Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

3 hasil
Subjek: dynamic economic dispatch
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Dynamic Economic Dispatch Dengan Integrasi Photovoltaic (PV) dan Pump Storage Hydroelectricity (PSH)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan energi listrik yang terus meningkat menuntut sistem tenaga listrik yang efisien, andal, serta berkelanjutan. Salah satu pendekatan strategis untuk mencapai efisiensi tersebut adalah Dynamic Economic Dispatch (DED), yaitu optimasi pembagian beban pembangkitan listrik secara ekonomis berdasarkan perubahan beban dan kondisi sistem setiap waktu. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan DED dengan integrasi Photovoltaic (PV) dan Pump Storage Hydroelectricity (PSH) guna meminimalkan total biaya operasional dan emisi sistem tenaga listrik. Metode yang digunakan adalah pemodelan sistem IEEE 30-Bus menggunakan perangkat lunak GAMS dengan pendekatan Quadratic Programming (QP), dengan tiga skenario utama: sistem existing, sistem dengan integrasi PV, dan sistem dengan integrasi PV dan PSH. Hasil simulasi menunjukkan bahwa integrasi PV 50% mampu menurunkan biaya operasional sebesar $2.718,52 (17,16%) dan emisi sebesar 1.723,63 kg (20,70%) dibanding skenario existing. Penambahan PSH meningkatkan penghematan biaya menjadi $2.763,32 (17,44%) dan reduksi emisi menjadi 2.015,42 kg (24,20%), sekaligus menggeser pola charging dari dini hari ke siang hari (jam 10–15) mulai penetrasi 30% guna menyerap surplus PV. Dibandingkan skenario PV 50% tanpa PSH, konfigurasi PV 50% dengan PSH terbukti lebih hemat biaya operasional sebesar $44,81 (0,34%), dengan ramp-up tertinggi G1 sebesar 43,767 MW/jam masih dalam batas teknis 65 MW/jam. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan sistem tenaga listrik yang berkelanjutan dan menjadi referensi bagi penerapan teknologi energi hijau di Indonesia.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Dynamic Economic Dispatch dengan Integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Menggunakan Metode Quadratic Programming

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pertumbuhan kebutuhan energi listrik yang terus meningkat mendorong perlunya optimalisasi operasi sistem tenaga listrik melalui pendekatan Dynamic Economic Dispatch (DED). Integrasi pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) sebagai sumber energi terbarukan dinilai efektif dalam menekan biaya operasional dan emisi karbon. Ketidakpastian output daya dari energi angin menjadi tantangan dalam menjaga kestabilan sistem dan efisiensi penjadwalan pembangkit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh integrasi PLTB terhadap performa DED dengan menggunakan metode Quadratic Programming pada dua sistem yaitu IEEE 30 Bus dan sistem Jawa-Bali 500 kV. Metode ini diimplementasikan dalam perangkat lunak GAMS dengan memanfaatkan solver CONOPT untuk menyelesaikan masalah optimasi dengan mempertimbangkan batasan kapasitas, ramp rate, dan keseimbangan daya selama 24 jam. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada sistem IEEE 30 Bus, total daya optimal selama 24 jam tanpa integrasi PLTB sebesar 6.131,972 MW dengan total biaya operasional $20.328,85. Setelah integrasi PLTB, daya optimal menurun menjadi 4.039,708 MW dengan penurunan biaya menjadi $13.764,94. Pada sistem Jawa-Bali 500 kV, total beban tanpa PLTB sebesar 793.155,38 MW berkurang menjadi 377.295,48 MW setelah integrasi PLTB, dengan penurunan signifikan pada emisi dan biaya operasional. Hasil ini membuktikan bahwa integrasi PLTB dalam DED mampu meningkatkan efisiensi ekonomi dan keberlanjutan sistem tenaga listrik.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimasi operasi pump storage hydroelectricity pada sistem tenaga listrik

2025•

Saat ini, dengan meningkatnya kebutuhan energi global dan peningkatan kesadaran akan dampak negatif penggunaan bahan bakar fosil terhadap lingkungan, kebutuhan akan penyimpanan energi yang efisien dan ramah lingkungan semakin penting. Energy storage atau penyimpanan energi menjadi solusi yang banyak diteliti dan dikembangkan dalam upaya mengatasi masalah pasokan energi yang bervariabilitas. Optimasi operasi Pump Storage Hydroelectricity (PSH) menjadi penting untuk memaksimalkan efisiensi dari sistem ini. Terdapat beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan optimasi, seperti pengaturan beban sistem, manajemen waktu pengisian dan pengosongan waduk, serta efisiensi konversi energi. Dengan menggunakan model matematika dan algoritma yang tepat, proses pengaturan operasi dapat dioptimalkan sehingga penggunaan energi dapat ditingkatkan, biaya operasional dapat ditekan, dan respon sistem terhadap perubahan permintaan energi dapat dipercepat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi sistem pembangkitan dengan integrasi Pumped Storage Hydroelectricity (PSH) mampu meminimalkan biaya pembangkitan. Pada sistem IEEE 10, total daya yang dihasilkan sebesar 13.655,47 MW dengan biaya pembangkitan sebesar US$ 428.382.050,14. Penggunaan PSH menghasilkan penghematan biaya sebesar US$ 6.351.348,75 (sekitar Rp104,51 miliar) dibandingkan sistem tanpa PSH. Dynamic Economic Dispatch (DED) sendiri merupakan metode pembagian beban ekonomis yang memperhitungkan perubahan beban secara real-time, menjadikannya peningkatan dari metode Economic Dispatch (ED) konvensional.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail