ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kecerdasan emosional secara teoritis dipandang berperan penting dalam kemampuan remaja mengelola emosi dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan Kecerdasan Emosional dengan Perkembangan Sosial-Emosional siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan jurusan Akuntansi, Perhotelan, Perkantoran, Bisnis Digital, Pemasaran, dan Pariwisata. Metode penelitian kuantitatif korelasional dengan teknik simple random sampling terhadap 177 responden. Instrumen berupa angket Kecerdasan Emosional dan Perkembangan Sosial-Emosional yang disebarkan secara online. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga analisis menggunakan Spearman’s rho. Uji linearitas dengan Deviation from Linearity memperoleh signifikansi 0,915 > 0,05, yang berarti hubungan kedua variabel linear dan layak diuji korelasi. Hasil korelasi Spearman’s rho menunjukkan koefisien r = -0,002 dengan signifikansi p = 0,981 > 0,05. Berdasarkan kriteria Guilford (1956), nilai tersebut termasuk kategori sangat lemah atau tidak ada hubungan. Dengan demikian H₀ diterima dan H₁ ditolak. Secara deskriptif, tingkat Kecerdasan Emosional siswa berada pada kategori cukup-baik dan Perkembangan Sosial-Emosional pada kategori tinggi. Ketidaksignifikanan hubungan disebabkan faktor eksternal lebih dominan memengaruhi Perkembangan Sosial-Emosional, seperti sistem teaching factory, Praktik Kerja Lapangan, budaya layanan 5S, Standar Operasional Pelayanan, serta lingkungan sosial sekolah. Temuan ini konsisten dengan penelitian Pratiwi (2021) dan Sari (2022) pada konteks SMK. Implikasi penelitian menekankan bahwa peningkatan Perkembangan Sosial-Emosional siswa SMK tidak cukup hanya melalui penguatan Kecerdasan Emosional internal, tetapi perlu dioptimalkan melalui ekosistem sekolah, pengalaman praktik, dan lingkungan sosial yang kondusif. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman bahwa Perkembangan Sosial-Emosional bersifat kompleks dan dipengaruhi interaksi faktor internal dan eksternal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL , STRES KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG TARAKAN FARIDAH SYAHIRA Budi Hasyim, S.E., M.Sc., P.hD Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana kecerdasan emosional, tingkat stres kerja, serta kepuasan kerja memengaruhi komitmen organisasi pada karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tarakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui teknik survei, dengan analisis data menggunakan regresi linear berganda. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dan stres kerja tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi. Sebaliknya, kepuasan kerja terbukti memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasi karyawan. Hal ini mengindikasikan bahwa kepuasan dalam bekerja menjadi faktor yang lebih dominan dalam meningkatkan komitmen dibandingkan variabel lainnya. Secara umum, hasil penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan kondisi kerja yang kondusif, pemberian penghargaan yang adil, serta upaya peningkatan kesejahteraan karyawan sebagai langkah strategis dalam memperkuat komitmen organisasi. Adapun kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengujian ketiga variabel secara parsial dalam sektor perbankan, khususnya pada BRI Cabang Tarakan, sekaligus memberikan bukti empiris bahwa tidak seluruh faktor psikologis memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Negeri di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kecerdasan emosional memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan kinerja guru, diikuti oleh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan variasi kinerja guru, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dari pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kecerdasan emosional, motivasi kerja, serta menciptakan lingkungan kerja dan budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Negeri di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kecerdasan emosional memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan kinerja guru, diikuti oleh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan variasi kinerja guru, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dari pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kecerdasan emosional, motivasi kerja, serta menciptakan lingkungan kerja dan budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, komunikasi, dan kompetensi terhadap kinerja ASN Kementrian Agama Kota Tarakan. Kinerja merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan organisasi, yang tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh aspek psikologis dan nilai-nilai individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah ASN Kemenentrian Agama yang berlokasi di Kota Tarakan, dengan jumlah sampel sebanyak 195 responden yang ditentukan menggunakan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi, kompetensi dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Secara simultan, kompetensi, komunikasi dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada penguatan strategi efektif dalam meningkatkan kinerja pegawai. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia serta implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang program pengembangan pegawai yang lebih holistik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan jumlah responden sebanyak 385 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Selain itu, kepuasan kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kecerdasan emosional secara tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Sebaliknya, work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja maupun kinerja. Pengaruh tidak langsung work-life balance terhadap kinerja melalui kepuasan kerja juga tidak menunjukkan dukungan yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja pegawai, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sementara itu, work-life balance belum menunjukkan peran yang signifikan dalam model penelitian ini. Oleh karena itu, peningkatan kinerja pegawai lebih efektif dilakukan melalui penguatan aspek kecerdasan emosional dan kepuasan kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan dukungan organisasi terhadap keinginan berpindah kerja, dengan gaya kepemimpinan sebagai variabel mediasi pada ASN tenaga kesehatan di RSUD Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah ASN tenaga kesehatan yang berstatus PNS dan PPPK, dengan jumlah sampel sebanyak 163 responden yang ditentukan menggunakan teknik stratified random sampling proporsional. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan dukungan organisasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keinginan berpindah kerja. Selain itu, gaya kepemimpinan juga terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keinginan berpindah kerja. Lebih lanjut, gaya kepemimpinan berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara kecerdasan emosional dan dukungan organisasi terhadap keinginan berpindah kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional dan dukungan organisasi akan lebih efektif dalam menekan keinginan berpindah kerja apabila diterjemahkan melalui gaya kepemimpinan yang suportif, partisipatif, dan berorientasi pada prestasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tata kelola administrasi desa merupakan elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan akuntabel. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat berbagai permasalahan administrasi desa yang disebabkan oleh keterbatasan kapasitas aparatur desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional perangkat desa terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perangkat desa di Kabupaten Malinau dengan jumlah sampel sebanyak 210 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi perangkat desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Pengelolaan sumber daya manusia juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Demikian pula, kecerdasan emosional perangkat desa terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Secara simultan, kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Tata kelola administrasi desa merupakan elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan akuntabel. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat berbagai permasalahan administrasi desa yang disebabkan oleh keterbatasan kapasitas aparatur desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional perangkat desa terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perangkat desa di Kabupaten Malinau dengan jumlah sampel sebanyak 210 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi perangkat desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Pengelolaan sumber daya manusia juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Demikian pula, kecerdasan emosional perangkat desa terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Secara simultan, kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Di tengah pesatnya era transformasi digital, teknologi informasi (TI) dan kecerdasan buatan (AI) kini menjadi kekuatan nyata yang mengubah cara kerja audit internal dari yang semula bertumpu pada metode manual dan sampel terbatas, menuju pendekatan yang lebih cerdas dan berbasis data. Penelitian ini hadir untuk menjawab pertanyaan penting: seberapa besar peran TI dan AI dalam meningkatkan efektivitas audit internal, sekaligus mengungkap faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat adopsinya. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif, penelitian ini menelusuri artikel dari database Scopus dan Google Scholar terbitan lima tahun terakhir, diseleksi melalui diagram PRISMA, dan dianalisis secara bibliometrik menggunakan VOSviewer. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa TI telah berevolusi dari sekadar alat bantu menjadi tulang punggung audit modern lewat sistem e-Audit dan platform berbasis cloud yang terbukti mempercepat proses sekaligus meningkatkan akurasi data. Sementara, AI khususnya machine learning dan Robotic Process Automation (RPA) membantu auditor untuk memproses data dalam skala besar, mendeteksi anomali, dan menghasilkan analisis risiko yang bersifat prediktif. Kesimpulannya, integrasi TI dan AI dalam audit internal bukan lagi sekadar pilihan strategis ini sudah menjadi kebutuhan mendasar. Namun keberhasilannya sangat bergantung pada sinergi antara kesiapan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan dukungan penuh dari organisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan, budaya organisasi, dan kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bulungan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan sampel 101 responden dari populasi 223 pegawai yang dipilih dengan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan path analysis serta uji Sobel dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (β=0,583; p=0,000), sedangkan kepemimpinan dan budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan. Kepemimpinan (β=0,373; p=0,024) dan budaya organisasi (β=0,361; p=0,029) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai secara langsung, namun kecerdasan emosional dan kepuasan kerja tidak signifikan. Kepuasan kerja tidak berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan ketiga variabel independen terhadap kinerja (nilai Z-hitung1,96 untuk semua jalur). Koefisien determinasi menunjukkan model penelitian mampu menjelaskan 48,5% variasi kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai sektor publik lebih efektif dilakukan melalui penguatan kepemimpinan dan budaya organisasi secara langsung, rather than melalui peningkatan kepuasan kerja sebagai variabel perantara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru tentang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam pengajaran Bahasa Inggris Di SMA Negeri Tarakan. Untuk mencapai tujuannya, penelitian ini dirancang dengan pendekatan kualitatif. Partisipan dalam studi ini adalah tiga orang guru Bahasa Inggris dari SMAN 2, SMAN 3, dan SMAN 4 Tarakan yang mengajar di tingkat kelas sepuluh. Dalam pengumpulan data, peneliti memanfaatkan tiga instrumen utama: kuesioner, catatan lapangan observasi, dan pedoman wawancara. Untuk menganalisa data, peneliti menggunakan metode yang didasarkan pada teori Creswell (Creswell's theory). Penelitian ini menunjukkan bahwa guru-guru di Sekolah Menengah Atas Negeri di Tarakan secara umum memiliki persepsi positif terhadap integrasi Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Penggunaan aplikasi seperti Grammarly, Quizziz, Google Translate, dan ChatGPT dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan bahasa, efisiensi pembelajaran, serta kemandirian belajar siswa. Selain itu, AI dianggap membantu dalam merancang materi dan melakukan evaluasi pembelajaran. Meskipun demikian, sejumlah tantangan diidentifikasi, antara lain keterbatasan akses teknologi di kalangan siswa dan kurangnya pelatihan profesional bagi guru. Kekhawatiran juga muncul terkait ketergantungan siswa terhadap AI serta akurasi informasi yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital siswa, penguatan kompetensi guru, serta dukungan kelembagaan yang memadai guna memastikan implementasi AI yang optimal dan bertanggung jawab. Secara keseluruhan, para guru menunjukkan sikap progresif terhadap penggunaan AI, meskipun tetap mempertimbangkan berbagai kendala yang menyertainya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketentuan yang mengatur teknologi dan kasus deepfake serta pertanggungjawaban pelaku tindak pidana deepfake. Teknik pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan metode studi kepustakaan dengan cara mengumpulkan dan menganalisis sumber bahan hukum primer dan sekunder. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan studi kasus. Berdasarkan Hasil penelitian penulis, menunjukkan bahwa meskipun regulasi seperti KUHP, Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang mengatur pornografi dan transaksi elektronik, namun belum ada aturan khusus yang secara eksplisit mencakup teknologi deepfake. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk memperkuat regulasi serta meningkatkan kolaborasi antara pemerintah, dan pembuat undang-undang untuk mencegah serta mengurangi kejahatan melalui dunia maya seperti ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penggunaan kecerdasan buatan yaitu deepfake pada pembuatan dan penyebaran konten pornografi serta memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana pengaturan hukum di Indonesia dapat diterapkan dalam menangani penyalahgunaan teknologi ini, serta sejauh mana ketentuan yang ada saat ini mampu menjerat pelaku dari kejahatan yang melibatkan teknologi deepfake. kasus deepfake bermuatan pornografi sering terjadi dan menimbulkan kerugian yang signifikan bagi banyak orang, keterbatasan pengaturan hukum terhadap perbuatan tersebut menyebabkan aparat hukum mengalami kesulitan untuk menjerat para pelakunya. Diharapkan studi ini dapat memberikan masukan dalam memperkuat kerangka hukum terkait AI dan melindungi hak-hak korbannya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran kepemimpinan, komitmen organisasi, kecerdasan emosional, dan motivasi terhadap kinerja pegawai di kantor kecamatan se-Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik survei melalui kuesioner yang melibatkan 70 responden yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS). Analisis data dilakukan dengan melakukan uji hipotesis menggunakan metode statistik dengan alat SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Peran kepemimpinan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kinerja pegawai, yang menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang efektif mampu mendorong produktivitas dan kualitas kerja. Komitmen organisasi juga terbukti berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kinerja optimal. Selain itu, kecerdasan emosional memiliki dampak positif terhadap kinerja pegawai, yang mengindikasikan bahwa kemampuan mengelola emosi berkontribusi dalam menciptakan hubungan kerja yang harmonis. Motivasi kerja ditemukan sebagai faktor yang memperkuat kinerja pegawai, menandakan bahwa dorongan intrinsik maupun ekstrinsik dapat meningkatkan produktivitas. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa faktor kepemimpinan, komitmen organisasi, kecerdasan emosional, dan motivasi kerja secara bersama-sama memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja pegawai di kantor kecamatan se-Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan emosional siswa melalui kegiatan literasi di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 050 Tarakan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 99 siswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data terdiri dari angket kecerdasan emosional dan pedoman wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kecerdasan emosional siswa berada pada kategori tinggi (63,4%), kategori sedang (36,4%), dan tidak ada siswa pada kategori rendah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional siswa berada pada kategori tinggi. Beberapa temuan tambahan mencakup aspek mengelola emosi mayoritas siswa (69,7%) menunjukkan kecerdasan emosional tinggi dalam mengelola emosi, yang menunjukkan kemampuan mereka dalam mengendalikan dan merespon emosi dengan baik, aspek memotivasi diri sendiri sebagian besar siswa berada dalam kategori sedang, dengan sedikit siswa yang menunjukkan kecerdasan emosional tinggi atau rendah. Ini menunjukkan adanya variasi dalam kemampuan memotivasi diri sendiri, aspek mengenali emosi orang lain sebagian besar siswa juga menunjukkan kecerdasan emosional tinggi dalam hal ini, dengan sedikit siswa yang berada di kategori rendah, dan aspek membina hubungan Siswa dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung lebih baik dalam membina hubungan sosial dan bergaul, bersosialisasi dan membangun hubungan yang mendalam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Geometri merupakan salah satu materi yang dipelajari mulai dari tingkat sekolah dasar. Materi geometri menjadi penting untuk dipelajari karena dapat kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memahami geometri dengan baik, diperlukan kemampuan visual. Namun hilangnya kemampuan seseorang dalam memahami benda-benda disebabkan oleh tingkat keabstrakan geometri yang relatif tinggi. Geometri dan kesulitan penerapannya terus menjadi tantangan bagi banyak siswa. Karena setiap anak memiliki tingkat kecerdasan visual spasial yang unik, tantangan yang mereka hadapi pun berbeda-beda. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mendeskripsikan karakteristik kecerdasan visual spasial siswa SD kelas IV pada materi geometri. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan subjek dikategorikan berdasarkan gender, yaitu 2 laki-laki dan 2 perempuan. Metode pengumpulan data menggunakan tes dan metode wawancara, kemudian semua instrumen divalidasi terlebih dahulu oleh validator sehingga layak untuk digunakan dalam penelitian. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini ialah bahwa karakteristik kecerdasan visual spasial pada siswa laki-laki ditunjukkan dengan indikator pengimajinasian, pengkonsepan, dan penyelesaian masalah dengan lengkap. Namun, pada indikator penemuan pola terdapat satu subjek yang tidak lengkap dalam menemukan pola. Hal ini dikarenakan subjek tersebut tidak hapal perkalian. Karakteristik kecerdasan visual spasial pada siswa perempuan ditunjukkan dengan indikator pengimajinasian yang lengkap. Namun, pada indikator pengkonsepan, penyelesaian masalah, dan penemuan pola terdapat subjek yang menjawab tidak lengkap.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil kecerdasan emosional siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi, baik emosi dirinya sendiri maupun emosi orang lain, dengan tindakan konstruktif, yang berupaya bekerja sama sebagai tim yang mengacu pada produktivitas dan bukan pada konflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei yang bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan dengan jumlah 276 siswa. Peneliti menggunakan angket kecerdasan emosional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 163 siswa yang diambil menggunakan teknik random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan terdapat pada kategori sedang dengan persentase 39% pada interval 100-114 artinya siswa sudah cukup mampu dalam mengenal emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenal emosi orang lain (empati), dan dapat membina hubungan baik dengan orang lain (keterampilan sosial), namun masih perlunya pembinaan agar meningkatkan kecerdasan emosional siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
This research aims to determine the influence of work-life balance and emotional intelligence on the performance of employees of the Mayor's Office of the General Section of the Tarakan City Regional Secretariat. The population in this study were employees of the Mayor's Office of the General Section of the Tarakan City Regional Secretariat. This research uses a quantitative approach with a survey method and a sampling method, namely the purposive sampling method. The measurements in this questionnaire use an interval scale of 1 to 5 with a questionnaire distributed to 30 respondents. Hypothesis testing in this research uses a multiple regression model with t and f tests assisted by the Spss program with research results showing that work-life balance has no influence on performance and emotional intelligence has an influence on performance. This shows that the better the employee's level of emotional intelligence, the better their performance will be and whether or not the employee has a work-life balance will not affect the employee's performance because the employee will continue to work professionally.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: Pengaruh kecerdasan logis matematis terhadap hasil belajar matematika siswa; pengaruh motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa; pengaruh kecerdasan logis matematis dan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI SMK Negeri 2 Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif pendekatan asosiatif menggunakan metode survey. Populasi penelitian ini adalah kelas XI. Pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling sebanyak 235 siswa. Teknik pengumpulan dataa dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tes, angket, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan statistika deskriptif, statistika inferensial, analisis regresi linear sederhana, dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial kecerdasan logis matematis terhadap hasil belajar matematika dengan persamaan regresi 𝑌 = 51,262 − 0,922 𝑋1 siswa kelas XI SMK Negeri 2 Tarakan, sebaliknya tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial dari motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika dengan persamaan regresi 𝑌 = 42,147 + 0,000 𝑋2. Hasil Penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan dari kecerdasan logis matematis dan motivasi belajar terhadap hasil belajar matematika siswa kelas XI SMK Negeri 2 Tarakan dengan persamaan regresi 𝑌 = 51,804 − 0,923 𝑋1 − 0,009𝑋2. Hasil temuan ini berkontribusi pada pemahaman tentang berbagai faktor yang membentuk hasil belajar matematika, menambah wawasan yang baik kepada siswa, membuat kebijakan dan peneliti lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas XI-MIA SMA Muhammadiyah Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI-MIA pada semester ganjil tahun pembelajaran 2021/2022 di SMA Muhammadiyah Tarakan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan angket kecerdasan emosional dan dokumentasi nilai rapor. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI-MIA SMA Muhammadiyah Tarakan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 siswa yang diambil mengunakan teknik proportionate random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas XI-MIA SMA Muhammadiyah Tarakan, dengan persamaan regresi yang didapatkan adalah Y ̂=68,330+0,243 X. Berdasarkan analisis hasil uji t, diperoleh nilai t_itung sebesar 2,666 dan nilai sig 0,000 pada taraf signifikansi = 5% pada t_Hitung sebesar 2,666 ≥ t_tabel sebesar 1,98525 maka H_0 ditolak dan H_1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas XI-MIA SMA Muhammadiyah Tarakan