Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

30 hasil
Subjek: KESULITAN BELAJAR
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Layanan Konseling Kelompok Dengan Teknik Self Regulated Learning Terhadap Kesulitan Belajar Siswa Kelas IX Di SMP Negeri 2 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

The background of the study showed the fact that many Grade IX students at SMP Negeri 2 Tarakan experienced learning difficulties, such as low academic achievement, slowness in completing assignments, and an inability to manage their studies independently. The purpose of this study was to determine the effect of group counseling services utilizing self-regulated learning techniques on the learning difficulties of Grade IX students at SMP Negeri 2 Tarakan. A quantitative approach was employed using an experimental method with a pre-experimental one-group pre-test-post-test design. The sample consisted of five students selected through purposive sampling based on homeroom teacher recommendations and specific criteria regarding learning difficulties. Data were collected using a 30-item Likert scale measuring learning difficulties. Data analysis involved both descriptive and inferential statistics specifically tests for normality and homogeneity, as well as a paired sample t-test was analysed using SPSS 21.0. The results showed that the mean learning difficulty score was in the high category (92.20) prior to the intervention (pre-test) and decreased to the moderate category (63.00) following the intervention (post-test). The paired sample t-test showed a t-value of 25.225 with a significance level of 0.000 (0.05); consequently, the null hypothesis (H0) was rejected, and the alternative hypothesis (Ha) was accepted. Thus, group counseling services utilizing self-regulated learning techniques were proven to have a significant effect in reducing learning difficulties among Grade IX students at SMP Negeri 2 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM BELAJAR IPAS DI SDN 015 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPAS dapat dipengaruhi oleh faktor internal dari dalam diri siswa, baik aspek fisiologis maupun psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar siswa dalam belajar IPAS di kelas V-A SDN 015 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas enam siswa kelas V-A yang ditentukan. Pengumpulan data yang digunakan yaitu melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi teknik dan sumber. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Faktor internal yang diteliti meliputi aspek fisiologis dengan sub-indikator kelemahan fisik serta aspek psikologis yang meliputi sikap dalam mengikuti pembelajaran, minat dan bakat, serta motivasi dalam belajar. Aspek kelemahan fisik, ada siswa menunjukkan hambatan penglihatan yang dapat memengaruhi proses pembelajaran, sedangkan siswa lainnya tidak menunjukkan hambatan fisik yang berarti. Aspek sikap dalam mengikuti pembelajaran, siswa menunjukkan sikap baik dan lainnya cukup baik. Aspek minat dan bakat, siswa tergolong baik dan lainnya cukup baik. Aspek motivasi dalam belajar, siswa tergolong baik hanya satu siswa yang tergolong cukup baik. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa setiap siswa memiliki kondisi faktor internal yang berbeda pada aspek fisiologis dan psikologis yang dapat memengaruhi proses pembelajaran IPAS. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa serta menerapkan strategi pembelajaran yang sesuai untuk membantu mengatasi kesulitan belajar siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Faktor Kesulitan Belajar Mahasiswa Pendidikan Biologi Pada Mata Kuliah Bioinformatika Dasar

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatar belakangi oleh kesulitan belajar yang dialami mahasiswa Pendidikan Biologi dalam mengikuti mata kuliah Bioinformatika Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan kesulitan belajar mahasiswa Pendidikan Biologi pada mata kuliah Bioinformatika Dasar. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif di Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Borneo Tarakan pada semester ganjil tahun akademik 2025/2026. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling, yaitu mahasiswa yang telah atau sedang mengikuti mata kuliah Bioinformatika Dasar. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang terdiri atas 24 pernyataan dan mencakup enam aspek, yaitu kecerdasan, bakat, minat, motivasi, kondisi dan keadaan fisik, serta sosial dan non-sosial. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berdasarkan skor dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh faktor yang diteliti berada pada kategori tinggi. Faktor kecerdasan memperoleh persentase sebesar 66%, bakat 65%, minat 67%, motivasi 69%, kondisi dan keadaan fisik 61%, serta sosial dan non-sosial 78%. Hasil tersebut menunjukkan secara umum kondisi setiap aspek masih cukup mendukung proses pembelajaran sehingga kecenderungan kesulitan belajar yang disebabkan oleh faktor-faktor tersebut relatif lebih rendah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi mahasiswa dan dosen dalam meningkatkan proses pembelajaran Bioinformatika Dasar melalui penjelasan materi yang lebih sederhana dan bertahap, penggunaan contoh yang mudah dipahami, penambahan kegiatan praktik, serta dukungan fasilitas pembelajaran.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

EKSPLORASI UPAYA GURU DALAM MENGATASI GEJALA KESULITAN BELAJAR IPA SISWA KELAS VII

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Gejala kesulitan belajar IPA masih menjadi salah satu permasalahan yang ditemukan dalam proses pembelajaran di sekolah. Kondisi tersebut mendorong guru untuk melakukan berbagai upaya agar siswa dapat memahami materi pembelajaran dengan lebih baik dan mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Oleh karena itu, diperlukan kajian mengenai upaya yang dilakukan guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA siswa. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi upaya guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA pada siswa kelas VII. Subjek penelitian ini dipilih secara purposive dan terdiri atas dua orang guru IPA kelas VII. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan pembelajaran berbasis masalah Problem Based Learning, menggunakan media pembelajaran yang bervariasi, membentuk kelompok belajar heterogen dan menerapkan tutor sebaya, memberikan pembelajaran remedial, melakukan pendekatan individual kepada siswa, serta memberikan motivasi belajar untuk mengatasi kesulitan belajar siswa. Upaya-upaya tersebut dilakukan untuk membantu siswa yang mengalami kesulitan memahami konsep IPA, kurang aktif dalam pembelajaran, dan memperoleh hasil belajar yang rendah. Namun, dalam pelaksanaannya guru masih menghadapi kendala berupa keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, rendahnya motivasi belajar sebagian siswa, dan kondisi kelas yang kurang kondusif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa guru telah melakukan enam upaya dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA siswa kelas VII. Upaya-upaya tersebut membantu siswa dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA meskipun pelaksanaannya masih dipengaruhi oleh keterbatasan waktu pembelajaran, perbedaan kemampuan siswa, motivasi belajar, dan kondisi kelas yang kurang kondusif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kesulitan Belajar Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Matematika Pada Materi Bentuk Aljabar Kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kesulitan dan faktor penyebab kesulitan belajar siswa kelas VII SMP Negeri 5 Tarakan dalam menyelesaikan soal matematika pada materi bentuk aljabar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian berjumlah tiga orang siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan nilai matematika yang berada di bawah KKM, hasil pekerjaan siswa, serta rekomendasi guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes soal hasil pekerjaan siswa, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi keabsahan data diuji melalui teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar siswa pada materi bentuk aljabar terdiri atas kesulitan konsep dan kesulitan prinsip. Kesulitan konsep meliputi ketidakmampuan siswa dalam menentukan koefisien serta mengelompokkan suku sejenis dan suku tidak sejenis. Kesulitan prinsip meliputi kesulitan dalam menyelesaikan operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian bentuk aljabar. Faktor penyebab kesulitan belajar siswa berasal dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kondisi fisik, minat belajar, motivasi belajar, dan sikap siswa terhadap pembelajaran matematika. Faktor eksternal meliputi faktor keluarga, faktor sekolah, dan faktor lingkungan masyarakat atau pergaulan teman sebaya. Dengan demikian, kesulitan belajar siswa pada materi bentuk aljabar dipengaruhi oleh rendahnya pemahaman konsep dan prinsip aljabar serta berbagai faktor yang berasal dari dalam dan luar diri siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPAS DI KELAS IV SDN 008 NUNUKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini ditujukan guna menganalisis bentuk kesulitan belajar dan faktor penyebabnya dalam pembelajaran IPAS pada siswa kelas IV SDN 008 Nunukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, tes, dan wawancara. Subjek penelitian terdiri dari empat siswa yang dipilih berdasarkan hasil tes dengan nilai terendah serta rekomendasi guru, sedangkan guru kelas berperan sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan triangulasi teknik untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar pada empat aspek utama yaitu perception, attention, memory, dan processing speed. Kesulitan ini dipengaruhi oleh faktor internal seperti rendahnya konsentrasi, keterbatasan kemampuan mengingat materi, lambatnya memproses informasi, kurangnya rasa percaya diri, serta minat belajar yang rendah. Di samping itu, faktor eksternal seperti metode pembelajaran yang masih berpusat pada guru, minimnya penggunaan media belajar, serta lingkungan kelas yang kurang kondusif turut memperkuat terjadinya kesulitan belajar. Kesimpulan dari penelitian ini ialah kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran IPAS bersifat multidimensional dan dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal dan eksternal. Oleh karena itu, guru perlu menggunakan strategi pembelajaran yang lebih variatif, interaktif, dan kontekstual, seperti media visual, diskusi, permainan edukatif, serta pengulangan materi yang bermakna.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR KESULITAN BELAJAR SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPAS PADA SISWA KELAS III-B SDN 017 TARAKAN

2026•

Kesulitan ini muncul karena siswa yang kurang dalam memahami materi atau konsep dan juga media pembelajaran yang kurang memadai, seperti penggunaan gambar dan benda konkret. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab kesulitan belajar siswa dalam pembelajaran IPAS pada siswa kelas III-B SDN 017 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sampel data dari penelitian ini sebanyak 6 siswa, yang mana peneliti mengambil berdasarkan nilai terendah siswa pada materi metamorfosis. Data dalam penelitian dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, angket, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor internal yang mempengaruhi kesulitan belajar siswa meliputi, sikap siswa positif terlihat dari aktifnya mereka bertanya dan menyelesaikan tugas, meskipun ada yang cenderung pasif. Minat siswa berada di tingkat sedang, meningkat saat ada penggunaan media menarik, tetapi menurun ketika materi sulit atau membosankan. Motivasi siswa juga bervariasi, banyak yang semangat dan tekun, namun beberapa kurang aktif. Faktor eksternal meliputi, lingkungan belajar umumnya mendukung, meski ada masalah seperti silau cahaya yang mengganggu fokus. Metode ceramah yang sering digunakan membuat siswa bosan sehingga partisipasi siswa menjadi kurang di dalam pembelajaran. Fasilitas pembelajaran seperti video pembelajaran dan gambar sudah digunakan, namun untuk alat peraga masih kurang dalam penggunaannya sehingga pembelajaran masih kurang optimal. Guru diharapkan dapat mengelola metode dan fasilitas pembelajaran agar siswa tidak kesulitan dalam memahami materi IPAS.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI TENTANG KESULITAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA MATERI KPK DAN FPB

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan subjek dalam menyelesaikan soal Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek yang dipilih berdasarkan hasil tes diagnostik awal dan dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu 2 subjek dengan tingkat kesulitan tinggi, 2 subjek dengan tingkat kesulitan sedang, dan 1 subjek dengan tingkat kesulitan rendah. Data penelitian diperoleh melalui tes tertulis dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menurut model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek dengan tingkat kesulitan tinggi mengalami hambatan menyeluruh, mulai dari memahami maksud soal hingga menerapkan metode penyelesaian yang tepat. Subjek dengan tingkat kesulitan sedang dapat memahami soal dan memulai langkah penyelesaian, tetapi mengalami kesalahan dalam penerapan konsep dan perhitungan sehingga tidak memperoleh hasil akhir yang benar. Sementara itu, subjek dengan tingkat kesulitan rendah mampu memahami konsep, menggunakan metode yang tepat, dan memperoleh hasil yang benar, meskipun terdapat kekurangan dalam kelengkapan penulisan langkah-langkah penyelesaian. Perbedaan antar tingkat kesulitan menunjukkan bahwa semakin baik pemahaman konsep subjek, semakin lancar pula kemampuan mereka dalam melaksanakan prosedur perhitungan dan mencapai hasil yang benar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI FAKTOR KESULITAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA PADA SISWA KELAS VC SDN 013 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor kesulitan siswa dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas VC SDN 013 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek 6 orang siswa kelas VC. Data dikumpulkan melalui angket, observasi, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal meliputi sikap, minat, motivasi, dan kemampuan penginderaan. Pada kategori tinggi, siswa mampu fokus, bersemangat, antusias, dan aktif berpartisipasi. Pada kategori sedang, siswa cukup konsisten mengikuti pembelajaran tetapi masih pasif dan kurang percaya diri. Sedangkan pada kategori rendah, siswa sulit fokus, motivasi rendah, minat kurang, dan terhambat kemampuan penginderaan terutama penglihatan. Faktor eksternal mencakup strategi pembelajaran, peralatan belajar, lingkungan keluarga, dan lingkungan masyarakat. Pada kategori tinggi, guru menggunakan metode bervariasi (diskusi, demonstrasi, media visual), siswa memanfaatkan peralatan belajar dengan baik, orang tua mendampingi secara aktif, serta siswa mampu menolak pengaruh negatif dari lingkungan. Pada kategori sedang, guru sesekali menggunakan media tambahan, siswa memanfaatkan buku paket namun dengan pemahaman terbatas, orang tua hanya mendampingi sesekali, dan siswa terkadang terpengaruh teman kelas. Sedangkan pada kategori rendah, pembelajaran guru monoton dengan dominasi ceramah, peralatan belajar kurang bervariasi, orang tua jarang mendampingi karena kesibukan, dan siswa mudah terpengaruh lingkungan negatif hingga menganggap perilaku tidak sopan sebagai hal biasa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN IPA DI SMP NEGERI TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kesulitan belajar adalah suatu keadaan dimana peserta didik tidak dapat belajar dengan baik, yang disebabkan oleh adanya ancaman, hambatan maupun gangguan dalam belajar. Dalam pembelajaran IPA di SMP Negeri 9 Tarakan, hal ini terlihat dari rendahnya hasil belajar, kesulitan memahami istilah ilmiah, serta anggapan bahwa IPA merupakan pelajaran yang sulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) serta mengetahui faktor-faktor yang menjadi penyebab kesulitan tersebut. Metode yang digunakan adalah Mixed Method dengan pendekatan explanatory sequential mixed method, yaitu pengumpulan data kuantitatif terlebih dahulu melalui angket, kemudian dilanjutkan dengan pengumpulan data kualitatif melalui wawancara untuk memperkuat hasil temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar pada materi IPA yang dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi minat, motivasi, kesiapan, dan perhatian siswa yang memiliki proporsi sebesar 21,58%, dengan minat sebagai faktor yang paling dominan. Faktor eksternal mencakup lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan lingkungan masyarakat, dengan kontribusi sebesar 32,68%. Faktor eksternal yang paling dominan adalah lingkungan masyarakat dengan proporsi sebesar 11,80%. Data ini menunjukkan bahwa faktor eksternal memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan faktor internal dalam menimbulkan kesulitan belajar siswa. Berdasarkan data penelitian dapat disimpulkan bahwa pengaruh eksternal berupa lingkungan masyarakat memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap kesulitan belajar IPA. Kondisi lingkungan belajar yang kurang mendukung menjadi hambatan utama dalam pencapaian hasil belajar siswa.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

STUDI KASUS SISWA BERKESULITAN BELAJAR MATEMATIKA: FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB SISWA MENGALAMI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA DI SMA NAHDLATUL ULAMA 1 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan belajar Matematika (KBM) yang dialami siswa. Wawasan mengenai faktor-faktor yang menyebabkan KBM sangat penting sebagai dasar dalam merancang strategi peningkatan pembelajaran. Namun, penelitian yang secara khusus menggali penyebab KBM di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) masih langka. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang menyebabkan siswa mengalami KBM di SMA Nahdlatul Ulama 1 Tarakan. Penelitian kualitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan melibatkan enam partisipan yang dipilih berdasarkan hasil angket yang disebarkan kepada seluruh siswa. Data diperoleh melalui angket, dan wawancara yang dianalisis secara tematik. Temuan penelitian mengungkapkan 8 tema penyebab mengapa siswa mengalami KBM, yaitu: (1) anggapan bahwa belajar Matematika itu sulit, (2) suasana pembelajaran yang kurang kondusif, (3) kebiasaan belajar Matematika yang kurang, (4) kompetensi pedagogik guru yang kurang, (5) dukungan orang tua yang kurang, (6) kesulitan dalam menerapkan Matematika pada kehidupan sehari-hari, (7) sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai, dan (8) malu bertanya meskipun belum memahami materi. Hasil penelitian ini mengungkapkan urgensi terkait kompetensi guru. Guru diharapkan terus mengembangkan kompetensinya melalui penerapan metode pembelajaran yang inovatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa, melakukan tes diagnostik untuk mengidentifikasi kemampuan awal dan kesulitan belajar siswa, serta membangun persepsi positif terhadap Matematika agar proses belajar berlangsung lebih efektif, menyenangkan, dan berkelanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS FAKTOR PENYEBAB KESULITAN BELAJAR SISWA PADA MATERI ALJABAR KELAS VII-2 SMP NEGERI 11 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bagaimana kesulitan dan faktor penyebab kesulitan belajar siswa kelas VII-2 SMP Negeri Tarakan dalam menyelesaikan soal aljabar, menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini berjumlah tiga orang siswa yang dipilih berdasarkan rekomendasi guru. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan analisis dokumen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kesulitan siswa dalam menyelesaikan aljabar terdiri dari kesulitan prinsip dan kesulitan konsep. Kesulitan konsep dalam penelitian ini yaitu siswa tidak dapat menentukan variabel dan koefisien, siswa memahami bahwa variabel merupakan angka sedangkan koefisien merupakan huruf, siswa memahami bahwa tanda kurang bukan merupakan negatif, sedangkan jika ada notasi negatif sudah menjadi satu kesatuan dengan koefisien dan variabel. Kesulitan prinsip yaitu, siswa mengoperasikan pengurangan tanpa memperhatikan notasi negatif dan notasi positif, yang dimana notasi tersebut harus dihilangkan dengan cara mengalikan notasi negatif dengan negatif, atau notasi positif dengan negatif. Selain itu, siswa mengoperasikan perkalian dengan mengalikan antara variabel dengan variabel, kemudian konstanta dengan konstanta tanpa menerapkan sifat distributif ke dalam operasi hitung perkalian, serta siswa tidak memahami perkalian pangkat pada dua variabel atau lebih. Faktor penyebab kesulitan belajar siswa terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi faktor fisiologis ditandai dengan kondisi kesehatan yang kurang sehat seperti pusing atau sakit kepala. faktor psikologis terdiri faktor minat yaitu siswa cenderung merasa malas, bosan, tidak memperhatikan pelajaran. Faktor sikap yaitu siswa kurang aktif dalam pembelajaran, tidak memperhatikan guru, malas mencatat, dan tidak fokus terhadap pembelajaran. Faktor motivasi yaitu malas mengerjakan tugas, bosan dan memilih kegiatan aktivitas lain seperti bermain dan bercerita sama teman. Sedangkan faktor eksternal terdiri dari fakor keluarga, faktor sekolah dan faktor teman sebaya. Pada faktor keluarga yaitu suasana rumah yang kurang mendukung, pada faktor sekolah yaitu faktor guru dan sarana dan prasarana kurang lengkap serta faktor terakhir yaitu teman sebaya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V SDN 007 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

DESKRIPSI KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS V DI SDN 007 TARAKAN ABSTRAK Wiwik wijayanti, 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesulitan belajar matematika yang dialami oleh siswa kelas V di SDN 007 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar matematika pada siswa, antara lain faktor diri sendiri seperti motivasi belajar yang rendah, pemahaman konsep dasar yang kurang, dan tingkat kecemasan yang tinggi. Selain itu. Faktor lingkungan keluarga seperti dukungan orang tua dan keluarga, sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa terutama dalam hal memberikan masukan dan motivasi bagi siswa untuk belajar yang menyebabkan rajin atau tidaknya siswa untuk mengulang pelajaran dirumah. Faktor lingkungan sekolah seperti cara guru menjelaskan materi yang tidak mudah dipahami, metode pengajaran yang kurang efektif, keterbatasan media pembelajaran, faktor lingkungan masyarakat tidak menjadi faktor yang mempunyai pengaruh besar dalam kesulitan belajar siswa. Penelitian ini menemukan bahwa kesulitan dalam memahami konsep-konsep matematika dasar seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian menjadi tantangan utama bagi siswa. Beberapa siswa juga mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal cerita yang memerlukan pemahaman lebih mendalam dan kemampuan berpikir kritis. Penggunaan metode pengajaran yang monoton dan tidak variatif membuat siswa merasa bosan dan kurang termotivasi untuk belajar matematika. Selain itu, kurangnya penggunaan media pembelajaran yang menarik dan interaktif juga menyebabkan siswa tidak tertarik untuk mengikuti pelajaran. media pembelajaran yang lebih menarik serta memberikan perhatian lebih kepada siswa yang mengalami kesulitan. Selain itu, peran orang tua dalam mendukung proses belajar anak di rumah juga sangat penting untuk membantu mengatasi kesulitan belajar matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESULITAN BELAJAR DAN SUASANA BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP FRATER DON BOSCO TARAKAN

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang sering dialami dan mengetahui suasana belajar matematika yang paling diharapkan oleh siswa kelas VIII SMP Frater Don Bosco Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan survei menggunakan instrumen angket. Selanjutnya data dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif. Adapun hasil penelitian yaitu: pertama, kesulitan belajar yang sering dialami oleh siswa dalam pembelajaran matematika adalah kesulitan belajar operasi hitung matematika dengan persentase sebesar 71,89% berada pada kategori sedang. Kedua, suasana belajar yang paling diharapkan oleh siswa dalam pembelajaran matematika adalah suasana belajar yang menantang (menggunakan materi dan kegiatan belajar sesuai dengan kemampuan dan tahapan perkembangan peserta didik) dengan persentase sebesar 84,37% berada pada kategori sedang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Upaya guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA pada siswa kelas VIII-1 SMP Negeri 14 Tarakan

2024•

Dalam proses pembelajaran tidak lepas dari adanya hambatan-hambatan dan kesulitan belajar yang dialami siswa. Oleh karena itu, upaya guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA pada siswa sangat penting bagi guru untuk dijadikan masukan untuk memperbaiki proses mengajar di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam mengatasi gejala kesulitan belajar IPA pada siswa kelas VIII-1 di SMPN 14 Tarakan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode studi kasus (case study) menggunakan instrumen lembar wawancara dan dokumentasi. Sampel dalam peneletian ini salah satu guru IPA dan siswa kelas VIII-1 yang dipilih dengan cara purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan menurut Miles dan Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada hasil penelitian ini ditemukan hasil yaitu terdapat gejala kesulitan belajar pada siswa diantaranya hasil belajar rendah, usaha yang dilakukan tidak sesuai dengan hasil yang dicapai, dan tingkah laku yang lain dari pada temannya. Adapun upaya yang guru lakukan diantaranya memberikan motivasi, menjelaskan kembali materi, remedial, dan melakukan bimbingan individu.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KESULITAN BELAJAR MATEMATIKA PADA MATERI OPERASI HITUNG CAMPURAN SISWA KELAS II-A SD NEGERI 035 TARAKAN

2024•

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya kesulitan siswa dalam memahami materi operasi hitung campuran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kesulitan dan faktor penyebab kesulitan siswa kelas II-A SD Negeri 035 Tarakan dalam memahami materi operasi hitung campuran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif deskriptif Data dikumpulkan melalui wawancara dengan 4 siswa mewakili subjek penelitian. Data dianalisis secara kualitatif untuk mendeskripsikan jenis kesulitan yang dialami siswa dalam memahami materi operasi hitung campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelemahan dalam berhitung dialami oleh subjek S1,S2, S3, dan S4 dimana S1 keliru dalam menempatkan angka yang akan dikerjakan serta S1 kurang tepat dalam menggunakan bilangan yang akan digunakan selanjutnya, kemudian S2 kesulitan dalam menentukan hasil karena subjek S2 tidak menggunakan cara menurun, selanjutnya S3 sudah benar menggunakan cara menurun namun kurang tepat dalam menempatkan angka sehingga menemukan hasil akhir yang kurang tepat. S4 kurang tertarik pada pembelajaran matematika sehingga S4 tidak bisa berhitung. Kesulitan dalam mentransfer pengetahuan yang dialami oleh subjek S2 dan S4 yaitu subjek S2 beranggapan bahwa ia telah selesai mengerjakan soal yang diberikan. Sedangkan S4 ia kesulitan dalam mentukan operasi hitung yang akan digunakan karena S4 belum bisa membaca. Pemahaman bahasa matematika yang kurang yang dialami oleh subjek S1,S2, dan S4 terjadi karena subjek tersebut kurang tepat dalam memahami soal yang diberikan. S1 sesekali keliru dalam menentukan operasi hitung yang akan digunakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN GURU DAN ORANG TUA DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS IV-C SD NEGERI 050 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peran guru dan orang tua sangat penting dalam mengatasi kesulitan yang dialami siswa saat belajar. Berkaitan dengan hal tersebut penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru dan orang tua dalam mengatasi kesulitan belajar siswa kelas IV-C SDN 050 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini yaitu guru kelas IV-C, enam orang siswa, dan enam orang tua siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan lembar observasi, lembar wawancara, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan menggunakan model Milles dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh peran guru dan orang tua bahwa guru kelas IV-C telah berupaya dalam mengatasi kesulitan belajar melalui peran guru sebagai; (1) peran guru sebagai pembimbing, guru kelas IV-C telah mampu membimbing siswa dengan mengenal kesulitan yang dialami. (2) Peran guru sebagai fasilitator, guru kelas IV-C telah menyediakan fasilitas untuk siswa dalam mengatasi kesulitan belajar seperti buku paket tema, proyektor, laptop, speaker, mikrofon dan peta pikiran. (3) peran guru sebagai motivator, guru kelas IV-C telah memberikan penguatan berupa motivasi kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar. (4) peran guru sebagai evaluator, guru kelas IV-C telah melakukan evaluasi dengan memberikan tes kepada siswa lalu dikoreksi sehingga dapat mengetahui siswa yang mendapatkan hasil belajar rendah dan guru kelas menindaklanjuti hasil belajar siswa. Hasil penelitian terkait peran orang tua bahwa diperoleh hasil orang tua kategori hasil belajar tinggi telah menjalankan perannya dengan baik sedangkan orang tua hasil belajar sedang belum menjalankan perannya secara maksimal. Adapun peran orang tua; (1) memberikan suasana yang menyenangkan. (2) mendampingi anak belajar. (3) Membimbing dan Menasehati anak. (4) Berkomunikasi dengan guru.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERAN ORANG TUA DALAM MOTIVASI BELAJAR SISWA KELAS V SDN 031 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Masa pandemi covid-19 telah menimbulkan permasalahan dalam pelaksanaan BR (Belajar Dari Rumah) pada pembelajaran yang dilakukan dari rumah guru tidak bisa membimbinga siswa secara langsung, Guru hanya koordinasi dengan orang tua siswa dalam membantu membimbing siswa dalam belajar. Berkaitan dengan tersebut penelitian in bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja peran orang tua dalam motivasi belajar siswa kelas V SDN 031 Tarakan. Penelitian ini mengunakan metode kualitatif deskripsi dengan lokasi penelitian yaitu di SDN 031 Tarakan. Informan pada penelitian ini ialah orang tua dan siswa kelas V SDN 031 Tarakan. Penelitian ini menggunakan Teknik pengumpulan data wawancara, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa orang tua telah menjalankan peranya sebagai (1) pengasuh dan pendidik, orang tua tidak bisa selalu mengontrol waktu anak untuk dalam belajar karena kesibukan dalam dan jarang berada di rumah. (2) sebagai pembimbing, orang tua telah mengenal anaknya terutama dalam menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan belajar sehinga orang tua memberikan tambahan belajar berupa les pada sore hari. (3) sebagai motivator, orang tua selalu memberikan penguatan berupa pujian, nasehat dan motivasi yang dilakukan setiap hari kepada anak. (4) sebagai fasilitator, orang tua selalu berusaha untuk memberikan fasilitas belajar yang anak butuhkan selama pembelajar yang dilakukan dari rumah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESULITAN BELAJAR SISWA KELAS V SDN 037 TARAKAN

2022•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar siswa kelas V SDN 037 Tarakan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Variabel dalam penelitian ini yaitu kesulitan belajar siswa. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SDN 037 Tarakan dengan jumlah 40 siswa tahun ajaran 2022/2023. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik sampling jenuh. Sampel dalam penelitian ini adalah keseluruhan populasi yaitu siswa kelas V SDN 037 Tarakan yang terdiri dari kelas V-A dan V-B yang berjumlah 40 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu angket kesulitan belajar siswa. Fokus pada penelitian ini adalah kesulitan belajar faktor internal dan faktor eksternal. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian pada siswa kelas V SDN 037 Tarakan tahun ajaran 2022/2023 kesulitan belajar faktor internal termasuk dalam kategori tinggi dengan persentase sebesar 70%, kesulitan belajar faktor eksternal termasuk dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 27,5%, dan kesulitan belajar faktor campuran termasuk dalam kategori rendah dengan persentase sebesar 2,5%. Hasil penelitian menunjukkan dari 40 siswa diperoleh hasil bahwa 28 siswa mengalami kesulitan belajar faktor internal, 11 siswa mengalami kesulitan belajar faktor eksternal, dan terdapat 1 siswa yang mengalami kesulitan belajar faktor campuran dari faktor internal dan faktor eksternal. Maka, dapat disimpulkan bahwa siswa kelas V SDN 037 Tarakan mengalami kecenderungan kesulitan belajar pada faktor internal dikarenakan kesulitan belajar faktor internal berada dalam kategori tinggi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KESULITAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN DARING PADA MATA PELAJARAN IPA KELAS VII DI SMP NEGERI 5 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kesulitan belajar IPA yang di alami siswa dalam pembelajaran daring dari aspek minat belajar dan sarana prasarana. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII G SMP Negeri 5 Tarakan sebanyak 28 orang. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket kesulitan belajar peserta didik, dimana di dalam angket ini aspek yang dilihat adalah minat belajar dan sarana prasarana. Teknik analisis data pada penelitian ini digunakan untuk melihat persentase yang diperoleh pada masing-masing item pernyataan yang kemudian ditafsirkan ke dalam kriteria jawaban yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kesulitan belajar IPA siswa secara Daring dari aspek minat belajar dengan persentase keseluruhan sebesar 63,78% yaitu dengan kategori sebagian besar memiliki kesilitan belajar dari aspek minat belajar; (2) Kesulitan belajar IPA siswa secara Daring dari aspek sarana dan prasarana memiliki persentase rata-rata keseluruhan 68,63% yaitu dengan kategori sebagian besar siswa mendapatkan kesulitan belajar dari aspek sarana dan prasarana. This research aims to describe how the level of learning difficulty in learning science faced by students in online learning from the aspects of learning interest and learning facilities, This research employed quantitative descriptive research The research subject was Seventh Grade Students of SMP Negeri 5 Tarakan, namely G Class, consisting of 28 students. The research instrument was a questionnaire that consisted of the learning interest and learning facilities aspect. The data analysis technique was used to describe the percentage for each statement item which was then interpreted into the predetermined answer criteria. The research results showed that (1) the learning difficulty in learning science Online indicated overall 63,78%, which means that most students faced learning difficulties in the aspects of learning interest; (2) related to the online learning facilities, students faced difficulties 68 63%. It means that most students needed help with learning facilities and infrastructure.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail