Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

11 hasil
Subjek: Imunisas
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Imunisasi Dasar Lengkap di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Cakupan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas masih belum mencapai target 90% yang ditetapkan sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan imunisasi dasar lengkap. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pengetahuan ibu, sikap ibu, pekerjaan ibu, dan dukungan keluarga dengan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 187 ibu yang memiliki anak usia 12–23 bulan, dengan sampel sebanyak 123 responden yang diperoleh menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner serta lembar observasi Buku KIA/KMS dan dianalisis secara univariat serta bivariat. Analisis bivariat dilakukan dengan uji Chi-Square pada variabel yang memenuhi asumsi, sedangkan variabel yang tidak memenuhi asumsi dianalisis menggunakan uji Fisher's Exact, dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik 87,8%, sikap positif 94,3%, tidak bekerja 72,4%, memperoleh dukungan keluarga 64,2%, dan sebanyak 108 anak 87,8% telah memperoleh imunisasi dasar lengkap. Analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara sikap ibu dengan imunisasi dasar lengkap p = 0,039, sedangkan pengetahuan ibu p = 0,393, pekerjaan ibu p = 0,758, dan dukungan keluarga p = 0,348 tidak berhubungan secara signifikan. Disimpulkan bahwa sikap ibu merupakan faktor yang berhubungan dengan imunisasi dasar lengkap di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Palas. Oleh karena itu, tenaga kesehatan perlu memperkuat komunikasi, informasi, dan edukasi secara berkelanjutan agar ibu semakin yakin dan patuh dalam melaksanakan imunisasi sesuai jadwal.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI PCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASIPCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN Mairisanti1 Prodi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan E mail: Mairisanti @ gmail.com ABSTRAK Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) sangat penting untuk melindungi bayi dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang memicu penyakit serius seperti pneumonia dan meningitis. Meskipun telah masuk program nasional, cakupan PCV secara global maupun nasional masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan stok vaksin serta faktor kepatuhan masyarakat yang dipengaruhi oleh karakteristik ibu itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu yang memberikan imunisasi PCV secara lengkap pada bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 81 ibu yang memiliki bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui observasi lembar catatan imunisasi pada Buku KIA. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil analisis deskriptif menunjukkan karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia reproduksi sehat 20-35 tahun sebanyak 57 orang (70,4%), tingkat pendidikan menengah (SMA) dan tinggi (Perguruan Tinggi) dengan proporsi seimbang masing-masing 33 orang (40,7%), serta mayoritas berstatus tidak bekerja/Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 52 orang (64,2%). Berdasarkan paritas, sebagian besar responden merupakan kelompok multipara (memiliki lebih dari satu anak) yaitu sebanyak 56 orang (69,1%). Evaluasi status imunisasi menunjukkan bahwa seluruh bayi (100%) dari 81 responden telah mendapatkan imunisasi PCV secara lengkap (3 dosis. Hasil penelitian dapat menjadi sumber informasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi PCV di Wilayah Kerja Puskesmas Long Bawan. Kata Kunci: Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Paritas, Imunisasi PVC

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASI PCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN

2026•

GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU DALAM PEMBERIAN IMUNISASIPCV LENGKAP PADA BAYI USIA 12-23 BULAN DI PUSKESMAS LONG BAWAN Mairisanti1 Prodi S1 Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan E mail: Mairisanti @ gmail.com ABSTRAK Imunisasi Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) sangat penting untuk melindungi bayi dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang memicu penyakit serius seperti pneumonia dan meningitis. Meskipun telah masuk program nasional, cakupan PCV secara global maupun nasional masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan stok vaksin serta faktor kepatuhan masyarakat yang dipengaruhi oleh karakteristik ibu itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran karakteristik ibu yang memberikan imunisasi PCV secara lengkap pada bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan Tahun 2026. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling dengan jumlah responden sebanyak 81 ibu yang memiliki bayi usia 12-23 bulan di wilayah kerja Puskesmas Long Bawan. Pengumpulan data sekunder dilakukan melalui observasi lembar catatan imunisasi pada Buku KIA. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat untuk menghasilkan distribusi frekuensi dan persentase. Hasil analisis deskriptif menunjukkan karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia reproduksi sehat 20-35 tahun sebanyak 57 orang (70,4%), tingkat pendidikan menengah (SMA) dan tinggi (Perguruan Tinggi) dengan proporsi seimbang masing-masing 33 orang (40,7%), serta mayoritas berstatus tidak bekerja/Ibu Rumah Tangga (IRT) sebanyak 52 orang (64,2%). Berdasarkan paritas, sebagian besar responden merupakan kelompok multipara (memiliki lebih dari satu anak) yaitu sebanyak 56 orang (69,1%). Evaluasi status imunisasi menunjukkan bahwa seluruh bayi (100%) dari 81 responden telah mendapatkan imunisasi PCV secara lengkap (3 dosis. Hasil penelitian dapat menjadi sumber informasi untuk meningkatkan cakupan imunisasi PCV di Wilayah Kerja Puskesmas Long Bawan. Kata Kunci: Usia, Pendidikan, Pekerjaan, Paritas, Imunisasi PVC

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

hubungan pengetahuan dan persepsi ibu dengan kepatuhan ibu dalam memberikan imunisasi dasar di wilayah kerja puskesmas tanjung harapan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERSEPSI IBU DENGAN KEPATUHAN IBU DALAM MEMBERIKAN IMUNISASI DASAR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG HARAPAN ABSTRAK Imunisasi merupakan upaya pencegahan penyakit yang efektif dalam menurunkan angka kesakitan, kecacatan, dan kematian pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan persepsi ibu dengan kepatuhan ibu dalam memberikan imunisasi dasar pada balita. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan crosssectional. Penelitian ini melibatkan 53 ibu yang memiliki balita usia 0–1 tahun dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dan data Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi dasar (p=0,111), tidak terdapat hubungan antara persepsi ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi dasar (p=0,208). Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam meningkatkan edukasi dan pembentukan persepsi positif ibu terhadap imunisasi guna meningkatkan cakupan imunisasi dasar lengkap.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

asuhan kebidanan pada bayi pasca imunisasi ganda dengan terapi komplementer kompres bawang merah di puskesmas pulau sapi

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Abstrak Latar Belakang: Nyeri punggung pasca persalinan sering dialami ibu nifas dan dapat mengganggu aktivitas serta pemberian ASI. Penanganan farmakologis memiliki keterbatasan, terutama pada ibu menyusui. Effleurage massage merupakan terapi komplementer yang aman, efektif, dan mudah diterapkan. Penelitian ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan melalui effleurage massage untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu nifas. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menerapkan asuhan kebidanan pada bayi demam pasca imunisasi menggunakan kompres bawang merah dengan pendekatan 7 langkah Varney dan format SOAP. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada Bayi , perempuan, usia 3 bulan yang mengalami demam (suhu 38,2°C) setelah imunisasi DPT dan PCV. Intervensi kompres bawang merah dilakukan selama 20 menit dengan monitoring suhu setiap 10 menit, dikombinasikan dengan pemberian ASI tambahan dan observasi kondisi umum bayi. Hasil: Setelah pemberian kompres bawang merah, terjadi penurunan suhu tubuh dari 38,2°C menjadi 37,1°C dalam waktu 25 menit. Bayi menunjukkan perbaikan kondisi dengan berkurangnya rewel, peningkatan nafsu menyusu, dan tidak ditemukan efek samping atau iritasi kulit. Orang tua menunjukkan respon positif dan antusiasme terhadap intervensi yang diberikan. Kesimpulan: Terapi komplementer kompres bawang merah terbukti efektif dalam menurunkan demam pasca imunisasi pada bayi dan dapat digunakan sebagai alternatif intervensi non-farmakologis yang aman, murah, dan mudah diaplikasikan oleh keluarga di rumah.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan Ibu Dengan Kepatuhan Pemberian Imunisasi Campak Lanjutan Pada Anak Usia 18-24 Bulan Wilayah Kerja Puskesmas Karang Rejo

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Imunisasi campak lanjutan merupakan bagian penting dari program kesehatan masyarakat yang bertujuan untuk mencegah terjadinya wabah campak pada anak-anak. Pemberian imunisasi campak lanjutan diberikan pada usia 18–24 bulan untuk meningkatkan dan memperpanjang kekebalan tubuh setelah imunisasi dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan ibu dengan kepatuhan pemberian imunisasi campak lanjutan pada anak usia 18–24 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi penelitian ini berjumlah 69 ibu yang memiliki anak usia 18-24 bulan pada bulan maret hingga april di Puskesmas Karang Rejo. Sampel penelitian sebanyak 41 responden dengan metode Accidental sampling serta pengumpulan data menggunakan kuesioner dan buku kesehatan ibu dan anak atau kartu menuju sehat. Analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok ibu dengan pengetahuan baik, sebanyak 32 orang (88,9%) tergolong patuh dan 4 orang (11,1%) tidak patuh. Sementara itu, pada kelompok dengan pengetahuan kurang baik sebanyak 4 orang (80%) patuh dan 1 orang (20%) tidak patuh. Hasil uji statistik menggunakan uji Chi-square dengan alternatif uji Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p = 0,003 (p 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dan kepatuhan dalam pemberian imunisasi campak lanjutan. Upaya peningkatan pengetahuan ibu dapat dilakukan melalui edukasi berkelanjutan dan pemanfaatan media informasi untuk meningkatkan kesadaran ibu terhadap pentingnya imunisasi campak lanjutan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Pengetahuan dan Kepatuhan Ibu dengan Kelengkapan Imunisasi Dasar pada Bayi Usia 9-18 Bulan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Imunisasi dasar merupakan upaya preventif yang efektif untuk mencegah penyakit menular pada bayi. Namun, berdasarkan data Puskesmas Karang Rejo, cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) hingga September 2024 baru mencapai 35,1% dari target. Rendahnya cakupan ini diduga dipengaruhi oleh pengetahuan dan kepatuhan ibu dalam pemberian imunisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan dan kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9-18 bulan di wilayah kerja Puskesmas Karang Rejo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 215 ibu yang memiliki bayi usia 9-18 bulan, dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ditemukan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik (94,4%) dan tingkat kepatuhan tinggi (90,2%). Kelengkapan imunisasi dasar mencapai 92,1%. Uji statistik menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi (p=0,000) serta antara kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi (p=0,000). Sehingga, terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar. Edukasi dan pendekatan promotif diperlukan untuk meningkatkan kesadaran ibu tentang pentingnya imunisasi.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

HUBUNGAN STATUS IMUNISASI DASAR DENGAN KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI KOTA TARAKAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pneumonia adalah radang jaringan paru yang disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, dan juga parasit. Penyakit pneumonia banyak terjadi pada anak usia 5 tahun. Balita adalah anak yang sudah menginjak usia satu sampai lima tahun. Sekitar 19.000 anak di Indonesia mengalami kematian pada tahun 2018 yang disebabkan oleh pneumonia. Jumlah kasus pneumonia wilayah kota Tarakan sendiri mencapai 553 kasus. Status imunisasi dasar yang tidak lengkap merupakan salah satu faktor risiko penyebab pneumonia pada balita Capaian imunisasi dasar di Kota Tarakan menurut data terakhir dari Dinas Kesehatan Kota Tarakan tahun 2023 baru mencapai 72% yang artinya masih dibawah target capaian imunisasi nasional yaitu 90%, dengan demikian resiko balita terkena penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi di Kota Tarakan masih sangat tinggi. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui hubungan antara status imunisasi dasar dengan kejadian Pneumonia pada balita di Kota Tarakan. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif dengan desain studi kasus kontrol (Case control study) dengan teknik pendekatan retrospektif. Sampel diambil dengan teknik uji hipotesis 2 proporsi sebanyak 36 balita kelompok control dan 36 balita kelompok kasus. Data balita dengan pneumonia dan bukan pneumonia diperoleh dari rekam medis dan untuk catatan imunisasi dasar diperoleh dari catatan rekam medis serta buku KIA (kesehatan Ibu dan Anak). Analisis data menggunakan Uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan 32 dari 36 balita yang terdiagnosis pneumonia memiliki riwayat imunisasi dasar yang tidak lengkap. Hasil analisis menunjukan adanya hubungan antara status imunisasi dasar dengan kejadian pneumonia pada balita di kota Tarakan dengan nilai p value 0.001 (0.05). Diharapkan anak-anak mendapatkan imunisasi dasar secara lengkap untuk mencegah pneumonia.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan dan Kepatuhan Orang Tua Tentang Imunisasi Anak Usia Balita Yang Stunting Dan Berisiko Stunting

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Imunisasi merupakan pencegahan primer terhadap penyakit infeksi yang paling efektif dan murah serta juga dapat menghindarkan terjadinya penyakit menular. Imunisasi yang dilakukan tepat waktu dapat mengurangi risiko stunting karena dapat mencegah penyakit yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh yang dapat memengaruhi tumbuh kembang anak. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan dan kepatuhan orang tua tentang imunisasi anak usia balita yang stunting dan berisiko stunting. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pra eksperimen dengan menggunakan desain one group post-test only design. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 21 responden yang merupakan orang tua balita (ibu atau ayah). Data dianalisa secara univariat dan bivariat. Hasil uji One Sample T-Test menunjukkan pendidikan kesehatan tidak efektif memengaruhi pengetahuan orang tua mengenai imunisasi anak (p=0,232). Hasil uji Chi-Square menunjukkan semakin baik pengetahuan, maka tidak berarti semakin patuh juga orang tua dalam melakukan imunisasi setelah diberikan pendidikan kesehatan melalui sosialisasi dan orang tua yang memiliki pengetahuan kurang baik setelah diberikan pendidikan kesehatan akan berisiko tidak patuh 2,25 kali dibandingkan yang pengetahuannya baik (p=0,378;OR=2,250). Berdasarkan hasil penelitian ini, disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan tidak memengaruhi pengetahuan orang tua tentang imunisasi dan tidak ada hubungan tingkat pengetahuan orang tua dengan kepatuhan imunisasi. Diharapkan perawat dapat memberikan pendidikan kesehatan mengenai pentingnya imunisasi menggunakan media yang menyesuaikan karakteristik sasaran secara aktif dan rutin agar informasi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan berpengaruh positif terhadap pengetahuan maupun kepatuhan sasaran dalam melaksanakan imunisasi serta lebih menyeluruh.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Hubungan Karakteristik dengan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Imunisasi Dasar di Puskesmas Pantai Amal tahun 2023

2023•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Imunisasi merupakan usaha memberikan kekebalan pada bayi dan anak dengan memasukkan vaksin kedalam tubuh agar tubuh membuat zat anti untuk mencegah terhadap penyakit tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan vaksin adalah bahan yang dipakai untuk merangsang pembentukan zat anti yang dimasukkan kedalam tubuh melalui suntikan (misalnya vaksin BCG, DPT, dan Campak), dan melalui mulut (misalnya vaksin polio). Tujuan penelitian ini adalah Untuk Mengetahui Pengetahuan Ibu Tentang Imunisasi Dasar di Puskesmas Pantai Amal. Desain penelitian ini merupakan deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah populasi penelitian ini berjumlah 56 ibu yang memiliki bayi usia 9-12 bulan pada bulan juli di Puskesmas Pantai Amal. Sampel Penelitian sebanyak 36 responden dengan metode Accidental sampling serta pengumpulan data menggunakan kuesioner. Dari hasil penelitian dan kesimpulan dari penelitian ini dapat menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi dasar yang memperoleh kategori Baik sebanyak 11 responden (30,6%). Kategori Cukup sebanyak 16 Responden (44,4%). Kategori Kurang sebanyak 4 responden (25,0%).

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Cakupan Imunisasi Rutin Lengkap Pada Bayi dan Baduta di Kelurahan Juata laut

2023•

Imunisasi merupakan salah satu upaya pencegahan dan penanganan penyakit menular. Data World Health Organization pada tahun 2020 menyebutkan bahwa setidaknya 80 juta anak usia dibawah 1 tahun beresiko menderita difteri, campak dan Polio akibat menurunnya cakupan imunisasi. Pada tahun 2021 terjadi Kejadian Luar Biasa Tetanus Neonatorum di kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Berdasarkan data Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) dari Puskesmas Juata pada tahun 2022 cakupan imunisasi di kelurahan Juata Laut hanya mencapai 56,4% bayi yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap, 53,7 % untuk DPT-HB-Hib lanjutan, 41,4 % untuk campak lanjutan pada baduta untuk imunisasi rutin lengkap.. Hal ini berisiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat banyaknya anak bayi dan baduta yang drop out dari jadwal imunisasi yang seharusnya diberikan. Tujuan penelitian : untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi capaian imunisasi rutin lengkap pada bayi dan baduta di Kelurahan Juata Laut. Metode penelitian: kuantitatif dengan desain penelitian analitik menggunakan rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 284 responden yang memiliki anak berusia dibawah dua tahun. Tehnik pengumpulan data menggunakan data primer dan menggunakan analisa data dengan Chi Square, α=0,005. Hasil penelitian: dari 284 responden diketahui 171(60,2 %) anak tidak mendapatkan imunisasi rutin lengkap. Analisis Bivariat dipengaruhi oleh umur, p= 0,021,tingkat Pendidikan ,p= 0,06, dukungan keluarga p= 0,057, status pekerjaan ibu ,p= 0,025 dan pengetahuan, p=0,011. Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara kelengkapan imunisasi dengan faktor Pendidikan, pekerjaan ibu , pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap capaian imunisasi bayi dan baduta di Kelurahan Juata Laut.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail