Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh elemen Fraud Hexagon yang terdiri dari Stimulus (tekanan), Capability (kemampuan), Collusion (kolusi), Opportunity (peluang), Rationalization (rasionalisasi), dan Ego terhadap deteksi financial statement fraud. Studi ini berfokus pada perusahaan sektor konstruksi bangunan di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019-2023. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan total 16 perusahaan yang memenuhi kriteria, menghasilkan 80 data observasi selama lima tahun penelitian. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi logistik melalui perangkat lunak SPSS versi 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Stimulus (yang diproksikan dengan financial stability), Capability (yang diproksikan dengan change in director), dan Opportunity (yang diproksikan dengan nature of industry) berpengaruh positif dan signifikan terhadap potensi financial statement fraud. Sebaliknya, variabel Collusion, Rationalization (yang diproksikan dengan total accrual to total asset), dan Ego (yang diproksikan dengan dualisme pemimpin) tidak berpengaruh signifikan dalam mendeteksi kecurangan laporan keuangan pada perusahaan konstruksi bangunan yang diteliti. Temuan ini diharapkan dapat membantu manajemen, investor, dan regulator dalam mengidentifikasi indikator risiko kecurangan di sektor konstruksi.