2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Stress adalah reaksi seseorang baik secara fisik maupun emosional (mental/psikis) apabila ada perubahan dari lingkungan yang mengharuskan seseorang menyesuaikan diri. Stressor yang terus–menerus dihadapi mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi dapat berdampak pada kekacauan hormon melatonin dan meningkatnya adrenalin serta hormon kortisol mengakibatkan kualitas tidur pada mahasiswa terganggu. Berdasarkan data BPS (2019) prevalensi mahasiswa yang mengalami stress di Indonesia sebesar 61,3%. Sekitar 79% percobaan bunuh diri dan gangguan kesehatan akibat stress terjadi pada rentang usia 15 - 29 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat stress dengan kualitas tidur pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang menghadapi skripsi di daerah pesisir. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dan desain penelitian deskriptif korelasi. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Tingkat akhir yang sedang menghadapi skripsi di Universitas Borneo Tarakan dengan Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling sebanyak 348 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Sebagian responden memiliki Tingkat stress yang berada pada tingkat berat yaitu sebesar 37,6%. Sebagian besar responden memiliki tingkat kualitas tidur yang berada pada tingkat buruk sebesar 65,8%. Hasil analisis menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Tingkat stress dengan kualitas tidur (rho = 0,296, p = 0,001 0,05). Tingkat Stress yang tinggi akan menyebabkan kualitas tidur yang semakin buruk.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kinerja Perumda Tarakan Media Telekomunikasi menggunakan metode Balanced Scorecard. Metode Balanced Scorecard mengukur kinerja perusahaan dari sisi keuangan dan sisi non- keuangan perusahaan. Metode Balanced Scorecard memiliki 4 (empat) perspektif dalam mengukur kinerja perusahaan yakni perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dan data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Perumda Tarakan Media Telekomunikasi diukur menggunakan Balanced Scorecard pada perspektif keuangan menunjukkan kinerja yang buruk karena ROA dan ROE jauh dibawah standar, perspektif pelanggan menunjukkan hasil yang memuaskan karena tingkat kepuasan pelanggan baik, perspektif proses bisnis internal menunjukkan kinerja yang kurang efektif, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran menunjukkan kinerja yang kurang baik karena produktivitas karyawan mengalami fluktuasi.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Analisis Putusan Terhadap Dokter Yang Melakukan Tindak Pidana Malpraktik (Studi Kasus Putusan 233/Pid.Sus/2021) Malpraktik Medis adalah tindakan kesalahan (kealpaan) atau kelalaian yang dilakukan oleh dokter yang dapat merugikan pasien dan berpotensi menimbulkan tindak pidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim terhadap kasus tindak pidana malpraktik yang dilakukan oleh dokter. Serta untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban dokter dalam melakukan tindak pidana malpraktik (Studi kasus putusan Nomor 233/Pid.Sus/2021). Seluruh sumber bahan hukum yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan sumber bahan hukum dilakukan dengan metode studi kepustakaan yang dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisis sumber bahan hukum primer, sumber bahan hukum sekunder, dan sumber bahan nonhukum yang relevan untuk memperoleh hasil penelitian yang objektif terkait dengan penelitian. Metode penelitian menggunakan jenis pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Maka setelah menganalisi putusan tersebut penulis menyimpulkan bahwa adanya kekaburan norma, karena kurangnya perlindungan yang tegas dan efektif bagi korban. Lalu didalam kasus tersebut dokter yang melakukan tindakan malpraktik tidak mendapatkan sanksi yang sesuai dengan perbuatannya menurut undang-undang yang sebagaimana telah diatur berdasarkan Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 79 huruf c. Undang-Undang tersebut dicabut dan digantikan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk melihat kinerja Perumda Tarakan Media Telekomunikasi menggunakan metode Balanced Scorecard. Metode Balanced Scorecard mengukur kinerja perusahaan dari sisi keuangan dan sisi non- keuangan perusahaan. Metode Balanced Scorecard memiliki 4 (empat) perspektif dalam mengukur kinerja perusahaan yakni perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif proses bisnis internal, dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data sekunder dan data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja Perumda Tarakan Media Telekomunikasi diukur menggunakan Balanced Scorecard pada perspektif keuangan menunjukkan kinerja yang buruk karena ROA dan ROE jauh dibawah standar, perspektif pelanggan menunjukkan hasil yang memuaskan karena tingkat kepuasan pelanggan baik, perspektif proses bisnis internal menunjukkan kinerja yang kurang efektif, dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran menunjukkan kinerja yang kurang baik karena produktivitas karyawan mengalami fluktuasi.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisis karakteristik fonologis pada anak tunagrahita dengan gangguan berbicara di SLB Negeri Tarakan. Subjek penelitian adalah seorang anak bernama DW yang mengalami kesulitan dalam memproduksi bunyi, khususnya pada pengucapan fonem tertentu. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan rekaman. Data yang dianalisis terdiri atas 87 kata yang diucapkan oleh DW. Hasil penelitian menunjukkan adanya gangguan fonologis berupa perubahan, penghilangan, dan penyederhanaan kata. Contohnya, kata "pecah" diucapkan menjadi "peta", dan "cantik" menjadi "tantit", menunjukkan penggantian fonem /ʧ/ dengan /t/. Pada kasus penghilangan fonem, kata "telor" menjadi "telo", dan "aduk-aduk" menjadi "ado-ado", menghilangkan fonem /r/ dan /k/. Gangguan ini berkaitan dengan lemahnya kontrol motorik alat ucap seperti lidah dan bibir, serta keterbatasan kognitif yang memengaruhi persepsi fonem. Anak menunjukkan kecenderungan menyederhanakan struktur suku kata dan mengganti bunyi yang sulit dengan bunyi yang lebih mudah diucapkan. Penelitian ini memberikan gambaran penting tentang pola fonologis anak tunagrahita dan dapat menjadi referensi bagi guru dan terapis dalam menyusun strategi pembelajaran serta terapi wicara yang lebih tepat.
2025 · Thesis ·
Analisis Putusan Terhadap Dokter Yang Melakukan Tindak Pidana Malpraktik (Studi Kasus Putusan 233/Pid.Sus/2021) Malpraktik Medis adalah tindakan kesalahan (kealpaan) atau kelalaian yang dilakukan oleh dokter yang dapat merugikan pasien dan berpotensi menimbulkan tindak pidana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dasar pertimbangan hakim terhadap kasus tindak pidana malpraktik yang dilakukan oleh dokter. Serta untuk mengetahui bentuk pertanggungjawaban dokter dalam melakukan tindak pidana malpraktik (Studi kasus putusan Nomor 233/Pid.Sus/2021). Seluruh sumber bahan hukum yang diperoleh dalam penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis kualitatif. Teknik pengumpulan sumber bahan hukum dilakukan dengan metode studi kepustakaan yang dilakukan untuk mengumpulkan dan menganalisis sumber bahan hukum primer, sumber bahan hukum sekunder, dan sumber bahan nonhukum yang relevan untuk memperoleh hasil penelitian yang objektif terkait dengan penelitian. Metode penelitian menggunakan jenis pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif. Maka setelah menganalisi putusan tersebut penulis menyimpulkan bahwa adanya kekaburan norma, karena kurangnya perlindungan yang tegas dan efektif bagi korban. Lalu didalam kasus tersebut dokter yang melakukan tindakan malpraktik tidak mendapatkan sanksi yang sesuai dengan perbuatannya menurut undang-undang yang sebagaimana telah diatur berdasarkan Undang-Undang No. 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran Pasal 79 huruf c. Undang-Undang tersebut dicabut dan digantikan dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023.
2025 · Book ·
Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Potensi pengembangan tanaman ini cukup besar, namun pendapatan petani masih bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis karakteristik petani mentimun di Desa Balansiku, dan (2) menghitung besaran pendapatan petani di Desa Balansiku. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan survei. Sampel yang digunakan sebanyak 25 petani mentimun yang dipilih dengan metode sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan menyebar kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menghitung total penerimaan, total biaya produksi, dan pendapatan petani serta menggunakan Benefit-Cost Ratio (BCR) untuk menentukan kelayakan usaha tani mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani mentimun di Desa Balansiku berada dalam kelompok usia 31-40 tahun (36%) dengan tingkat pendidikan yang didominasi oleh lulusan Sekolah Dasar (36%). Luas lahan yang digunakan berkisar antara 0,5 hingga lebih dari 1 hektar, dengan 48% petani memiliki lahan lebih dari 1 hektar. Rata-rata pendapatan total petani per musim tanam adalah Rp4.345.200,00 dengan total biaya produksi sebesar Rp1.113.800,00, sehingga pendapatan bersih yang diperoleh adalah Rp3.231.400,00. Analisis Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 3,90 (>1) menunjukkan bahwa usaha tani mentimun di Desa Balansiku menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani meliputi harga jual mentimun yang stabil, tingkat produktivitas tanaman, luas lahan yang dikelola, serta kondisi lingkungan seperti cuaca dan serangan hama.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan oleh petani di Desa Balansiku, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan. Potensi pengembangan tanaman ini cukup besar, namun pendapatan petani masih bervariasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis karakteristik petani mentimun di Desa Balansiku, dan (2) menghitung besaran pendapatan petani di Desa Balansiku. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan pendekatan survei. Sampel yang digunakan sebanyak 25 petani mentimun yang dipilih dengan metode sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan menyebar kuesioner. Analisis data dilakukan dengan menghitung total penerimaan, total biaya produksi, dan pendapatan petani serta menggunakan Benefit-Cost Ratio (BCR) untuk menentukan kelayakan usaha tani mentimun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani mentimun di Desa Balansiku berada dalam kelompok usia 31-40 tahun (36%) dengan tingkat pendidikan yang didominasi oleh lulusan Sekolah Dasar (36%). Luas lahan yang digunakan berkisar antara 0,5 hingga lebih dari 1 hektar, dengan 48% petani memiliki lahan lebih dari 1 hektar. Rata-rata pendapatan total petani per musim tanam adalah Rp4.345.200,00 dengan total biaya produksi sebesar Rp1.113.800,00, sehingga pendapatan bersih yang diperoleh adalah Rp3.231.400,00. Analisis Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 3,90 (>1) menunjukkan bahwa usaha tani mentimun di Desa Balansiku menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani meliputi harga jual mentimun yang stabil, tingkat produktivitas tanaman, luas lahan yang dikelola, serta kondisi lingkungan seperti cuaca dan serangan hama.
2025 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait implementasi visum et repertum psikiatrikum (VeRP) sebagai alat bukti tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan. Pertama, penerapan VeRP sebagai alat bukti tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan. Kedua, faktor-faktor penyebab tidak pernah digunakannya VeRP sebagai alat bukti tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan. Skripsi ini merupakan penelitian empiris yang dilakukan secara langsung di beberapa lokasi, serta menggunakan data primer, data sekunder, dan data tersier. Data primer berasal dari beberapa narasumber, yaitu penyidik PPA Reskrim Polres Tarakan, Jaksa/Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tarakan, Hakim Pengadilan Negeri Tarakan, dan Kabid Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tarakan. Data sekunder didapatkan dari Undang-Undang, buku, jurnal, dan artikel. Data tersier berasal dari website-website internet resmi yang terkait. Hasil dari penelitian ini, yaitu pertama, implementasi penggunaan VeRP sebagai alat bukti tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan tidak pernah atau belum pernah diterapkan. Kedua, faktor-faktor penyebab tidak digunakannya VeRP di Kota Tarakan ialah terutama terkait penegak hukum yang tidak menggunakan kewenangannya serta pemahaman masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan VeRP sebagai alat bukti tindak pidana KDRT, hal ini terjadi karena tidak disosialisasikannya VeRP kepada masyarakat di Kota Tarakan.
2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab dua pertanyaan terkait implementasi visum et repertum psikiatrikum (VeRP) sebagai alat bukti tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan. Pertama, penerapan VeRP sebagai alat bukti tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan. Kedua, faktor-faktor penyebab tidak pernah digunakannya VeRP sebagai alat bukti tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan. Skripsi ini merupakan penelitian empiris yang dilakukan secara langsung di beberapa lokasi, serta menggunakan data primer, data sekunder, dan data tersier. Data primer berasal dari beberapa narasumber, yaitu penyidik PPA Reskrim Polres Tarakan, Jaksa/Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Tarakan, Hakim Pengadilan Negeri Tarakan, dan Kabid Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Tarakan. Data sekunder didapatkan dari Undang-Undang, buku, jurnal, dan artikel. Data tersier berasal dari website-website internet resmi yang terkait. Hasil dari penelitian ini, yaitu pertama, implementasi penggunaan VeRP sebagai alat bukti tindak pidana kekerasan dalam rumah tangga di Kota Tarakan tidak pernah atau belum pernah diterapkan. Kedua, faktor-faktor penyebab tidak digunakannya VeRP di Kota Tarakan ialah terutama terkait penegak hukum yang tidak menggunakan kewenangannya serta pemahaman masyarakat yang tidak mengetahui keberadaan VeRP sebagai alat bukti tindak pidana KDRT, hal ini terjadi karena tidak disosialisasikannya VeRP kepada masyarakat di Kota Tarakan.
2025 · Book ·
Kesulitan belajar adalah keadaan dimana seorang siswa mengalami kesulitan, kendala, atau gangguan yang menghambat untuk mencapai tujuan akademik. Hambatan yang dihadapi tersebut dapat menyebabkan seseorang gagal mencapai tujuan pembelajaran. Kesulitan belajar yang dihadapi setiap orang berbeda-beda. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor kesulitan belajar biologi siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Sebatik menggunakan purposive sampling adalah metode pengambilan sampel data yang didasarkan pada pertimbangan tertentu. Peneliti menggunakan angket kesulitan belajar biologi, jumlah angket yang diberikan berjumlah 20 item pertanyaan yang berarti siswa diminta untuk memilih salah satu jawaban yang sesuai dengan keputusan peneliti. Siswa SMA Negeri 1 sebatik mengalami kesulitan belajar yang tergolong cukup disebabkan oleh faktor eksternal yaitu faktor keluarga sebesar 71% adapun faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar yaitu faktor orang tua yaitu cara mendidik anak, perhatian dan arahan orang tua, hubungan orang tua dengan anak dan bimbingan dari orang tua dan faktor sekolah sebesar 70% adapun faktor yang mempengaruhi pada faktor sekolah yaitu guru dapat menjadi kesulitan belajar jika gurunya tidak berkualitas, hubungan kurang baik dengan siswa. Faktor eksternal lainnya yaitu faktor masyarakat dan faktor internal seperti fisiologi dan psikologis tidak menyebabkan kesulitan belajar (persentase 73%). Temuan dari penelitian ini berimplikasi guru dapat mengoptimalkan belajar mengajar yang bermakna dan bervariasi agar dapat meminimalisir kesulitan belajar siswa. Guru sebaiknya memberikan pelajaran yang bervariatif, menjadi fasilitator yang bijaksana untuk keaktifan siswa meningkatkan pengetahuan yang luas dan dapat memberikan media yang tepat sehingga proses belajar siswa menjadi bermakna.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media “Card-24” terhadap kemampuan berhitung siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi-Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan tahun ajaran 2023/2024. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini 56 siswa yaitu 27 siswa kelas VII-4 sebagai kelas eksperimen dan 29 siswa kelas VII-2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data kemampuan berhitung siswa menggunakan posttest yang masing-masing terdiri dari 10 soal uraian dengan soal yang berbeda. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media “Card-24” terhadap kemampuan berhitung siswa kelas VII di SMP Negeri 10 Tarakan, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai t_hitung:2,050> t_tabel:2,024 pada taraf signifikan 5%. Hasil ini diperkuat dengan nilai rata-rata hasil tes kemampuan berhitung siswa di kelas yaang menggunakan media “Card-24” lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil tes kemampuan berhitung yang menggunakan media LKPD. Dengan demikian disimpulkan bahwa media “Card-24” efektif terhadap kemampuan berhitung siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Perencanaan karir merupakan proses atau upaya yang dilakukan seseorang dalam menyusun dan menentukan langkah apa yang ingin dicapai dalam hidup yang berkenaan dengan karirnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan topik RIASEC terhadap perencanaan karir siswa kelas XI di MAN Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode pre- experimental design dengan model one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini sebanyak 198 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 12 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan skala likert dengan mengukur aspek pemahaman diri, pengenalan lingkungan keluarga, informasi tentang program studi dan bidang pekerjaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji wilcoxon dengan hasil yang diperoleh Ha diterima dan Ho ditolak melalui nilai signifikansi sebesar 0,02 0,05 sehingga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh bimbingan kelompok dengan topik RIASEC terhadap perencanaan karir siswa kelas XI di MAN Tarakan.
2024 · Book ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar terhadap keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024 pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan sebanyak 137 siswa. Sampel yang digunakan berjumlah 41 siswa dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, penyebaran angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji product moment dengan bantuan program SPSS versi 26. Berdasarkan analisis statistik deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor kemandirian belajar adalah 49 termasuk kategori sedang dan nilai rata-rata skor keaktifan belajar adalah 38 termasuk kategori sedang. Berdasarkan analisis statistik inferensial, hasil penelitian menunjukkan besarnya nilai korelasi kemandirian belajar dengan keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia adalah 0,697 dengan tingkat korelasi tinggi atau kuat. Apabila nilai rhitung = 0,697 dibandingkan dengan nilai rtabel = 0,308 dengan jumlah N = 41 pada taraf signifikansi 5%, maka diperoleh nilai rhitung 0,697 > rtabel 0,308 yang berarti hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan. Besarnya sumbangan atau kontribusi yang diberikan oleh kemandirian belajar terhadap keaktifan belajar sebesar 48,5%.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kesulitan belajar adalah keadaan dimana seorang siswa mengalami kesulitan, kendala, atau gangguan yang menghambat untuk mencapai tujuan akademik. Hambatan yang dihadapi tersebut dapat menyebabkan seseorang gagal mencapai tujuan pembelajaran. Kesulitan belajar yang dihadapi setiap orang berbeda-beda. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor kesulitan belajar biologi siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif, penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Sebatik menggunakan purposive sampling adalah metode pengambilan sampel data yang didasarkan pada pertimbangan tertentu. Peneliti menggunakan angket kesulitan belajar biologi, jumlah angket yang diberikan berjumlah 20 item pertanyaan yang berarti siswa diminta untuk memilih salah satu jawaban yang sesuai dengan keputusan peneliti. Siswa SMA Negeri 1 sebatik mengalami kesulitan belajar yang tergolong cukup disebabkan oleh faktor eksternal yaitu faktor keluarga sebesar 71% adapun faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar yaitu faktor orang tua yaitu cara mendidik anak, perhatian dan arahan orang tua, hubungan orang tua dengan anak dan bimbingan dari orang tua dan faktor sekolah sebesar 70% adapun faktor yang mempengaruhi pada faktor sekolah yaitu guru dapat menjadi kesulitan belajar jika gurunya tidak berkualitas, hubungan kurang baik dengan siswa. Faktor eksternal lainnya yaitu faktor masyarakat dan faktor internal seperti fisiologi dan psikologis tidak menyebabkan kesulitan belajar (persentase 73%). Temuan dari penelitian ini berimplikasi guru dapat mengoptimalkan belajar mengajar yang bermakna dan bervariasi agar dapat meminimalisir kesulitan belajar siswa. Guru sebaiknya memberikan pelajaran yang bervariatif, menjadi fasilitator yang bijaksana untuk keaktifan siswa meningkatkan pengetahuan yang luas dan dapat memberikan media yang tepat sehingga proses belajar siswa menjadi bermakna.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Perencanaan karir merupakan proses atau upaya yang dilakukan seseorang dalam menyusun dan menentukan langkah apa yang ingin dicapai dalam hidup yang berkenaan dengan karirnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok dengan topik RIASEC terhadap perencanaan karir siswa kelas XI di MAN Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode pre- experimental design dengan model one group pretest-posttest design. Populasi penelitian ini sebanyak 198 siswa dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 12 siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan skala likert dengan mengukur aspek pemahaman diri, pengenalan lingkungan keluarga, informasi tentang program studi dan bidang pekerjaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji wilcoxon dengan hasil yang diperoleh Ha diterima dan Ho ditolak melalui nilai signifikansi sebesar 0,02 0,05 sehingga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh bimbingan kelompok dengan topik RIASEC terhadap perencanaan karir siswa kelas XI di MAN Tarakan.
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Literasi sains merupakan kemampuan dasar yang dimiliki individu dengan melibatkan pemikiran yang kritis, logis serta sistematis. Jika siswa memiliki literasi sains yang baik maka akan mempengaruhi keterampilannya dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan literasi sains terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengukur korelasi atau hubungan antar dua variabel yaitu literasi sains (X) dan keterampilan pemecahan masalah (Y). Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling dimana dari kelima kelas VIII yang diambil hanya 1 kelas saja sebanyak 32 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu tes sebanyak 12 soal untuk mengetahui bagaimana perkembangan literasi sains dan pemecahan masalah siswa. Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan software SPSS untuk mempermudah dalam perhitungan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara literasi sains dengan keterampilan pemecahan masalah dalam pembelajaran IPA dengan nilai korelasi sebesar 0,79 yang artinya tingkat kekuatan korelasi antar kedua variabel tergolong dalam kategori Kuat dan hubungan yang positif. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa literasi sains dan keterampilan pemecahan masalah memiliki hubungan atau korelasi yang kuat.
2024 · Thesis ·
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kemandirian belajar terhadap keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2024 pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian korelasi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan sebanyak 137 siswa. Sampel yang digunakan berjumlah 41 siswa dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, penyebaran angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data untuk menguji hipotesis pada penelitian ini menggunakan uji product moment dengan bantuan program SPSS versi 26. Berdasarkan analisis statistik deskriptif, hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata skor kemandirian belajar adalah 49 termasuk kategori sedang dan nilai rata-rata skor keaktifan belajar adalah 38 termasuk kategori sedang. Berdasarkan analisis statistik inferensial, hasil penelitian menunjukkan besarnya nilai korelasi kemandirian belajar dengan keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia adalah 0,697 dengan tingkat korelasi tinggi atau kuat. Apabila nilai rhitung = 0,697 dibandingkan dengan nilai rtabel = 0,308 dengan jumlah N = 41 pada taraf signifikansi 5%, maka diperoleh nilai rhitung 0,697 > rtabel 0,308 yang berarti hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemandirian dengan keaktifan belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP Negeri 8 Tarakan. Besarnya sumbangan atau kontribusi yang diberikan oleh kemandirian belajar terhadap keaktifan belajar sebesar 48,5%.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan media “Card-24” terhadap kemampuan berhitung siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Quasi-Experimental. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan tahun ajaran 2023/2024. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan teknik cluster random sampling sehingga diperoleh sampel pada penelitian ini 56 siswa yaitu 27 siswa kelas VII-4 sebagai kelas eksperimen dan 29 siswa kelas VII-2 sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data kemampuan berhitung siswa menggunakan posttest yang masing-masing terdiri dari 10 soal uraian dengan soal yang berbeda. Data penelitian dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif dan uji Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media “Card-24” terhadap kemampuan berhitung siswa kelas VII di SMP Negeri 10 Tarakan, hal ini sesuai dengan hasil perhitungan uji Independent Sample T-Test diperoleh nilai t_hitung:2,050> t_tabel:2,024 pada taraf signifikan 5%. Hasil ini diperkuat dengan nilai rata-rata hasil tes kemampuan berhitung siswa di kelas yaang menggunakan media “Card-24” lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata hasil tes kemampuan berhitung yang menggunakan media LKPD. Dengan demikian disimpulkan bahwa media “Card-24” efektif terhadap kemampuan berhitung siswa kelas VII SMP Negeri 10 Tarakan.
2024 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Literasi sains merupakan kemampuan dasar yang dimiliki individu dengan melibatkan pemikiran yang kritis, logis serta sistematis. Jika siswa memiliki literasi sains yang baik maka akan mempengaruhi keterampilannya dalam pemecahan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan literasi sains terhadap keterampilan pemecahan masalah siswa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian deskriptif kuantitatif dengan mengukur korelasi atau hubungan antar dua variabel yaitu literasi sains (X) dan keterampilan pemecahan masalah (Y). Teknik sampling pada penelitian ini adalah purposive sampling dimana dari kelima kelas VIII yang diambil hanya 1 kelas saja sebanyak 32 siswa. Instrumen yang digunakan yaitu tes sebanyak 12 soal untuk mengetahui bagaimana perkembangan literasi sains dan pemecahan masalah siswa. Analisis data yang digunakan yaitu analisis korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan software SPSS untuk mempermudah dalam perhitungan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara literasi sains dengan keterampilan pemecahan masalah dalam pembelajaran IPA dengan nilai korelasi sebesar 0,79 yang artinya tingkat kekuatan korelasi antar kedua variabel tergolong dalam kategori Kuat dan hubungan yang positif. Berdasarkan data tersebut menunjukkan bahwa literasi sains dan keterampilan pemecahan masalah memiliki hubungan atau korelasi yang kuat.