Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

10 hasil
Subjek: : efisiensi
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS POLA TATANIAGA IKAN KARANG DI KECAMATAN PULAU DERAWAN KABUPATEN BERAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ANALISIS POLA TATANIAGA IKAN KARANG DI KECAMATAN PULAU DERAWAN KABUPATEN BERAU ABSTRAK Kecamatan Pulau Derawan memiliki potensi perikanan tangkap yang besar dengan ekosistem terumbu karang yang luas. Namun, keberadaan beberapa lembaga pemasaran dalam proses tataniaga ikan karang dapat memengaruhi biaya, margin pemasaran, bagian harga yang diterima nelayan (farmer’s share), dan efisiensi pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis saluran tataniaga, margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran ikan karang di Kecamatan Pulau Derawan, Kabupaten Berau. Penelitian dilaksanakan pada 10–25 April 2025 dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Responden berjumlah 35 orang, terdiri atas 15 nelayan, 10 pedagang pengepul/penampung, dan 10 pedagang pengecer. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan identifikasi langsung. Analisis data meliputi saluran pemasaran, margin pemasaran, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan terdapat empat saluran tataniaga ikan karang. Margin pemasaran pada Saluran I dan II sebesar Rp9.000–Rp10.000/kg, Saluran III sebesar Rp14.000–Rp15.000/kg, sedangkan pada Saluran IV margin total mencapai Rp24.000–Rp25.000/kg. Farmer’s share pada pemasaran lokal mencapai 70,71%, sedangkan pemasaran luar daerah sebesar 48,3%. Nilai efisiensi pemasaran pada Saluran I sebesar 2,0–2,3% dan Saluran IV sebesar 0,80–0,88%, sehingga termasuk efisien berdasarkan kriteria penelitian. Sementara itu, Saluran II sebesar 6,5–7,0% dan Saluran III sebesar 8,25–9,40% termasuk tidak efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan panjang saluran dan biaya pemasaran berpengaruh terhadap margin, farmer’s share, dan efisiensi pemasaran ikan karang.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Sistem irigasi tetes (drip irrigation system) pada pertanaman seledri (apium graveolens, L) : Evaluasi pertumbuhan dan produksi tanaman serta analisis efisiensi dan kelayakan usaha

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengelolaan air yang efisien sangat penting untuk mendukung pertanian berkelanjutan di tengah meningkatnya kelangkaan air akibat perubahan iklim. Praktik irigasi konvensional sering menyebabkan kehilangan air yang besar, sedangkan irigasi tetes memungkinkan penyaluran air secara presisi langsung ke zona perakaran sehingga meningkatkan efisiensi penggunaan air dan produktivitas tanaman. Seledri (Apium graveolens L.), sebagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi dengan sistem perakaran dangkal, sangat peka terhadap cekaman air dan membutuhkan kondisi kelembapan tanah yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Menganalisis pengaruh lama waktu irigasi tetes terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman seledri dan menentukan durasi irigasi tetes terbaik guna mendukung pertumbuhan tanaman seledri, (2) Membandingkan efisiensi penggunaan air antara sistem irigasi konvensional dan sistem irigasi tetes pada berbagai durasi waktu, (3) Melakukan analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri. Penelitian dilaksanakan di Green House Fakultas Pertanian Universitas Borneo Tarakan pada Desember 2024 hingga Desember 2025. Perlakuan yang diuji meliputi irigasi tetes dengan durasi penyiraman 10, 15, dan 20 menit yang dilakukan dua kali sehari, serta penyiraman konvensional sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi irigasi tetes 20 menit menghasilkan pertumbuhan dan produksi tertinggi, dengan tinggi tanaman 17,78 cm, jumlah daun 11,78 helai, jumlah anakan 4,33, berat segar 64,03 g, dan berat kering 11,17 g. sedangkan efisiensi penggunaan air terbaik diperoleh pada durasi 10 menit sebesar 0,0033 m3/s. Analisis kelayakan finansial terhadap penerapan irigasi tetes pada tanaman seledri dengan total biaya produksi sebesar Rp. 2.101.622, total penerimaan Rp.3.660.000, dan total pendapatan Rp. 1.558.378. Nilai R/C Ratio 1,74, nilai B/C Ratio sebesar 1,34, dan BEP 0,46.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Kinerja Kredit Perbankan terhadap Industri Pengolahan di Indonesia

2025•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efisiensi relatif produksi, penyerapan kredit, efektivitas kredit, pola keterkaitan, serta kebutuhan kapital terhadap industri pengolahan di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder hasil publikasi Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan data dari tahun 2018-2023. Penelitian ini menggunakan alat analisis Locatient Quantient (LQ) yang di transformasikan ke dalam rumus efisiensi relatif produksi, penyerapan kredit, Incremental Capital Output Ratio (ICOR), pola pemetaan, dan perencanaan kebutuhan kapital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi relatif produksi sektor industri pengolahan periode 2018-2023 yang basis yakni Jawa dengan nilai rata-rata 1,13, sedangkan Bali dan Nusa Tenggara adalah non basis dengan nilai rata-rata 0,13. Hasil penelitian penyerapan kredit sektor industri pengolahan Jawa tertinggi dengan nilai rata-rata 1,26 dan yang terendah Bali dan Nusa Tenggara dengan nilai rata-rata 0,18. Efektivitas kredit dengan nilai terendah adalah Jawa dengan rata-rata nilai Rp 4,1 sedangkan Bali dan Nusa Tenggara nilai efektivitas tinggi dengan nilai rata-rata Rp 39,83. Pola keterkaitan efisiensi relatif produksi dan penyerapan kredit menunjukkan provinsi yang terklasifikasi sebagai progresif inovatif adalah Kepulauan Riau dan Riau berturut-turut selama tahun 2019, 2021, dan 2023. Sedangkan provinsi yang terklasifikasi gagal adalah Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Kemudian kebutuhan kapital dengan target pertumbuhan sebesar 4,6% dibutuhkan kapital sebesar 8.39 ribu triliun. Selanjutnya proyeksi kebutuhan kapital sebesar 7% membutuhkan tambahan kapital kredit secara keseluruhan sebesar 13.73 ribu triliun. Kemudian proyeksi kebutuhan kapital sebesar 9% mampu menghasilkan kebutuhan kapital hingga sebesar 18.77 ribu triliun.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS VARIASI BENTUK PIPA ELBOW 90° SEBAGAI SUDU TERHADAP KINERJA TURBIN PELTON

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Provinsi Kalimantan Utara memiliki potensi besar dalam pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) karena banyaknya sungai yang dapat dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi bentuk sudu pipa elbow 90° terhadap kinerja turbin Pelton skala mikro hidro. Metode eksperimen digunakan untuk mengetahui hubungan sebab-akibat antara faktor-faktor yang berkaitan. Variasi bentuk sudu yang digunakan adalah sudu satu rangkap dan sudu dua rangkap dari pipa elbow 90° berdiameter ¾ inci. Pengujian dilakukan dengan variasi diameter nosel 4 mm, 6 mm dan 7 mm, dan nosel 4 mm dipilih karena menghasilkan daya generator dan efisiensi sistem terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa turbin Pelton dengan sudu dua rangkap menghasilkan daya output generator tertinggi yakni 0,834 W pada putaran turbin dan generator masing-masing 2609 Rpm dan 1769 Rpm, serta efisiensi sistem sebesar 5%. Sebaliknya, turbin Pelton dengan sudu satu rangkap menghasilkan daya output generator terendah yakni 0,407 W pada putaran turbin dan generator masing-masing 1838 Rpm dan 1617 Rpm, serta efisiensi sistem terendah 3%. Peningkatan kinerja turbin dengan sudu dua rangkap disebabkan oleh pembagian aliran air yang lebih optimal, sehingga energi air dari nosel dapat diserap secara maksimal oleh sudu. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa bentuk sudu turbin sangat mempengaruhi kinerja turbin Pelton, dan sudu dua rangkap terbukti lebih efisien dibandingkan sudu satu rangkap. Meskipun demikian, efisiensi sistem masih perlu ditingkatkan dengan menggunakan spesifikasi generator DC yang lebih besar atau menambahkan alat DC Boost Converter.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Rancang Bangun Sistem Pembangkit Listrik Turbin Pelton Skala Laboratorium

2024•

Energi baru terbarukan merupakan energi yang ramah lingkungan karena memanfaatkan sumber energi rendah emisi seperti matahari, air, dan bayu. Energi baru terbarukan yang bersumber dari air dapat diubah menjadi energi listrik dengan menggunakan sistem pembangkit daya turbin air seperti turbin pelton. Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun dan menguji sistem pembangkit daya listrik turbin pelton skala laboratorium. Metode yang digunakan adalah metode analitis untuk merancang sistem pembangkit daya dan metode eksperimen pengujian beban untuk mengetahui efisiensi dari sistem pembangkit daya tersebut. Sistem pembangkit daya turbin pelton yang telah dirancang bangun memiliki dimensi panjang rangka sekitar 1200 mm, lebar 800 mm, tinggi 900 mm, dan sudu dengan jumlah 18 buah. Poros turbin berdiameter sekitar 20 mm dengan panjang sekitar 700 mm, dan ukuran runner turbin sekitar 300 mm. Hasil pengujian turbin pelton dengan beban lampu 5 Watt menunjukkan besar tegangan konsumsi beban sekitar 14,77 Volt besar arus sekitar 0,02126 Ampere. Sementara putaran yang dihasilkan oleh turbin dan generator sekitar 1838,1 dan 1617,5 rpm, masing-masing. Efisiensi sistem peDmbangkit daya turbin pelton mencapai 10,29%.

2 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Analisis Efisiensi, Efektivitas dan Elastisitas Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Tana Tidung

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efisiensi, efektivitas dan elastisitas pendapatan asli daerah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang diolah dengan menggunakan metode statistika. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data berupa teknik analisis efisiensi, teknik analisis efektivitas, teknik analisis elastisitas. Objek penelitian ini adalah melihat pola perkembangan efektivitas, efisiensi dan elastisitas PAD terhadap PDRB Kabupaten Tana Tidung tahun 2017-2022. Lokasi penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara. Hasil penelitian ini adalah pola perkembangan efisiensi pemungutan PAD pada periode tahun 2017-2022 termasuk dalam kriteria cukup efisien dan pola perkembangan efektivitas pemungutan PAD pada tahun 2017-2022 termasuk dalam kriteria kurang efektif. Tingkat elastisitas PAD pada tahun 2017-2022 cenderung inelastis atau angka yang dihasilkan turun atau kurang. Seluruh hasil perhitungan dihitung berdasarkan hasil perbandingan dengan pendapatan asli daerah. This study was conducted to determine the efficiency, effectiveness, and elasticity of regional original income (ROI). This study used a quantitative approach which was processed using statistical methods. This study used data analysis methods with efficiency, effectiveness, and elasticity analysis techniques. The object of this study is to look at the development pattern of effectiveness, efficiency, and elasticity of ROI towards GRDP of Tana Tidung Regency in 2017-2022. The location of this study was in Tana Tidung Regency, North Kalimantan Province. The study results showed that the development pattern of ROI collection efficiency in the 2017-2022 period is included in the criteria of being quite efficient and the development pattern in the effectiveness of ROI collection in 2017-2022 is included in the less effective criteria. The level of ROI elasticity in 2017-2022 tends to be inelastic or the resulting figure will decrease or be less. All calculation results are calculated based on comparison results with regional original income.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

ANALISIS EFISIENSI FAKTOR PRODUKSI USAHA TANI RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) (STUDI KASUS KELURAHAN MAMBURUNGAN DAN PANTAI AMAL) DI KECAMATAN TARAKAN TIMUR

2024•

ANALISIS EFISIENSI FAKTOR PRODUKSI USAHA TANI RUMPUT LAUT (Eucheuma cottonii) DI KECAMATAN TARAKAN TIMUR Abstrak Rumput laut (Eucheuma Cottonii) merupakan tumbuhan yang tergolong dalam ganggang (alga) multiseluler divisi thallophyta. Untuk dapat meningkatkan produksi rumput laut harus dilakukan optimalisasi penggunaan faktor produksi suatu penggunaan faktor produksi bensin, tali benang, tali botol, upah, bibit, pelampung, tenaga kerja. Kelurahan Mamburungan dan Kelurahan Pantai Amal Kecamatan Tarakan Timur menjadi salah satu daerah yang banyak memproduksi hasil rumput laut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) karakteristik petani rumput laut di Tarakan Timur; (2) pendapatan usahatani rumput laut di Tarakan Timur, (3) Efisiensi teknis pada usahatani rumput laut di Tarakan Timur. Metode penentuan sampel Purposive Sampling dengan responden 86 petani. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif, analisis biaya dan analisis regresi liner berganda dengan bantuan aplikasi Microsoft Excel dan SPSS 24. Hasil analisis menunjukkan bahwa karakteristik usaha rumput laut di Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan meliputi umur, pendidikan, tingkat status, pengalaman; rata-rata pendapatan petani rumput laut di Kecamatan Tarakan Timur Kota Tarakan sebesar Rp. 3,413,994 / produksi; berdasarkan hasil uji t diperoleh bahwa variabel bensin (X1) (sig 0.001), dan pelampung (X2) (sig 0.000) berpengaruh terhadap pendapatan sedangkan variabel tali benang (X2) (sig 0.810), tali botol (X3) (sig 0.134), upah (X4) (sig 0.707), bibit (X5) (sig 0.725), dan tenaga kerja (X7) (sig 0.406) tidak berpengaruh. Variabel independen yang paling berpengaruh. Berdasarkan hasil uji efisiensi faktor produksi melalui fungsi produksi Cobb-Douglas diketahui nilai efisiensi faktor produksi bensin, tali benang, tali botol, upah, bibit, pelampung dan tenaga kerja tidak efisien karena nilainya kurang dari 1 yang artinya perlu pengurangan faktor produksi dari masing-masing variabel.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Pengaruh Variasi Debit Aliran Terhadap Performa Pompa Sentrifugal

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pompa merupakan salah satu alat yang bisa kita katakan penting dalam kehidupan sehari-hari dalam hal pendistribusian cairan atau fluida. Pompa juga memiliki berbagai jenis dan bentuk yang berbeda beda. Adapun salah satu jenis dari pompa adalah pompa sentrifugal. Namun terdapat beberapa masalah yang sering dihadapi dari pompa sentrifugal yaitu performa pompa tersebut, sehingga mengakibatkan variasi aliran terhadap daya pompa dan daya hidrolis yang kurang efisien. Tujuan dari penelitian ini ialah mengetahui untuk mengetahui pengaruh variasi debit aliran terhadap performa pompa sentrifugal. Selanjutnya, data hasil pengujian didapatkan dengan metode eksperimen. Metode yang dilakukan adalah pengujian dan pengamatan secara langsung dari pengaruh variasi debit aliran terhadap performa pompa. Berdasarkan data yang didapatkan nilai efisiensi pompa atau performa pompa sentrifugal yang tertinggi ialah pada debit aliran 0,000083 m3/s yaitu sebesar 8,26 %. Hal ini terjadi karna perbandingan dari daya hidrolis dan daya pompa lebih optimal daripada debit aliran lainnya.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

Peran Efisiensi Modal Kerja dalam Meningkatkan Profitabilitas dengan Pertumbuhan Perusahaan Sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Perusahaan Consumer Non-Cylicals di Indonesia)

2024•

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran efisiensi modal kerja dalam meningkatkan profitabilitas dengan pertumbuhan perusahaan sebagai variabel mediasi pada perusahaan sektor consumer non-cylicals yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2018-2022. Pemilihan sampel menggunakan metode purposive sampling yang diperoleh sebanyak 64 perusahaan sehingga seluruh data observasi sebanyak 320. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS dengan aplikasi WarpPLS 8.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa efisiensi modal kerja berpengaruh negatif signifikan terhadap profitabilitas, efisiensi modal kerja berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan perusahaan, pertumbuhan perusahaan berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan memediasi secara positif signifikan pengaruh efisiensi modal kerja terhadap profitabilitas perusahaan. Implikasi teoritis penelitian ini mendukung teori manajemen modal kerja dan teori skala ekonomi dalam memaksimalkan profitabilitas perusahaan.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

rancang bangun irigasi tetes (drip irrigation) untuk tanaman hortikultura

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RANCANG BANGUN IRIGASI TETES (DRIP IRRIGATION) UNTUK TANAMAN HORTIKULTURA Abstrak Irigasi adalah salah satu kegiatan di bidang pertanian yang bertujuan untuk menyediakan air bagi tanaman. air merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan kualitas dan kuantitas suatu produksi tanaman. Banyaknya air yang dipakai tanaman merupakan faktor penting dalam perencanaan irigasi tetes karena merupakan dasar untuk menghitung besarnya air yang dibutuhkan pada daerah irigasi yang ingin dirancang. Salah satu kendala pemberian air untuk tanaman masih menerapkan sistem tadah hujan dan pemberian air irigasi secara konvensional. Hal ini dapat menyebabkan in - efisiensi air irigasi dan tenaga kerja. Oleh sebab itu diperlukan penerapan metode pemberian air irigasi yang efektif dan efisien. Mendesain teknologi irigasi tetes menjadi salah satu solusi untuk permasalahan dan pemberian air irigasi bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan merancang bangun dan menerapkan teknologi irigasi tetes (drip irrigation) untuk tanaman hortikultura. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahapan yaitu rancangan jaringan perpiaan, analisis teknis, analisis ekonomis, total head loss, dan efisiensi irigasi tetes. Adapun penelitian ini dilakukan desain teknologi irigasi tetes dengan sistem pengaliran gravitasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa analisis teknis memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar 0,0019 m3/dt, analisis ekonomis memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar Rp. 1.762.351, total head loss memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar 0,0215 m dan efisiensi irigasi tetes memiliki nilai rata – rata keseluruhan sebesar 89,55%.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail