ThesisOpen AccessMetadata saja
2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evaluasi dilakukan berdasarkan standar Peraturan Umum Instalasi Penangkal Petir (PUIPP) dan SNI 03-7015-2004 dengan menerapkan Metode Sudut Proteksi (Protective Angle Method) dan Metode Bola Bergulir (Rolling Sphere Method). Berdasarkan analisis indeks perkiraan bahaya menurut PUIPP, Gedung SMP Negeri 14 Tarakan memperoleh nilai indeks 𝑅 = 12, yang menunjukkan tingkat bahaya sedang sehingga pengamanan sistem proteksi petir sangat dianjurkan. Dari data hari guruh Kota Tarakan tahun 2026 sebanyak 108 hari/tahun, diperoleh kerapatan sambaran petir ke tanah (𝑁𝑔) sebesar 13,92 m2/tahun dan frekuensi sambaran langsung (𝑁𝑑) sebesar 0,54 sambaran/tahun. Nilai efisiensi sistem proteksi (𝐸) sebesar 0,81 menempatkan gedung ini pada Tingkat Proteksi IV. Sistem Pentanahan dan Pengukuran nilai resistansi pembumian di lapangan menghasilkan 122 Ω. Berdasarkan aturan SNI ,PUIPP 2020 harus di bawah 5 Ω , setelah dilakukan perhitungan secara pararel makan di mendapatkan nilai 0,29 Ω. Metode Sudut Proteksi , Pada Tingkat Proteksi IV dengan sudut perlindungan 45∘, diperoleh radius proteksi sebesar 23,40 meter untuk setiap terminasi udara. Jangkauan ini telah menutupi seluruh bagian struktur bangunan gedung baik dari tampak depan maupun samping. Metode Bola Bergulir. Dengan radius bola 60 meter (arus petir 234,89 A).
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Petir dapat menimbulkan kerusakan pada bangunan, sehingga diperlukan sistem penangkal petir sebagai upaya perlindungan. Sistem penangkal petir terdiri atas dua jenis, yaitu sistem eksternal dan internal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penangkal petir eksternal pada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan dengan menggunakan metode sudut proteksi. Analisis dilakukan dengan perhitungan teknis serta ilustrasi hasil menggunakan perangkat lunak AutoCAD menunjukkan bahwa metode sudut proteksi mampu melindungi seluruh bangunan. Hasil pengukuran nilai tahanan tanah setelah paralel elektroda diperole h sebesar 2,47 Ω, yang telah memenuhi standar ketentuan. Berdasarkan metode sudut proteksi, tingkat proteksi bangunan berada pada kategori IV dengan sudut proteksi 55°, menghasilkan radius perlindungan sebesar 32,77 m dengan cakupan area keseluruhan 65,54 m. Hasil evaluasi membuktikan sistem penangkal petir eksternal pada gedung Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan telah sesuai standar dan efektif dalam melindungi bangunan dari sambaran petir.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Provinsi Kalimantan Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) karena banyaknya sungai yang dapat dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi bentuk sudu pipa elbow 90° terhadap kinerja turbin Pelton skala mikro hidro. Metode eksperimen digunakan untuk mengetahui hubungan sebab-akibat antara faktor-faktor yang berkaitan. Variasi bentuk sudu yang digunakan adalah sudu satu rangkap dan sudu dua rangkap dari pipa elbow 90° berdiameter ¾ inci. Pengujian dilakukan dengan variasi diameter nosel 4 mm, 6 mm dan 7 mm, dan nosel 4 mm dipilih karena menghasilkan daya generator dan efisiensi sistem terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa turbin Pelton dengan sudu dua rangkap menghasilkan daya output generator tertinggi yakni 0,834 W pada putaran turbin dan generator masing-masing 2609 Rpm dan 1769 Rpm, serta efisiensi sistem sebesar 5%. Sebaliknya, turbin Pelton dengan sudu satu rangkap menghasilkan daya output generator terendah yakni 0,407 W pada putaran turbin dan generator masing-masing 1838 Rpm dan 1617 Rpm, serta efisiensi sistem terendah 3%. Peningkatan kinerja turbin dengan sudu dua rangkap disebabkan oleh pembagian aliran air yang lebih optimal, sehingga energi air dari nosel dapat diserap secara maksimal oleh sudu. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa bentuk sudu turbin sangat mempengaruhi kinerja turbin Pelton, dan sudu dua rangkap terbukti lebih efisien dibandingkan sudu satu rangkap. Meskipun demikian, efisiensi sistem masih perlu ditingkatkan dengan menggunakan spesifikasi generator DC yang lebih besar atau menambahkan alat DC Boost Converter.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evaluasi penangkal petir eksternal menggunakan metode sudut proteksi dan bola bergulir pada gedung Main Plan pada PT. Phoenix Resources Internasional Tarakan, dapat mencegah sambaran petir dengan menggunakan sistem grounding pelat yang dipasang dalam tanah yang ada pada Gedung Main Plan. Berdasarkan hasil pengukuran di lapangan, hasilnya adalah 0,51 Ω. Hasil analisa menggunakan metode sudut proteksi pada sudut 25˚, dengan radius alas sebesar sebesar 16,08 m atau lebar 32,16 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 32,5 m, radius alas sebesar 17,48 m atau lebar 34,96 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 35,5 m, radius alas sebesar 18,88 m atau lebar 37,76 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 38,5 m, radius alas sebesar 20,28 m atau lebar 40,56 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 41,5 m. Adapun hasil analisa yang dilakukan dengan metode bola bergulir, bola tersebut memiliki radius bola 30 meter dan arus puncak petir sebesar 187,2 kA dengan jarak sambar petir sebesar 299,9 m dan nilai sudut terlindung sebesar 62,2˚ dengan radius perlindungan sebesar 139,6 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 32,5 m, 61˚ dengan radius perlindungan sebesar 145,2 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 35,5 m, 59,8˚ dengan radius perlindungan sebesar 150,5 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 38,5, dan 58,7˚ dengan radius perlindungan yang di peroleh sebesar 155,5 m pada terminasi udara dengan ketinggian bangunan sebesar 41,5 m.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Bangunan tinggi merupakan salah satu objek yanag kemungkinan besar memiliki resiko sambaran petir. Oleh karena itu penting untuk memproteksi bangunan tinggi dengan sistem yang handal. Penelitian ini mengevaluasi sistem penangkal petir pada Gedung Rektorat Universitas Borneo Tararkan . Metode yang di gunakan adalah sudut proteksi. Untuk menganalisa diperoleh data pengukuran tahanan (Grounding) sebesar 35,6 Ω. Berdasrkan hasil perhitungan diperoleh nilai pararel tahanan grounding sebesar 0,67Ω. Dengan standar SNI perhitungan tahanan grounding diperoleh sebesar 0,24Ω. Data hasil guruh yang di peroleh pada tahun 2023 pada BMKG kota Tarakan selama 12 bulan diperoleh nilai rata-rata kerapatan sambaran petir ketanah sebesar 10,02km. Sedangkan perhitungan area proteksi (Ac) pada atap tengah dan samping diperoleh sebesar 115.883,25km dengan rata-rata sambaran petir pertahun sebesar 1,16 kali sambaran petir. Berdasarkan Analisa perhitungan diperoleh efisensi sambaran petir pada Gedung Rektorat Univerasitas Borneo Tarakan sebesar 0,91%..
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•
Pada tahun 2006 kementrian ESDM menyampaikan bahwa penyimpanan cadangan energi konvensional akan mengalami penurunan dalam kurung waktu tidak lama lagi, oleh karena itu kementrian ESDM mengeluarkan pedoman untuk pembangkit tenaga listrik dengan skala kecil yang melalui kepmen ESDM No. 112K/30/MEM/2022 untuk meningkatkan manfaat dari energi terbarukan. Salah satu jenis energi terbarukan ialah pemanfaatan energi air yang diubah menjadi energi listrik. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan pembuatan suatu alat jenis energi terbarukan dengan skala kecil yang biasa disebut turbin archimedes screw. Kinerja dari archimedes screw dipengaruhi oleh beberapa parameter yang terkait salah satunya kemiringan dari turbin yang divariasikan. Tujuan dalam penelitian ini ialah mengetahui performa turbin archimedes screw dengan kemiringan 15°, 25° dan 35°. Selanjutnya, data hasil pengujian didapatkan dengan metode eksperimen. Metode yang dilakukan adalah pengujian dan pengamatan secara langsung dari pengaruh sudut kemiringan terhadap efisiensi turbin. Berdasarkan data yang didapatkan nilai efisiensi turbin atau performa turbin pada kemiringan 15° sebesar 0,048 %, kemiringan 25° sebesar 0,050 % sedangakan yang tertinggi dihasilkan pada sudut 35° sebesar 0,051 % karna pada kemiringan 35° air mendorong screw sangat baik sehingga putaran yang didapatkan lebih maksimal daripada kemiringan sudut lainnya.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evaluasi penangkal petir menggunakan metode sudut proteksi pada Gedung Rusunawa Universitas Borneo Tarakan, petir external pada Gedung Rusunawa Universitas Borneo Tarakan dan dapat mencegah sambaran petir dengan cara batang elektroda ditancap ketanah dengan panjang elektroda batang 2 m atau sering disebut metode tancap yang ada pada Gedung Rusunawa Universitas Borneo Tarakan. Dengan menggunakan satu metode yaitu metode sudut proteksi adapun hasil data yang diukur dilapangan beserta hasil perhitungan data yang diperoleh adalah sebagai berikut: Data lapangan 0,42 ohm, Data hasil perhitungan terbagi dua yaitu: Data perhitungan menurut data lapangan sebesar (5,715 ohm) dan data perhitungan menurut SNI sebesar (0,02 ohm), data hari guruh selama 12 bulan dengan hasil perhitungan terdapat hasil 10,32 km¬¬¬2/tahun, indeks bahaya sambaran petir pada tabel 2.5 dengan hasil yang diperoleh (12), data curah hujan dengan dengan hasil perhitungan sebesar 8,37 km2/tahun, menghitung area proteksi (Ac) pada gedung yaitu: Atap tengah 58 227,14 km2 dan Atap samping 55 236,47 km2, rata-rata sambaran petir pertahun: Atap tengah 0,60 sambaran petir pertahun, dan Atap samping 0,57 sambaran petir pertahun, menghitung efisiensi sambaran petir: Atap tengah gedung 0,83%, dan Atap samping 0,82%.
ThesisOpen AccessMetadata saja
2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Evaluasi penangkal petir mengunakan metode sudut proteksi dan bola gelinding pada gadung Fikes Universitas Borneo Tarakan, petir external pada Gedung Fikes Universitas Borneo Tarakan dan dapat mencegah sambaran petir dengan cara batang elektorda di tancap ke tanah dengan panjang elektroda batang 2 m atau sering di sebut metode tancap yang ada pada Gedung Fikes Universitas Borneo Tarakan. Dengan menggunakan dua metode yaitu metode sudut proteksi dan metode bola gelinding. Adapun hasil data yang di ukur di lapangan berserta hasil perhitungan data yang di peroleh adalah sebagai berikut: Data lapangan 0,23 ohm, Data hasil perhitungan terbagi dua yaitu: Data perhitungan menurut data lapangan sebesar(0,75 ohm)dan Data perhitungan menurut SNI sebsar(4,15 ohm), Data hari guruh selama 12 bulan dengan hasil perhitungan terdapat hasil 10,32 /tahun, Indeks bahaya sambaran petir pada tabel 2.5 dngan hasil yang di peroleh sebesar(12),data curah hujan dengan hasil perhitungan sebesar , Menghitung area proteksi(Ac) pada gedung yaitu:Atap tengah 100 574,29 dan Atap samping 90 416,08 , rata rata sambaran petir pertahun: Atap tengah 1,0 sambaran petir pertahun, dan Atap samping 0,90 sambaran pertahun, Mengitung efesiensi sambaran petir:Atap tengah gedung 0,9% dan Atap samping gedung 0,8%, Data sambaran petir tahun 2022 pada area Universitas Borneo Tarakan sebesar 1,659 A. Nilai probability atau angka perhitungan yang akan terjadi badai petir terdapat sebesar 13,8%, perhitugan jari jari petir 345 m dan hasil lingkaran bola gelinding 67,07 derajat.