BookOpen AccessMetadata saja
2025•Koleksi Perpustakaan
Kalimantan Utara kaya akan sungai yang berpotensi menjadi sumber energi bersih dan berkelanjutan. Salah satu cara untuk memanfaatkannya adalah melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Namun, agar sistem ini bekerja secara optimal, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, khususnya pada penggunaan turbin pelton yang berperan dalam mengubah energi air menjadi listrik. Penelitian ini bertujuan mencari cara terbaik untuk meningkatkan efisiensi turbin pelton dengan membandingkan dua jenis desain sudu, yaitu satu rangkap dan dua rangkap, yang dibuat dari pipa elbow 90° berdiameter ¾ inci. Hasilnya menunjukkan bahwa sudu dua rangkap memberikan performa terbaik, menghasilkan daya listrik hingga 0,834 Watt dengan efisiensi sistem sebesar 5%. Sebaliknya, sudu satu rangkap hanya menghasilkan daya 0,414 Watt dengan efisiensi 3%. Peningkatan kinerja turbin pelton pada penggunaan sudu dua rangkap disebabkan oleh semprotan air dari nosel yang mengenai bagian tengah sudu, membagi pancaran air ke kedua sisi sudu sehingga, daya air (P_a) dapat diserap dengan maksimal oleh sudu, yang mengakibatkan meningkatnya gaya impuls (dorong) masing-masing sudu dua rangkap. Selain itu, penggunaan nosel berdiameter 4 mm terbukti lebih efektif dalam meningkatkan daya listrik dan efisiensi sistem.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Provinsi Kalimantan Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) karena banyaknya sungai yang dapat dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi bentuk sudu pipa elbow 90° terhadap kinerja turbin Pelton skala mikro hidro. Metode eksperimen digunakan untuk mengetahui hubungan sebab-akibat antara faktor-faktor yang berkaitan. Variasi bentuk sudu yang digunakan adalah sudu satu rangkap dan sudu dua rangkap dari pipa elbow 90° berdiameter ¾ inci. Pengujian dilakukan dengan variasi diameter nosel 4 mm, 6 mm dan 7 mm, dan nosel 4 mm dipilih karena menghasilkan daya generator dan efisiensi sistem terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa turbin Pelton dengan sudu dua rangkap menghasilkan daya output generator tertinggi yakni 0,834 W pada putaran turbin dan generator masing-masing 2609 Rpm dan 1769 Rpm, serta efisiensi sistem sebesar 5%. Sebaliknya, turbin Pelton dengan sudu satu rangkap menghasilkan daya output generator terendah yakni 0,407 W pada putaran turbin dan generator masing-masing 1838 Rpm dan 1617 Rpm, serta efisiensi sistem terendah 3%. Peningkatan kinerja turbin dengan sudu dua rangkap disebabkan oleh pembagian aliran air yang lebih optimal, sehingga energi air dari nosel dapat diserap secara maksimal oleh sudu. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa bentuk sudu turbin sangat mempengaruhi kinerja turbin Pelton, dan sudu dua rangkap terbukti lebih efisien dibandingkan sudu satu rangkap. Meskipun demikian, efisiensi sistem masih perlu ditingkatkan dengan menggunakan spesifikasi generator DC yang lebih besar atau menambahkan alat DC Boost Converter.