Abstrak
Agrowisata didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan pedesaan yang berpartisipasi dalam kegiatan pertanian, mengeksplorasi budaya lokal, menikmati lanskap dan agro-keanekaragaman hayati, mengamati praktik pertanian organik dan konvensional, dan mencicipi buah dan sayuran tropis sedangkan optimasi adalah berusaha mendapatkan hasil terbaik dengan sumber daya yang terbatas. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisa faktor kendala terbatas Agrowisata petik melon untuk memaksimalkan pendapatan pada kondisi optimal dan Menganalisa kombinasi produksi yang dapat memberikan pendapatan maksimal yang diperoleh agrowisata petik melon pada kondisi optimal, tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat menampilkan suatu output yang memberikan informasi penting bagi petani mengenai kondisi aktual dan optimal Agrowisata Petik Melon di Kota Tarakan. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan jumlah responden yang digunakan sebanyak satu orang yaitu pemilik Agrowisata petik melon. Metode analisis yang digunakan yaitu analis linear programming dengan bantuan aplikasi lindo. Berdasarkan analisis dual price menunjukkan bahwa pada Agrowisata petik melon terdapat tiga faktor kendala terbatas yaitu kendala sumber daya lahan, tenaga kerja dan produksi, karena ketiga faktor kendala tersebut memiliki nilai slack/surplus sama dengan nol dan nilai dual price > 0. Analisis primal menunjukkan bahwa pada kondisi optimal, pendapatan yang diperoleh oleh Agrowisata petik melon masih dapat meningkat sebesar Rp.11.965.995. Analisis reduced cost menunjukkan pada kondisi optimal Agrowisata petik melon disarankan untuk memproduksi melon sebanyak 3.439 kg, semangka sebanyak 1.544 kg dan labu jepang sebanyak 1.916 kg.