Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

8 hasil
Subjek: optimasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimasi Unit Commitment dengan Demand Side Flexibility untuk mengelola fluktuasi net load akibat integrasi PLTS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam sistem tenaga listrik menyebabkan perubahan profil net load akibat karakteristik daya keluaran PLTS yang fluktuatif dan intermiten. Kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan fleksibilitas dalam penjadwalan pembangkit, khususnya pada proses unit commitment. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan unit commitment dengan mengintegrasikan demand side flexibility (DSF) untuk mengelola fluktuasi net load akibat penetrasi PLTS. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan simulasi kuantitatif pada sistem IEEE 30 Bus selama periode operasi 24 jam. Model optimasi diformulasikan menggunakan metode Mixed Integer Linear Programming dan diimplementasikan pada perangkat lunak GAMS dengan mempertimbangkan biaya bahan bakar, biaya startup dan shutdown, batas minimum dan maksimum pembangkitan, serta ramp rate. Simulasi dilakukan pada kondisi dasar serta skenario penetrasi PLTS sebesar 10%, 20%, dan 50%, baik tanpa maupun dengan penerapan DSF. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan penetrasi PLTS tanpa DSF dari 10% hingga 50% menurunkan biaya operasi dari 12.615,312 $/24 jam menjadi 11013,55 $/24 jam. Penerapan PLTS 50% yang dikombinasikan dengan DSF memberikan hasil paling terendah. Kondisi tersebut menghasilkan penurunan biaya operasi sebesar 10.097,80 $/24 jam dan memberikan penurunan biaya operasi sebesar 2.517,512 $/24 jam atau 19,95% dibandingkan kondisi awal Unit Commitment tanpa DSF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan DSF mampu meningkatkan fleksibilitas operasi sistem, mengurangi kebutuhan pembangkitan konvensional, serta membantu mengelola perubahan net load akibat fluktuasi keluaran PLTS. Dengan demikian, integrasi DSF dalam optimasi Unit Commitment dapat menjadi strategi yang efektif untuk mendukung penetrasi energi surya secara lebih ekonomis dan andal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimasi Unit Commitment Generator dengan Mempertimbangkan Reserve Constraints Menggunakan Metode Mixed Integer Linear Programming (MILP)

2026•

Kebutuhan enegri listrik yang terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan perkembangan teknologi menuntut sistem tenaga listrik untuk beroperasi secara efsiensi, ekonomis, dan andal. Salah satu aspek penting dalam pengelolahan sistem tenaga listrik adalah penjadwalan unit pembangkit atau unit commitment, yaitu proses penentuan status operasi (ON/OFF) dan besaran daya keluaran optimasi dari setiap unit pembangkit selama periode perencanaan tertentu. Penelitian ini mengembangkan model optimasi unit commitment dengan mempertimbangkan Reserve constraints (Batasan Cadangan putar) guna menjaga keandalan sistem tenaga listrik saat terjadi peningkatan beban maupun gangguan mendadak. Metode yang digunakan adalah Mixed Integer Linear programming (MILP) yang diimplementasikan melalui perangkat lunak General Algebraic Modeling System (GAMS), dengan data sistem IEEE 30 Bus yang terdiri dari enam unit pembangkit termal sebagai model simulasi. Fungsi objektif yang diminimalkan mencakup biaya bahan bakar, biaya start-up dan biaya shut-down selama perencanaan 24 jam. Simulasi dilakukan pada empat skenario Reserve constraints, yaitu 10%, 20%, 30%, dan 40% dari total permintaan beban. Hasil simulasi menunjukan bahwa pada Reserve constraints 10%, hanya tiga generator (Gen 1, Gen 2, Gen 3) yang beroperasi sepanjang 24 jam dengan total biaya pembangkitan terendah sebesar $11.307,86. Pada Reserve constraints 20% generator 6 mulai aktif beroperasi pada jam-jam beban tinggi dengan total biaya sebesar $11.321,34. Pada Reserve constraints 30%, Generator 5 dan Generator 6 beroperasi lebih awal dan lebih lama untuk menjaga ketersediaan cadangan daya dengan total biaya sebesar $11.353,48. Pada Reserve constraints 40%, seluruh enam generator beroperasi secara bersamaan pada jam beban puncak (jam 17-20), dengan generator 4, 5, dan 6 beroperasi pada daya minimumnya, menghasilkan total biaya tertinggi sebesar $11.427,40. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi Reserve constraints yang ditetapkan, semakin banyak unit pembangkit yang harus diaktifkan, yang berdampak pada peningkatan total biaya operasional sistem.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Model Petri Net Produksi Batu Bara PT Lamindo Inter Multikon Bunyu

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENELITIAN INI BERTUJUAN UNTUK MEMODELKAN DAN MENGANALISIS SISTEM PRODUKSI BATU BARA DI PT LAMINDO INTER MULTIKON BUNYU MENGGUNAKAN PENDEKATAN PETRI NET. SISTEM PRODUKSI BATU BARA MERUPAKAN SISTEM YANG KOMPLEKS, MELIBATKAN BERBAGAI TAHAPAN PROSES SERTA INTERAKSI ANTARA OPERATOR, PERALATAN, DAN ALIRAN MATERIAL, SEHINGGA DIPERLUKAN SUATU METODE PEMODELAN YANG MAMPU MEREPRESENTASIKAN PROSES SISTEMATIS DAN TERSTRUKTUR PEMODELAN DAN SIMULASI INI DILAKUKAN MENGGUNAKAN PERANGKAT LUNAK PIPE V4.3.HASIL PENELITIAN INI MENUNJUKKAN BAHWA MODEL PETRI NET INI MAMPU MEMVISUALISASIKAN ALUR PROSES PRODUKSI MULAI DARI TAHAP PERSIAPAN AREA PENAMBANGAN , PENGANGKUTAN , PENIMBANGAN , PENGURAIAN, PENYIMPANAN HINGGA PENGIRIMAN BATU BARA. SELAIN ITU MODEL INI DAPAT DIGUNAKAN UNTUK MENGIDENTIFIKASI POTENSI KEMACETAN DAN MENYALAKAN KINERJA SISTEM PRODUKSI. DENGAN DEMIKIAN, PETRI NET TERBUKTI EFEKTIF SEBAGAI ALAT ANALISIS UNTUK MENDUKUNG OPTIMASI SISTEM PRODUKSI BATUBARA DI PT LAMINDO INTER MULTIKON BUNYU, KHUSUSNYA DALAM UPAYA MENINGKATKAN EFIENSI DAN PRODUKTIVITAS PROSES

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimasi operasi pump storage hydroelectricity pada sistem tenaga listrik

2025•

Saat ini, dengan meningkatnya kebutuhan energi global dan peningkatan kesadaran akan dampak negatif penggunaan bahan bakar fosil terhadap lingkungan, kebutuhan akan penyimpanan energi yang efisien dan ramah lingkungan semakin penting. Energy storage atau penyimpanan energi menjadi solusi yang banyak diteliti dan dikembangkan dalam upaya mengatasi masalah pasokan energi yang bervariabilitas. Optimasi operasi Pump Storage Hydroelectricity (PSH) menjadi penting untuk memaksimalkan efisiensi dari sistem ini. Terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan optimasi, seperti pengaturan beban sistem, manajemen waktu pengisian dan pengosongan waduk, serta efisiensi konversi energi. Dengan menggunakan model matematika dan algoritma yang tepat, proses pengaturan operasi dapat dioptimalkan sehingga penggunaan energi dapat ditingkatkan, biaya operasional dapat ditekan, dan respon sistem terhadap perubahan permintaan energi dapat dipercepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi sistem pembangkitan dengan integrasi Pumped Storage Hydroelectricity (PSH) mampu meminimalkan biaya pembangkitan. Pada sistem IEEE 10, total daya yang dihasilkan sebesar 13.655,47 MW dengan biaya pembangkitan sebesar US$ 428.382.050,14. Penggunaan PSH menghasilkan penghematan biaya sebesar US$ 6.351.348,75 (sekitar Rp104,51 miliar) dibandingkan sistem tanpa PSH. Dynamic Economic Dispatch (DED) sendiri merupakan metode pembagian beban ekonomis yang memperhitungkan perubahan beban secara real-time, menjadikannya peningkatan dari metode Economic Dispatch (ED) konvensional.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pemetaan dan Optimasi Path Loss 4G LTE di Wilayah Tarakan Tengah dengan Metode Particle Swarm Optimization (PSO)

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan akurasi prediksi path loss (PL) untuk jaringan 4G LTE di lingkungan perkotaan Tarakan, Indonesia. Tiga model propagasi konvensional (Okumura-Hatta, SUI, dan Ericsson 9999) dievaluasi menggunakan data drive test yang dikumpulkan di sepanjang Jalan Yos Sudarso dengan kecepatan 30 km/jam. Hasil drive test menunjukkan bahwa 62,94% kekuatan sinyal (RSRP) di lokasi penelitian tergolong sebagai kategori excellent. Namun, untuk kualitas sinyal (RSRQ), 51,78% berada pada kategori good. Klasifikasi jenis medan berdasarkan model propagasi konvensional menunjukkan bahwa model Okumura-Hatta mengklasifikasikan 77,78% area sebagai suburban, model SUI mengidentifikasi seluruh area sebagai terrain B, dan model Ericsson 9999 mengelompokkan seluruh area sebagai urban. Evaluasi awal menunjukkan nilai RMSE yang tinggi, yaitu 56,64 dB, 61,56 dB, dan 74,17 dB, yang secara signifikan melebihi ambang toleransi sebesar 8 dB. Untuk mengatasi hal ini, algoritma Particle Swarm Optimization (PSO) diterapkan dan menghasilkan peningkatan akurasi yang signifikan pada semua model. Di antara ketiganya, model Okumura-Hatta menunjukkan performa paling konsisten, dengan standar deviasi terendah (3,18 dB) dan 77,78% Cell ID mencapai RMSE ≤ 8 dB, menjadikannya model yang paling andal untuk digunakan di wilayah Tarakan Tengah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI PRODUKSI PRODUK LITTLE CRAB CRISPY DAN UDANG CRISPY DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING MENGGUNAKAN POM QM FOR WINDOWS (STUDI PADA UMKM MACK ATOEN)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK OPTIMASI PRODUKSI PRODUK LITTLE CRAB CRISPY DAN UDANG CRISPY DENGAN METODE GOAL PROGRAMMING MENGGUNAKAN POM QM FOR WINDOWS (STUDI PADA UMKM MACK ATOEN) Kharisma Shinta Devi Nurul Hidayat, S.E., M.Sc.,Ph.D Penelitian ini berfokus pada penggunaan metode goal programming berbasis QM for windows dalam melakukan perencanaan produksi pada UMKM. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui jumlah produk yang dihasilkan oleh UMKM Mack Atoen berdasarkan metode goal programming agar tercapainya keuntungan yang maksimal dan untuk mengetahui optimasi perencanaan produksi dengan menggunakan metode goal programming pada UMKM Mack Atoen. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kuantitatif dan teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, dokumentasi, dan studi pustaka pada UMKM Mack Atoen. Adapun hasil penelitian yang didapatkan bahwa untuk mencapai beberapa tujuan, UMKM Mack Atoen hendaknya memproduksi sesuai dengan kondisi optimalnya yaitu X1 sebanyak 198 kemasan dan X2 165 kemasan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Optimasi Produksi Agrowisata Petik Melon di Kota Tarakan

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Agrowisata didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan pedesaan yang berpartisipasi dalam kegiatan pertanian, mengeksplorasi budaya lokal, menikmati lanskap dan agro-keanekaragaman hayati, mengamati praktik pertanian organik dan konvensional, dan mencicipi buah dan sayuran tropis sedangkan optimasi adalah berusaha mendapatkan hasil terbaik dengan sumber daya yang terbatas. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisa faktor kendala terbatas Agrowisata petik melon untuk memaksimalkan pendapatan pada kondisi optimal dan Menganalisa kombinasi produksi yang dapat memberikan pendapatan maksimal yang diperoleh agrowisata petik melon pada kondisi optimal, tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat menampilkan suatu output yang memberikan informasi penting bagi petani mengenai kondisi aktual dan optimal Agrowisata Petik Melon di Kota Tarakan. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah responden yang digunakan sebanyak satu orang yaitu pemilik Agrowisata petik melon. Metode analisis yang digunakan yaitu analis linear programming dengan bantuan aplikasi lindo. Berdasarkan analisis dual price menunjukkan bahwa pada Agrowisata petik melon terdapat tiga faktor kendala terbatas yaitu kendala sumber daya lahan, tenaga kerja dan produksi, karena ketiga faktor kendala tersebut memiliki nilai slack/surplus sama dengan nol dan nilai dual price > 0. Analisis primal menunjukkan bahwa pada kondisi optimal, pendapatan yang diperoleh oleh Agrowisata petik melon masih dapat meningkat sebesar Rp.11.965.995. Analisis reduced cost menunjukkan pada kondisi optimal Agrowisata petik melon disarankan untuk memproduksi melon sebanyak 3.439 kg, semangka sebanyak 1.544 kg dan labu jepang sebanyak 1.916 kg.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

OPTIMASI WAKTU PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE JALUR KRITIS (CPM) Studi Kasus: Pemeliharaan Kantor UPTD Pelabuhan Tengkayu 1 Kota Tarakan

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pemeliharaan kantor UPTD Pelabuhan Tengkayu 1 Kota Tarakan menggunakan Kurva S dalam penjadwalan proyeknya sedangkan penelitian ini menggunakan metode jalur kritis CPM. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi pekerjaan yang masuk dalam jalur kritis serta percepatan durasi yang digunakan untuk memperoleh durasi yang optimal dan menguraikan perbandingan selisish durasi proyek yang mengalami percepatan. Untuk mengatasi masalah tersebut penulis menggunakan perhitungan manual dan bantuan Microsoft project dalam pengolahan datanya. Hasil penelitian menggunakan metode jalur kritis CPM alternatif diperoleh pekerjaan yang masuk dalam jalur kritis yaitu pekerjaan persiapan, pekerjaan penutup dinding dan lantai , pekerjaan sanitasi atau plumbing dan pekerjaan kusen, pintu, jendela. dari penelitian ini diperoleh optimasi waktu menggunakan jalur kritis CPM alternatif dengan sistem percepatan penambahan jam kerja lembur diperoleh durasi selama 99 hari selisih durasi 34 hari. Kata Kunci: Optimasi, Jalur kritis, Percepatan

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail