Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

30 hasil
Penulis: SINTA
DaftarKartu
BookOpen AccessMetadata saja

Penerapan Media Permainan Puzzle untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas III SDN 013 Tarakan

2026•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini berawal dari kurangnya pemahaman siswa pada proses pembelajaran Pendidikan Pancasila materi makna Pancasila. Kondisi ini menunjukkan bahwa diperlukan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan mampu melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan media permaian puzzle dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran pendidikan pancasila di kelas III-C SDN 013 tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang mencakup empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini yaitu 27 siswa kelas III-C SDN 013 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman serta pengamatan aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media permainan puzzle mampu meningkatkan pemahaman siswa. Hasil penerapan media permainan puzzle pada siklus I yaitu 48% dan meningkat pada siklus II menjadi 85%. Hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus I yaitu 82,5% kemudian pada siklus II meningkat menjadi 87,5%, sedangkan pada hasil pengamatan aktivitas guru pada siklus I yaitu 84,5% dan meningkat menjadi 92,3% pada siklus II dengan kategori saangat baik. Dengan demikian, penggunaan media permainan puzzle dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi makna Pancasila di kelas III-C SDN 013 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Penerapan Media Permainan Puzzle untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Pancasila Kelas III SDN 013 Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berawal dari kurangnya pemahaman siswa pada proses pembelajaran Pendidikan Pancasila materi makna Pancasila. Kondisi ini menunjukkan bahwa diperlukan penggunaan media pembelajaran yang menarik dan mampu melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penerapan media permaian puzzle dalam meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran pendidikan pancasila di kelas III-C SDN 013 tarakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang mencakup empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini yaitu 27 siswa kelas III-C SDN 013 Tarakan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes pemahaman serta pengamatan aktivitas guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media permainan puzzle mampu meningkatkan pemahaman siswa. Hasil penerapan media permainan puzzle pada siklus I yaitu 48% dan meningkat pada siklus II menjadi 85%. Hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus I yaitu 82,5% kemudian pada siklus II meningkat menjadi 87,5%, sedangkan pada hasil pengamatan aktivitas guru pada siklus I yaitu 84,5% dan meningkat menjadi 92,3% pada siklus II dengan kategori saangat baik. Dengan demikian, penggunaan media permainan puzzle dapat meningkatkan pemahaman siswa pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila materi makna Pancasila di kelas III-C SDN 013 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Persepsi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Terhadap Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kelurahan Kampung Empat Kota Tarakan

2026•Koleksi Perpustakaan

Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan program yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), menganalisis persepsi anggota terhadap Program P2L, serta menganalisis dampak program di Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 24 anggota KWT sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota KWT didominasi oleh usia produktif, berpendidikan SMA, dan telah mengikuti Program P2L selama 4–5 tahun. Persepsi anggota terhadap Program P2L cenderung positif karena program memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya, penghematan pengeluaran rumah tangga, serta pemanfaatan lahan pekarangan yang lebih optimal. Meskipun terdapat kendala seperti serangan hama, keterbatasan sarana produksi, keterbatasan waktu, dan kondisi cuaca, anggota tetap mendukung keberlanjutan program. Program P2L juga memberikan dampak positif berupa peningkatan ketahanan pangan rumah tangga, partisipasi anggota dalam kegiatan kelompok, optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan, serta potensi tambahan pendapatan dari hasil panen. Dengan demikian, Program P2L berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan anggota KWT.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Persepsi Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Terhadap Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Kelurahan Kampung Empat Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan program yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), menganalisis persepsi anggota terhadap Program P2L, serta menganalisis dampak program di Kelurahan Kampung Empat, Kota Tarakan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan 24 anggota KWT sebagai informan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan NVivo 12 Pro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota KWT didominasi oleh usia produktif, berpendidikan SMA, dan telah mengikuti Program P2L selama 4–5 tahun. Persepsi anggota terhadap Program P2L cenderung positif karena program memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan dan keterampilan budidaya, penghematan pengeluaran rumah tangga, serta pemanfaatan lahan pekarangan yang lebih optimal. Meskipun terdapat kendala seperti serangan hama, keterbatasan sarana produksi, keterbatasan waktu, dan kondisi cuaca, anggota tetap mendukung keberlanjutan program. Program P2L juga memberikan dampak positif berupa peningkatan ketahanan pangan rumah tangga, partisipasi anggota dalam kegiatan kelompok, optimalisasi pemanfaatan lahan pekarangan, serta potensi tambahan pendapatan dari hasil panen. Dengan demikian, Program P2L berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan anggota KWT.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pemberian Kombinasi Vitamin D, Suplemen Tambah Darah dan Status Gizi Bayi Usia 6 – 24 Bulan Di Praktik Dokter Anak Kabupaten Bulungan

2026•

Vitamin D dan zat besi merupakan mikronutrien penting bagi pertumbuhan bayi, mineralisasi tulang, transport oksigen, fungsi imun, dan status gizi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemberian kombinasi vitamin D, suplemen tambah darah, dan status gizi bayi usia 6 bulan-2 tahun di Praktik Dokter Anak Kabupaten Bulungan. Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan desain retrospektif dengan data sekunder terhadap 35 bayi yang memenuhi kriteria inklusi dan diambil secara total sampling pada periode April 2025-April 2026. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar bayi berjenis kelamin laki-laki (62,9%), memiliki berat badan lahir normal (82,9%), memperoleh kombinasi vitamin D dan suplemen tambah darah secara rutin (65,7%), dan seluruh bayi mengalami kenaikan berat badan pada kontrol ulang (100%). Berdasarkan kategori status gizi BB/U, 71,4% bayi memiliki berat badan normal, 14,3% berat badan kurang, 5,7% berat badan sangat kurang, dan 8,6% berisiko berat badan lebih. Temuan ini menegaskan bahwa pemberian suplemen perlu disertai kepatuhan wali, pencatatan dosis dan durasi yang jelas, serta pemantauan BB/U berkala agar bayi di luar kategori normal segera memperoleh evaluasi gizi dan tindak lanjut tenaga kesehatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Gambaran Pemberian Kombinasi Vitamin D, Suplemen Tambah Darah dan Status Gizi Bayi Usia 6 – 24 Bulan Di Praktik Dokter Anak Kabupaten Bulungan

2026•

Vitamin D dan zat besi merupakan mikronutrien penting bagi pertumbuhan bayi, mineralisasi tulang, transport oksigen, fungsi imun, dan status gizi. Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemberian kombinasi vitamin D, suplemen tambah darah, dan status gizi bayi usia 6 bulan-2 tahun di Praktik Dokter Anak Kabupaten Bulungan. Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan desain retrospektif dengan data sekunder terhadap 35 bayi yang memenuhi kriteria inklusi dan diambil secara total sampling pada periode April 2025-April 2026. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar bayi berjenis kelamin laki-laki (62,9%), memiliki berat badan lahir normal (82,9%), memperoleh kombinasi vitamin D dan suplemen tambah darah secara rutin (65,7%), dan seluruh bayi mengalami kenaikan berat badan pada kontrol ulang (100%). Berdasarkan kategori status gizi BB/U, 71,4% bayi memiliki berat badan normal, 14,3% berat badan kurang, 5,7% berat badan sangat kurang, dan 8,6% berisiko berat badan lebih. Temuan ini menegaskan bahwa pemberian suplemen perlu disertai kepatuhan wali, pencatatan dosis dan durasi yang jelas, serta pemantauan BB/U berkala agar bayi di luar kategori normal segera memperoleh evaluasi gizi dan tindak lanjut tenaga kesehatan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Mendeteksi Financial Statement Fraud dengan Pendekatan Fraud Hexagon pada Perusahaan Konstruksi Bangunan Tahun 2019-2023

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elemen Fraud Hexagon yang terdiri dari Stimulus (tekanan), Capability (kemampuan), Collusion (kolusi), Opportunity (peluang), Rationalization (rasionalisasi), dan Ego terhadap deteksi financial statement fraud. Studi ini berfokus pada perusahaan sektor konstruksi bangunan di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan total 16 perusahaan yang memenuhi kriteria, menghasilkan 80 data observasi selama lima tahun penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik melalui perangkat lunak SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Stimulus (yang diproksikan dengan financial stability), Capability (yang diproksikan dengan change in director), dan Opportunity (yang diproksikan dengan nature of industry) berpengaruh positif dan signifikan terhadap potensi financial statement fraud. Sebaliknya, variabel Collusion, Rationalization (yang diproksikan dengan total accrual to total asset), dan Ego (yang diproksikan dengan dualisme pemimpin) tidak berpengaruh signifikan dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan konstruksi bangunan yang diteliti. Temuan ini diharapkan dapat membantu manajemen, investor, dan regulator dalam mengidentifikasi indikator risiko kecurangan di sektor konstruksi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Mendeteksi Financial Statement Fraud dengan Pendekatan Fraud Hexagon pada Perusahaan Konstruksi Bangunan Tahun 2019-2023

2026•

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elemen Fraud Hexagon yang terdiri dari Stimulus (tekanan), Capability (kemampuan), Collusion (kolusi), Opportunity (peluang), Rationalization (rasionalisasi), dan Ego terhadap deteksi financial statement fraud. Studi ini berfokus pada perusahaan sektor konstruksi bangunan di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan total 16 perusahaan yang memenuhi kriteria, menghasilkan 80 data observasi selama lima tahun penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik melalui perangkat lunak SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Stimulus (yang diproksikan dengan financial stability), Capability (yang diproksikan dengan change in director), dan Opportunity (yang diproksikan dengan nature of industry) berpengaruh positif dan signifikan terhadap potensi financial statement fraud. Sebaliknya, variabel Collusion, Rationalization (yang diproksikan dengan total accrual to total asset), dan Ego (yang diproksikan dengan dualisme pemimpin) tidak berpengaruh signifikan dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan konstruksi bangunan yang diteliti. Temuan ini diharapkan dapat membantu manajemen, investor, dan regulator dalam mengidentifikasi indikator risiko kecurangan di sektor konstruksi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Perlakuan Akuntansi Terhadap Transaksi Penurunan Nilai Aset (Studi Kasus pada PT.Primanuka)

2025•Koleksi Perpustakaan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan PSAK No. 48 tentang penurunan nilai aset tetap berwujud pada PT. Primanuka dan mengetahui penyajian penurunan nilai aset tetap. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode penelitian studi kasus yang dilakukan pada PT. Primanuka menggunakan data primer berasal dari laporan keuangan tahun 2019-2023. Hasil penelitian mengungkapkan fakta bahwa PT. Primanuka telah menerapkan PSAK No.48 tentang Penurunan Nilai Aset Tetap. PT. Primanuka telah melakukan penilaian atas adanya indikasi penurunan nilai aset tetap sesuai ketentuan PSAK No. 48. hasil perbandingan menunjukkan bahwa pengakuan jumlah terpulihkan sebagai nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakai telah sesuai dengan PSAK 48. PT. Primanuka juga mengakui kerugian penurunan nilai dalam laporan laba rugi dan telah sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam PSAK 48 seperti Tanah, Bangunan, Mesin dan peralatan, kendaraan, dan inventaris kantor.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Perlakuan Akuntansi Terhadap Transaksi Penurunan Nilai Aset (Studi Kasus pada PT.Primanuka)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan PSAK No. 48 tentang penurunan nilai aset tetap berwujud pada PT. Primanuka dan mengetahui penyajian penurunan nilai aset tetap. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode penelitian studi kasus yang dilakukan pada PT. Primanuka menggunakan data primer berasal dari laporan keuangan tahun 2019-2023. Hasil penelitian mengungkapkan fakta bahwa PT. Primanuka telah menerapkan PSAK No.48 tentang Penurunan Nilai Aset Tetap. PT. Primanuka telah melakukan penilaian atas adanya indikasi penurunan nilai aset tetap sesuai ketentuan PSAK No. 48. hasil perbandingan menunjukkan bahwa pengakuan jumlah terpulihkan sebagai nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya pelepasan dan nilai pakai telah sesuai dengan PSAK 48. PT. Primanuka juga mengakui kerugian penurunan nilai dalam laporan laba rugi dan telah sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam PSAK 48 seperti Tanah, Bangunan, Mesin dan peralatan, kendaraan, dan inventaris kantor.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kemampuan Literasi Sains Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 7 Tarakan

2024•Koleksi Perpustakaan

HUBUNGAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan kemampuan literasi sains terhadap hasil belajar siswa kelas VII dan bagaimana profil kemampuan lierasi sains siswa kelas VII SMP Negeri 7 Tarakan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 7 Tarakan dan sampel penelitian ini berjumlah 31 siswa dengan penentuan sampel mengunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil tes literasi sains dan tes kognitif dalam bentuk pilihan ganda, untuk profil kemampuan literasi sains data dianalisis menggunakan teknik persentase sedangkan untuk mencari hubungan kemampuan literasi sains terhadap hasil belajar siswa data dianalisis dengan menggunakan Uji Korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan: 1. Profil kemampuan literasi sains siswa masih rendah pada aspek kompetensi dengan interpretasi pencapaian antara lain 49% untuk indikator mengidentifikasi pertanyaan atau isu-isu ilmiah, 51% untuk indikator menjelaskan fenomena secara ilmiah, dan 54% untuk indikator menggunakan bukti ilmiah. Hasil belajar siswa berada pada level sedang dengan rata-rata nilai 65 dan kemampuan literas sains berada pada level nominal dengan rata-rata nilai 51. 2. Terdapat hubungan yang positif antara kemampuan literasi sains terhadap hasil belajar siswa. Artinya jika kemampuan literasi sains meningkat maka hasil belajar kognitif siswa juga meningkat. THE RELATIONSHIP BETWEEN SCIENCE LITERACY SKILLS AND LEARNING OUTCOMES OF SEVENTH-GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 7 TARAKAN Abstract This study aimed to measure the relationship between science literacy skills and the learning outcomes of seventh-grade students, as well as to profile the science literacy skills of these students at SMP Negeri 7 Tarakan. This research employed a quantitative approach with a correlational method. The population consists of all seventh-grade students at SMP Negeri 7 Tarakan, and the sample comprises 31 students selected using purposive sampling techniques. Data were obtained from science literacy tests and cognitive tests in multiple-choice format. The profile analysis of science literacy skills was conducted using percentage techniques, while the relationship between science literacy skills and learning outcomes was analyzed using the Pearson Correlation Test. The results indicated: 1. The profile of students' science literacy skills is still low in competence, with achievement interpretations of 49% for identifying scientific questions or issues, 51% for explaining phenomena scientifically, and 54% for using scientific evidence. Students' learning outcomes are at a moderate level with an average score of 65, and their science literacy skills are at a nominal level with an average score of 51. 2. There is a positive relationship between science literacy skills and students' learning outcomes, meaning that an increase in science literacy skills leads to an improvement in students' cognitive learning outcomes.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PELAKSANAAN ETIKA KONSELING PROFESSIONAL RESPONSIBILITY GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA NEGERI 3 TARAKAN

2024•Koleksi Perpustakaan

PELAKSANAAN ETIKA KONSELING PROFESSIONAL RESPONSIBILITY GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA NEGERI 3 TARAKAN ABSTRAK Maria Yasinta Fina, 2024, “Pelaksanaan Etika Konseling Professional Responsibility Guru Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 3 Tarakan”. Dibimbing oleh Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd dan Ni Made Diah Padmi, M.Pd. Etika konseling mengacu pada aturan-aturan yang harus dimiliki seorang konselor dan hak-hak klien yang harus dilindungi oleh seorang konselor. Professional Responsibility adalah suatu konsep yang berkaitan dengan standar profesional dan kompetensi teknis yang dimiliki seorang pemberi layanan dalam menjalankan tugasnya dan selama proses konseling berlangsung konselor bertanggung jawab terhadap klien dan dirinya sendiri. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pelaksanaan etika konseling professional responsibility guru bimbingan dan konseling di SMA Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Tarakan, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dan pembahasan pelaksanaan etika konseling professional responsibility berjalan dengan baik dan berfungsi secara efektif dimana guru Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 3 Tarakan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang guru bimbingan dan konseling yang profesional dan berkompeten sesuai pelaksanaan etika profesi bimbingan dan konseling dan tidak pernah melakukan tindakan yang melanggar etika dalam memberikan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa. Kata Kunci: Pelaksanaan Etika Konseling, Professional Responsibility.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Kemampuan Literasi Sains Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 7 Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN KEMAMPUAN LITERASI SAINS TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII SMP NEGERI 7 TARAKAN Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengukur hubungan kemampuan literasi sains terhadap hasil belajar siswa kelas VII dan bagaimana profil kemampuan lierasi sains siswa kelas VII SMP Negeri 7 Tarakan. Pendekatan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 7 Tarakan dan sampel penelitian ini berjumlah 31 siswa dengan penentuan sampel mengunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh berdasarkan hasil tes literasi sains dan tes kognitif dalam bentuk pilihan ganda, untuk profil kemampuan literasi sains data dianalisis menggunakan teknik persentase sedangkan untuk mencari hubungan kemampuan literasi sains terhadap hasil belajar siswa data dianalisis dengan menggunakan Uji Korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan: 1. Profil kemampuan literasi sains siswa masih rendah pada aspek kompetensi dengan interpretasi pencapaian antara lain 49% untuk indikator mengidentifikasi pertanyaan atau isu-isu ilmiah, 51% untuk indikator menjelaskan fenomena secara ilmiah, dan 54% untuk indikator menggunakan bukti ilmiah. Hasil belajar siswa berada pada level sedang dengan rata-rata nilai 65 dan kemampuan literas sains berada pada level nominal dengan rata-rata nilai 51. 2. Terdapat hubungan yang positif antara kemampuan literasi sains terhadap hasil belajar siswa. Artinya jika kemampuan literasi sains meningkat maka hasil belajar kognitif siswa juga meningkat. THE RELATIONSHIP BETWEEN SCIENCE LITERACY SKILLS AND LEARNING OUTCOMES OF SEVENTH-GRADE STUDENTS AT SMP NEGERI 7 TARAKAN Abstract This study aimed to measure the relationship between science literacy skills and the learning outcomes of seventh-grade students, as well as to profile the science literacy skills of these students at SMP Negeri 7 Tarakan. This research employed a quantitative approach with a correlational method. The population consists of all seventh-grade students at SMP Negeri 7 Tarakan, and the sample comprises 31 students selected using purposive sampling techniques. Data were obtained from science literacy tests and cognitive tests in multiple-choice format. The profile analysis of science literacy skills was conducted using percentage techniques, while the relationship between science literacy skills and learning outcomes was analyzed using the Pearson Correlation Test. The results indicated: 1. The profile of students' science literacy skills is still low in competence, with achievement interpretations of 49% for identifying scientific questions or issues, 51% for explaining phenomena scientifically, and 54% for using scientific evidence. Students' learning outcomes are at a moderate level with an average score of 65, and their science literacy skills are at a nominal level with an average score of 51. 2. There is a positive relationship between science literacy skills and students' learning outcomes, meaning that an increase in science literacy skills leads to an improvement in students' cognitive learning outcomes.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

Efektivitas penambahan tepung biji pepaya (carica papaya) terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (oreochromis niloticus)

2024•

Ikan nila merupakan jenis ikan yang memiliki laju pertumbuhan yang cepat dan dapat mencapai bobot tumbuh yang jauh lebih besar dengan tingkat produktivitas yang cukup tinggi. Pemberian bahan tambahan seperti tepung biji pepaya pada formulasi pakan sangat diperlukan terutama untuk meningkatkan percernaan ikan nila, dikarenakan pada tanaman pepaya mengandung enzim papain yang bersifat proteolitik (pengurai protein) yakni untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh biji pepaya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan dengan konsentrasi P1 (Kontrol), P2 (pemberian tepung biji pepaya 1,5gr / 500 gr pakan komersil), P3 (pemberian tepung biji pepaya 2gr / 500gr pakan komersil), P4 (pemberian tepung biji pepaya 2,5gr / 500gr pakan komersil). Hasil penelitian pertumbuhan yang terbaik adalah pada perlakuan 4 dengan nilai pertumbuhan berat sebesar 4,23gr, panjang 3,44cm, SGR 2,19%, SR 79,26% dan nilai FCR 1:1,3.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PEMBAGIAN HARTA WARIS KEPADA AHLI WARIS BEDA AGAMA DALAM PERSPEKTIF HUKUM KEWARISAN ISLAM (STUDI PUTUSAN MA NO.16 K/AG/2010

2024•

Penelitian ini berfokus mencari dan menjawab dua pertanyaan terkait pembagian harta waris kepada ahli waris beda agama dalam perspektif hukum kewarisan islam. Pertama, kedudukan ahli waris non muslim terhadap harta warisan yang berasal dari pewaris muslim. Kedua, pertimbangan hakim dalam pembagian harta waris kepada ahli waris non muslim dalam putusan MA No.16 K/AG/2010. Skripsi ini merupakan penelitian hukum normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang yang terkait dengan penelitian ini dan pendekatan kasus. Data yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer yaitu data yang didapatkan dalam peraturan perundang-undangan terkait dengan ahli waris beda agama. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, majalah dan kamus. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa: pertama, Ahli waris beda agama tidak memiliki kedudukan dalam hukum waris islam seperti yang telah dijelaskan dalam KHI Pasal 171 huruf (c) tetapi berhak memperoleh waris melalui lembaga wasiat wajibah. Kedua, dasar pertimbangan hakim memberikan waris kepada ahli waris non muslim dengan mempertimbangkan aspek keadilan, kemaslahatan, mempertimbangkan hubungan keluarga dengan alasan bahwa istri non muslim merupakan kafir dzimmy yang hidup damai berdampingan dengan orang muslim dan hubungan perkawinan yang sudah dijalani selama 18 tahun dengan memberikan kadar wasiat wajibah berdasarkan kondisi pihak yang berpekara. Kata Kunci : Pembagian Harta Waris, Ahli Waris Beda Agama, Hukum Kewarisan Islam

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PEMBAGIAN HARTA WARIS KEPADA AHLI WARIS BEDA AGAMA DALAM PERSPEKTIF HUKUM KEWARISAN ISLAM (STUDI PUTUSAN MA NO.16 K/AG/2010)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berfokus mencari dan menjawab dua pertanyaan terkait pembagian harta waris kepada ahli waris beda agama dalam perspektif hukum kewarisan islam (Studi Putusan MA No.16 K/AG/2010). Pertama, kedudukan ahli waris non muslim terhadap harta warisan yang berasal dari pewaris muslim dalam hukum kewarisan islam. Kedua, pertimbangan hakim dalam pembagian harta waris pewaris muslim kepada ahli waris non muslim dalam putusan Mahkamah Agung No.16 K/AG/2010. Skripsi ini merupakan penelitian hukum normatif terhadap kaidah-kaidah hukum terkait variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan undang-undang yang terkait dengan penelitian ini dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan dalam skripsi ini terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum primer yaitu bahan hukum yang mempunyai kekuatan hukum mengikat seperti peraturan perundang-undangan terkait dengan ahli waris beda agama. Bahan hukum sekunder diperoleh dari buku, pendapat para ahli hukum dan jurnal ilmiah. Hasil dari penelitian ini penulis menyimpulkan bahwa: pertama, kedudukan ahli waris non muslim terhalang untuk mendapatkan waris dari pewaris muslim dalam hukum waris islam seperti yang telah dijelaskan dalam KHI Pasal 171 huruf (c), dikarenakan hak waris terhadap ahli waris yang berbeda agama sudah tertutup, maka dalam praktiknya sebagian hakim telah memberi jalan dengan menggunakan pertimbangan wasiat wajibah. Kedua, dasar pertimbangan hakim memberikan waris kepada ahli waris non muslim bahwa istri non muslim merupakan kafir dzimmi yang hidup damai berdampingan dengan orang muslim dalam hubungan pernikahan yang sudah dijalani selama 18 tahun dengan mempertimbangkan aspek keadilan, kemaslahatan untuk memberikan kadar wasiat wajibah kepada ahli waris beda agama.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Efektivitas penambahan tepung biji pepaya (carica papaya) terhadap laju pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila (oreochromis niloticus)

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ikan nila merupakan jenis ikan yang memiliki laju pertumbuhan yang cepat dan dapat mencapai bobot tumbuh yang jauh lebih besar dengan tingkat produktivitas yang cukup tinggi. Pemberian bahan tambahan seperti tepung biji pepaya pada formulasi pakan sangat diperlukan terutama untuk meningkatkan percernaan ikan nila, dikarenakan pada tanaman pepaya mengandung enzim papain yang bersifat proteolitik (pengurai protein) yakni untuk meningkatkan pertumbuhan dan efisiensi pakan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis pengaruh biji pepaya terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan selama 40 hari menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan dengan konsentrasi P1 (Kontrol), P2 (pemberian tepung biji pepaya 1,5gr / 500 gr pakan komersil), P3 (pemberian tepung biji pepaya 2gr / 500gr pakan komersil), P4 (pemberian tepung biji pepaya 2,5gr / 500gr pakan komersil). Hasil penelitian pertumbuhan yang terbaik adalah pada perlakuan 4 dengan nilai pertumbuhan berat sebesar 4,23gr, panjang 3,44cm, SGR 2,19%, SR 79,26% dan nilai FCR 1:1,3.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PELAKSANAAN ETIKA KONSELING PROFESSIONAL RESPONSIBILITY GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA NEGERI 3 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PELAKSANAAN ETIKA KONSELING PROFESSIONAL RESPONSIBILITY GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DI SMA NEGERI 3 TARAKAN ABSTRAK Maria Yasinta Fina, 2024, “Pelaksanaan Etika Konseling Professional Responsibility Guru Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 3 Tarakan”. Dibimbing oleh Siti Rahmi, S.Sos.I.,M.Pd dan Ni Made Diah Padmi, M.Pd. Etika konseling mengacu pada aturan-aturan yang harus dimiliki seorang konselor dan hak-hak klien yang harus dilindungi oleh seorang konselor. Professional Responsibility adalah suatu konsep yang berkaitan dengan standar profesional dan kompetensi teknis yang dimiliki seorang pemberi layanan dalam menjalankan tugasnya dan selama proses konseling berlangsung konselor bertanggung jawab terhadap klien dan dirinya sendiri. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan pelaksanaan etika konseling professional responsibility guru bimbingan dan konseling di SMA Negeri 3 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 3 Tarakan, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian dan pembahasan pelaksanaan etika konseling professional responsibility berjalan dengan baik dan berfungsi secara efektif dimana guru Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 3 Tarakan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang guru bimbingan dan konseling yang profesional dan berkompeten sesuai pelaksanaan etika profesi bimbingan dan konseling dan tidak pernah melakukan tindakan yang melanggar etika dalam memberikan pelayanan bimbingan dan konseling kepada siswa. Kata Kunci: Pelaksanaan Etika Konseling, Professional Responsibility.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
BookOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP JURNALIS YANG DIPERSANGKAKAN MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK MELALUI MEDIA ELEKTRONIK

2024•Koleksi Perpustakaan

Jurnalis dalam bekerja seringkali mendapatkan ancaman yang menyebabkan terenggutnya kemerdekaan pers yang berdampak pada terhambatnya proses jurnalistik yaitu mencari, membuat dan menerbitkan berita di media massa. Salah satu ancaman tersebut adalah kriminalisasi jurnalis dengan penerapan pasal tindak pidana pencemaran nama baik dan mekanisme penyelesaian yang tidak sesuai sering terjadi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum kepada jurnalis terhadap berita yang ditulis dan diterbitkannya dan untuk mengetahui mekanisme penyelesaian hukum terhadap jurnalis yang dipersangkakan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik. Metode penelitian ini berjenis yuridis normatif. Adapun pendekatan masalah dalam penelitian ini menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, pedekatan konseptual dan pendekatan konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, bentuk perlindungan hukum terhadap jurnalis terhadap berita yang ditulis terbagi atas 2 (dua) yaitu Preventif, bentuk perlindungan yang bersifat mencegah jurnalis melakukan pelanggaran dan Represif, bentuk perlindungan hukum yang bersifat memulihkan keadaan seperti semula. Bagian dari bentuk perlindungan hukum preventif adalah adanya pedoman pemberitaan melalui media elektronik, terdapat standar perlindungan profesi jurnalis menurut UU Pers dan KUHP dan kemerdekaan pers diakui sebagai bagian dari hak asasi manusia. Sedangkan bagian dari bentuk perlindungan hukum yang bersifat represif adalah adanya Hak Jawab dan Hak Koreksi, Perlindungan Hukum Pidana bagi Pers, dan pertanggungjawaban perusahaan pers terhadap sengketa pers. Kedua, mekanisme penyelesaian terhadap jurnalis yang dipersangkakan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik menggunakan UU Pers sebagai lex specialis dari UU ITE sebagaimana yang tercantum dalam SKB Pedoman Implementasi UU ITE. Setiap laporan di kepolisian yang berkenaan dengan pers maka wajib dikoordinasikan kepada Dewan Pers sesuai dengan nota kesepahaman yang dibuat oleh dua instansi ini.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP JURNALIS YANG DIPERSANGKAKAN MELAKUKAN TINDAK PIDANA PENCEMARAN NAMA BAIK MELALUI MEDIA ELEKTRONIK

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jurnalis dalam bekerja seringkali mendapatkan ancaman yang menyebabkan terenggutnya kemerdekaan pers yang berdampak pada terhambatnya proses jurnalistik yaitu mencari, membuat dan menerbitkan berita di media massa. Salah satu ancaman tersebut adalah kriminalisasi jurnalis dengan penerapan pasal tindak pidana pencemaran nama baik dan mekanisme penyelesaian yang tidak sesuai sering terjadi di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk perlindungan hukum kepada jurnalis terhadap berita yang ditulis dan diterbitkannya dan untuk mengetahui mekanisme penyelesaian hukum terhadap jurnalis yang dipersangkakan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik. Metode penelitian ini berjenis yuridis normatif. Adapun pendekatan masalah dalam penelitian ini menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, pedekatan konseptual dan pendekatan konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, bentuk perlindungan hukum terhadap jurnalis terhadap berita yang ditulis terbagi atas 2 (dua) yaitu Preventif, bentuk perlindungan yang bersifat mencegah jurnalis melakukan pelanggaran dan Represif, bentuk perlindungan hukum yang bersifat memulihkan keadaan seperti semula. Bagian dari bentuk perlindungan hukum preventif adalah adanya pedoman pemberitaan melalui media elektronik, terdapat standar perlindungan profesi jurnalis menurut UU Pers dan KUHP dan kemerdekaan pers diakui sebagai bagian dari hak asasi manusia. Sedangkan bagian dari bentuk perlindungan hukum yang bersifat represif adalah adanya Hak Jawab dan Hak Koreksi, Perlindungan Hukum Pidana bagi Pers, dan pertanggungjawaban perusahaan pers terhadap sengketa pers. Kedua, mekanisme penyelesaian terhadap jurnalis yang dipersangkakan melakukan tindak pidana pencemaran nama baik menggunakan UU Pers sebagai lex specialis dari UU ITE sebagaimana yang tercantum dalam SKB Pedoman Implementasi UU ITE. Setiap laporan di kepolisian yang berkenaan dengan pers maka wajib dikoordinasikan kepada Dewan Pers sesuai dengan nota kesepahaman yang dibuat oleh dua instansi ini.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail