Lewati ke konten utama
Beranda / Penulis

Profil penulis

MUHAMMAD

630 karya publik ditemukan.

2026: 1192025: 922024: 1152023: 1092022: 882021: 732020: 272019: 3

SISTEM IRIGASI TETES (DRIP IRRIGATION SYSTEM) PADA PERTANAMAN SELEDRI (Apium graveolens, L) : EVALUASI PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN SERTA ANALISIS EFISIENSI DAN KELAYAKAN USAHA

2026 · Book ·

Pengelolaan air yang efisien sangat penting untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tengah meningkatnya kelangkaan air akibat perubahan iklim. Praktik irigasi konvensional sering menyebabkan kehilangan air yang besar, sedangkan irigasi tetes memungkinkan penyaluran air secara presisi langsung ke zona perakaran sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman. Seledri (Apium graveolens L.), sebagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan sistem perakaran dangkal, sangat peka terhadap cekaman air dan membutuhkan kondisi kelembapan tanah yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh lama waktu irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri dan menentukan durasi irigasi tetes terbaik guna mendukung pertumbuhan tanaman seledri, (2) Membandingkan efisiensi penggunaan air antara sistem irigasi konvensional dan sistem irigasi tetes pada berbagai durasi waktu, (3) Melakukan analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada Desember 2024 hingga Desember 2025. Perlakuan yang diuji meliputi irigasi tetes dengan durasi penyiraman 10, 15, dan 20 menit yang dilakukan dua kali sehari, serta penyiraman konvensional sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi irigasi tetes 20 menit menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi, dengan tinggi tanaman 17,78 cm, jumlah daun 11,78 helai, jumlah anakan 4,33, berat segar 64,03 g, dan berat kering 11,17 g. sedangkan efisiensi penggunaan air terbaik diperoleh pada durasi 10 menit sebesar 0,0033 m3/s. Analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri dengan total biaya produksi sebesar Rp. 2.101.622, total penerimaan Rp.3.660.000, dan total pendapatan Rp. 1.558.378. Nilai R/C Ratio 1,74, nilai B/C Ratio sebesar 1,34, dan BEP 0,46.

Sistem irigasi tetes (drip irrigation system) pada pertanaman seledri (apium graveolens, L) : Evaluasi pertumbuhan dan produksi tanaman serta analisis efisiensi dan kelayakan usaha

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengelolaan air yang efisien sangat penting untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tengah meningkatnya kelangkaan air akibat perubahan iklim. Praktik irigasi konvensional sering menyebabkan kehilangan air yang besar, sedangkan irigasi tetes memungkinkan penyaluran air secara presisi langsung ke zona perakaran sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman. Seledri (Apium graveolens L.), sebagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan sistem perakaran dangkal, sangat peka terhadap cekaman air dan membutuhkan kondisi kelembapan tanah yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh lama waktu irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri dan menentukan durasi irigasi tetes terbaik guna mendukung pertumbuhan tanaman seledri, (2) Membandingkan efisiensi penggunaan air antara sistem irigasi konvensional dan sistem irigasi tetes pada berbagai durasi waktu, (3) Melakukan analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada Desember 2024 hingga Desember 2025. Perlakuan yang diuji meliputi irigasi tetes dengan durasi penyiraman 10, 15, dan 20 menit yang dilakukan dua kali sehari, serta penyiraman konvensional sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi irigasi tetes 20 menit menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi, dengan tinggi tanaman 17,78 cm, jumlah daun 11,78 helai, jumlah anakan 4,33, berat segar 64,03 g, dan berat kering 11,17 g. sedangkan efisiensi penggunaan air terbaik diperoleh pada durasi 10 menit sebesar 0,0033 m3/s. Analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri dengan total biaya produksi sebesar Rp. 2.101.622, total penerimaan Rp.3.660.000, dan total pendapatan Rp. 1.558.378. Nilai R/C Ratio 1,74, nilai B/C Ratio sebesar 1,34, dan BEP 0,46.

STUDI KEANEKARAGAMAN BENTIK INVERTEBRATA PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PULAU MARATUA

2025 · Book ·

Penelitian ini berfokus pada bentik invertebrata sebagai bioindikator kesehatan lingkungan pada ekosistem padang lamun karena sensitifitasnya terhadap perubahan lingkungan. Pulau Maratua, yang terletak di Kalimantan Timur, terindikasi mengalami degradasi ekosistem lamun yang berpotensi memengaruhi struktur komunitas bentik invertebrata. Tujuan penelitian adalah untuk Menjelaskan kelimpahan, keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi bentik invertebrata di padang lamun Perairan Desa Teluk Harapan Dan Payung-Payung Pulau Maratua, serta menghitung tutupan dan kerapatan lamun di Perairan Desa Teluk Harapan dan Payung-Payung Pulau Maratua. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengambilan data tutupan dan kerapatan lamun serta struktur komunitas bentik invertebrata menggunakan metode Line Intercept Transek (LIT) sebanyak tujuh stasiun dengan total 21 plot transek beserta dengan pengujian kualitas air secara insitu. Waktu dilaksanakannya penelitian adalah pada bulan Desember 2024 hingga Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentik invertebrata di Pulau Maratua terdiri dari 4 filum, dengan mayoritas pada kelas Gastropoda (57 jenis). Struktur komunitas menunjukkan keanekaragaman yang bervariasi, dengan Indeks Keanekaragaman (H′) berkisar antara 1,061–3,294, kemerataan stabil dengan Indeks Kemerataan (E) antara 0,846–1,497, dan dominansi (D) rendah berkisar antara 0,011–0,359. Tutupan lamun sebagian besar berada pada kategori sangat padat (100%), dengan kerapatan mencapai 3344 individu/m² pada transek tertentu. Faktor lingkungan seperti suhu (29,6–30,7°C), salinitas (33,4ppt–33,9ppt), pH (6,7–8,3), dan oksigen terlarut (DO: 4,8–7,1 mg/L) ditemukan dalam kisaran normal yang mendukung kelangsungan ekosistem lamun dan bentik invertebrata. Hasil tersebut menunjukkan ekosistem lamun dalam kondisi stabil dan berkolerasi positif bagi bentik invertebrata yang berasosiasi dengan ekosistem lamun.

ANALISIS PEMAHAMAN DAN PENERIMAAN MASYARAKAT TAMBAK YANG BERDOMISILI DI KOTA TARAKAN TERHADAP KEGIATAN RESTORASI MANGROVE PROGRAM BRGM

2025 · Book ·

Ekosistem mangrove di Indonesia rusak setelah kebakaran 2015. Kondisi ini memicu kebutuhan program pemulihan yang melibatkan masyarakat. Pemerintah membentuk BRGM sesuai Perpres 120 Tahun 2020 dengan target restorasi 1,2 juta hektar pada 2020 sampai 2024. Kalimantan Utara menjadi prioritas karena luas mangrove dan tingginya aktivitas tambak. Banyak tambak masih memakai cara konvensional sehingga kualitas tanah dan air menurun. Situasi ini menuntut pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap kegiatan restorasi agar program berjalan efektif dan memberi manfaat langsung bagi petambak. Penelitian ini menilai pemahaman dan penerimaan petambak di Kota Tarakan terhadap kegiatan restorasi mangrove oleh BRGM. Penelitian memakai pendekatan deskriptif kuantitatif dengan kuesioner skala Likert untuk 90 petambak. Analisis memakai deskriptif dan regresi linier sederhana untuk melihat pengaruh pendidikan, umur, dan keikutsertaan. Hasil menunjukkan pemahaman rendah dengan pengaruh 42 persen. Penerimaan rendah dengan pengaruh 26 persen. Pengaruh umur dan keikutsertaan kecil. Responden mengetahui manfaat mangrove, tetapi pemahaman teknis terbatas. Dukungan terhadap program ada, tetapi belum kuat. Hasil ini menunjukkan perlunya edukasi, pendampingan teknis, dan kolaborasi agar program berjalan efektif dan mendukung keberlanjutan tambak.

STUDI KEANEKARAGAMAN BENTIK INVERTEBRATA PADA EKOSISTEM PADANG LAMUN DI PULAU MARATUA

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini berfokus pada bentik invertebrata sebagai bioindikator kesehatan lingkungan pada ekosistem padang lamun karena sensitifitasnya terhadap perubahan lingkungan. Pulau Maratua, yang terletak di Kalimantan Timur, terindikasi mengalami degradasi ekosistem lamun yang berpotensi memengaruhi struktur komunitas bentik invertebrata. Tujuan penelitian adalah untuk Menjelaskan kelimpahan, keanekaragaman, kemerataan, dan dominansi bentik invertebrata di padang lamun Perairan Desa Teluk Harapan Dan Payung-Payung Pulau Maratua, serta menghitung tutupan dan kerapatan lamun di Perairan Desa Teluk Harapan dan Payung-Payung Pulau Maratua. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Pengambilan data tutupan dan kerapatan lamun serta struktur komunitas bentik invertebrata menggunakan metode Line Intercept Transek (LIT) sebanyak tujuh stasiun dengan total 21 plot transek beserta dengan pengujian kualitas air secara insitu. Waktu dilaksanakannya penelitian adalah pada bulan Desember 2024 hingga Maret 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentik invertebrata di Pulau Maratua terdiri dari 4 filum, dengan mayoritas pada kelas Gastropoda (57 jenis). Struktur komunitas menunjukkan keanekaragaman yang bervariasi, dengan Indeks Keanekaragaman (H′) berkisar antara 1,061–3,294, kemerataan stabil dengan Indeks Kemerataan (E) antara 0,846–1,497, dan dominansi (D) rendah berkisar antara 0,011–0,359. Tutupan lamun sebagian besar berada pada kategori sangat padat (100%), dengan kerapatan mencapai 3344 individu/m² pada transek tertentu. Faktor lingkungan seperti suhu (29,6–30,7°C), salinitas (33,4ppt–33,9ppt), pH (6,7–8,3), dan oksigen terlarut (DO: 4,8–7,1 mg/L) ditemukan dalam kisaran normal yang mendukung kelangsungan ekosistem lamun dan bentik invertebrata. Hasil tersebut menunjukkan ekosistem lamun dalam kondisi stabil dan berkolerasi positif bagi bentik invertebrata yang berasosiasi dengan ekosistem lamun.

Corporate Social Responsibility (CSR) Pada PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas

2025 · Book ·

PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field atau PEP Tarakan Field merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi sumber daya alam, yaitu minyak dan gas bumi di wilayah Kota Tarakan dan sekitarnya. Dengan demikian, PEP Tarakan Field berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan wajib melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan CSR ditinjau dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan bentuk CSR di PEP Tarakan Field. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan Perundang-Undangan dan Konseptual. Selanjutnya teknik pengumpulan sumber bahan hukum primer dan sekunder dengan cara penelitian lapangan, studi kepustakaan dan wawancara. Serta analisis bahan hukum yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif. Hasilnya adalah pengaturan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada ada umumnya. PEP Tarakan Field mengimplementasikan bentuk-bentuk CSR seperti Charity (Pemberian Bantuan), Infrastructure (Infrastruktur), Capacity Building (Peningkatan Kapasitas), dan Community Empowerment (Pemberdayaan Masyarakat).

Analisa Keandalan Sistem Distribusi Listrik pada PT. PLN (Persero) Rayon Nunukan dengan Metode Section Technique

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini membahas analisis keandalan sistem distribusi listrik pada PT. PLN (Persero) Rayon Nunukan menggunakan metode Section Technique. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keandalan sistem distribusi berdasarkan dua parameter utama, yaitu System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) dan System Average Interruption Duration Index (SAIDI), serta membandingkannya dengan standar keandalan yang telah ditetapkan oleh SPLN 68-2:1986. Metode Section Technique digunakan untuk membagi jaringan distribusi menjadi beberapa bagian (section) berdasarkan fuse cut out (FCO), sehingga memungkinkan identifikasi area yang memiliki tingkat gangguan tertinggi. Data yang digunakan meliputi jumlah pelanggan, panjang saluran, data gangguan tahunan, serta waktu perbaikan dari setiap section. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai SAIFI total sebesar 3,6661 kali/tahun dan SAIDI total sebesar 4,85 jam/tahun. Nilai SAIDI telah memenuhi standar SPLN 68-2:1986 sebesar 21 jam/tahun, sedangkan nilai SAIFI masih sedikit di atas standar 3,2 kali/tahun. Section 5 dan Section 11 tercatat sebagai area dengan nilai indeks gangguan tertinggi sehingga menjadi fokus utama perbaikan. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Section Technique efektif dalam mengevaluasi keandalan sistem distribusi dan membantu PT. PLN (Persero) Rayon Nunukan dalam menentukan prioritas pemeliharaan untuk meningkatkan keandalan jaringan serta kepuasan pelanggan.

Corporate Social Responsibility (CSR) Pada PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field Ditinjau Dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas

2025 · Thesis ·

PT. Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Zona 10 Tarakan Field atau PEP Tarakan Field merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melakukan kegiatan eksplorasi dan produksi sumber daya alam, yaitu minyak dan gas bumi di wilayah Kota Tarakan dan sekitarnya. Dengan demikian, PEP Tarakan Field berdasarkan Peraturan Perundang-Undangan wajib melaksanakan Corporate Social Responsibility (CSR). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaturan CSR ditinjau dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 Tentang Perseroan Terbatas dan bentuk CSR di PEP Tarakan Field. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan Perundang-Undangan dan Konseptual. Selanjutnya teknik pengumpulan sumber bahan hukum primer dan sekunder dengan cara penelitian lapangan, studi kepustakaan dan wawancara. Serta analisis bahan hukum yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif. Hasilnya adalah pengaturan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) menurut Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas adalah komitmen Perseroan untuk berperan serta dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang bermanfaat, baik bagi Perseroan sendiri, komunitas setempat, maupun masyarakat pada ada umumnya. PEP Tarakan Field mengimplementasikan bentuk-bentuk CSR seperti Charity (Pemberian Bantuan), Infrastructure (Infrastruktur), Capacity Building (Peningkatan Kapasitas), dan Community Empowerment (Pemberdayaan Masyarakat).

ANALISIS PEMAHAMAN DAN PENERIMAAN MASYARAKAT TAMBAK YANG BERDOMISILI DI KOTA TARAKAN TERHADAP KEGIATAN RESTORASI MANGROVE PROGRAM BRGM

2025 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Ekosistem mangrove di Indonesia rusak setelah kebakaran 2015. Kondisi ini memicu kebutuhan program pemulihan yang melibatkan masyarakat. Pemerintah membentuk BRGM sesuai Perpres 120 Tahun 2020 dengan target restorasi 1,2 juta hektar pada 2020 sampai 2024. Kalimantan Utara menjadi prioritas karena luas mangrove dan tingginya aktivitas tambak. Banyak tambak masih memakai cara konvensional sehingga kualitas tanah dan air menurun. Situasi ini menuntut pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap kegiatan restorasi agar program berjalan efektif dan memberi manfaat langsung bagi petambak. Penelitian ini menilai pemahaman dan penerimaan petambak di Kota Tarakan terhadap kegiatan restorasi mangrove oleh BRGM. Penelitian memakai pendekatan deskriptif kuantitatif dengan kuesioner skala Likert untuk 90 petambak. Analisis memakai deskriptif dan regresi linier sederhana untuk melihat pengaruh pendidikan, umur, dan keikutsertaan. Hasil menunjukkan pemahaman rendah dengan pengaruh 42 persen. Penerimaan rendah dengan pengaruh 26 persen. Pengaruh umur dan keikutsertaan kecil. Responden mengetahui manfaat mangrove, tetapi pemahaman teknis terbatas. Dukungan terhadap program ada, tetapi belum kuat. Hasil ini menunjukkan perlunya edukasi, pendampingan teknis, dan kolaborasi agar program berjalan efektif dan mendukung keberlanjutan tambak.

Studi Perbandingan Keterampilan Berbicara Antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka pada Siswa Kelas Sebelas SMAN 1 Malinau dan SMAN 3 Malinau

2025 · Book ·

This study aimed to determine the differences in students' speaking skills between the 2013 Curriculum and the Merdeka Curriculum among eleventh-grade students at SMAN 1 and SMAN 3 Malinau in the 2023/2024 academic year. A causal- comparative research design was employed with purposive sampling, involving students from SMAN 1 and 44 students from SMAN 3. Data were collected using the TOEIC Speaking Test and analyzed with SPSS version 26.0 through descriptive and inferential statistical procedures. As the data were not normally distributed, the Mann-Whitney U test was applied. The results showed no statistically significant difference between the two groups (U = 647.500, Z =-1.404, p= 0.160). The effect size was small (r = 0.157), indicating a small practical difference. Although students under the 2013 Curriculum (SMAN 1) achieved slightly higher mean score (M = 69.72) than those under the Merdeka Curriculum (SMAN 3) (M = 56.14), the difference was not statistically significant. These findings indicated that, despite a slight tendency for higher achievement under the 2013 Curriculum, both curricula produce relatively similar outcomes in students' speaking skills.

Pembuatan Biodiesel dari Minyak Jelantah dengan Cangkang Temberungun (Telescopium telescopium) sebagai Katalis

2025 · Book ·

Cangkang kerang temberungun (Telescopium telescopium) yang banyak ditemukan di Tarakan masih jarang dimanfaatkan, padahal berpotensi sebagai katalis ramah lingkungan dalam pembuatan biodiesel. Di sisi lain, minyak jelantah tidak hanya berdampak buruk bagi kesehatan, tetapi juga menimbulkan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengolah minyak jelantah menjadi biodiesel dengan memanfaatkan cangkang temberungun sebagai katalis heterogen berbasis kalsium karbonat (CaCO3). Katalis kemudian digunakan pada reaksi transesterifikasi minyak jelantah dan metanol dengan rasio 1:8 pada suhu 60°C selama 3 jam, serta variasi konsentrasi katalis 1%, 2%, dan 3% dari berat minyak. Karakterisasi biodiesel dilakukan berdasarkan rendemen, densitas, viskositas, bilangan asam, dan uji nyala. Hasil menunjukkan katalis 1% menghasilkan kinerja tertinggi dengan rendemen 11,3%, densitas 0,87 g/ml sesuai SNI (0,85–0,89 g/ml), serta nyala api biru stabil yang menandakan pembakaran sempurna. Namun, nilai viskositas biodiesel masih di bawah standar SNI.

Aktivitas Antibakteri dan Penelusuran Senyawa Aktif Ekstrak Gastropoda (Stramonita gradata) dari Kawasan Pantai Amal Kota Tarakan

2025 · Book ·

Indonesia memiliki wilayah pesisir yang kaya akan biodiversitas, termasuk gastropoda Stramonita gradata dari famili Muricidae yang berpotensi menghasilkan senyawa bioaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan senyawa aktif dan mengevaluasi aktivitas antibakteri ekstrak S. gradata dari kawasan Pantai Amal, Kota Tarakan. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% dengan rendemen 5,41%. Hasil uji fitokimia menunjukkan keberadaan alkaloid, steroid, dan fenol hidrokuinon secara konsisten, flavonoid hanya muncul pada sebagian ulangan, sedangkan saponin dan tanin tidak terdeteksi. Aktivitas antibakteri diuji terhadap Vibrio parahaemolyticus pada konsentrasi 10 mg/ml dan 20 mg/ml, dengan kontrol positif berupa ampisilin (12,5 mg) dan kontrol negatif berupa etanol (25 ml). Hasil pengujian memperlihatkan adanya zona hambat pada perlakuan ekstrak (0–5 mm), meskipun lebih kecil dan kurang konsisten dibandingkan kontrol positif, sedangkan kontrol negatif tidak menunjukkan daya hambat. Kesimpulannya, ekstrak S. gradata memiliki potensi sebagai sumber senyawa antibakteri alami, namun efektivitasnya masih rendah sehingga memerlukan penelitian lanjutan dengan variasi konsentrasi lebih luas, metode ekstraksi yang berbeda, serta uji in vivo untuk menilai keamanan dan efektivitasnya.

PENGARUH GREEN PRODUCT DAN GREEN ADVERTISING TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (STUDI KASUS PADA KONSUMEN TISSUE PASEO UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN)

2025 · Book ·

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Green Product, Green Advertising, terhadap Keputusan Pembelian pada Mahasiswa Universitas Borneo Tarakan Konsumen Tissue Passeo. Penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan dengan melakukan studi pada pengguna tissue paseo di universitas borneo tarakan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik non-probability sampling melalui metode purposive sampling. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah pengguna pengguna tissue paseo di universitas borneo Tarakan yang berjumlah 160 responden. Pengukuran dalam kuesioner ini menggunakan skala likert 5 sampai 1. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda dan uji t didukung dengan menggunakan bantuan aplikasi program SPSS. Hasil penelitian membuktikan bahwa variabel Green Product, Green Advertising, berpengaruh positif dan signifikan terhadap terhadap Keputusan Pembelian.