Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

5 hasil
Subjek: Pembangkit Listrik
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Penggunaan Turbin Angin Heliks Vertical Sebagai Sumber Energi Alternatif PJU (Penerangan Jalan Umum) Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Peningkatan kebutuhan listrik mendorong pemanfaatan energi terbarukan, salah satunya energi angin. Penelitian ini bertujuan merancang, membuat, dan menguji prototipe turbin angin heliks sumbu vertikal sebagai energi alternatif Penerangan Jalan Umum (PJU) di Kota Tarakan. Metode yang digunakan adalah rancang bangun eksperimental yang mencakup perancangan mekanik-kelistrikan, pembuatan prototipe, serta pengujian lapangan (Jalan Mulawarman dan Jalan Aki Balak) dan laboratorium. Hasil pengujian menunjukkan bahwa di Jalan Mulawarman (kecepatan angin rata-rata 2,17 m/s) dihasilkan putaran 108,91 rpm dan daya rata-rata 0,01 W. Sementara di Jalan Aki Balak (kecepatan angin rata-rata 2,44 m/s) dihasilkan putaran 150,73 rpm, daya rata-rata 0,0238 W, dan daya puncak 0,0595 W. Pada pengujian laboratorium, daya tertinggi yang terukur adalah 0,1265 W pada kecepatan angin 4,6 m/s. Prototipe ini terbukti mampu mengonversi energi angin menjadi listrik, namun daya keluarannya belum memadai untuk menyuplai PJU secara mandiri. Pengembangan selanjutnya memerlukan optimasi pada rotor, transmisi, generator, pengontrol pengisian, serta integrasi hibrida angin-surya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Optimasi Unit Commitment dengan Demand Side Flexibility untuk mengelola fluktuasi net load akibat integrasi PLTS

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ke dalam sistem tenaga listrik menyebabkan perubahan profil net load akibat karakteristik daya keluaran PLTS yang fluktuatif dan intermiten. Kondisi tersebut meningkatkan kebutuhan fleksibilitas dalam penjadwalan pembangkit, khususnya pada proses unit commitment. Penelitian ini bertujuan mengoptimalkan unit commitment dengan mengintegrasikan demand side flexibility (DSF) untuk mengelola fluktuasi net load akibat penetrasi PLTS. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan simulasi kuantitatif pada sistem IEEE 30 Bus selama periode operasi 24 jam. Model optimasi diformulasikan menggunakan metode Mixed Integer Linear Programming dan diimplementasikan pada perangkat lunak GAMS dengan mempertimbangkan biaya bahan bakar, biaya startup dan shutdown, batas minimum dan maksimum pembangkitan, serta ramp rate. Simulasi dilakukan pada kondisi dasar serta skenario penetrasi PLTS sebesar 10%, 20%, dan 50%, baik tanpa maupun dengan penerapan DSF. Hasil simulasi menunjukkan bahwa peningkatan penetrasi PLTS tanpa DSF dari 10% hingga 50% menurunkan biaya operasi dari 12.615,312 $/24 jam menjadi 11013,55 $/24 jam. Penerapan PLTS 50% yang dikombinasikan dengan DSF memberikan hasil paling terendah. Kondisi tersebut menghasilkan penurunan biaya operasi sebesar 10.097,80 $/24 jam dan memberikan penurunan biaya operasi sebesar 2.517,512 $/24 jam atau 19,95% dibandingkan kondisi awal Unit Commitment tanpa DSF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan DSF mampu meningkatkan fleksibilitas operasi sistem, mengurangi kebutuhan pembangkitan konvensional, serta membantu mengelola perubahan net load akibat fluktuasi keluaran PLTS. Dengan demikian, integrasi DSF dalam optimasi Unit Commitment dapat menjadi strategi yang efektif untuk mendukung penetrasi energi surya secara lebih ekonomis dan andal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Sistem Pembangkit Listrik Turbin Pelton Skala Laboratorium

2024•

Energi baru terbarukan merupakan energi yang ramah lingkungan karena memanfaatkan sumber energi rendah emisi seperti matahari, air, dan bayu. Energi baru terbarukan yang bersumber dari air dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan sistem pembangkit daya turbin air seperti turbin pelton. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun dan menguji sistem pembangkit daya listrik turbin pelton skala laboratorium. Metode yang digunakan adalah metode analitis untuk merancang sistem pembangkit daya dan metode eksperimen pengujian beban untuk mengetahui efisiensi dari sistem pembangkit daya tersebut. Sistem pembangkit daya turbin pelton yang telah dirancang bangun memiliki dimensi panjang rangka sekitar 1200 mm, lebar 800 mm, tinggi 900 mm, dan sudu dengan jumlah 18 buah. Poros turbin berdiameter sekitar 20 mm dengan panjang sekitar 700 mm, dan ukuran runner turbin sekitar 300 mm. Hasil pengujian turbin pelton dengan beban lampu 5 Watt menunjukkan besar tegangan konsumsi beban sekitar 14,77 Volt besar arus sekitar 0,02126 Ampere. Sementara putaran yang dihasilkan oleh turbin dan generator sekitar 1838,1 dan 1617,5 rpm, masing-masing. Efisiensi sistem peDmbangkit daya turbin pelton mencapai 10,29%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Desain PLTSA Menggunakan Software PVSyst di Gedung Laboratorium Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kebutuhan energi yang ada saat ini, Sebagian besar terpenuhi oleh energi bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara dan gas alam.Namun persediaan energi yang ada saat ini semakin berkurang Indonesia memiliki semua potensi energi terbarukan, seperti matahari, air, angin, panas bumi dan bioenergi. PLTS Atap merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kebutuhan energi Listrik yang semakin meningkat. Desain PLTS Atap di Gedung Laboratorium Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan energi Listrik. Hasil Analisa diperoleh jumlah panel yang digunakan sebanyak 675 unit dan 5 unit inverter dengan sudut putar 12°C dan azimuth 0°C. Energi yang dihasilkan 1.922,6 kWh/tahun. Pengurangan energi yang diterima sebesar 0.66%. Kerugian IAM dari sistem sebesar 2.31%, dan efisiensi pada pengukuran sebesar 21.71%.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KAJIAN POTENSI LIMBAH KOTORAN SAPI UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA BIOGAS SKALA RUMAH TANGGA PADA PETERNAKAN SAPI PASIR PUTIH

2021•

Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktifitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sampah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Biogas memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan BBM yang berasal dari fosil. Sifatnya yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui merupakan keunggulan dari biogas dibandingkan dengan bahan bakar fosil. Banyak peternak sapi yang ada di kota tarakan namun para peternak sapi biasanya menjual kotoran sapi mereka ke pengusaha tambak untuk membantu pembibitan udang. Kotoran ternak sapi ini sebenarnya memiliki banyak manfaat, yang dalam hal ini penulis ingin mengangkatnya dari sisi pemanfaatan energi alternativ untuk dijadikan sebagai sumber energi pembangkit listrik tenaga biogas. Dengan tersedianya sumber tenaga biogas tersebut maka akan dilakukan penelitan potensi terkait tenaga listriknya. Penelitian ini dilakukan pada salah satu peternakan sapi yang ada di jalan bhayangkara kelurahan karang anyar Pasir Putih Kota Tarakan milik bapak Zainuddin. Penelitian ini dilakukan di Kota Tarakan agar dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para peternak sapi yang ada di Kota Tarakan dan dapat dijadikan sebagai referensi untuk pemerintah agar dapat memanfaatkan limbah kotoran sapi ini menjadi sumber energi. Peternakan sapi milik bapak Zainuddin (buser ternak) dengan menggunakan sampel 30 ekor sapi di dapatkan rata-rata feses sapi mencapai 18 Kg/hari mendapatkan produksi fases sapi sebesar 540kg/hari. Dengan itu maka penulis mendapatkan jumlah produksi biogas sebesar 21,6 sehingga perhitungan energi listrik yang di dapatkan sebesar 158,5 kWh dan daya yang dihasilkan selama 24 jam sebesar 6,60 kWh.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail