Abstrak
Imunisasi merupakan salah satu upaya pencegahan dan penanganan penyakit menular. Data World Health Organization pada tahun 2020 menyebutkan bahwa setidaknya 80 juta anak usia dibawah 1 tahun beresiko menderita difteri, campak dan Polio akibat menurunnya cakupan imunisasi. Pada tahun 2021 terjadi Kejadian Luar Biasa Tetanus Neonatorum di kelurahan Pantai Amal, Kota Tarakan. Berdasarkan data Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) dari Puskesmas Juata pada tahun 2022 cakupan imunisasi di kelurahan Juata Laut hanya mencapai 56,4% bayi yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap, 53,7 % untuk DPT-HB-Hib lanjutan, 41,4 % untuk campak lanjutan pada baduta untuk imunisasi rutin lengkap.. Hal ini berisiko terjadinya Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat banyaknya anak bayi dan baduta yang drop out dari jadwal imunisasi yang seharusnya diberikan. Tujuan penelitian : untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi capaian imunisasi rutin lengkap pada bayi dan baduta di Kelurahan Juata Laut. Metode penelitian: kuantitatif dengan desain penelitian analitik menggunakan rancangan cross sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 284 responden yang memiliki anak berusia dibawah dua tahun. Tehnik pengumpulan data menggunakan data primer dan menggunakan analisa data dengan Chi Square, α=0,005. Hasil penelitian: dari 284 responden diketahui 171(60,2 %) anak tidak mendapatkan imunisasi rutin lengkap. Analisis Bivariat dipengaruhi oleh umur, p= 0,021,tingkat Pendidikan ,p= 0,06, dukungan keluarga p= 0,057, status pekerjaan ibu ,p= 0,025 dan pengetahuan, p=0,011. Kesimpulan: terdapat hubungan yang signifikan antara kelengkapan imunisasi dengan faktor Pendidikan, pekerjaan ibu , pengetahuan dan dukungan keluarga terhadap capaian imunisasi bayi dan baduta di Kelurahan Juata Laut.