2026 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum pelaku usaha kuliner atas kerugian akibat reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial, serta menganalisis reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial sebagai perbuatan melawan hukum dan mengetahui bentuk pertanggungjawaban hukum kreator konten kuliner terhadap kerugian yang dialami pelaku usaha kuliner. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual yang didukung sumber bahan hukum yang terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reviu negatif tidak secara otomatis merupakan reviu destruktif yang menimbulkan akibat hukum karena pada dasarnya merupakan bentuk kebebasan berpendapat dan hak konsumen untuk menyampaikan pengalaman terhadap barang dan/atau jasa yang digunakan. Reviu dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum apabila memenuhi unsur adanya perbuatan, sifat melawan hukum, kesalahan, kerugian, serta hubungan kausal antara reviu yang disebarluaskan dengan kerugian pelaku usaha kuliner. Pertanggungjawaban hukum kreator konten kuliner dapat ditempuh melalui dua bentuk, yaitu pertanggungjawaban secara perdata dengan mekanisme penyelesaian litigasi maupun non litigasi (penyelesaian sengketa alternatif), dan pertanggungjawaban secara pidana jika unsur terpenuhi. Oleh karena itu penelitian ini memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi pelaku usaha yang dirugikan akibat reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial.
2026 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum pelaku usaha kuliner atas kerugian akibat reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial, serta menganalisis reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial sebagai perbuatan melawan hukum dan mengetahui bentuk pertanggungjawaban hukum kreator konten kuliner terhadap kerugian yang dialami pelaku usaha kuliner. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual yang didukung sumber bahan hukum yang terdiri atas bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reviu negatif tidak secara otomatis merupakan reviu destruktif yang menimbulkan akibat hukum karena pada dasarnya merupakan bentuk kebebasan berpendapat dan hak konsumen untuk menyampaikan pengalaman terhadap barang dan/atau jasa yang digunakan. Reviu dikategorikan sebagai perbuatan melawan hukum apabila memenuhi unsur adanya perbuatan, sifat melawan hukum, kesalahan, kerugian, serta hubungan kausal antara reviu yang disebarluaskan dengan kerugian pelaku usaha kuliner. Pertanggungjawaban hukum kreator konten kuliner dapat ditempuh melalui dua bentuk, yaitu pertanggungjawaban secara perdata dengan mekanisme penyelesaian litigasi maupun non litigasi (penyelesaian sengketa alternatif), dan pertanggungjawaban secara pidana jika unsur terpenuhi. Oleh karena itu penelitian ini memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi pelaku usaha yang dirugikan akibat reviu destruktif kreator konten kuliner di media sosial.
2026 · Book ·
Abstrak Penelitian ini mengevaluasi dampak pendapatan per kapita, upah minimum, dan inflasi terhadap pola konsumsi di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif daengan analisis regresi linier berganda, penelitian ini memanfaatkan data deret waktu sekunder periode 2015–2024 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam model ini, pola konsumsi (Y) ditetapkan sebagai variabel dependen, sedangkan pendapatan per kapita (X1), upah minimum provinsi (X2), dan inflasi (X3) bertindak sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pendapatan per kapita dan upah minimum yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pola konsumsi, sedangkan inflasi tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Namun, secara simultan, ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh signifikan. Hasil penelitian ini diproyeksikan menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi terkait stabilitas harga, standar upah, dan penguatan daya beli masyarakat. Kata kunci: Pendapatan Perkapita, Upah Minimum, Inflasi, Pola Konsumsi Masyarakat, Kalimantan Utara.
2026 · Thesis ·
Abstrak Penelitian ini mengevaluasi dampak pendapatan per kapita, upah minimum, dan inflasi terhadap pola konsumsi di Provinsi Kalimantan Utara. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif daengan analisis regresi linier berganda, penelitian ini memanfaatkan data deret waktu sekunder periode 2015–2024 dari Badan Pusat Statistik (BPS). Dalam model ini, pola konsumsi (Y) ditetapkan sebagai variabel dependen, sedangkan pendapatan per kapita (X1), upah minimum provinsi (X2), dan inflasi (X3) bertindak sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pendapatan per kapita dan upah minimum yang memiliki pengaruh signifikan terhadap pola konsumsi, sedangkan inflasi tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Namun, secara simultan, ketiga faktor tersebut memiliki pengaruh signifikan. Hasil penelitian ini diproyeksikan menjadi pertimbangan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan ekonomi terkait stabilitas harga, standar upah, dan penguatan daya beli masyarakat. Kata kunci: Pendapatan Perkapita, Upah Minimum, Inflasi, Pola Konsumsi Masyarakat, Kalimantan Utara.
2026 · Book ·
2026 · Thesis ·
2024 · Book · Koleksi Perpustakaan
Pneumonia dapat menjadi ancaman pada anak usia dibawah 5 tahun karena sistem imun pada balita belum sempurna sehingga sangat rentan tertular oleh bakteri atau virus penyebab pneumonia. Penyebab utama pneumonia bakterial adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Tujuan umum penulisan ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan dengan dua pasien anak penderita pneumonia di rungan Anggrek B RSUD H dr.Jusuf SK. Metode penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan case study. Peniliti melakukan asuhan keperawatan dua orang pasien dengan pneumonia yang terdianogsis pneumonia. Hasil yang di dapatkan terdapat tiga dianogsis keperawatan yang berbeda yang di tegakkan pada pasien 1 dan 2, dianogsis keperawatan pada pasien 1 yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif, defisit nutrisi, ansietas sedangkan dianogsis keperawatan pada pasien 2 yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif, gangguan rasa nyaman, ansietas. Ketiga dianogsis tersebut diamati secara mendalam dan ketiga dianogsis tersebut teratasi. Intervensi yang di gunakan di sesuaikan dengan kondisi pasien. Hasil dari penyusunan studi kasus ini di harapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan pada anak, khususnya pada anak dengan pneumonia
2024 · Thesis ·
Pneumonia dapat menjadi ancaman pada anak usia dibawah 5 tahun karena sistem imun pada balita belum sempurna sehingga sangat rentan tertular oleh bakteri atau virus penyebab pneumonia. Penyebab utama pneumonia bakterial adalah Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae tipe b (Hib). Tujuan umum penulisan ini adalah untuk mengetahui gambaran asuhan keperawatan dengan dua pasien anak penderita pneumonia di rungan Anggrek B RSUD H dr.Jusuf SK. Metode penulisan laporan tugas akhir ini menggunakan case study. Peniliti melakukan asuhan keperawatan dua orang pasien dengan pneumonia yang terdianogsis pneumonia. Hasil yang di dapatkan terdapat tiga dianogsis keperawatan yang berbeda yang di tegakkan pada pasien 1 dan 2, dianogsis keperawatan pada pasien 1 yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif, defisit nutrisi, ansietas sedangkan dianogsis keperawatan pada pasien 2 yaitu bersihan jalan nafas tidak efektif, gangguan rasa nyaman, ansietas. Ketiga dianogsis tersebut diamati secara mendalam dan ketiga dianogsis tersebut teratasi. Intervensi yang di gunakan di sesuaikan dengan kondisi pasien. Hasil dari penyusunan studi kasus ini di harapkan dapat menjadi referensi dalam peningkatan mutu asuhan keperawatan pada anak, khususnya pada anak dengan pneumonia
2024 · Book ·
Kota Tarakan merupakan suatu Kota yang terletak di Kalimantan Utara. Potensi sumberdaya perairan Tarakan yang cukup melimpah. Hal ini dapat dilihat banyaknya aktivitas perikanan tangkap di perairan Tarakan (Kelurahan Juata Laut dan Mamburungan) Kota Tarakan. Alat tangkap mini-trawl merupakan alat yang di operasikan pada perairan ini, salah satu hasil tangkapannya adalah ikan otek. Ikan otek memiliki nilai ekonomis. Ikan otek merupakan hasil tangkapan sampingan mini-trawl, ikan otek yang tertangkap diharapkan dapat diperkirakan pola pertumbuhan dan kondisi pada habitat aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat dan indeks kondisi Ikan otek (Arius sp) di Perairan Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif kuantitatif selama 4 bulan dari April -Juli 2023, dengan perposive sampling 12 kali sampling, jumlah sampel ikan 20-30 ekor/sampel. Pengambilan sampel di lakukan di dua perairan yaitu perairan Juata laut kota Tarakan dan Perairan Mamburungan kota Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hubungan panjang-berat ikan otek jantan dan betina memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif. Indeks kondisi ikan otek jantan sebesar bentuk tubuh kurus 16,13%, bentuk tubuh normal 63,71% dan bentuk tubuh gemuk 20,16 %, dan ikan otek betina memiliki bentuk tubuh kurus 11,11%, bentuk tubuh normal 65,28% dan bentuk tubuh gemuk 23,61% . Ini Artinya ikan otek jantan dan betina memiliki tubuh yang normal atau ideal, ketersedian makanan, kondisi perairan mendukung pola pertumbuhan ikan otek pada perairan Tarakan.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Kota Tarakan merupakan suatu Kota yang terletak di Kalimantan Utara. Potensi sumberdaya perairan Tarakan yang cukup melimpah. Hal ini dapat dilihat banyaknya aktivitas perikanan tangkap di perairan Tarakan (Kelurahan Juata Laut dan Mamburungan) Kota Tarakan. Alat tangkap mini-trawl merupakan alat yang di operasikan pada perairan ini, salah satu hasil tangkapannya adalah ikan otek. Ikan otek memiliki nilai ekonomis. Ikan otek merupakan hasil tangkapan sampingan mini-trawl, ikan otek yang tertangkap diharapkan dapat diperkirakan pola pertumbuhan dan kondisi pada habitat aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan panjang berat dan indeks kondisi Ikan otek (Arius sp) di Perairan Tarakan. Metode penelitian ini menggunakan Deskriptif kuantitatif selama 4 bulan dari April -Juli 2023, dengan perposive sampling 12 kali sampling, jumlah sampel ikan 20-30 ekor/sampel. Pengambilan sampel di lakukan di dua perairan yaitu perairan Juata laut kota Tarakan dan Perairan Mamburungan kota Tarakan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hubungan panjang-berat ikan otek jantan dan betina memiliki pola pertumbuhan allometrik negatif. Indeks kondisi ikan otek jantan sebesar bentuk tubuh kurus 16,13%, bentuk tubuh normal 63,71% dan bentuk tubuh gemuk 20,16 %, dan ikan otek betina memiliki bentuk tubuh kurus 11,11%, bentuk tubuh normal 65,28% dan bentuk tubuh gemuk 23,61% . Ini Artinya ikan otek jantan dan betina memiliki tubuh yang normal atau ideal, ketersedian makanan, kondisi perairan mendukung pola pertumbuhan ikan otek pada perairan Tarakan.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan sikap peserta didik terhadap pembelajaran bahasa Indonesia pada masa transisi daring ke luring di SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 35 siswa serta 1 (satu) guru mata pelajaran bahasa Indonesia pada kelas XI. IPS 2 di SMA Negeri 2 Tarakan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif dengan menggunakan persentase dan tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia pada masa transisi daring ke luring masuk kedalam kategori tinggi, kategori tinggi diperoleh berdasarkan hasil penelitian dan tabel penelitian yang dijabarkan secara rinci yaitu sebanyak 2 peserta didik (6%) dengan kategori sangat setuju, 14 peserta didik (40%) dengan kategori setuju, 10 peserta didik (29%) dengan kategori cukup setuju, 6 peserta didik (17%) dengan kategori tidak setuju, dan 3 peserta didik (9%) dengan kategori sangat tidak setuju, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia pada masa transisi daring ke luring sangat jauh berbeda dari anggapan yang pernah melekat dalam benak peserta didik yang mana dapat dilihat bahwa peserta didik merasa sangat senang dan antusias terhadap pembelajaran bahasa Indonesia secara luring yang diberlakukan di SMA Negeri 2 Tarakan dengan pembelajaran luring siswa lebih mudah mendapatkan sumber pembelajaran, dapat lebih aktif bertanya serta mengeluarkan argumen kemudian siswa lebih leluasa untuk berinteraksi satu sama lain, serta siswa lebih menjaga pola sehat di lingkungan sekolah. Namun yang disayangkan ada beberapa siswa yang memang masih ketergantungan dan sulit menghilangkan kebiasaannya dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar seperti; tertidur saat proses pembelajaran berlangsung, kedapatan bermain game online, dan menganggap guru sebagai teman sebaya.
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan sikap peserta didik terhadap pembelajaran bahasa Indonesia pada masa transisi daring ke luring di SMA Negeri 2 Tarakan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 35 siswa serta 1 (satu) guru mata pelajaran bahasa Indonesia pada kelas XI. IPS 2 di SMA Negeri 2 Tarakan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode statistik deskriptif dengan menggunakan persentase dan tabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia pada masa transisi daring ke luring masuk kedalam kategori tinggi, kategori tinggi diperoleh berdasarkan hasil penelitian dan tabel penelitian yang dijabarkan secara rinci yaitu sebanyak 2 peserta didik (6%) dengan kategori sangat setuju, 14 peserta didik (40%) dengan kategori setuju, 10 peserta didik (29%) dengan kategori cukup setuju, 6 peserta didik (17%) dengan kategori tidak setuju, dan 3 peserta didik (9%) dengan kategori sangat tidak setuju, oleh karena itu dapat dikatakan bahwa pembelajaran bahasa Indonesia pada masa transisi daring ke luring sangat jauh berbeda dari anggapan yang pernah melekat dalam benak peserta didik yang mana dapat dilihat bahwa peserta didik merasa sangat senang dan antusias terhadap pembelajaran bahasa Indonesia secara luring yang diberlakukan di SMA Negeri 2 Tarakan dengan pembelajaran luring siswa lebih mudah mendapatkan sumber pembelajaran, dapat lebih aktif bertanya serta mengeluarkan argumen kemudian siswa lebih leluasa untuk berinteraksi satu sama lain, serta siswa lebih menjaga pola sehat di lingkungan sekolah. Namun yang disayangkan ada beberapa siswa yang memang masih ketergantungan dan sulit menghilangkan kebiasaannya dalam pelaksanaan proses belajar-mengajar seperti; tertidur saat proses pembelajaran berlangsung, kedapatan bermain game online, dan menganggap guru sebagai teman sebaya.
2023 · Book · Koleksi Perpustakaan
-
2023 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
-
2022 · Book · Koleksi Perpustakaan
Salah satu bentuk kejahatan terhadap hewan yaitu penganiayaan.Penganiayaan hewan biasanya dilakukan oleh pelaku untuk dapat memperoleh rasa puas atau pelaku tersebut memiliki keuntungan tersendiri. Demi menjamin kesejahteraan dan perlindungan terhadap hewan di Indonesia, dibuatlah peraturan perundang-undangan yang diatur di dalam Pasal 302 dan 540 KUHP dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaturan hukum tentang tindak pidana penganiayaan hewan dalam hukum positif di Indonesia serta mengetahui dan mengkaji penerapan hukum bagi pelaku tindak pidana penganiayaan hewan di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan normatif yakni pendekatan yang dilakukan berlandaskan bahan hukum utama dengan cara menelaah teori-teori, konsep-konsep, asas-asas hukum serta peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan penelitian ini. Penganiayaan terhadap hewan diatur dalam pasal 302 dan 540 KUHP serta 91 B ayat 1 UU No 41 Tahun 2014, dalam penerapannya pelaku penganiayaan hewan dikenakan pasal 302 KUHP dan dijatuhi hukuman 3 bulan penjara. Tindak pidana penganiaayan hewan meskipun ringan tetap harus dipertanggungjawabkan karena telah melanggar hukum
2022 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
Salah satu bentuk kejahatan terhadap hewan yaitu penganiayaan.Penganiayaan hewan biasanya dilakukan oleh pelaku untuk dapat memperoleh rasa puas atau pelaku tersebut memiliki keuntungan tersendiri. Demi menjamin kesejahteraan dan perlindungan terhadap hewan di Indonesia, dibuatlah peraturan perundang-undangan yang diatur di dalam Pasal 302 dan 540 KUHP dan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2009 sebagaimana yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang peternakan dan kesehatan hewan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengkaji pengaturan hukum tentang tindak pidana penganiayaan hewan dalam hukum positif di Indonesia serta mengetahui dan mengkaji penerapan hukum bagi pelaku tindak pidana penganiayaan hewan di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan normatif yakni pendekatan yang dilakukan berlandaskan bahan hukum utama dengan cara menelaah teori-teori, konsep-konsep, asas-asas hukum serta peraturan perundang-undangan yang berhubungan dengan penelitian ini. Penganiayaan terhadap hewan diatur dalam pasal 302 dan 540 KUHP serta 91 B ayat 1 UU No 41 Tahun 2014, dalam penerapannya pelaku penganiayaan hewan dikenakan pasal 302 KUHP dan dijatuhi hukuman 3 bulan penjara. Tindak pidana penganiaayan hewan meskipun ringan tetap harus dipertanggungjawabkan karena telah melanggar hukum
2021 · Book · Koleksi Perpustakaan
ABSTRAK Putri Nadya Rusman (NPM. 1740501063) dengan judul skripsi “Analisis Putusan Hakim Terhadap Tindak Pidana Pelaku Aborsi (Studi Kasus Putusan Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar) Banyaknya kasus yang terjadi di Indonesia salah satunya kasus aborsi yang dapat menyebabkan pendarahan, kerusakan pada rahim bahkan dapat menyebabkan kematian bagi pelakunya. Selain itu aborsi ilegal juga melanggar undang-undang , norma-norma sosial dan agama, diatur juga dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hukum terhadap tindak pidana pelaku aborsi dalam Putusan Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar, dan untuk mengetahui rasio decidendi hakim dalam Putusan Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil yang dicapai dari penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan hukum pidana materil atas Tindakan yang dilakukan oleh terdakwa dalam perkara nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar tidak sesuai hukumannya dengan pasal 77A Ayat (1) Jo, Pasal 45A Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo, Pasal 55 Ayat 1 (satu) ke-1 KUHPidana. Hal ini terlihat karena terpenuhinya unsur-unsur sesuai dengan pasal yang dikenakan pada terdakwa tersebut. Rasio decidendi atau dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap perkara sebagaimna yang dimaksud dalam putusan hakim Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar, yaitu bersifat yuridis yaitu dari dakwaan penuntut umum, keterangan saksi, keterangan terdakwa, barang bukti, dan pasal-pasal peraturan hukum pidana kemudian bersifat non yuridis yaitu alasan perbuatan terdakwa dan akibat dari perbuatan terdakwa serta hal-hal yang meringankan dan memberatkan. Oleh sebab pertimbangan diatas maka hakim memutuskan terdakwa di nyatakan bersalah sehingga terdakwa harus menjalani pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan dan membayar denda sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) akan tetapi putusan yang diberikan oleh hakim tidak setimpal dengan perbuatan si terdakwa. Kata Kunci : Tindak Pidana, Aborsi, Seks Bebas
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ABSTRAK Putri Nadya Rusman (NPM. 1740501063) dengan judul skripsi “Analisis Putusan Hakim Terhadap Tindak Pidana Pelaku Aborsi (Studi Kasus Putusan Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar) Banyaknya kasus yang terjadi di Indonesia salah satunya kasus aborsi yang dapat menyebabkan pendarahan, kerusakan pada rahim bahkan dapat menyebabkan kematian bagi pelakunya. Selain itu aborsi ilegal juga melanggar undang-undang , norma-norma sosial dan agama, diatur juga dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan hukum terhadap tindak pidana pelaku aborsi dalam Putusan Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar, dan untuk mengetahui rasio decidendi hakim dalam Putusan Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Hasil yang dicapai dari penelitian ini menunjukkan bahwa Penerapan hukum pidana materil atas Tindakan yang dilakukan oleh terdakwa dalam perkara nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar tidak sesuai hukumannya dengan pasal 77A Ayat (1) Jo, Pasal 45A Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Jo, Pasal 55 Ayat 1 (satu) ke-1 KUHPidana. Hal ini terlihat karena terpenuhinya unsur-unsur sesuai dengan pasal yang dikenakan pada terdakwa tersebut. Rasio decidendi atau dasar pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap perkara sebagaimna yang dimaksud dalam putusan hakim Nomor 208/Pid.Sus/2018/PN.Tar, yaitu bersifat yuridis yaitu dari dakwaan penuntut umum, keterangan saksi, keterangan terdakwa, barang bukti, dan pasal-pasal peraturan hukum pidana kemudian bersifat non yuridis yaitu alasan perbuatan terdakwa dan akibat dari perbuatan terdakwa serta hal-hal yang meringankan dan memberatkan. Oleh sebab pertimbangan diatas maka hakim memutuskan terdakwa di nyatakan bersalah sehingga terdakwa harus menjalani pidana penjara selama 1 tahun 4 bulan dan membayar denda sebesar Rp 1.000.000 (satu juta rupiah) akan tetapi putusan yang diberikan oleh hakim tidak setimpal dengan perbuatan si terdakwa. Kata Kunci : Tindak Pidana, Aborsi, Seks Bebas
2021 · Thesis · Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir
ANALISIS KINERJA TERMINAL BOOM PANJANG KOTA TARAKAN ABSTRAK Kota Tarakan adalah sebuah kota di Kalimantan Utara, dan akan terus bertambah jumlah penduduknya. Dikota Tarakan bekembang layanana transportasi berbasis jaringan (transportasi daring). Hal ini menyebabkan layanan angkutan umum yang bersifat konvensional semakin terdesak dan dapat dikatakan hamper mengalami “kematian”. Di kota Tarakan angkutan umum penumpang diatur dalam Peraturan Daerah Kota Tarakan No 21 Tahun 2002 tentang Perizinan Angkutan Jalan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui fasilitas Terminal Boom Panjang terhadap kesesuaian dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2015, Serta mengetahui tingkat kinerja dari fasilitas Terminal Boom Panjang agar dapat meningkatkan kualitas pelayanan terhadap pengguna jasa dengan menggunakan House Of Quality (HOQ) dalam metode QFD. Dari hasil analisis kuadran (IPA) yang dimasukkan fedalam rumah kualitas House Of Quality (QFD) adalah atribut berada pada (kuadran A), Dan hasil analisis QFD yang terlebi dahulu dilaksanakan yaitu memperbaiki fasilitas-fasilitas terminal nilai Absolute Weight Importance 771,4, dan Weight Importance dengan presentase 66,7 %, Selanjutnya respon teknis melengkapi dan memberi rambu petunjuk di area sekitar terminal dengan nilai Absolute Weight Importance 257,1 dan Weight Importance dengan presentase 22,2 %, Yang terakhir adalah respon teknis menyediakan papan informasi khusus jadwal keberangkatan dengan nilai Absolute Weight Importance 128,6 dan Weight Importance dengan presentase 11,1 %. Denga menggunakan aplikasi SPSS versi 2.4 dan Microsoft excel (QFD)