ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menjelaskan pemasangan sistem listrik pada turbin angin berbentuk heliks untuk menghidupkan lampu jalan umum (PJU) di Kota Tarakan. Sistem ini terbuat dari turbin angin berbentuk heliks, generator berbasis DC dengan magnet permanen, Solar Charge Controller (SCC), baterai, inverter DC ke AC, serta lampu pencahayaan jalan umum. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan sistem kelistrikan tersebut dan memahami sifat-sifat tegangan, arus, serta daya yang dihasilkan oleh sistem tersebut. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan cara menguji di lapangan dan laboratorium. Pengujian di lapangan dilakukan di Jalan Mulawarman dan Jalan Aki Balak selama lima hari, sementara pengujian di laboratorium dilakukan untuk memahami sifat keluaran generator saat putarannya berubah. Parameter yang diukur mencakup kecepatan angin, putaran turbin, tegangan dan arus generator, kapasitas baterai, serta beban yang digunakan. Data hasil pengukuran diproses untuk mengetahui besar daya generator, daya DC di sisi baterai, daya semu AC di sisi beban, serta karakteristik tegangan keluaran inverter. Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata daya generator di Jalan Mulawarman adalah 0,0273 W, sedangkan di Jalan Aki Balak sebesar 0,0632 W. Daya DC rata-rata di sisi baterai adalah 58.3724 W dan 58.6865 W, sedangkan daya semu AC di sisi beban adalah 36.9147 VA dan 36.7168 VA. Tegangan keluaran dari inverter rata-rata adalah 215,71 V dan 214,68 V, dengan perbedaan terhadap tegangan standar 220 V masing-masing sebesar 1,95% dan 2,42%. Hasil uji menunjukkan sistem sudah bisa dioperasikan dan menghasilkan output AC pada beban PJU, meskipun daya generator masih tergolong kecil dibandingkan kapasitas beban nominal 300 W.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Peningkatan kebutuhan listrik mendorong pemanfaatan energi terbarukan,
salah satunya energi angin. Penelitian ini bertujuan merancang, membuat, dan
menguji prototipe turbin angin heliks sumbu vertikal sebagai energi alternatif
Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah
rancang bangun eksperimental yang mencakup perancangan mekanik-kelistrikan,
pembuatan prototipe, serta pengujian lapangan (Jalan Mulawarman dan Jalan Aki
Balak) dan laboratorium. Hasil pengujian menunjukkan bahwa di Jalan
Mulawarman (kecepatan angin rata-rata 2,17 m/s) dihasilkan putaran 108,91 rpm
dan daya rata-rata 0,01 W. Sementara di Jalan Aki Balak (kecepatan angin rata-rata
2,44 m/s) dihasilkan putaran 150,73 rpm, daya rata-rata 0,0238 W, dan daya puncak
0,0595 W. Pada pengujian laboratorium, daya tertinggi yang terukur adalah 0,1265
W pada kecepatan angin 4,6 m/s. Prototipe ini terbukti mampu mengonversi energi
angin menjadi listrik, namun daya keluarannya belum memadai untuk menyuplai
PJU secara mandiri. Pengembangan selanjutnya memerlukan optimasi pada rotor,
transmisi, generator, pengontrol pengisian, serta integrasi hibrida angin-surya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kebutuhan Energi Listrik yang terus meningkat mendorong pemanfaatan energi terbarukan sebagai alternatif terhadap energi fosil. Salah satu sumber energi terbarukan yang dapat dikembangkan adalah energi angin melalui turbin angin sumbu vertikal yang mampu bekerja pada kecepatan angin rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja turbin angin sumbu vertikal tipe Savonius heliks berdasarkan variasi kecepatan angin dan beban listrik dengan parameter RPM, tegangan, arus, daya generator, efisiensi, tip speed ratio (TSR), dan kondisi baterai. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen pada tiga lokasi, yaitu Laboratorium Fakultas Teknik selama 1 hari, Jalan Mulawarman selama 5 hari, dan Jalan Aki Balak selama 5 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kecepatan angin secara umum meningkatkan putaran turbin dan daya yang tersedia, tetapi tidak selalu meningkatkan daya generator dan efisiensi secara linier karena dipengaruhi oleh pembebanan dan kondisi aliran angin. Pada pengujian laboratorium, kecepatan angin berada pada rentang 1,7–4,6 m/s dengan daya angin mencapai 35,8 W. Efisiensi maksimum berbeban sebesar 0,336%, sedangkan tanpa beban sebesar 0,477%. Pada Jalan Aki Balak, kecepatan angin mencapai 10,9 m/s dengan daya generator sebesar 10,824 W akibat pengaruh aktivitas penerbangan. Sistem penyimpanan menggunakan baterai 12 V 50 Ah dengan kapasitas nominal 600 Wh dan energi yang dapat digunakan sebesar 480 Wh berdasarkan DOD 80%. Pada salah satu pengujian Jalan Mulawarman, energi beban selama pukul 18.00–23.00 sebesar 347,36 Wh. Secara keseluruhan, kinerja turbin dipengaruhi oleh kecepatan angin, pembebanan, dan kondisi lingkungan pengujian.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) adalah sistem pembangkit listrik berkapasitas kecil yang memanfaatkan energi air sebagai sumber penggerak, terdapat tiga komponen utama, yakni air sebagai penghasil energi kinetik, turbin, dan generator. Turbin merupakan bagian yang memilik peran utama dalam mengubah energi mekanik menjadi energi listrik. Adapun hasil karakteristik aliran fluida nozzle ganda pada turbin pelton untuk nilai tekanan total dalam pascal yang didapat yaitu, pada bukaan valve 25% nilai tekanan totalnya sebesar 205.517,012 Pa, 50% nilai tekanan totalnya sebesar 226.817,128 Pa, 75% nilai tekanan totalnya sebesar 241.030,578 Pa dan 100% nilai tekanan totalnya sebesar 248.301,674 Pa. Besarnya nilai tekanan total dipengaruhi oleh bukaan valve pada Input Nozzel di mana semakin besar bukaan valve maka nilai debit, kecepatan dan tekanan total akan semakin besar. Hasil perhitungan efisiensi pada turbin pelton didapatkan hasil sebagai berikut, pada bukaan valve 25% nilai efisiensinya sebesar 13%, 50% nilai efisiensinya sebesar 48%, 75% nilai efisiensinya sebesar 65% dan 100% nilai efisiensinya sebesar 73%. Berdasarkan hasil perhitungan nilai efisiensi turbin di peroleh nilai tertinggi pada bukaan valve 100% yaitu 73%. Adapun nilai efisiensi turbin ini di pengaruhi oleh besarnya nilai daya generator (output) di bagi dengan daya hidrolisis Inputnya dan dikalikan dengan 100%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan daya output dan efisiensi pada prototype turbin Pelton skala laboratorium di Universitas Borneo Tarakan. Masalah utama pada sistem sebelumnya adalah penggunaan transmisi sabuk (V-belt) dan puly yang menyebabkan kerugian mekanis tinggi akibat slip dan efisiensi rendah. Maka dengan ini dilakukan perancangan ulang sistem transmisi menggunakan sproket dan rantai. Hasil penelitian menghasilkan spesifikasi sproket kecil dengan jumlah mata 23 mata, sproket besar 32 mata, dan rantai nomor 35 tipe rangkaian tunggal. Pengujian dilakukan menggunakan beban lampu 5 watt untuk mengukur parameter elektrik dan putaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggantian ke transmisi sproket dan rantai secara efektif meminimalisir kehilangan daya. Parameter output mengalami peningkatan signifikan: arus listrik meningkat dari 22,26 mA menjadi 40,22 mA, dan daya output yang dihasilkan naik lebih dari dua kali lipat, dari 0,314 Watt menjadi 0,670 Watt. Selain itu, efisiensi sistem meningkat sebesar 11% dengan hasil akhir mencapai 21,47%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Provinsi Kalimantan Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) karena banyaknya sungai yang dapat dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi bentuk sudu pipa elbow 90° terhadap kinerja turbin Pelton skala mikro hidro. Metode eksperimen digunakan untuk mengetahui hubungan sebab-akibat antara faktor-faktor yang berkaitan. Variasi bentuk sudu yang digunakan adalah sudu satu rangkap dan sudu dua rangkap dari pipa elbow 90° berdiameter ¾ inci. Pengujian dilakukan dengan variasi diameter nosel 4 mm, 6 mm dan 7 mm, dan nosel 4 mm dipilih karena menghasilkan daya generator dan efisiensi sistem terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa turbin Pelton dengan sudu dua rangkap menghasilkan daya output generator tertinggi yakni 0,834 W pada putaran turbin dan generator masing-masing 2609 Rpm dan 1769 Rpm, serta efisiensi sistem sebesar 5%. Sebaliknya, turbin Pelton dengan sudu satu rangkap menghasilkan daya output generator terendah yakni 0,407 W pada putaran turbin dan generator masing-masing 1838 Rpm dan 1617 Rpm, serta efisiensi sistem terendah 3%. Peningkatan kinerja turbin dengan sudu dua rangkap disebabkan oleh pembagian aliran air yang lebih optimal, sehingga energi air dari nosel dapat diserap secara maksimal oleh sudu. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa bentuk sudu turbin sangat mempengaruhi kinerja turbin Pelton, dan sudu dua rangkap terbukti lebih efisien dibandingkan sudu satu rangkap. Meskipun demikian, efisiensi sistem masih perlu ditingkatkan dengan menggunakan spesifikasi generator DC yang lebih besar atau menambahkan alat DC Boost Converter.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Indonesia has abundant renewable natural resources, including water energy. However, due to limited human resources to manage energy effectively, this potential is still underutilized. The potential of low-head water energy needs to be developed for use in power generation. Low-head water energy can be converted using specialized water turbines, one of which is the Archimedes screw turbine. This study aims to evaluate the performance of a Micro Hydro Power Plant (PLTMH) using an Archimedes Screw turbine through modifications to the transmission system, including the power and efficiency of the modified PLTMH Archimedes Screw turbine. The experimental method was employed, designing a transmission system with a ratio of 1.83:1, a driving pulley diameter (D1) of 50.8 mm, and a driven pulley diameter (D2) of 93.25 mm The results from the calculations and research showed a hydraulic power of 43.81 watts, the highest output power produced by the generator was 0.46652 watts, and the efficiency of the PLTMH Archimedes Screw turbine was 0.010%
Keywords. Design, Pulley, Transmission System, Archimedes Screw Turbine
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•
Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) merupakan salah satu solusi pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan, terutama bagi daerah dengan keterbatasan akses listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi debit aliran terhadap performa PLTMH dengan menggunakan Turbin Archimedes Screw. Parameter utama yang diteliti meliputi daya hidrolis, daya generator, serta efisiensi sistem. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan melakukan pengujian pada variasi debit aliran sebesar 0,0033 m³/s, 0,0042 m³/s, dan 0,0056 m³/s. Data yang dikumpulkan meliputi tegangan listrik, arus listrik, serta putaran turbin. Perhitungan daya hidrolis dilakukan dengan mempertimbangkan berat jenis air, percepatan gravitasi, dan tinggi jatuh air (head). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya hidrolis tertinggi diperoleh pada debit 0,0056 m³/s dengan nilai 43,81 Watt. Sementara itu, daya generator tertinggi tercatat sebesar 1,33 Watt pada debit yang sama. Efisiensi maksimum sistem tercatat pada debit 0,0033 m³/s dengan nilai 0,043%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun debit air yang lebih besar dapat menghasilkan daya yang lebih tinggi, efisiensi sistem menurun akibat peningkatan hambatan dan kehilangan energi pada mekanisme turbin. Hasil penelitian ini memberikan gambaran mengenai performa Turbin Archimedes Screw dalam skala mikrohidro serta dapat dijadikan referensi dalam pengembangan sistem energi terbarukan yang lebih efisien di masa depan.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini menggunakan percobaan eksperimental yang membahas pengaruh variasi diameter nozzle terhadap karakteristik aliran fluida pada turbin Pelton. Diameter nozzle merupakan salah satu parameter penting yang memengaruhi kecepatan, tekanan, dan efisiensi aliran fluida dalam sistem turbin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perubahan ukuran nozzle mempengaruhi kinerja turbin, khususnya pada kecepatan dan tekanan aliran dan efisiensi energi yang dihasilkan, serta dampak yang akan terjadi pada turbin pelton. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara diameter nozzle dengan karakteristik aliran fluida dan efisiensi, pada nozzle berdiameter 4 mm, kecepatan air mencapai 14,3 m/s, dengan tekanan sebesar 165474 Pa, namun efisiensi turbin hanya sebesar 2%. Diameter nozzle 6 mm menghasilkan kecepatan 7,43 m/s dan tekanan 96526,6 Pa, dengan efisiensi meningkat menjadi 5,2%. Sementara itu, nozzle 7 mm menunjukkan kecepatan 5,46 m/s dan tekanan 75842,3 Pa, dengan efisiensi tertinggi sebesar 9,5%. Hasil ini menunjukkan bahwa nozzle dengan diameter lebih besar mampu meningkatkan efisiensi turbin karena debit air yang lebih tinggi memungkinkan transfer energi yang lebih optimal ke sudu turbin. Meskipun nozzle kecil menghasilkan kecepatan dan tekanan yang lebih tinggi, efisiensinya lebih rendah karena dipengaruhi debit aliran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun nozzle kecil menghasilkan kecepatan dan tekanan yang lebih tinggi, efisiensi turbin lebih rendah dibandingkan nozzle berdiameter besar diameter nozzle 7 mm memberikan persentase efisiensi terbaik, yaitu 9,5%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini berfokus pada pengaruh variasi lampu sebagai beban terhadap kinerja Turbin Pelton yang meliputi daya, torsi, putaran generator dan putaran turbin, serta efisiensi yang dihasilkan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pengujian variasi beban menggunakan lampu LED daya 3 watt, 5 watt dan 7 watt. Hasil penelitian ini disajikan dalam bentuk grafik, kemudian dibandingkan sehingga akan terlihat pengaruh variasi beban kerja terhadap turbin pelton. Dari pengujian yang telah dilakukan dan mendapatkan hasil putaran turbin tertinggi sebesar 1917,1 rpm dicapai pada beban 7 watt, sementara putaran terendah sebesar 1156,9 rpm pada beban 3 watt. Sedangkan putaran generator menunjukkan putaran tertinggi 1858,8 rpm pada beban 7 watt dan terendah 122,2 rpm pada beban 3 watt. Daya listrik generator mencapai nilai tertinggi 0,314 watt pada beban 5 watt, sedangkan efisiensi tertinggi sebesar 10,29% juga dicapai pada beban 5 watt. Dengan demikian semakin besar beban kerja yang diberikan maka putaran yang dihasilkan semakin tinggi, tegangan semakin berkurang, dan daya yang dibutuhkan juga semakin besar. Kata Kunci: Daya Listrik, Efisiensi, PLTM, Turbin Pelton, Variasi Beban
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Energi baru terbarukan merupakan energi yang ramah lingkungan karena memanfaatkan sumber energi rendah emisi seperti matahari, air, dan bayu. Energi baru terbarukan yang bersumber dari air dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan sistem pembangkit daya turbin air seperti turbin pelton. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun dan menguji sistem pembangkit daya listrik turbin pelton skala laboratorium. Metode yang digunakan adalah metode analitis untuk merancang sistem pembangkit daya dan metode eksperimen pengujian beban untuk mengetahui efisiensi dari sistem pembangkit daya tersebut. Sistem pembangkit daya turbin pelton yang telah dirancang bangun memiliki dimensi panjang rangka sekitar 1200 mm, lebar 800 mm, tinggi 900 mm, dan sudu dengan jumlah 18 buah. Poros turbin berdiameter sekitar 20 mm dengan panjang sekitar 700 mm, dan ukuran runner turbin sekitar 300 mm. Hasil pengujian turbin pelton dengan beban lampu 5 Watt menunjukkan besar tegangan konsumsi beban sekitar 14,77 Volt besar arus sekitar 0,02126 Ampere. Sementara putaran yang dihasilkan oleh turbin dan generator sekitar 1838,1 dan 1617,5 rpm, masing-masing. Efisiensi sistem peDmbangkit daya turbin pelton mencapai 10,29%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Energi listrik merupakan energi yang sangat dibutuhkan oleh semua orang sampai saat ini. Energi listrik dapat diperoleh dengan memanfaatkan energi angin yang menggunakan bantuan turbin. Turbin dibagi menjadi dua yaitu turbin sumbu horizontal dan turbin sumbu veritkal, turbin yang digunakan pada penelitian ini merupakan turbin sumbu vertikal jenis turbin savonius. Turbin savonius dapat bekerja pada kecepatan angin yang rendah sehingga sangat berguna untuk penelitian ini yang menggunakan variasi angin dari 2,5 m/s, 3 m/s, 4 m/s, 4,5 m/s dan 5 m/s. Adapun tahapan pada penelitian ini adalah menentukan nilai RPM, tegangan listrik dan arus listrik Dimana dalam perhitungan menggunakan rumus yang berkaitan dengan performa dari turbin savonius, yaiutu nilai daya angin (Pw), daya mekanik atau generator (Pm) dan koefisien daya. kecepatan angin 5 m/s pada turbin savonius L dua sudu didapatkan nilai dari daya angin 6,437 Watt, nilai daya mekanik 0,0253 Watt dan koefisien daya 0,0039 sedangkan untuk turbin savonius L tiga sudu nilai daya angin yang didapat 6,437 Watt, nilai daya mekanik 0,0342 Watt dan koefisien daya 0,0053.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu langkah mengurangi konsumsi energi BBM adalah pemanfaatan teknologi pada energi terbarukan. Mikrohidro adalah salah satu sumber energi terbarukan yang energinya dimanfaatkan untuk memutar turbin yang terhubung dengan generator hingga menghasilkan energi listrik. Penelitian ini memfokuskan pada pengaruh variasi beban kerja sebagai beban terhadap kinerja turbin archimedes screw yang meliputi daya, putaran dan efisiensi yang telah dihasilkan dari penelitian. Beban kerja yang digunakan pada penelitian ini adalah tiga buah beban yang terdiri dari dua buah lampu dengan variasi 0,3 Watt, 0,6 Watt, dan satu buah resistor 10 ohm. Dari pengujian yang telah pada tiga beban berturut-turut tersebut diperoleh putaran pada turbin yakni 359,1 rpm, 324,5 rpm, dan 271,6 rpm. Dari pengujian tersebut pula pengujian diperoleh daya luaran generator secara berturut-turut yakni 0,252 Watt, 0,278 Watt dan 0,387 Watt. Berdasarkan hal ini pula diperoleh bahwa efisiensinya secara berturut-turut yakni 0,007%, 0,0084% dan 0,0117%. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pengaruh dari variasi beban kerja mempengaruhi putaran poros dan torsi sehingga berdampak pada efisiensi turbin archimedes screw.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Pada tahun 2006 kementrian ESDM menyampaikan bahwa penyimpanan cadangan energi konvensional akan mengalami penurunan dalam kurung waktu tidak lama lagi, oleh karena itu kementrian ESDM mengeluarkan pedoman untuk pembangkit tenaga listrik dengan skala kecil yang melalui kepmen ESDM No. 112K/30/MEM/2022 untuk meningkatkan manfaat dari energi terbarukan. Salah satu jenis energi terbarukan ialah pemanfaatan energi air yang diubah menjadi energi listrik. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan pembuatan suatu alat jenis energi terbarukan dengan skala kecil yang biasa disebut turbin archimedes screw. Kinerja dari archimedes screw dipengaruhi oleh beberapa parameter yang terkait salah satunya kemiringan dari turbin yang divariasikan. Tujuan dalam penelitian ini ialah mengetahui performa turbin archimedes screw dengan kemiringan 15°, 25° dan 35°. Selanjutnya, data hasil pengujian didapatkan dengan metode eksperimen. Metode yang dilakukan adalah pengujian dan pengamatan secara langsung dari pengaruh sudut kemiringan terhadap efisiensi turbin. Berdasarkan data yang didapatkan nilai efisiensi turbin atau performa turbin pada kemiringan 15° sebesar 0,048 %, kemiringan 25° sebesar 0,050 % sedangakan yang tertinggi dihasilkan pada sudut 35° sebesar 0,051 % karna pada kemiringan 35° air mendorong screw sangat baik sehingga putaran yang didapatkan lebih maksimal daripada kemiringan sudut lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Indonesia adalah negara yang mempunyai wilayah yang kaya dengan sumber daya alam, diantaranya adalah air. Dengan adanya kekayaan alam tersebut maka sampai sekarang sudah banyak yang memanfaatkan air sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). PLTA merupakan pembangkit yang memanfaatkan energi potensial dan kinetik melalui air agar menghasilkan energi listrik. Penelitian ini bertujuan mengetahui turbin archimedes screw, mendapatkan hasil pengujian efisiensi turbin archimedes screw skala laboratorium. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang dilaksanakan di Laboratorium Konversi Jurusan Teknik Universitas Borneo Tarakan, Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara. Turbin archimedes screw dengan ukuran panjang rangka 120 cm, lebar 110 cm, tinggi 140 cm, menggunakan mesin pompa hisap untuk menghisap air dengan daya 5,5 HP dan menggunakan screw dengan jumlah 8 ulir, poros turbin memiliki diameter poros 10 mm dengan panjang 1 m, jarak antara ulir 12 cm dan diameter dalam ulir 2,54 cm diameter luar 20 cm. Nilai efisiensi turbin atau performa turbin yang tertinggi adalah pada sudut 35° yaitu 0,051% karena pada kemiringan 35° air mendorong screw sangat baik sehingga putaran yang didapatkan lebih maksimal daripada kemiringan sudut 15°, dan 25°.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Turbin angin Savonius memiliki desain yang sederhana sehingga biaya investasinya lebih murah. Selain itu, turbin angin Savonius juga dapat beroperasi pada kecepatan angin yang rendah di mana pada kecepatan angin 2,7 m/s atau 10 km/jam (6m.p.h) maka turbin angin Savonius sudah dapat berputar dan menghasilkan energi listrik. Energi angin sendiri merupakan energi yang berasal dari pergerakan massa udara yang bergerak dari suatu daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum sehingga massa udara yang bergerak ini disebut sebagai energi kinetik karena memiliki kecepatan gerak sehingga menjadi input daya turbin pada angin tak lain berasal dari energi kinetik angin. Pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan turbin savonius tiga sudu dengan perubahan bentuk sudu dengan lima variasi kecepatan angin, yaitu 2m/s 3,5m/s 4m/s 4,5m/s 5m/s. Daya yang dihasilkan dari beberapa variasi kecepatan angin yang di gunakan beserta beberapa percobaan, dimana daya angin tertinggi dihasilkan oleh variasi angin 5 m/s yang dimana didapatkan daya 1,312 watt, dan daya angin terendah pada variasi angin 2,5 m/s yang dimana daya yang didapatkan 0,283 watt.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
.Energi angin yang berlimpah merupakan sumber energi terbarukan yang dapat
dimanfaatkan. Perkembangan energi angin banyak diteliti dengan memanfaatkan
turbin savonius. Pada penelitian ini memanfaatkan daya yang dihasilkan dari
turbin savonius, penelitian dilakukan dengan menggunakan turbin savonius dua
sudu dan tiga sudu dengan jumlah sudu yang berbeda dengan lima variasi
kecepatan angin, yaitu 2,m/s 3,5m/s 4m/s 4,5m/s 5m/s Pengujian variasi
kecepatan angin dilakukan untuk mengamati daya yang dihasilkan daya paling
baik dihasilkan pada variasi kecepatan 5m/s untuk turbin savonius dua sudu dan
tiga sudu. Pada turbin dua sudu daya yang dihasilkan adalah 0,0219 watt,
sedangkan pada turbin savonius tiga sudu dihasilkan daya 0,029 watt. Adapun
efesiensi turbin savonius dari pengujian didapatkan efesiensi tertinggi pada turbin
savonius dua sudu sebesar 39%. Turbin savonius tiga sudu memiliki efesiensi
yang lebih rendah dari turbin savonius dua sudu yaitu 29%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Along with technological advances and an increase in population, the need for electrical energy will also increase. As a result the electrical load will also increase. With an increase in electricity load, the supply of electricity to consumers is also affected. As a result, if the electricity supply increases, the output power issued by the generator will also increase. One of the efforts to increase the supply of electrical energy is to utilize wind energy using a Squirrel-Cage Induction Generator (SCIG). The Squirrel-Cage Induction Generator (SCIG) produces active power but requires reactive power to produce the excitation current. Number of poles 2 or 3, synchronous speed 1000 to 1500 rpm, and requires a three-stage gearbox. The problem with the generator is that the power it produces is less than optimal. One of the efforts to produce optimal electrical power is using MPPT (Maximum Power Point Tracking). The control used in this study was the PI control. The PI method is a method that is often used in control systems. In the results of the simulation experiments conducted, it was found that using MPPT PI is better than not using MPPT PI. The greatest power is generated when the wind speed is 8 m/s with a power of 3357 Watt.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian terhadap energi tebarukan merupakan focus dunia saat ini akibat energi fossil yang sudah hampir habis. Salah satu yang dapat digunakan saat ini adalah energi angin. Indonesia merupakan negara yang kecepatan angin nya rendah yaitu kisaran 3-5 m/s. Oleh karena itu pada perancangan turbin angin yang digunakan adalah tipe vertikal karena lebih cocok untuk kecepatan angin rendah dan dapat menangkap angin dari segala arah. Jumlah lilitan yang digunakan pada penelitian ini sebanyak 300 lilitan dan jumlah coil yang digunakan sebanyak 18 buah. Magnet yang digunakan adalah magnet neodymium sebanyak 32 buah. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan tenaga angin sebagai alternatif panen energi listrik berdaya rendah. Turbin angin hasil perancangan ini diujicoba melalui kecepatan motor dari 500 rpm hingga 2000 rpm. Dari berbagai uji kecepatan motor ini dapat dilihat bahwa turbin angin hasil penelitian ini dapat digunakan untuk kecepatan putar sebesar 2000 rpm dengan stabil. Pengujian turbin angin dilakukan pada 3 kecepatan angin yaitu 3.3 m/s, 4.3 m/s dan 5.7 m/s. Dari hasil pengujian turbin angin pada 3 kecepatan tersebut diperoleh daya keluaran turbin berturut-turut sebagai berikut yaitu 160.919 mW, 234.740 mW dan 378.397 mW. Pada penelitian ini juga digunakan modul penguat arus sehingga arus keluaran yang dihasilkan turbin dapat dinaikkan menjadi lebih besar. Hal ini bertujuan untuk mempercepat waktu pengisian baterai. Baterai yang digunakan memiliki kapasitas 3000 mAh. Dengan penambahan modul penguat arus maka daya yang dihasilkan turbin juga meningkat menjadi 846.12 mW. Proses pengisian baterai dilakukan selama 6 jam dengan pengukuran tegangan dan arus dilakukan setiap jam. Dari percobaan pengisian baterai selama 6 jam dapat diperoleh bahwa turbin angin dapat menghasilkan tegangan dan arus secara stabil. Hasil dari penelitian menunjukkan perbaikan konstruksi tubin angin dan penambahan modul penguat arus dapat mempecepat waktu pengisian sebesar 4.26 kali.