Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

14 hasil
Subjek: Studi kasus.
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pembelajaran Numerasi pada Topik Lingkaran dengan Menggunakan Flipbook Interaktif: Studi Kasus tentang Pengalaman Belajar Siswa

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PEMBELAJARAN NUMERASI PADA TOPIK LINGKARAN DENGAN MENGGUNAKAN FLIPBOOK INTERAKTIF: STUDI KASUS TENTANG PENGALAMAN BELAJAR SISWA Abstrak Numerasi merupakan kemampuan seseorang untuk mengenali, mendeskripsikan, menafsirkan, dan menyampaikan informasi yang melibatkan simbol, angka, dan konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memiliki peran penting dalam dunia pendidikan. Salah satu media yang memperkuat kemampuan numerasi siswa adalah flipbook interaktif, karena dapat membangun pengalaman belajar secara langsung melalui visualisasi konsep matematika secara sistematis dan interaktif. Namun, penelitian kualitatif yang secara khusus mengeksplorasi pengalaman siswa dalam pembelajaran numerasi pada topik lingkaran melalui penggunaan flipbook interaktif masih belum banyak ditemukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman siswa dalam pembelajaran numerasi pada topik lingkaran melalui penggunaan flipbook interaktif, dengan menggunakan pendekatan kualitatif berdesain studi kasus sebagai bagian dari Design-Based Research (DBR), yang dilaksanakan pada tahap uji coba desain flipbook di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) di Kota Tarakan dengan enam partisipan yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara, lalu dianalisis melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman belajar siswa terbentuk melalui tiga aspek, yaitu keterlibatan siswa dalam pembelajaran, pengalaman siswa dalam menjalani proses numerasi, dan interaksi siswa dengan media flipbook interaktif, yang saling berkaitan dan turut dipengaruhi oleh dukungan guru serta lingkungan belajar. Flipbook interaktif membantu mengkonkretkan konsep lingkaran yang abstrak dan mendorong strategi penyelesaian numerasi, namun keberhasilannya tidak mutlak karena sebagian siswa tetap lebih fokus belajar dengan buku cetak, sehingga flipbook lebih tepat sebagai media pelengkap. Temuan ini mengimplikasikan bahwa penerapan media pembelajaran digital seperti flipbook interaktif perlu dirancang secara fleksibel dan tidak menggantikan sepenuhnya sumber belajar konvensional, agar pengalaman belajar numerasi siswa dapat berkembang secara optimal sesuai kebutuhan dan gaya belajar masing-masing.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Orientasi Kritis Siswa dalam Konteks Numerasi melalui Implementasi Realistic Mathematics Education di Sekolah Menengah Pertama

2026•

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kemampuan numerasi yang tidak hanya menuntut penguasaan konsep dan prosedur matematika, tetapi juga kemampuan untuk berpikir secara kritis dalam memahami dan menyelesaikan permasalahan di dunia nyata yang dihadapi. Orientasi kritis menjadi aspek penting dalam numerasi karena memungkinkan siswa untuk mengekstraksikan informasi, Menyusun strategi, mengevaluasi strategi penyelesaian, serta merefleksikan hasil yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi orientasi kritis siswa ketika berhadapan dengan soal dan tugas yang berkaitan dengan masalah numerasi selama pembelajaran menggunakan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan penelitian terdiri atas dua Data dikumpulkan melalui pretest, posttest, tugas selama proses pembelajaran, observasi, dan wawancara. Analisis data dilakukan secara tematik dan memberikan hasil bahwa OKKN tampak melalui kemampuan mengidentifikasi informasi yang relevan, menghubungkan konsep matematika dengan konteks permasalahan, mempertimbangkan dan mengevaluasi strategi penyelesaian, serta merefleksikan hasil yang diperoleh. Temuan penelitian dikelompokkan ke dalam empat tema utama, yaitu orientasi kritis dalam konteks numerasi, pengalaman belajar, persepsi dan proses berpikir dalam penyelesaian masalah, serta hambatan dan kesulitan yang dialami siswa. Siswa yang mengikuti pembelajaran RME menunjukkan kecenderungan lebih aktif dalam mengonstruksi pemahaman, mengaitkan matematika dengan situasi nyata, dan melakukan refleksi terhadap proses penyelesaian masalah dibandingkan siswa pada pembelajaran konvensional.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

UPAYA GURU DALAM MENGATASI LEARNING LOSS SISWA PADA PELAJARAN MATEMATIKA DI KELAS 11 SMAN 1 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena learning loss atau penurunan kemampuan akademik siswa pada mata pelajaran Matematika di kelas XI SMAN 1 Tarakan. Kondisi ini ditandai dengan rendahnya penguasaan konsep dasar matematika, kesulitan dalam memahami materi lanjutan, rendahnya motivasi belajar, serta menurunnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal matematika. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan secara mendalam mengenai upaya dan strategi yang dilakukan oleh guru dalam mengatasi fenomena learning loss tersebut. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan subjek dalam penelitian ini menerapkan teknik purposive sampling, yang melibatkan dua orang guru Matematika kelas XI SMAN 1 Tarakan. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi langsung terhadap proses pembelajaran di kelas, wawancara semistruktur, dan dokumentasi. Uji keabsahan data dilakukan melalui teknik ketekunan pengamatan dan triangulasi yang mencakup triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas tiga tahapan esensial, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan lima strategi utama dalam mengatasi learning loss, yaitu: 1) Memperkuat pemahaman dasar Matematika siswa, 2) Menyesuaikan jam pelajaran untuk membantu pemahaman siswa, 3) Membuat rangkuman materi untuk siswa, 4) Menciptakan kenyamanan dalam belajar. Upaya-upaya tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik siswa, tetapi juga berhasil meningkatkan motivasi belajar, kepercayaan diri, dan partisipasi aktif siswa selama proses pembelajaran matematika berlangsung.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Asuhan Keperawatan Maternitas pada Ibu Nifas Post Sectio Caesarea dengan Indikasi Oligohidramnion

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Oligohidramnion menjadi salah satu komplikasi kehamilan yang dapat menjadi indikasi dilakukannya tindakan sectio caesarea. Kondisi tersebut menyebabkan ibu memerlukan asuhan keperawatan yang komprehensif untuk mendukung proses pemulihan, mencegah komplikasi pascaoperasi, meningkatkan keberhasilan menyusui, serta mempersiapkan adaptasi terhadap peran sebagai orang tua. Studi kasus ini bertujuan untuk menerapkan dan membandingkan asuhan keperawatan maternitas pada dua pasien post sectio caesarea dengan indikasi oligohidramnion di Ruang Mawar RSUD dr. H. Jusuf SK Tarakan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada dua pasien post sectio caesarea dengan indikasi oligohidramnion. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telah dokumentasi medis. Pelaksanaan asuhan keperawatan dilakukan melalui tahapan pengkajian, penetapan diagnosis, perencanaan intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan. Hasil studi menunjukkan bahwa kedua pasien mengalami diagnosis keperawatan nyeri akut dan menyusui tidak efektif. Diagnosis kesiapan peningkatan menjadi orang tua ditemukan pada pasien pertama, sedangkan ketidaknyamanan pasca partum ditemukan pada pasien kedua. Intervensi yang diberikan meliputi manajemen nyeri, edukasi dan pendampingan menyusui, edukasi peran orang tua, serta upaya peningkatan kenyamanan. Evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar masalah keperawatan dapat teratasi, sementara nyeri akut mengalami perbaikan yang ditandai dengan berkurangnya intensitas nyeri dan meningkatnya kemampuan mobilisasi pasien. Berdasarkan hasil studi, asuhan keperawatan maternitas yang diberikan secara komprehensif dapat membantu mengatasi masalah keperawatan serta mendukung pemulihan ibu post sectio caesarea dengan indikasi oligohidramnion.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IMPLEMENTASI PENGUATAN KARAKTER SISWA DALAM PROSES PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMPN 13 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penguatan karakter siswa ditingkat SMP telah diterapkan tetapi penerapannya masih belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi penguatan karakter siswa dalam proses pembelajaran matematika di SMPN 13 Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan studi kasus, yang melibatkan 6 partisipan penelitian. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan cacatan di lapangan. Proses analisis data meliputi tahapan menyusun dan mempersiapkan data untuk dianalisis, membaca dan memahami semua data, melakukan pengkodean semua data, membuat deskripsi dan tema, menghubungkan tema dan deskripsi, menginterpretasikan makna, tema, dan deskripsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter selama pembelajaran matematika telah dilaksanakan. Implementasi berbagai dimensi karakter seperti disiplin, berpikir kritis, ketelitian, serta tanggug jawab. Sebagian besar siswa telah menanamkan perilaku positif sesuai indikator yang diamati. Perilaku positif yang muncul yaitu: bekerja keras, berani menyampaikan pendapat, dan mengerjakan tugas tepat waktu.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHANAN PERSALINAN DENGAN TERAPI PIJAT OKSITOSIN UNTUK MEMPERCEPAT KALA I FASE AKTIF DI RUANG MELATI RSUD MALINAU

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Latar Belakang: Kala I fase aktif adalah fase kritis persalinan yang menentukan keberhasilan proses kelahiran. Pijat oksitosin merupakan intervensi non farmakologis yang diyakini dapat meningkatkan kontraksi uterus dan mempercepat pembukaan serviks, namun bukti klinis di fasilitas primer masih terbatas. Tujuan: Mengetahui efektivitas pijat oksitosin terhadap lama kala I fase aktif pada Ny.R di Ruang Melati RSUD Malinau. Metode: Studi kasus dengan pendekatan kuantitatif–kualitatif pada satu ibu multipara (Ny. R) kala I fase aktif (pembukaan 5 cm) pada tanggal 3 Juni 2025. Data dikumpulkan melalui wawancara, inspeksi, palpasi, auskultasi, dan observasi; pendokumentasian menggunakan format SOAP. Prosedur: pijat oksitosin sesuai protokol selama fase aktif, pencatatan durasi kala I, kontraksi, DJJ, dan kondisi ibu janin. Analisis dilakukan secara deskriptif. Hasil: Lama kala I fase aktif tercatat 3 jam 30 menit, lebih cepat dibanding rata rata fisiologis multipara. Kontraksi menjadi lebih kuat dan teratur, DJJ stabil, dan tidak terjadi komplikasi maternal maupun fetal. Ibu melaporkan penurunan kecemasan dan nyeri dapat ditoleransi tanpa analgesik farmakologis. Temuan ini sejalan dengan penelitian Mustaghfiroh & Hesti (2022) dan Pamungkas et al. (2024) yang menunjukkan pijat oksitosin memperpendek kala I dan menurunkan nyeri. Kesimpulan: Pijat oksitosin efektif mempercepat kala I fase aktif pada ibu multipara, aman, dan dapat diintegrasikan sebagai intervensi standar non farmakologis dalam asuhan kebidanan di fasilitas pelayanan primer.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Strategi Recovery Learning Loss Pada Pembelajaran Matematika Di MTs AL-Anshar Tanjung Selor

2023•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang dilakukan guru Matematika di MTs Al-Anshar Tanjung Selor dalam pemulihan terhadap hilangnya kemampuan belajar Matematika siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Analisis data yang dilakukan terdiri dari beberapa langkah yang interaktif: menyiapkan semua data yang telah terkumpul, membaca data secara berulang-ulang untuk memahami semua data, membuat kode pada data yang terkumpul, menentukan tema dan deskripsi melalui kode yang telah dibuat, mendeskripsikan tema yang sudah ditetapkan, menginterpretasi tema dan deskripsi tersebut, dan menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil analisis data, temuan tentang bagaimana strategi guru dalam pemulihan terhadap hilangnya kemampuan Matematika siswa: memanfaatkan platform Alef, menerapkan pembelajaran yang interaktif, memberikan jam tambahan, melakukan pendekatan personal, menggunakan metode mengajar yang bervariasi, dan membuat lembar kerja peserta didik

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Eksplorasi Proses Berpikir Kreatif Matematis SIswa Kelas 7 SMP Negeri 3 Tarakan

2023•

Kemampuan berpikir kreatif matematis (KBKM) adalah salah satu kemampuan esensial yang harus dimiliki siswa pada pembelajaran Matematika. Akan tetapi, belum banyak penelitian yang membahas mengenai proses dari berpikir kreatif matematis (BKM) tersebut. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi proses BKM sekaligus faktor yang menghambat BKM siswa sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui pemberian tugas, melakukan pengamatan, dan melakukan wawancara. Tugas yang dikerjakan oleh partisipan merupakan soal open-ended. Temuan pada penelitian ini merupakan tema-tema yang dihasilkan dari analisis data. Berdasarkan temuan yang diperoleh, proses BKM siswa mencakup: membaca, memilih, dan mempelajari soal, mengalami perubahan persepsi, mencari ide awal untuk menyelesaikan soal, mengalami inkubasi, menyelesaikan soal dan memeriksa solusi. Selama mengerjakan tugas, siswa melakukan pengaturan diri. Lebih lanjut, faktor-faktor yang menghambat BKM siswa adalah memiliki persepsi negatif terhadap Matematika dan pembelajarannya, motivasi intrinsik dan perasaan jenuh, pemahaman konsep dasar yang rendah, mengalami learning loss, efikasi diri yang rendah terhadap soal open-ended, pemahaman prosedural yang rendah terhadap soal open-ended, dan pendekatan guru yang tidak sesuai dengan harapan siswa. Dengan demikian, hal-hal yang menjadi perhatian untuk meningkatkan KBKM siswa adalah memberikan kesempatan dan melatih siswa dalam menyelesaikan soal open-ended, mengevaluasi dan meningkatkan kompetensi guru, serta menciptakan lingkungan belajar yang kreatif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

CARA BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS IX DI SMP NEGERI 1 TARAKAN YANG MEMILIKI ORANG TUA TUNGGAL

2022•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara belajar matematika siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Tarakan yang memiliki orang tua tunggal. Subjek penelitian ini adalah seorang siswa kelas IX yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan triangulasi kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diperoleh bahwa subjek tersebut memiliki cara belajar Matematika ketika di rumah, yaitu di dalam pembuatan jadwal dan pelaksanaanya. Subjek membuat jadwal belajarnya di rumah yaitu dengan belajar setiap malam. Dalam pelaksanaannya, subjek melakukannya secara mandiri. Lalu membaca dan membuat catatan matematika. Subjek membaca materi-materi yang ada di buku catatannya serta mengulang bahan pelajaran dengan cara membaca dan mengulang materinya secara terus-menerus. Dalam proses belajar pun subjek membutuhkan konsentrasi ketika mengikuti proses pembelajaran. Subjek selalu mengerjakan tugas yang diberikan guru dari sekolah dan subjek akan merasa tidak tenang ketika ada tugas yang belum terselesaikan. Subjek adalah seorang anak yang memiliki orang tua tunggal namun subjek mempunyai ciri khas tersendiri dimana subjek selalu belajar setiap malam dengan rutin setelah melaksanakan sholat Isya dengan mandiri, subjek selalu berusaha berupaya untuk mengandalkan kemampuannya sendiri dalam menyelesaikan tugas nya walaupun terkadang subjek juga bertanya ketika mengalami kesulitan dalam menyelesaikannya.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 TARAKAN

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 5 TARAKAN ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah siswa kelas VIII SMP Negeri 5 Tarakan. Jenis penelitian adalah studi kasus melalui pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII sebanyak enam siswa yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi, wawancara dan analisis dokumentasi yang ditulis dalam catatan lapangan kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima kelas VIII yaitu kelas VIII-A, VIII-B, VIII-C, VIII-D dan VIII-E tersebut terdapat enam siswa yang terdiri dari 2 yang tergolong dalam kemampuan pemecahan masalah tinggi, 2 yang tergolong kemampuan pemecahan masalah sedang, dan 2 yang tergolong kemampuan pemecahan masalah rendah. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh bahwa siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika tinggi mampu memenuhi keempat indikator pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian, melaksanakan rencana penyelesaian dan memeriksa kembali hasil penyelesaian masalah. Kemudian siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah sedang mampu memenuhi ketiga indikator pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah, merencanakan penyelesaian dan melaksanakan rencana penyelesaian. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematika rendah mampu memenuhi satu indikator pemecahan masalah menurut Polya, yaitu memahami masalah. Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah, Studi Kasus.  

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

CARA BELAJAR SANTRI SMP IT IBNU ABBAS YANG MEMILIKI KETERTARIKAN TERHADAP MATEMATIKA

2020•

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan cara belajar santri kelas VIII SMP IT Ibnu Abbas Tarakan yang memiliki ketertarikan terhadap matematika. Jenis penelitian adalah studi kasus melalui pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII sebanyak empat orang yang dipilih menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan analisis dokumentasi yang ditulis dalam catatan lapangan kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sembilan belas santri yang terdapat di kelas VIII SMP IT Ibnu Abbas tersebut, ada sedikitnya empat santri yang memiliki cara belajar yang bagus. Adapun keempat santri tersebut adalah santri yang berinisial A, B, C, dan D. Berdasarkan hasil penelitian, maka diperoleh bahwa keempat santri tersebut memiliki cara belajar matematika ketika di asrama: 1) pembuatan jadwal dan pelaksanaanya. Santri membuat jadwal belajarnya setelah diberikan jadwal pelajaran dari sekolah. Dalam pelaksanaannya, santri mencari tempat belajar yang membuat santri nyaman untuk belajar, seperti masjid dan di kamar santri itu sendiri.; 2) membaca dan membuat catatan matematika. Santri membaca materi-materi yang ada di buku catatannya. Catatan santri terlihat lengkap dan rapi. Tidak hanya berisi materi dan contoh soal, terlihat di dalam catatan tersebut terdapat latihan-latihan soal yang pernah santri kerjakan.; 3) memurojaah (mengulang) bahan pelajaran dan rumus matematika. Santri mengulang bahan pelajaran dengan cara membaca materinya secara terus-menerus. Adapun cara santri menghapal rumus matematika yaitu membaca rumusnya secara berulang-ulang dan mempraktekkan rumusnya dengan latihan soal.; 4) berkonsentrasi ketika mengikuti proses pembelajaran. Santri mendengarkan penjelasan guru dengan penuh perhatian agar santri dapat faham dengan materi yang disampaikan oleh guru.; 5) mengerjakan tugas dan latihan soal matematika. Santri mengerjakan tugas yang diberikan guru dan memperbanyak latihan soal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. B DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II POST DEBRIDEMENT ULKUS PEDIS DI RUANG DAHLIA A RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn. B DENGAN DIABETES MELITUS TIPE II POST DEBRIDEMENT ULKUS PEDIS DIRUANG DAHLIA A RUMAH SAKIT UMUM TARAKAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA ABSTRAK Diabetes melitus(DM) adalah penyakit yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia dan gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein yang dihubungkan dengan kekurangan secara relatif dari kerja insulin. Gejala dalam penyakit DM yang biasa muncul adalah polidipsi, poliuri, polifagi, penurunan berat badan dan kesemutan.Indonesia merupakan Negara yang memiliki prevalensi tertinggi dalam kasus terjadinya penyakitDiabetes Melitus yaitu sebesar 8,3% dengan 387 juta kasus setiap tahunnya, laporan International Diabetes Federation (IDF), Indonesia termasuk dalam 10 negara terbesar penderita Diabetes Melitus dan berada diurutan ke-7 dengan jumlah penderita sebanyak 8,5 juta orang.Berdasarkan hasil Riskesdas (2018), prevalensi Diabetes Melitusdi Indonesia pada tahun 2018 sebesar 2,0%, sedangkan prevalensi pada Kalimantan Utara (kaltara) sebesar 5,2%. penyakit DM dapat berdampak buruk menjadi ulkus kaki diabetik yang merupakan komplikasi metabolic dari diabetes melitus dengan hasil prevalensi di Indonesia mencapai 4-10%.Metode penulisan menggunakan metode studi kasus yang menggambarkan keadaan yang sedang terjadi, dan semua kegiatan hanya memusatkan perhatian pada satu kasus secara intensif, dimulai dari pengumpulan data, analisa data, merumuskan masalah, intervensi, implementasi, dan mengevaluasi hasil yang telah dilakukan.Hasil dari penelitian tersebut adalah penulis melakukan asuhan keperawatan pada pasien kelolaan selama tiga hari dengan Diabetes Melitus Tipe II Post Debridement Ulkus Pedisyang mencakup mulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi dan evaluasi. Diagnosis pada pasien kelolaan ditemukan tiga yaitu: ketidakstabilan kadar glukosa darah, Nyeri akut, dan Gangguan pola tidur. Kesimpulan, penulis melakukan asuhan keperawatan pada pasien dengan diabetes melitus tipe IIpost debridement ulkus pedissesuai dengan tugas perawat sebagai care giver yang memberikan asuhan keperawatan secara kompherensif.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Representasi Matematis Siswa Kelas IX MTs DDI Tarakan

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi matematis siswa kelas IX MTs DDI Tarakan yang berkemampuan tinggi dan cara mereka melatih kemampuan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Sebanyak 10 orang siswa kelas IX yang memiliki representasi matematis yang tinggi dipilih dengan cara purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data dengan cara Observasi, Wawancara serta Analisis Dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan cara Data collection, Data reduction, Data display, dan Conclusion drawing. Setelah dilakukan penelitian lebih mendalam, ditemukan yang benar-benar memiliki Representasi Matematis yang baik adalah tujuh siswa yang berinisial S1, S2, S3, S4, S5, S6 dan S7 dari sebanyak 10 siswa. Tujuh siswa yang memiliki representasi matematis yang baik terfokus pada ketiga aspek-aspek kemampuan representasi dan cara siswa melatihnya, ketiga aspek tersebut diantaranya: (1) representasi visual , (2) representasi berupa ekspresi matematis, dan (3) representasi berupa kata-kata atau verbal. Adapun cara siswa melatihnya (1) membuat representasi visual dari sebuah masalah matematis, (2) membuat representasi simbolik untuk memperjelas dan menyelesaikan masalah matematis, dan (3) menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah matematis dengan kata-kata atau verbal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail