Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Subjek: Representasi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

REPRESENTASI ALAM DAN RUANG DALAM KUMPULAN PUISI ELEGI-ELEGI YOGYA KARYA BUDHI SETYAWAN (KAJIAN EKOLOGI SASTRA)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekayaan unsur alam dan ruang yang dihadirkan dalam kumpulan puisi Elegi-Elegi Yogya karya Budhi Setyawan, yang tidak sekadar berfungsi sebagai latar geografis, melainkan juga menyimpan makna simbolik serta kritik ekologis terhadap kondisi Kota Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk representasi alam dan representasi ruang dalam kumpulan puisi tersebut melalui pendekatan ekologi sastra dengan merujuk pada teori Cheryll Glotfelty, didukung oleh teori representasi Stuart Hall dan teori ruang Henri Lefebvre. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer berupa kumpulan puisi Elegi-Elegi Yogya terbitan Diva Press, Yogyakarta, tahun 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, simak, dan catat, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 30 data yang terbagi ke dalam dua kategori besar, yaitu representasi alam dan representasi ruang. Representasi alam ditemukan dalam tiga bentuk, yaitu alam sebagai latar, alam sebagai simbol, dan alam sebagai kritik ekologis. Representasi ruang ditemukan dalam tiga bentuk, yaitu ruang fisik, ruang sosial, serta ruang budaya dan simbolik. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kumpulan puisi Elegi-Elegi Yogya merepresentasikan Yogyakarta sebagai ruang hidup yang menyatukan dimensi ekologis, sosial, dan kultural, sekaligus merefleksikan kesadaran ekologis penyair di tengah tekanan modernisasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL STATISTIKA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan representasi matematis merupakan salah satu kemampuan penting yang perlu dimiliki siswa dalam pembelajaran matematika, khususnya pada materi statistika. Namun, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam menyajikan, mengolah, dan menginterpretasikan informasi statistika ke dalam berbagai bentuk representasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi siswa dalam menyelesaikan soal statistika berdasarkan kemampuan representasi matematis meliputi representasi visual, representasi simbolik dan representasi verbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di SMA Hang Tuah Tarakan dengan subjek penelitian berjumlah 4 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi berupa lembar jawaban tes representasi matematis. Data dianalisis melalui tiga tahapan meliputi pemrosesan data, kategorisasi, dan penyajian data. Uji keabsahan data dilakukan melalui triangulasi teknik dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi matematis siswa berbeda pada setiap aspek representasi. Subjek S1 dan S2 mampu memenuhi seluruh indikator representasi visual, simbolik, dan verbal, sedangkan Subjek S3 hanya menunjukkan kemampuan yang cukup baik pada aspek visual namun mengalami kesulitan pada aspek simbolik dan verbal. Sementara itu, Subjek S4 belum mampu memenuhi ketiga aspek representasi secara optimal. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesulitan siswa tidak hanya terletak pada penggunaan rumus dan prosedur matematika, tetapi juga pada kemampuan menginterpretasikan data dan mengomunikasikan informasi matematis dalam bentuk kesimpulan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PERMAINAN MATHOPOLY TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII SMP NEGERI 13 TARAKAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN PERMAINAN MATHOPOLY TERHADAP KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA MATERI PERSAMAAN GARIS LURUS KELAS VIII SMPN 13 TARAKAN ABSTRAK Kajian ini difokuskan untuk menelisik secara sistemik tingkat pengaruh implementasi pendekatan pembelajaran berbasis permainan terhadap kapasitas representasi matematis peserta didik pada materi persamaan garis lurus di kelas VIII SMPN 13 Tarakan. Penelaahan dilakukan melalui eksplorasi menyeluruh terhadap kondisi awal kompetensi siswa, proses aktualisasi pembelajaran di ruang kelas, hasil capaian pasca-intervensi, serta pengolahan data menggunakan teknik analisis statistik inferensial. Metodologi yang diterapkan bersifat kuantitatif dengan desain eksperimental, tepatnya Nonequivalent Control Group Design. Partisipan penelitian mencakup dua rombongan belajar kelas VIII yang masing-masing diposisikan sebagai kelompok eksperimen dan kelompok pembanding. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa rerata skor post-test pada kelompok eksperimen berada pada angka 82,24, sedangkan kelompok kontrol hanya mencapai 40,17. Ditinjau dari hasil pre-test, kedua kelompok sama-sama mengalami eskalasi performa belajar, namun intensitas peningkatan pada kelompok eksperimen jauh lebih dominan dan progresif. Pada kelompok eksperimen, rerata nilai bergeser signifikan dari 37,24 menuju 82,24, sementara kelompok kontrol hanya mengalami pergerakan terbatas dari 21,72 menjadi 40,17. Ketimpangan laju peningkatan ini mengindikasikan bahwa strategi pembelajaran berbasis permainan memiliki kontribusi yang lebih kuat dalam mengoptimalkan kemampuan representasi matematis dibandingkan pendekatan pembelajaran konvensional. Uji hipotesis melalui Independent Sample t-test menghasilkan nilai signifikansi 0,000 yang berada jauh di bawah batas ambang 0,05. Temuan tersebut mengarahkan pada penolakan H₀ serta penerimaan H₁, sehingga dapat ditegaskan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik dari penerapan metode pembelajaran berbasis permainan terhadap kemampuan representasi matematis siswa pada topik persamaan garis lurus.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Representasi Emosi dalam Buku Antologi Puisi "Kamu Tidak Istimewa" Karya Natasha Rizky (Kajian Psikologi Sastra)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tujuan penelitian ini untuk merepresentasikan emosi dalam buku antologi puisi “Kamu Tidak Istimewa” Karya Natasha Rizky. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan kajian psikologi sastra dan menggunakan pendekatan hermeneutika. Peneliti menggunakan sumber data berupa buku kumpulan puisi yang berjudul “Kamu Tidak Itimewa” karya Natasha Rizky. Buku ini memiliki 108 halaman yang memuat 59 puisi dan terbagi menjadi 3 bab. Bab pertama yang berjudul “Perasaan” dengan total 21 puisi, bab 2 yang berjudul “Realitas” dengan total 22 puisi, dan bab 3 yang berjudul “Istimewa” dengan total 16 puisi. Data dalam penelitian ini adalah kata atau kalimat dari puisi yang mengandung emosi-emosi sesuai teori dari David Krech yaitu rasa bersalah, rasa bersalah yang dipendam, menghukum diri sendiri, rasa malu, kesedihan, kebencian dan cinta. Teknik pengumpulan data meliputi teknik membaca, menyimak, dan mencatat untuk menemukan, mengklasifikasikan, dan merepresentasikan setiap emosi. Dari analisis ditemukan sebanyak 87 data. Data yang berhasil ditemukan berupa emosi rasa bersalah sebanyak 4 data, emosi rasa bersalah yang dipendam sebanyak 3 data, emosi menghukum diri sendiri sebanyak 6 data, emosi rasa malu sebanyak 3 data, emosi kesedihan sebanyak 34 data, emosi kebencian sebanyak 12 data, dan emosi cinta sebanyak 25 data. Jika dilihat dari setiap bab nya, pada bab pertama emosi yang paling dominan ditemukan adalah emosi kesedihan, pada bab kedua emosi yang paling dominan ditemukan adalah emosi kesedihan, dan pada bab ketiga emosi yang paling dominan ditemukan adalah emosi cinta. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa emosi yang paling dominan adalah emosi kesedihan dan cinta, yang mencerminkan bahwa puisi-puisi tersebut banyak menyoroti tema relasi personal, perasaan kehilangan, serta kekuatan kasih sayang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL AKM NUMERASI DI KELAS V SDN 031 TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan representasi matematis merupakan kemampuan yang penting sebagai dasar pembelajaran. Dengan adanya representasi akan mempermudah siswa untuk memahami konsep dan menyelesaikan soal-soal cerita, khususnya pada soal AKM numerasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal AKM numerasi pada materi bilangan. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, di mana subjek penelitiannya adalah 3 siswa yang diambil dari 1 kategori tinggi, 1 kategori sedang dan 1 kategori rendah siswa kelas V SDN 031 Tarakan. Data dikumpulkan melalui lembar tes soal AKM numersi dan wawancara subjek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki kecenderungan memunculkan indikator visual, verbal, dan simbolik. Namun, khusus pada siswa yang berkemampuan rendah hanya muncul pada soal nomor satu saja. Sehingga, dapat dikatakan bahwa semua subjek mampu memunculkan indikator pada soal nomor satu saja yaitu garis bilangan. Selain itu, pada soal nomor dua terdapat semua subjek yaitu siswa yang berkemampuan tinggi, sedang dan rendah tidak ada sama sekali memunculkan indikator visual.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Profil Kemampuan Representasi Spasial Siswa Kelas VIII SMP N 10 Tarakan Dalam Menyelesaikan Soal Bangun Sisi Datar

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan representasi spasial merupakan kemampuan siswa yang dapat membentuk, memanipulasi, dan memproses informasi tentang suatu objek dalam ruang tiga dimensi. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui profil kemampuan representasi spasial siswa kelas VIII SMP N 10 Tarakan dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi Dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-1, VIII-2, dan VIII-3. Sampel penelitian ini diambil dengan teknik nonprobability sampling dengan teknik sampling total di mana seluruh populasi merupakan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis berupa soal bangun ruang sisi datar dan dokumentasi kemudian data dianalisis berdasarkan kemampuan representasi spasial peserta didik indikator kemampuan representasi spasial ada empat yaitu siswa dapat merekayasa gambar dengan menggunakan penambahan persembunyian, penghilangan ataupun pengkaburan terhadap suatu gambar siswa dapat menggabungkan konsep-konsep yang telah ada untuk membangun konsep baru, siswa dapat memisahkan ataupun menamai konsep-konsep yang terbentuk dari konsep-konsep yang lama, dan siswa dapat menyelesaikan proses dari konsep-konsep yang telah dilalui dengan menggunakan bahasa sendiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi spasial siswa dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar pada kategori sangat tinggi yaitu 20,9%, terdapat 35,2% pada kategori tinggi, terdapat 30,8% yaitu pada kategori rendah dan terdapat 13,2% pada kategori sangat rendah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

PENGARUH REPRESENTASI MATEMATIS PESERTA DIDIK TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS IX DI SMP NEGERI 11 TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh representasi matematis peserta didik terhadap hasil belajar peserta didik kelas IX di SMP Negeri 11 Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun ajaran 2022/2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Sampel pada penelitian ini sebanyak 70 peserta didik yang diambil dengan menggunakan teknik Nonprobability Sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan test berupa (essay) uraian sebanyak 3 soal dan dokumentasi hasil belajar UAS Semester Ganjil peserta didik. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana dan pengujian hipotesis uji t. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara Representasi Matematis terhadap hasil belajar peserta didik kelas IX SMP Negeri 11 Tarakan dari hasil pengujian hipotesis uji t diperoleh 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 2,938 > 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 1,995 dengan signifikansi (0,005 0,05). Sedangkan hasil dari persamaan regresi 𝑌 = 51,323 + 0,249 𝑋. Sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh representasi matematis peserta didik terhadap hasil belajar peserta didik kelas IX di SMP Negeri 11 Tarakan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Identifikasi Kemampuan Representasi Matematis Siswa Kelas VIII MTs Negeri Tarakan Ditinjau Dari Adversity Quotient

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kemampuan representasi matematis siswa ditinjau dari adversity quotient. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif dengan populasi penelitian 120 siswa pada Kelas VIII MTs Negeri Tarakan Tahun ajaran 2022/2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling, dimana 60 siswa sebagai sampel. Instrumen pengumpulan data berupa tes kemampuan representasi matematis berbentuk uraian dan angket adversity quotient. Teknik analisis data yang digunakan ialah statistika deskriptif. Kemudian data tes diidentifikasi berdasarkan indikator kemampuan representasi matematis, dan data angket diidentifikasi berdasarkan tingkat Adversity Quotient (AQ). Data yang telah diidentifikasi kemudian diklasifikasikan berdasarkan kemampuan representasi matematis siswa ditinjau dari Adversity Quotient (AQ). Berdasarkan analisis data, hasil penelitian menunjukkan siswa Kelas VIII MTs Negeri Tarakan didominasi oleh siswa yang memiliki kemampuan representasi matematis yang kurang dan memiliki Adversity Quotient (AQ) camper. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan karakteristik dimana siswa climber menunjukkan kemampuan representasi matematis yang baik dan mampu memenuhi seluruh indikator kemampuan representasi matematis dibandingkan siswa camper dan quitter. Siswa climber mampu menyajikan dan memvisualisasikan permasalahan ke dalam gambar, mampu menyelesaikan perhitungan matematis, dan mampu menyajikan permasalahan dengan kata-kata. Sedangkan siswa camper belum mampu menyajikan dan memvisualisasikan permasalahan ke dalam gambar, belum mampu menyelesaikan perhitungan matematis, dan belum mampu menyajikan permasalahan dengan kata-kata. Adapun siswa quitter belum mampu menyajikan dan memvisualisasikan permasalahan ke dalam gambar, belum mampu menyelesaikan perhitungan matematis, dan tidak memiliki kemampuan dalam mengolah informasi dengan kata-kata.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATERI BANGUN DATAR KELAS 7 DI SMP NEGERI 6 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan representasi matematis adalah kemampuan yang dapat melatih siswa dalam memahami dan mengkomunikasikan ide atau gagasannya dalam pembelajaran Matematika. Representasi matematis merupakan salah satu kemampuan yang sangat dibutuhkan siswa untuk menunjang pemahaman saat proses pembelajaran, sehingga penelitian ini bertujuan menganalisis kemampuan representasi matematis siswa yang meliputi representasi visual, representasi simbolik, dan representasi verbal dalam menyelesaikan soal materi bangun datar. Model penelitian yang digunakan adalah mixed method sequential explanatory, yaitu menguhubungkan data kuantitatif dengan data kualitatif secara berurutan agar dapat mengimbangi kekurangan data dengan data yang lain serta memperkuat dan mendukung hasil temuan analitik masing-masing sumber data. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 6 Tarakan dengan sampel penelitian sebanyak 22 siswa kelas 7. Teknik analisis data dimulai dari analisis data kuantitatif berupa analisis data tes kemampuan representasi matematis, dilanjutkan dengan analisis data kualitatif berupa analisis dokumen dan wawancara menggunakan model Miles, Huberman, & Saldana. Berdasarkan analisis data penelitian kuantitatif diperoleh bahwa kemampuan representasi matematis siswa didominasi oleh siswa dengan kategori kemampuan representasi matematis yang sedang, yaitu sebesar 68,2% dari satuan sampel. Hasil penelitian ini menemukan perbedaan karakteristik siswa berkategori tinggi, sedang dan rendah dalam mengkomunikasikan ide atau gagasannya ke dalam bentuk representasi visual, simbolik, dan verbal. Siswa yang tergolong memiliki kemampuan representasi matematis tinggi mampu menyelesaikan soal matematika dengan menganalisis, memahami dengan membaca berulang-ulang, mengingat kembali materi, dan menyusun atau menerapkan ide atau gagasan penyelesaian soal yang tepat. Siswa yang tergolong memiliki kemampuan representasi matematis sedang hanya mampu menyelesaikan sebagian soal, siswa mampu menganalisis serta memahami soal tetapi tidak dituliskan di lembar jawaban, siswa kesulitan memahami perintah soal serta kesulitan menyusun langkah-langkah atau solusi penyelesaian yang tepat. Sedangkan siswa yang tergolong memiliki kemampuan representasi matematis rendah tidak dapat menyelesaikan soal, tidak mampu memvisualisasikan informasi yang disajikan, tidak mampu membuat dan menyusun kata-kata yang tepat untuk menjawab soal serta kesulitan operasi hitung matematika.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI VISUAL MATEMATIKA SISWA KELAS V-B DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PECAHAN BERBENTUK SOAL CERITA

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Materi pecahan masih menjadi permasalahan bagi banyak siswa di Sekolah Dasar. Pada kenyataannya, kebanyakan siswa dapat menyelesaikan materi pecahan secara aritmatika, tetapi mereka tidak paham konsep dasar jika diminta untuk menggambarkanya secara sederhana terlebih lagi pada soal cerita yang mengedepankan sisi visual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan representasi siswa kelas V-B SDN 013 Tarakan dalam menyelesaikan masalah pecahan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes kemampuan representasi visual dan wawancara. Sebanyak 23 siswa kelas V-B mengisi lembar tes kemampuan representasi visual yang kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan matematika. Dari 23 siswa, 6 orang dipilih mewakili setiap kategori kemampuan matematika untuk di wawancara. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan representasi visual kategori tinggi, sedang dan rendah diketahui bahwa semua siswa memiliki representasi yang berbeda-beda. Hal tersebut dapat dilihat pada siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi dapat merepresentasikan konsep pecahan ke dalam bentuk gambar dengan tepat, namun tidak dengan siswa berkemampuan sedang yang kurang tepat dalam merepresentasikan pecahan ke dalam bentuk gambar. Sedangkan siswa dengan kemampuan representasi rendah tidak mampu menyelesaikan masalah pecahan menggunakan gambar dengan tepat. Berdasarkan hasil penelitian adapun bentuk rekomendasi yaitu mengajarkan dan memberikan pemahaman terkait dengan materi pecahan yang tidak hanya berpusat pada aritmatika, namun dapat juga dimulai dengan representasi yang mengedepankan sisi visual.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA KELAS IV BERDASARKAN TEORI VAN HIELE DI SDN 035 TARAKAN

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan siswa dalam menyelesaikan suatu permasalahan matematika adalah kemampuan representasi matematis. Kemampuan representasi matematis merupakan kemampuan untuk menghadapi masalah, baik dalam matematika maupun dalam kehidupan nyata. Kemampuan representasi matematis digunakan untuk dapat menentukan dan menciptakan cara berpikir. Teori Van Hiele melibatkan tingkat berpikir siswa dan menurut Van Hiele siswa akan melalui 5 tahap perkembangan berpikir matematika (geometri) yaitu tahap 0 visualisasi, tahap 1 analisis, tahap 2 dedukasi informal, tahap 3 dedukasi dan tahap 4 rigor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa kelas IV berdasarkan teori Van Hiele di SDN 035 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui tes soal pertama Van Hiele Geometry Test (VHGT), tes soal kedua kemampuan representasi matematis berdasarkan teori Van Hiele, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek A1 dan A2 yang berada pada tahap 0 memang lebih dominan mengarah ke visual yang maksudnya bahwa kedua subjek lebih mengenal bentuk berdasarkan penampakan visualnya daripada pengamatan (analisis), terlihat dari hasil lembar jawaban yang menunjukkan kedua subjek lebih mampu untuk menyelesikan soal tahap 0 (visualisasi) daripada soal tahap 1 (analisis), sedangkan subjek A3 dan A4 yang masuk pada tahap 1 analisis sama-sama mampu untuk mengerjakan soal pada tahap 0 visualisasi dan tahap 1 analisis, kedua subjek sudah mengenal bentuk berdasarkan visualnya serta mampu untuk menganalisis jenis bangun datar berdasarkan pernyataan sifat-sifat bangun datar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS XI-4 SMPN 7 TARAKAN: ANALISIS PADA PENYELESAIAN SOAL BANGUN RUANG SISI DATAR

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kemampuan representasi matematis merupakan sebuah ungkapan-ungkapan ide matematis yang memuat bentuk objek, gambar, diagram, grafik, dan simbol yang dapat membantu peserta didik dalam mengkomunikasikan pendapat peserta didik sehingga dapat digunakan sebagai sarana dalam menunjukan hasil pemikiran peserta didik dalam upaya memperoleh kejelasan makna, menunjukan pemahamannya, serta mencari sebuah solusi dari permasalahan yang dihadapi peserta didik. Tujuan penelitian adalah menganalisis kemampuan representasi matematis peserta didik dalam menyelesaikan soal materi bangun ruang sisi datar pada kelas IX-4 SMP N 7 Tarakan. Jenis penelitian adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan sebanyak 5 peserta didik yang terdiri dari 1 peserta didik berkategori sangat tinggi, 1 peserta didik berkategori tinggi, 1 peserta didik berkategori sedang, 1 peserta didik berkategori rendah dan 1 peserta didik berkategori unik. Teknik pengumpulan data menggunakan tes tertulis berupa soal bangun ruang sisi datar dan wawancara, kemudian data dianalisis berdasarkan jenis-jenis kemampuan representasi matematis peserta didik. Jenis-jenis kemampuan representasi matematis ada tiga yaitu kemampuan representasi visual, kemampuan representasi simbolik dan kemampuan representasi verbal. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan representasi visual peserta didik dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar, cenderung sudah mampu menyajikan sebuah masalah ke dalam bentuk gambar, meskipun masih terdapat kesalahan yang cukup sering muncul. Adapun kemampuan representasi simbolik peserta didik dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar, cenderung sudah dapat merepresentasikan sebuah masalah ke dalam representasi simbolik. Akan tetapi, terdapat beberapa peserta didik yang masih kurang teliti dalam mengerjakan soal kemampuan representasi sehingga terdapat kesalahan yang membuat hasil jawaban kurang lengkap. Sedangkan kemampuan verbal peserta didik dalam menyelesaikan soal bangun ruang sisi datar, kemampuan verbal peserta didik cenderung sudah dapat membuat representasi verbal dalam menyelesaikan permasalahan. Akan tetapi peserta didik masih kurang dalam representasi verbal berbentuk teks. Dimana peserta didik dapat menjelesakan secara lisan, tetapi secara tulisan peserta didik masih kurang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

DESKRIPSI KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL MATEMATIKA MATERI OPERASI HITUNG PECAHAN KELAS V SDN 029 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa kelas V yang berada di SDN 029 Tarakan. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan pada semester genap tahun ajaran 2021/2022. Adapun fokus penelitian ini adalah tingkat kemampuan representasi matematis siswa. Sumber data pada penelitian ini berupa data primer dan data sekunder serta informan yang berjumlah 6 siswa terpilih. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes kemampuan representasi matematis dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan masih banyak siswa yang belum memiliki kemampuan representasi matematis dengan baik. Pada indikator pertama khususnya representasi verbal, pada siswa kemampuan tinggi dapat memenuhi indikator tersebut pada setiap soal, siswa kemampuan sedang hanya memenuhi tiga soal saja dan siswa kemampuan rendah tidak dapat memenuhi indikator pertama. Pada indikator kedua khususnya representasi simbolik, pada siswa kemampuan tinggi, sedang dan rendah dapat memenuhi indikator tersebut, namun masih terdapat siswa yang salah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS KEMAMPUAN REPRESENTASI VISUAL SISWA DALAM PENYELESAIAN MASALAH PECAHAN DI KELAS IV SDN 049 TARAKAN

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Salah satu kemampuan yang perlu dikembangkan siswa dalam penyelesaian masalah matematika adalah kemampuan representasi visual. Kondisi siswa yang sering mengalami hambatan dan kesulitan memahami soal dinilai karena kurang dapat berpikir secara visual melalui gambar terkait ide-ide matematis yang dimilikinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kemampuan representasi visual siswa kelas IV SDN 049 Tarakan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui tes soal, wawancara, dan dokumentasi. Sebanyak 27 siswa kelas IV-A mengisi lembar tes kemampuan representasi visual kemudian dikelompokkan berdasarkan kategori kemampuan matematika. Sebanyak 4 orang dipilih untuk mewakili kategori kemampuan matematika sedang dan rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukannya siswa yang masuk pada kategori kemampuan matematika tinggi pada tes representasi visual. Satu siswa berkemampuan matematika sedang mampu merepresentasikan nilai pecahan ke dalam bentuk gambar, namun belum mampu merepresentasikan dua kemampuan lainnya. Kemudian satu siswa berkemampuan matematika sedang lainnya mampu merepresentasikan konsep pecahan senilai ke dalam bentuk gambar dan mampu membandingkan dua bilangan pecahan ke dalam bentuk gambar, namun belum mampu merepresentasikan satu kemampuan lainnya. Sedangkan untuk kedua siswa berkemampuan matematika rendah belum mampu merepresentasikan nilai pecahan ke dalam bentuk gambar, merepresentasikan konsep pecahan senilai ke dalam bentuk gambar, dan membandingkan dua bilangan pecahan ke dalam bentuk gambar.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIKA SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN CORE (CONNECTING, ORGANIZING, REFLECTING, EXTENDING) PADA SISWA KELAS VIII-5 SMP NEGERI 5 TARAKAN

2022•

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan representasi matematika siswa melalui model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending). Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 5 Tarakan pada semester ganjil tahun ajaran 2019/2020 pada kelas VIII. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII-5 SMP Negeri 5 Tarakan tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 32 siswa, terdiri dari 14 orang perempuan dan 18 orang laki-laki. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes kemampuan representasi matematika siswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data keterlaksanaan pembelajaran guru dan hasil tes kemampuan representasi matematika siswa. Penelitian ini dilaksanan dalam 2 siklus, yang terdiri dari 3 pertemuan pada setiap siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahawa kemampuan representasi matematika siswa pada siklus I sebesar 68,75% siswa berada pada kategori minimal baik dan siklus II mengalami peningkatan menjadi 93,75% siswa berada pada kategori minimal baik. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CORE (Connecting, Organizing, Reflecting, Extending) dapat meningkatkan kemampuan representasi matematika siswa pada materi persamaan linear dua variabel pada kelas VIII-5 SMP Negeri 5 Tarakan.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Representasi Visual Siswa dalam Menyelesaikan Masalah Pecahan di Kelas V-C SDN 002 Rinding

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif yang dilaksanakan di SDN 002 Rinding pada semester Genap tahun ajaran 2020/2021. Penelitian ini berfokus pada tingkat kemampuan pemecahan masalah matematika siswa khususnya pada materi pecahan dengan menggunakan representasi visual pada kelas V-C. Sumber data dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder dengan informan yaitu siswa kelas V-C. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes pemecahan masalah matematika, observasi, wawancara dan dokumentasi. Menggunakan teknik analisis data kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh pada tingkat kemampuan matematika siswa dengan hasil tes pemecahan masalah matematika siswa pada materi pecahan dengan menggunakan representasi visual. Pada indikator pertama hanya salah satu subjek pada tingkat kemampuan tinggi yang dapat menyelesaikan masalah pertama dan kedua, namun pada masalah kedua subjek kurang tepat karena tidak teliti dalam membagi proporsi pada gambar. Kemudian pada soal dalam indikator kedua, seluruh subjek tidak dapat menyelesaikan soal representasi pembandingan dua nilai pecahan secara visual karena tidak memahami konsep pecahan secara utuh serta tidak menggambar dua nilai pecahan dengan benar. Kemudian pada soal dalam indikator ketiga, seluruh subjek tidak dapat menyelesaikan soal representasi penjumlahan nilai pecahan secara visual karena tidak memahami konsep pecahan secara utuh serta menyelesaikan soal dengan operasi penjumlahan menggunakan KPK.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

IDENTIFIKASI KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 4 TARAKAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL OPEN ENDED

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis beserta indikatornya pada siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan dalam menyelesaikan soal open ended. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas VIII semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021 di SMP Negeri 4 Tarakan. Metode pengumpulan data menggunakan tes kemampuan representasi matematis berupa uraian. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Negeri 4 Tarakan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 90 siswa yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan representasi matematis siswa dalam mengerjakan soal open ended tergolong kategori sedang dengan rata-rata sebesar 1,96 dari skala 1-4,00. Indikator tertinggi yaitu indikator representasi verbal dengan rata-rata sebesar 2,20 tergolong kategori sedang, selanjutnya indikator representasi visual dengan rata-rata sebesar 2,00 tergolong kategori sedang, dan indikator terendah yaitu representasi simbolik dengan rata-rata sebesar 1,67 dengan kategori sedang.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Representasi Matematis Siswa Kelas IX MTs DDI Tarakan

2020•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi matematis siswa kelas IX MTs DDI Tarakan yang berkemampuan tinggi dan cara mereka melatih kemampuan tersebut. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Sebanyak 10 orang siswa kelas IX yang memiliki representasi matematis yang tinggi dipilih dengan cara purposive sampling. Adapun teknik pengumpulan data dengan cara Observasi, Wawancara serta Analisis Dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan cara Data collection, Data reduction, Data display, dan Conclusion drawing. Setelah dilakukan penelitian lebih mendalam, ditemukan yang benar-benar memiliki Representasi Matematis yang baik adalah tujuh siswa yang berinisial S1, S2, S3, S4, S5, S6 dan S7 dari sebanyak 10 siswa. Tujuh siswa yang memiliki representasi matematis yang baik terfokus pada ketiga aspek-aspek kemampuan representasi dan cara siswa melatihnya, ketiga aspek tersebut diantaranya: (1) representasi visual , (2) representasi berupa ekspresi matematis, dan (3) representasi berupa kata-kata atau verbal. Adapun cara siswa melatihnya (1) membuat representasi visual dari sebuah masalah matematis, (2) membuat representasi simbolik untuk memperjelas dan menyelesaikan masalah matematis, dan (3) menuliskan langkah-langkah penyelesaian masalah matematis dengan kata-kata atau verbal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail