ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah status gizi dan gejala emosional. Perubahan fisik dan psikologis pada masa remaja, disertai perbandingan sosial dan perkembangan persepsi terhadap citra tubuh baik positif atau negatif yang dapat memengaruhi gejala emosional. Perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja laki-laki dan perempuan menunjukkan respons gejala emosional yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan komparatif analitik menggunakan data sekunder. Desain penelitian ini adalah | analitik Cross-Sectional. Sampel penelitian ini berjumlah 578 remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Jumlah responden paling banyak berjenis kelamin perempuan berjumlah 53,8% (331 remaja), sedangkan responden laki-laki berjumlah 46,2% (267 remaja). Data penelitian yang digunakan adalah data sekunder dari hasil skrining Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ) dan data antropometri yaitu, tinggi badan dan berat badan remaja di Puskesmas Kota Tarakan tahun 2025. Hasil penelitian menggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p value 0,001, bahwa terdapat perbedaan gejala emosional berdasarkan jenis kelamin pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih. Perbedaan gejala emosional pada kategori abnormal lebih tinggi pada remaja perempuan (42,4%) dibandingkan laki-laki (16,9%). Sementara itu, pada kategori normal sebagian besar lebih tinggi pada remaja laki-laki (70,8%) dibandingkan remaja perempuan (45,7%). Remaja perempuan memiliki proporsi gejala emosional abnormal yang lebih tinggi dibandingkan remaja laki-laki. Temuan penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai gejala emosional pada remaja laki-laki dan perempuan dapat muncul dalam bentuk yang berbeda. Dukungan lingkungan yang positif dan penerimaan terhadap kondisi fisik remaja diharapkan dapat membantu menurunkan risiko munculnya masalah gejala emosional pada remaja Generasi Alfa dengan status gizi berlebih.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Kecerdasan emosional secara teoritis dipandang berperan penting dalam kemampuan remaja mengelola emosi dan menjalin hubungan sosial yang sehat. Penelitian ini bertujuan menguji hubungan Kecerdasan Emosional dengan Perkembangan Sosial-Emosional siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tarakan jurusan Akuntansi, Perhotelan, Perkantoran, Bisnis Digital, Pemasaran, dan Pariwisata. Metode penelitian kuantitatif korelasional dengan teknik simple random sampling terhadap 177 responden. Instrumen berupa angket Kecerdasan Emosional dan Perkembangan Sosial-Emosional yang disebarkan secara online. Hasil uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga analisis menggunakan Spearman’s rho. Uji linearitas dengan Deviation from Linearity memperoleh signifikansi 0,915 > 0,05, yang berarti hubungan kedua variabel linear dan layak diuji korelasi. Hasil korelasi Spearman’s rho menunjukkan koefisien r = -0,002 dengan signifikansi p = 0,981 > 0,05. Berdasarkan kriteria Guilford (1956), nilai tersebut termasuk kategori sangat lemah atau tidak ada hubungan. Dengan demikian H₀ diterima dan H₁ ditolak. Secara deskriptif, tingkat Kecerdasan Emosional siswa berada pada kategori cukup-baik dan Perkembangan Sosial-Emosional pada kategori tinggi. Ketidaksignifikanan hubungan disebabkan faktor eksternal lebih dominan memengaruhi Perkembangan Sosial-Emosional, seperti sistem teaching factory, Praktik Kerja Lapangan, budaya layanan 5S, Standar Operasional Pelayanan, serta lingkungan sosial sekolah. Temuan ini konsisten dengan penelitian Pratiwi (2021) dan Sari (2022) pada konteks SMK. Implikasi penelitian menekankan bahwa peningkatan Perkembangan Sosial-Emosional siswa SMK tidak cukup hanya melalui penguatan Kecerdasan Emosional internal, tetapi perlu dioptimalkan melalui ekosistem sekolah, pengalaman praktik, dan lingkungan sosial yang kondusif. Penelitian ini berkontribusi pada pemahaman bahwa Perkembangan Sosial-Emosional bersifat kompleks dan dipengaruhi interaksi faktor internal dan eksternal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Perubahan pola hidup remaja generasi alfa di era digital dapat memengaruhi kondisi kesehatan fisik dan emosional. Status gizi yang tidak optimal berpotensi memengaruhi kesehatan mental remaja, termasuk munculnya gejala emosional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan gejala emosional pada remaja generasi alfa yang berstatus gizi kurang dan gizi normal di Kota Tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan komparatif analitik dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 2.209 remaja generasi alfa yang diperoleh menggunakan teknik total sampling berdasarkan data pemeriksaan kesehatan seluruh Puskesmas di Kota Tarakan tahun ajaran 2024–2025. Status gizi diukur menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), sedangkan gejala emosional diukur menggunakan kuesioner Strengths and Difficulties Questionnaire (SDQ). Analisis data menggunakan Uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p 0,001 yang berarti terdapat perbedaan gejala emosional berdasarkan status gizi pada remaja generasi alfa di Kota Tarakan. Remaja generasi alfa dengan status gizi kurang lebih tinggi berada pada kategori gejala emosional normal (68,6%), sedangkan proporsi gejala emosional abnormal lebih tinggi ditemukan pada remaja dengan status gizi normal (31,1%). Kesimpulan penelitian ini yaitu menunjukkan bahwa status gizi berhubungan dengan perbedaan gejala emosional pada remaja generasi alfa di Kota Tarakan, meskipun kondisi emosional remaja juga dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis, sosial, dan penggunaan media digital. Oleh karena itu, diperlukan upaya promotif dan preventif melalui pemantauan status gizi, edukasi kesehatan, serta skrining kesehatan emosional secara berkala guna mendukung tumbuh kembang remaja secara optimal.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL , STRES KERJA, DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI PADA KARYAWAN BANK RAKYAT INDONESIA (BRI) CABANG TARAKAN FARIDAH SYAHIRA Budi Hasyim, S.E., M.Sc., P.hD Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana kecerdasan emosional, tingkat stres kerja, serta kepuasan kerja memengaruhi komitmen organisasi pada karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Tarakan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui teknik survei, dengan analisis data menggunakan regresi linear berganda. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa kecerdasan emosional dan stres kerja tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap komitmen organisasi. Sebaliknya, kepuasan kerja terbukti memiliki pengaruh positif terhadap komitmen organisasi karyawan. Hal ini mengindikasikan bahwa kepuasan dalam bekerja menjadi faktor yang lebih dominan dalam meningkatkan komitmen dibandingkan variabel lainnya. Secara umum, hasil penelitian ini menekankan pentingnya menciptakan kondisi kerja yang kondusif, pemberian penghargaan yang adil, serta upaya peningkatan kesejahteraan karyawan sebagai langkah strategis dalam memperkuat komitmen organisasi. Adapun kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengujian ketiga variabel secara parsial dalam sektor perbankan, khususnya pada BRI Cabang Tarakan, sekaligus memberikan bukti empiris bahwa tidak seluruh faktor psikologis memiliki pengaruh signifikan terhadap komitmen organisasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Negeri di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kecerdasan emosional memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan kinerja guru, diikuti oleh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan variasi kinerja guru, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dari pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kecerdasan emosional, motivasi kerja, serta menciptakan lingkungan kerja dan budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi terhadap kinerja guru Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Malinau Barat, Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh guru SD Negeri di wilayah tersebut, dengan jumlah sampel sebanyak 109 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, kecerdasan emosional, motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Kecerdasan emosional memberikan kontribusi terbesar dalam meningkatkan kinerja guru, diikuti oleh motivasi kerja, lingkungan kerja, dan budaya organisasi. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap kinerja guru. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa model penelitian memiliki kemampuan yang cukup dalam menjelaskan variasi kinerja guru, meskipun masih terdapat faktor lain di luar model yang turut memengaruhi. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja guru tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis, tetapi juga oleh faktor psikologis dan lingkungan organisasi. Oleh karena itu, diperlukan upaya terpadu dari pihak sekolah dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kecerdasan emosional, motivasi kerja, serta menciptakan lingkungan kerja dan budaya organisasi yang kondusif guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, komunikasi, dan kompetensi terhadap kinerja ASN Kementrian Agama Kota Tarakan. Kinerja merupakan faktor penting dalam menentukan keberhasilan organisasi, yang tidak hanya dipengaruhi oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh aspek psikologis dan nilai-nilai individu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Populasi dalam penelitian ini adalah ASN Kemenentrian Agama yang berlokasi di Kota Tarakan, dengan jumlah sampel sebanyak 195 responden yang ditentukan menggunakan teknik probability sampling dengan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi, kompetensi dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Secara simultan, kompetensi, komunikasi dan kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan sumber daya manusia yang berorientasi pada penguatan strategi efektif dalam meningkatkan kinerja pegawai. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan ilmu manajemen sumber daya manusia serta implikasi praktis bagi organisasi dalam merancang program pengembangan pegawai yang lebih holistik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work-life balance dan kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi pada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tana Tidung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan jumlah responden sebanyak 385 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja dan kinerja pegawai. Selain itu, kepuasan kerja juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kecerdasan emosional secara tidak langsung berpengaruh terhadap kinerja melalui kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Sebaliknya, work-life balance tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja maupun kinerja. Pengaruh tidak langsung work-life balance terhadap kinerja melalui kepuasan kerja juga tidak menunjukkan dukungan yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional merupakan faktor dominan dalam meningkatkan kepuasan kerja dan kinerja pegawai, baik secara langsung maupun tidak langsung. Sementara itu, work-life balance belum menunjukkan peran yang signifikan dalam model penelitian ini. Oleh karena itu, peningkatan kinerja pegawai lebih efektif dilakukan melalui penguatan aspek kecerdasan emosional dan kepuasan kerja.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan dukungan organisasi terhadap keinginan berpindah kerja, dengan gaya kepemimpinan sebagai variabel mediasi pada ASN tenaga kesehatan di RSUD Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah ASN tenaga kesehatan yang berstatus PNS dan PPPK, dengan jumlah sampel sebanyak 163 responden yang ditentukan menggunakan teknik stratified random sampling proporsional. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan dukungan organisasi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keinginan berpindah kerja. Selain itu, gaya kepemimpinan juga terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap keinginan berpindah kerja. Lebih lanjut, gaya kepemimpinan berperan sebagai mediator parsial dalam hubungan antara kecerdasan emosional dan dukungan organisasi terhadap keinginan berpindah kerja. Temuan ini mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional dan dukungan organisasi akan lebih efektif dalam menekan keinginan berpindah kerja apabila diterjemahkan melalui gaya kepemimpinan yang suportif, partisipatif, dan berorientasi pada prestasi.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tata kelola administrasi desa merupakan elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan akuntabel. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat berbagai permasalahan administrasi desa yang disebabkan oleh keterbatasan kapasitas aparatur desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional perangkat desa terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perangkat desa di Kabupaten Malinau dengan jumlah sampel sebanyak 210 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi perangkat desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Pengelolaan sumber daya manusia juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Demikian pula, kecerdasan emosional perangkat desa terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Secara simultan, kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•
Tata kelola administrasi desa merupakan elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan akuntabel. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat berbagai permasalahan administrasi desa yang disebabkan oleh keterbatasan kapasitas aparatur desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional perangkat desa terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perangkat desa di Kabupaten Malinau dengan jumlah sampel sebanyak 210 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi perangkat desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Pengelolaan sumber daya manusia juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Demikian pula, kecerdasan emosional perangkat desa terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Secara simultan, kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan, budaya organisasi, dan kecerdasan emosional terhadap kinerja pegawai Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bulungan dengan kepuasan kerja sebagai variabel mediasi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan sampel 101 responden dari populasi 223 pegawai yang dipilih dengan simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan path analysis serta uji Sobel dengan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja (β=0,583; p=0,000), sedangkan kepemimpinan dan budaya organisasi tidak berpengaruh signifikan. Kepemimpinan (β=0,373; p=0,024) dan budaya organisasi (β=0,361; p=0,029) berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai secara langsung, namun kecerdasan emosional dan kepuasan kerja tidak signifikan. Kepuasan kerja tidak berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan ketiga variabel independen terhadap kinerja (nilai Z-hitung1,96 untuk semua jalur). Koefisien determinasi menunjukkan model penelitian mampu menjelaskan 48,5% variasi kinerja pegawai. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kinerja pegawai sektor publik lebih efektif dilakukan melalui penguatan kepemimpinan dan budaya organisasi secara langsung, rather than melalui peningkatan kepuasan kerja sebagai variabel perantara.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh peran kepemimpinan, komitmen organisasi, kecerdasan emosional, dan motivasi terhadap kinerja pegawai di kantor kecamatan se-Kota Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik survei melalui kuesioner yang melibatkan 70 responden yang merupakan pegawai negeri sipil (PNS). Analisis data dilakukan dengan melakukan uji hipotesis menggunakan metode statistik dengan alat SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel independen memiliki pengaruh positif terhadap kinerja pegawai. Peran kepemimpinan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan kinerja pegawai, yang menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan yang efektif mampu mendorong produktivitas dan kualitas kerja. Komitmen organisasi juga terbukti berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kinerja optimal. Selain itu, kecerdasan emosional memiliki dampak positif terhadap kinerja pegawai, yang mengindikasikan bahwa kemampuan mengelola emosi berkontribusi dalam menciptakan hubungan kerja yang harmonis. Motivasi kerja ditemukan sebagai faktor yang memperkuat kinerja pegawai, menandakan bahwa dorongan intrinsik maupun ekstrinsik dapat meningkatkan produktivitas. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa faktor kepemimpinan, komitmen organisasi, kecerdasan emosional, dan motivasi kerja secara bersama-sama memiliki peran penting dalam meningkatkan kinerja pegawai di kantor kecamatan se-Kota Tarakan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Masturbasi dapat mempengaruhi segi psikis, selain merasa bersalah orang yang melakukan masturbasi akan mudah mengalami perasaan takut, banyak berpikir negatif, menyendiri dan malu. Berdasarkan hasil wawancara terbuka yang dilakukan pada remaja di pulau Sebatik wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia, ditemukan bahwa remaja tersebut telah melakukan perilaku masturbasi dan mengalami perasaan bersalah dan cemas terkait dengan hal tersebut. Remaja mengatakan takut jika orang-orang di sekitar mereka terlebih orang tua mengetahui perilaku masturbasi yang dilakukan, sehingga nantinya membuat mereka merasa terhakimi dan dipandang negatif oleh lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara perilaku masturbasi, perasaan bersalah, dan dampaknya terhadap kesehatan mental remaja di wilayah perbatasan Pulau Sebatik, Indonesia. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan siswa dari SMAN 1 Sebatik Tengah sebagai sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu dengan jumlah sampel sebanyak 192 sampel yang berusia 15-19 tahun. Penelitian ini menggunakan tiga intrumen penelitian berupa kuesioner, yaitu kuesioner The Guilt Sensitivity Scale (GSS), kuesioner Negative Attitude toward Masturbation Inventory (NAMI) dan kuesioner DASS 21 (Depression Anxiety Stress Scale). Analisis data menggunakan uji statistik Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara perilaku masturbasi dan perasaan bersalah dengan nilai p value 0,015 (p0,05). Namun, tidak ditemukan hubungan signifikan antara perilaku masturbasi dengan kesehatan mental (kecemasan, stres, depresi) dengan nilai p value kecemasan sebesar 0,361 (p>0,05), stres sebesar 0,181 (p>0,05) dan depresi sebesar 0,608 (p>0,05). Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara perasaan bersalah dan kesehatan mental dengan nilai p value kecemasan sebesar 0,015 (p0,05), stres sebesar 0,025 (p0,05) dan depresi sebesar 0,011 (p0,05). Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan intervensi yang lebih efektif untuk mendukung kesehatan mental remaja yang berkaitan dengan perilaku seksualnya khususnya di daerah perbatasan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kecerdasan emosional siswa melalui kegiatan literasi di kelas IV Sekolah Dasar Negeri 050 Tarakan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan sampel sebanyak 99 siswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen pengumpulan data terdiri dari angket kecerdasan emosional dan pedoman wawancara. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kecerdasan emosional siswa berada pada kategori tinggi (63,4%), kategori sedang (36,4%), dan tidak ada siswa pada kategori rendah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosional siswa berada pada kategori tinggi. Beberapa temuan tambahan mencakup aspek mengelola emosi mayoritas siswa (69,7%) menunjukkan kecerdasan emosional tinggi dalam mengelola emosi, yang menunjukkan kemampuan mereka dalam mengendalikan dan merespon emosi dengan baik, aspek memotivasi diri sendiri sebagian besar siswa berada dalam kategori sedang, dengan sedikit siswa yang menunjukkan kecerdasan emosional tinggi atau rendah. Ini menunjukkan adanya variasi dalam kemampuan memotivasi diri sendiri, aspek mengenali emosi orang lain sebagian besar siswa juga menunjukkan kecerdasan emosional tinggi dalam hal ini, dengan sedikit siswa yang berada di kategori rendah, dan aspek membina hubungan Siswa dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung lebih baik dalam membina hubungan sosial dan bergaul, bersosialisasi dan membangun hubungan yang mendalam.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil kecerdasan emosional siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan. Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk mengenali, mengekspresikan, dan mengelola emosi, baik emosi dirinya sendiri maupun emosi orang lain, dengan tindakan konstruktif, yang berupaya bekerja sama sebagai tim yang mengacu pada produktivitas dan bukan pada konflik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian survei yang bersifat deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan dengan jumlah 276 siswa. Peneliti menggunakan angket kecerdasan emosional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 163 siswa yang diambil menggunakan teknik random sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan terdapat pada kategori sedang dengan persentase 39% pada interval 100-114 artinya siswa sudah cukup mampu dalam mengenal emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenal emosi orang lain (empati), dan dapat membina hubungan baik dengan orang lain (keterampilan sosial), namun masih perlunya pembinaan agar meningkatkan kecerdasan emosional siswa.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
This research aims to determine the influence of work-life balance and emotional intelligence on the performance of employees of the Mayor's Office of the General Section of the Tarakan City Regional Secretariat. The population in this study were employees of the Mayor's Office of the General Section of the Tarakan City Regional Secretariat. This research uses a quantitative approach with a survey method and a sampling method, namely the purposive sampling method. The measurements in this questionnaire use an interval scale of 1 to 5 with a questionnaire distributed to 30 respondents. Hypothesis testing in this research uses a multiple regression model with t and f tests assisted by the Spss program with research results showing that work-life balance has no influence on performance and emotional intelligence has an influence on performance. This shows that the better the employee's level of emotional intelligence, the better their performance will be and whether or not the employee has a work-life balance will not affect the employee's performance because the employee will continue to work professionally.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang stabilnya perkembangan emosional siswa salah satunya adalah siswa mengalami kepercayaan diri yang kurang, sehingga peran guru sangat penting untuk mendukung peningkatan perkembangan emosional siswa tersebut. Penelitian ini betujuan untuk mendeskripsikan peran guru kelas dalam perkembangan emosional siswa. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif yang berfokus pada peran guru kelas dalam perkembangan emosional siswa. Sumber data berupa data primer dan sekunder dengan informan yaitu guru kelas dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Menggunakan teknik analisis dan kualitatif melalui proses reduksi data, peyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru kelas VA SDN 021 Tarakan telah melaksanakan perannya yaitu: (1) edukator, yaitu memberikan bimbingan dan arahan dalam meningkatkan perkembangan emosional siswa yang baik. (2) supervisor, yaitu memahami permasalahan siswa dengan memberikan nasehat dan solusi dalam meningkatkan perkembangan emosional yang baik. (3) innovator, yaitu menghasilkan inovasi media pembelajaran untuk meningkatkan perkembangan emosional siswa yang baik. (4) manager, yaitu menegakkan tata tertib di sekolah dan kelas dengan kesepakatan bersama untuk meningkatkan perkembangan emosional siswa yang baik. (5) motivator, yaitu memberikan arahan dan apresiasi kepada siswa untuk meningkatkan perkembangan emosional yang baik.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh variabel loyalitas pelanggan (kualitas pelayanan, perceived value dan ikatan emosional, baik secara stimulan maupun parsial, terhadap loyalitas pelanggan di Titik Nol Café, serta untuk mengetahui variabel loyalitas pelanggan yang mana yang paling berpengaruh. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan yang berkunjung dan belanja di Tititk Nol Cafe. Sampel penelitian ini berjumlah 200 responden. Dengan Teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan diketahui tiga variabel yaitu, kualitas pelayanan, perceived value, dan ikatan emosional dimana variabel yang paling dominan mempengaruhi loyalitas pelanggan adalah variabel ikatan emosional (X3), dapat dilihat bahwa t hitung (4,306) > t tabel (1,388) dan signifikan 0,001 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel ikatan emosional berpengaruh signifikan terhadap loyalitas pelanggan di Titik Nol Cafe.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas XI-MIA SMA Muhammadiyah Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI-MIA pada semester ganjil tahun pembelajaran 2021/2022 di SMA Muhammadiyah Tarakan. Metode pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan angket kecerdasan emosional dan dokumentasi nilai rapor. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI-MIA SMA Muhammadiyah Tarakan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 96 siswa yang diambil mengunakan teknik proportionate random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas XI-MIA SMA Muhammadiyah Tarakan, dengan persamaan regresi yang didapatkan adalah Y ̂=68,330+0,243 X. Berdasarkan analisis hasil uji t, diperoleh nilai t_itung sebesar 2,666 dan nilai sig 0,000 pada taraf signifikansi = 5% pada t_Hitung sebesar 2,666 ≥ t_tabel sebesar 1,98525 maka H_0 ditolak dan H_1 diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas XI-MIA SMA Muhammadiyah Tarakan