dibagikan, tingkat ketertarikan siswa terhadap media AR mencapai nilai rata-rata 95.65% yang termasuk dalam kategori “Sangat Tertarik”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis AR ini sangat layak digunakan dalam pembelajaran dan mampu memberikan rasa tertarik siswa dalam pembelajaran matematika materi bangun ruang secara visual dan interaktif. Dengan demikian, media ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Media pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah aplikasi berbasis Augmented Reality (AR) yang dirancang khusus untuk membantu siswa kelas V SD dalam mempelajari materi bangun ruang. Media ini berbentuk aplikasi Android yang menggunakan marker cetak untuk memunculkan objek 3D berupa bangun ruang seperti kubus, balok, kerucut, dan tabung. Objek-objek ini dapat dilihat secara interaktif dari berbagai sudut, memungkinkan siswa untuk mengamati sisi, rusuk, dan titik sudut secara nyata. Aplikasi ini juga dilengkapi tombol navigasi untuk memilih bangun ruang, deskripsi bentuk, dan fitur informasi tambahan yang mendukung pemahaman konsep secara visual dan menyenangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) pada materi bangun ruang untuk siswa kelas V SDN 003 Long Pari serta mengetahui kelayakan dan ketertarikan siswa terhadap media tersebut. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Pada tahap pengembangan, media dinilai oleh tiga ahli: ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa. Hasil validasi menunjukkan bahwa media dinyatakan “Sangat Layak” digunakan dengan rata-rata nilai kelayakan sebesar 92.67%. pada tahap implementasi, dilakukan uji coba terbatas kepada 5 siswa dan uji coba lapangan kepada 8 siswa. Berdasarkan angket yang dibagikan, tingkat ketertarikan siswa terhadap media AR mencapai nilai rata-rata 95.65% yang termasuk dalam kategori “Sangat Tertarik”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis AR ini sangat layak digunakan dalam pembelajaran dan mampu memberikan rasa tertarik siswa dalam pembelajaran matematika materi bangun ruang secara visual dan interaktif. Dengan demikian, media ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar.
BookOpen AccessMetadata saja
2025•
The purpose of this study was to determine the effectiveness of the ELSA Speak application on the speaking skills of eleventh grade Pharmacy students at SMK Kesehatan KALTARA. This study employed a pre-experimental design with one class pre-test and post-test with four meetings involving 21 students. The assessment of speaking skills was focused on 5 aspects; fluency, grammar, vocabulary, pronunciation, and comprehension. The descriptive text was chosen for evaluating students' speaking skills which focused on the theme of health, including subtopics such as diseases, medicines, health workers, and medical devices. The results of statistical analysis through paired sample t-test showed a significance value of p = 0.000 (p 0.05), which indicated that the use of the ELSA Speak application had a positive effect on students' speaking skills and it was an effective and interesting learning tool to improve spoken English skills.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
The purpose of this study was to determine the effectiveness of the ELSA Speak application on the speaking skills of eleventh grade Pharmacy students at SMK Kesehatan KALTARA. This study employed a pre-experimental design with one class pre-test and post-test with four meetings involving 21 students. The assessment of speaking skills was focused on 5 aspects; fluency, grammar, vocabulary, pronunciation, and comprehension. The descriptive text was chosen for evaluating students' speaking skills which focused on the theme of health, including subtopics such as diseases, medicines, health workers, and medical devices. The results of statistical analysis through paired sample t-test showed a significance value of p = 0.000 (p 0.05), which indicated that the use of the ELSA Speak application had a positive effect on students' speaking skills and it was an effective and interesting learning tool to improve spoken English skills.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
Juata Laut merupakan wilayah Kecamatan Tarakan Utara yang menjadikan sumber perikanan sebagai unggulan salah satunya berupa kepiting bakau matang ovari. Saat ini belum ada data tentang karakteristik produksi kepiting bakau matang ovari. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kepiting bakau (Scylla serrata) betina matang ovari dari TKO I, TKO II dan TKO III yang diperdagangkan daerah Juata Laut Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan, meringkas berbagai kondisi, situasi serta variabel yang menjadi objek penelitian dengan melakukan kuesioner langsung ke lokasi. Pengamatan pada kepiting bakau betina pada setiap lokasi meliputi: sumber asal kepiting bakau (Scylla serrata), tujuan ekspor, jumlah ekspor, berat, panjang, lebar dan tingkat kematangan ovari (TKO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kepiting bakau betina matang ovari TKO III (CBH) yang diperdagangkan sekitar 22.190 kg, kepiting TKO II (CBK) sekitar 4.074 kg, sedangkan kepiting TKO I (%) tidak di ekspor karena kurangnya permintaan pasar.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Juata Laut merupakan wilayah Kecamatan Tarakan Utara yang menjadikan sumber perikanan sebagai unggulan salah satunya berupa kepiting bakau matang ovari. Saat ini belum ada data tentang karakteristik produksi kepiting bakau matang ovari. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik kepiting bakau (Scylla serrata) betina matang ovari dari TKO I, TKO II dan TKO III yang diperdagangkan daerah Juata Laut Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif untuk menggambarkan, meringkas berbagai kondisi, situasi serta variabel yang menjadi objek penelitian dengan melakukan kuesioner langsung ke lokasi. Pengamatan pada kepiting bakau betina pada setiap lokasi meliputi: sumber asal kepiting bakau (Scylla serrata), tujuan ekspor, jumlah ekspor, berat, panjang, lebar dan tingkat kematangan ovari (TKO). Hasil penelitian menunjukkan bahwa total kepiting bakau betina matang ovari TKO III (CBH) yang diperdagangkan sekitar 22.190 kg, kepiting TKO II (CBK) sekitar 4.074 kg, sedangkan kepiting TKO I (%) tidak di ekspor karena kurangnya permintaan pasar.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•
Kelapa merupakan tanaman tahunan yang ditanam di perkebunan dan dikenal sebagai pohon kehidupan karena banyak manfaatnya. Salah satu manfaat dari tanaman kelapa yaitu tempurung kelapa yang dapat dijadikan produk yang unggul dan bernilai ekonomis. Nilai ekonomis tempurung kelapa dapat ditingkatkan dengan memanfaatkannya sebagai bahan baku pembuatan arang aktif. Tempurung kelapa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan arang karena kandungan selulosa dan ligninnya yang tinggi serta kemampuan difusi termal yang kuat. Tempurung kelapa dibakar dalam alat pembuatan arang untuk dijadikan instrumen yang digunakan untuk mengukur efesiensinya. Dengan menggunakan peralatan untuk memproduksi arang dari pelat seng yang tersedia di Laboratorium Konversi Energi Teknik Mesin Universitas Borneo Tarakan, maka dilakukan proses pembuatan arang dan untuk mengetahui efesiensi tungku pembakaran arang. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji nilai efesiensi alat pembuat arang dengan kapasitas maksimum. Percobaan terhadap penggunaan bahan tempurung kelapa dengan kapasitas maksimum berturut-turut dengan berat 14,6 kg, 14 kg, dan 14,8 kg diperoleh efisiensi arang yang dihasilkan secara berturut-turut yakni 51%, 50%, dan 52%. Berdasarkan hal tersebut, maka alat pembuat arang ini efisien digunakan dengan kapasitas 14,8 kg. Namun pada pembakaran dengan kapasitas maksium tersebut terdapat beberapa tempurung kelapa yang tidak menjadi arang dengan sempurna dikarenakan waktu yang digunakan tidak cukup untuk melakukan proses pembakaran pada tempurung kelapa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kelapa merupakan tanaman tahunan yang ditanam di perkebunan dan dikenal sebagai pohon kehidupan karena banyak manfaatnya. Salah satu manfaat dari tanaman kelapa yaitu tempurung kelapa yang dapat dijadikan produk yang unggul dan bernilai ekonomis. Nilai ekonomis tempurung kelapa dapat ditingkatkan dengan memanfaatkannya sebagai bahan baku pembuatan arang aktif. Tempurung kelapa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan arang karena kandungan selulosa dan ligninnya yang tinggi serta kemampuan difusi termal yang kuat. Tempurung kelapa dibakar dalam alat pembuatan arang untuk dijadikan instrumen yang digunakan untuk mengukur efesiensinya. Dengan menggunakan peralatan untuk memproduksi arang dari pelat seng yang tersedia di Laboratorium Konversi Energi Teknik Mesin Universitas Borneo Tarakan, maka dilakukan proses pembuatan arang dan untuk mengetahui efesiensi tungku pembakaran arang. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji nilai efesiensi alat pembuat arang dengan kapasitas maksimum. Percobaan terhadap penggunaan bahan tempurung kelapa dengan kapasitas maksimum berturut-turut dengan berat 14,6 kg, 14 kg, dan 14,8 kg diperoleh efisiensi arang yang dihasilkan secara berturut-turut yakni 51%, 50%, dan 52%. Berdasarkan hal tersebut, maka alat pembuat arang ini efisien digunakan dengan kapasitas 14,8 kg. Namun pada pembakaran dengan kapasitas maksium tersebut terdapat beberapa tempurung kelapa yang tidak menjadi arang dengan sempurna dikarenakan waktu yang digunakan tidak cukup untuk melakukan proses pembakaran pada tempurung kelapa.
BookOpen AccessMetadata saja
2024•Koleksi Perpustakaan
Jurnalis dalam bekerja seringkali mendapatkan ancaman yang menyebabkan terenggutnya kemerdekaan pers yang berdampak pada terhambatnya proses jurnalistik yaitu mencari, membuat dan menerbitkan berita di media massa. Salah satu ancaman tersebut adalah kriminalisasi jurnalis dengan penerapan pasal tindak pidana pencemaran nama baik dan mekanisme penyelesaian yang tidak sesuai sering terjadi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum kepada jurnalis terhadap berita yang ditulis dan diterbitkannya dan untuk mengetahui mekanisme penyelesaian hukum terhadap jurnalis yang dipersangkakan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik. Metode penelitian ini berjenis yuridis normatif. Adapun pendekatan masalah dalam penelitian ini menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, pedekatan konseptual dan pendekatan konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, bentuk perlindungan hukum terhadap jurnalis terhadap berita yang ditulis terbagi atas 2 (dua) yaitu Preventif, bentuk perlindungan yang bersifat mencegah jurnalis melakukan pelanggaran dan Represif, bentuk perlindungan hukum yang bersifat memulihkan keadaan seperti semula. Bagian dari bentuk perlindungan hukum preventif adalah adanya pedoman pemberitaan melalui media elektronik, terdapat standar perlindungan profesi jurnalis menurut UU Pers dan KUHP dan kemerdekaan pers diakui sebagai bagian dari hak asasi manusia. Sedangkan bagian dari bentuk perlindungan hukum yang bersifat represif adalah adanya Hak Jawab dan Hak Koreksi, Perlindungan Hukum Pidana bagi Pers, dan pertanggungjawaban perusahaan pers terhadap sengketa pers. Kedua, mekanisme penyelesaian terhadap jurnalis yang dipersangkakan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik menggunakan UU Pers sebagai lex specialis dari UU ITE sebagaimana yang tercantum dalam SKB Pedoman Implementasi UU ITE. Setiap laporan di kepolisian yang berkenaan dengan pers maka wajib dikoordinasikan kepada Dewan Pers sesuai dengan nota kesepahaman yang dibuat oleh dua instansi ini.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jurnalis dalam bekerja seringkali mendapatkan ancaman yang menyebabkan terenggutnya kemerdekaan pers yang berdampak pada terhambatnya proses jurnalistik yaitu mencari, membuat dan menerbitkan berita di media massa. Salah satu ancaman tersebut adalah kriminalisasi jurnalis dengan penerapan pasal tindak pidana pencemaran nama baik dan mekanisme penyelesaian yang tidak sesuai sering terjadi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum kepada jurnalis terhadap berita yang ditulis dan diterbitkannya dan untuk mengetahui mekanisme penyelesaian hukum terhadap jurnalis yang dipersangkakan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik. Metode penelitian ini berjenis yuridis normatif. Adapun pendekatan masalah dalam penelitian ini menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, pedekatan konseptual dan pendekatan konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, bentuk perlindungan hukum terhadap jurnalis terhadap berita yang ditulis terbagi atas 2 (dua) yaitu Preventif, bentuk perlindungan yang bersifat mencegah jurnalis melakukan pelanggaran dan Represif, bentuk perlindungan hukum yang bersifat memulihkan keadaan seperti semula. Bagian dari bentuk perlindungan hukum preventif adalah adanya pedoman pemberitaan melalui media elektronik, terdapat standar perlindungan profesi jurnalis menurut UU Pers dan KUHP dan kemerdekaan pers diakui sebagai bagian dari hak asasi manusia. Sedangkan bagian dari bentuk perlindungan hukum yang bersifat represif adalah adanya Hak Jawab dan Hak Koreksi, Perlindungan Hukum Pidana bagi Pers, dan pertanggungjawaban perusahaan pers terhadap sengketa pers. Kedua, mekanisme penyelesaian terhadap jurnalis yang dipersangkakan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik menggunakan UU Pers sebagai lex specialis dari UU ITE sebagaimana yang tercantum dalam SKB Pedoman Implementasi UU ITE. Setiap laporan di kepolisian yang berkenaan dengan pers maka wajib dikoordinasikan kepada Dewan Pers sesuai dengan nota kesepahaman yang dibuat oleh dua instansi ini.
BookOpen AccessMetadata saja
2023•Koleksi Perpustakaan
DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat sebagai unsur penyelenggaraan Pemerintahan Daerah berkedudukan setara dan bersifat kemitraan dengan pemerintah daerah. Oleh karena itu DPRD diarahkan untuk menyerap serta menyampaikan aspirasi masyarakat (reses) menjadi kebijakan daerah dan juga melakukan fungsi pengawasan. Reses DPRD merupakan hubungan antara anggota DPRD dengan konstituennya dan sebagai bentuk konsultasi di daerah pemilihnya guna untuk menyerap, menghimpun serta menindaklanjuti aspirasi konstituen atau masyarakat. Fungsi Pengawasan, adalah sejauh mana DPRD telah melakukan pengawasan secara efektif terhadap Kepala Daerah dalam pelaksanaan APBD atau kebijakan publik yang telah ditetapkan. Berdasarkan latar belakang, permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu, pertama, Pelaksanan Fungsi Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Terhadap Pemerintah Daerah Dalam Rangka Mewujudkan Pemerintahan yang Baik di Kabupaten Tana Tidung, dan permasalahan kedua Faktor Penghambat Pelaksanan Fungsi Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Terhadap Pemerintah Daerah Dalam Rangka Mewujudkan Pemerintahan yang Baik di Kabupaten Tana Tidung. Dalam penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil Penelitian menunjukkan pelaksanaan pengawasan DPRD Berdasarkan pengaturan pengawasan dalam UU No. 23 tahun 2014 Pasal 101 (1), DPRD KTT yang merupakan DPRD setingkat provinsi mempunyai landasan hukum untuk melaksanakan fungsi pengawasan terhadap: 1)pelaksanaan Perda provinsi dan peraturan gubernur; 2) pelaksanaan peraturan perundang-undangan lain yang terkait dengan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah provinsi; dan; 3) Pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan laporan keuangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Faktor Penghambat 1) struktur hukum, 2) substansi hukum, dan 3) budaya hukum.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
DPRD merupakan lembaga perwakilan rakyat sebagai unsur penyelenggaraan Pemerintahan Daerah berkedudukan setara dan bersifat kemitraan dengan pemerintah daerah. Oleh karena itu DPRD diarahkan untuk menyerap serta menyampaikan aspirasi masyarakat (reses) menjadi kebijakan daerah dan juga melakukan fungsi pengawasan. Reses DPRD merupakan hubungan antara anggota DPRD dengan konstituennya dan sebagai bentuk konsultasi di daerah pemilihnya guna untuk menyerap, menghimpun serta menindaklanjuti aspirasi konstituen atau masyarakat. Fungsi Pengawasan, adalah sejauh mana DPRD telah melakukan pengawasan secara efektif terhadap Kepala Daerah dalam pelaksanaan APBD atau kebijakan publik yang telah ditetapkan. Berdasarkan latar belakang, permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini yaitu, pertama, Pelaksanan Fungsi Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Terhadap Pemerintah Daerah Dalam Rangka Mewujudkan Pemerintahan yang Baik di Kabupaten Tana Tidung, dan permasalahan kedua Faktor Penghambat Pelaksanan Fungsi Pengawasan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Terhadap Pemerintah Daerah Dalam Rangka Mewujudkan Pemerintahan yang Baik di Kabupaten Tana Tidung. Dalam penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Hasil Penelitian menunjukkan pelaksanaan pengawasan DPRD Berdasarkan pengaturan pengawasan dalam UU No. 23 tahun 2014 Pasal 101 (1), DPRD KTT yang merupakan DPRD setingkat provinsi mempunyai landasan hukum untuk melaksanakan fungsi pengawasan terhadap: 1)pelaksanaan Perda provinsi dan peraturan gubernur; 2) pelaksanaan peraturan perundang-undangan lain yang terkait dengan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah provinsi; dan; 3) Pelaksanaan tindak lanjut hasil pemeriksaan laporan keuangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan. Faktor Penghambat 1) struktur hukum, 2) substansi hukum, dan 3) budaya hukum.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
Jerlin Markus.2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Nunukan. Minat belajar adalah suatu rasa ketertarikan yang timbul dalam diri siswa terhadap suatu pelajaran sehingga mendorong siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran dan apa yang dipelajari dapat diterima dan dipahami dengan baik serta menimbulkan kepuasan dan kesenangan tersendiri dalam diri siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei yang bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Nunukan dengan jumlah 267 siswa. Peneliti menggunakan skala minat belajar. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 160 siswa yang diambil menggunakan teknik random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Nunukan terdapat pada kategori rendah dengan persentase 37,5%. Artinya minat belajar yang di miliki siswa dalam mengikuti proses belajar masih rendah.
BookOpen AccessMetadata saja
2022•Koleksi Perpustakaan
ASSESMENT KEBERLANJUTAN PEMBANGUNAN DENGAN REGIONAL SUSTAINABLE ACCOUNT (RSA) DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Pemi Markus Dr. Margiyono, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai keberlanjutan dimensi ekonomi Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mengetahui nilai keberlanjutan dimensi lingkungan Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mengetahui nilai keberlanjutan dimensi sosial Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mengetahui keberlanjutan atau ketidakberlanjutan Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan dan untuk mengatahui pola spasial keberlanjutan atau ketidakberlanjutan Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang kemudian diolah dengan metode alat analsis yaitu Regional Sustainable Account (RSA). Hasil studi menunjukan bahwa Berdasarkan hasil perhitungan RSA, nilai RSA dimensi ekonomi, lingkungan dan sosial di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2015 dan 2020 yaitu nilai (RSA rata-rata) di setiap Kabupaten dan Kota pada Provinsi Sulawesi Selatan yaitu: Kabupaten Kepulauan Selayar (6,37 menjadi 4,68); Bulukumba (10,50 menjadi 7,62); Bantaeng (1,93 menjadi -1,54); Jeneponto (10,23 menjadi 8,61); Takalar (33,89 menjadi 32,02); Gowa (2,79 menjadi 0,18; Sinjai (5,01 menjadi 2,81); Maros (6,25 menjadi 4,35); Pangkajene dan Kepulauan (20,46 menjadi 17,59); Barru (2,65 menjadi -0,29); Bone (2,09 menjadi -1,35); Soppeng (3,11 menjadi 0,68); Wajo (1,06 menjadi -0,95); Sidenreng Rappang (2,46 menjadi 0,52); Pinrang (0,15 menjadi -2,22); Enrekang (1,57 menjadi -0,15); Luwu (1,77 menjadi -0,48); Tana Toraja (1,82 menjadi 0,01); Luwu Utara (5,18 menjadi 1,80); Luwu Timur (1,26 menjadi -1,26); Toraja Utara (2,48 menjadi -2,30); Makassar (-8,17 menjadi -8,78); Palopo ( -0,18 menjadi -3,61); dan Parepare (-0,51 menajadi -1,66). Kriteria umum pada keberlanjutan di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu pada tahun 2015 berada pada kriteria sustainable sedangkan pada tahun 2020 terjadi penurunan dua kelas kriteria keberlanjutan pada Provinsi Sulawesi Selatan yaitu berada pada kriteria medium. Pentingnya kebijakan pemerintah untuk penanganan angkatan kerja yang produktifitas dengan membuka lapangan kerja juga bisa dalam hal penyediaan layanan pelatihan kerja untuk meningkatkan SDM yang juga dapat membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan sendiri. Juga memperkecil angka kriminalitas dan kecelakaan lalulintas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ASSESMENT KEBERLANJUTAN PEMBANGUNAN DENGAN REGIONAL SUSTAINABLE ACCOUNT (RSA) DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Pemi Markus Dr. Margiyono, S.E., M.Si Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai keberlanjutan dimensi ekonomi Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mengetahui nilai keberlanjutan dimensi lingkungan Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mengetahui nilai keberlanjutan dimensi sosial Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan, untuk mengetahui keberlanjutan atau ketidakberlanjutan Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan dan untuk mengatahui pola spasial keberlanjutan atau ketidakberlanjutan Kabupaten dan Kota di Provinsi Sulawesi Selatan. Data yang digunakan adalah data sekunder yang kemudian diolah dengan metode alat analsis yaitu Regional Sustainable Account (RSA). Hasil studi menunjukan bahwa Berdasarkan hasil perhitungan RSA, nilai RSA dimensi ekonomi, lingkungan dan sosial di Provinsi Sulawesi Selatan pada tahun 2015 dan 2020 yaitu nilai (RSA rata-rata) di setiap Kabupaten dan Kota pada Provinsi Sulawesi Selatan yaitu: Kabupaten Kepulauan Selayar (6,37 menjadi 4,68); Bulukumba (10,50 menjadi 7,62); Bantaeng (1,93 menjadi -1,54); Jeneponto (10,23 menjadi 8,61); Takalar (33,89 menjadi 32,02); Gowa (2,79 menjadi 0,18; Sinjai (5,01 menjadi 2,81); Maros (6,25 menjadi 4,35); Pangkajene dan Kepulauan (20,46 menjadi 17,59); Barru (2,65 menjadi -0,29); Bone (2,09 menjadi -1,35); Soppeng (3,11 menjadi 0,68); Wajo (1,06 menjadi -0,95); Sidenreng Rappang (2,46 menjadi 0,52); Pinrang (0,15 menjadi -2,22); Enrekang (1,57 menjadi -0,15); Luwu (1,77 menjadi -0,48); Tana Toraja (1,82 menjadi 0,01); Luwu Utara (5,18 menjadi 1,80); Luwu Timur (1,26 menjadi -1,26); Toraja Utara (2,48 menjadi -2,30); Makassar (-8,17 menjadi -8,78); Palopo ( -0,18 menjadi -3,61); dan Parepare (-0,51 menajadi -1,66). Kriteria umum pada keberlanjutan di Provinsi Sulawesi Selatan yaitu pada tahun 2015 berada pada kriteria sustainable sedangkan pada tahun 2020 terjadi penurunan dua kelas kriteria keberlanjutan pada Provinsi Sulawesi Selatan yaitu berada pada kriteria medium. Pentingnya kebijakan pemerintah untuk penanganan angkatan kerja yang produktifitas dengan membuka lapangan kerja juga bisa dalam hal penyediaan layanan pelatihan kerja untuk meningkatkan SDM yang juga dapat membantu pemerintah membuka lapangan pekerjaan sendiri. Juga memperkecil angka kriminalitas dan kecelakaan lalulintas.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Jerlin Markus.2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Nunukan. Minat belajar adalah suatu rasa ketertarikan yang timbul dalam diri siswa terhadap suatu pelajaran sehingga mendorong siswa lebih aktif dalam mengikuti pembelajaran dan apa yang dipelajari dapat diterima dan dipahami dengan baik serta menimbulkan kepuasan dan kesenangan tersendiri dalam diri siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei yang bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Nunukan dengan jumlah 267 siswa. Peneliti menggunakan skala minat belajar. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 160 siswa yang diambil menggunakan teknik random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Nunukan terdapat pada kategori rendah dengan persentase 37,5%. Artinya minat belajar yang di miliki siswa dalam mengikuti proses belajar masih rendah.